Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Inovasi Kurikulum

Technology in listening and writing learning for BIPA learners Hazhiyah Flldzah Nurramdhani; Nuny Sulistiany Idris; Ida Widia
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.65481

Abstract

This research discusses the use of technology in BIPA learning, with a particular focus on listening and writing skills. This research will explore how technology can improve BIPA students' listening and writing skills. By understanding the potential and challenges of using technology in BIPA learning, it is hoped that this research will contribute to developing more effective learning methods in the BIPA context. This research method uses a descriptive qualitative design. This is based on research data in the form of the results of filling out a questionnaire, and the researcher acts as the main instrument. It was found that, on average, BIPA teachers have used technology in BIPA learning, especially for listening and writing. In the context of BIPA learning, technology has proven to be an effective tool for improving BIPA students' listening and writing skills. Technology also positively influences BIPA learning, especially when it can make learning more exciting and varied. Learners have rich exposure and experience of languages used today. However, the research results also show that the use of technology in BIPA learning also has challenges, barriers, and obstacles. AbstrakPenelitian ini membahas tentang penggunaan teknologi dalam pembelajaran BIPA, dengan fokus khusus pada keterampilan menyimak dan menulis. Penelitian ini akan mengeksplorasi bagaimana teknologi dapat digunakan secara efektif untuk meningkatkan keterampilan menyimak dan menulis siswa BIPA. Dengan memahami potensi dan tantangan penggunaan teknologi dalam pembelajaran BIPA, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi penting dalam pengembangan metode pembelajaran yang lebih efektif dalam konteks BIPA. Metode penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif. Hal ini didasarkan pada data penelitian berupa hasil pengisian angket dan peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengajar BIPA telah menggunakan teknologi dalam pembelajaran BIPA, terutama untuk menyimak dan menulis. Dalam konteks pembelajaran BIPA, teknologi terbukti menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kemampuan menyimak dan menulis siswa BIPA. Teknologi juga memberikan pengaruh positif dalam pembelajaran BIPA, terutama ketika teknologi dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan bervariasi. Para pembelajar memiliki eksposur dan pengalaman yang kaya akan bahasa yang digunakan saat ini. Namun, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran BIPA juga memiliki tantangan, hambatan, dan rintangan tersendiri.Kata Kunci: BIPA; menulis; menyimak; pembelajaran; teknologi
The urgency of incorporating real-life conversation into IFL learning materials Nina Amalia Nurichsania; Suci Sundusiah; Ida Widia
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.72253

Abstract

While authenticity plays a vital role in foreign language learning, a significant disparity exists between classroom-based learning and the practical use of language in real-world contexts. IFL resources often lack authenticity, failing to mirror the genuine language encounters that learners face beyond the classroom. Therefore, this research explores the motivations, needs, and prior learning experiences of IFL learners to emphasize the importance of integrating real-life conversations into IFL learning materials. This descriptive qualitative research gathered data via surveys and semi-structured interviews with ten foreigners. The findings underscored the varied motivations of participants in learning Indonesian, including personal and familial connections, communication requirements during travel, interests in language, and cultural identity. Participants engaged in instructor-led and self-directed learning as endeavors to boost their proficiency. Intriguingly, there was a discrepancy between their learning experiences and needs. Although the provided IFL materials had successfully fulfilled the learners’ needs in formal settings, they fell short of adequately equipping them for real-world interactions in the intended social settings. Hence, it is suggested that authentic, real-life conversation be incorporated into the IFL materials to meet the diverse practical communication needs of IFL learners. AbstrakKeautentikan memainkan peranan penting dalam pembelajaran bahasa asing, namun pada kenyataannya terdapat kesenjangan yang signifikan antara pembelajaran di kelas dan penggunaan bahasa dalam konteks kehidupan nyata. Sumber belajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) kerap kali kurang mencerminkan penggunaan bahasa Indonesia sesungguhnya yang dihadapi pemelajar di luar kelas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi motivasi, kebutuhan, dan pengalaman belajar pemelajar untuk menekankan pentingnya pengintegrasian percakapan real-life dalam materi pembelajaran BIPA. Peneliti mengumpulkan data melalui survei dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian deskriptif kualitatif ini menyoroti beragam motivasi pemelajar dalam mempelajari bahasa Indonesia, yakni hubungan pribadi dan keluarga, kebutuhan komunikasi saat bepergian, minat terhadap bahasa, serta identitas budaya. Para pemelajar belajar bahasa Indonesia secara formal dengan instruktur dan secara mandiri sebagai usaha untuk meningkatkan kecakapan berbahasa Indonesia mereka. Meskipun begitu, masih ditemukan kesenjangan antara pengalaman belajar dan kebutuhan belajar para pemelajar BIPA. Walaupun materi BIPA yang tersedia sudah mengakomodasi kebutuhan berbahasa pemelajar di konteks formal, materi tersebut belum memadai dalam mempersiapkan pemelajar untuk interaksi autentik dalam konteks sosial yang dibutuhkan. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, disarankan untuk mengintegrasikan percakapan real-life ke dalam materi pembelajaran BIPA guna memenuhi kebutuhan komunikasi praktis pemelajar BIPA yang beragam.Kata Kunci: Materi autentik; materi BIPA; percakapan kehidupan nyata