Claim Missing Document
Check
Articles

Found 74 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Usulan Alat Bantu Pelindung Untuk Mengurangi Potensi Risiko K3 Pada Mesin Uji Shearing Laboratorium Otomotif Balai Besar Bahan Dan Barang Teknik (b4t) Bandung Menggunakan Pendekatan Perancangan Produk Rasional Deandra Nobela Yahya; Heriyono Lalu; Marina Yustiana Lubis
eProceedings of Engineering Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak K3 merupakan kegiatan untuk menjamin dan melindungi pekerja dari penyakit akibat kerja. Pada saat ini B4T telah menerapkan sistem K3. Hal ini juga dapat dibuktikan dengan menyediakan alat pemadam api, kotak P3K, dan dokumen-dokumen terkait salah satu contohnya adalah dokumen Prosedur Mutu dan K3L Identifikasi Bahaya. Laboratorium otomotif merupakan salah satu fasilitas pengujian di B4T. Di laboratorium otomotif proses pengujiannya menggunakan mesin uji. Berdasarkan hasil dari identifikasi risiko, beberapa mesin uji memiliki risiko dengan nilai sedang. Langkah untuk mengurangi risiko adalah dengan pengendalian risiko. Pada mesin shearing terdapat risiko serpihan velg dapat terlempar dan mengenai operator, pengendalian risikonya adalah dengan penggunaan APD, mengetahui prosedur, dan melakukan rekayasa engineering. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan alat bantu pelindung terhadap risiko bahaya tersebut, agar dapat menurunkan nilai risikonya dan aman bagi operator. Metode perancangan yang digunakan adalah metode perancangan rasional. Hasil dari perancangan usulan alat bantu tersebut adalah operator aman dari risiko terlemparnya serpihan velg pada saat proses pengujian dengan mesin shearing, menurunkan tingkat risiko, dan memungkinkan diterapkan pada stasiun kerja pengujian menggunakan mesin shearing. Kata kunci: Risiko, Perancangan, Aman, K3 Abstract OHS is an activity to guarantee and protect workers from occupational diseases. Currently, B4T has implemented an OHS system. This can also be proven by providing fire extinguishers, first aid kits, and related documents. One example is the Hazard Identification Quality and K3L Procedure document. The automotive laboratory is one of the testing facilities at B4T. In the automotive laboratory, the testing process uses a testing machine, the results of risk identification, some testing machines have a moderate risk. The step to reduce risk is risk control. In the shearing machine, there is a hazard that wheel flakes can be thrown and hit the operator, controlling the risk is by using APD, knowing procedures, and doing engineering. In this research, the design of machine guarding is carried out in order to reduce the risk value and be safe for the operator. Keywords: Risk, design, hazard, safety
Rancangan Usulan Perbaikan Pada Proses Pembuatan Plate Adjuster Comp Chain K45 Tahapan Proses Blanking Di Pt. Xyz Berdasarkan Pendekatan Metode Dmai Vicky Nurdiawati; Marina Yustiana Lubis; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. XYZ merupakan suatu perusahaan industri manufaktur yang berfokus pada produksi spare part kendaraan bermotor salah satunya adalah Adjuster Comp Chain K45 yang digunakan untuk setelah rantai pada roda. Berdasarkan data historis perusahaan periode Desember 2018-November 2019 PT. XYZ rata-rata memproduksi spare part Adjuster Comp Chain K45 sebanyak 11512 unit per bulan. Proses yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah proses blanking atau proses pelubangan. Terdapat beberapa defect pada proses blanking yaitu scret, dented, mentok hole tengah, dan mentok jig. Penelitian ini berfokus pada jenis defect mentok hole tengah yang diakibatkan karena posisi material tidak pas sehingga diameter yang dihasilkan tidak sesuai. Oleh karena itu, diberikan usulan perbaikan berupa alat bantu penahan plat dan display visual. Untuk menentukan usulan perbaikan penelitian ini menggunakan pendekatan DMAI. Pada tahap define berisi pembuatan diagram SIPOC, mengidentifikasi CTQ, mendefinisikan jumlah data produksi dan data jenis defect periode Desember 2018-November 2019, dan mendefinisikan jenis defect. Pada tahap measure berisi perhitungan stabilitas dan kapabilitas proses. Pada tahap analyze berisi analisis proses menggunakan diagram pareto, mengidentifikasi akar masalah dengan menggunakan fishbone, dan analisis prioritas perbaikan proses menggunakan FMEA. Pada tahapan improve berupa usulan perbaikan untuk memperbaiki proses menggunakan 5W+1H dan rancangan usulan alat bantu. Hasil dari identifikasi masalah menggunakan metode DMAI adalah usulan alat bantu berupa magnet clamp sebagai penahan plat agar selama proses berlangsung benda tidak bergeser sehingga ukuran yang dihasilkan sama dan display visual yang bertujuan untuk menginformasikan operator ketentuan dan tata cara pada proses blanking. Kata kunci : Six Sigma, DMAI, Adjuster Comp Chain K45, Blanking Abstract PT. XYZ is a manufacturing industrial company that focuses on the production of motor vehicle spare parts, one of which is the K45 Comp Chain Adjuster which is used for after the chain on the wheels. Based on the company's historical data for the period December 2018-November 2019 PT. XYZ produces 11512 units of Adjuster Comp Chain K45 spare parts per month on average. The process that is the focus of this research is the blanking process or the perforation process. There are several defects in the blanking process, namely scret, dented, stuck in the middle hole, and stuck in the jig. This research focuses on the type of stuck defect in the middle hole which is caused by the position of the material not fitting so that the resulting diameter is not suitable. Therefore, it is given a recommendation for improvement in the form of a tool to hold the plate and visual display. To determine the proposed improvement in this study using the DMAI approach. The define stage consists of making a SIPOC diagram, identifying CTQ, defining the amount of production data and defect type data for the period December 2018-November 2019, and defining the types of defects. In the measure stage, it contains calculation of process stability and capability. The Analyze stage contains process analysis using Pareto diagram, identifying the root of the problem using Fishbone, and process improvement priority analysis using FMEA. In the improve stage, it is in the form of a proposed improvement to improve the process using 5W + 1H and the proposed design of tools. The result of problem identification using the DMAI method is a proposed tool in the form of a magnetic clamp as a plate holder so that during the process the object does not shift so that the resulting size is the same and a visual display which aims to inform the operator of the provisions and procedures for the blanking process. Keywords: Six Sigma, DMAI, Adjuster Comp Chain K45, Blanking
Usulan Perbaikan Proses Bak Panas Untuk Meminimasi Cacat Diameter Pada Produksi Tambang Polyethylene Di Pt. Xyz Berdasarkan Pendekatan Metode Dmai Yoga Cahyo Wibowo; Marina Yustiana Lubis; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang Tekstil Sandang dan Kulit (TSK), salah satu produk yang diproduksi adalah tambang polyethylene. Dalam melakukan produksi tambang polyethylene dari proses pengolahan bahan baku pada proses extrude hingga proses akhir yaitu proses packing tambang masih terdapat produk cacat yang dihasilkan. Salah satu proses yang terdapat cacat dan menjadi fokus penelitian adalah proses bak panas yang merupakan proses pengecilan diameter pada serat benang. Berdasarkan data historis produksi produk tambang polyethylene periode Oktober 2018 s.d September 2019 menghasilkan total jumlah produksi 1910108 Kg. Secara umum target produksi perbulan relative selalu tercapai namun tetap terdapat cacat yang terjadi. Diketahui jumlah rata-rata jumlah produk cacat 13258 Kg dan rata-rata presentase cacat sebesar 8,47 %. Nilai rata-rata cacat masih berada di atas batas toleransi yang ditetapkan perusahan sebesar 2%. Untuk mengatasi permasalahan tersebut peneliti menggunakan pendekatan Six Sigma dengan tahapan DMAI yang diharapkan dapat meminimasi cacat.Diketahui nilai sigma sebesar 3,411 sigma dan nilai DPMO sebesar 28012,951 dan dapat diidentifikasi bahwa kapabilitas proses masih dibawah 6 sigma. Dengan mencari akibat permasalah yang terjadi menggunakan tools analisis diagram sebab-akibat (fishbone) diketahui faktor penyebab terjadinya proses yang bermasalah yaitu proses ekstrude pada bak panas. Kemudian menentukan prioritas perbaikan menggunakan Failure Mode and Effect (FMEA). Usulan perbaikan yang dirancang pada proses ekstrude adalah dengan usulan pembuatan jadwal pemeliharaan mesin menggunakan strategi preventive maintenance, pembuatan usulan checksheet pemeliharaan perawatan mesin, dan pemubatan alarm penanda perubahan suhu. Kata Kunci: Tambang Polyethylene (PE), Six Sigma, DMAI, CTQ, FMEA, Proses bak panas, Preventive maintenance, Poka-yoke Abstract PT. XYZ is a company in the field of leather textile Clothing (TSK), one of the products in the production is Mine polyethylene. In the production of mine polyethylene from the processing of raw materials in the extruder process until the final process of packing the process is still there are defective products produced. One process that contained defects and became the focus of research is the process of ekstruder in the hot tub which is the process of reduciton of the diameter of yarn fiber. Based on historical data of mining products production polyetehelene period October 2018 s.d September 2019 produce total production amount of 1910108 Kg. In general, the relative monthly production target is always achieved but there remains a defect occuring. It is known that the average number of defective products is 13258 Kg and the average precentage of defects is 8.47%. The average disability value is still above the comapny’s defined tolerance limit of 2%. To slove the problem, researches use Six Sigma approaches with the expected dmai stage to minimize defects. Known sigma value of 3.411 Sigma and DPMO value of 28012.951 and can be identified that the process capability is still below 6 Sigma. By looking for a result of problems that occur using the analysis tool of casual diagram (fishbone) is known causation factor in the process of occurrence of problems that is the process in hot tubs. Then determine the priority of the fixes using Failure Mode and Effects (FMEA). Proposed improvements designed in the hot tub process are proposed the manufacture machine maintenance schedules using the Preventive maintenance strategy, making machine maintenance checksheet proposals, and temprature marker alarm recovery. Keywords: Mine Polyethylene (PE), Six Sigma, DMAI, CTQ, FMEA, hot tub process, Preventive maintenance poka-yoke
Perancangan Usulan Perbaikan Proses Bending Pembuatan Plate Pada Sparepart Adjuster Comp Chain Type K45 Di Pt. Xyz Berdasarkan Pendekatan Metode Dmai Bella Hestina Putri; Marina Yustiana Lubis; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. XYZ adalah salah satu perusahaan manufaktur yang memproduksi pembuatan sparepart kendaraan motor salah satu sparepart yang diporroduksi adalah sparepart Adjuster Comp Chain Type K45. Proses yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah tahapan proses bending pada pembuatan plate. Terdapat defect yang memiliki jumlah defective terbesar yaitu scratch dimana terdapat gores pada permukaan plat dan dented dimana terdapat penyok pada permukaan plat pada saat dilakukan proses bending yang diakibatkan karena plat bergeser pada dies. Sehingga bentuk dan ukuran plat tidak sesuai dengan dies. Oleh karena itu, diberikan perancangan usulan perbaikan untuk memperbaiki tahapan proses bending yang bermasalah dengan menggunakan metode DMAI (Define, Measure, Analyze, Improve). DMAI adalah proses berulang yang memberikan struktur dan panduan untuk meningkatan proses di tempat kerja manapun. Pertama tahap define mengidentifikasi CTQ produk dan proses, data jumlah produksi dan jumlah defect, jenis defect, serta alur proses produksi. Kedua tahap measure membahas mengenai pengukuran stabilitas dan kapabilitas proses. Ketiga tahap analyze menganalisis akar masalah dengan diagram fishbone, 5 why’s dan menentukan prioritas perbaikan menggunakan FMEA. Keempat tahap improve merancang usulan perbaikan tahapan proses yang bermasalah dengan menggunakan 5W+1H. Hasil dari rancangan usulan perbaikan adalah berupa alat bantu penopang dan display visual dengan menggunakan metode DMAI. Pemberian alat bantu penopang untuk meminimasi kesalahan plat bergeser dari dies alat bantu ini yang terdapat pada bagian sisi kanan dan kiri dies. Pembuatan display visual untuk meminimasi kesalah plat tidak sesuai dengan dies untuk mengingatkan operator berupa ketentuan peletakan plat pada dies. Kata kunci : Adjuster, Bending, Six Sigma, DMAI, Cacat Abstract PT. XYZ is one of the manufacturing companies that produces the manufacture of motorcycle spare parts, one of the spare parts produced is the Adjuster Comp Chain Type K45 spare parts. The process that is the focus of this research is the bending process stages in plate making. There is a defect that has the largest defective number, namely scratch where there is a scratch on the surface of the plate and dented where there is a dent on the surface of the plate when the bending process is carried out due to the plate sliding on the dies. So that the shape and size of the plate does not match the dies. Therefore, given the design of improvement proposals to improve the stages of the bending process that are problematic by using the DMAI (Define, Measure, Analyze, Improve) method. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.7, No.2 Agustus 2020 | Page 6249DMAI is an iterative process that provides structure and guidelines for improving processes in any workplace. First, the define stage identifies the CTQ of products and processes, data on the number of production and the number of defects, types of defects, and the flow of the production process. The two measure stages discuss the measurement of process stability and capability. The three Analyze stages analyze the root of the problem with a fishbone diagram, 5's why and determine the priority of repairs using FMEA. The four stages of improve design a problematic process stage improvement proposal using 5W + 1H. The results of the proposed improvement design are in the form of supporting tools and visual displays using the DMAI method. Provision of support tools to minimize plate errors shifting from the dies of this tool which are located on the right and left sides of the dies. Making a visual display to minimize plate errors is not in accordance with dies to remind operators of the provisions of placing plates on dies. Keywords: Adjuster, Bending, Six Sigma, DMAI, Defect
Perancangan Usulan Perbaikan Proses Padding Pada Produksi Cotton Carded 24s Di Pt Xyz Dengan Pendekatan Dmai Rizky Ibnu Abi Cahyono; Marina Yustiana Lubis; Yunita Nugrahaini
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang menyediakan jasa pewarnaan produk tekstil. Jenis kain yang paling banyak diproduksi adalah cotton carded 24s. Berdasarkan data produksi, cacat yang dihasilkan melebih batas toleransi yang ditetapkan yaitu 2% dalam beberapa periode tertentu. Hal ini disebabkan kinerja proses yang belum mampu memenuhi standar proses sehingga produk yang dihasilkan tidak sesuai spesifikasi. Salah satu tahapan proses yang bermasalah adalah proses padding yaitu proses pemberian tekstur pada kain. Padding menghasilkan 5 dari 8 jenis cacat keseluruhan proses yang muncul secara berulang dalam kurun 30 bulan produksi. Oleh karena itu, tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab variasi proses pada tahapan padding dan merancang usulan yang dapat mereduksi atau mengeleminasi penyebab variasi proses menggunakan six sigma dengan pendekatan DMAI. Pada fase define dilakukan identifikasi spesifikasi (CTQ) proses dan produk, alur proses produksi, data hasil produksi. Identifikasi data hasil produksi digunakan pada fase measure untuk mengukur kinerja proses dengan menghitung kapabilitas dan stabilitas proses. Pada fase analyze dilakukan analisis penyebab permasalahan dengan menggunakan diagram fishbone dan analisis 5 whys dan melihat prioritas tindakan perbaikan dengan menggunakan analisis FMEA. Pada fase tindakan perbaikan dirancang, sehingga dihasilkan usulan pengadaan durometer, visual display prosedur pengukuran menggunakan durometer, dan sistem monitoring tekanan udara. Kata kunci: Tekstil, Padding, CTQ, Six Sigma, DMAI
Perancangan Perbaikan Proses Pemesanan Sepatu Di Pt. Primarindo Asia Infrastructure Dengan Metode Business Process Improvement Fany Putri Novitasari; Heriyono Lalu; Marina Yustiana Lubis
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses Pemesanan merupakan salah satu unsur penting dalam perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan. PT. Primarindo Asia Infrastructure merupakan salah satu perseroan yang bergerak di industri alas kaki, meliputi produksi sepatu jenis sport/casual. Proses pemesanan sepatu langsung pada PT. Primarindo Asia Infrastructure dilakukan dengan cara customer mendatangi toko. Dalam menjalankan proses pemesanan terdapat permasalahan yang berpotensi mengganggu jalannya aktivitas bisnis perusahaan. Diantaranya model pesanan berbeda dengan permintaan customer sistem pemesanan tidak dapat menyimpan pesanan baru karena masalah pada CPU, dan pengiriman produk terlambat sampai ke customer. Dengan demikian, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi akar masalah pada proses pemesanan dan dilakukan perbaikan proses berdasarkan requirements perbaikan proses dengan metode business process improvement tahap keenam yaitu apply improvement technique menggunakan tools improvement wheel dan analisis kebutuhan pemilik proses. Dari hasil pengolahan data tersebut, diperoleh empat requirement yang membantu dalam merancangan perbaikan proses dan satu requirement berdasarkan objektif proses. Setelah diperoleh empat requirements perbaikan proses, hasil akhir dari penelitian ini berupa perancangan perbaikan proses dan otomatisasi berupa perancangan user interface sistem dokumentasi pemesanan berbasis website. Penggunaan rancangan user interface sistem dokumentasi berbasis website dapat mengurangi potensi kesalahan yang ada dan meminimasi dampak komplain customer. Kata Kunci: proses pemesanan, business process improvement, improvement wheel, kebutuhan pemilik proses, user interface Abstract The ordering process is one of the important elements in the company. PT. Primarindo Asia Infrastructure is the company engaged in the footwear industry, include production of sports/casual shoe types. The process of ordering shoes products at PT. Primarindo Asia Infrastructure by customers come directly to the store. . In conducting the order process there are problems that potentially interfere with the business activities in PT. Primarindo Asia Infrastructure. There are the order models are different from customer demand, the ordering system can not save new orders due to CPU problems, and the delivery of late product to the customer. Thus, this research is done to identify the root of the problem in the process of ordering and process improvement based on requirements improvement process with the method of business process improvement phase apply improvement technique and analysis of the needs of the process owner. From the results of the data processing, obtained four requirements that help in designing the improvement of the process. Once gained four process improvement requirements, the final result of the research was the design of process improvement and automation in the form of designing user interface system based booking documentation. Keywords: ordering process, business process improvement, apply improvement technique, improvement wheel, requirement process owner, user interface
Perancangan Display Visual Dengan Pendekatan Visual Management Pada Proses Sewing Di Pt.Citra Abadi Sejati Berdasarkan Analisis Menggunakan Metode Dmai Izzati, Fajrina Nurkhalisha; Lubis , Marina Yustiana; Hakim, Bela Pitria
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Dalam menghasilkan produk yang berkualitas,perusahaan perlu memastikan proses produksi berjalansecara efisien, andal, dan konsisten. PT. Citra Abadi Sejatimerupakan Perusahaan di bidang industri garmen yangmenghasilkan produk jadi seperti jaket. Dalam prosesproduksi dalam periode Januari 2022 – Oktober 2023dihasilkan persentase produk defect yang melebihi batastoleransi yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Padapenelitian ini akan menerapkan metode DMAI (Define,Measure, Analyze, dan Improve) untuk melakukan prosesevaluasi dalam mengidentifikasi tahapan proses yangbermasalah. Pada fase define dilakukan identifikasi CTQproduk serta jumlah produksi dan frekuensi kemunculandefect yang terjadi. Selanjutnya pada fase measure dilakukanpengukuran untuk mengetahui kondisi proses produksi padaperiode tersebut. Lalu, pada fase analyze dilakukan analisispenyebab masalah dari CTQ Proses yang tidak terpenuhi,dan terakhir pada fase improve dilakukan perancangandisplay visual menggunakan pendekatan visual management,berfokus pada proses sewing. Dengan adanya rancangandisplay visual diharapkan operator akan melakukanpengecekan mandiri, sehingga dapat meminimalisirterjadinya defect yang berulang pada proses sewing. Hasilrancangan ini berupa display visual yang berisikan infromasipengecekan mandiri serta gambar yang yang menunjukkanhasil yang dapat diikuti oleh operator dan dihindari olehoperator.Kata kunci— defect, DMAI, proses sewing, visualmanagement
Perancangan Meja Rotasi dan Sistem Alarm untuk Oven Kayu Dalam Proses Pengeringan Produk di CV Jati Antik Menggunakan Metode QFD Berdasarkan Analisis DMAI Permitasari , C. Digna Arga; Lubis, Marina Yustiana; Hakim, Bela Pitria
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Proses pengeringan kayu merupakan langkahpenting dalam memproduksi furniture, bertujuan untukmenurunkan kadar air guna mencegah masalah sepertipenyusutan, retak, dan lubang. Kayu yang tidak dikeringkandengan optimal rentan mengalami perubahan bentuk,keretakan, dan serangan hama. Kualitas kayu yang burukakibat pengeringan yang tidak optimal dapat mengurangiestetika dan umur pakai, sehingga sangat penting untukmemastikan kayu dikeringkan dengan tepat sebelum digunakandalam pembuatan furniture. CV Jati Antik, sebuah perusahaanyang berlokasi di Klaten, Jawa Tengah, memproduksi danmemasarkan berbagai produk furniture , termasuk meja standTV. Namun, perusahaan ini menghadapi kendala dalam prosesproduksi yang teridentifikasi melalui analisis fishbone diagram,di mana tingkat produk defect pada produksi tahun 2021sampai tahun 2024 melebihi toleransi yang telah ditetapkan,yakni sebesar 2%. Proses terjadinya masalah tersebut terjadidari CTQ Proses yaitu pada proses pengeringan. Usulan yangdiberikan berupa perancangan meja rotasi berukuran 4 meterguna memastikan kayu kering secara merata, perancangansistem alarm untuk menjaga stabilitas suhu dalam rentang 60-70 ºC, penggunaan timer untuk mengatur durasi pengeringanselama 14 hari. Penelitian ini menggunakan analisis DMAI(Define, Measure, Analyze, Improve) sebagai pendekatanpemecahan masalah yang terstruktur dan metode QualityFunction Deployment (QFD) diterapkan pada tahap improve.Kata kunci— Defect, DMAI, QFD, Furniture, FishboneDiagram.
Rancangan Perbaikan Layout Kerja Dengan Penerapan Konsep 5s Pada Proses Pengupasan Kulit Singkong Di Ukm Peuyeum Bandung 1 Jamil, Farhana Haifa Putri; Lubis, Marina Yustiana; Hakim, Bela Pitria
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— UMKM Peuyeum Bandung 1 adalah salah satuUMKM yang bergerak di bidang pengolahan makanan denganproduk akhir peuyeum yang merupakan olahan singkong yangdifermentasi. Proses pengupasan kulit singkong di UMKMPeuyeum Bandung 1 menghadapi kendala terkait layout kerjayang tidak tertata, sehingga mengakibatkan waktu proses yanglama dan terdapat kegiatan NVA berupa delay yangdikarenakan proses pencari peralatan yang akan digunakan.Penelitian ini bertujuan untuk merancang perbaikan layoutkerja dengan penerapan konsep 5S (Sort, Set in Order, Shine,Standardize, Sustain) guna menciptakan layout kerja yang lebihtertata dan rapi serta menghilangkan kegiatan pencarianperalatan produksi. Penelitian dilakukan dengan melakukananalisis awal terhadap layout kerja eksisting melalui observasidan pengukuran waktu proses. Selanjutnya, penerapan konsep5S diterapkan untuk merancang layout yang baru, termasukpenataan ulang peralatan dan area kerja. Hasil rancanganperbaikan layout kerja menggunakan konsep 5S menghasilkanLayout kerja baru yang lebih terorganisir, bersih, tertata, danteratur.Kata kunci— Layout Kerja, 5S, UMKM, Proses Produksi
Perancangan Meja Pemotongan Pada Proses Penjahitan Produk Jersey Di CV Wave Sport Indonesia Menggunakan Metode Reverse Engineering Madya, Gelar Aditya; Lubis, Marina Yustiana; Budiasih, Endang
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV Wave Sport Apparel merupakan perusahaan yang memproduksi pakaian olahraga atau biasa disebut jersey. Berdasarkan data produksi produk jersey, hampir setiap periode menghasilkan defect diatas batas toleransi yang telah ditetapkan oleh perusahaan yaitu sebesar 10%. Salah satu aktivtas yang bermasalah yaitu pemotongan kain pada proses penjahitan dikarenakan tidak memenuhi standar persyaratan proses sehingga output yang dihasilkan tidak sesuai dengan spesifikasi perusahaan. Setelah dianalisis akar permasalahan yang mengakibatkan persyaratan proses tidak terpenuhi, diketahui bahwa faktor yang berpengaruh yaitu terjadinya pergeseran kain pada saat dilakukan pemotongan. Untuk memperbaiki proses pemotongan kain yang bermasalah agar dapat meminimalisir frekuensi kemunculan defect, maka dilakukan perancangan meja pemotongan dengan menggunakan metode perancagan Reverse Engineering. Reverse Engineering adalah metode pengembangan produk yang dilakukan dengan meniru produk yang sudah ada sebagai dasar untuk merancang produk baru yang sejenis dengan cara kerja yang baru untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Dengan menggunakan metode Reverse Engineering, maka akan mengurangi kelemahan dan menambah kelebihan. Kata kunci— Jersey, Pemotongan Pola Baju, Reverse Engineering, Meja Pemotongan
Co-Authors Adinegoro, Ghifary Aditya Candradesta Aditya Rifqi Pratama Agus Alex Yanuar Aida Mahdyana Amalina, Yenny Nurul Amroh, Nadya Almira Andwi Wulansari Aqilaghazi , Hafizha Ari Hendriyanto Arnis Arisma Putri Asyifa Fadhila Rizki Atya Nur Aisha Ayuningtyas, Ganis Woro Bela Pitria Hakim Bella Hestina Putri Christian Dhimas Maharddhika Cut Chaerani Amanda Deandra Nobela Yahya Deden Guna Sasmitha Elvan Pratama Endang Budiasih Ergiana Reiza Ramdani* Fajrin, Juan Naufalda Falah, Hanif Rizqi FANDI ACHMAD Fany Putri Novitasari Firda Maulida Fitria Fithratur Rahmi Fransiscus Sucipto Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Hadi Susanto Hana Qatrunnada Hanny Setyaningrum Hendy Kurnia Heriyono Lalu Husein Bimantoro Husna, Amani Aulia Hutari, Nur Afiah Intan Geovani Irsyad, Amanullah Ivano, Chandika Izzati, Fajrina Nurkhalisha Jamil, Farhana Haifa Putri Khairul Abrar Kusumaningputri, Rindha Ayu Labibah Isnaini Choeronissa Madya, Gelar Aditya Meita Ratna Sari Sagala Meldi Rendra Mira Eka Annisa Muhammad Fauzi Aulia Rahman Muhammad Iqbal Muhammad Kinan Ammar Nabilatushalihah Rahandari Heruputri Nadella Yusfarani Nadhifah, Nida Syifa Nadia Fairuz Havi Nino Setyo Utomo Nugrahaini , Yunita Nugrahaini, Yunita Nur Fauziah Karin Nur Intan Dhewanty Mayangsari Octavia Ratna Dewi Permana, Muhamad Candra Permitasari , C. Digna Arga Poeri Suryadhini Pramudya, Hafizh Pratya Poeri Suryadhini Puspa Oktaviani Putra, Muhammad Satria Putria Dhiakanza Purwinto Qonitah Zahidah Rahmah, Nabila Rahmi Nur Afifah Ramadhan , Muhamad Rafi Ramadhan, Rafli Rizky Ramdani*, Ergiana Reiza Ratih Larasati Rio Aurachman Riska Renata Yasin Riska Safira Permatasari Rizka Malia Khulda Rizki Nur Rachman Rizky Ibnu Abi Cahyono Roberta Nidia Risandha Putri Ryan Rachmadian Salma Fauzia Sarah Ni'ma Shafira Saskia Latifah Choir Sheila Amalia Salma Sheila Sekar Soka Shiela Azmy Simbolon Agnes Gracecia Sinaga, Yoseph Caesario Nugroho Sri Widaningrum Suci Rachma Sari Susanto , Hadi Tito Try Arto Tyas Danny Setyaningrum Utami Wulandari Varyna Ayu Rahmalisa Wibowo Vicky Nurdiawati Viorina Rachminda Putri Widia Juliani Winta Pingkan Wiyono Yoga Cahyo Wibowo Yudhistya, Daneswari Yumna Sabila Yunita Nugrahaini Yunita Nugrahaini Yunita Nugrahaini Yunita Nugrahaini Safrudin Zalfa Husnul Afifah