Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

RANCANG BANGUN ALAT UJI KINERJA PLTMH SKALA LABORATORIUM Abdul Salam; Jamal Jamal; Baso Nasrullah; Theopilus Limin; Andi Muh Irsyam; Abd Wahid
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.948 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v15i2.1188

Abstract

Perancangan alat uji kinerja PLTMH dengan skala laboratorium bertujuan untuk mendpatkan alat uji kinerja PLTMH skala laboratorium yang akan digunakan mahasiswa untuk praktikum energi alternatif. Metode perancangan dilakukan dengan melalui studi literatur dan verifikasi data, design rancang bangun turbin cross flow, persiapan alat dan bahan, pembuatan alat uji, pengolahan data, perhitungan daya output (mekanik), pembahasan, dan pembuatan kesimpulan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pada tekanan 0,15 kg/m2 diperoleh daya input sebesar 48,83 watt, daya output maksimum sebesar 3,617 watt dan efisiensi mekanik maksimum sebesar 7,408 %. Pada tekanan 0,2 kg/m2 diperoleh daya input sebesar 71,663 watt, daya output maksimum sebesar 4,913 watt dan efisiensi mekanik maksimum sebesar 6,855 %. Pada tekanan 0,25 kg/m2 diperoleh daya input sebesar 98,168 watt, daya output maksimum sebesar 5,644 watt dan efisiensi mekanik maksimum sebesar 5,75 %.
Efek Pemakaian Economizer Terhadap Peningkatan Efisiensi Boiler Pulverized Pada Unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap Suhardi Suhardi; Kamriani Kamriani; Suryanto Suryanto; Jamal Jamal
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 18, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.872 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v18i1.2253

Abstract

Kehilangan panas pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) merupakan salah satu faktor penting yang sangat perlu diperhatikan dalam pengoperasian boiler. Penelitian ini bertujuan  menganalisis efisiensi boiler pulverized dengan memakai economizer dan membandingkan jika tidak memakai economizer pada suatu boiler jenis Pulverized PLTU.  Dalam melakukan penelitian ini metode yang digunakan adalah metode dengan menggunakan data hasil survey pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Jeneponto dan dilanjutkan dengan analisis yang membandingkan penggunaan economizer dan tanpa menggunakan economizer. Hasil analisis diperoleh efesiensi boiler dengan menggunakan economizer sebesar rata-rata 90% dan tanpa menggunakan economizer rata-rata 80%. Dengan demikian penggunaan economizer dapat meningkatkan efesiensi sekitar 12% atau yang setara dengan 2976,8 kg/jam.
Mengubah Pola Aliran Fluida Dengan Variasi Jarak Vertikal Batang Pengganggu Untuk Meningkatkan Perpindahan Panas Konveksi Jamal Jamal
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 6, No 2 (2008): Oktober 2008
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.11 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v6i2.1030

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi jarak vertikal antar batang pengganggu silindris terhadap perpindahan panas konveksi dalam saluran segiempatpemasangan batang pengganggu silindris adalah untuk mengubah pola aliran fluidanya menjadi turbulen. Untuk menimbulkan efek turbulensi dilakukan dengan menempatkan batang pengganggu silindris yang disusun bersilangan ditengah saluran berpenampang segiempat. Perpindahan panas konveksi diperoleh dengan mengukur temperatur fluida masuk dan keluar saluran serta temperatur permukaan dinding dalam saluran. Variasi batang pengganggu yang diberikan adalah perbandingan jarak vertikal dengan diameter penghalang (B/D) sebesar 1 dan 1,5. Hasil yang diperoleh adalah semakin besar bilangan reynold bilangan Reyleigh dan Reynolds meningkat, penurunan perbandingan B/D dari 1,5 ke 1 menyebabkan bilangan Reyleigh menurun dan Reynolds meningkat, semakin kecil jarak vertikal antar batang pengganggu, menyebabkan perpindahan panas konveksi semakin meningkat.
Analisis Kinerja Kolektor Distilasi Surya Kaca Ganda Dengan Heat Absorber Jamal Jamal
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 19, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.956 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v19i2.3389

Abstract

Solar distillation is a water distillation technology to get fresh water from sea water by evaporating sea water by heating it with solar energy, which then condenses the water vapor to get fresh water. The use of heat absorbers is to increase the absorption of solar energy and lift water to the surface of the heat absorber material to be evaporated. This research was conducted to determine the effect of using various heat absorbers (charcoal, pumice and white sand) on the quantity of fresh water produced by a double glass solar distillatory and to determine the performance of a double glass solar distillation collector with various heat absorbers. This research was carried out by direct observation for data collection, direct testing was carried out on a double glass distillatory with various heat absorbers, for accuracy the research was carried out simultaneously for all types of heat absorbers in the alternative energy laboratory of the Department of Mechanical Engineering at the State Polytechnic of Ujung Pandang for 5 days. The test was carried out from 08.00 WITA to 17.00 WITA by recording data every 30 minutes. Based on the research and data analysis conducted, the average condensate volume for charcoal heat absorber is 157 ml, pumice stone is 141 ml and white sand is 80.8 ml. % and white sand 3,784%.
Analisis Kinerja Harian Pendingin Udara Non-Freon yang Memanfaatkan Energi Pencairan Es Jamal Jamal
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.777 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v9i1.1064

Abstract

Indonesia sebagai sebuah negara tropis memiliki iklim dengan suhu cukup tinggi, sehingga kebutuhan mesin pendingin udara (AC) sangat tinggi. Tetapi timbul permasalahan akibat penggunaan mesin pendingin udara yaitu menggunakan energi yang besar, pencemaran lingkungan dari penggunaan freon yang dapat merusak ozon dan harga pengadaannya yang mahal. Dengan meningkatnya kebutuhan mesin pendingin udara maka perlu untuk melakukan analisis kinerja harian dari mesin pendingin udara non-freon yang memanfaatkan energi pencairan es, yang merupakan tujuan jangka pendek dari penelitian ini, sedangkan tujuan jangka panjang penelitian ini adalah mengatasi permasalahan global yaitu penggunaan energi yang sangat besar serta pemanasan global akibat penggunaan mesin pendingin ruangan yang tidak ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam penyelesaian masalah di atas adalah dengan melakukan uji pendingin udara alternatif yang tidak menggunakan freon sebagai fluida kerja tetapi menggunakan es sebagai sumber energi pendingin, uji kinerja dilakukan secara harian dari jam 09.00 wita sampai jam 15.00 wita. Untuk penghematan energi listrik maka penggunaan kompressor pada pendingin udara dalam penelitian ini digantikan dengan penggunaan pompa, sedangkan untuk mencegah pencemaran lingkungan maka penggunaan freon sebagai fluida kerja diganti dengan campuran air dan es. Hasil pengujian yang dilakukan adalah mesin pendingin udara yang mampu mendinginkan ruangan, tidak menggunakan freon sebagai fluida kerja hingga aman bagi lingkungan dan mesin pendingin udara yang memiliki biaya pengadaan dan pemeliharaan serta perbaikan yang lebih rendah dibandingkan AC berfreon tetapi memiliki biaya operasional yang lebih tinggi. Dari gambar 5 di atas terlihat hasil pengujian peralatan uji (AC tanpa freon) mampu menurunkan temperatur ruangan dimana hasil yang diperoleh lebih rendah dari kondisi pengujian temperatur ruangan tanpa menggunakan AC, walaupun masih terlihat bahwa pengujian temperatur ruangan menggunakan AC berfreon masih lebih baik dibandingkan pengujian temperatur ruangan dengan AC menggunakan es sebagai fluida kerja dengan kondisi tersebut terlihat bahwa peralatan uji (AC tanpa freon) memiliki kinerja yang baik tetapi masih lebih rendah dari kinerja AC berfreon.
Peningkatan Jumlah Produksi Pemotongan Ayam Menggunakan Mesin Potong Ayam Jamal Jamal; Lewi Lewi
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 13, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.226 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v13i1.1139

Abstract

Kelurahan Bara-baraya yang terletak di kecamatan Makassar kotamadya Makassar provinsi Sulawesi Selatan merupakan pusat penjualan ayam potong, pada daerah tersebut terdapat kurang lebih 40 usaha ayam potong. Salah Satu bentuk pelayanan yang sering diminta oleh pembeli adalah memotong ayam menjadi beberapa bagian kecil, terkadang pembeli menginginkan satu ekor ayam dipotong menjadi 8 bagian, 12 bagian, hingga 16 bagian. Pengerjaan pemotongan ayam menjadi beberapa bagian kecil sangat menyita waktu. Kondisi ini sangat merepotkan kelompok usaha ayam potong sehingga perlu dicarikan solusi penyelesaian masalah tersebut. Solusi yang ditawarkan bagi kelompok usaha ayam potong adalah berupa penerapan ipteks bagi masyarakat dengan melakukan pembuatan atau pengadaan peralatan yang dibutuhkan berupa mesin pemotong ayam menjadi beberapa bagian kecil. Penggunaan mesin pemotong ayam menjadi beberapa bagian kecil sangat mempersingkat waktu yang dibutuhkan oleh kelompok usaha ayam potong dalam melayani setiap pelanggan. Penggunaan mesin potong ayam untuk memotong ayam menjadi 8 potong, mampu memotong ayam sebanyak 128 ekor/jam. Sedangkan pemotongan ayam secara manual menggunaan parang untuk memotong ayam menjadi 8 potong, mampu memotong ayam sebanyak 65 ekor/jam. Besar peningkatan kinerja penggunaan mesin potong ayam dibandingkan secara manual menggunaan parang adalah sebesar 96%.
ANALISIS PENGARUH ALIRAN NATURAL TERHADAP KINERJA PENGERING SURYA TIPE RAK UNTUK PROSES PENGERINGAN JAGUNG Jamal Jamal; Sri Suwasti; Sukma Abadi; Regiartha Sampetoding; Christianto Lomba
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.692 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v14i1.1162

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisa pengaruh penggunaan sistem aliran konveksi alamiah (natural) terhadap kinerja dari pengering surya tipe rak untuk proses pengeringan jagung. Pengeringan dilakukan menggunakan pengering surya tipe rak yang memiliki 3 susun rak yaitu bawah, tengah dan atas. Pengeringan dilakukan dengan memvariasikan jumlah massa jagung yang dikeringkan pntuada setiap rak yaitu 500 g, 700 g dan 900 g, dimana massa jagung tersebut sama untuk setiap raknya. Aliran natural yang dibuat adalah dengan melubangi pada bagian atas dan bagian bawah rak serta pada bagian depan kolektor. Lubang yang dibuat pada bagian atas dan bawah rak adalah untuk membuang udara lembab keluar pengering, sehingga udara dalam ruang pengering tetap udara kering, hal ini diharapkan meningkatkan laju pengeringan. Hail yang diperoleh adalah semakin lama waktu pengeringan maka massa jagung yang dikeringkan semakin berkurang, laju pengeringan jagung terbesar terjadi pada rak bagian bawah, semakin besar massa jagung maka selisih laju pengeringan rak tengah dan rak atas semakin besar dimana rak tengah memiliki laju pengeringan yang lebih besar dari rak atas, semakin besar massa bahan maka laju pengeringan akan semakin besar, hal ini terjadi pada setiap rak pengering.
Pengaruh Heat Absorber pada Kolektor Destilasi Surya dengan Kondisi Vakum Jamal Jamal; Sri Suwasti
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.258 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v12i2.1130

Abstract

Destilator tenaga surya merupakan teknologi penyulingan air untuk mendapatkan air tawar dari air laut, teknologi ini dikembangkan untuk mengatasi masalah kekurangan air pada berbagai daerah utamanya dipesisir pantai. Penggunaan material heat absorber adalah untuk meningkatkan serapan energi matahari dan mengangkat air kepermukaan material untuk diuapkan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh penggunaan heat absorber (arang dan batu apung) pada kolektor destilasi surya dengan kondisi pengujian bertekanan vakum. Penelitian ini mengamati kuantitas air tawar yang dihasilkan serta mengamati kinerja kolektor destilasi surya. Penelitian ini dilaksanakan dengan observasi langsung untuk pengumpulan data, dilakukan pengujian langsung pada destilator surya dengan heat absorber. Untuk keakuratan penelitian dilaksanakan secara bersamaan untuk semua heat absorber. Penelitian ini menggunakan penutup kaca dengan ketebalan 12 mm, untuk mengatasi tekanan vakum yang terjadi. Hasil yang diperoleh adalah semakin kecil tekanan vakum atau semakin besar kevakuman maka semakin besar volume kondensat rata-rata dan efisiensi rata-ratanya. Penggunaan batu apung lebih baik dibandingkan penggunaan arang untuk semua kondisi vakum dalam penelit
Analisis Kinerja Heat Absorber Arang dan Batu Apung pada Proses Destilasi Air Laut Chandra Buana; Musrady Mulyadi; Sukma Abadi; Jamal Jamal
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 12, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.721 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v12i1.1113

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh penggunaan heat absorber arang dan batu apung pada proses destilasi air laut dengan menggunakan kolektor surya kaca ganda. Penelitian dilaksanakan selama 5 hari, dari pukul 08.00 hingga 17.00 wita, pengambilan data setiap 30 menit, juga dilakukan satu kali pengambilan data pada pukul 08.00 wita esok harinya, yang merupakan pengujian 24 jam. Penelitian dilaksanakan menggunakan dua buah kolektor destilasi surya yang diuji secara bersamaan, masing-masing kolektor menggunakan satu jenis heat absorber. Heat absorber arang menyerap energi matahari lebih besar dari batu apung, heat absorber arang juga mampu menghasilkan uap dan mengkondensasinya dengan baik secara bersamaan pada intensitas radiasi matahari yang tinggi. Penggunaan heat absorber arang pada siang hari dengan intensitas radiasi matahari yang tinggi menghasilkan kondensat lebih banyak dari batu apung, walaupun pada intensitas radiasi matahari yang rendah heat absorber arang menghasilkan kondensat yang lebih sedikit dari batu apung. Pada malam hari heat absorber batu apung menghasilkan kondensat yang lebih banyak dari arang. Pada pengujian jam 08:00 hingga 17:00 wita, heat absorber arang menghasilkan volume kondensat rata-rata sebesar 158 ml dan batu apung 142 ml. Pada pengujian hingga 24 jam diperoleh volume kondensat rata-rata arang 175 ml dan batu apung 177,2 ml.
Analisis Konsumsi Bahan Bakar Spesifik Pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto Jamal Jamal; Chandra Bhuana; Fajri Alihar
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 18, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.858 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v18i1.2233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nilai kalor bahan bakar  terhadap SFC pada unit I PLTU Jeneponto, dan untuk mengetahui karakteristik hubungan SFC dengan variasi beban generator yang berbeda pada unit I PLTU Jeneponto, serta untuk mengetahui karakteristik hubungan SFC dengan efesiensi sistem pada unit I PLTU Jeneponto. Penelitian dilakukan dengan mengolah data sekunder yang didapatkan dari PLTU Jeneponto, juga dilakukan observasi lapangan dan wawancara dengan beberapa pegawai dan operator PLTU Jeneponto. Hasil yang diperoleh adalah rata-rata nilai kalori yang tertinggi memiliki nilai SFC yang rendah dan sebaliknya. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi nilai kalori yang terdapat pada batubara maka konsumsi bahan bakar spesifiknya (SFC) semakin rendah begitupun sebaliknya. Pada pembebanan 50-60% dari kapasitas terpasang 1×125 MW memberikan nilai SFC yang relatif tinggi, sedangkan pada pembebanan diatas 80% dari kapasitas terpasang 1×125 MW memberikan nilai SFC yang relatif rendah, ini artinya pembangkit dapat bekerja optimal jika dioperasikan pada pembebanan diatas 80%. Nilai SFC yang rendah memiliki efesiensi yang tinggi dan nilai SFC yang tinggi memiliki efesiensi yang rendah, kondisi ini memperlihatkan bahwa semakin tinggi nilai SFC pembangkit tersebut maka semakin rendah efesiensi sistemnya begitu pun sebaliknya.