Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGARUH SUDUT DATANG CAHAYA MATAHAHARI TERHADAP DAYA KELUARAN PANEL SURYA Kadir, Moh. Fitran; Harun, Ervan Hasan; Ilham, Jumiati
Journal Of Renewable Energy Engineering Vol. 3 No. 2 (2025): Journal Of Renewable Energy Engineering (Oktober)
Publisher : Program Vokasi-Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jree.v3i2.60

Abstract

Indonesia's rising energy needs push the adoption of solar energy to reduce fossil fuel use. This study analyzes how sunlight's incident angle affects the output power of polycrystalline solar panels. It also determines the optimal angle for efficiency. A quantitative experiment used two panel setups: a mobile panel set at 90° and a fixed panel that tracked natural angle changes (07:00–17:00 WITA). Over seven days in Gorontalo, voltage, current, power, light intensity, panel temperature, air temperature, and humidity were measured. Results showed that the incident angle greatly influenced output power. The mobile panel produced a maximum power of 8.13 W at an intensity of 8.7846 W/m2 (09:30). The fixed panel peaked at 6.76 W at a 69° angle (12:00). For the fixed panel, the optimal angle ranged from 50° to 70°. Efficiency dropped when panel temperature exceeded 50 °C. In general, mobile panels provided higher and more stable performance. This highlights the value of a solar tracking system or determining the optimal angle to boost efficiency and support national energy security.
The Potential of Biogas from Organic Waste in the Talumelito Landfill as a Source of Renewable Energy Harun, Ervan Hasan; Ilham, Zul; Ilham, Jumiati; Yusuf, Taufiq Ismail
Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 7, No 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjeee.v7i1.27968

Abstract

Environmental issues and the need for renewable energy sources have driven innovation in utilizing waste as a raw material for energy production. This study aims to assess the potential of organic waste from the Talumelito landfill in Gorontalo Regency as a source of electricity through biogas technology. The methods used involve a mixed approach, combining quantitative measurements of the amount of organic waste and qualitative analysis of the potential biogas and electricity that can be generated. The results show that in one week, a total of 587,427 kg of waste was disposed of at the Talumelito landfill, with 41,650 kg (7.1%) being organic waste. From this organic waste, an average daily biogas volume of 825.6 m³ was obtained, producing a weekly methane gas volume of 3,688.5 m³. The potential electricity generated from this organic waste is 34,634.9 kWh per week, or approximately 4,947.8 kWh per day. The study concludes that organic waste at the Talumelito landfill has significant potential to be developed as an environmentally friendly electricity source.Masalah lingkungan dan kebutuhan akan sumber energi baru terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan mendorong inovasi dalam pemanfaatan sampah sebagai bahan baku energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pemanfaatan sampah organik dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito di Kabupaten Gorontalo sebagai sumber energi listrik melalui teknologi biogas. Metode yang digunakan adalah pendekatan gabungan (mixed methods) yang melibatkan pengukuran kuantitatif terhadap jumlah timbulan sampah organik dan pendekatan kualitatif untuk menganalisis potensi biogas serta energi listrik yang dapat dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam satu minggu, total sampah yang masuk ke TPA Talumelito adalah 587.427 kg, dengan jumlah sampah organik sebesar 41.650 kg (7,1%). Dari sampah organik ini, diperoleh volume biogas harian rata-rata sebesar 825,6 m³, dengan volume gas metana mingguan sebesar 3.688,5 m³. Potensi energi listrik yang dapat dihasilkan dari sampah organik tersebut adalah sebesar 34.634,9 kWh per minggu, atau sekitar 4.947,8 kWh per hari. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sampah organik di TPA Talumelito memiliki potensi signifikan untuk dikembangkan sebagai sumber energi listrik yang ramah lingkungan. 
Transformasi Kapasitas Aparatur Desa dalam Penyusunan RAB: Studi Kasus di Desa Tuloa, Kabupaten Bone Bolango Harun, Ervan Hasan; Utiarahman, Arfan; Ilham, Jumiati
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v3i2.1680

Abstract

Pembangunan infrastruktur desa memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan. Namun, keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kemampuan aparatur desa dalam menyusun dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang akurat dan sesuai dengan standar harga satuan resmi seperti AHSP dan SNI. Di Desa Tuloa, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, penyusunan RAB selama ini masih dilakukan secara manual tanpa acuan standar dan tanpa dukungan teknologi informasi, sehingga menghambat efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi pengelolaan Dana Desa. Untuk mengatasi hal tersebut, tim pengabdian dari Universitas Negeri Gorontalo melaksanakan program pelatihan dan pendampingan peningkatan kapasitas aparatur desa melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Metode kegiatan meliputi pelatihan teknis penyusunan RAB berbasis AHSP/SNI, pelatihan penggunaan Excel, serta pengarsipan dokumen digital. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 35% dibandingkan sebelum pelatihan dan terbentuknya sistem pengarsipan digital di pemerintah desa. Program ini dinilai efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis aparatur, memperkuat tata kelola keuangan desa yang transparan, serta menjadi model replikasi bagi desa lain menuju transformasi digital pemerintahan desa.   Village infrastructure development plays a crucial role in improving welfare and equitable development. However, its success depends heavily on the ability of village officials to prepare accurate Budget Plan (RAB) documents that comply with official unit price standards such as AHSP and SNI. In Tuloa Village, North Bulango District, Bone Bolango Regency, RAB preparation has been carried out manually without standard references and without the support of information technology, thus hampering the efficiency, accountability, and transparency of Village Fund management. To address this, a community service team from Gorontalo State University implemented a training and mentoring program to increase the capacity of village officials through a participatory and collaborative approach. The activity methods included technical training in preparing AHSP/SNI-based RABs, training in Excel usage, and digital document archiving. Evaluation results showed a 35% increase in participant knowledge compared to before the training and the establishment of a digital archiving system within the village government. This program was deemed effective in improving the technical skills of officials, strengthening transparent village financial governance, and serving as a model for replication for other villages towards digital transformation of village government.
HAJI DAN REPOSISI PADA PEREMPUAN BUGIS: UPAYA PENINGKATAN STATUS SOSIAL PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN BALIENG TOA KECAMATAN SIBULUE KABUPATEN BONE Ilham, Jumiati; Ima Kesuma, Andi
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 No.1 Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1. Bagaimana pemaknaan mengenai Haji di Kelurahan Balieng Toa Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone; 2. Bagaimana haji dapat memengaruhi status sosial masyarakat Kelurahan Balieng Toa Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone; 3. Bagaimana bentuk reposisi yang terjadi pada masyarakat yang telah melakukan haji dalam lingkungan masyarakat Kelurahan Balieng Toa Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:observasi,wawancara, dan dokumentasi. Adapun data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan deskriptif kualitatif melalui tiga tahapan yakni: redukasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa: 1). Hanya memiliki tiga makna yaitu: a. Makna Religius; b. Makna sosial; dan c. Makna Ekonomi; 2) Status sosial haji bagi masyarakat keluarahan Balieng toa tersebut, dengan adanya status haji maka masyarakat yang telah menunaikan ibadah haji tersebut memiliki peran yang harus di jalankan, yaitu harus dapat menjadi panutan yang baik dalam masyarakatnya; 3) perubahan perilaku yang signifikan terdapat dalam aspek keagamaan setelah para jamaah menunaikan ibadah haji, dimana perubahan tersebut cenderung mengarah ke arah yang positif, ada yang mengalami perubahan dari yang sebelumnya baik menjadi lebih baik, hal ini dikarenakan pengalaman yang mereka alami selama berada di tanah suci yang menjadikan mereka sadar akan pentingnya memiliki jiwa sosial terhadap sesama.