Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

TAFSIR HAJI: PROBLEM DAN REALITAS, TANTANGAN PELAKSANAAN HAJI BAGI JAMAAH INDONESIA Halimatussa’diyah Halimatussa’diyah
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v20i2.5071

Abstract

Artikel ini fokus pada makna haji dalam al-Qur’an yang diiringi dengan pemahaman dan pengamalan jamaah haji dalam pelaksanan ibadah haji. Pemahaman dan pengalaman jamaah haji dapat dilihat dalam pelaksanaan ibadah haji itu sendiri. Mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan dari tahun ke tahun menunjukkan antusias yang sangat tinggi untuk melaksanakan ibadah haji. Hal ini dapat dilihat semakin banyak angka waiting list calon jamaah haji Indonesia. Beragamnya tingkat pendidikan jamaah calon haji Indonesia, kemampuan bahasa dan budaya, merupakan reliatas jamaah calon haji Indonesia. Tantangan yang dihadapi pemerintah selaku pelaksana layanan ibadah haji adalah bagaimana memberikan layanan maksimal bagi jamaah calon haji Indonesia. Bentuk layanan terhadap jamaah calon haji Indonesia adalah layanan transportasi, akomodasi dan konsumsi. Artikel ini menunjukan bahwa jamaah haji Indonesia memahami melaksanakan haji merupakan perintah wajib bagi umat Islam dan merupakan rukun kelima dari rukun Islam. Tujuan melaksanakan haji bukanlah untuk mendapatkan gelar haji atau posisi terhormat di masyarakat, namun semata-mata mencari ridha Allah dan mendapat haji mabrur. Pengalaman spiritual jamaah haji sangat dirasakan jamaah tatkala memasuki Masjidil Haram dan tempat-tempat ziarah lainnya selama melakukan ritual-ritual haji. Pemerintah selaku pelaksana haji berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji. Pelaksanaan haji berjalan dengan baik dan lancar. Jamaah haji merasa puas dengan layanan haji yaitu layanan akomodasi, konsumsi dan transportasi. Kata kunci: Tafsir haji, realitas, problem, tantangan, jamaah haji.
MATERIALISME DALAM PERSPEKTIF KITAB TAFSIR AL-AZHAR KARYA BUYA HAMKA Muhammad Khudzaifah; Halimatussa’diyah Halimatussa’diyah; M. Arfah Nurhayat
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 23 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v23i2.15082

Abstract

The purpose of this study is to clarify the materialism of the book Tafsir Al-Azhar by Buya Hamka. Tafsir Al-Azhar is one of the interpretations of the sons of the Indonesian nation which is still very influential today, one of the interpretations that is considered very representative for expressing understanding in various disciplines, both religious and non-religious, and socio-historical. Islam is a universal teaching, there is no prohibition for a person not to be able to look for material while living in this world, but also not to forget about the afterlife. At this time material is the main reference in the social ladder in life, rank and wealth are very appropriate benchmarks for current conditions. living like this, a materialist and stylish mindset arises as a place for existence. This materialist mindset causes humans to always focus on the world and indirectly loves wealth excessively, causing a loss of self-esteem, social attitudes and rules that serve as guidelines. The materialism that the author means is a lifestyle that is excessive in worldly affairs, especially material things, so that it neglects the purpose of life, so the writer tries to understand the verses of materialism through Buya Hamka's interpretation. This study uses the Maudhu'i method, the form of research is library research. The primary data in this study is Al-Azhar Interpretation and secondary data in the form of interpretations, hadiths and supporting books and journals related to the material. The findings of this study are: a lifestyle that accumulates wealth, counts, spends extravagantly, boasts and loves wealth excessively is a characteristic of a materialistic attitude, when this attitude appears in social life, a lack of social solidarity and the emergence of individualistic attitudes such as arrogant and arrogant that is rampant so that it has an impact on aspects of social life.
PARADOKS BIOETIKA MEDIS DALAM PENYALAHGUNAAN ANESTESI PERSPEKTIF AL-QUR’AN Muhammad Adhim Rajasyah; Halimatussa’diyah Halimatussa’diyah; Kusnadi Kusnadi; Pathur Rahman
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 1 (2025): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v2i1.195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji paradoks bioetika medis dalam penyalahgunaan anestesi perspektif al-Qur’an. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan tafsir maudhu’i. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qur’an menekankan pentingnya menunaikan amanah dan menjaga kehormatan manusia sebagaimana termuat dalam QS. an-Nisa ayat 58. Penelitian ini menegaskan bahwa praktik medis harus dilandasi oleh prinsip etika seperti otonomi, beneficence, non-maleficence, dan keadilan, serta nilai-nilai syariat Islam dalam menjaga jiwa, akal, dan kehormatan. Kesimpulannya, untuk mencegah pelanggaran etika dalam praktik medis, diperlukan integrasi antara standar bioetika modern dan nilai-nilai spiritual Islam yang menekankan keadilan, amanah, dan penghormatan terhadap martabat manusia.