Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TEMPERATUR MESOFILIK TERHADAP LAJU ALIRAN BIOGAS DAN UJI NYALA API MENGGUNAKAN BAHAN BAKU LIMBAH KOLAM IKAN GURAME Dwi Irawan; Kemas Ridhuan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.438 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i2.238

Abstract

The reserve lack of fossil fuels as a source of energy in contrast to increasing the energy demand growth as human populations, especially in indonesia. Biogas as renewable energy environmentally friendly could be one of solutions to current permasalah energy. Biogas produced with the help of bacteria metanogen or metanogenik. Biogas produced by take waste farm will bring value more. Waste management done with better than it can prevent the environmental pollution also provide added value of business cattle or the cultivation of fish. If dirt shaped mud and it is not so levels soon cleared ammonia in the water would rise and can threaten survival ikan-ikan preserved. The purpose of this study is to find influence temperature mesofilik against the rate of flow of biogas and hasill flame biogas. The method do first is preparing equipment for making a series of using drigen biogas, with varying temperature that 300C mesofilik, 350C, 400C. The result showed, the rate of flow of treatment t1 biogas 736,8 ml/day, as for treatment t2 the rate of flow of biogas 774,8 ml/day, and treatment t3 the rate of flow of biogas 748,75 ml/day and potential biogas 1,8719 ml / liters of raw materials with the same pressure on all the treatment 101.570,25 N/m2. The fiery show results flame blue biogas resulting from all treatment.The result showed treatment temperature impact on the rate of flow of biogas and results flame biogas.
PENGARUH VARIASI JARAK SUMBU KATUP LIMBAH DENGAN SUMBU TABUNG UDARA TERHADAP EFISIENSI POMPA HIDRAM Asep Supriyanto; Dwi Irawan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.115 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i2.615

Abstract

Usaha pemenuhan kebutuhan air dalam kehidupan sehari – hari dapat dilakukan dengan memanfaatkan kondisi alam ataupun dengan memanfaatkan peralatan mekanis hasil karya manusia. Pompa hidram merupakan salah satu jenis pompa yang digunakan untuk menaikkan air dari tempat rendah ke tempat yang lebih tinggi secara automatik dengan energi yang berasal dari air itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jarak sumbu katup limbah dengan sumbu tabung udara terhadap debit air keluaran (output) dan efisiensi yang dihasilkan. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan pengujian dengan variasi jarak sumbu katup limbah dengan sumbu tabung udara sepanjang 0,25 m, 0,35 m, dan 0,45 m dan menggunakan katup limbah berdiam 4 inchi. Proses pengujian dilakukan pada masing–masing jarak dengan beban katup limbah 1,5 kg, tinggi terjunan air masuk (H1) 1,7 m, diam pipa air masuk (input) 6 inchi dengan debit input (Qin) 0,084 m3/detik dan tinggi angkat air (H2) 5 m dengan panjang pipa penghantar (PP) 50 m. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada variasi jarak 0,25 m mendapatkan debit output 0,0041 m3/detik dengan efisiensi 14%, pada jarak 0,35 m mendapatkan debit output 0,0026 m3/detik dengan efisiensi 9% dan pada pada jarak 0,45 m mendapatkan debit output 0,0023 m3/detik dengan efisiensi 7%.Kata kunci:  Pompa Hidram, Jarak Sumbu, Efisiensi, Beban Katup.
PEMBUATAN TURBIN MIKROHIDRO TIPE CROSS-FLOW SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK DI DESA BUMI NABUNG TIMUR Mafruddin Mafruddin; Dwi Irawan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 3, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.488 KB) | DOI: 10.24127/trb.v3i2.12

Abstract

Krisis energi yang terjadi di dunia saat ini telah menarik perhatian para peneliti untuk menemukan sumber-sumber energi baru yang lebih murah, yang tersedia dalam jumlah yang besar. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini. Turbin cross-flow, merupakan salah satu jenis turbin yang sering digunakan untuk PLTMH. Dalam penelitian ini merencanakan turbin air tipe cross-flow yang diaplikasikan pada air pembuangan perusahaan pembuatan tepung tapioka. Air pembuangan tersebut merupakan air limbah yang sudah melalui proses pengendapan, pemupukan dan pemeriksaan yang kemudian dialirkan kesungai dengan debit rata-rata 0,04 m3/s dengan ketinggian diatas permukaan air sungai lebih dari 2 m. Dengan debit dan ketinggian tersebut air pembuangan memilki daya yang cukup besar yang kemudian digunakan untuk memutar turbin air. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesifikasi turbin, daya yang dihasilkan turbin, efisiensi turbin dan transmisi serta daya listrik yang dihasilkan generator. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu studi pustaka, pengamaan secara langsung atau observasi, perencanaan dan pembuatan turbin serta pengujian. Pada tahap perencanaan yaitu menentukan dimensi turbin berdasarkan sumber daya air pada lokasi penelitian dan proses perhitungan. Pada tahap pengujian yaitu melakukan pengujian turbin yang telah dibuat. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian daya turbin dan daya listrik generator.Turbin air cross-flow memiliki spesifikasi yaitu lebar runner 0,1524 m, diameter luar runner 0,48 m, diameter dalam runner 0,32 m, jarak antar sudu 0,083 m, tebal nozzle 0,04 m, jari-jari sudu 0,078 m dan jumlah sudu yaitu 20 sudu. Dari hasil pengujian turbin cross-flow didapatkan daya turbin yaitu 236,82 Watt, efisiensi mekanik turbin yaitu 30 % dan daya listrik yang dihasilkan 162 Watt.
PENGARUH EM4 (EFFECTIVE MICROORGANISME) TERHADAP PRODUKSI BIOGAS MENGGUNAKAN BAHAN BAKU KOTORAN SAPI Dwi Irawan; Eko Suwanto
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.804 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i1.118

Abstract

Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses penguraian bahan-bahan organik oleh mikroorganisme pada kondisi langka oksigen (anaerob). Komponen biogas: ± 60 % CH4 (metana), ± 38 % CO2 (karbondioksida), ± 2 % N2, O2, H2, dan H2S. Bahan Biogas dalam penelitian ini berasal dari kotoran sapi. Kotoran sapi merupakan substrat yang dianggap paling cocok sebagai sumber pembuat gas bio, karena substrat tersebut telah mengandung bakteri penghasil gas metan yang terdapat dalam perut hewan ruminansia. Selain kotoran sapi dijadikan biogas juga dapat mengurangi pencemaran  lingkungan di samping menghasilkan sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dalam penambahan EM4 yaitu terhadap produksi biogas yang dihasilkan. Penelitian dilakukan Di Laboratorium Kampus II Universitas Muhammdiyah Metro. Metode yang digunakan dengan perbandingan kotoran sapi dan air, 1 : 1 dengan penambahan EM4 (Effective microorganisme), 8 %, 9 %, dan 10 % dengan volume digester 90 liter. Hasil penelitian ini dengan penambahan EM4 10 % lebih efektif untuk menghasilkan biogas yaitu, tekanan gas total 104098 N/m2, massa biogas 0,04286411 kg, dan laju aliran massa biogas 0,0126653 kg/hari.Pada penambahan EM4 9 %, untuk biogas yang dihasilkan yaitu, tekanan gas total 104000 N/m2, massa biogas 0,04133325 kg, dan laju aliran massa 0,0125884 kg/hari. Dan untuk perbandingan I dengan penambahan EM4 8 %, untuk biogas yang dihasilkan yaitu, tekanan gas total 101984 N/m2, massa biogas 0,0350515 kg, dan laju aliran massa 0,125807 kg/hari.
Pengaruh jumlah nozzle terhadap kinerja turbin pelton sebagai pembangkit listrik di Desa Sumber Agung Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat Dwi Irawan; Eko Nugroho; Eko Widiyanto
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Turbo Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v9i2.1434

Abstract

A micro hydro power plant, or commonly known as a turbine is a power plant that utilizes the potential energy of water to be converted into mechanical energy which is then converted into electrical energy using a generator. The Pelton turbine is an extension of the impulse turbine with a split some blades dividing the jet into two equal beaks which are reversed sideways at the turbine wheel. This study aims to determine the effect of the number of nozzles to output power, efficiency, and electric power produced. In this study, a Pelton type water turbine was applied to a water source flowing from the mountains with a head of 26 m and 0.003167 m3/s water discharge. This study used 3 variations of the number of nozzles (single, double, and triple nozzle) with 9 mm outer diameter of nozzle and 35 mm nozzle length. The results of the research conducted, the turbine power is 419.53 watts, the turbine efficiency is 52%, and the generator power is 360 Watts for triple nozzle variation. The turbine power obtained is 388.83 Watts, the turbine efficiency is 48%, and the generator power is 234 Watts for double nozzle variation. And the power obtained is 367.47 Watts, the turbine efficiency is 45%, and the generator power is 175 Watts for single nozzle variations.
ANALISA PIPA ALUR SPIRAL PADA ALAT PENYULING BIOETANOL Didi Setiawan; Dwi Irawan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 1, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.153 KB) | DOI: 10.24127/trb.v1i2.654

Abstract

Penyulinganadalahsuatumetodepemisahanbahankimiaberdasarkanperbedaantitikdidihuapnyasehinggazat yang memilikititikdidih paling rendahakanmenguapterlebihdahulu.Pada penyuling terdapat proses pertukaran kalor dimana pertukaran kalor ini dapat mempengaruhi hasil bioetanol yang dihasilkan. Pada proses penyulingandalampenelitianinialur yang dibuatadalahalur spiral, penyulingan ini dibuat dalam skala laboraturium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak bioetanol yang dihasilkan dan berapa efisiensi penyulingan bioetanol.Hasil dari penelitian ini mendapatkan bioetanol sebanyak 4,55 liter, banyak kalor yang dibutuhkan untuk perebusan 7158,75 kJ, banyaknyakalor yang harusdidinginkan1146,6kJ, banyaknyakalor yang diserapoleh air 1024,8 kJ, efisiesitermal 89,38 %, efisiensipenyulingan 13,18%, lajupenyulinganbioetanol 0,24 liter/jam.Abstrak : Kata kunci: penyulingan, alurspiral, bioetanol.
Proses Pembakaran Pirolisis dengan Jenis Biomassa dan Karakteristik Asap Cair yang Dihasilkan Kemas Ridhuan; Dwi Irawan; Rizki Inthifawzi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 8, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.054 KB) | DOI: 10.24127/trb.v8i1.924

Abstract

Biomassa merupakan satu-satunya sumber karbon yang dapat diperbaharui dan mampu diproses menjadi bahan bakar yang berupa gas, cair, dan padat yang baik. Biomassa juga dapat diolah menjadi bahan pengawet makanan karena mengandung senyawa-senyawa antibakteri dan antioksidan dalam bentuk cairan atau asap cair. Untuk mendapatkan hasil asap cair yang sesuai dan memadai dengan peruntukannya maka perlu diolah dengan menggunakan berbagai jenis jenis biomassa yang diproses pada pembakaran pirolisis. Dengan pembakaran pirolisis biomassa terdekomposisi termokimia dengan pemanasan menjadi gas kemudian didinginkan dikondensor dan menjadi cairan atau asap cair. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah asap cair yang dihasilkan dari jenis biomassa baku kulit kelapa muda, bambu dan kulit durian dengan karaktristik asap cairnya yang dibakar secara pirolisis. Penelitian ini dilakukan di laboratorim Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Metro, penelitian ini menggunakan reaktor pirolisis, retot dan kondensor dengan bahan bakar dan bahan baku biomassa yang sama yaitu kulit kelapa muda bahan bakar 13 kg dan bahan baku 3 kg, bahan bakar bambu sebesar 13 kg dan bahan baku 3 kg, bahan bakar kulit durian sebesar 8 kg dan bahan baku 1,2 kg. Hasil penelitian yang didapat yaitu kulit kelapa muda menghasilkan asap cair 100 ml dengan karakteristiknya yaitu pH 0.596, viskositas 1.780 CPs dan densitas 0,343 g/cm3 lalu bambu menghasilkan asap cair 120 ml dengan karakteristiknya yaitu pH 0.707, viskositas 2.626 CPs  dan nilai kalori 1983,950 Cal/g, densitas 0,427 g/cm3 dan kulit durian menghasilkan asap cair 74 ml dengan karakteristiknya yaitu pH 0.676, viskositas 1.574 Cps dan nilai kalori 2177,464 Cal/g, densitas 0,271 g/cm3Kata kunci: Pembakaran, Pirolisis, asap cair, biomassa.
Pengaruh jumlah sudu dan diameter nozel terhadap kinerja turbin pelton Mafruddin Mafruddin; Rully Meygi Irawan; Nanang Setiawan; Nurlaila Rajabiah; Dwi Irawan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Turbo Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v8i2.1076

Abstract

Pelton turbine is one type of impulse turbine that is commonly used in hydroelectric power plants such as micro hydropower plants. The choice of the turbine is based on the high-efficiency generated by the pelton turbine. The main components of the pelton turbine are blades and nozzles. The purpose of this study was to determine the amount of blade and nozzle diameter on the performance of the pelton turbine. The research method was carried out experimentally by design and manufacture of a pelton turbine prototype. Turbines made and protected have specifications of a runner diameter of 150 mm, blade length of 31,1 mm, blade width of 14,6 mm, blade depth of 6,45 mm and number of nozzles 1 piece. From the results of the study note that the number of blades and diameter of the nozzles affect the power turbine. The highest turbine power is obtained using a number of 21 blades and 8 mm nozzle diameter of 2,15 Watts. Whereas with the number of blades 19 and 8 mm nozzle diameter, turbine power is 1,91 Watt, turbine power with 23 blades and 8 mm nozzle diameter is 1,95 Watts. Turbine power with 19 blades and 10 mm nozzle diameter is 1,4 Watts, turbine power with 21 nozzles and 10 mm nozzle diameter is 1,49 Watts and turbine power with 23 blades and 10 mm nozzle diameter is 1,41 Watts.Keywords: Number of blades, nozzle diameter, pelton turbine performance.
Pemanfaatan Kali Mati Sebagai Media Pembuatan Kolam Waring di Desa Iringmulyo, Metro Timur, Kota Metro Dwi Irawan; Yusuf Amran
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.766 KB) | DOI: 10.30653/002.201611.4

Abstract

Based on situation analysis, client problem and joint discussion result, the priority problem that experienced by inhabitants of RT. 26 and RT. 27 Iringmulyo Village, sub-district of Metro Timur, Metro City is untidiness of dead river that is not utilized and only used as laystall by some inhabitants. The promoted approach methods to solve this clien problem are: cleaning dead river, building nets fish pond, and provision of venture capital to inhabitants. By conducting these IbM program, it is expected for comfort and cleanliness of environment around river, increasing of inhabitant’s economic income by fish cultivation. The foundational of problem solving is to reduce environmental pollution and to prohibit inhabitant for throwing rubbish into dead river and enhancement of inhabitant prosperity. This activity has made dead river cleans, fishing group (Pokdakan) is formed named “Metro Bintang Timur” that has legality evidence, 6 nets fish pond is built where main foundation is plastic drum where if flood comes, the nets will float and unstuck. The pokdakan is given capital of fingerlings of catfish and fish feed for development and mentoring phase till the harvest time.
Pengaruh Penggunaan Limbah Plastik sebagai Campuran Bahan Bakar Premium terhadap Prestasi Mesin Sepeda Motor Merk-X Untung Surya Dharma; Dwi Irawan
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 1
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.621 KB)

Abstract

Limbah plastik dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku minyak plastik dengan menggunakan proses pirolisis. Minyak plastik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai zat aditif atau campuran bahan bakar pada mesin. Untuk mengetahui pengaruh minyak plastik sebagai campuran bahan bakar premium terhadap prestasi mesin dilakukan pengaplikasian langsung pada sepeda motor merk-X dengan spesifikasi teknis volume silinder 179,8 cm2 , Tekanan Pembakaran 98 N/cm2 , Torsi maksimum 15,22 Nm pada 6000 rpm, Daya maksimum 12,15 kW pada 8000 rpm. Pengambilan data dilakukan pada dua kondisi yaitu kondisi stasioner untuk mengukur torsi yang terjadi dan konsumsi bahan bakar untuk menghitung daya dan pemakaian bahan bakar spesifik. Pengambilan data pada road test untuk mendapatkan nilai akselerasi dan pemakaian bahan bakar pada kondisi real dijalanan. Dari data - data pengujian dan hasil perhitungan ketahui bahwa pada campuran perbandingan minyak plastik premium adalah 1 : 4 menghasilkan torsi dan daya mendekati nilai premium murni tanpa campuran yaitu sebesar 12,55 Nm dan 7,88 kW pada 6000 rpm dengan nilai percepatan yang lebih baik. Konsumsi bahan bakar pada saat pengujian stasioner uji torsi sebesar 0,72 kg/jam pada 6000 rpm dan pada saat road test hanya sebesar 0,41 liter pada kecepatan 100 km/jam. Secara keseluruhan penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin banyak campuran minyak plastik ( 2 : 4 dan 3 : 4) maka nilai torsi dan daya yang dihasilkan mesin sepeda motor akan semakin rendah, sedangkan konsumsi bahan bakar akan semakin besar (boros).