Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

LAYANAN INFORMASI BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN SISWA EMPATIK SISWA SMP Anggi Puji Utami; Edris Zamroni; Sucipto Sucipto
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v12i1.20486

Abstract

This study stems from the importance of developing empathy in junior high school students as a foundation for prosocial character building and the prevention of negative behaviors such as bullying. Audio-visual media is considered capable of providing a more meaningful learning experience through a combination of verbal and visual messages that stimulate students' emotional involvement. This study aims to evaluate the effectiveness of audio-visual media-assisted information services in increasing the empathic attitudes of eighth-grade students at SMP 1 Karanganyar, Demak. The research subjects consisted of 30 eighth-grade E students selected using purposive sampling from a total population of 210 eighth-grade students. The research method used was a quasi-experiment with a pretest-posttest control group design. The data collection instrument was an empathy attitude scale that had been tested for validity and reliability (α = 0.87). The results of the data analysis showed that there was a significant difference between the pretest and posttest scores in the experimental group (t = 5.47; p < 0.05), while the control group did not show a significant difference. These findings indicate that audio-visual media-assisted information services are effective in increasing student empathy, with an average score increase of 12.87 points, which is much higher than the control group, which only increased by 1.40 points. The originality of this study lies in the application of audiovisual-based information services in the context of junior high schools with a rigorous quasi-experimental design, thus providing stronger empirical evidence than previous descriptive studies. The implications of this study encourage school counselors to integrate audio-visual media into guidance services, while further research is recommended to test the sustainability of the intervention effects through follow-up tests and expand the subjects in various educational contexts.
IMPROVING STUDENTS' INTERPERSONAL COMMUNICATION SKILLS USING GROUP GUIDANCE SERVICES WITH THE SOCIODRAMA TECHNIQUE Rosana Dwi Septine; Edris Zamroni; Sucipto Sucipto
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jkpi.v7i1.1233

Abstract

This research is motivated by the importance of interpersonal communication skills in students' social lives, especially at SMA N 1 Jepara, where some students still experience communication difficulties due to low self-confidence, nervousness, and a tendency to withdraw from social interactions. These problems are closely related to parenting styles and self-confidence development. This study aims to describe the implementation and effectiveness of group guidance services using sociodrama techniques to improve students' interpersonal communication skills. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental design of a non-equivalent control group type. The study participants were students from class X1.1 of SMA N 1 Jepara, who were selected through purposive sampling. Data were collected through Likert scale questionnaires and interviews, while data analysis was conducted using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results of the study indicate that group guidance services using sociodrama techniques are effective in improving students' interpersonal communication skills. Through role-playing and dramatization of real social situations, students become more open, empathetic, and confident in expressing their thoughts and engaging in interactions. Therefore, sociodrama can be considered an effective alternative technique in group guidance to develop students' interpersonal communication skills.
Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Home Room Untuk Meningkatkan Sikap Anti Seks Bebas Farid Hidayat; Edris Zamroni; Sucipto Sucipto
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 1 No. 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v1i2.3440

Abstract

The purpose of this study are: 1) Describe the implementation of group guidance services with homeroom techniques to improve anti-sex free attitudes in class XI TAV 2 students SMK Negeri 2 Kudus, 2) Know the increase in anti-sex free attitudes through group guidance services with homeroom techniques for class students XI TAV 2 of SMK Negeri 2 Kudus. Type of Research PTBK with stages: 1. Planning, 2. Implementation, 3. Observation, and 4. Reflections carried out in 2 cycles of research, each cycle carried out three meetings. Data analysis used is descriptive qualitative data analysis. The results of the study were pre-cycle conditions. The number of free anti-sex attitudes of 8 students of class XI TAV 2 of SMK Negeri 2 Kudus was 133 with a percentage of 42% in the very poor category, at the end of the first cycle the score of anti-free sex was 202 with percentage 63% in the less category and at the end of the second cycle the number of anti-sex free attitudes from 8 students of class XI TAV 2 of SMK Negeri 2 Kudus was 263 with a percentage of 82% in the good category. Selin also concluded that the hypothesis of action that researchers made in chapter II which reads Homeroom Technical Guidance Service Group can increase the anti-free attitude of students of class XI TAV 2 of SMK Negeri 2 Kudus, declared acceptable.
Mengatasi Prokrastinasi Akademik Melalui Konseling Behavioristik Dengan Teknik Behavior Contract Miftah Khorirur Rokhman; Sucipto Sucipto; Masturi Masturi
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 2 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v2i1.4310

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1. Mendeskripsikan faktor-faktor yang menjadi penyebab prokrastinasi akademik siswa SMA 1 Gebog Kudus. 2. Mengetahui keberhasilan layanan konseling behavioristik dengan teknik behavior contract untuk mengatasi prokrastinasi siswa SMA 1 Gebog Kudus. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Studi Kasus dengan metode kualitatif yaitu metode penelitian berdasarkan pengumpulan data secara subjektif yang dialami oleh pihak yang diteliti.  Subjek yang diteliti adalah 3 siswa SMA 1 Gebog Kudus yang memiliki tingkat prokrastinasi akademik tinggi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dengan tiga tahapan yaitu, reduksi data, paparan data, dan penyimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa prokrastinasi akademik yang dialami siswa SMA 1 Gebog Kudus dapat diatasi menggunakan layanan konseling behavioristik dengan teknik behavior contract.
Bimbingan Kelompok Teknik Self Management Untuk Meningkatkan Penerimaan Diri Julia Wijayanti; Sumarwiyah Sumarwiyah; Sucipto Sucipto
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 3 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v3i1.5154

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1. Mendiskripsikan bimbingan kelompok dengan teknik self management untuk meningkatkan penerimaan diri anak Panti Asuhan Nurul Jannah, 2. Memperoleh peningkatan penerimaan diri anak Panti Asuhan Nurul Jannah melalui bimbingan kelompok teknik self management. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian tindakan bimbingan dan konseling dengan menggunakan dua siklus. Simpulan hasil penelitian ini adalah Terjadinya peningkatan pada penerimaan diri setelah diberikan layanan bimbingan kelompok teknik self management mengalamai peningkatan dalam setiap pertemuan. Pada pra siklus diperoleh rata-rata 24 (48%) termasuk dalam kategori sangat kurang. Pada siklus I hasil observasi pertemuan pertama memperoleh hasil 54% dengan kategori cukup, pertemuan kedua memperoleh hasil 56% dengan kategori cukup, pertemuan ketiga memperoleh hasil 58% dengan kategori cukup. Pada observasi siklus II pertemuan pertama memperoleh hasil 68% dengan kategori baik, pertemuan kedua memperoleh hasil 72% dengan kategori baik, dan pertemuan ketiga memperoleh hasil 84% dengan kategori sangat baik. Oleh karena itu, terjadi peningkatan sebesar 36% dari tahap pra siklus, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian dalam menerapkan bimbingan kelompok teknik self management yang telah dilakukan oleh peneliti untuk meningkatkan penerimaan diri anak panti asuhan Pada siklus I pertemuan ketiga memperoleh hasil 71% dengan kategori baik, dan siklus II pertemuan ketiga memperoleh hasil 93% dengan kategori sangat baik. Oleh karena itu, terjadi peningkatan sebesar 34% dari tahap siklus I, dan siklus II. Dengan demikian Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Self Management dapat Meningkatkan Penerimaan Diri Anak Panti Asuhan Nurul Jannah.
Peningkatan Sikap Optimisme Anak Panti Asuhan Melalui Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Simulasi Devita Agustin; Sumarwiyah Sumarwiyah; Sucipto Sucipto
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 3 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v3i1.5155

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1. Mendeskripsikan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi dapat meningkatkan sikap optimisme pada anak panti asuhan Nurul Jannah Kudus, 2. Diperoleh peningkatan sikap optimisme terhadap anak panti asuhan Nurul Jannah Kudus melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi. Penelitian ini didesain dengan menggunakan penelitian tindakan bimbingan konseling (PTBK) dengan subyek penelitian adalah 8 anak panti asuhan Nurul Jannah Kudus yang memiliki permasalahan sikap optimisme. Variabel penelitian ini adalah layanan bimbingan kelompok dan teknik simulasi (Variabel Bebas) dan sikap optimisme anak panti asuhan (Variabel Terikat). Hasil penelitian diketahui sikap optimisme anak panti asuhan Nurul Jannah Kudus pada periode pra siklus memperoleh skor 16,1 (32%) kategori sangat kurang (SK). Pada siklus I mengalami peningkatan dengan memperoleh skor 26 (52%) kategori cukup (C). Kemudian pada siklus II juga mengalami peningkatan dengan memperoleh skor 39 (78%) kategori baik (B). Simpulan peneliti ini sebagai berikut: 1. Aktivitas peneliti dalam memimpin kegiatan layanan bimbingan kelompok teknik simulasi pada siklus I pertemuan pertama memperoleh skor 45 (45%) kategori kurang (K), pertemuan kedua memperoleh skor 54 (54%) kategori cukup (C), dan pertemuan ketiga memperoleh skor 65 (65%) kategori cukup (C). Kemudian pada siklus II pertemuan pertama memperoleh skor 69 (69%) kategori baik (B), lalu pada pertemuan kedua memperoleh skor 76 (76%) kategori baik (B), dan pada pertemuan ketiga memperoleh skor 86 (86%) kategori sangat baik (SB).
Pengingkatkan Komunikasi Antar Pribadi Melalui Layanan Penguasaan Konten dengan Teknik Bermain Peran Vivi Elita Yahya; Sucipto Sucipto; Masturi Masturi
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 3 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v3i1.5156

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah : 1. Mendiskripsikan layanan penguasaan konten menggunakan teknik bermain peran dalam peningkatkan komunikasi antar pribadi pada siswa TK Pertiwi Bulungcangkring Jekulo, 2. Diperolehnya peningkatan komunikasi antar pribadi melalui layanan Penguasaan konten dengan teknik bermain peran pada siswa TK Pertiwi Bulungcangkring Jekulo. Komunikasi antar pribadi merupakan proses interaksi penyampaian informasi, ide dan sikap antara dua orang atau lebih yang menjalin hubungan komunikasi baik sebagai komunikan dan komunikator yang saling bertukar pesan secara langsung dan tidak langsung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan bimbingan dan konseling. Subjek yang diteliti siswa dari kelas A kecil. Penelitian ini dilakukan 2 siklusnya setiap pertemuan ada 4 tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan/tindakan, observasi / pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian diketahui dari komunikasi antar pribadi terhadap 14 subyek pada pra siklus dengan jumlah 216 dan memperoleh skor rata-rata 39% dengan kategori sangat kurang (SK), kesuliatan mengkomunikasikan pikiran dan perasaan, kurang berempati, kesulitan dalam memberikan dukungan, kurang dalam menyatakan sikap positif diri sendiri dan orang lain, rendahnya kemampuan mendengarkan siswa, kurang rasa berani dan percaya akan diri sendiridan orang lain, cenderung menutup diri dengan lingkungan sekitar, kurang sikap hangat saat berinteraksi, kurang bersikap asertif, rendahnya orietasi kepada orang lain. Setelah diberikan layanan penguasaan konten teknik bermain peran pada siklus I dari pertemuan pertama, kedua dan ketiga dengan jumlah 335 dengan rata-rata prosentase 60% kategori (kurang), pada siklus II pertemuan pertama, kedua ketiga mendapatkan jumlah 485 dengan rata-rata 87% dengan kategori (Sangat Baik). Dari observasi aspek komunikasi antar pribadi dapat disimpulkan bahwa siklus I ke siklus II mengalami peningkatan.
Konseling Behavioristik Dengan Teknik Modeling Simbolik Untuk Mengatasi Anak Yang Tidak Menghargai Guru Les Di Desa Wonoketingal Karanganyar Demak Linda Imawati; Sucipto Sucipto; Santoso Santoso
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 4 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v4i1.6474

Abstract

Tujuan penelitian ini  adalah 1. Mengetahui faktor-faktor penyebab perilaku anak yang tidak menghargai guru les di desa wonoketingal karanganyar demak, 2. Mendiskripsikan penerapan konseling behavioristik dengan teknik modeling pada anak les di desa wonoketingal karanganyar demak. Perilaku tidak menghargai guru merupakan salah satu sikap yang harus dihilangkan dalam diri. Konseling behavioristik dengan teknik modeling simbolik adalah upaya pemberian bantuan anak untuk mengubah perilaku konseli agar dapat memecahkan masalahnya. Jenis penelitian ini menggunakan studi kasus yang dilaksanakan di tempat Majlis Ta’lim Alhusna Sedangkan subjek penelitian ini ada 3 klien yaitu PWR anak  SMP,RMA dan JN anak SMA yang mempunyai masalah tidak menghargai guru, kegiatan ini berlangsung tiga kali pertemuan. Hasil dari penelitian ini bahwa proses konseling ditempat belajar les didesa wonoketingal karanganyar demak, sudah mampu mengubah tingkah lakunya dengan baik.
Mengatasi Rendahnya Kemandirian Belajar Peserta Didik Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Menggunakan Teknik Self Control Amalia Widyastuti; Edris Zamroni; Sucipto Sucipto
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 4 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v4i2.7273

Abstract

Rendahnya kemandirian belajar merupakan sikap yang harus dihilangkan dalam diri siswa, sebagai seorang pelajar harus memiliki kemandirisn dalam hal belajar agar siswa dapat mengembangkan kemampuan dirinya. Bimbingan kelompok teknik self control merupakan sebuah layanan  yang diberikan kepada individu atau sekelompok orang  dengan menggunakan dinamika kelompok yang berpusat kepada diri siswa agar siswa mampu mencegah, mengatur, mengelola keinginan yang timbul dalam diri siswa  itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah  1. dari penerapan layanan bimbingan kelompok dengan teknik Self Control maka dapat mengatasi rendahnya kemandirian belajar peserta didik di SMKN 3 PATI. 2. Memperoleh peningkatan efektifitas peserta didik dengan melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik Self Control dalam mengatasi rendahnya kemandirian belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas XI Busana 1 SMK Negeri 3 Pati, sebanyak 8 siswa yang memeliki masalah dalam kemandiri belajar. Berdasarkan dari hasil penelitian ini bahwa layanan bimbingan kelompok teknik self control di SMK Negeri 3 Pati terdapat peningkatan disetiap sikluslusnya. Hal ini dapat dilihat dari hasil skor, pada pra siklus siswa memperoleh jumlah rata – rata 75 dengan kategori kadang – kadang (KD), kemudian di sklus I memperoleh jumlah rata – rata 122 dengan kategori sering (SR), serta pada siklus II memperoleh jumlah rata – rata 142 dengan kategori selalu (SL).
Analisis Nilai Karakter Peduli Lingkungan dan Peduli Sosial dalam Cerita Anak “Princess Cinderella” Ghina Amalia Dewi; Sucipto Sucipto; Lovika Ardana Riswari
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 6 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v6i1.9746

Abstract

Society's view of the story "Princess Cinderella" only includes cruel stepmother stories and love stories and is not suitable for children to read. However, there are elements that need to be examined and exposed more, namely the values of environmental care and social care in this story. The method used in this research is discourse study, with listening techniques and content analysis in data collection, and the analysis techniques are data reduction, data presentation, and verification. This study presents the results that the story "Princess Cinderella" contains environmental care character values and social care character values; and this story is suitable for children to read to develop the character values of caring for the environment and social care. In conclusion, the story "Prinsess Cinderella" deserves to be read by children with the assistance of their parents, so that the values of caring for the environment and social care can be conveyed properly.Â