Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KETERAWETAN LIMA JENIS ROTAN KOMERSIL TERHADAP BAHAN PENGAWET DAUN MANGROVE (Sonneratia Alba) zakiah uslinawaty; Pujirahayu Pujirahayu; Nurhayati Nurhayati; Abigael Kabe; Nurnaningsih Hamzah
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the durability of five types of commercial rattan is rattan batang, lambang, noko, tohiti and cacing against mangrove leaf extract ( Sonneratia alba ). This type of research uses the descriptive method. In this study the concentration of the mangrove leaf ( Sonneratia alba ) preservative solution used was 4%. Each type of rattan underwent 3 trials with immersion time of 3 days and 6 days and the average value was calculated. The total of all experiments is 30 experimental units. The results showed that the type of rattan that was preserved affected the values obtained in the absorption of preservatives, retention and penetration values. The highest absorption value was found in the type of worm rattan with an achievement of 348.0 kg/m3, the highest retention value was found in the type of worm rattan with an acquisition of 41.8 kg/m3. Meanwhile, the highest penetration value was found in Tohiti rattan with a gain of 11.78 mm.
KETERAWETAN KAYU BAKALA (Alstonia spectabillis) TERHADAP BAHAN PENGAWET EKSTRAK BIJI BINTARO (Cerbera manghas) zakiah uslinawati; niken Pujirahayu; Nurhayati hadjar; abigael kabe; nurnaningsih Hamzah; Rut Monica Tampubolon; Muh. Fikhi Saisyah Putra
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.217

Abstract

Pengawetan kayu merupakan salah satu usaha untuk memperpanjang masa pakai dan menjaga kayu tidak terserang oleh faktor perusak kayu serta meningkatkan kekuatan kayu. Bahan pengawet alami yang dapat digunakan adalah bahan yang beracun dan efektif dalam membunuh organisme perusak kayu dan tidak dapat mencemari lingkungan, seperti biji buah bintaro (Cerbera manghas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi bahan pengawet alami ekstrak biji bintaro terhadap nilai absorbsi, retensi dan penetrasi pada pengawetan kayu bakala. Metode penelitian yang digunakan adalah metode perendaman dingin dengan konsentrasi bahan pengawet 15% dan 20. rata-rata absorbsi pada konsentrasi 20% sebesar 224,6 Kg/m³. Nilai rata-rata retensi pada konsentrasi 15% diperoleh sebesar 9,9 Kg/m³ dan nilai rata-rata retensi pada konsentrasi 20% sebesar 11,24 Kg/m³. Nilai rata-rata penetrasi pada konsentrasi 15% diperoleh sebesar 7,88 mm dan nilai rata-rata penetrasi pada konsentrasi 20% sebesar 8,02 mm. Berdasarkan Analisis Sidik Ragam menunjukkan bahwa perbedaan pada konsentrasi bahan pengawet 15% dan 20% berpengaruh nyata terhadap nilai retensi dan berpengaruh tidak nyata terhadap nilai penetrasi. Berdasarkan nilai standar SNI nilai retensi dan nilai penetrasi pada konsentrasi 15% dan 20% telah memenuhi standar untuk penggunaan dalam ruangan bawah atap
REHABILITASI MANGROVE TELUK KENDARI BERBASIS EDUKASI LINGKUNGAN DAN KOLABORASI MULTIPIHAK Nurhayati Hadjar; Abdul Sakti; Nurnaningsih Hamzah; Sarwinda Intan Putri; Abigael Kabe; Lade Ahmaliun
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i2.853

Abstract

Ekosistem mangrove di Teluk Kendari memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan pesisir, tetapi kawasan ini mengalami penurunan kualitas lingkungan yang ditandai dengan berkurangnya tutupan mangrove sebesar 15% per tahun, kerusakan habitat akibat pembangunan dan konversi lahan, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung rehabilitasi mangrove melalui edukasi lingkungan, aksi penanaman, dan penguatan kolaborasi multipihak berbasis Campus-Based Environmental Stewardship. Kegiatan melibatkan 250 peserta yang terdiri atas sivitas akademika, siswa sekolah menengah atas, perwakilan instansi pemerintah, masyarakat, serta tujuh mitra strategis dalam bidang lingkungan dan rehabilitasi pesisir. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi mengenai fungsi ekologis mangrove, demonstrasi teknik penanaman, praktik penanaman bibit, evaluasi pemahaman melalui kuis, serta penguatan jejaring konservasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta berhasil menanam 500 bibit mangrove yang terdiri atas Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Bruguiera gymnorrhiza. Peningkatan pengetahuan peserta terlihat melalui kuis berhadiah yang memuat 20 pertanyaan tentang materi sosialisasi, dengan siswa sekolah menengah atas menjadi kelompok yang paling aktif dan paling banyak memberikan jawaban benar. Kolaborasi tersebut mendorong pembagian peran yang lebih jelas antara kampus, pemerintah, sekolah, masyarakat, dan mitra lingkungan dalam pelaksanaan konservasi pesisir berkelanjutan secara bersama. Kegiatan ini meningkatkan keterlibatan peserta dalam konservasi, memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan, menumbuhkan kepedulian lingkungan, dan mendukung pemulihan kawasan pesisir. Program ini berpotensi dilanjutkan melalui pemantauan pertumbuhan bibit, pemeliharaan rutin, pendampingan berkala, serta perluasan kemitraan dan edukasi konservasi kepada siswa sekolah menengah pertama.