Claim Missing Document
Check
Articles

Mengatasi Rendahnya Kemandirian Belajar Peserta Didik Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Menggunakan Teknik Self Control Amalia Widyastuti; Edris Zamroni; Sucipto Sucipto
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 4 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v4i2.7273

Abstract

Rendahnya kemandirian belajar merupakan sikap yang harus dihilangkan dalam diri siswa, sebagai seorang pelajar harus memiliki kemandirisn dalam hal belajar agar siswa dapat mengembangkan kemampuan dirinya. Bimbingan kelompok teknik self control merupakan sebuah layanan  yang diberikan kepada individu atau sekelompok orang  dengan menggunakan dinamika kelompok yang berpusat kepada diri siswa agar siswa mampu mencegah, mengatur, mengelola keinginan yang timbul dalam diri siswa  itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah  1. dari penerapan layanan bimbingan kelompok dengan teknik Self Control maka dapat mengatasi rendahnya kemandirian belajar peserta didik di SMKN 3 PATI. 2. Memperoleh peningkatan efektifitas peserta didik dengan melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik Self Control dalam mengatasi rendahnya kemandirian belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas XI Busana 1 SMK Negeri 3 Pati, sebanyak 8 siswa yang memeliki masalah dalam kemandiri belajar. Berdasarkan dari hasil penelitian ini bahwa layanan bimbingan kelompok teknik self control di SMK Negeri 3 Pati terdapat peningkatan disetiap sikluslusnya. Hal ini dapat dilihat dari hasil skor, pada pra siklus siswa memperoleh jumlah rata – rata 75 dengan kategori kadang – kadang (KD), kemudian di sklus I memperoleh jumlah rata – rata 122 dengan kategori sering (SR), serta pada siklus II memperoleh jumlah rata – rata 142 dengan kategori selalu (SL).
Analisis Nilai Karakter Peduli Lingkungan dan Peduli Sosial dalam Cerita Anak “Princess Cinderella” Ghina Amalia Dewi; Sucipto Sucipto; Lovika Ardana Riswari
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 6 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v6i1.9746

Abstract

Society's view of the story "Princess Cinderella" only includes cruel stepmother stories and love stories and is not suitable for children to read. However, there are elements that need to be examined and exposed more, namely the values of environmental care and social care in this story. The method used in this research is discourse study, with listening techniques and content analysis in data collection, and the analysis techniques are data reduction, data presentation, and verification. This study presents the results that the story "Princess Cinderella" contains environmental care character values and social care character values; and this story is suitable for children to read to develop the character values of caring for the environment and social care. In conclusion, the story "Prinsess Cinderella" deserves to be read by children with the assistance of their parents, so that the values of caring for the environment and social care can be conveyed properly. 
Penerapan Konseling Behavioristik Teknik Self Management dalam Mengatasi Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Mayong Jepara Fibrida Candra Wicaksono; Indah Lestari; Sucipto Sucipto
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.916

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda penyelesaian tugas belajar yang sering muncul pada siswa Sekolah Menengah Pertama dan berdampak pada rendahnya kedisiplinan serta kualitas belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan konseling behavioristik dengan teknik self management dalam mengatasi prokrastinasi akademik siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Mayong Jepara serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian adalah satu siswa kelas VIII yang menunjukkan kecenderungan perilaku prokrastinasi akademik berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan Angket Kebutuhan Peserta Didik (AKPD). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konseling behavioristik dengan teknik self management melalui proses identifikasi masalah, pelaksanaan layanan konseling, serta tindak lanjut dan evaluasi membantu siswa mengurangi kecenderungan perilaku prokrastinasi akademik. Perubahan tersebut ditunjukkan oleh meningkatnya ketepatan waktu dalam mengerjakan dan mengumpulkan tugas, membaiknya disiplin belajar, serta berkembangnya kemampuan siswa dalam mengelola waktu dan tanggung jawab akademik. Faktor pendukung meliputi kerja sama antara guru bimbingan dan konseling, wali kelas, dan siswa, sedangkan faktor penghambat berasal dari rendahnya motivasi internal dan pengaruh lingkungan.
The Influence of Binge-Watching and Self-Control on Nomophobia among Vocational High School Adolescents Alvia Fatin Naila; Edris Zamroni; Sucipto Sucipto
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2026): September-Desember In Progress
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/r12naf96

Abstract

The development of digital technology has made smartphones increasinglyintegrated into adolescents’ daily lives, both for academic and entertainmentpurposes. Excessive smartphone use may be associated with nomophobia, namely anxiety experienced when individuals are unable to use or accesstheir smartphones. One behavior that may increase smartphone use intensityis binge watching, while self-control is considered an internal factor that mayhelp regulate digital device use. This study aimed to analyze the effects ofbinge watching and self-control on nomophobia among students of SMK Negeri 3 Pati. This study employed a quantitative explanatory approachusing a survey method. The sample consisted of 319 students from grades X and XI selected through purposive sampling. Data were collected using a four-point Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression. The results showed that binge watching had a positive andsignificant effect on nomophobia, with a significance value of 0.000 and a regression coefficient of 0.209. Self-control had a negative and significanteffect on nomophobia, with a significance value of 0.000 and a regressioncoefficient of -0.455. Simultaneously, binge watching and self-control had a significant effect on nomophobia, with a significance value of 0.000. The Adjusted R Square value of 0.441 indicated that both variables explained44.1% of the variance in nomophobia.