Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Lean Manufacturing Berkesinambungan Melalui Enterprise Risk Management Pada Industri Pengolahan Makanan Evi Febianti; Wahyu Susihono; Iis Istikomah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.309 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i5.7015

Abstract

UKM XYZ merupakan UKM yang bergerak dibidang industri pengolah makanan khas Banten. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pemilik UKM, ditemukan beberapa permasalahan yang berkaitan dengan waste dalam proses proses produksi bolu kuwuk Permasalahan tersebut tentu memiliki risiko, saat ini belum ada rencana penanganan atau perbaikan terhadap masalah dan risiko yang terjadi sehingga apabila terus menerus dibiarkan akan menimbulkan kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan kebijakan penanganan terhadap risiko yang terjadi. Berdasarkan hasil pembobotan nilai waste, waste yang dominan terjadi adalah transportation dan inventory. Terdapat dua risiko yang teridentifikasi dari waste tersebut yaitu meningkatnya lead time produksi dengan kategori risiko high risk, dampak finansial sebesar Rp 2.457.000, dan biaya untuk penanganan sebesar Rp 1.377.250. Risiko kedua adalah terjadi kerusakan pada bahan baku dengan kategori medium risk, dampak finansisal sebesar Rp 222.000, dan biaya untuk penanganan Rp 50.000. Usulan kebijakan untuk risiko pertama dan kedua adalah mitigasi risiko karena biaya penanganannya lebih kecil dibanding nilai bersih risiko inherent. Setelah dilakukan perbaikan, risiko sisa setelah adanya penanganan berada di kategori low risk dan terdapat penurunan waktu produksi sebesar 4.619,8 detik.
PENERAPAN METODE HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASESSMENT (HIRA) DAN PENERAPAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI DI UKM HALO OMA Akbar Gunawan; Ade Irman Saeful Mutaqin; Wahyu Susihono; Asih Machfuzhoh; Atia Sonda; Damasa G Desmiani; Erien Amelia; Intan Purbasari
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 13 No 2 (2023): Inovatif Vol. 13 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v13i2.5907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam kegiatan pra produksi hingga pasca pangan. Metode penelitian yang dipergunakan pada penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dimana peneliti secara langsung mengambil data dari proyek penelitian, sedangkan cara lain yang dipakai dalam Field Research ini yaitu interview, observasi dan dokumentasi. Hasil yang didapatkan yaitu pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) proses produksi pembuatan produk Tempe Teri Main Bola, Standar Operasional Prosedur (SOP) pengangkutan berbasis ergonomi dan Standar Operasional Prosedur (SOP) mekanisme dokumentasi dan pencatatan ergonomi untuk UKM Halo Oma. Hasil yang didapat proses produksi pembuatan produk Tempe Teri Main Bola lebih mudah, pekerja tidak merasakan beban kerja berlebih, pekerja lebih terarah, lebih optimal dalam pengerjaan proses produksi, dan meminimalisir kesalahan dalam bekerja yang bisa merugikan UKM Halo Oma. UKM Halo Oma sangat terbantu dengan pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) karena pelaksanaan kerja saat dalam hal kegiatan produksi menjadi lebih mudah. Kinerja pegawai bisa lebih terarah dan optimal. Serta bisa meminimalisir kesalahan dalam bekerja yang dapat merugikan UKM Halo Oma
Analisis Postur Kerja Sebagai Dasar Usulan Fasilitas Kerja Untuk Mengurangi MSDs Pada Aktivitas Produksi dan Material Handling Lady, Lovely; Susihono, Wahyu; Suherti, Suherti
Journal of Systems Engineering and Management Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/joseam.v2i1.19417

Abstract

SMS merupakan sebuah Home Industry yang menghasilkan  furniture untuk hotel, perkantoran dan rumah. Permasalahan yang ada yaitu potur kerja yang tidak alamiah pada aktivitas produksi dan material handling seperti postur kerja yang selalu jongkok, membungkuk melebihi 900, mengangkat seberat 50 kg dan mengangkut dalam waktu yang lama dan dilakukan secara berulang-ulang sehingga dapat menyebabkan ketidaknyamanan, merasakan sakit pada salah satu anggota tubuh serta dapat menyebabkan MSDs. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui apakah postur kerja para pekerja beresiko terjadinya MSDs dengan kuesioner NBM dan metode REBA, mengetahui berat beban yang seharusnya diangkat oleh pekerja menggunakan metode NIOSH Lifting Equation dan usulan perbaikan yang diberikan untuk mengurangi risiko MSDs. Berdasarkan hasil perhitungan skor REBA para pekerja diantaranya pada kategori sangat tinggi terdapat pada pekerja proses pemotongan besi, pemotongan marble dan pewarnaan dengan skor REBA sebesar 11 sehingga perlu saat ini juga perbaikan. Hasil perhitungan berat beban yang direkomendasikan untuk diangkat oleh pekerja pada posisi awal dan akhir sebesar 9.609 dan 11.26. Nilai LI posisi awal dan akhir sebesar 5.20 dan 4.43. Usulan yang diberikan untuk mengurangi risiko MSDs pada stasiun pengelasan, pemotongan dan finishing yaitu berupa meja dengan hasil skor akhir REBA sebesar 3. Usulan yang diberikan pada aktivitas material handling yaitu berupa troli dengan nilai akhir LI posisi awal dan akhir sebesar 1. 83 dan 1.65. Kata Kunci : MSDs, NIOSH Lifting Equation, Postur Kerja, REBA,
PERBAIKAN POSTUR KERJA UNTUK MENGURANGI KELUHAN MUSKULOSKELETAL DENGAN PENDEKATAN METODE OWAS (Studi kasus di UD. Rizki Ragil Jaya – Kota Cilegon) Wahyu Susihono; Wahyu Prasetyo
Spektrum Industri Vol. 10 No. 1: April 2012
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v10i1.1622

Abstract

Perbaikan postur kerja penting dilakukan untuk menjaga kenyamanan pekerja dalam melakukan aktifitas kerja. Gangguang pada sistem musculoskeletal seminimal mungkin terjadi. Pada aktifitas proses produksi pembuatan kripik singkong teridentifikasi bahwa postur kerja memiliki potensi menimbulkan cidera sehingga perlu dilakukan perbaikan metode kerja guna menurunkan indeks resiko kerja. Metode Ovako Work Posture Analysis System (OWAS) digunakan untuk mengevalusi dan menganalisa sikap kerja sehingga diperoleh kategori dan rekomendasi metode kerja yang baru. Perhitungan indek resiko kerja dilakukan agar dapat mengklasifikasikan kategori pekerjaan yang dilakukan. Perancangan mesin dengan menggunakan data antropometri dan data hasil rekomendasi OWAS. Hasil analisis OWAS menunjukkan bahwa sebelum perbaikan masuk pada kategori 3 yang artinya memerlukan perbaikan dengan segera dan 2 yang artinya memerlukan perbaikan dimasa mendatang, sedangkan setelah perbaikan diperoleh kategori 1 yang artinya tidak ada masalah pada sistem musculoskeletal. Indeks resiko sebelum perbaikan sebesar 243 satuan, setelah perbaikan menjadi 129 satuan artinya pekerjaan mempunyai resiko yang kecil (minimum risk) Kata Kunci : postur kerja, muskuloskeletal, OWAS
PENGARUH IKLIM ORGANISASI DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN Audra Bianca; Wahyu Susihono
Spektrum Industri Vol. 10 No. 2: Oktober 2012
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v10i2.1632

Abstract

Iklim organisasi yang baik, menentukan keberlangsungan suatu perusahaan untuk menjalankan usahanya, sedangkan perencanaan karir yang terprogram dapat meningkatkan kinerja karyawan. Pada umumnya perusahaan menuntut karyawan untuk memberikan kontribusi yang maksimal agar keuntungan perusahaan optimal, sedangkan karyawan membutuhkan jaminan kerja dan terpenuhinya hak sesuai perundangan. Kondisi ini akan tercapai apabila ada integrasi dari berbagai elemen kegiatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh iklim organisasi dan pengembangan karir terhadap kepuasan kerja di Perusahaan menggunakan metode uji regresi berganda. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa iklim organisasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dimana hasil uji T nilai signifikansinya sebesar 0.072, begitu juga dengan pengembangan karir berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dimana hasil uji T nilai signifikansinya sebesar 0.421 (p value dengan α = 0.05). Model regresi menunjukkan bahwa iklim organisasi memberi pengaruh negatif terhadap kepuasan kerja, sedangkan pengembangan karir memberi pengaruh positif. Iklim organisasi dapat diperbaiki melalui psikologi kerja, motivasi kerja, beban kerja yang sesuai, perbaikan struktural dapat dilakukan dengan memberikan kenyamanan fasilitas kerja, pemberian penghargaan pada karyawan yang berprestasi. Kata Kunci : iklim organisasi, karir, kepuasan kerja
PERBAIKAN METODE KERJA BERDASAR RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA) PADA PERUSAHAAN KONSTRUKSI DAN FABRIKASI Wahyu Susihono; Endah Rubiati
Spektrum Industri Vol. 11 No. 1: April 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v11i1.1644

Abstract

Pengamatan awal yang telah dilakukan pada perusahaan konstruksi dan fabrikasi terdapat beberapa pekerjaan yang dapat menimbulkan cidera, dari kuesioner Nordic Body Map diketahui keluhan yang dirasakan oleh pekerja, seperti sakit atau kaku di leher bagian atas sebesar 61%, kaku di leher bagian bawah 53%, sakit di punggung 69%, sakit pada lengan kanan 46%, sakit pada pinggang 53% dan sakit di bagian betis 53%, sakit pergelangan kaki 46% dari 13 pekerja. Kondisi ini dapat menimbulkan potensi cidera punggung (low back pain) dan keluhan musculoskeletal yang berkepanjangan, sehingga harus segera dilakukan perbaikan kerja dalam waktu singkat. Metode RULA (Rapid Upper Limb Assement) merupakan metode untuk meminimalisir pekerjaan dari ergonomic hazard, juga merupakan program pengendalian kelelahan pada pekerja, mengevaluasi postur tubuh, kekuatan yang dibutuhkan dan gerakan otot pekerja pada saat sedang bekerja. Hasil diperoleh skor RULA 6 pada proses preparation tahap pengerjaan membuat pola dan skor 7 pada proses cutting, assembling, finishing proses mengoprasikan alat. Prioritas gerakan kerja yang harus diperbaiki adalah saat proses mengambil tools, gerakan saat menghidupkan dan mematikan mesin dan gerakan saat mengoperasian mesin. Perbaikan yang dapat dilakukan adalah dengan penambahan fasilitas kerja dan re-layout menyimpan alat. Kata Kunci : Metode kerja, RULA, Fabrikasi
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DAN IDENTIFIKASI POTENSI BAHAYA KERJA (Studi kasus di PT. LTX Kota Cilegon- Banten) Wahyu Susihono; Feni Akbar Rini
Spektrum Industri Vol. 11 No. 2: Oktober 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v11i2.1663

Abstract

Perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja masih jauh dari yang diharapkan karena masih banyak terjadi kecelakaan kerja serta potensi bahaya kerja yang dapat membahayakan tenaga kerja. Penerapkan sistem manajeman keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) perlu dilakukan secara optimal. Penerapan SMK3 di perusahaan belum tentu berbanding lurus terhadap potensi bahaya (hazard) yang ada di lingkungan sekitar perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai risiko potensi bahaya kerja dan kategori potensi bahaya kerja di perusahaan serta mengetahui faktor penyebab terbesar terjadinya kecelakaan kerja di perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode HIRA dan FTA. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan SMK3 telah sesuai dengan undang-Undang yang berlaku, namun nilai resiko potensi bahaya bagian fluid utility menunjukkan tingkat keparahan bahaya kerja kecil dan kemungkinan terjadinya potensi bahaya kerja juga kecil, nilai kategori potensi bahaya kerja perlu dikendalikan dengan prosedur rutin. Faktor penyebab potensial terjadinya potensi bahaya adalah suara mesin bising, Standard Operational procedure (SOP) belum terpasang secara ergonomis, terdapat benda asing yang menghalangi jalan, temperatur ruangan meningkat 50C dari temperatur normal. Kata Kunci : Penerapan SMK3, Potensi bahaya, HIRA, FTA