Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Mekanisme Koping dengan Tingkat Kecemasan Pasien gagal Ginjal Kronik di Unit Hemodialisa RSUD Provinsi NTB Istiana, Dian; Arifin, Zaenal; Megantari Putri, Heni Agustini; Syamdarniati, Syamdarniati; Nur Sukma Purqoti, Dewi
Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YARSI Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.009 KB) | DOI: 10.57267/jisym.v11i2.112

Abstract

The Indonesian Society of Nephrology survey there are 18 million people in Indonesia suffering from chronic kidney disease. Chronic kidney disease is a progressive disorder of renal function and requires treatment in the form of kidney transplantation, peritoneal dialysis, hemodialysis and long-term outpatient treatment. Patients undergoing hemodialysis experience various problems arising from kidney malfunction. Anxiety is a psychological impact that hemodialysis patients often complain about. Coping mechanism is one of the factors that affect the patient's anxiety. This study aims to determine the relationship of coping mechanism with anxiety level in chronic renal failure patients in Hemodialisa Unit of NTB Provincial Hospital. This type of research is quantitative research with correlational research design using cross sectional approach. The selection of samples was conducted by purposive sampling method with a sample count of 69 respondents. The research instruments used HARS questionnaire, and Jalowiec Coping Scale questionnaire. Analyze the data in this study using Chi-Square test analysis. The results showed that there was a link between coping mechanisms and anxiety levels in chronic renal failure patients in the Hemodialysis Unit of NTB Provincial Hospital with a significance value of 0.009 (p<0.05). With the results of this study, it is expected that the family can provide support to patients to use adaptive coping so as to lower the level of anxiety of patients.
KENDALIKAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN TERAPI KOMPLEMENTER Purqoti, Dewi Nur Sukma; Istiana, Dian; Arifin, Zaenal; Pramudita, Eka Avina
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v15i2.372

Abstract

Non-Communicable Diseases (NCDs) often referred to as NCDs have become a considerable public health problem in Indonesia, this is marked by a shift in epidemiological disease patterns from infectious diseases to NCDs which globally continues to increase, one of which is hypertension. The purpose of this study is to determine the effect of complementary therapy on lowering blood pressure in the elderly with hypertension. This research method is pre-experimental with a one-group pre-post test design. The population in this study is 152 people with a sample of 18 respondents, Sampling with non-probability sampling techniques, The instrument that will be used in this study is a data processing questionnaire using the wilcoxon test. The results showed that the Sig (2-tailed) value for systolic blood pressure before and after the administration of complementary therapy was 0.000 < 0.05 its means that Ha is accepted and Ho is rejected. In conclusion, there is an effect of providing complementary therapy on reducing blood pressure in the elderly with hypertension
UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DBD MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN DI UPT PUSKESMAS AIK DAREK Sukma Purqoti, Dewi Nur; Supriyadi, Supriyadi; Istiana, Dian; Fatmawati, Baiq Rulli; Syamdarniati
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v4i1.280

Abstract

Trend pada Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tiap tahun nya mengalami peningkatan menjadikan kasus DBD menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang harus segera diatasi, diperlukan pendekatan holistik dalam penanggulangan penyakit ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir melonjaknya kasus DBD dengan melakukan penyuluhan terkait pencegahan yang bisa dilakukan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan warga terkait penyakit DBD sehingga dengan pengetahuan yang baik upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit DBD ini bisa dilaksanakan dengan maksimal. Sasaran kegiatan ini adalah warga desa aik dareq sejumlah 40 orang, warga dikumpulkan di aula upt puskesmas aik dareq, kemudian penyampaian materi terkait konsep DBD, serta upaya pencegahan yang bisa dilakukan dan membagikan leflet yang sudah disiapkan. Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari sebelum pelaksanaan kegiatan dengan nilai rata-rata pengetahuan sebelum kegiatan adalah 14.05 dan meningkat menjadi 18.27 setelah pelaksanaan.
Peran pendamping menelan obat (pmo) dalam pencegahan penularan tbc pada keluarga di wilayah kerja puskesmas karang pule: The role of drug administrative in prevention of tuberculosis transmission in families in the working area of puskesmas karang pule Galyubi, Gaus; Supinganto, Agus; Istiana, Dian
Bali Medika Jurnal Vol 8 No 2 (2021): Bali Medika Jurnal Vol 8 No 2 Juli 2021
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v8i2.189

Abstract

Introduction: The success of the tuberculosis elimination program through the role of the Companion Swallowing Drugs (PMO) is one strategy to reduce the number of prevention of TB transmission in the family. Purpose: This study aims to determine the role of PMO in preventing transmission of tuberculosis in the family. Methods: This study was descriptive analytic with a cross sectional approach. The number of samples of 25 respondents using a total sampling technique. The data was collected using a questionnaire and documentation. The results of this study indicate (p-value = 0.142) that there is no significant relationship between the role of companion ingesting drugs in the prevention of transmission of tuberculosis to families in PKM Karang Pule. Recommendations that can be given are to provide health promotion activities regarding the impact of tuberculosis transmission on family members.Keywords: Tuberculosis, Role Of Companion Swallowing Drug, Family.
Penyuluhan Kesehatan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Mental Emosional Pada Anak Eka Adithia Pratiwi; Istiana, Dian; Wasliah, Indah; Romadonika, Fitri
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi (Desember)
Publisher : Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jilpi.v2i2.302

Abstract

Growth and development are processes that occur in every human being, especially during childhood, this growth and development process occurs very quickly, especially in certain periods. The first five years are the period when the basic human personality is formed, sensing abilities, thinking, language and speaking skills, and social behavior. Each child's achievement of an ability can be different, but there are benchmarks for what development is carried out at each age stage. In order to reduce a child's growth and development problems, prevention must be carried out as early as possible. One of the problems that occurs in children today is that children's mental health problems are as important as their physical health problems. The method of implementing the activity is by providing health education related to children's mental and emotional problems, and training in early detection of children's mental and emotional problems. Results Monitoring and examining children's development regarding mental-emotional problems is important for parents to carry out. The pretest level of knowledge of parents in the poor category was 20 people (66.6%), the level of knowledge in the sufficient category was 5 people (16.7%), and the level of knowledge in the good category was 5 people (16.7). Meanwhile, the results of the post test showed that the level of knowledge of parents was in the sufficient category as many as 20 people (66.7%), and in the good category as many as 10 people (33.3%).
Preventif Penyakit Tidak Menular Berbasis Health Belief Model- Cerdik (HBM-CERDIK): Non-communicable Disease Control Efforts Based on CERDIK Behavior and HBM Model Sukma Purqoti, Dewi Nur; Istiana, Dian; Fatmawati, Baiq Rulli; Rispawati, Baik Heni; Rispawati, ernawati
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.171

Abstract

Perilaku Cerdik berperan penting dalam membantu pemantauan penyakit tidak menular khususnya penyandang hipertensi dan diabetes millitus, dampak positif akan lebih terlihat dengan penguatan konsep Health Belief Model dalam penerapan perilaku cerdik ini. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran prilaku Cerdik berbasis HBM pada pencegahan PTM Metode: Studi ini memakai metodologi kuantitif dengan cross sectional study melalui metode pengambilan sampel Accidental Sampling yang memiliki sampel sebanyak 33 orang Hasil: Penelitian ini menghasilkan bahwa terdapat 84% (28 orang) yang mengalami kerentanan, 75% atau 19 orang yang memiliki keparahan, 61% atau 20 orang dengan persepsi kemanfaatan, 54% orang mengalami persepsi hambatan, 66% orang dengan persepsi efkasi diri tertinggi, 66% atau 22 orang dengan sebaran isyarat untuk bertindak pada prevensi komplikasi, 11 atau 34% dengan pengecekan rutin pada kesehatan, 11 orang atau 34% pada enyah asap rokok dan sebanyak 21 orang atau 63.6 % rajin aktivitas dan diet seimbang iaitu 63.6% atau 23 orang, istirahat yang cukup sebanyak 46% atau 15 orang serta pengelolaan stress sebanyak 69.7% atau 23 orang. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa masih ada responden yang kurang melaksanakan prilaku Cerdik karna masih kurangnya pemahaman klien terkait PTM berdasarkan pendekatan HBM. Saran: Diharapkan dapat menjadi dasar untuk melakukan edukasi kepada Masyarakat agar selalu menerapkan beberapa upaya guna pengendalian penyakit
Hubungan Loneliness dengan Perilaku Self-Harm pada Remaja Istiana, Dian; Safitri, Rias Pratiwi; Eka Adithia Pratiwi; Oksafitri, Anggi
Jurnal Ilmu Kesehatan Dharmas Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Dharmas Indonesia (JIKDI)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/jikdi.v3i2.1213

Abstract

Perilaku bunuh diri berawal dari keadaan individu yang melukai dirinya sendiri sebagai cara untuk menyelesaikan suatu masalah. Salah satu alasan dilakukannya perilaku tersebut adalah karena kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan loneliness dengan perilaku self-harm. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasi, jumlah responden adalah 59 orang diambil dari Kelurahan Brang Bara  Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Loneliness UCLA loneliness scale 3 disusun oleh Rusel (1996) dan kuesioner self-harm inventory. Hasil menunjukkan bahwa responden kategori loneliness sedang (76,3%), lebih dari separuh remaja (n=34 atau 57,6%) dalam kategori self-harm sedang. Uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel lonliness dengan self-harm, diketahui nilai r tabel 0.2126 dan signifikansi (2-tailed) sebesar 0.711 (> 0,05). Artinya semakin tinggi remaja merasa loneliness maka perilaku melukai diri akan semakin tinggi dimunculkan oleh remaja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa loneliness berhubungan dengan self-harm. Rekomendasi untuk orang tua agar memberikan perhatian, dukungan, kasih sayang dan selalu membimbing sehingga anak tetap dapat melakukan sosialisasi dengan orang atau teman-teman di sekitarnya.
Keterampilan Hand Massage Pada Pasien Dan Keluarga Yang Terdiagnosis Diabetes Melitus Tipe 2 Dalam Kontrol Gula Darah Di Desa Darek Wilayah Kerja Puskesmas Darek Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah: Emberdayaan Masyarakat Dan Keluarga Dalam Pencegahan Dan Penanganan Awal Ispa Pada Bayi Dan Balita Di Ampenan, Kota Mataram Marlina Riskawaty, Heny; Istiana, Dian; Arifin, Zaenal
Jurnal LENTERA Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal LENTERA
Publisher : Stikes Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.68 KB) | DOI: 10.57267/lentera.v1i1.87

Abstract

One of the complication in patients with diabetes mellitus makroangiopati are impaired to streamline. of peripheral blood vessels to the legsThis was due to a decrease in oxygen in the blood that cause failure penghantaran nutrients to tissue in the capillaries occurred because of the increased viscositas hiperglikemik, blood as a result one of the Arterial Periperal Desease ( PAD ) contributing cause ulcers feet in patients. diabetes mellitusThe preventive efforts that can be done is to the care of the feet, in the form of a gymnastic exercise has been shown to increase vaskularisasi. feetIntervention nursing that may be developed by combining the local culture of the hand massage Belian Sasak. research objectives is to improve knowledge about pasie family and hand massage blood sugar control and prevention of foot retinopathy patients diabetes mellitus type 2. The time taken from the preparation up to the one month .Time 1 weeks to preparation and 3 weeks to activities .All patients join the finish this up , and there is increasing the knowledge and lower blood sugar and improve vaskularisasi on foot patients .Is expected in the local community health can partnered with the belian to prevent the increased blood sugar and decline vaskularisasi in patients diabetes mellitus that can cause the foot retinopathy ulcer
PENINGKATAN PEMAHAMAN PERILAKU SEDENTARI (SEDENTARY BEHAVIOR) DAN RISIKO TERJADINYA SINDROM METABOLIK PADA SANTRIWATI DI MASA PANDEMI COVID 19 Purqoti, Dewi Nur; Zaenal arifin; istiana, Dian; Ilham; Baiq Rulli Fatmawati
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v4i1.77

Abstract

Kegiatan di masyarakat telah berubah disebabkan adanya Pandemi COVID-19 salah satu diantaranya adalah berkurangnya aktivitas baik pada tatanan pendidikan, dan dunia kerja serta pada kehidupan sehari-hari dimasyarakat akibat adanya pembatasan aktivitas masyarakat. Beberapa kondisi yang menyebabkan berkurangnya aktivitas fisik selama masa pandemi COVID-19 diantaranya adalah bekerja dari rumah (work from home), pembelajaran secara daring (online), pembatasan wakti operasional bidang usaha dan penutupan lokasi wisata, sehingga hal tersebut memicu masyarakat lebih banyak berada di rumah dan tentunya lebih banyak waktu untuk menggunakan gadget baik untuk keperluan pekerjaan, proses pembelajaran maupun pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan santriwati melalui kegiatan pendidikan kesehatan tentang faktor resiko sindrom metabolik dan perbaikan gaya hidup dengan menghindari kebiasaan sedentary lifestyle sebagai upaya pencegahan terjadinya sindrom metabolic. Metode: Metode pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam bentuk pemberian pendidikan kesehatan tentang perilaku sedentari dan risiko terjadinya sindroma metabolic dengan cara Ceramah dan Tanya Jawab dilanjutkan dengan pengukuran Indeks Masa Tubuh (IMT). Simpulan: dari hasil pengabdian dapat disimpulkan bahwa responden dengan kategori Kelebihan berat Badan Tingkat Berat Sejumalah 2 orang (10%), dan responden dengan Kekurangan Berat Badan Tingkat Ringan yaitu 6 orang (30%), Kekurangan Berat Badan Tingkat berat sebanyak 4 orang (20%) sementara itu responden yang memiliki berat badan normal sebanyak 8 orang (40%).
Sosialisasi konsep penyakit Diabetes Mellitus untuk meningkatkan pengetahuan Lansia tentang Diabetes Mellitus Purqoti, Dewi Nur Sukma; Arifin, Zaenal; Istiana, Dian; Ilham, Ilham; Fatmawati, Baiq Ruli; Rusiana, Harlina Putri
ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masayarakat Vol 3 No 1 (2022): ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/ab.v3i1.5771

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is one of the degenerative diseases known as a lifelong disease because it is a disease that cannot be cured during the life span of the sufferer and is commonly found in the elderly. In the management of DM, six things must be considered, including education, dietary regulation, regular physical activity, medicaments, insulin use, and monitoring daily blood sugar levels. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge of the elderly about the basic concepts of DM. The method of community service activities was carried out by providing health education about the basic concepts of DM and its handling through lectures and questions and answers. The stages of the activity start from measuring residents' knowledge about DM as pre-test data, then giving material on the basic concepts of DM and its handling through lectures and subsequent sessions of question and answer about material that is not yet clear. The last stage is to re-measure citizens' knowledge about the concept of DM as post-test data. This activity results in an increase in knowledge after being given Health Education. This community service activity concludes that the socialization of the concept of DM disease has a positive impact on the knowledge of the elderly about DM. Similar activities must continue to be carried out to improve the quality of life of people with DM.