Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Eco-enzyme and mushroom bag-logs waste stimulate production and nutrients content of celery microgreen (Apium graveolens L.) Elisabet; Prima Wahyu Titisari
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 3 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v51i3.49588

Abstract

Celery microgreen is celery harvested at a young stage, which is a suitable production model to support urban farming. The study aimed to investigate the potential use of eco-enzyme and oyster mushroom media waste (bag-logs waste) on the growth of celery as microgreen. The present study employed a fully randomized factorial design comprising two factors. The first factor was the dosage of eco-enzyme (E): 0.5, 15, and 25 mL L-1 of water, while the second factor was the dosage of bag-log waste (L): 0.50, 100, and 150 g/tray. The variables that were assessed included wet weight, fresh economic weight, longest root length, root volume, moisture content, vitamin C, Mg, and Ca levels. The data were subjected to ANOVA analysis and subsequently followed by the application of the HSD test at a significance level of 5%. The findings indicated that there was a substantial interaction between the eco-enzyme and bag-log waste in all observed parameters. The best treatment was the combination of eco-enzyme at a concentration of 25 mL L-1 and bag-log waste at a rate of 150 g/tray. The eco-enzyme treatment exhibited a significant impact on all observed parameters, with the most effective treatment being the application of 25 mL L-1. The bag-log waste application affected all measured parameters with 150 g/tray yielding the most favorable results. Therefore, eco-enzymes and bag-log waste have the potential as growing media for celery microgreen cultivation. Keywords: celery, healthy food, organic farming, urban farming, zero waste
Membangun Etika dan Moralitas untuk Pengembangan Kararakter Pengawas Pemilu Syarifah Farradinna; Winbaktianur; Prima Wahyu Titisari
SULUH: Jurnal Abdimas Vol 4 No 1 (2022): SULUH: Jurnal Abdimas Agustus
Publisher : FEB-UP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/suluh.v4i1.3698

Abstract

Tujuan dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini pada Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) ini adalah peserta SKPP memperoleh pengetahuan terkait dengan kepengawasan partisipatif pemilu, mengetahui karakter moralitas dan etika yang dapat membangun integritas sebagai pengawas pemilu, serta mengetahui dan memahami faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi moralitas dan etika sebagai pengawas partisipatif pemilu. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021, dengan lokasi pelaksanaan di Pekanbaru Propinsi Riau. Adapun hasil dari kegiatan ini adalah, (1) Peserta SKPP memperoleh pengetahuan terkait dengan kepengawasan partisipatif pemilu. (2) mengetahui karakter moralitas dan etika yang dapat membangun integritas sebagai pengawas pemilu. (3) mengetahui dan memahami faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi moralitas dan etika sebagai pengawas partisipatif pemilu. Abstract The purpose of this community service activity at the Participatory Supervisory Cadre School (SKPP) is that SKPP participants gain knowledge related to participatory election supervision, know the character of morality and ethics that can build integrity as election supervisors, also know and understand what factors can affect morality and ethics as participatory election supervisors. This activity held on October 2021, in Pekanbaru, Riau Province. The results of this activity are, (1) SKPP participants gain knowledge related to participatory election supervision. (2) knowing the character of morality and ethics that can build integrity as an election supervisor. (3) knowing and understanding what factors can affect morality and ethics as participatory election supervisors.
Pemberian POC Limbah Kulit Kopi dan Kitosan Terhadap Pre-Nursery Kopi Liberika (Coffea liberica Var. Liberica) Fatimah, Siti; Titisari, Prima Wahyu
Jurnal Ilmiah Pertanian ( JIPERTA) Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pertanian (JIPERTA), September
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jiperta.v6i2.4270

Abstract

Kopi liberika adalah jenis kopi yang berasal dari Liberia (Pantai B=arat Afrika). Kopi liberika diyakini berasal dari nama daerah di Liberia yang kemudian digunakan untuk menamakan jenis kopi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh POC kulit kopi dan kitosan terhadap pertumbuhan pre-nursery kopi liberika. Penelitian ini menggunakan RAL Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis POC kulit kopi (P) terdiri dari 4 taraf yaitu 0,20,40,60 ml/l air dan faktor kedua adalah dosis kitosan (K) terdiri dari 4 taraf yaitu 0,4,8,12 ml/l air. Parameter yang diamati yaitu, tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, panjang akar, volume akar, lilit pangkal batang dan persentase perkecambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC kulit kopi dan kitosan berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan. Perlakuan terbaik adalah kombinasi POC kulit kopi dengan konsentrasi 60 ml/l dan kitosan 12 ml/l (P3K3). Dengan demikian pemanfaatan POC kulit kopi dan Kitosan berpotensi sebagai pupuk organik pada Pre-nursery kopi liberika.
Bimbingan Teknis dan Pendampingan Budidaya Kopi Robusta Berbasis Agroforestri pada Kelompok Petani Muda Desa Ludai, Riau Titisari, Prima Wahyu; Elfis, Elfis; Faradinna, Syarifah; Hidayat, Fiki; Chahyana, Indry; Permatasari, Tika; Norlis, Norlis
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.654

Abstract

Kopi Robusta (Coffea canephora) merupakan salah satu komoditas pertanian penting bagi sebagian masyarakat pedesaan di Indonesia. Riau merupakan provinsi dengan produktivitas kopi tertinggi secara nasional, mencapai 1.173 kg/ha. Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberdayakan generasi muda Kelompok Mitra Desa (KPM) Ludai dalam membudidayakan kopi Robusta berbasis agroforestri dan membekali mereka dengan keterampilan yang diperlukan untuk budidaya kopi Robusta dalam konteks agroforestri. Program ini bertujuan untuk berkontribusi terhadap perekonomian rumah tangga. Metode yang dilakukan dalam program ini terdiri dari beberapa tahapan antara lain sosialisasi, pemberian bantuan, penyuluhan, pelatihan, bimbingan/penerapan lapangan, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan, bimbingan, dan dukungan budidaya kopi Robusta berbasis agroforestri telah meningkatkan pemahaman anggota KPM Desa Ludai mengenai potensi budidaya kopi Robusta berbasis agroforestri sebagai sumber pendapatan rumah tangga. Berdasarkan monitoring dan evaluasi yang dilakukan pasca kegiatan pengabdian masyarakat, peserta memberikan respon positif terhadap materi pelatihan, menunjukkan pemahaman komprehensif terhadap konten yang disampaikan narasumber. Robusta coffee (Coffea canephora) is one of the important agricultural commodities for some rural communities in Indonesia. Riau is the province with the highest coffee productivity nationwide, reaching 1,173 kg/ha. The goal of this community service program is to empower young members of the Ludai Village Partner Group (KPM) to cultivate agroforestry-based Robusta coffee and provide them with the skills necessary for Robusta coffee cultivation within an agroforestry context. This initiative aims to contribute to household economies. The methods involved in this program consist of several stages, including socialization, assistance provision, counseling, training, field guidance/application, as well as monitoring and evaluation of activities. The results indicate that the training, guidance, and support for agroforestry-based Robusta coffee cultivation have enhanced the understanding of Ludai Village KPM members regarding the potential of agroforestry-based Robusta coffee cultivation as a source of household income. Based on monitoring and evaluation conducted after the community service activity, participants have responded positively to the training materials, demonstrating a comprehensive understanding of the content presented by the resource persons.
Optimalisasi Pengolahan Mangrove Agroforestri dengan Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Ketahanan Green Economy Rumah Tangga Kelompok Perempuan Pesisir Kampung Sungai Rawa, Riau Prima Wahyu Titisari; Elfis Elfis; Fiki Hidayat; Ari Prasetyo; Indry Chahyana; Tika Permatasari; Ramadan Ramadan; Mohammad Yossy Febrian
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v7i3.2912

Abstract

Kampung Sungai Rawa mempunyai hutan mangrove yang cukup luas dengan keragaman spesiesnya yang sebagian besar potensial sebagai sumber makanan, namun pemanfaatannya hanya terbatas dalam skala kecil, dan sebagian lain masyarakat mengkonversi lahan tersebut menjadi lahan perkebunan sawit sehingga mengancam keberlanjutan masyarakat Kampung Sungai Rawa secara ekologis maupun secara ekonomis. Tujuan kegiatan ini adalah penguatan potensi ketahanan green economy melalui penerapan teknologi tepat guna terpadu pengolahan mangrove agroforestri berfokus pada: (1) diversitas produk, (2) pemanfaatan teknologi tepat guna dan efisien, (3) manajemen UKM yang lebih profesional (4) pemasaran produk. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup beberapa tahap mulai dari sosialisasi, pemberian bantuan, pelatihan, penerapan teknologi, monitoring dan evaluasi, hingga keberlanjutan program. Kegiatan ini menghasilkan dampak positif yang terbukti dari hasil evaluasi kepuasan pelaksanaan pengabdian dan pemahaman materi yang meningkat dari dari 38,50 menjadi 92,75.
Bimbingan Teknis dan Pendampingan Berkelanjutan Bisnis Home Bakery Berbasis Bahan Baku Agroforestri bagi Kelompok Perempuan UMKM Mekar Sari Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Elfis Elfis; Prima Wahyu Titisari; Syarifah Faradinna; Indry Chahyana; Tika Permatasari
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v7i2.2500

Abstract

Program pemberdayaan masyarakat desa menjadi pilar utama otonomi desa, memandang desa sebagai entitas yang harus mandiri dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya secara ekonomi, sosial, dan budaya. Salah satu inisiatif penting dalam program ini adalah Usaha Ekonomi dan Produk Unggul Desa, yang melibatkan berbagai kegiatan untuk memberdayakan masyarakat desa. Upaya ini mencakup memberikan kesempatan dan fasilitasi kepada kelompok miskin agar dapat mengakses sumber daya seperti modal, teknologi, informasi, jaminan pemasaran, dan kesejahteraan. Tujuan dari program kemitraan masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan ekonomi ibu-ibu rumah tangga non-produktif yang tergabung dalam Kelompok Perempuan UMKM Mekar Sari. Mereka diberikan keterampilan untuk menginovasi bisnis home bakery berbasis bahan baku agroforestri menjadi produk dengan cita rasa tinggi dan berdaya jual ekonomis. Metode pelaksanaan program melibatkan berbagai tahapan, termasuk sosialisasi, pelatihan keterampilan, produksi, dan pemasaran. Hasil dari kegiatan ini meliputi kemampuan anggota Kelompok Perempuan UMKM Mekarsari dalam memilih bahan baku, membuat beragam jenis kue dengan bimbingan narasumber, serta kemampuan mereka dalam menciptakan kemasan yang menarik dan memiliki nilai jual tinggi. Masyarakat juga mampu memanfaatkan berbagai platform pemasaran seperti direct selling, Instagram, Facebook, WhatsApp, dan TikTok untuk meningkatkan visibilitas dan penjualan produk mereka.
Bimbingan Teknis Pengelolaan Wisata Mangrove berbasis Kearifan Lokal di Pulau Rupat, Riau Prima Wahyu Titisari; Elfis Elfis; Fiki Hidayat; Syarifah Farradinna; Tika Permatasari; Indry Chahyana; Sekar Ayu Saharani
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v7i1.2359

Abstract

Pulau Rupat, terutama wilayah Kecamatan Rupat Utara di Kabupaten Bengkalis, telah ditetapkan sebagai daerah yang akan dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan di Provinsi Riau. Dalam upaya mengembangkan ekosistem mangrove dan pantai Desa Tanjung Medang sebagai tujuan wisata, Kelompok Perempuan Pengelola Wisata (KPPW) Rupat Molek turut berpartisipasi. Namun, KPPW Rupat Molek menghadapi beberapa kendala dalam mengelola destinasi wisata ini, termasuk fakta bahwa informasi tentang destinasi wisata ini belum tersebar secara luas di platform promosi wisata online, dan belum ada pengelolaan yang efektif terkait aspek bisnis seperti penginapan, pilihan kuliner yang terbatas, dan kurangnya fasilitas rekreasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pendidikan kepada KPPW melalui teknologi Eco-edu Mangrove Tourism yang berlandaskan pada budaya Melayu lokal. Prosesnya mencakup persiapan awal, pembuatan materi promosi wisata, pelatihan dan bimbingan teknis, serta pemantauan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini mencakup materi promosi pariwisata seperti situs web, media sosial, dan buku panduan wisata mangrove. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta merespon materi pelatihan dengan sangat positif, dan mereka memahami dengan baik materi yang disampaikan oleh para pelatih. Harapannya, kegiatan ini dapat berkontribusi positif dalam meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.
Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Cangkang Telur Ayam dan Ampas Kopi terhadap Pertumbuhan Pre-Nursery Jengkol (Archidendron pauciflorum) Jupiter, Jhon Pepri; Titisari, Prima Wahyu
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i2.15140

Abstract

Jengkol merupakan tanaman tanaman semak berkayu yang dapat hidup di dataran tinggi maupun dataran rendah yang memiliki kandungan bermanfaat bagi kesehatan. Kebutuhan terhadap buah jengkol makin meningkat, namun belum banyak yang membudidyakan tanaman ini. Tanaman jengkol memiliki tinggi rata-rata 20 meter dengan buah yang berbentuk bulat dan berwarna coklat. Penggunaan pupuk organik cair (POC) dalam pertanian merupakan salah satu cara menuju pertanian berkelanjutan yang memiliki banyak manfaat bagi unsur hara tanah, pertumbuhan tanaman, dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh interaksi dan pengaruh utama pemberian Pupuk Organik Cair (POC) cangkang telur dan ampas kopi terhadap pertumbuhan pre-nursery jengkol. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan di lahan eksperimen Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, November 2021 hingga Februari 2022. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu konsentrasi POC kulit telur (C) dan dosis ampas kopi. Masing-masing perlakuan adalah sebagai berikut: dosis kopi:  0; 200; 400; 600 ml/l dan konsentrasi POC: 0; 32,5; 65; 97,5 g/polybag. Data dianalisis menggunakan analisis statistik, bila terdapat perbedaan dilanjutkan menggunakan uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Terdapat pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat segar, berat kering per tanaman serta volume akar. Perlakuan konsentrasi POC cangkang telur 600 ml/l dan dosis ampas kopi 97,5 g/polybag menghasilkan pertumbuhan dan hasil tertinggi pada tanaman jengkol. Ampas kopi berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan dengan 97,5 g/polybag sebagai dosis yang paling efektif. Disimpulkan bahwa POC cangkang telur ayam dan ampas kopi dengan dosis 97,5 g/polybag dan 600 ml dapat digunakan untuk membantu proses pertumbuhan pada pre-nursery jengkol.
PENGARUH LIMBAH BLOTONG TEBU DAN KITOSAN TERHADAP PRE-NURSERY ALPUKAT (Persea americana) PADA TANAH PMK Wulandari, Sri Ayu; Titisari, Prima Wahyu
Partner Vol 29, No 2 (2024): Edisi November 2024
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v29i2.7297

Abstract

ABSTRAKAlpukat (Persea americana) sangat menguntungkan karena dampak positifnya terhadap perekonomian. Permintaan alpukat terus meningkat, akibatnya inisiatif untuk meningkatkan hasil alpukat harus mencakup penggunaan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak limbah blotong tebu dan kitosan terhadap pertumbuhan pra-pembibitan alpukat di tanah PMK. Desain yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang mencakup dua komponen. Variabel pertama adalah jumlah limbah blotong tebu, termasuk empat tingkat perlakuan dengan dosis 0, 100, 150, dan 200 g per polibag. Elemen kedua adalah konsentrasi kitosan, termasuk empat tingkat perlakuan: 0, 5, 10, dan 15 ml/l. Metrik yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun maksimum, lingkar pangkal batang, panjang akar, dan volume akar. Data pengamatan dianalisis secara statistik dan dievaluasi pada tingkat signifikansi 5% menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) lanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah blotong tebu dan kitosan berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Kata Kunci: alpukat, kitosan, limbah blotong tebu, pre-nursery, pupuk organik ABSTRACTAvocado (Persea americana) is very profitable because increases the economy. Avocade demand increases. Therefore, efforts to increase avocado production are using organic fertilizers. The purpose of this study to determine the effect of sugarcane filter cake waste and chitosan on avocado pre-nursery on PMK soil. Design used was Factorial Completely Randomized Design consisting of two factors. The first factor is dose of sugarcane filter cake waste with four treatment levels is 0, 100, 150, and 200 g/polybag. The second factor is concentration of chitosan with four treatment levels is 0, 5, 10 and 15 ml/l. Parameters observed were plant height, number of leaves, widest leaf area, stem base circumference, root length, and root volume. Observation data were tested statistically and tested at the 5% level by the Advanced Honestly Significant Difference Test (HSD). Results showed that sugarcane filter cake waste and chitosan had significant effects on all observation parameters. Keywords: avocado, chitosan, sugarcane waste, pre-nursery, organic fertilizer
Pelatihan Budidaya Lebah Madu Apis mellifera pada Kelompok Pemuda Komunitas Adat Terpencil Suku Akit di Rupat Utara, Riau Titisari, Prima Wahyu; Elfis, Elfis; Adrian, Dedek; Nasution, Arbi Haza; Hidayat, Fiki; Zen, Irina Safitri; Rahmadani, Dina Nuzila
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.6048

Abstract

Pelatihan budidaya lebah madu Apis mellifera bagi pemuda Suku Akit di Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis sebagai upaya diversifikasi ekonomi berbasis potensi lokal. Kegiatan ini melibatkan 11 peserta dengan metode participatory action research (PAR), menggabungkan presentasi visual (baliho dan leaflet), demonstrasi langsung, serta praktik lapangan meliputi pemindahan koloni, pemanenan, dan penentuan lokasi stup. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta dari 0% menjadi 78% dengan 81% mengakui efektivitas media visual. Sebanyak 92% peserta bersedia mengadopsi budidaya lebah sebagai sumber pendapatan tambahan, meskipun tantangan seperti keterbatasan akses peralatan (stup dan bibit) serta pemasaran produk masih menjadi kendala utama. Solusi yang diusulkan meliputi kolaborasi dengan dinas terkait untuk penyediaan infrastruktur, pelatihan lanjutan pemasaran digital, dan pendampingan berkelanjutan selama 6 bulan pasca- pelatihan. Program ini tidak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan melalui penyerbukan alami. Rekomendasi kebijakan mencakup integrasi dengan penyuluhan pertanian terpadu dan penguatan kelembagaan kelompok pemuda.