Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Masyarakat Desa Andepali Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe Sudayasa, I Putu; Rahman, Muhammad Fathur; Eso, Amiruddin; Jamaluddin, Jamaluddin; Parawansah, Parawansah; Alifariki, La Ode; Arimaswati, Arimaswti; Kholidah, Andi Noor
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.3491

Abstract

ABSTRAKPenyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit yang tidak ditularkan dan tidak ditransmisikan kepada orang lain dengan bentuk kontak apapun, menyebabkan kematian dan membunuh sekitar 35 juta manusia setiap tahunnya, atau 60% dari seluruh kematian secara global, dengan 80% pervalensi pada negara berkembang. Penyakit tidak menular, khususnya penyakit kardiovaskuler, kanker, penyakit pernapasan kronis, dan diabetes merupakan ancaman utama bagi kesehatan dan perkembangan manusia saat ini. Tujuan pengabdian masyarakat yang terintegrasi kuliah kerja nyata (KKN) Tematik, untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular, pada masyarakat Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe. Metode kegiatan berupa penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah sewaktu dan asam urat. Telah dilakukan skrining dan deteksi dini fator risiko penyakit tidak menular terhadap 67 orang responden, meliputi 14 laki–laki dan 53 perempuan. Pada hasil pemeriksaan tekanan darah, didapatkan jumlah yang mengalami hipertensi 28,35 %, normotensi 67,16, dan hipotensi 4,47 %. Pada pemeriksaan Kolesterol Total, didapatkan  kolesterol dalam batas normal 2,38 % dan tinggi 37,31 %.  Hasil pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), didapatkan kadar GDS dalam batas normal 85,07 % dan kadar GDS tinggi 14,92 %. Pada pemeriksaan Asam Urat didapatkan dalam batas normal adalah 91,04 % dan tinggi 8,95 %.Kata kunci: faktor risiko; penyakit tidak menular Early Detection of Non-communicable Disease Risk Factors in Andepali Village Community, Sampara District, Konawe RegencyABSTRACTNon-communicable disease (PTM) is a disease that is not transmitted and is not transmitted to others by any form of contact, causing death and killing around 35 million people each year, or 60% of all deaths globally, with 80% prevalence in developing countries. PTM, especially cardiovascular disease, cancer, chronic respiratory diseases, and diabetes are the main threats to human health and development today. The purpose of integrated community service is the Thematic Real Work Study (KKN), to detect risk factors for non-communicable diseases, in the community of Sampara District, Konawe Regency. The method of activity in the form of health education, blood pressure, cholesterol levels, blood sugar and uric acid. Screening and early detection of risk factors for non-communicable diseases have been carried out on 67 respondents, including 14 men and 53 women. On the results of blood pressure examination, it was found that the amount of hypertension was 28.35%, normotension 67.16% and hypotension 4.47%. In the examination of Total Cholesterol, cholesterol was found to be within the normal limit of 2.38% and 37.31% high. Examination results of Blood Sugar (GDS), obtained levels of GDS in the normal range of 85.07% and high GDS levels of 14.92%. In the examination of Gout found in the normal range is 91.04% and high 8.95%.Keywords: gout; blood sugar; cholesterol; non-communicable diseases; blood pressure 
Strategi Kesantunan Berbahasa pada Debat Publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Muna Tahun 2020 Martisa, Ela; Eso, Amiruddin
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i4.1302

Abstract

Kesantunan berbahasa merupakan aspek penting dalam debat politik karena memengaruhi cara kandidat membangun citra dan menyampaikan kritik di ruang publik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi kesantunan berbahasa yang digunakan oleh dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Muna pada debat publik Pilkada 2020. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa transkripsi tuturan dari video debat resmi. Analisis dilakukan berdasarkan teori kesantunan Brown dan Levinson yang mencakup strategi bald on record, positive politeness, negative politeness, dan off record. Hasil penelitian menunjukkan adanya 15 strategi kesantunan yang digunakan oleh kedua pasangan calon. Strategi yang paling dominan adalah bald on record, terutama ketika kandidat menyampaikan kritik atau menanggapi pernyataan lawan secara langsung dan tegas. Strategi positive politeness dan negative politeness digunakan untuk membangun  kedekatan dengan audiens serta menjaga keharmonisan interaksi meskipun konteks debat bersifat kompetitif. Sementara itu, strategi off record muncul secara terbatas dalam bentuk ungkapan figuratif untuk menyampaikan kritik secara implisit. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa strategi kesantunan dalam debat politik berfungsi tidak hanya untuk menjaga hubungan interpersonal, tetapi juga sebagai alat retorika untuk membentuk citra dan mempengaruhi persepsi pemilih.