Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGARUH ELECTICAL STIMULATION, SACCADES DAN PURSUITS EXERCISE PADA DIPLOPIA MONOCULAR SINISTRA DI RSUD WONOSARI: CASE REPORT Novendra Adhi Permana; Wahyuni Wahyuni; Ismadi Ismadi
Jurnal Anestesi Vol. 1 No. 3 (2023): Juli : Jurnal Anestesi
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/anestesi.v1i3.331

Abstract

Introduction: Diplopia is a visual disorder in which a person sees two images of one object. This case is a neurological case caused by lesions on nerve III (Oculomotor nerve), nerve IV (Trochlear nerve), and nerve VI (Abducens nerve). The purpose of this study was to determine the effect of giving electrical stimulation, saccades exercise and pursuits exercise in cases of left monocular diplopia. The method used in this study was a case study conducted on a 44-year-old female patient with left monocular diplopia. The interventions provided such as electrical stimulation, saccades exercise and pursuits exercise were carried out 2x a week and this study was conducted for 3 weeks. After 6x interventions, the results showed a decrease in the degree of pain and an increase in functional eye movement. In future research, it is hoped that there will be research with a long enough period of time so that it can determine the effectiveness of saccades exercise and pursuits exercise in increasing visual ability.
Penyuluhan Fisioterapi Mengenai Low Back Di Posyandu Lansia "Aisyiyah" Surakarta Dela Ramona; Widya Rendranandini; Rezky Guna Putra; Fakhri Khairullah; Fitri Naida Pitaloka; Dwi Rosella Komalasari; Arif Pristianto; Wahyuni Wahyuni
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 5 (2023): September 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v3i5.486

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai di masyarakat. World Health Organization (WHO) menyatakan ratusan juta manusia menderita penyakit ini dengan keluhan nyeri dan inflamasi yang sangat lama menyebabkan keterbatasan fungsional serta disabilitas. Selain itu, beban LBP yang lebih berat terjadi pada populasi lanjut usia dan perempuan. Upaya-upaya untuk mengendalikan angka kejadian LBP dan mencegah komplikasi akibat LBP yang bisa diterapkan oleh komunitas. Low Back Pain rentan terjadi pada seluruh kalangan masyarakarat, salah satunya lansia. Banyaknya jumlah presentase pra lansia dan lansia yang cukup banyak serta kepedulian terhadap kesehatan yang masih kurang akan berdampak terhadap kehidupan psikososial baik secara pribadi maupun bermasyarakat. Pelayanan fisioterapi yang dapat diberikan dalam menangani permasalahan diatas yaitu salah satunya dengan memberikan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan terkait low back pain. Bentuk penyuluhan dan pemeriksaan yang dilakukan kepada lansia berupa pemberian edukasi dan pemeriksaan fisik seperti vital sign, dan exercise. Hasil yang didapatkan yaitu terjadi peningkatan pemahaman dengan rata-rata sebesar 64,5%.
PENYULUHAN POSISI ERGONOMIS SAAT BELAJAR DI SMA BATIK 1 SURAKARTA Farid Rahman; Brissa Isabel Salsabila; Puji Eva Annisaa; Ina Hidayati; Karimatun Naim; Bangkit Dwi Prihantoro; Shandyka Trybuana; Arif Pristianto; Wahyuni Wahyuni
Jurnal Pemantik Vol. 2 No. 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Rafandha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56587/pemantik.v2i2.83

Abstract

The return of face-to-face learning in the midst of the Covid-19 pandemic deserves attention. In addition to continued attention to health protocols, students need to be reminded of the importance of ergonomic postures while studying. If left unchecked, it will have an impact on appearance, psychology and health, especially musculoskeletal disorders. The aim of this consultation is to prevent the occurrence of musculoskeletal disorders caused by incorrect posture while studying. This counselling activity was conducted in December 2022-January 2023 at SMA Batik 1 Surakarta. The method used was a lecture with a power point and supported by the provision of stretching exercise education with leaflets. The population in this extension activity was 77 students with the concept of community-based participatory research (CPR). The evaluation indicators were pre-test and post-test questionnaires on students' understanding of ergonomic postures while studying and students' complaints. The results showed that the number of students in the "poor" category decreased from 88% to 37%, in the "moderate" category from 12% to 17% and in the "good" category from none to 36%. This means that the advice provided is having a positive effect in raising awareness of ergonomic postures during study.
The Correlation of Core Stability and Muscle Imbalance to Identify Injury Risk Futsal Players Porprov Kendal Galeh Purwatama; Wahyuni Wahyuni
Kinestetik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Vol 7 No 4 (2023): DECEMBER (ACCREDITED SINTA 3)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jk.v7i4.31001

Abstract

Exercise is one of the physical exercises commonly practiced by people to improve physical condition. Every sport has a risk of injury or (sport injury). One of them is futsal sports, sport injury is a type of injury during training or competition that causes injury due to external factors such as tackling, collisions, collisions and internal factors such as poor core stability, muscle weakness, muscle imbalance and excessive use of muscles or ligaments. Knowing the between core stability and muscle imbalance to identify the risk of injury for Kendal porprov futsal players. This type of research uses analytical Observational research design with Cross Section design. The population in this study were all Kendal porprov futsal players with sampling using Total Sampling technique, a sample of 20 respondents. Data analysis in this study used the Kendall tau correlation test. There is a correlation between Core Stability and Injury Risk where the p-value p = 0.000 (p < 0.05). And there is a correlation in muscle imbalance with the risk of injury where the p-value p = 0.009 (p < 0.05). There is a correlation between core stability and muscle imbalance to identify the risk of injury for Kendal porprov futsal players.
Penyuluhan Upaya Pencegahan Dan Deteksi Dini Terhadap Permasalahan Hipertensi Pada Komunitas Lansia Di Kelurahan Kauman Surakarta Panggih Priyo Wicaksono; Wahyuni Wahyuni; Amalia Faradilla Rahim
Kegiatan Positif : Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Maret : Kegiatan Positif : Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/kegiatanpositif.v2i1.796

Abstract

Hypertension is a disease that always receives attention in the world, because hypertension is one of the biggest causes of morbidity in the world. Based on data from the Health Office, (2018) Central Java is ranked in the top 10 for hypertension, and data on the percentage of hypertension in Surakarta City in 2018 was 67,827 cases. The method used is to provide education on prevention and early detection of hypertension problems in the elderly community in Kauman sub-district, Surakarta. The aim of this program is to increase public knowledge and understanding regarding hypertension. The results of hypertension counseling in the elderly community of Kauman Subdistrict, Surakarta, participants' enthusiasm, motivation and curiosity were very high, and after being given the counseling the participants understood better and felt helped in handling and knowing about hypertension.
PENGUATAN KELOMPOK KADER PTM ASMA DENGAN DUKUNGAN INFORMASI MANAJEMEN DIRI DENGAN PENDEKATAN INTERPROFESI TIM MAHASISWA KESEHATAN Enita Dewi; Kartinah Kartinah; Dyah Intan Puspitasari; Budi Hernawan; Wahyuni Wahyuni; Riska Cahyani Zahra; Budi Kristanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23213

Abstract

Abstrak: Perubahan suhu, polusi udara akibat industri, dan aktivitas fisik berlebihan dapat memperburuk asma. Pasien asma desa Trangsan belum mampu menunjukan perubahan perilaku keseharian secara holistik dalam manajemen diri asma, sehingga memerlukan paparan informasi dan pendampingan manajemen diri asma dari kader kesehatan. Oleh karena itu, pemberian pendidikan kesehatan terhadap kader PTM asma desa Trangsan secara holistik dengan melibatkan interprofesi menjadi urgensi yang harus dilakukan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan manajemen diri asma, mengenalkan informasi dengan beberapa media penyuluhan dan Youtube dengan pendekatan interprofesi tim mahasiswa kesehatan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi kelompok dari tim mahasiswa keperawatan, gizi, kedokteran dan fisioterapi terhadap 22 kader PTM asma desa Trangsan. Hasil kegiatan yaitu terbentuknya kelompok kader PTM asma desa Trangsan, terlaksananya paket program penguatan  manajemen asma Tim interprofesi, dan adanya keaktifan 95% kader dalam kegiatan penyuluhanAbstract:  Temperature fluctuations, industrial air pollution, and excessive physical exertion can exacerbate asthma. Patients with asthma in Trangsan village have not exhibited comprehensive alterations in their daily routines with regard to asthma self-management. Consequently, they require exposure to information and assistance in the self-management of asthma from healthcare professionals. Therefore, it is imperative to provide comprehensive health education to asthma PTM cadres in Trangsan village through interprofessional collaboration. The objective of this initiative was to enhance asthma self-management knowledge, disseminate information through various counseling media, and utilize YouTube as an interprofessional approach to educate the health student team. The methodology employed involved lectures and group discussions conducted by a team of nursing, nutrition, medicine, and physiotherapy students for 22 asthma PTM cadres in Trangsan village. The results of the activity included the formation of a PTM asthma cadre group in Trangsan village, the implementation of an interprofessional team asthma management strengthening program package, and the active participation of 95% of cadres in counseling activities.
PEMBERIAN EDUKASI PERTOLONGAN PERTAMA DAN PENANGANAN CEDERA BERULANG PADA KOMUNITAS PENCAK SILAT ANGGA UTAMA YASA DI SMKN 3 SURAKARTA Dhiki Fadhilah Ilmi; Dwi Aprilia Sari; Ilvia rema Viani; Jais Rizki Maulana; Wahyuni Wahyuni; Arif Pristianto
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Juli-September 2023
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v3i3.547

Abstract

Cedera adalah kelainan yang terjadi pada tubuh yang mengakibatkan timbulnya nyeri, panas, merah, bengkak dan tidak dapat berfungsi baik pada otot, ligamen, persendian, maupun tulang akibat aktivitas gerak yang berlebihan atau kecelakaan. Ada dua tipe yang dapat diberikan edukasi dan pencegahan cedera yang dialami oleh atlet, yaitu pertolongan pertama dan pencegahan cedera berulang. Cedera berulang merupakan gangguan umum muskuloskeletal yang terjadi pada atlet yaitu nyeri di ankle sebagai stability yang disebabkan power dari suatu gerakan yang secara berulang sehingga memicu terjadinya cedera tertarik berulang. Sedangkan pertolongan pertama ialah pengetahuan tentang cedera olahraga yang dapat menjadi antisipasi bagi atlet dalam melakukan dan memberikan pertolongan pada cedera olahraga dengan cepat dan tepat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengendalikan cedera dan mencegah komplikasi akibat cedera berulang yang dapat diterapkan oleh komunitas. Metode : Kegiatan yang dipilih untuk menyampaikan edukasi adalah penyuluhan yang dikemas dengan metode ceramah menggunakan media poster dan leaflet. Evaluasi pengetahuan tentang pertolongan pertama saat cedera dan menghindari terjadinya cedera berulang dilakukan menggunakan kuesioner baik sebelum maupun sesudah proses penyampaian materi. Terdapat 50 anggota komunitas pencak silat yang turut hadir pada kegiatan ini dengan rata rata usia 15-18 tahun dan 8 orang pelatih, Pada kuesioner dan quiz sesudah pemaparan materi terdapat lebih banyak peserta yang mampu menjawab dan mempraktekkan secara langsung materi sprain ankle yang telah dipaparkan oleh pemateri, dibandingkan dengan kuesioner sebelum pemaparan materi Kesimpulan: Kesimpulan edukasi dan penyuluhan pertolongan pertama saat cedera dan pencegahan terjadinya cedera berulang memiliki dampak yang baik dalam membantu meningkatkan pengetahuan anggota komunitas terkait pertolongan pertama saat cedera dan pencegahan terjadinya cedera berulang.
Penyuluhan Golden Period Pada Penanganan Stroke Di Perkumpulan Ibu PKK Di Desa Tumang Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali Richie Purnama Wahyu Apriyanto; Wanda Indriya Pramesti; John Hotma Marchelino; Neni Oktaviani; Muhammad Ghozi Rezki Ramadan Sitompul; Tomiana Tomiana; Arin Supriyadi; Arif Pristianto; Wahyuni Wahyuni
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/psnpm.v1.58

Abstract

Stroke adalah serangan otak yang timbul secara mendadak dimana terjadi gangguan fungi otak sebagian atau menyeluruh sebagai akibat dari gangguan aliran darah oleh karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah tertentu di otak sehingga menyebabkan sel-sel otak kekurangan darah, oksigen atau zat - zat makanan dan akhirnya dapat terjadi kematian sel-sel tersebut dalam waktu relatif singkat. Salah satu kunci penting dalam mengurangi kematian dan meminimalkan kerusakan otak yang ditimbulkan oleh stroke iskemik adalah memberikan penanganan yang cepat dan tepat (golden period). Waktu yang paling direkomendasikan pada pasien stroke 3 – 4,5 jam yang disebut golden period. Jika penanganan stroke diberikan lebih dari rentang waktu (golden period) maka kerusakan neurologis yang dialami pasien akan bersifat permanen. Dalam penelitian lain, golden period bagi penderita stroke untuk mendapatkan penyelamatan yang optimal adalah kurang dari 6 jam setelah stroke pertama kali ditemukan. Penanganan medis yang baru diberikan lebih dari 12 jam setelah stroke terjadi berisiko menyebabkan cacat permanen yang lebih besar. Tujuan : Untuk meningkatkan pemahaman tentang golden period dan pencegahan memburuknya kondisi fisik jika terkena stroke pada perkumpulan ibu PKK di desa Tumang kecamatan Cepogo kabupaten Boyolali. Metode: Kegiatan in dipilih untuk menyampaikan penyuluhan yang dikemas dengan metode ceramah menggunakan media power point dan leaflet. Evaluasi pengetahuan tentang golden period dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan kuesioner post-test. Hasil: Kuesioner pre-test diperoleh hasil sebanyak 18 orang  tidak memahami tentang golden period dan stroke sedangkan hanya 7 orang yang memiliki pemahaman tentang golden period dan stroke. Kuesioner post-test diperoleh hasil sebanyak 23 orang memahami tentang materi penyuluhan yang diberikan sedangkan hanya 2 orang yang tidak memahami materi penyuluhan yang diberikan. Kesimpulan : Penyuluhan golden period pada stroke memiliki dampak baik dalam membantu meningkatkan pengetahuan anggota komunitas terkait golden period pada stroke.
PENYULUHAN CEGAH HIPERTENSI PADA IBU-IBU PENGAJIAN “GRIYA QURAN KITA” DI DESA WARU 1 Sakinah Rahmania; Firnadia Septika Rahajeng; Fitria Rizky Putri; Silfi Ria Affriyani; Nazella Indira Rahmawati; Nabilla Hasna Roichatul Ulayya; Anwikazahra Rifada; Ulfia Fitriyani; Alfi Salatina; Arya Brain Agustian; Kusuma Estu Werdani; Wahyuni Wahyuni
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 2, Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i2.2646

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi meningkatnya tekanan darah dalam pembuluh darah manusia yang terjadi pada saat darah dipompa dari jantung menuju seluruh jaringan dan organ. Menurut Kementrian Kesehatan RI, hipertensi saat ini memiliki prevalensi dan insiden peningkatan penyakit terutama pada kelompok lanjut usia serta dikenal dengan penyakit silent killer. Berdasarkan data dari WHO (World Health Organization) pada tahun 2021, hipertensi menyerang 22% penduduk dunia yang diperkirakan 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi dan di Indonesia prevalensi permasalahan hipertensi di Indonesia yaitu sebesar 34,1%. Prevalensi kejadian hipertensi pada lansia di Desa Waru yaitu 33,7%. Berdasarkan informasi yang diperoleh terkait permasalahan masyarakat terkait hipertensi maka perlu diberikan suatu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah berupa penyuluhan tentang upaya pencegahan penyakit hipertensi guna meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit hipertensi dan dapat meningkatkan derajat kesehatan serta dapat mencegah timbulnya masalah penyakit hipertensi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah berupa penyuluhan, yang dilanjutkan pre-test dan post-test lalu membandingkan hasil diantara keduanya. Hasil yang diperoleh adalah kegiatan penyuluhan kesehatan berjalan dengan baik dan lancar, serta terdapat peningkatan pengetahuan yang dilihat dari hasil post-test setelah penyuluhan.
Manajemen Rehabilitasi Fisioterapi pada Bayi dengan Spastic Cerebral Palsy: Laporan Kasus Devi Rifqi Ayuningtias; Wahyuni Wahyuni; Ika Hayati
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 3 (2025): Juli : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v3i3.760

Abstract

Cerebral palsy (CP) is a non-progressive motor disorder caused by early brain injury. The spastic type is characterized by increased muscle tone and limited voluntary movement, often leading to delayed gross motor development in children. This case report aims to describe physiotherapy management in a spastic CP infant and evaluate the response after two weeks of intervention. The patient was a 10-month-old male infant (corrected age 8 months 19 days) with a history of prematurity, neonatal asphyxia, and diagnosed with spastic CP. Physiotherapy interventions included neurosensory stimulation, Bobath positioning, head and trunk control training, and a home program provided to the parents. Evaluation was conducted through clinical observation and the Hammersmith Infant Neurological Examination (HINE). After two weeks of therapy, the patient showed minor improvement in head control and reduced head lag, but no significant development in gross motor skills such as rolling or sitting. HINE score was 34, indicating a non-ambulatory prognosis. Short-term physiotherapy management in spastic CP can support early postural control, but long-term intervention and strong family involvement are essential to achieve optimal motor development.
Co-Authors Alfi Salatina Amalia Faradilla Rahim Andi Saputra Anwikazahra Rifada Arif Pristianto Arin Supriyadi Arya Brain Agustian Atih Hidayati Ayu Sulistiani Dianingtyas Bangkit Dwi Prihantoro Brissa Isabel Salsabila Budi Hernawan Budi Kristanto Dela Ramona Devi Rifqi Ayuningtias Devie Kirana Pratiwi Dhiki Fadhilah Ilmi Dwi Aprilia Sari Dwi Rosella Komala Sari Dwike Yuni Ambarsari Dyah Intan Puspitasari Dyah Kusuma Ayu Kinanti Elsa Andrias Novembrian Enita Dewi Estu Werdani, Kusuma Estu Wijaya Eva Waliyatun Jannah Fahreza Fatih Izzulhaq Fajar Mulyanto Fakhri Khairullah Farid Rahman Fatima Ulin Nikmah Febriyan Shofika Wardani Firnadia Septika Rahajeng Fitri Filmasari Fitri Naida Pitaloka Fitria Rizky Putri Galeh Purwatama Ika Hayati Ilvia rema Viani Ina Hidayati Ismadi Ismadi Ismadi Ismadi Isnaini Herawati Jais Rizki Maulana John Hotma Marchelino Joni Irawan Josevania FP Karimatun Naim Kartinah Laili Etika Rahmawati Laura Defirsty Miftah Asyrofi Muhtar Muhamad Nasuka Muhammad Fadli Muhammad Ghozi Rezki Ramadan Sitompul Nabilla Hasna Roichatul Ulayya Nazella Indira Rahmawati Neni Oktaviani Novendra Adhi Permana Nur Agung Martopo Nurrezki Tri Wijiyanti Panggih Priyo Wicaksono Pentira Nuralim Puji Eva Annisaa Qomariyah Qomariyah Ratu Rania Restu Tama Febriany Rezky Guna Putra Richie Purnama Wahyu Apriyanto Rifqi Warnedi Riska Cahyani Zahra Sakinah Sakinah Rahmania Sekar Chandra Sulistyowati Shafira Prajawati Adelin Shandyka Trybuana Silfi Ria Affriyani Sri Reski Sri Widiatmi Suwarto Suwarto Taufiq Anwar Tomiana Tomiana Ulfia Fitriyani Wanda Indriya Pramesti Widya Rendranandini Winda Khairunnisa Wisda Noval Yeyen Syafitri Yulia Wahidah