Claim Missing Document
Check
Articles

TEKNIK PEMISAHAN ANOMALI MAGNETIK RESIDUAL-REGIONAL BERBASIS MATLAB: STUDI KASUS GUNUNG UNGARAN Resimeng, Syamsurijal; Wijayanti, Dewi; Rahmawati, Luthfi; Istikomah, Annur; Wibowo, Rahmat Catur
Jurnal Geosaintek Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan data pengukuran magnetic di daerah Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini membandingkan teknik inversi dengan persamaan polynomial orde 1, orde 2 dan orde 3 dalam pemisahan anomali residual dengan anomali regional. Pada penelitian ini dilakukan kajian komputasi dengan membuat program komputer menggunakan software MatLab 2017. Data pengukuran magnetic yang digunakan merupakan data yang telah dilakukan koreksi sehingga telah didapatkan nilai anomali totalnya. Pemisahan anomali residual-regional ini selanjutnya akan disesuaikan dengan kondisi geologi sekitar daerah penelitian. Sebelumnya, telah dilakukan pemodelan kedepan (forward modeling) untuk memunculkan model sintetik pada perhitungan orde 1, orde 2 dan orde 3. Hasil forward modeling ini akan disesuaikan dengan model anomali regional yang muncul setelah diinversi. Setelah dilakukan pemisahan anomali residual-regional, selanjutnya adalah menyesuaikan antara kontur dan nilai anomali regional dengan keadaan geologi sekitar daerah penelitian. Gunung Ungaran merupakan bagian dari Pengunungan Serayu Utara yang berada pada bagian tengah Pola Jawa yang mana pada pola ini terdapat sesar naik dari arah Barat ke Timur. Dari hasil penyesuaian antara anomali regional orde 1, orde 2 dan orde 3 dengan kondisi geologi daerah sekitar didapatkan bahwa pada penelitian ini perhitungan inversi dengan orde 2 menunjukkan hasil pemisahan anomali yang paling sesuai.
Interpretasi Lapisan Bawah Permukaan Dengan Metode Reduksi ke Kutub dan Pseudogravitasi Berdasarkan Data Geomagnetik Pada Daerah Sesar Lampung-Panjang (Gunung Sulah dan Gunung Banten) Syamsurijal Rasimeng; Muhammad Saipuddin; Annisa Vidia Agustin; Rahmi Mulyasari; Ida Bagus Suananda Yogi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 13 No. 02 (2025): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v13i02.460

Abstract

Abstract. Faults are areas where earthquakes and potential mass movement disasters are prone to occur. Mount Sulah and Mount Banten are located in the Lampung-Panjang fault area, which has the potential for mass movement due to this fault. This study aims to determine the subsurface rock arrangement using the magnetic method. Data processing begins with making corrections to obtain the total magnetic anomaly. The total magnetic anomaly is then subjected to upward continuation filtering, separation of residual anomalies, reduce-to-pole transformation, pseudogravity transformation, and 2D modeling. The pseudogravity filter results show similarities with the results of pole reduction. The use of RTP (reduce to pole) method correlated with pseudogravity transformation in processing magnetic anomaly data can interpret the subsurface of a research area. Pseudogravity transformation can be utilized as a supportive factor in making cross-sections on the RTP contour map in the 2D modeling process. The research results indicate that the study area of Mount Sulah and Mount Banten has low magnetic anomaly values, by observing the regional geological map of the research area, including the QTl formation, which has low magnetic susceptibility values and the presence of faults impacting mineral distribution and rock composition, ultimately affecting the magnetic susceptibility value in that area. Based on the 2D modeling, there are three subsurface layers. The first layer consists of clay rock with a susceptibility value of 0.025 SI, estimated to be part of the QTl formation. The second layer is composed of schist rock with a susceptibility value of 0.05 SI, estimated to be part of the Pzg formation. Finally, the last layer is the basement layer of basalt lava with a susceptibility value of 0.43 SI, estimated to be part of the Qhvp formation. Keywords: Pseudogravity, magnetic, fault, RTP. Abstrak. Sesar merupakan daerah dimana rawan akan terjadi bencana kegempaan maupun potensi gerakan massa. Gunung Sulah dan Gunung Banten terletak pada daerah sesar Lampung-Panjang yang berpotensi terjadi gerakan massa akibat sesar tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui susunan batuan bawah permukaan dengan metode magnetik. Pengolahan data diawali dengan melakukan koreksi-koreksi untuk mendapatkan anomali magnetik total. Anomali magnetik total tersebut selanjutnya dilakukan filter upward continuation, pemisahan anomali residual, reduce to pole, transformasi pseudogravitasi, dan pemodelan 2D. Hasil filter pseudogravitasi memiliki kesamaan dengan hasil dari reduksi ke kutub, penggunaan metode RTP yang dikorelasikan dengan transformasi pseudogravitasi pada pengolahan data anomali magnetik dapat menginterpretasikan bawah permukaan suatu daerah penelitian. Transformasi pseudogravitasi dapat dimanfaatkan sebagai faktor pendukung dalam melakukan sayatan pada peta kontur RTP dalam proses pemodelan 2D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian Gunung Sulah dan Gunung Banten memiliki nilai anomali magnetik yang rendah, dengan mengamati peta geologi regional daerah penelitian termasuk dalam formasi QTl yang mana memiliki nilai suseptibilitas magnetik yang rendah serta adanya sesar berdampak pada distribusi mineral dan komposisi batuan, yang akhirnya mampu mempengaruhi nilai suseptibilitas magnetik di area tersebut. Berdasarkan pemodelan 2D terdapat 3 lapisan bawah permukaan, pada lapisan pertama merupakan batu lempung dengan nilai suseptibilitas 0,025 SI yang diperkirakan bagian dari formasi QTl, lapisan kedua merupakan batu sekis dengan nilai suseptibilitas 0,05 SI yang diperkirakan bagian dari formasi Pzg. Kemudian lapisan terakhir yaitu lapisan basement lava basalt dengan nilai suseptibilitas 0,43 SI yang diperkirakan bagian dari formasi Qhvp. Kata kunci: pseudogravitasi, magnetik, sesar, RTP.
EKSPLORASI KERAGAMAN BURUNG DAN CAPUNG SEBAGAI BIO-INDIKATOR LINGKUNGAN PERTAMBANGAN Dian Iswandaru; Hendry Micky; Novitasari; Aniessa Rinny Asnaning; Sepnina Like Lestari; Tugiyono; Syamsurijal Rasimeng; Jujur Prasetyo
Jurnal Nusa Sylva Vol. 26 No. 1 (2026): JURNAL NUSA SYLVA
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jns.v26i1.990

Abstract

Birds and dragonflies are two taxonomic groups with high potential as environmental bioindicators, particularly in andesite mining areas. Both groups are highly responsive to changes in terrestrial and aquatic environments. This study aimed to explore the species diversity of birds and dragonflies in a mining environment as a database for environmental management and biodiversity conservation efforts. Bird data were collected using the point count method, while dragonfly data were obtained through an exploratory method with purposive sampling. The results recorded 10 bird species from 7 families, namely Alcedinidae, Estrildidae, Campephagidae, Columbidae, Cuculidae, Rallidae, and Pycnonotidae, as well as 6 dragonfly species from 1 family, Libellulidae. The bioecological index of birds and dragonflies is categorized as medium for diversity index (H'), low for richness index (R), high for evenness index (E), and low for dominance index (C). The bird feeding guilds are dominated by granivores, omnivores, insectivores (30% each), and frugivores (10%). All birds and dragonflies are of Least Concern (LC), Non-Appendix (NA) status and are not protected. The presence of birds and dragonflies indicates that the andesite mining exploration area still functions ecologically as a habitat for these taxa, despite experiencing moderate levels of environmental pressure. All recorded species belong to generalist groups that are relatively tolerant of disturbance and pressure from anthropogenic activities, particularly mining. Repeated population surveys (monitoring) of birds and dragonflies, along with a strong commitment to maintaining protected areas for these taxa within the mining scope, are necessary to support biodiversity conservation
Co-Authors Achmad Subari Aisah Yuliantina Akroma Hidayatika Ambrosius Hernawan Wibisono Amelia Isti Ekarena Andrian Wilyan Djaja Aniessa Rinny Asnaning Annisa Vidia Agustin Annur Istikomah Aprillia Yulianata Arief Putih Prabowo Arif P Prabowo Arif P Prabowo Arsy Nurrochman Assegaf, Muhammad Alimuddin Hamzah Ayu Safira, Ayu Azis Riyanti Bagus Sapto Mulyatno Dani, Ilham Dewi Wijayanti Dewi Wijayanti Dewi, Soraya Tiana Dian Iswandaru Egie Wijaksono Eko Rananda Elen Novia Limswipin Emir Dzakwan Kamal Zein F Alami Fadhil Muhammad Nizam Fahruddin Fahruddin Farrasha, Muthia Firda Amalia Gita Purna Rae Wanudya Gusti Aldy Haqqie Ramadhan Hendry Micky Hesti Hesti Hidayat Hidayat Hilman Sabiq Ibrahim Ibrahim Ida Bagus Suananda Yogi Ida Bagus Suananda Yogi Ida Bagus Suananda Yogi Ida Bagus Sunanda Yogi Idabagus S Yogi Iis Ratna Sari Ilham Dani Ilham Dani Istikomah, Annur Ivana Jayarani Ivana Jayarani Sitompul Jujur Prasetyo K Karyanto Karyanto, Karyanto La Ode Safiuddin La Ode Safiuddin Ledia Damayanti Lintang Prabowo Luthfi Rahmawati Maria Nova NafTalita Masdar Helmi Medi K Putri Mhd Azri Pangaribuan Muhammad Fikri Azhari Muhammad Nasri Muhammad Nurul Muhammad Rasyid Ridho Muhammad Saipuddin Mustaid Yusuf Nandi Haerudin Nando Liven Konstanta Noor Muhammad Indragiri Novitasari Nurlina Nurlina Ordas Dewanto PM Haidar Pratama, Tectona Putra Epriyan R Rustadi Rahmat C Wibowo Rahmawati, Luthfi Rahmi Mulyasari Ramadhan, Haqqie RC Wibowo Restu Wildanu Ahadi Ririn Yulianti Rudianto Rudianto Rustadi Rustadi S Suharno Sabrianto Aswad, Sabrianto Sakka Sakka Sari, Iis Ratna Sepnina Like Lestari Sianturi, Rizky J. Soulthan Salahudin Al Ayubi Subarsyah Subarsyah Sudarningsih Sudarningsih Suharno Suharno Suharno Suharno Suharno Sultan Al Ghifari Supardi . Supardi Supardi Surbakti, Lucky Dolinta Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin, Erfan Syihab, Mufly Fadla Tiara Andika Fadila Tugiyono Tugiyono Tugiyono Ulfa Wahyuningsih Valentino Manurung, Andro Varenza Novita Yandi Wibowo, Rahmat Catur Widya Putri Syahranti Wijaksono, Egie Winda Styani Yuliawati Yandi, Varenza Novita Yeri, Nazhifah Ananda Yoga Kurniawan Yogi, Sunanda Zein, Emir Dzakwan Kamal