Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Implementasi Strategi Pembelajaran Guided Note Taking terhadap Aktivitas Belajar dan Pemahaman Konsep Kimia Putri Deti Ratih; Eli Rohaeti
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 8, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpms.v8i1.31398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan aktivitas belajar dan pemahaman konsep peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan strategi guided note taking dengan yang tidak mengikuti pembelajaran dengan strategi guided note taking apabila pengetahuan awal dikendalikan; (2) sumbangan penerapan strategi guided note taking terhadap aktivitas belajar dan pemahaman konsep; (3) respon peserta didik terhadap strategi guided note taking. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain posstest-only. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi, tes pemahaman konsep dan angket respon. Analisis data menggunakan uji MANCOVA dan nilai partial eta-squared. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan aktivitas belajar dan pemahaman konsep antara peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan strategi guided note taking dengan yang tidak mengikuti pembelajaran dengan strategi guided note taking apabila pengetahuan awal dikendalikan; (2) sumbangan strategi guided note taking terhadap aktivitas belajar dan pemahaman konsep adalah 24%; (3) respon peserta didik terhadap strategi guided note taking sangat baik.
Implementation of Electronic Worksheets Based on Problem-based Learning on Acid-Base Materials to Develop Students’ Problem-solving Ability Putri Deti Ratih; Eli Rohaeti
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 8 No. 4 (2022): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v8i4.1928

Abstract

Learning during a pandemic requires teachers to innovate in developing teaching materials that can be used in online learning. The use of problem-based learning-based electronic student worksheets (SW) can be an innovative solution for teaching materials that are integrated with technological developments that can help the online learning process. This study aims to analyze the differences in students' problem-solving abilities between classes that use problem-based learning-based electronic student worksheets and classes that do not use problem-based learning-based electronic student worksheets on acid-base materials and analyze the effective contribution of the application of problem-based electronic worksheets. -based learning on students' problem-solving abilities on acid-base material. This research is a Quasi Experiment research type with post-test only control-group type. The research instruments used are syllabus, lesson plans, problem-based learning-based electronic worksheets and problem-solving skills. The data analysis technique in this study consisted of 2 analyzes, namely the independent sample t-test and effect size analysis. The results of the development research show that: (1) there are differences in the problem-solving abilities of students between classes that use problem-based learning-based electronic student worksheets and those that do not use problem-based learning-based electronic student worksheets on acid-base materials for class XI MIPA, (2) Problem-based learning-based electronic worksheets provide an effective contribution to students' problem-solving abilities on acid-base materials with a percentage of 2.5%.
Pengembangan Modul Pembelajaran Kimia Dasar Berbasis Problem-Based Learning untuk Mahasiswa Program Studi Farmasi: Development of Chemistry Learning Modules based Problem-Based Learning for Pharmacy Study Program Students Putri Deti Ratih
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 1: Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i1.6428

Abstract

Pendidikan tinggi merupakan usaha yang dilakukan secara berkelanjutan dalam rangka peningkatan kualitas setiap individu yang disesuaikan dengan tuntutan pendidikan pada abad ke-21. Tujuan pembelajaran abad ke-21 menuntut mahasiswa mempunyai standar kemampuan dalam berpikir dan bekerja untuk kecakapan hidupnya, oleh karena itu proses pembelajaran hendaknya harus disesuaikan dengan pembiasaan terhadap kemampuan berpikir mahasiswa. Urgensi penelitian ini yaitu pendidik dituntut untuk berinovasi mengembangkan kualitas individu mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan pengembangan modul pembelajaran berbasis problem-based learning pada mata kuliah kimia dasar dapat menjadi solusi dalam inovasi bahan ajar yang mempunyai pengaruh positif terhadap kemampuan berpikir mahasiswa. Metode penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) mengadaptasi model pengembangan 4D Thiagarajan yang terdiri dari define, design, develop dan disseminate. Produk pembelajaran dilakukan validasi oleh expert judgment, uji kelayakan oleh reviewer dan uji keterbacaan oleh mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran kimia dasar berbasis problem-based learning untuk mahasiswa khususnya program studi Farmasi sangat layak digunakan. Hal ini bedasarkan hasil validasi dari expert judgment, uji kelayakan dari reviewer, dan uji keterbacaan oleh mahasiswa termasuk kategori sangat baik atau sangat layak.
Edukasi Olahan Pangan Bergizi untuk Anak Stunting Tutik Wuryandari; Putri Deti Ratih; Nur Rahmah Hidayati; Ikrima Khaerun Nisa; Nur Yuliasih; Jihan Puspita Ayu
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 1 (2025): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i1.2543

Abstract

Periode 0 bulan sampai 2 tahun disebut sebagai periode emas yaitu periode yang menentukan kualitas kehidupan. Periode ini sensitive karena akibat yang ditimbulkan terhadap bayi tidak dapat dikoreksi dan bersifat permanen. Permasalahan yang kompleks seperti kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, kesibukan mencari penghasilan, kurang peduli terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak menyebabkan anak menjadi kurang gizi yang bila tidak segera ditangani akan menyebabkan terjadinya stunting yang permanen. Selain adanya program dari pemerintah melalui dinas kesehatan maupun orang tua asuh untuk anak stunting maka diperlukan edukasi pada orang tua dengan pemberian makanan bergizi. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberi edukasi kepada orang tua agar mampu mengolah makanan sendiri dari bahan yang mudah di peroleh dengan harga terjangkau dan bernilai gizi untuk menangani anak stunting. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di Kelurahan Debong Kulon, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal dengan 6 baduta stunting beserta orang tuanya. Hasil  analisis perbedaan pretest dan posttest menunjukkan p-value 0.175 dan nilai t hitung (-1.581) lebih kecil daripada t tabel (2.015), sehingga H0 diterima atau tidak ada perbedaan signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi. Dengan adanya edukasi olahan pangan diharapkan orangtua mampu mengolah makanan sendiri untuk anak stunting dari bahan yang mudah di peroleh dengan harga terjangkau. Education on Nutritious Processed Foods for Stunting Children The period from 0 months to 2 years is called the golden period, which determines the quality of life. This period is sensitive because the effects on the baby cannot be corrected and are permanent. Complex problems such as poverty, low levels of education, busy earning an income, and lack of concern for children's health and growth and development cause children to become malnourished which, if not treated immediately, will cause permanent stunting. Apart from the existence of programs from the government through the health service and foster parents for stunted children, education is needed for parents by providing nutritious food. This activity aims to provide education to parents so they can prepare their food from ingredients that are easily obtained at affordable prices and have nutritional value to deal with stunting children. This activity was carried out in Debong Kulon Village, Tegal Selatan District, Tegal City with 6 stunting children and their parents. The results of this activity show that there has been an increase in the knowledge of participants or parents after receiving education. With food processing education, it is hoped that parents will be able to prepare their food for stunted children from ingredients that are easy to obtain at affordable prices
Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Sebagai Upaya Pemberdayaan TP-PKK Desa Karangjongkeng Ratih, Putri Deti; Nisa, Ikrima Khaerun; Wuryandari, Tutik; Atmoko, Dwi; Ikhtiari, Nisa Akhsana
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 6 No 1 (2025): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v6i1.835

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu TP-PKK Desa Karangjongkeng dalam pembuatan sabun cuci piring sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi keluarga. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh potensi besar ibu-ibu rumah tangga yang belum dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan produktif berbasis keterampilan sederhana namun bernilai ekonomi. Pelatihan dilaksanakan dengan memberikan penjelasan mengenai proses pembuatan sabun cuci piring dan fungsi dari masing-masing bahan yang digunakan, kemudian dilanjutkan dengan praktek langsung pembuatan sabun cuci piring. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Karangjongkeng, Tonjong, Brebes yang diikuti oleh 38 peserta TP-PKK Desa Karangjongkeng. Pada kegiatan ini, antusiasme ibu-ibu TP-PKK Desa Karangjongkeng sangat tinggi dan berdasarkan hasil kuesioner kepuasan yang dibagikan hampir seluruh peserta menyatakan puas dan minat terhadap program pelatihan sabun cuci piring yang dilaksanakan. Dengan kegiatan ini harapannya mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait pembuatan sabun cuci piring dan menciptakan peluang sebagai salah satu usaha rumahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang ekonomi.
Hubungan antara Pengetahuan dan Perilaku Penggunaan Tabir Surya pada Siswa SMK Muhammadiyah Lebaksiu, Kabupaten Tegal Nisa, Ikrima Khaerun; Hidayati, Nur Rahmah; Nisa, Fitrotun; Ratih, Putri Deti; Rosita, Melia Eka
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 3 No 1 (2025): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v3i1.813

Abstract

Tabir surya adalah cara paling populer untuk melindungi kulit dari sinar UV. Beberapa kandungan bahan aktif dalam tabir surya dapat melindungi kulit dengan memantulkan, menghamburkan dan menyerap sinar UV. Kesadaran akan menggunakan tabir surya masih rendah di Indonesia. Hal ini terlihat masih sedikitnya masyarakat yang sadar akan penggunaan tabir surya setiap hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku dalam penggunaan tabir surya pada siswa SMK Muhammadiyah Lebaksiu, Kabupaten Tegal. pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden sebanyak 72 orang dengan desain penelitian non-probability-purposive sampling. Instrumen utama penelitian ini adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan aplikasi IBM SPSS kemudian diolah dengan uji analisis chi-square. Hasil analisis menunjukan sebanyak 87,5% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik dalam penggunaan tabir surya, sedangkan 11,1% lainnya memiliki tingkat pengetahuan yang cukup dalam penggunaan tabir surya. Sebanyak 30,6% responden memiliki tingkat perilaku yang kurang, sedangkan 69,4% lainnya memiliki tingkat perilaku yang cukup dalam penggunaan tabir surya. Berdasarkan uji Chi-Square, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku Siswa SMK Muhammadiyah Lebaksiu terhadap penggunaan tabir surya (p=0,098 > 0,05).
Upaya Peningkatan Kesehatan Remaja di Lingkungan Pondok Pesantren melalui Edukasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Hastuti, Indah; Hidayati, Nur Rahmah; Ratih, Putri Deti; Amirullah, Gufron; Widayanti, Ari; Merina, Merina; Aeni, Isna Qurotu; Pratama, M. Aditya Wahyu
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i2.15367

Abstract

Background: Lingkungan pondok pesantren yang ditempati oleh banyak santri sangat rentan menimbulkan berbagai penyakit dan mudah terjadinya penularan penyakit. Kebanyakan santri jika merasakan keluhan sakit, langsung berobat ke klinik dan diberikan obat-obatan secara medis. Untuk mengurangi penggunaan obat-obatan medis, maka pengobatan bisa dilakukan secara tradisional seperti menggunakan tanaman obat keluarga (TOGA). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman remaja di lingkungan pondok pesantren terkait pemanfaatan TOGA dan mengurangi mengkonsumsi obat-obatan medis. Metode: Kegiatan PkM ini dilaksanakan dengan memberikan edukasi kepada santri terkait pemanfaatan tanaman obat untuk menangani permasalahan kesehatan remaja. PkM ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Ahmad Dahlan (PPAD) Desa Harjawinangun, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal dengan jumlah peserta sebanyak 38 santri. Hasil: Adanya perbedaan signifikan antara hasil nilai pretest dan postest yang dikerjakan oleh santri-santri PPAD sebelum dan sesudah mendapatkan edukasi terkait pemanfaatan tanaman obat keluarga, yaitu dari 45,45% menjadi 67,88%. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan pada santri-santri PPAD dapat meningkatkan pemahaman santri terkait tanaman obat keluarga serta pemanfaatan dan penggunannya di lingkungan pondok pesantren.
Edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) Obat dengan Benar Melalui Media Komunikasi Massa Radio Nisa, Ikrima Khaerun; Novanto, Riza Awal; Ratih, Putri Deti; Nafisah, Alodiah Nur; Fadilah, Agmal
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7367

Abstract

Kurangnya pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat yang benar masih menjadi permasalahan penting dalam bidang kesehatan. Untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat, dilakukan kegiatan edukasi melalui media komunikasi massa radio dengan mengusung konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) obat dengan benar.  Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dasar kepada masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan bertanggung jawab serta mengukur respons masyarakat terhadap edukasi melalui radio. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan masyarakat melalui siaran radio lokal Slawi FM selama satu kali penyiaran berdurasi 40 menit. Siaran terdiri dari penyampaian materi oleh narasumber apoteker serta sesi tanya jawab interaktif dengan pendengar. Materi yang disampaikan meliputi cara mendapatkan obat dari sumber yang terpercaya, penggunaan obat sesuai anjuran tenaga kesehatan, penyimpanan obat di tempat yang tepat, serta cara membuang obat yang sudah kedaluwarsa. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat 9 pertanyaan yang masuk melalui telepon dan WhatsApp, dengan topik yang paling banyak ditanyakan adalah perbedaan obat bebas dan obat keras (44,44%) serta cara penyimpanan obat (33,33%).  Simpulan dari kegiatan ini adalah edukasi DAGUSIBU melalui radio meningkatkan antusiasme dan pemahaman awal masyarakat tentang penggunaan obat yang benar. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan dikombinasikan dengan media lain untuk memperluas jangkauan edukasi.
Pengaruh lama penyimpanan buah terhadap karakteristik dan aktivitas antioksidan minyak biji labu kuning (Cucurbita moschata) “tipe Butternut” Hidayati, Nur Rahmah; Ratih, Putri Deti; Wuryandari, Tutik
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 1 (2025): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i1.10165

Abstract

Pumpkin (Cucurbita moschata) contains bioactive compounds that are spread almost throughout the organs. One of the important contents of pumpkin is seed oil which has antioxidant activity. Antioxidants play a role in counteracting free radicals so that it is widely used to improve health quality. Fruit storage can affect seed quality and antioxidant activity in it. The purpose of this study was to evaluate and compare the chemical characteristics and antioxidant activity of pumpkin seed oil with different fruit storage times. The method for obtaining pumpkin seed oil from fruit storage for 10, 20, and 30 Days After Anthesis (DAH) was carried out using the soxhlet extraction method. The extracted oil was thickened using a rotary evaporator. Furthermore, its chemical characteristics were tested including yield, acid number, peroxide number, saponification number, water content. Pumpkin seed oil was measured for its antioxidant activity using the DPPH method. Absorbance was measured at a wavelength of 526 nm using a UV-Vis spectrophotometer. The data obtained were analyzed using ANOVA followed by the DMRT test with a 95% confidence interval. The results showed that there were significant differences in the variation of fruit storage time including oil yield, acid number, saponification number, and antioxidant activity, while there was no difference in water content. Fruit storage time of 30 DAH gave the most optimal results in all parameters tested. The conclusion that can be drawn from this study is the characteristics and antioxidant activity of pumpkin seed oil at a storage time of 30 DAH produced better oil quality compared to storage times of 10 and 20 DAH.
Analisis Kandungan Logam Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada Lipstik Berwarna Merah menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS): Analysis of Lead (Pb) and Cadmium (Cd) Content in Red Lipsticks Using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) Putri Deti Ratih; Nisa, Ikrima Khaerun; Hidayati, Nur Rahmah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025 - In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9144

Abstract

Kosmetik merupakan sediaan yang digunakan untuk memperindah, melindungi, dan merawat tubuh. Salah satu kosmetik yang luas digunakan adalah lipstik yang berfungsi melindungi bibir dan memperindah bentuk bibir. Namun, beberapa produk lipstik mengandung logam berat seperti Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) yang berbahaya bagi tubuh jika terakumulasi dalam jangka waktu panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada produk kosmetik berupa lipstik berwarna merah yang beredar di Kota Tegal. Analisis dilakukan menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) dengan tahapan destruksi basah sebagai proses preparasi sampel. Penelitian ini menggunakan tiga sampel lipstik yang dianalisis secara kuantitatif untuk menentukan kadar logam berat yang terkandung di dalamnya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar logam Timbal (Pb) rata-rata -0,0156 ppm berada di bawah batas deteksi alat, sedangkan kadar Kadmium (Cd) rata-rata 0,1235 ppm yang terdeteksi masih jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh BPOM RI Nomor 17 Tahun 2014, yaitu 20 mg/kg untuk Pb dan 5 mg/kg untuk Cd. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa lipstik yang dianalisis aman untuk digunakan, karena kandungan logam beratnya masih dalam batas wajar.