Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Audit Energi dan Analisis Peluang Penghematan Energi Listrik Pada Bagian Produksi di PT. EPFM Makassar Jamal Jamal; Marlina Marlina; Floransya Dwi
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 17, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.419 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v17i1.1591

Abstract

Basic electricity tariffs that continue to increase force various parties to race to carry out savings programs, the right thing to apply the savings program is energy management and one of them is an energy audit. The energy audit carried out in this study was an energy audit at PT. Makassar EPFM. The energy audit starts with the collection and processing of energy consumption data at the factory, calculates the Energy Consumption Intensity (IKE). From the results of the calculation of the intensity of energy consumption it is known that the level of efficiency in the use of electrical energy in the building. The efficiency of electricity consumption at PT. EPFM can be improved
ANALISIS PENGARUH JUMLAH SUDU, DIAMETER, DAN KEDALAMAN RENDAMAN TERHADAP KINERJA TURBIN RODA AIR Jamal Jamal; Chandra Buana; Irwan Irwan; Muh Wahyu Achmad
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 15, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.765 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v15i1.1181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pengaruh jumlah sudu terhadap kinerja turbin roda air (2) Mengetahui pengaruh diameter terhadap kinerja turbin roda air (3) Mengetahui pengaruh kedalaman rendaman terhadap kinerja turbin roda air. Aliran irigasi adalah aliran air yang mengalir, sehingga memiliki daya air, walaupun kecil. Kendala pada daerah aliran irigasi adalah tidak terdapat penerangan jalan akibatnya kurangnya daya listrik PLN atau memang daerah tersebut belum teraliri listrik PLN. Terdapat sistim pembangkit listrik skala kecil, yaitu menggunakan turbin roda air yang dapat digunakan pada aliran irigasi untuk membangkitkan listrik dan menyalakan lampu penerangan jalan pada daerah irigasi. Dalam pnenerpan fungsi irigasi dan aliran sungai berskala kecil, Metode yang digunakan adalah system aliran undershot, dimana setelah melakukan pengambilan data baik berbeban dan tanpa beban dilakukan analisa data untuk mengetahui kinerja rata – rata sebuah kinerja turbin roda air. Hasil penelitian ini menghasilkan data pada turbin T8-120 dapat dilihat pada kedalman rendaman 2cm Pout max yang di hasilkan = 0.021 Watt, pada kedalman 4cm Pout max = 0.034 Watt, kedalman 5cm Pout max = 0.032 Watt. turbin T8-120 diperoleh efesiensi= 9.05% dan Fmax 1600 N, turbin T10-140 diperoleh efesiensi= 12,67 % dan Fmax 1600 N, turbin T12-160 diperoleh efesiensi = 13,44% dan Fmax 1800 N. Jadi kesimpulan dari penelitian ini semakin bayak jumlah sudu besaran dimater dan kedalman rendaman turbin roda air maka daya output yang dihasilkan juga akan semakin besar.
PEMANFAATAN UAP PLTP LAHENDONG UNTUK INDUSTRI PABRIK GULA AREN Jamal Jamal; Lydia Marghariet; Rhesa Aristo
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 16, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1576.02 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v16i1.1204

Abstract

Umumnya pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) hanyamemanfaatkan uap panas bumi sebagai sumber energi panas dan mengubahnyamenjadi energi listrik. Pada kajian ini uap panas bumi pada PLTP Lahendong akandimanfaatkan tidak hanya untuk menghasilkan, listrik tetapi juga untuk industri prosesyakni industri gula semut aren (palm sugar)dengan sistem combine heat andpower(CHP). Nira aren dipanaskan menggunakan uap panas bumi dengan alatpemanas yang disebut juicer pada proses awal atau proses pemurnian hingga 70 °C.Selanjutnya proses penguapan untuk mengurangi kadar air dengan pemanasan sampai120 °C pada evaporator. Proses ini untuk menguapkan air yang masih terkandungdalam nira pada temperatur 70 °C dengan kondisi vakum dan sambil melakukanpengadukan secara merata dan konstan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa gulaaren yang berbentuk kristal atau berbentuk serbuk, dapat dihasilkan sebanyak 2,5 tondari bahan baku nira sebanyak 22000 liter per hari dengan kebutuhan uap ± 4 ton/jam.
KAJI TEORETIS DAN EKSPERIMENTAL TURBIN CROSSFLOW PANCARAN GANDA KAPASITAS 3kW-5kW Abdul Salam; Luther Sonda; Jamal Jamal; Aswar Anas; M N Ichsan; R Tanopa
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.324 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v16i2.1505

Abstract

Kaji teoretis dan eksperimental Turbin Crossflow pancaran ganda kapasitas 3kW-5kW bertujuan untuk mengetahui berapa dimensi desain Turbin Crossflow yang sesuai dengan daya yang dihasilkan yang tidak hanya dapat digunakan sebagai alat uji, juga dapat diaplikasikan ke masyarakat serta untuk mengetahui hasil perhitungan secara teoretis dengan hasil eksperimental dari Turbin Crossflow. Perancangan dan pembuatan dilakukan dengan mengkaji secara teoretis Turbin Crossflow sehingga didapatkan dimensi desain turbin, rancangan turbin Crossflow, pembuatan komponen-komponen dan proses assembly alat uji. Hasil penelitian tugas akhir ini didapatkan dimensi desain turbin crossflow, dimana: Daya Turbin = 2,778 kW  2,8 kW, tinggi jatuh air (head) = 6 m, Diameter runner = 0,21 m, jumlah sudu = 21 buah, diameter pipa penstock = 6 Inchi, dan diameter poros = 18,87 mm. Selanjutnya dari hasil perhitungan tersebut dibuat komponen-komponen turbin. Adapun tegangan yang dihasilkan rata-rata 350 Volt.
Karakteristik dan Efektivitas Alat Pengering Gabah dengan Memanfaatkan Bahan Bakar Biomassa Berupa Sekam Padi Jamal Jamal
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 7, No 1 (2009): April 2009
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.717 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v7i1.1036

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan tingkat efektifitas dari alat pengering gabah dengan menggunakan bahan bakar biomassa berupa sekam padi. Pada prinsipnya alat pengering ini menggunakan pemanas tidak langsung. Fungsi utama alat ini adalah untuk mengeringkan gabah sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lama. Sumber panas yang berasal dari tungku pembakaran terlebih dahulu akan memanasi rak, kemudian panas dari permukaan rak akan memanaskan bahan–bahan yang tertata di atas rak pengering. Pemanasan dibantu oleh udara panas yang mengalir pada dinding samping kanan dan kiri ruang pengering. Gas panas sisa pembakaran dialirkan melalui pipa udara panas dan keluar melalui cerobong asap. Untuk meningkatkan pemanfaatan energi panas sisa pembakaran tersebut, aliran gas disalurkan dengan arah melintang melalui bagian tengah ruang pengering, dengan tujuan agar penyebaran panas akan lebih merata ke seluruh bagian ruang pengering. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan yakni mutu produksi gabah dapat dipertahankan karena berada pada ruang tertutup; proses pengeringan dapat dilakukan pada malam hari atau cuaca mendung (hujan); dapat menurunkan kadar air gabah sebesar 3,8 % selama 1 hari (5 jam). Efisiensi rata–rata yang diperoleh dalam pengujian ini adalah 7,155 %.
THE INFLUENCE OF RELATIONSHIP MARKETING TOWARDS CUSTOMER RETENTION EFFORTS ON CULINARY SEAFOOD CRAB'S NEST RESTAURANT IN THE CITY OF JAMBI Jamal Jamal; Ade Titi Nifita; Garry Yuasa Rosyid
Journal of Business Studies and Management Review Vol. 2 No. 1 (2018): JBSMR Vol 2 No.1 December 2018
Publisher : Management Department, Faculty of Economics and Business, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.284 KB) | DOI: 10.22437/jbsmr.v2i1.6462

Abstract

The purpose of this study was to study the relationship of marketing to customer retention in seafood food companies in crabs in the city of Jambi, as well as identify things that need to be considered in improving customer retention. The data in this study used a survey method using a questionnaire given to 105 respondents. The data were analyzed using multiple linear regression techniques. The results of statistical tests simultaneously, dimensions, commitment, communication, and handling were significantly positive and significant for customer retention, with an influence value (R2) of 54.5%. The results showed that partially, dimensions, commitment, and communication had a positive and significant effect on customer retention, while the handling dimension was not significant to customer retention. Thus, efforts are needed to improve the quality of handling speed in order to increase customer retention in the crab seafood restaurant culinary business in Jambi City.
Uji Kinerja Turbin Turgo dengan Variasi Jumlah Sudu dan Sudut Kemiringan Nozzle La Ode Musa; Jamal Jamal; Ridwan Ridwan; Intania Namira Luspa
Jurnal Sinergi Jurusan Teknik Mesin Vol 21, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31963/sinergi.v21i1.4193

Abstract

Electrical energy is energy that has an important role for society. A number of ways have been done to meet electricity needs, one way is by using various alternative energy sources. These alternative energy sources include: Water, Wind, and Solar. But water is a cheap and relatively easy source of energy. So we need a tool that is used to convert the water energy into electrical energy, one of which is a turbine. This turbine will utilize the energy of fluid flow into mechanical energy, which will then be converted into electrical energy. In this study, we designed a turgo turbine model using a stainless steel spoon as the blade. By varying the number of blades and the angle of inclination of the nozzle. The methods used are literature studies, design methods, manufacturing methods, testing methods, and data analysis methods. Based on the test results, the 15 blade variation has an average efficiency of 3.65%. For the variation of the 20 blade has an average efficiency of 4.50%. And the 25 blade variation has an average efficiency of 4.90%. As for the variation of the 0° angle, the average efficiency is 2.84%. For the 15° angle variation the average efficiency is 4.80%. For the 25° angle variation the average efficiency is 5.45%. And for the variation of the angle of 35° the average efficiency is 4.33%.
Analisis Pengaruh Diameter Sudu Pipa Elbow Terhadap Kinerja Turbin Jamal Jamal; La Ode Musa; Joy E. Sitayani; Lovejuwantri Batu Pagallaran
Jurnal Sinergi Jurusan Teknik Mesin Vol 21, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31963/sinergi.v21i1.4204

Abstract

In this study, three turbines were tested with variations in the diameter of blades the elbow pipe, are ½ inch, ¾ inch and 1 inch, the three turbines were tested alternately. The working principle of the test installation is that the pump circulates pressurized water through a pipe from the lower reservoir to the nozzle, the water spray from the nozzle hits the turbine blades so that the turbine rotates, the water falls and flows back into the reservoir. The turbine rotation that occurs also causes the rotation of the pulley and generator. The rotating generator produces electricity, which is sent to the lamp load until it lights up. The lowest performance of the 90° elbow turbine is at an output power of 1.35 watt with a system efficiency of 28.28% occurring in the use of ½ inch diameter elbow blades while the highest is at 2.76 watt power with 62.10% efficiency occurring in the use of ¾ Inch diameter elbow blades. On average, turbine elbow ½ inch has an efficiency of 33.57%, turbine elbow ¾ inch has an efficiency of 43.65% and turbine elbow one inch has an efficiency of 46.46%.
Analisis Multi Raster SRTM, Radarsat dan Landsat untuk Karakterisisasi Morfo-struktur dari Geometri Sesar di Daerah Binuang, Kalimantan Selatan Jamal Jamal; Nana Sulaksana; Emi Sukiyah; Yoga Andriana Sendjaja
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 20 No. 1 (2019): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v20i1.405

Abstract

The Binuang area and its surroundings are genetically structural landforms which characterized by cuesta ridge line with curve lineaments pattern on northeast-southwest direction. Geomorphological approach were carried out to determine structural geometry of geological surface using qualitative and quantitative approach on multiple map analysis of remote sensing data. The result of quantitative analysis on elevation data are used to classify heights, slope shape and steepness, lineaments, drainage, and slope aspect. Optical images were classified to determine lithological pattern and boundaries through analysis of band ratios, decorrelation stretch, principal component, and spatial enhancement. The research area are classified into eight class of structural landforms, depicting deformations that occured in western flank of Meratus Mountains. The surface pattern indicates the influence of compressional stress, shown by fold belt with longitudinal characteristic and fault-bounded anticlines on northeast-southwest axis. The formation of main structure pattern on research area was compared with that on strike-slip fault analog model. The resulting correlation factor, R=0.932, shows that both of them are highly correlated. In conclusion, surface structure can possibly form another variation of thrusted mountain belt, such as thrust-dominated restraining bends.Keywords: landsat, SRTM, morphostructure, morphometry, rhomboidal pattern, Meratus.
Perubahan Muara Bodri Periode 1972-2017 Diinterpretasi pada Citra Landsat, dan Pengaruhnya Terhadap Pantai Kendal Sidarto Sidarto; Indra Sanjaya; Jamal Jamal
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 21 No. 4 (2020): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v21i4.544

Abstract

Dataran Kendal mempunyai peran sangat penting dalam transportasi di pantai utara Jawa Tengah, sehingga infrastruktur dan populasi daerah ini berkembang dengan cepat. Lima sungai utama mengalir di Dataran Kendal, yaitu Sungai Bodri, Sungai Cangkring, Sungai Blukar, Sungai Damar, dan Sungai Koto. Sungai Bodri mempunyai daerah aliran sungai (DAS) paling luas, dengan perkembangan sangat dinamis. Data penginderan jauh sangat efektif digunakan untuk monitoring permukaan bumi, baik lokal maupun regional. Untuk mengetahui perubahan Delta Bodri digunakan Citra Landsat, yang meliputi citra landsat Multispectral Scanner (MSS) tahun 1972, citra landsat Thematic Mapper (TM) tahun 1992, citra Landsat Enhance Thematic Mapper+ (ETM+)  tahun 2001, dan citra Landsat Data Continuity Mission  (LDCM) tahun  2017. Citra MSS dan TM dilakukan koreksi geometri, sedangkan citra lainnya sudah mempunyai titik kontrol secara otomatis. Pantai dan sungai diinterpretasi pada setiap citra di layar komputer, hasilnya ditumpang-tindihkan dan perbedaannya dianalisis secara ilmiah. Pada citra Landsat MSS, tampak Muara Bodri bercabang dua, yaitu Sungai Badri dan Sungai Kenceng, yang masing-masing membentuk delta cuspate. Penampakan citra Landsat TM menunjukkan Sungai Bodri sudah bermeander, dan  muara sungai agak menjorok ke laut. Sementara itu, muara Sungai Bodri pada citra Landsat ETM+ menjorok ke baratlaut dan membentuk delta kerucut, sedangkan pada citra LDCM sungai ini berbelok ke utara, dan muara sungai menghadap relatif ke utara. Muara Sungai Badri warnanya makin pekat, yang ditunjukkan oleh warna putih pekat, mengidentifikasikan suplai material sungai bertambah. Sebaran pengendapan suspended material makin meluas, menunjukkan energi di laut makin besar. Perubahan Muara Bodri dipengaruhi oleh kondisi DAS Badri Hulu (batuannya mudah tererosi, dipicu oleh tutupan lahan terbuka dan curah hujan tinggi); dan energi laut berupa gelombang barat, yang dipengaruhi oleh  pemanasan global.Katakunci: Muara Bodri, citra landsat, periode 1972-2017,perkembangan Pantai Kendal.