Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Evaluating Player Attitudes in Mobile Legends: An SFL Appraisal Analysis Ela Martisa; Veren Karolina Bidang; Sarniati Nuru; Amiruddin Eso
EDUJ : English Education Journal Vol. 3 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Kalimasada Group Profesional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/eduj.v3i2.2243

Abstract

This study investigates how Indonesian university students express evaluative meanings while playing Mobile Legends by applying the Attitude subsystem of the Appraisal Framework within Systemic Functional Linguistics (SFL). As competitive mobile games involve fast, spontaneous communication, player discourse often reflects emotional reactions, social judgments, and personal values that shape interaction quality. Using a descriptive qualitative design, data were collected from eight Mobile Legends players through written semi-structured interviews. The analysis focuses on three attitude types—affect, judgment, and appreciation—to identify how players linguistically evaluate gameplay experiences, teammates, and game elements. The findings show that affect is the most dominant evaluative resource, with players expressing excitement, frustration, stress, and satisfaction depending on match situations. Judgment appears through assessments of teammate skill, reliability, and behavior, while appreciation emerges in players’ valuation of hero design, game mechanics, and visual quality. These patterns indicate that player communication combines emotional expression, moral evaluation, and experiential value in a dynamic way consistent with the Appraisal Framework. The study contributes to Indonesian digital discourse research by demonstrating how evaluative language in gaming is systematically constructed and highlights the need for greater awareness of positive communication practices in competitive online environments.
PERLOCUTIONARY ACT PERFORMED IN JOHN WICK MOVIE Ela Martisa; Ahmad Syaiful; Arman Arman; Amiruddin Eso
J-Shelves of Indragiri (JSI) Vol 5 No 1 (2023): J-Shelves of Indragiri (JSI)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/jsi.v5i1.2659

Abstract

This study discussed the perlocutionary act performed in the John Wick movie based on the theory of Qiang. The aim of the study is to determine the types of perlocutionary acts used in the movie through the main character’s utterances. The descriptive-qualitative method was applied to the research method. Techniques of data collection were carried out by searching, downloading, reading, watching, and coding the data. Techniques of data analysis were conducted by presenting, describing, interpreting, and drawing conclusions. The findings of the study show that perlocutionary acts really exist in the movie and are applied by the main character in order to influence others. There were 11 pieces of data found, which included four types of perlocutionary acts used by John Wick as the main character in the movie. Perlocutionary act serves as the effect of utterances from the speaker to the hearer, intentionally or unintentionally. Among the four types of perlocutionary acts, type 1 is the most dominant type because the speaker's utterance can be clearly understood by the hearer so that the expected effect of the utterances can be realized. Keywords: movie, perlocutionary act, pragmatic.
Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Masyarakat Desa Andepali Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe I Putu Sudayasa; Muhammad Fathur Rahman; Amiruddin Eso; Jamaluddin Jamaluddin; Parawansah Parawansah; La Ode Alifariki; Arimaswati Arimaswati; Andi Noor Kholidha
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.37

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyakit yang tidak ditularkan dan tidak ditransmisikan kepada orang lain dengan bentuk kontak apapun, menyebabkan kematian dan membunuh sekitar 35 juta manusia setiap tahunnya, atau 60% dari seluruh kematian secara global, dengan 80% pervalensi pada negara berkembang. PTM, khususnya penyakit kardiovaskuler, kanker, penyakit pernapasan kronis, dan diabetes merupakan ancaman utama bagi kesehatan dan perkembangan manusia saat ini. Tujuan pengabdian masyarakat yang terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular, pada masyarakat Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe. Jenis kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah sewaktu dan asam urat. Telah dilakukan skrining dan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular terhadap 67 orang responden, meliputi 14 laki–laki dan 53 perempuan. Pada hasil pemeriksaan tekanan darah, didapatkan jumlah yang mengalami hipertensi 28,35%, normotensi 67,16%, dan hipotensi 4,47%. Pada pemeriksaan Kolesterol Total, didapatkan kolesterol dalam batas normal 2,38% dan tinggi 37,31%. Hasil pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS), didapatkan kadar GDS dalam batas normal 85,07% dan kadar GDS tinggi 14,92%. Pada pemeriksaan Asam Urat didapatkan dalam batas normal adalah 91,04% dan tinggi 8,95%. Perlu memaksimalkan kegiatan posbindu dalam mereduksi kejadian penyakit tidak menular melalui penyuluhan dan screening
ANALISIS FAKTOR RESIKO PERSONAL HYGIENE DAN RIWAYAT KONTAK DENGAN KEJADIAN KUSTA DI KABUPATEN KOLAKA Amiruddin Eso; Yelsi Beatrice Patandianan; Laode Kardin; Ela Martisa
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i2.2479

Abstract

dan penularan penyakit kusta dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya personal hygiene, intensitas kontak dengan penyakit kusta, riwayat kontak dan lama kontak dengan penderita kusta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis personal hygiene dan riwayat kontak sebagai faktor risiko kejadian kusta di Kabupaten Kolaka. Rancangan penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain penelitian menggunakan case control. Populasi penelitian adalah seluruh pasien kusta yang sedang berobat dan pasien yang telah dinyatakan sembuh. Sampel diperoleh dengan teknik total sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji Odds Ratio dan Uji X2 dan dianggap bermakna jika nilai p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32/56 (57,1%) memiliki personal hygiene yang berisiko dengan nilai p 0,001, OR = 4,00, LL-UL (1,791-8,935). Riwayat kontak dengan penderita kusta berisiko sebanyak 41/56 (73,2%) dengan nilai p 0,00, OR = 6,27, LL-UL (2,759-14,254). Dapat disimpulkan bahwa personal hygiene dan riwayat kontak merupakan faktor risiko kejadian kusta di Kabupaten Kolaka