Claim Missing Document
Check
Articles

STRESS ANALYSIS PISTON SEPEDA MOTOR MENGGUNAKAN SOFTWARE AUTODESK INVENTOR 2015 Asroni Asroni; Dwi Irawan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.563 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i1.465

Abstract

Modifikasi adalah cara merubah bentuk suatu benda atau barang dari bentuk awaldengan bentuk selanjutnya yang berbeda agar berbeda tanpa menghilangkan fungsi asli daribenda atau barang tersebut. Objek yang sering digunakan biasanya sepeda motor, sebagaicontoh modifikasi ruang bakar. Melihat kondisi di lapangan seringkali pada saat modifikasitidak menghiraukan atau tidak mengetahui bagaimana kerusakan akibat dari hasil modifikasiruang bakar tersebut. Akibatnya kerusakan pada ruang bakar sering terjadi seperti rusaknyapiston akibat thermal ataupun tekanan yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalahmengetahui pengaruh modifikasi ruang bakar terhadap tegangan, regangan, dan deformasipada piston. Penelitian ini menggunakan metode simulasi, dengan jenis sepeda motor merkHonda tipe Revo 100cc tahun 2008, dengan cara mengikis pada head cylinder. Nilaipengikisan tidak dikikis (standard); 0,1; 0,2; 0,3; 0,4 dan 0,5 mm. Hasil penelitian inimengakibatkan perubahan nilai kompresi di tiap ukuran pengikisannya dan akibat daripengikisan tersebut yaitu: 147 Psi dengan nilai tegangan 633,64 Mpa, regangan 0,00573415ul, deformasi 0,0228577 mm. 156 Psi dengan nilai tegangan 672,434 Mpa, regangan0,00608522 ul, deformasi 0,0242572 mm. 167 Psi, dengan nilai tegangan 719,849 Mpa,regangan 0,0065143 ul, deformasi 0,025976 mm. 177 Psi, dengan nilai tegangan 762,954Mpa, regangan 0,00690438 ul, deformasi 0,0275228 mm. 186 Psi, dengan nilai tegangan801,748 Mpa, regangan 0,00725545 ul, deformasi 0,028922 mm. 192 Psi, dengan nilaitegangan 827,611 Mpa, regangan 0,0079895 ul, deformasi 0,029855 mm..Kata kunci: Piston, Motor Bakar, Simulasi, Autodesk Inventor 2015, Modifikasi RuangBakar.
PENGARUH TEMPERATUR HIDROLISIS ASAM DAN WAKTU FERMENTASI TERHADAP KADAR BIOETANOL TETES TEBU Mugiyono Saputra; Dwi Irawan; Mafruddin Mafruddin
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.241 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i1.716

Abstract

Pada masa sekarang bahan bakar menjadi kebutuhan pokok masyarakat dan pemakaiannya cenderung meningkat setiap tahunnya sedangkan sumber bahan bakar minyak bumi yang dipakai saat ini semakin menipis. Oleh karena itu perlu bahan bakar alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti minyak bumi. Bioetanol merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti minyak bumi. Bioetanol dapat dihasilkan dari karbohidrat. Karbohidrat yang digunakan pada penelitian ini berasal dari tetes tebu. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur hidrolisis asam dan waktu fermentasi terhadap kadar bioetanol yang dihasilkan. Metode penelitian yang dilakukan yaitu eksperimen nyata dengan memveriasikan temperatur hidrolisis asam yaitu 60º C, 70º C, 80º C dan waktu fermentasi yaitu 5, 7, 9 hari. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa temperatur hidrolisis asam dan waktu fermentasi berpengaruh terhadap kadar bioetanol. Kadar bioetanol yang paling tinggi adalah hidrolisis asam dengan suhu 80ºC dengan kadar 58 % dan kadar bioetnol paling rendah terdapat pada hidrolisis asam dengan suhu 60ºC dengan kadar 22%. Kadar bioetanol yang paling tinggi terdapat pada fermentasi 7 hari memperoleh kadar sebesar 58%.Kata Kunci: Tetes Tebu, Hidrolisis Asam, Fermentasi, Bioetanol
Pengaruh temperatur biogas dan waktu penyalaan terhadap kinerja motor bakar menggunakan sistem dual fuel pertamax-biogas Mafruddin Mafruddin; Dwi Irawan; Renno Yoga Pratama; Edwin Dian Pratama
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 10, No 1 (2021): Jurnal TURBO Juni 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v10i1.1592

Abstract

Biogas is an alternative fuel that can be used to replace fossil fuels which are non-renewable energy sources and their availability is decreasing. The use of biogas as fuel for gasoline engines can be done using a dual fuel system (Pertamax-Biogas). The combustion process in a gasoline engine with a dual fuel system is influenced by the temperature of the biogas and the ignition timing of the ignition system. The combustion process on a gasoline engine will affect the resulting performance. The purpose of this study was to determine the effect of biogas temperature and ignition timing on the performance of a motorcycle engine with a dual fuel system (Pertamax-Biogas). The method used in this study is an experimental study by testing the performance of a motorcycle engine using a dual fuel system (Pertamax-Biogas) using fuel temperature variations of 30°, 40°, and 50°C and ignition timing variations at 11°, 13° and 15° before Top Dead Center (TDC). The results of the study it can be concluded that the biogas temperature and ignition timing affect the performance of the motor. The highest power is obtained by varying the biogas temperature to 40°C and the ignition time to 15° before TDC, meanwhile the best specific fuel consumption was obtained at a biogas temperature variation of 50°C and an ignition time of 15° before TDC.Keywords: Dual fuel, biogas temperature, ignition time, motor performance.
PENGARUH PERBEDAAN STATER TERHADAP PRODUKSI BIOGAS DENGAN BAHAN BAKU ECENG GONDOK Dwi Irawan; Teguh Santoso
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 3, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.283 KB) | DOI: 10.24127/trb.v3i2.10

Abstract

Dalam dekade terakhir, tingkat konsumsi energi semakin tinggi sedangkan sumber energi fosil semakin terbatas. Oleh karna itu di perlukan usaha-usaha untuk mendapatkan energi terbarukan. Disisi lain banyak limbah yang dapat dibuat biogas yang merupakan energi terbarukan. Eceng gondok (Eicchornia crassipes) merupakan jenis gulma yang pertumbuhannya sangat cepat. Akan tetapi eceng gondok dapat dimanfaatkan dalam produksi biogas karena mempunyai kandungan hemiselulosa yang cukup besar. Pencernaan anaerobik adalah proses dimana mikroorganisme memecah bahan dalam ketiadaan oksigen. Proses pembuatan biogas dimulai dari pembuatan digester, proses pengambilan eceng gondok dengan mencacah eceng gondok, penyediaan stater EM4 dan stater kotoran sapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tekanan biogas yang dihasilkan, mengetahui pengaruh perbedaan bioaktivator EM4 dan kotoran sapi terhadap produksi biogas dan mengetahui berapa laju aliran massa biogas yang dihasilkan. Pada penelitian ini terdapat 3 variabel percobaan, dimana percobaan I dengan perbandingan bahan 1 : 1 (eceng gondong cacah 20 kg, air 20 kg) dan penambahan stater EM4 3,6 kg, selanjutnya pada percobaan II dengan perbandingan bahan 1 : 1 (eceng gondong cacah 20 kg, air 20 kg) dan penambahan stater kotoran sapi 6 kg, sedangkan pada percobaan III menggunakan perbandingan bahan 1 : 1 (eceng gondong cacah 20 kg, air 20 kg) dengan penambahan stater EM4 1,8 kg dan stater kotoran sapi 3 kg. Hasil yang didapat pada variabel percobaan I dengan tekanan biogas sebesar 104165,72  dengan massa biogas diperoleh 0,379034 kg dan diperoleh laju aliran massa biogas mencapai 0,0126345 , sedangkan percobaan II dengan tekanan biogas sebesar 103139,4  menghasilkan massa biogas 0,375274 kg dan diperoleh laju aliran massa biogas mencapai 0,0125091  selanjutnya pada percobaan III dengan tekanan biogas sebesar 102324,98  menghasilkan massa biogas 0,372266 kg dan memperoleh laju aliran massa biogas mencapai 0,0124089 . Berdasarkan hasil penelitian dalam ketiga percobaan penambahan dua stater yang berbeda yaitu lebih efektif pada percobaan I dengan penambahan stater EM4 yang menghasilkan tekanan mencapai 104165,72  dengan massa biogas sebesar 0,379034 kg dan laju aliran massa mencapai 0,0126345 .
PEMANFAATAN KOTORAN AYAM DENGAN CAMPURAN CANGKANG KARET SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Dwi Irawan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 2, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.188 KB) | DOI: 10.24127/trb.v2i2.30

Abstract

Berdasarkan Statistik Energi Indonesia (DESDM, 2004) cadangan minyak bumi di Indonesia hanya tersisa sekitar sembilan milyar barel. Apabila energi terus dikonsumsi tanpa ditemukannya cadangan minyak baru diperkirakan cadangan yang dimiliki Indonesia akan habis dalam dua dekade mendatang. Mengenai hal ini pemerintah sudah membuat peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 5 tahun 2006 tentang kebijakan energi dalam hal dapat mengembangkan sumber energi alternatif untuk pengganti bahan bakar minyak. Kebijakan tersebut menekankan sumber daya yang dapat diperbaharui sebagai alternatif pengganti bahan bakar minyak. Berbagai solusi yang telah ditawarkan oleh para ilmuwan didunia untuk mengatasi ketergantungan terhadap minyak bumi, yaitu dengan menggunakan energi baru terbarukan. Biomasa adalah suatu limbah padat yang bisa di manfaatkan lagi sebagai bahan bakar. Biomasa meliputi limbah pertanian, perkebunan dan hutan, komponen dari indusri dan rumah tangga, salah satu pemanfaatan biomasa adalah dibuat briket. Briket adalah energi alternatif yang ramah lingkungan. Dengan perekat tepung tapioka 1 : 3 bahan baku dari briket ini mengunakan limbah - limbah sisa produksi, baik itu rumah tangga, pekebunan maupun sampah dari proses alam, seperti daun – daun yang gugur. Bahan baku pembuatan briket dalam penelitian ini adalah kotoran ayam dan cangkang karet. Hasil pengujian briket kotoran ayam dan cangkang karet adalah pembuatan briket dengan satu bentuk analisa proksimasi (nilai kalor, air, abu, fixed karbon) dari pengujian pembakaran temperature yang baik yaitu 433 pada briket kotoran ayam dan cangkang karet pada perbandinganya yaitu 40 : 60 pada ke 16 efisiensi pembakaran perbandingan paling banyak adalah proksimasi.
ANALISA KARAKTERISTIK MINYAK PLASTIK HASIL DUA KALI PROSES PIROLISIS Untung Surya Dharma; Dwi Irawan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 4, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.96 KB) | DOI: 10.24127/trb.v4i1.645

Abstract

Limbah plastik dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku minyak plastik dengan menggunakan proses pirolisis. Minyak plastik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai zat aditif atau campuran bahan bakar pada mesin. Pada Penelitian ini, proses pembuatan minyak plastik menggunakan dua kali proses pirolisis. Suhu reaktor pada proses pirolisis yang pertama dan kedua berbeda berturut-turut yaitu 200 oC dan 150 oC. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa pada proses pirolisis pertama dengan suhu reaktor 200 oC, dari 25 kg bahan baku menghasilkan 15,5 liter minyak plastik dalam waktu 80 jam. Sedangkan pada proses pirolisis kedua dengan suhu reaktor 150 oC, dari 15 liter minyak plastik dari hasil proses pirolisis pertama menghasilkan 11,6 liter minyak plastik dalam waktu 3,33 Jam. Adapun karakter minyak plastik yang dihasilkan adalah massa jenis 771,4 kg/m3, Viskositas 0,501 m2/s dan Nilai kalor 10518 kJ/kgKata kunci : Minyak Plastik, Proses Dua Kali Pirolisis, Karakteristik Minyak Plastik
PENGARUH SUHU ANAEROBIK TERHADAP HASIL BIOGAS MENGGUNAKAN BAHAN BAKU LIMBAH KOLAM IKAN GURAME Dwi Irawan; Ahmad Khudori
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 4, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.029 KB) | DOI: 10.24127/trb.v4i1.3

Abstract

­­Semakin menipisnya cadangan bahan bakar fosil sebagai sumber energi bertolak belakang terhadap peningkatan kebutuhan energi seiring pertumbuhan populasi manusia, khususnya di Indonesia. Hal ini merupakan dasar perlunya pengembangan energi terbarukan sebagai upaya mengatasi berbagai permasalahan terhadap penggunaan energi fosil dan dampaknya pada lingkungan. Biogas sebagai energi terbarukan yang ramah lingkungan dapat menjadi salah satu solusi terhadap permasalah energi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan dan pengaruh suhu Anaerobik terhadap produksi biogas dengan menggunakan bahan baku limbah kolam ikan gurame. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah subtrat tanpa perlakuan suhu (T1), subtrat pada kondisi suhu mesofilik 350C (T2) dan subtrat kondisi suhu termofilik 550C (T3) pada 8 liter subtrat dalam digester. Hasil penelitian menunjukkan, perlakuan T1 mendapatkan volume akumulasi biogas 11.210 ml, laju aliran 448,4 ml/hari dan potensi biogas 1.401,25 ml/liter bahan baku, sedangkan untuk perlakuan T2 volume akumulasi biogas sebesar 19.370 ml, laju aliran 774,8 ml/hari dan potensi biogas 2.421,25 ml/liter bahan baku serta perlakuan T3 mendapatkan volume akumulasi biogas 4.210 ml, laju aliran 168,4 ml/hari dan potensi biogas 520 ml/liter bahan baku dengan tekanan yang sama pada semua perlakuan yaitu 101.570,25 N/m2. Uji nyala menunjukkan hasil nyala api biru biogas yang dihasilkan dari semua perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan suhu Anaerobik berpengaruh terhadap hasil biogas. Dari hasil semua perlakuan kondisi yang paling baik adalah pada kondisi suhu mesofilik dengan penggunaan suhu 350C.
PENGGUNAAN ALAT KOMPRESOR PADA MOTOR BAKAR TORAK SEBAGAI FUNGSI TAMBAHAN KENDARAAN RODA DUA Dwi Irawan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 1, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.048 KB) | DOI: 10.24127/trb.v1i1.88

Abstract

Melihat keadaan sekitar kita masih banyak tempat-tempat atau jalan-jalan yang masih jauh dari keramaian ataupermukiman penduduk. Sehingga apabila kita berpergian menggunakan sepeda motor kita butuh alat cadangankompresor bila ban sepeda motor kita kempes dijalan ditempat yang jauh dari keramaian. Alat cadangan yangdirancang yaitu kompresor udara, yang sumber tenaganya memanfaatkan tekanan kompresi dari ruang bakar padakendaraan motor roda dua. Bahan-bahan yang dipakai bisa dengan memanfaatkan dari komponen bekas (limbah),seperti busi, katup tekanan balik, selang, nozel kompresor dan klem selang. Alat ini dirancang dengan tujuan sebagai alat alternatif pada kondisi darurat, yang untuk kerja tergantung pada:tekanan udara, volume, efisiensi dan daya adiabatik. Sedangkan factor yang paling dominan adalah prestasi kerjatorak dan silinder sebagai penghasil tekanan yang natabennya merupakan tekanan kompresi pada ruang bakar, untukmengetahui kemampuan kompresor maka dilakukan beberapa perlakuan pengujian yang meliputi tekanan udaramasuk, tekanan udara keluar dan volume silinder, dan temperatur yang saling mempengaruhi, apabila tekanan turunmaka temperaturnya juga turun, apabila volumenya meningkat maka tekanannya akan menurun. Sedangkan prosesyang berlaku adalah cara kompresi adiabatik yang menghasilkan tekanan 1205 kPa. Dari hasil pengujian dan perhitungan didapat tekanan sebesar 13,6 cm3, dan kapasitasnya 0,0118 m/menit.Untuk mengurangi resiko akibat penggunaan alat kompresor ini maka silinder yang digunakan adalah silindersepeda motor 4 tak, karena motor bakar 4 tak menggunakan sistem pelumasan yang berstandar sirkulasi minyakpelumas. Jadi alat kompresor ini tidak menimbulkan kerusakan atau keausan tingkat berat pada komponenkomponenpembangkitdayamotorbakar.3
Analisa sistem kerja photovoltaic berdasarkan sudut kemiringan menggunakan monocrystalline dan policrystalline La Rudawin; Nurlaila Rajabiah; Dwi Irawan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 9, No 1 (2020): Jurnal TURBO
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.614 KB) | DOI: 10.24127/trb.v9i1.1221

Abstract

Photovoltaic work systems were analyzed based on its slope angle using monocrystalline and polycrystalline to the power generated. This research is a direct action research (Action Research) namely the design approach stage, tool fabricating phase, and the tool testing phase. The testing phase conduct measurements and analyses, the stages and process of designing tools, and system testing tools that include measurements of light intensity, temperatur, current, and Voltage. The first year observation data in the form of slope measurements of 00, 300, 600, that conducted for 15 days at 08:00-16:00 every hour, data, Voltage, temperatur, and light intensity. The results of this study in the form of the maximum acquisition of light intensity received by the solar panel on the slope angle. Solar radiation intensity carried out a great effect on the power (Pout) of Photovoltaic cell output, wherein the morning solar radiation intensity is greater with the result that it produces greater power. Sunlight intensity in the afternoon and evening tends to decrease so that the power that is halted is smaller. The magnitude of slope angle carried great effect on the output power (Pout) of Photovoltaic cells, where the greatest power at an angle of 0ᵒ obtained namely maximum Pout 17.01 W and maximum Voltage Vm is 19.5 V. While the minimum power Pout is 12 W and minimum Voltage Vm 14 V which obtained at an angle of 60ᵒ. Greatest efficiency (η) of Photovoltaic cells at an angle of 0ᵒ obtained. This is caused by the Voltage and current output of Photovoltaic cells Vm and Im which tend to decrease when the value of the Photovoltaic cell angle is large. Therefore the efficiency of the Photovoltaic cell output will decrease along with the decrease in the Photovoltaic cell output power.Keywords: Photovoltaic, slope angle, power, efficiency.
PROTOTYPE TURBIN PELTON SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF MIKROHIDRO DI LAMPUNG Dwi Irawan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 3, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.252 KB) | DOI: 10.24127/trb.v3i1.17

Abstract

Energi air dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik dengan memanfaatkan tenaga potensial yang tersedia (potensi air terjun dan kecepatan aliran). Berdasarkan data Blueprint Pengelolaan Energi Nasional tahun (2005), besar potensi energi air di Indonesia adalah 75.670 MW dan yang baru dimanfaatkan 4.200 MW (5,5%).Untuk potensi Mikrohidro adalah 458,75 MW yang baru dimanfaatkan 84 MW (18%).Data dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (2009), Sampai dengan akhir tahun 2008, total kapasitas terpasang pembangkit tenaga listrik nasional adalah sebesar 30.527 MW yang terdiri atas pembangkit milik PT PLN (Persero) sebesar 25.451 MW (83%), IPP sebesar 4.159 MW (14%) dan PPU sebesar 916 MW (3%). Kapasitas terpasang pembangkit tersebut mengalami penambahan sebesar 25.480 MW sejak tahun 2004 atau meningkat sebesar 22% selama periode 5 tahun.Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengatahui berapa jumlah sudu yang digunakan, Untuk mengetahui berapa daya turbin yang dihasilkan dan Untuk mengetahui efisiensi turbin pelton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Lapangan (Field Research) dan Penelitian Kepustakaan (Library Research). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Universitas Muhammadiyah Metro pada bulan januari sampai april. Hasil dalam penelitian ini terlihat bahwa daya paling tinggi pada debit 0,0005 m3/det dengan nilai 4,97 Watt pada jumlah sudu 40.  dan Efisiensi paling tinggi pada debit 0,0005 m3/det dengan nilai 49 % pada jumlah sudu 40. Jadi jumlah sudu mempengaruhi kinerja turbin Pelton terbukti bahwa jumlah sudu yang paling efektif dalam penelitian ini yaitu pada jumlah sudu 40.