Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Efektifitas Tanaman Refugia Border Plant Terhadap Pengendalian Hama Spodoptera Exigua Dan Liriomyza Chinensis Serta Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Titisari, Prima Wahyu; Prasetio, Rudi
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang banyak dikonsumsi manusia sebagai campuran bumbu masakan. Hama Spodoptera exigua dan Liriomyza chinensis adalah jenis hama yang sering merusak dan menyerang tanaman bawang merah, terutama pada bagian daun bawang. Maka diperlukan adanya teknik pengendalian hama selain menggunakan pestisida, yaitu dengan cara pemanfaatan tanaman refugia sebagai pengendali alami hama pada tanaman bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan serangan Organisme Penggangu Tumbuhan (OPT) pada pertanaman bawang merah, dan mengurangi penggunaan pestisida pada petani, juga sebagai teknologi tepat guna pada petani dengan mengelola agroekosistem pertanian menuju pertanian yang berkelanjutan (Sustainable agriculture). Serta untuk mengetahui keefektifitasan tanaman refugia dengan metode border plant sebagai pengendalian hama Spodoptera Exigua dan Liriomyza Chinensis serta hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dimana terdapat 5 perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Jumlah petak percobaan sebanyak 25, dalam satu petak percobaan terdapat 4 tanaman. Parameter yang diamati adalah jumlah hama, intensitas serangan hama, persentase serangan hama, umur panen, jumlah umbi per rumpun, berat basah umbi per rumpun, berat kering umbi per rumpun, susut bobot umbi. Data pengamatan dianalisis secara statistik dan dilakukan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari berbagai macam perlakuan yang digunakan R1 dan R2 merupakan perlakuan yang lebih dominan di sukai oleh hama dengan persentase serangan 75% pada kedua hama utama tanaman bawang merah.
PELATIHAN PRODUKSI TEPUNG UBI KAYU TERMODIFIKASI UNTUK KETAHANAN PANGAN KELUARGA DI PEKANBARU, RIAU Farradinna, Syarifah; Rahman, Jhonni; Wulandari, Happy; Titisari, Prima Wahyu; Jayanti, Wella
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i3.5442

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu strategis yang berhubungan langsung dengan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah pedesaan yang rentan terhadap krisis pangan. Salah satu upaya untuk mendukung ketahanan pangan adalah memanfaatkan potensi sumber daya lokal seperti ubi kayu yang mudah ditanam sepanjang tahun. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kecamatan Kulim, Pekanbaru, Riau, melalui pelatihan produksi tepung ubi kayu termodifikasi atau mocaf (modified cassava flour). Pelatihan melibatkan lima KWT dan dua kelompok PKK dengan total 50 peserta perempuan. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan pelatihan, penyuluhan tentang manfaat dan proses produksi mocaf, praktik langsung pengolahan ubi kayu menjadi tepung mocaf, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari 53,7% sebelum pelatihan menjadi 81,25% setelah pelatihan, disertai antusiasme tinggi dalam praktik produksi. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga berpotensi memperkuat ketahanan pangan rumah tangga dan memberdayakan perempuan sebagai agen perubahan dalam pengembangan pangan lokal yang berkelanjutan di tingkat masyarakat.
Aplikasi Bokashi Ampas Tahu dan Poc Sabut Kelapa Muda Terhadap Produksi Melon Madu (Cucumis melo L.) Bhayata, Afif; Titisari, Prima Wahyu
Jurnal Agrotek Lestari Vol 10, No 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v10i2.9815

Abstract

This study aimed to determine the interaction effect and the main effect of tofu dregs bokashi and Liquid Organic Fertilizer (LOF) from young coconut fiber on the growth and production of melon plants. This research has been carried out at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Riau Islamic University, Pekanbaru City. The study lasted four months, starting in February and ending in May 2022. This study used a factorial, completely randomized design with two factors. The first factor was the dose of bokashi tofu dregs, consisting of 4 levels, namely 0 kg/plot, 1.5 kg/plot, 3 kg/plot, and 4.5 kg/plot. The second factor was the dose of young coconut coir POC, which consisted of 4 levels, namely 0 ml/plant, 100 ml/plant, 200 ml/plant, and 300 ml/plant. So that there were 16 treatment combinations with three replications, 48 experimental units were obtained. Each experimental unit consisted of 4 plants, and 2 of them were sampled, so the total number of plants was 192 plants. Parameters observed were flowering age, harvest age, fruit weight per fruit, fruit weight per plant, fruit girth, root volume, sweetness level, and flesh thickness. The results showed that there was a significant interaction between the treatment of bokashi tofu dregs and POC of young coconut coir on the observation of flowering age, harvest age, fruit weight per fruit, fruit weight per plant, and fruit sweetness level. The best treatments were tofu dregs bokashi at a dose of 4.5 kg/plot and POC young coconut husks at a dose of 300 ml/plant. The main effect of tofu dregs bokashi was significant on all observation parameters. The best treatment for tofu dregs bokashi was 4.5 kg/plot. The main impact of young coconut coir POC is substantial on all observation parameters. The best treatment for young coconut coir POC is at a dose of 300 ml/plant