Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Kebijakan Pengembangan Mutu Pendidikan Dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing Bangsa Yunita Kwartarani; Eko handoyo; Fathur Rokhman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4942

Abstract

Pendidikan merupakan faktor fundamental dalam membangun daya saing bangsa di era globalisasi dan transformasi digital. Kajian ini membahas kebijakan pengembangan mutu pendidikan di Indonesia sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan kompetitif. Penelitian ini menelaah arah, prinsip, serta implementasi kebijakan pendidikan nasional yang berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran, profesionalisme guru, pemerataan akses pendidikan, dan integrasi teknologi dalam proses belajar mengajar. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia telah meluncurkan berbagai program seperti Merdeka Belajar, Kampus Merdeka, dan digitalisasi sekolah untuk mendorong inovasi pembelajaran dan relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. Namun demikian, tantangan utama yang dihadapi meliputi ketimpangan mutu antarwilayah, keterbatasan infrastruktur pendidikan di daerah 3T, rendahnya literasi digital guru, serta lemahnya sistem monitoring dan evaluasi kebijakan berbasis data. Penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan yang berkelanjutan, adaptif, dan berbasis bukti (evidence-based policy) untuk memastikan efektivitas peningkatan mutu pendidikan secara nasional. Upaya strategis yang direkomendasikan meliputi desentralisasi pendidikan yang kontekstual, peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan sistem asesmen formatif, serta kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif. Selain kompetensi akademik, penguatan karakter peserta didik melalui program Profil Pelajar Pancasila menjadi fondasi penting untuk menumbuhkan nilai-nilai nasionalisme, etika, dan gotong royong dalam menghadapi tantangan global. Dengan implementasi kebijakan yang sinergis, sistem pendidikan Indonesia diharapkan mampu menciptakan generasi emas 2045 yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing global
Peningkatan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SD Melalui Implementasi Model Problem Based Learning Rizka Fauziyah; Fathur Rokhman; Decky Avrilianda; Ellianawati Ellianawati
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3149

Abstract

Penelitian ini didasari oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan materi rantai makanan kelas V SD, hal ini dikarenakan pembelajaran belum berpusat pada siswa dan cenderung bersifat satu arah. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan penelitian yang memiliki tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di kelas V SD Negeri 035 Soka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) sebanyak dua siklus. yang terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi berdasarkan model Kemmis dan McTaggart. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran, kemudian dianalisis secara kuantitatif untuk mengukur peningkatan hasil belajar dan keterlibatan siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model PBL secara signifikan bisa meningkatkan hasil belajar siswa dengan persentase ketuntasan kelas pada akhir penelitian sebesar 85,71%, serta persentase indikator kompetensi yang meningkat setiap siklusnya dan di akhir penelitian indikator kompetensi sudah semuanya memenuhi persentase minimum 80%. Temuan ini mendukung penerapan model pembelajaran berbasis masalah sebagai solusi inovatif yang efektif dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar.
STUDY OF THE USE OF STEM-BASED LEARNING MEDIA Herlisa Mutiara; Fathur Rokhman; Nuni Widiarti; Agus Yuwono
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol. 14 No. 2 (2025): PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/hj88af44

Abstract

This study aims to examine the use of STEM-based learning media in various educational perspectives. This literature review analyzes several previous studies that have addressed the effectiveness and implementation of the use of STEM-based learning media on 21st century learning outcomes and skills. This article is a literature review using content analysis techniques using the Systematics Literature Review with Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA) approach. The journal criteria used in this study are related to learning media and STEM. The PRISMA approach is carried out through several stages, ranging from identification, screening, and publication selection. The results of the study show that the application of STEM-based learning media is very important in improving scientific literacy, mathematical literacy, improving learning outcomes, and can facilitate early childhood scientific skills. The results of this research are expected to provide in-depth insights for educators, curriculum developers, or researchers in designing or implementing innovative STEM-based learning media and improving the abilities of 21st century students. Keywords: Learning media, STEM
PENERAPAN TEORI KEPEMIMPINAN KONTINGENSI DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SEKOLAH DASAR Mawarna Febriani; Hufadz Nadiyya Kavina; Nur Adila binti Baodin; Adiyatma Nur Zain Purohita; Fathur Rokhman; Nina Oktarina; Gunawan Tjokro
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12527

Abstract

Teacher performance in elementary schools is a key factor in determining the quality of learning processes and outcomes. However, in practice, variations in teacher performance are still found, influenced by differences in ability, motivation, and work environment conditions. One approach considered relevant to addressing this problem is the application of contingency leadership theory, which emphasizes adapting leadership style to the situation at hand. This study aims to analyze the application of contingency leadership theory in improving teacher performance in elementary schools. The methodology used is a literature review by examining various scientific sources in the form of journals, books, and relevant publications published in recent years. The analysis was conducted by collecting, categorizing, and synthesizing research findings related to contingency leadership and teacher performance. The results of the study indicate that the application of contingency leadership by school principals can improve teacher performance by adjusting leadership style based on the level of teacher readiness, competence, and motivation. In addition, strategies such as effective communication, adaptive supervision, and providing motivation and training as needed have been shown to contribute positively to improving the quality of learning. Thus, contingency leadership is an effective and flexible approach to improving teacher performance in elementary schools.
KEPEMIMPINAN SEBAGAI PRIVILEGE: KRITIK TERHADAP TEORI SIFAT DALAM MEMBENTUK BIAS KEPEMIMPINAN Irma Yusnia; Hasna Mutia Insani; Virda Andhara Sofia; Nurul Widya Tanjung; Fathur Rokhman; Nina Oktarina; Gunawan Tjokro
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the fundamental aspects of an organization is the success of leadership. Reality shows that leadership is not solely determined by innate traits, but also by social context, experience, and interaction with the environment. Therefore, a critical review is needed to reassess the relevance of trait theory in the context of contemporary leadership. This study is a descriptive study that employs a literature review method using data sources such as books, journals, and documents relevant to the topic. The findings indicate that trait theory in leadership positions individual characteristics as the primary factor in a leader’s effectiveness; the existence of normative standards regarding the ideal leader is linked to specific social contexts; there is a connection between trait-based approaches and limited access to leadership positions; and there is a shift away from focusing exclusively on individual traits. Furthermore, a leader’s focus on privilege can reinforce inequality and hinder the creation of inclusive and equitable leadership.
Pola Komunikasi Interpersonal antara Orang Tua dan Anak dalam Pengembangan Keterampilan Berbicara Bermediakan Buku Cerita Legenda Cirebon Nurhannah Widianti; Fathur Rokhman; Rahayu Pristiwati
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol. 6 No. 2 (2023): Desember
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v6i2.16657

Abstract

Tujuan penelitian, yaitu mendeskripsikan pola komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak dengan memanfaatkan buku cerita legenda Cirebon untuk mengembangkan keterampilan berbicara. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan di Desa Setu Kulon, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Sumber data penelitian berasal dari habit forming yang dilakukan narasumber SAR (31 tahun) dan putrinya SNT (3 tahun). Data penelitian adalah penggalan tuturan narasumber dan putrinya. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan wawancara tidak terstruktur, pedoman catatan lapangan, dan dokumentasi Selanjutnya, data dianalisis secara kualitatif dengan tahapan pengumpulan data lapangan dan tinjauan pustaka, verifikasi data melalui klarifikasi berdasarkan kategori tertentu, interpretasi data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan orang tua dapat menciptakan komunikasi interpersonal melalui interaksi verbal maupun nonverbal secara kontinu. Hubungan positif dapat terlihat dari peran orang tua yang berkontibusi dalam hal pengembangan keterampilan berbicara pada anak. Upayanya, yaitu memanfaatkan buku cerita anak bergambar yang relevan dengan kondisi anak sebagai sarana membangun komunikasi interpersonal. Orang tua pun memberikan arahan atau nasihat melalui tuturan-tuturan yang positif. Dengan demikian, anak merasa nyaman dan mudah mengembangkan keterampilan beribicaranya. Anak menjadi tahu nama-nama benda dan warna. Selain itu, memantik anak pula untu mengungkapkan perasaan maupun pikirannya dalam tuturan yang sederhana. Adapun praktik komunikasi interpersonal secara konsisten sebelum tidur ternyata tidak hanya membuat anak komunikatif, tapi juga menjadi antusias dan membentuk kepribadian.
Pengembangan Aplikasi Smart Apps Creator pada Pembelajaran IPAS Berbasis Android untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa di Sekolah Dasar Beny Sulistiawan; Fathur Rokhman; Suwito Eko Pramono
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.386

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan mengembangkan sebuah aplikasi pembelajaran interaktif yang dapat digunakan di Android melalui Smart Apps Creator (SAC) untuk mata pelajaran IPAS dengan fokus materi "Bumi Kita Terancam Bahaya" khususnya subtopik "Ragam Permasalahan Lingkungan Akibat Perbuatan Manusia" untuk siswa kelas VI SD. Latar belakang penelitian didasari oleh capaian nilai siswa yang tergolong rendah adapun rata-ratanya hanya 60,35 dan itu belum memenuhi standar KKM 70,00, serta proses pembelajaran yang masih menggunakan media tradisional seperti buku teks yang kurang mampu membangkitkan minat dan memperdalam pemahaman siswa terhadap permasalahan lingkungan yang rumit. Metodologi penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE dengan lima fase yaitu: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Lokasi penelitian di SDN Rinjani dengan 31 siswa kelas VI B sebagai partisipan. Hasil penelitian menunjukkan media pembelajaran yang dihasilkan memiliki tingkat validitas sangat tinggi dengan persentase validasi media 98,8% dan validasi materi 95,6%. Aspek praktikalitas mendapat respons sangat baik dari guru dan siswa dengan pencapaian 100% dalam kategori sangat praktis. Keefektifan media terbukti melalui peningkatan hasil belajar siswa yang signifikan berdasarkan uji nonparametrik Wilcoxon dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, serta nilai N-Gain 0,735 yang mengindikasikan peningkatan kategori tinggi. Seluruh siswa menunjukkan peningkatan skor dari pretest ke posttest tanpa ada yang mengalami kemunduran. Keunggulan media pembelajaran Android ini meliputi fleksibilitas akses tanpa terbatas ruang dan waktu karena dapat beroperasi secara offline, kelengkapan elemen pembelajaran terintegrasi mencakup materi, kuis interaktif, dan simulasi percobaan, serta fitur audio narasi yang mendukung beragam gaya belajar siswa. Penelitian ini berkontribusi pada transformasi digital pendidikan dengan menyajikan alternatif media pembelajaran yang inovatif, praktis, dan efektif untuk meningkatkan mutu pembelajaran IPAS di jenjang pendidikan dasar.
Dominasi Kekerasan dan Marginalisasi Perempuan dalam Sistem Adat pada Novel Karya Perempuan Maya Dewi Kurnia; Fathur Rokhman; Rustono Rustono; Hari Bakti Mardikantoro
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4911.496-506

Abstract

The purpose of this research is to identify forms of violence and marginalization against women constructed in literary narratives, and to represent how the patriarchal customary system influences the position and role of women in traditional Indonesian society. The novels Perempuan Menangis Kepada Bulan Hitam and Tarian Bumi were selected for this study based on considerations that they are works by female authors, deeply rooted in Indonesian traditions, and address women's issues. The research method employed is qualitative with Teun Van Dijk's critical discourse analysis approach. This analysis considers the dimensions of text fragments based on microstructure, superstructure, and macrostructure. The research data consist of discourse fragments that demonstrate representations of violence and marginalization against women. Subsequently, the data were analyzed using the distributional method. The results of this study reveal that in the novel Perempuan Menangis Kepada Bulan Hitam, significant discourse of violence was found, manifested in forms of physical, psychological, and symbolic violence. Meanwhile, in the novel Tarian Bumi, the more dominant element is the discourse of women's marginalization across various social, economic, and cultural aspects. AbstrakTujuan penelitian ini adalah menemukan bentuk kekerasan dan marginalisasi terhadap perempuan yang dikonstruksikan dalam narasi sastra, serta merepresentasikan bagaimana sistem adat patriarki mempengaruhi posisi dan peran perempuan dalam masyarakat tradisional Indonesia. Novel Perempuan Menangis Kepada Bulan Hitam dan Tarian Bumi dipilih untuk diteliti dengan mempertimbangkan karya perempuan, kental dengan tradisi Indonesia, dan mengangkat isu perempuan. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis Teun Van Dijk.  Analisis ini mempertimbangkan dimensi penggalan teks berdasarkan struktur mikro, superstruktur, dan struktur makro. Data penelitian berupa penggalan wacana yang menunjukkan representasi kekerasan dan marginalisasi perempuan. Selanjutnya data dianalisis dengan metode agih. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada novel Perempuan Menangis Kepada Bulan Hitam ditemukan wacana kekerasan yang signifikan yang termanifestaikan dalam bentuk kekerasan fisik, psikologis, dan simbolik. Sementara itu, pada novel Tarian Bumi yang lebih dominan adalah wacana marginalisasi perempuan dalam berbagai aspek sosial, ekonomi, dan budaya.
3E 1D Architecture Maps Teacher Policy Coherence Toward 2045: Arsitektur 3E 1D Memetakan Koherensi Kebijakan Guru Menuju 2045 Muryadi Muryadi; Fathur Rokhman; Eko Handoyo
Indonesian Journal of Education Methods Development Vol. 21 No. 2 (2026): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijemd.v21i2.1063

Abstract

General Background Teacher professionalism is central to national educational quality because policy aspirations are tested through classroom learning and long-term citizen development. Specific Background Indonesia has invested in certification, professional education, competency standards, professional organizations, digital platforms, and development programs, yet these instruments remain unevenly connected across recruitment, induction, appraisal, welfare, career pathways, leadership, and local governance. Knowledge Gap Existing teacher-quality initiatives are often treated as isolated programs rather than an integrated policy architecture that links equity, expertise, ecosystem support, and digital governance. Aims This article formulates the 3E 1D architecture as a coherent conceptual-operational framework for developing teacher quality and competence toward Golden Indonesia 2045. Results The integrative policy review of 60 international, Indonesian, regulatory, and theoretical sources produced four findings: teacher reforms are present but weakly integrated; compliance-oriented policy logic needs repositioning toward professional-capital development; each pillar requires concrete instruments, including a teacher-equity index, practice-based micro-credentials, professional learning communities, district coaching systems, strengthened professional organizations, and interoperable teacher portfolios; and implementation depends on data readiness, regional capacity, workload reduction, sustainable financing, and ethical digital governance. Novelty The article reframes teacher policy as a multi-level architecture that connects national standards, local support, school leadership, teacher wellbeing, professional organizations, and evidence-based professional learning. Implications Policymakers can use the 3E 1D model as a policy-design checklist, while future studies should validate it through Delphi inquiry, policy simulation, and pilot implementation across diverse contexts. Highlights • Reform instruments exist, but integration across governance levels remains weak.• Professional capital requires equity indexes, micro-credentials, learning communities, coaching, organizational support, and interoperable portfolios.• National scaling requires empirical validation, regional readiness, workload reduction, sustainable financing, and ethical data governance. Keywords Teacher Professionalism; Policy Architecture; Professional Capital; Digital Governance; Professional Learning
Evaluating the Implementation of Nonformal Education Policy in Indonesia: Challenges in Equality and Vocational Programs Muta’alimah Muta’alimah; Eko Handoyo; Fathur Rokhman
Ahlussunnah: Journal of Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : STIT Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/jie.v5i1.612

Abstract

Nonformal education in Indonesia plays a strategic role as a complement, supplement, and substitute for formal education in supporting equitable access to education. This study aims to analyze the implementation of nonformal education development policies in Indonesia by focusing on equality education programs and course and training institutions. This study employed a qualitative method with a content analysis approach through the examination of various regulations, policy documents, and related literature, ranging from Law Number 20 of 2003 to recent educational policies. The findings indicate that the implementation of nonformal education policies has contributed to increasing educational participation and reducing illiteracy rates. However, the effectiveness of policy implementation still faces several challenges, including limited budget allocation compared to formal education, inadequate quality of facilities and infrastructure in Community Learning Activity Centers, and disparities in instructor quality across regions. This study emphasizes the importance of strengthening governance, expanding partnerships with the industrial sector, and modernizing vocational-based curricula in order to enhance the responsiveness of nonformal education toward the challenges of economic disruption and unemployment in Indonesia.