Claim Missing Document
Check
Articles

Found 74 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Prosedur Untuk Meminimasi Risiko K3 Berdasarkan Hasil Hirarc Untuk Memenuhi Requirement Ohsas 18001:2007 Klausul 4.4.7 Dan 4.5.1 Serta Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 Di Rumah Batik Komar Suci Rachma Sari; Marina Yustiana Lubis; Atya Nur Aisha
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rumah Batik Komar merupakan perusahaan kain batik asli Indonesia yang berupaya menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dengan menyediakan alat pelindung diri, alat pemadam api ringan, larangan merokok dan penyediaan kotak P3K. Penerapan belum secara formal dilakukan, sehingga terdapat kecelakaan yang dialami pekerja diantaranya terkena lelehan gondorukem panas dan tergores alat kerja yang tajam. Berdasarkan masalah tersebut maka perlu adanya sistem manajemen K3 untuk menjamin pekerja dalam keadaan aman. Penerapan SMK3 dilakukan dengan pengolahan potensi bahaya dan risiko pada aktivitas. Pengolahan terhadap potensi bahaya dan risiko menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). HIRARC digunakan dengan mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko, kemudian dilakukan penilaian agar diketahui nilai potensi bahaya dan risiko tertinggi sehingga dapat dilakukan pengendalian risiko yang ada. Pada tahap identifikasi bahaya diperoleh 124 aktivitas berpotensi bahaya dan risiko, dimana diketahui 8 aktivitas high risk dan 70 aktivitas significant risk dengan nilai high dan significant terbanyak terdapat diproses pelilinan batik cap, pembuatan alat cap dan pewarnaan. Berdasarkan hasil identifikasi HIRARC maka akan dilakukan upaya pengendalian yang disesuaikan dengan 13 requirement OHSAS 18001:2007 klausul 4.4.7 dan 4.5.1 dengan PP No. 50 Tahun 2012 sehingga dihasilkan prosedur penyimpanan, pemeliharaan dan penggunaan APAR, prosedur evakuasi keadaan darurat, dan prosedur pelaporan. Kata Kunci : Rumah Batik Komar, HIRARC, OHSAS 18001:2007, Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2012, SOP, Intruksi kerja
Work Method Improvement Based On Motion Study And Application Of 5s In Lower Casing Assembly Of E-ktp Reader In The Production Department Of Pt Abc Intan Geovani; Wiyono Wiyono; Marina Yustiana Lubis
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT ABC is a company that develops business and products in the electronics fields for industry and infrastructure. One of the products produced by PT ABC is E-KTP Reader. Basically, E-KTP Reader consists of two main parts, upper casing and lower casing. Based on observations, process time for each workstation is greater than a predetermined time by the company. The longest process time is in workstation to assemble lower casing. The observation time is 12, 3 minutes and the predetermined time is 5,5 minutes. Work environment is expected as the causes of the long process time. The components are placed in different table with working table. Then, the components for upper and lower casing are not separated and labeled. Motion study and the application of 5S are used to improve work environment. This improvement has been implemented for one times simulation and the process time succesfully reduced for about 249,5 seconds from 740,6 seconds to 491,1 seconds. Keyword : 5S, Motion Study, Work Environment
Perancangan Usulan Perbaikan Pada Proses Produksi Buku Soft Cover Pt Mizan Grafika Sarana Dengan Metode Six Sigma Puspa Oktaviani; Marina Yustiana Lubis; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Mizan Grafika Sarana adalah salah satu unit anak perusahaan pada lini percetakan dari Mizan Group yang menangani proses produksi buku. Terdapat 5 jenis buku yang diproduksi, salah satunya adalah buku soft cover. Berdasarkan data historis produksi buku soft cover tahun 2017 pada periode Januari s.d Desember menunjukan adanya permasalahan keterlambatan pengiriman pesanan buku soft cover kepada pelanggan dikarenakan realisasi produksi berfluktuasi dengan rata-rata persentase ketidaktercapaian sebesar 6% (24.115 buku). Adanya ketidaktercapaian ini salah satunya diindikasikan karena cacat sebagaimana pada tahun 2017 periode Januari s.d. Desember terjadi defective sebesar 1,94% (7227) setiap bulannya, sehingga melebihi batas toleransi defective perusahaan (1,5%). Proses binding adalah yang paling banyak menghasilkan defective yang terdiri dari jenis cacat Lem Gembung dan cacat Cover Miring dengan 5 CTQ berdasarkan kuesioner Delphi. Selanjutnya, digunakan metodologi Six Sigma (DMAIC) sehingga didapatkan nilai DPMO sebesar 1001,37 dan nilai sigma sebesar 4,6 sehingga kapabilitas proses masih berada dibawah 6-sigma. Dengan analisis akar penyebab terjadinya cacat diketahui tiga faktor yaitu manusia, metode, dan mesin. Melalui pendekatan FMEA, prioritas perbaikan pada RPN diatas 180. Usulan perbaikan adalah desain parameter kondisi optimum proses binding menggunakan metode Taguchi(DoE) yang diterjemahkan menjadi Poka-yoke serta checksheet. Kata Kunci: Buku Soft Cover, Binding, Six Sigma(DMAIC), Taguchi(DoE), Pokayoke
Usulan Perbaikan Untuk Meminimasi Defect Kurang Center Pada Produk Wire Rod Steel Swrm8 5.5 Mm Unit Wire Rod Mill Pt. Xyz Dengan Metode Six Sigma Fithratur Rahmi; Agus Alex Yanuar; Marina Yustiana Lubis
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian dilakukan pada PT. XYZ yang merupakan perusahaan maufaktur besi baja. Wire Rod Mill merupakan salah satu unit pada PT. XYZ yang memproduksi Wire Rod Steel salah satunya dengan jenis SWRM8 5.5 mm. Produk Wire Rod Steel memiliki total hasil produksi selama periode Januari 2017 hingga Februari 2018 sebesar 115814 coil dengan jumlah produk defect sebanyak 9878 coil. Fokus penelitian pada defect terbesar yaitu defect kurang center yang terjadi pada mesin Finishing Base Line (FBL). Penelitian ini menggunakan metode Six Sigma dengan tahapan define, measure, analyze, improve, dan control. Tahap define menetapkan alur proses pada Unit Wire Rod Mill PT. XYZ dengan menggunakan SIPOC diagram dan menentukan kriteria produk defect menggunakan Critical to Quality (CTQ). Tahap measure yaitu mengukur stablitas menggunakan peta kontrol p sehingga didapatkan tujuh periode data yang stabil dan mengukur kapabilitas proses sehingga didapatkan rata-rata DPMO sebesar 28753.03 dan rata-rata Level Sigma sebesar 3.39. Tahap analyze dilakukan untuk menganalisis penyebab defect kurang center menggunakan fishbone diagram dan 5 why’s. Penyebab defect kurang center diantaranya posisi roll entry tidak center terhadap pass roll, pergeseran posisi salah satu pass roll, dan posisi antara pass roll bagian atas tidak sejajar dengan pass roll bagian bawah karena operator yang kurang memasang pass roll secara presisi. Tahap improvement yaitu memberikan solusi usulan perbaikan dengan menggunakan FMEA. Solusi perbaikan yang diberikan untuk meminimasi defect kurang center pada produk Wire Rod Steel SWRM8 5.5 mm yaitu melakukan pemeliharaan dan penggantian komponen pass roll setiap 27 hari sekali dan roll entry setiap 28 hari sekali, membuat check sheet pemeliharaan mesin, dan membuat alat bantu pemasangan pass roll. Kata Kunci: Wire Rod Steel, Six Sigma, DMAIC, defect kurang center, FMEA Abstract Research is done at PT. XYZ which is the steel iron manufacturing company. Wire Rod Mill is one of its unit at PT. XYZ which produce Wire Rod Steel type SWRM8 5.5 mm. Wire Rod Steel SWRM8 5.5 mm have total product defects during the period of January 2017 to February 2018 of 9878 defective products of 115814 total products. The focus of this research is on the big defect that is less central defect that occurs in the Finishing Base Line (FBL) machine. Less center defects of the product Wire Rod Steel SWRM8 5.5 mm in Wire Rod Mill Unit PT. XYZ occurs because of roll entry position is not centered on the pass roll because there is no activity of maintaining the roll entry component periodicaly, the fault of one pass roll because there there is no activity of maintaining the pass roll component periodicaly, and the position between the upper pass roll is not parallel to the bottom pass roll because the operator install the pass roll precisely. This research uses Six Sigma method with Define, Measure, Analyze, Improve, and Control (DMAIC) approach. The stage determines the installation process on Wire Rod Mill Unit PT. XYZ by using SIPOC diagram and define the definition of product defect using Critical to Quality (CTQ). The measure stage is the stability measurement using p control chart so as obtain seven periods of stable data and process capability measurement so as obtain the average DPMO of 28753.03 and average Sigma Level of 3.39. Stage analysis was performed to analyze the cause of defects on the use of fishbone diagram and 5 Why’s. The cause of less center defect are the position of roll entry not center to pass roll, shifting ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.5, No.2 Agustus 2018 | Page 3022position of one pass roll, and position between top pass roll not parallel to bottom pass roll because operator less pecicelu mount the pass roll. The improvement stage is to provide repair solutions using FMEA. Repaired solutions are to minimize less center defect on Wire Rod Steel SWRM8 5.5 mm such as doing maintenance and replacement of pass roll component at once every 27 days and roll entry component at once every 28 days, make check sheet for maintenance activity, and make support tool for operator while installing pass roll to make it precise. Keywords: Wire Rod Steel, Six Sigma, DMAIC, Less Center Defect, FMEA
Inspection Scenario For E-ktp Reader Final Assembly Based On Efficient Cost Associate In The Production Division In Pt. Abc Nabilatushalihah Rahandari Heruputri; Wiyono Sutari; Marina Yustiana Lubis
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. ABC produces one of their electronic equipment, known as E-KTP Reader. In the production of E- KTP Reader, there are so many defect products which found at final assembly process. The main defect that usually occurs in the product are touchscreen display cracks, casing broken caused by bolt pierced, and mounting’s bolts holes broken. Based on the information of the company in Operation Process Chart, there is only one inspection that implemented in whole process, which is at the end of the stage. According to the observation of taking 100 samples, PT. ABC produce 44 defect products and 56 passed products. A new scheme of inspection stage scenario is needed to help the company to reduce their defect products. It is necessary for the analysis of the assembly process of these products in order to design a most efficient modified inspections scenario to improve the existing scenario, which is intended to minimize the defects. There are four stages in final assembly process of E-KTP Reader. The scenarios are made from three combinations. By calculating and comparison the expectation cost which is consist of cost of useless inspection and cost of rework for saving, the most efficient inspection combination can be chosen. After being compared, then PT. ABC will have a new inspection scenario stage and new Operation Process Chart to be implemented for their next project. Based on the comparison of inspection cost for each scenario, the most efficient one is combination 2, which spends cost of useless Rp 21.000,- and cost of rework for saving Rp 13.350,-. So, PT. ABC only needs to spend Rp 34.350,- as the total inspection cost for defect products. Although PT. ABC has already have solution, does not mean they forget about some prevention method to support the inspection activity. There are several prevention solved method to avoid the occurrence of defect type on their product during final assembly process, which is related to increase the ability of work and also the operator’s skill. Keyword: Assembly process, locating inspection, inspection cost, E-KTP Reader
Usulan Rancangan Perbaikan Proses Produksi Door Fs Root A320 Untuk Meminimasi Waste Waiting Pada Workstation Cmm Inspection Pt.dirgantara Indonesia Dengan Pendekatan Lean Manufacturing Asyifa Fadhila Rizki; Marina Yustiana Lubis; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Dirgantara Indonesia (Indonesian Aerospace Inc) adalah industri pesawat terbang yang pertama di Indonesia. PT Dirgantara Indonesia memiliki salah satu divisi yang berfokus pada delivery pesawat Airbus bekerja sama dengan Airbus Company yaitu Program Spirit dibawah Division of Program Management & Planning. Jenis produk yang diteliti dalam penelitian ini berfokus pada produk Door FS Root A320. Dalam proses produksi Door FS Root A320, ditemukan waste waiting yang mempengaruhi pencapaian target produksi. Berdasarkan data yang telah diolah, didapatkan 23% waste waiting.. Oleh karena itu, perlu dirancang suatu perbaikan terhadap proses produksi Door FS Root A320 dalam upaya meminimasi waste waiting. Dalam upaya meminimasi waste waiting, digunakan metode pendekatan Lean Manfacturing. Tahap pertama dimulai dengan pengumpulan data baik data primer maupun sekunder yang kemudian diolah sehingga menghasilkan gambaran aliran proses produksi dilengkapi dengan waktu proses produksinya yang digambarkan dengan Value Steam Mapping (VSM) dan Process Activity Mapping (PAM) current state. Tahap berikutnya, mengidentifikasi jenis waste waiting dengan fishbone diagram yang kemudian diidentifikasi kembali dengan 5why agar ditemukan akar penyebab waste waiting. Tahap penyelesaian masalah diselesaikan berdasarkan penggunaan tools lean manufacturing. Didapatkan rancangan usulan perbaikan berupa pelatihan mengenai maintenance untuk operator maintenance, dan penjadwalan preventive maintenance. Kata Kunci : Lean Manufacturing, Waste Waiting, Value Stream mapping, Process Activity Mapping
Perbaikan Standard Operating Procedure (sop) Di Pt.dmc Berdasarkan Requirement Prosedur Audit Mutu Internal (klausul 8.2.2) Iso 9001:2008 Menggunakan Metode Business Process Improvement Deden Guna Sasmitha; Marina Yustiana Lubis; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. DMC merupakan perusahaan multi nasional yang bergerak di bidang industri tekstil yang berfokus pada PT. DMC merupakan perusahaan multi nasional yang bergerak di bidang industri tekstil yang berfokus pada produksi benang. PT. DMC dalam kebijakan mutunya bertekad menjadi perusahaan tekstil terbaik, salah satu upaya perusahaan untuk mewujudkan tujuan tersebut adalah dengan menyatakan komitmennya untuk menerapkan Sistem Manajemen Mutu yang sesuai dengan persyaratan ISO 9001:2008. Berdasarkan prosedur wajib ISO 9001:2008 diperlukan adanya suatu prosedur standar untuk melakukan audit mutu internal agar sistem manajemen mutu perusahaan sesuai dengan persyaratan standar internasional ISO 9001:2008 dan persyaratanpersyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan. Perusahaan telah memiliki dan menjalankan SOP untuk melakukan audit mutu internal, namun prosedur tersebut masih belum sesuai dengan persyaratan kalusul 8.2.2 ISO 9001:2008. Dalam penelitian ini penulis melakukan perancangan SOP klausul 8.2.2 ISO 9001:2008 untuk memperbaiki SOP aktual perusahaan. Data yang digunakan adalah SOP aktual perusahaan dan requirement ISO 9001:2008 Klausul 8.2.2 Data tersebut digunakan untuk melakukan pengolahan data dengan mengidentifikasi gap antara persyaratan ISO 9001:2008 dengan kondisi prosedur aktual. Setelah itu dilakukan analisis aktivitas dan streamlining menggunakan metode BPI.  Kemudian  dilakukan analisis, desain dan verifikasi hingga didapatkan SOP usulan yang sesuai dengan requirement  klausul 8.2.2 ISO 9001:2008.  Rancangan yang diusulkan dalam penelitian ini adalah proses bisnis dan SOP audit mutu internal yang sudah sesuai dengan requirement ISO 9001:2008.  Kata Kunci : ISO 9001:2008, SOP (Standard Operating Procedure), BPI (Business Process Improvement)
Design Of Ergonomic Tool Specification To Improve The Work Posture Of Operator In Workstation Of Mainboard Inspection In E-ktp Reader Production Process In Pt Abc Based On Rapid Upper Limb Assessment Method Nur Intan Dhewanty Mayangsari; Wiyono Sutari; Marina Yustiana Lubis
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT ABC is one of the state-owned companies that produces electronic equipments such as electronic equipment for military, ICT (Information Communication Technology &), electronic equipment for navigation systems, electronic equipment for train, etc. In the production process flow there are 4 (four) inspection processes performed, one of them is mainboard ( GPIO & Cubie Board). Based on the observation in the field, the mainboard inspection process is still done manually and the operator works in a standing position with neck bend over to 17.080 of extension and the trunk is bending up to 45.180 of extension for 7 hours per day. All operators of mainboard inspection experience pain and discomfort in all parts of the body with different percentages. But the parts of the body that have the highest percentage of MSD risks about 10% are neck and legs. In this case the operator feel neck pain and feet pain. Based on Rapid Upper Limb Assesement (RULA) method, the RULA score obtained is 5 which means that the work posture requires analysis and improvement immediately. The RULA score is directly proportional to the risk of MSD, the higher the RULA score the higher also risk of Musculoskeletal Disorders (MSDs) is going. In mainboard inspection, operators only served to evaluate the soldering result by using a tool that is in the form of a magnifier which is equipped with a light that does not fit the operator’s need, instead it makes operators doing inspection in such work posture. The initial stage to solve the problem is gathering some data such as anthropometry data and the recommended work method which is doing inspection in sitting position and acommodated by ergonomic tool. Those data are used to design the specification of ergonomic tool. After designing, there will be the dimension specification of the workbench and the chair and also the specification of the magnifier. At last, the output of this research is RULA score of new work posture which is 3. Keywords : rapid upper limb assesment, specification, work posture, ergonomic tool, musculoskeletal disorders
Usulan Perbaikan Proses Bisnis, Standard Operating Procedure (sop) Dan Dokumen Pendukung Lainnya Sesuai Dengan Requirement Klausul 6 Dan 7 Iso 9001:2008 Pada Pt. Adetex Filament Dengan Metode Business Process Improvement Rizki Nur Rachman; Marina Yustiana Lubis; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - PT. ADETEX FILAMENT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan benang menjadi kain. Perusahaan ini telah mengadopsi sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 sejak tahun 2010, namun pada tahun 2013 perusahaan tidak dapat menerapkan implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dikarenakan tim MR (Management Representative) telah kembali ke departemen sebelumnya. Perusahaan ingin melaksanakan kembali sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 sebagai standar acuan sistem manajemen mutu karena untuk mengekspor produk yang dimilikinya, perusahaan dituntut harus memiliki sistem manajemen mutu yang telah terstandarisasi internasional. Setelah melakukan identifikasi proses secara mendalam, ternyata terdapat beberapa proses yang tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan sehingga ketidaksesuaian tersebut menjadi landasan awal dalam penelitian ini. Penelitian dimulai dengan mengidentifikasi proses bisnis kritis dengan menggunakan pendekatan weighted selection approach. Dari pendekatan tersebut didapatkan 4 proses bisnis yang akan dianalasis dengan menggunakan metode business process improvement. Hasil dari metode ini selanjutnya akan dibuatkan SOP, diantaranya (i) SOP Proses Finishing, (ii) SOP Proses Topping Hasil Produksi, (iii) SOP Proses Inspection – Packing, (iv) SOP Proses Perbaikan Mesin Produksi, dan (v) dokumen pendukung SOP dalam bentuk work instruction dan rekaman. Kata Kunci: ISO 9001:2008, Proses Bisnis Kritis, BPI, SOP
Perancangan Dokumen Mutu Untuk Memenuhi Requirement Pt. Showa Indonesia Mfg. Dan Iso 9001:2008 (klausul 4.2.3, 6.2.2, Dan 7.4.3) Di Cv. Gradient Berdasarkan Metode Business Process Improvement Ryan Rachmadian; Sri Widaningrum; Marina Yustiana Lubis
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak CV. Gradient adalah perusahaan penghasil spare part untuk kendaraan bermotor khusunya sepeda motor. Perusahaan ini bekerja sama dengan salah satu perusahaan besar yaitu PT. Showa Indonesia yang notabene sebagai perusahaan yang diakui secara internasional dalam komponen otomotif, terutama dalam pembuatan peredam kejut, sistem kemudi dan line up produk lainnya. Penelitian ini berawal dari adanya kegiatan audit yang dilakukan oleh PT. Showa Indonesia dengan tujuan untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan oleh CV. Gradient. Kegiatan audit ini menghasilkan data hasil audit yang menjadi landasan awal adanya penelitian ini. Pada penelitian ini dilakukan analisa awal mengenai data hasil audit CV. Gradient. Dari hasil analisa menyimpulkan bahwa CV. Gradient secara keseluruhan dinilai belum memenuhi requirement PT. Showa Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan menggunakan business process improvement agar sesuai dengan requirement PT. Showa Indonesia dan ISO 9001:2008. Tindak lanjut yang diambil pada penelitian ini berupa perbaikan pada control item tertentu dengan cara membuat dokumen mutu. Hasil dari penelitian ini adalah (i) SOP Pengendalian Dokumen berdasarkan ISO 9001:2008 klausul 4.2.3, (ii) SOP Penyusunan dan Pelaksanaan Matrikulasi Karyawan berdasarkan ISO 9001:2008 klausul 6.2.2, dan (iii) Instruksi Kerja Kedatangan dan Pemeriksaan Bahan Baku di CV. Gradient berdasarkan ISO 9001:2008 klausul 7.4.3. Kata kunci: BPI, Requirement PT. Showa Indonesia, ISO 9001:2008, SOP, IK
Co-Authors Adinegoro, Ghifary Aditya Candradesta Aditya Rifqi Pratama Agus Alex Yanuar Aida Mahdyana Amalina, Yenny Nurul Amroh, Nadya Almira Andwi Wulansari Aqilaghazi , Hafizha Ari Hendriyanto Arnis Arisma Putri Asyifa Fadhila Rizki Atya Nur Aisha Ayuningtyas, Ganis Woro Bela Pitria Hakim Bella Hestina Putri Christian Dhimas Maharddhika Cut Chaerani Amanda Deandra Nobela Yahya Deden Guna Sasmitha Elvan Pratama Endang Budiasih Ergiana Reiza Ramdani* Fajrin, Juan Naufalda Falah, Hanif Rizqi FANDI ACHMAD Fany Putri Novitasari Firda Maulida Fitria Fithratur Rahmi Fransiscus Sucipto Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Hadi Susanto Hana Qatrunnada Hanny Setyaningrum Hendy Kurnia Heriyono Lalu Husein Bimantoro Husna, Amani Aulia Hutari, Nur Afiah Intan Geovani Irsyad, Amanullah Ivano, Chandika Izzati, Fajrina Nurkhalisha Jamil, Farhana Haifa Putri Khairul Abrar Kusumaningputri, Rindha Ayu Labibah Isnaini Choeronissa Madya, Gelar Aditya Meita Ratna Sari Sagala Meldi Rendra Mira Eka Annisa Muhammad Fauzi Aulia Rahman Muhammad Iqbal Muhammad Kinan Ammar Nabilatushalihah Rahandari Heruputri Nadella Yusfarani Nadhifah, Nida Syifa Nadia Fairuz Havi Nino Setyo Utomo Nugrahaini , Yunita Nugrahaini, Yunita Nur Fauziah Karin Nur Intan Dhewanty Mayangsari Octavia Ratna Dewi Permana, Muhamad Candra Permitasari , C. Digna Arga Poeri Suryadhini Pramudya, Hafizh Pratya Poeri Suryadhini Puspa Oktaviani Putra, Muhammad Satria Putria Dhiakanza Purwinto Qonitah Zahidah Rahmah, Nabila Rahmi Nur Afifah Ramadhan , Muhamad Rafi Ramadhan, Rafli Rizky Ramdani*, Ergiana Reiza Ratih Larasati Rio Aurachman Riska Renata Yasin Riska Safira Permatasari Rizka Malia Khulda Rizki Nur Rachman Rizky Ibnu Abi Cahyono Roberta Nidia Risandha Putri Ryan Rachmadian Salma Fauzia Sarah Ni'ma Shafira Saskia Latifah Choir Sheila Amalia Salma Sheila Sekar Soka Shiela Azmy Simbolon Agnes Gracecia Sinaga, Yoseph Caesario Nugroho Sri Widaningrum Suci Rachma Sari Susanto , Hadi Tito Try Arto Tyas Danny Setyaningrum Utami Wulandari Varyna Ayu Rahmalisa Wibowo Vicky Nurdiawati Viorina Rachminda Putri Widia Juliani Winta Pingkan Wiyono Yoga Cahyo Wibowo Yudhistya, Daneswari Yumna Sabila Yunita Nugrahaini Yunita Nugrahaini Yunita Nugrahaini Yunita Nugrahaini Safrudin Zalfa Husnul Afifah