Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Antara Efikasi Diri dengan Adaptabilitas Karir pada Mahasiswa Tingkat Akhir Ahmad Irsyad; Widyastuti
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Kontemporer Vol. 1 No. 1 (2025): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jikmk.v1i1.483

Abstract

Ketertarikan peneliti terhadap fenomena kesiapan terhadap dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir memotivasi penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara efikasi diri dengan adaptabilitas karir pada mahasiswa tingkat akhir.. Penelitian kuantitatif ini mengeksplorasi hubungan antar variabel tertentu dengan menggunakan metode penelitian korelasi. Studi ini melibatkan 1.856 mahasiswa tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Pada penelitian ini, sampel berjumlah 298 siswa yang dipilih menggunakan tabel Isaac dan Michel dengan taraf kesalahan 5% dan metode pengambilan sampel random. Data penelitian ini dianalisis menggunakan analisis Spearman. Hasilnya menunjukkan nilai korelasi sebesar 0,378 dan nilai P-value sebesar 0,001, dengan p-value yang kurang dari 0,005 serta nilai R2 sebesar 9,2%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang lemah antara efikasi diri dengan adaptabilitas karir pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Hubungan Antara Kepuasan Kerja dengan Psychological Well-Being pada Karyawan Outsourcing PT. Mitra Usaha Sukses Sejahtera] Yani Sylvania; Widyastuti
Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol. 1 No. 1 (2025): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpkm.v1i1.4961

Abstract

Penelitian ini berangkat dari ketertarikan peneliti terhadap adanya fenomena kesiapan terhadap dunia kerja pada karyawan outsourcing PT. mitra usaha sukses sejahtera dikarenakan kesiapan kerja sangat penting bagi para karyawan agar bisa meningkatkan psychologycal well being yang dimiliki karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kepuasan kerja dengan psychological well-being pada karyawan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik penelitian korelasi untuk mengetahui hubungan antar variabel yang ada. Populasi pada penelitian ini adalah 250 karyawan. Sedangkan untuk Pengambilan jumlah sampel pada penenlitian ini menggunakan rumus Michele & Isaac, yang menggunakan toleransi kesalahan 5%. Sehingga sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 153 karyawan.. Hasil analisis dikeitahui bahwa nilai koeifisien korelasi rxy = 0,581 deingan nilai signifikansinya 0,000 (p < 0.05). Maka dapat diartikan adanya hubungan positif yang signigikan antara kepuasan kerja dengan psychological well being. Jadi semakin tinggi kepuasan kerja maka akan semakin tinggi juga psychological well being yang dimiliki oleh karyawan, sebaliknya semakin rendah kepuasan kerja maka akan semakin rendah pula psychological well being yang dimiliki oleh laryawan tersebut.
Hubungan Antara Locus Of Control Dengan Psychological Well-Being Pada Peserta Didik SMA Cendekia Sidoarjo Devy Maharani Putri; Widyastuti
Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol. 1 No. 1 (2025): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpkm.v1i1.4962

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara locus of control terhadap psychological well-being pada peserta didik. Penelitian ini merukapan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik penelitian korelasi untuk mengetahui hubungan antara locus of control dengan psychological well-being. Populasi pada penelitian ini adalah 129 peserta didik. Sedangkan untuk pengambilan jumlah sampel pada penenlitian ini menggunakan tabel Isaac & Michael dengan toleransi kesalahan 5%, maka didapatkan jumlah sampel sebanyak 96 orang. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari dua alat ukur, yaitu skala locus of control yang diadopsi dari Maghfiroh dengan nilai reliabilitas sebesar 0,950 dan skala psychological well-being yang diadopsi yang dari Nugrahaini dan Sawitri dengan nilai reliabilitas sebesar 0,838. Hasil analisis diketahui bahwa nilai koeifisien korelasi rxy = 0,978 dengan nilai signifikansinya 0,000 (p < 0.05). Maka dapat diartikan adanya hubungan positif yang signigikan antara locus of control terhadap psychological well-being. Jadi semakin tinggi locus of control maka akan semakin tinggi juga psychological well-being yang dimiliki oleh peserta didik, sebaliknya semakin rendah locus of control maka akan semakin rendah pula psychological well-being yang dimiliki oleh peserta didik tersebut.
Gambaran Subjective Well-Being pada Siswa SMK Airlangga Sidoarjo Syafira Devi Anita; Widyastuti
Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Vol. 1 No. 1 (2025): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpkm.v1i1.4964

Abstract

Penelitian ini didorong dengan maraknya siswa SMA/SMK yang melakukan pelanggaran, dimana ini menjadi fenomena yang ditemukan dari survei awal bahwa siswa sering izin hingga membolos saat Sekolah maupun PKL di tempat magang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi pada penelitian ini siswa SMK Airlangga Sidoarjo dengan jumlah 323 siswa. Penentuan sampel dengan tabel Krejcie dan Morgan dengan kesalahan 5% sehingga jumlah sampel 175 siswa, teknik pengambilan sampel proportionate stratified random sampling. Variabel penelitian ini adalah subjective well-being. Penelitian diukur menggunakan skala yang mengacu pada teori Diener&Watson. Berdasarkan aspek-aspek subjective well-being, afeksi positif, afeksi negatif dan kepuasan hidup. Skala PANAS (The Positive and Negative Affect Schedule) yang dikembangkan Watson dan skala Satisfaction with Life Scale (SWLS) yang dikembangkan Diener. Keduanya diadaptasi Pratiwi dengan hasil analisis uji coba skala subjective well-being menunjukkan dari 25 aitem pernyataan menjadi 18 aitem valid. Skala ini diadopsi oleh peneliti dengan nilai reliabilitas skala PANAS dan skala (SWLS) lebih besar dari rtabel (0,148). skala PANAS memiliki reliabilitas 0,787 > 0,148 dan skala (SWLS) memiliki reliabilitas 0,748 > 0,148 dihitung menggunakan bantuan SPSS 26, sehingga setiap butir pertanyaan pada skala bersifat reliabel. Hasil penelitian ditemukan 36 siswa (21%) memiliki tingkat Subjective well-being kategori tinggi, 111 siswa (63%) memiliki tingkat Subjective well-being sedang, dan 28 siswa (16%) memiliki tingkat Subjective well-being rendah. Dari hasil tersebut diketahui bahwa tingkat subjective well-being siswa SMK Airlangga tergolong sedang.