Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Pada Siswa Kelas XI Surahman Surahman; Laila Hayati; Ulfa Lu’luilmaknun; Sri Subarinah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.756

Abstract

Pembelajaran matematika selama ini dianggap sebagai pelajaran yang tidak menyenangkan oleh sebagian siswa dan siswa jarang ikut aktif dalam proses pembelajaran sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa yang melaksanakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan siswa yang melaksanakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran langsung. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI MIPA SMAN 1 Narmada dan sampel penelitian yaitu kelas XI MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 4 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasi Eksperimental Design dengan desain penelitian posttest only control design. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data pada penelitian ini terdiri dari uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas,, dan uji hipotesis. Hasil penelitian diperoleh bahwa instrumen tes kemampuan komunikasi matematis yang telah dirancang memenuhi kriteria valid dan terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa yang melaksanakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan siswa yang melaksanakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran langsung di kelas XI pada materi turunan fungsi.
Analisis Kemampuan Literasi Matematika dalam menyelesaikan Soal Cerita SPLTV Berdasarkan Perbedaan Jenis Kelamin Ridho Yudha Pratama; Arjudin Arjudin; Nurul Hikmah; Sri Subarinah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.792

Abstract

Literasi matematika adalah kemampuan individu untuk merumuskan, menerapkan, dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks, namun kemampuan literasi matematika siswa masih sangatlah rendah. Hal ini dikarenakan masih kurangnya informasi yang membahas secara rinci kemampuan literasi matematika siswa sehingga belum adanya upaya dalam meningkatkan literasi matematika di indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa kelas X dalam menyelesaikan soal cerita SPLTV berdasarkan perbedaan jenis kelamin. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Indikator literasi matematika yang digunakan pada penelitian ini mengacu pada komponen proses literasi matematika, yakni 1) Komunikasi, 2) matematisasi, 3) penalaran dan pemberian alasan, 4) Strategi untuk memecahkan masalah, dan 5) Penggunaan operasi dan bahasa simbol, bahasa formal dan bahasa teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa laki-laki dan siswa perempuan telah mampu menyampaikan informasi yang terdapat pada masalah, mengubah kalimat sehari-hari menjadi bentuk matematika, merancang strategi untuk memecahkan masalah, menggunakan operasi matematika dan bahasa dalam memecahkan masalah, serta memberikan pembuktian dan kesimpulan terkait solusi yang ditemukan. Diperoleh juga adanya perbedaan kemampuan siswa laki-laki dan siswa perempuan yang terletak pada komponen penalaran dan pemberian alasan, dimana siswa laki-laki sudah dapat memberikan kesimpulan yang tepat, sedangkan siswa perempuan belum mampu memberikan kesimpulan dari solusi yang ditemukan.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Dalam Menyelesaikan Soal Cerita SPLTV Ditinjau Dari Self Efficacy Riani Olivia; Arjudin Arjudin; Wahidaturrahmi Wahidaturrahmi; Sri Subarinah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.847

Abstract

Matematika merupakan ilmu dasar yang peranannya sangat penting dalam kehidupan manusia. Siswa dituntut menguasai beberapa kemampuan matematika salah satunya yaitu kemampuan komunikasi matematis. Selain itu, siswa juga harus memahami faktor psikis dirinya yang menunjang dalam memahami matematika salah satunya self efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan komunikasi matematis siswa dan mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa ditinjau dari self efficacy siswa kelas XI SMAN 1 Praya Timur Tahun Ajaran 2022/2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan kuantitatif, dengan teknik penentuan subjek penelitian yaitu purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik angket, tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat self efficacy tinggi siswa mampu menuliskan apa yang diketahui dan kesimpulan dengan tepat. Untuk indikator membaca siswa mampu menentukan permisalan variabel, dan untuk indikator eskpresi matematika siswa sudah mampu menyusun langkah penyelesaian. Sedangkan siswa dengan tingkat self efficacy rendah Untuk indikator menulis siswa mampu menuliskan apa yang diketahui. Selanjutnya untuk indikator membaca siswa belum mampu menntukan permisalan vaiabel dengan tepat, dan untuk indikator eskpresi matematika siswa sudah mampu menyusun langkah penyelesaian namun masih kurang lengkap.
Analisis Kesulitan dalam Memecahkan Masalah Soal Cerita Matematika dan Bentuk Scaffolding yang Diberikan Pada Peserta Didik Kelas X SMA Al Ma’arif NU Sinah Pengembur Tahun Ajaran 2021/2022 Baiq Nopiana Lombasari; Sri Subarinah; Syahrul Azmi; Nani Kurniati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesulitan yang dialami peserta didik, bentuk scaffolding yang diberikan, dan kemampuan peserta didik setelah diberikan scaffolding dalam memecahkan masalah soal cerita matematika. Materi yang digunakan adalah sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV). Penelitian ini dilakukan di kelas X SMA Al Ma’arif NU Sinah Pengembur pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022 dengan subjek yang terdiri dari 15 peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan berupa hasil tes diagnosis, hasil wawancara, proses scaffolding, dan tes kemampuan memecahkan masalah. Kesulitan yang dialami peserta didik diantaranya: 1) memahami masalah (menentukan apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal); 2) merencanakan penyelesaian (membuat model matematika); 3) menyelesaikan permasalahan (mengoperasikan model matematika); 4) memeriksa kembali (memeriksa kebenaran jawaban termasuk menarik kesimpulan). Ditinjau dari tahapan pemecahan masalah menurut Polya scaffolding yang diberikan disesuaikan dengan letak kesulitan dalam memecahkan masalah soal cerita yaitu; pada tahap memahami masalah scaffolding yang diberikan ialah explaining, reviewing dan restructuring), pada tahap merencanakan penyelesaian dan menyelesaikan permasalahan yaitu reviewing dan restructuring. Sedangkan pada tahap memeriksa kembali scaffolding yang diberikan ialah explaining, reviewing, restructuring, dan developing conseptual thingking. Berdasarkan hasil analisis tes kemampuan memecahkan masalah kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah soal cerita matematika setelah diberikan scaffolding rata-rata nilainya adalah 73,75 yang termasuk dalam kategori baik.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Taksonomi SOLO Materi Aritmatika Sosial Ismawati Ismawati; Arjudin Arjudin; Ulfa Lu’luilmaknun; Sri Subarinah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1b (2023): April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1b.1257

Abstract

Matematika adalah salah satu ilmu pengetahuan yang berperan penting dalam kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Siswa dituntut untuk dapat untuk menguasai beberapa kemampuan matematika salah satunya yaitu kemampuan pemecahan masalah. Kemampuan pemecahan masalah setiap individu berbeda-beda, oleh karena itu untuk mengetahui kriteria/tingkatan kemampuan pemecahan masalah siswa dibutuhkan suatu alat. Salah satu alat tersebut yaitu taksonomi SOLO. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kemampuan pemecahan masalah siswa pada setiap tingkatan berdasarkan taksonomi SOLO dan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa berdasarkan taksonomi SOLO materi  aritmatika social pada siswa kelas VIII-E di SMP Negeri 1 Gunungsari 2022/2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian campuran yaitu  penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan teknik pemilihan subjek yaitu purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkatan siswa yang berada pada level prastruktural sebanyak 3,33%, level unistruktural 10%, level multistruktural 40%, level rasional 30% dan extended abstract 16,67%. Pada level prastruktural siswa sudah dapat menyebutkan beberapa informasi berupa apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan. Pada level unistruktural siswa menyelesaikan masalah dengan mengaplikasikan informasi yang diketahui untuk menarik kesimpulan yang tepat tanpa harus melakukan operasi perhitungan. Pada level multistruktural siswa sudah mampu memahami konsep aritmatika sosial dengan sederhana, serta sudah mampu mengidentifikasi soal dengan menguraikan apa yang diketahui dan ditanyakan. Pada level relasional siswa menyelesaikan masalah dengan menghubungkan informasi atau penyelesaian yang sebelumnya untuk diaplikasikan dengan informasi yang diketahui untuk dapat menarik kesimpulan. Pada level extended sudah mampu memecahkan semua permasahan yang diberikan dengan tepat dan menarik kesimpulan dengan benar.
Analisis Kesalahan dan Scaffolding dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Materi Pecahan Nur Aziza; Nyoman Sridana; Nurul Hikmah; Sri Subarinah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1119

Abstract

Analisis kesalahan adalah upaya penyelidikan terhadap suatu peristiwa yang menyimpang untuk mencari tahu penyebab terjadinya penyimpangan tersebut. Analisis kesalahan Newman adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui letak kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kesalahan yang dilakukan siswa dan bentuk scaffolding yang diberikan dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Analisis kesalahan dilakukan berdasarkan metode Newman. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh Kelas VIID MTs Jihadul Ummah NW Waker Tahun Pelajaran 2022/2023 sebagai subjek penelitian. Enam siswa dipilih untuk memperdalam hasil penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis dan wawancara. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil tes tertulis setelah diberikan scaffolding diperoleh persentase kesalahan siswa pada tiap jenis kesalahan yaitu; jenis kesalahan reading 1,85% dengan kategori sangat rendah, jenis kesalahan comprehension 1,85% dengan kategori sedang, jenis kesalahan transformation 13,8% dengan kategori sangat rendah, jenis kesalahan process skill 20,8% dengan kategori rendah dan jenis kesalahan encoding 19,4% dengan kategori rendah. Persentase kesalahan yang dilakukan siswa pada tes pertama dan tes kedua setelah diberikan scaffolding dalam menyelesaikan soal cerita mengalami penurunan, dalam hal ini memperlihatkan bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah soal cerita materi pecahan setelah diberikan scaffolding tergolong baik.
Analisis Kesalahan dalam Menyelesaikan Soal Bentuk Aljabar Pada Siswa Kelas VII SMPN 8 Mataram Tahun Ajaran 2022/2023 Andi Sulaiman; Sri Subarinah; Nani Kurniati; Harry Soepriyanto
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1168

Abstract

Analisis kesalahan adalah usaha penyelidikan terhadap suatu peristiwa yang menyimpang untuk mencari tahu penyebab terjadinya penyimpangan tersebut. Analisis kesalahan Newman adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui letak kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal bentuk aljabar. Penelitian ini dilakukan di kelas VII Smpn 8 Mataram pada semester ganjil tahun ajaran 2022/2023 dengan subjek yang terdiri dari 6 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan berupa hasil tes dan wawancara. Kesalahan yang  dialami siswa diantaranya: 1) kesalahan membaca (siswa tidak dapat membaca kata kunci utama pada soal dengan benar); 2) kesalahan memahami masalah (siswa menuliskan apa yang diketahui namun tidak lengkap); 3) kesalahan transformasi (siswa salah dalam memilih operasi yang digunakan untuk menyelesaikan soal); 4) kesalahan keterampilan proses (siswa tidak dapat melanjutkan solusi dari penyelesaian soal); 5) kesalahan penulisan jawaban siswa salah/tidak lengkap dalam menuliskan jawaban akhir. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa siswa melakukan kesalahan membaca sebesar 70%, kesalahan memahami soal sebesar 49%, kesalahan transformasi sebesar 72%, kesalahan keterampilan proses sebesar 61% dan kesalahan penulisan jawaban sebesar 41%.
Pelatihan dan Pendampingan Pengimplementasian Alat Peraga Kopermatik Bagi Guru Sekolah Dasar Sri Subarinah; Sudi Prayitno; Dwi Novitasari; Junaidi Junaidi; Tabita Wahyu Triutami
Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rengganis.v3i1.311

Abstract

Elementary school teachers in Cluster II Gerung District are still very rare in using visual aids in teaching mathematical concepts. As a result, students have difficulty understanding abstract mathematical material, while elementary school children are still at the concrete thinking stage. Therefore, this activity aims to train and assist elementary school teachers in Cluster II Gerung District in implementing Kopermatik teaching aids (Mathematics Game Boxes) for classroom learning. The training method includes discussions and demonstrations in making and using Kopermatik teaching aids as well as simulations in utilizing the Kopermatik teaching aids. This service activity was carried out at an elementary school in Gerung District, with 18 elementary school teachers participating. The results of the data analysis show that the teachers participating in the activity: (1) are enthusiastic and communicative in participating in the activity, (2) can practice making Kopermatik mathematics teaching aids with quite good and varied results, (3) give positive response to the usefulness of Kopermatik teaching aids, and (4) more than 65% of teachers were able to answer each evaluation question correctly
Analasis Kemampuan Koneksi Matematis Ditinjau Dari Tipe Kepribadian MBTI (Myers Briggs Type Indicator) Siswa Kelas VII SMPN 6 Mataram pada Materi Perbandingan Tahun Ajaran 2022/2023 Jihan Fahira; Arjudin Arjudin; Amrullah Amrullah; Sri Subarinah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i3.1581

Abstract

Konsep matematika umumnya digunakan dalam pemecahan masalah pada berbagai bidang.  Namun sebagian besar peserta didik kesulitan dalam mengaplikasikan konsep matematika guna menghasilkan suatu penyelesaian. Kemampuan pengaplikasian konsep matematika dalam menghadirkan solusi, dapat dimiliki apabila peserta didik memiliki kemampuan koneksi matematis yang baik. Tenaga pendidik perlu mengetahui sebaran dan tingkatan kemapuan koneksi matematis yang dimiliki peserta didik, untuk menentukan arah pengembangannya. Dalam rangka memperoleh data tersebut, dilakukan penelitian terhadap kemampuan koneksi matematis peserta didik ditinjau dari tipe kepribadian MBTI pada materi perbadingan. Penelitian ini dilakukan di SMPN 6 Mataram, khususnya pada siswa kelas VII tahun ajaran 2022/2023 yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner, tes tulis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan konseksi matematis peserta didik berdasarkan tipe kepribadiannya, yakni: (1) Kemampuan koneksi matematis pada kepribadian rational termasuk dalam kategori tinggi (rata-rata nilai pada tes kemampuan koneksi matematis sebesar 21,0) (2) Kemampuan koneksi matematis peserta didik berkepribadian idealist termasuk kategori sedang (rata-rata nilai sebesar 15,8) (3) Kemampuan koneksi matematis untuk kepribadian artisans juga termasuk kategori sedang (rata-rata nilai sebesar 15,0) dan (4) Kemampuan koneksi matematis peserta didik yang memiliki tipe kepribadian guardian memperoleh rata-rata nilai pada tes kemampuan koneksi matematis sebesar 11,29 dengan kategori rendah pada kemampuan koneksi matematis.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 21 Mataram Tahun Pelajaran 2024/2025 Nurhikmah Nurhikmah; Nurul Hikmah; Nourma Pramestie Wulandari; Sri Subarinah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i1.1452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan gaya belajar mereka, yaitu visual, auditorial, dan kinestetik. Analisis dilakukan dengan mengacu pada tahapan pemecahan masalah yang dikemukakan oleh Polya, yang meliputi memahami masalah, membuat rencana penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, dan memeriksa kembali hasilnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan instrumen berupa angket, tes tertulis, dan pedoman wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 31 siswa kelas VIII A di SMPN 21 Mataram tahun pelajaran 2024/2025, yang terdiri dari 14 siswa dengan gaya belajar visual, 10 siswa dengan gaya belajar auditorial, dan 7 siswa dengan gaya belajar kinestetik. Siswa dengan gaya belajar visual mampu melalui semua tahapan Polya, sedangkan siswa dengan gaya belajar auditorial dan kinestetik mampu melalui 3 tahapan Polya, siswa belum mampu melalui tahapan memeriksa kembali. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya belajar visual umumnya memiliki kemampuan pemecahan masalah yang tinggi. Sementara itu, siswa dengan gaya belajar auditorial dan kinestetik cenderung berada pada tingkat sedang karena pada tahap pemeriksaan kembali, sebagian besar siswa belum mampu melaksanakannya dengan baik.