Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PELATIHAN PRODUKSI TEPUNG UBI KAYU TERMODIFIKASI UNTUK KETAHANAN PANGAN KELUARGA DI PEKANBARU, RIAU Farradinna, Syarifah; Rahman, Jhonni; Wulandari, Happy; Titisari, Prima Wahyu; Jayanti, Wella
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i3.5442

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu strategis yang berhubungan langsung dengan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah pedesaan yang rentan terhadap krisis pangan. Salah satu upaya untuk mendukung ketahanan pangan adalah memanfaatkan potensi sumber daya lokal seperti ubi kayu yang mudah ditanam sepanjang tahun. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kecamatan Kulim, Pekanbaru, Riau, melalui pelatihan produksi tepung ubi kayu termodifikasi atau mocaf (modified cassava flour). Pelatihan melibatkan lima KWT dan dua kelompok PKK dengan total 50 peserta perempuan. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan pelatihan, penyuluhan tentang manfaat dan proses produksi mocaf, praktik langsung pengolahan ubi kayu menjadi tepung mocaf, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari 53,7% sebelum pelatihan menjadi 81,25% setelah pelatihan, disertai antusiasme tinggi dalam praktik produksi. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga berpotensi memperkuat ketahanan pangan rumah tangga dan memberdayakan perempuan sebagai agen perubahan dalam pengembangan pangan lokal yang berkelanjutan di tingkat masyarakat.
Aplikasi Bokashi Ampas Tahu dan Poc Sabut Kelapa Muda Terhadap Produksi Melon Madu (Cucumis melo L.) Bhayata, Afif; Titisari, Prima Wahyu
Jurnal Agrotek Lestari Vol 10, No 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v10i2.9815

Abstract

This study aimed to determine the interaction effect and the main effect of tofu dregs bokashi and Liquid Organic Fertilizer (LOF) from young coconut fiber on the growth and production of melon plants. This research has been carried out at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Riau Islamic University, Pekanbaru City. The study lasted four months, starting in February and ending in May 2022. This study used a factorial, completely randomized design with two factors. The first factor was the dose of bokashi tofu dregs, consisting of 4 levels, namely 0 kg/plot, 1.5 kg/plot, 3 kg/plot, and 4.5 kg/plot. The second factor was the dose of young coconut coir POC, which consisted of 4 levels, namely 0 ml/plant, 100 ml/plant, 200 ml/plant, and 300 ml/plant. So that there were 16 treatment combinations with three replications, 48 experimental units were obtained. Each experimental unit consisted of 4 plants, and 2 of them were sampled, so the total number of plants was 192 plants. Parameters observed were flowering age, harvest age, fruit weight per fruit, fruit weight per plant, fruit girth, root volume, sweetness level, and flesh thickness. The results showed that there was a significant interaction between the treatment of bokashi tofu dregs and POC of young coconut coir on the observation of flowering age, harvest age, fruit weight per fruit, fruit weight per plant, and fruit sweetness level. The best treatments were tofu dregs bokashi at a dose of 4.5 kg/plot and POC young coconut husks at a dose of 300 ml/plant. The main effect of tofu dregs bokashi was significant on all observation parameters. The best treatment for tofu dregs bokashi was 4.5 kg/plot. The main impact of young coconut coir POC is substantial on all observation parameters. The best treatment for young coconut coir POC is at a dose of 300 ml/plant
PEMANFAATAN BIOCHAR DAN KITOSAN SEBAGAI MEDIA TANAM ALTERNATIF DALAM BUDIDAYA VERTIKULTUR KUCAI (Allium tuberosum) Ananda, Rizki; Titisari, Prima Wahyu; Rahmadani, Dina Nuzila; Putra, Arvindra Zaldi
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.20141

Abstract

Kucai selain dikonsumsi sebagai sayuran juga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias karena keindahan bunganya yang memiliki nilai estetika tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan kombinasi media tanam biochar tongkol jagung dan kitosan terhadap pertumbuhan dan hasil dalam budidaya vertikultur kucai. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor : Kombinasi media tanam Biochar Tongkol Jagung (300g, 600g, 600g, 900g) dan dosis pupuk Kitosan ( 0, 4, 8 12 g/media tanam). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun perumpun, berat basah perumpun dan volume akar. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut beda nyata jujur (BNJ) 5%. Hasilnya menunjukkan bahwa kombinasi media tanam Biochar Tongkol Jagung 900g dan Kitosan 12 g/media tanam memberikan pertumbuhan dan hasil yang signifikan. Penggunaan kombinasi media tanam Biochar Tongkol Jagung 900g dan Kitosan 12 g/media tanam menunjukkan potensi sebagai pupuk organik yang efektif untuk tanaman kucai.
Optimalisasi Pertumbuhan dan Hasil Tanaman kucai (Allium Tuberosum) dengan Menggunakan Biochar Tongkol Jagung dan Kitosan sebagai Media Tanam Ananda, Rizki; Titisari, Prima Wahyu
Jurnal Ilmiah Pertanian ( JIPERTA) Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pertanian (JIPERTA), Maret
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jiperta.v8i1.5451

Abstract

In addition to being used as a vegetable, chives are also used in the health sector as a pharmaceutical ingredient because they are antibacterial, including allicin, triterpenoids, flavonoids and saponins, and contain antioxidants that can ward off free radicals. Thus, chives are believed to have benefits for curing diseases such as cancer, hypertension, lowering blood sugar, stimulating appetite, dissolving kidney stones and lowering high blood pressure. Planting media and fertilizer use are one of the main factors that can affect growth, because this is a source of nutrients for plants. This study aims to determine the combination of corn cob biochar and chitosan planting media on the growth and yield of kucai. The method used is a Factorial Completely Randomized Design with two factors: Combination of PMK + Corn Cob Biochar planting media (PMK 1,500g, 1,200g + 300g, 900g + 600g, 600g + 900g) and Chitosan fertilizer dose (0, 4, 8-12 g/planting media). The parameters observed included plant height, number of leaves per clump, wet weight per clump and root volume. Data were analyzed using ANOVA and a further honest significant difference (HSD) test of 5%. The results showed that the combination of PMK 600g planting media + Corn Cob Biochar 900g and Chitosan 12 g/planting media provided significant growth and yield. The use of a combination of PMK 600g planting media + Corn Cob Biochar 900g and Chitosan 12 g/planting media showed potential as an effective organic fertilizer for kucai.
PEMANFAATAN BIOCHAR DAN KITOSAN SEBAGAI MEDIA TANAM ALTERNATIF DALAM BUDIDAYA VERTIKULTUR KUCAI (Allium tuberosum) Rizki Ananda; Prima Wahyu Titisari; Dina Nuzila Rahmadani; Arvindra Zaldi Putra
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51 No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.20141

Abstract

Kucai selain dikonsumsi sebagai sayuran juga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias karena keindahan bunganya yang memiliki nilai estetika tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan kombinasi media tanam biochar tongkol jagung dan kitosan terhadap pertumbuhan dan hasil dalam budidaya vertikultur kucai. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor : Kombinasi media tanam Biochar Tongkol Jagung (300g, 600g, 600g, 900g) dan dosis pupuk Kitosan ( 0, 4, 8 12 g/media tanam). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun perumpun, berat basah perumpun dan volume akar. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut beda nyata jujur (BNJ) 5%. Hasilnya menunjukkan bahwa kombinasi media tanam Biochar Tongkol Jagung 900g dan Kitosan 12 g/media tanam memberikan pertumbuhan dan hasil yang signifikan. Penggunaan kombinasi media tanam Biochar Tongkol Jagung 900g dan Kitosan 12 g/media tanam menunjukkan potensi sebagai pupuk organik yang efektif untuk tanaman kucai.
Pemberdayaan kelompok wanita tani melalui pertanian terintegrasi untuk mendukung program MBG Elfis Elfis; Prima Wahyu Titisari; Dessy Mardianty; Adelina Maryanti; Nursamsul Kustiawan; Subhan Arridho; Syarifah Ulya Muazzinah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.41470

Abstract

AbstrakProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan ketersediaan bahan pangan lokal yang bergizi, aman, dan berkelanjutan. Kelompok Wanita Tani (KWT) memiliki potensi dalam mendukung penyediaan pangan tersebut melalui pemanfaatan pekarangan dan pengembangan usaha pertanian serta peternakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas KWT dalam budidaya sayuran hortikultura dan pemeliharaan ayam petelur terintegrasi, pengelolaan hasil produksi, serta memperkuat keterhubungan hasil produksi dengan kebutuhan bahan pangan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kegiatan dilaksanakan pada 4 Juni 2026 di Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau, dengan melibatkan 65 peserta. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Community Empowerment melalui tahapan edukasi, pelatihan, praktik, implementasi, pengelolaan hasil produksi, evaluasi, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang dianalisis secara deskriptif berdasarkan persentase tingkat pemahaman peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pada seluruh materi kegiatan. Pada pre-test, pemahaman peserta didominasi kategori cukup paham sebesar 36,9–46,2%, sedangkan pada post-test kategori sangat paham meningkat menjadi 70,8–81,5% dan tidak terdapat peserta pada kategori tidak paham. Persentase sangat paham tertinggi terdapat pada materi rantai pasok dan distribusi SPPG sebesar 81,5%, sedangkan budidaya sayuran hortikultura dan manajemen usaha masing-masing mencapai 80,0%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi, pelatihan, dan pendampingan terintegrasi mampu meningkatkan kapasitas KWT dalam mendukung produksi pangan bergizi, pengelolaan usaha, dan keterhubungan hasil produksi dengan kebutuhan pangan lokal bagi SPPG. Kata kunci: kelompok wanita tani; pertanian terintegrasi; pangan bergizi; pemberdayaan masyarakat; satuan pelayanan pemenuhan gizi. AbstractThe Free Nutritious Meals Program (Program Makan Bergizi Gratis/MBG) requires the availability of nutritious, safe, and sustainable local food supplies. Women Farmers' Groups (Kelompok Wanita Tani/KWT) have the potential to support local food provision through productive home gardens and the development of household-scale agricultural and livestock activities. This community service activity aimed to enhance the capacity of KWT members in integrated vegetable cultivation and laying-hen management, production management, and strengthening the linkage between group production and the food supply needs of the Nutrition Fulfillment Service Unit (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi/SPPG). The activity was conducted on June 4, 2026, in Sungai Mandau District, Siak Regency, Riau, involving 65 participants. The activity employed Participatory Rural Appraisal (PRA) and Community Empowerment approaches through education, training, practical activities, implementation, production management, evaluation, and follow-up assistance. Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires and analyzed descriptively based on the percentage distribution of participants' understanding levels. The results showed an improvement in participants' understanding across all activity materials. In the pre-test, participants' understanding was predominantly categorized as moderately understood, ranging from 36.9% to 46.2%, whereas in the post-test, the very well understood category increased to 70.8%–81.5%, with no participants classified as not understanding. The highest percentage of participants in the very well understood category was recorded for the supply chain and SPPG distribution material (81.5%), followed by vegetable horticultural cultivation and business management (80.0% each). These findings indicate that an integrated approach combining education, training, and mentoring can improve KWT capacity in supporting nutritious food production, business management, and the linkage of local production with food supply needs for SPPG. Keywords: women farmers' group; integrated agriculture; nutritious food; community empowerment; nutrition fulfillment service unit.