Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Intersepsi Curah Hujan Pada Tegakan Pohon Pinus (Casuarina cunninghamia) Susi Chairani; Dewi Sri Jayanti
Rona Teknik Pertanian Vol 6, No 1 (2013): Volume 6, No. 1, April 2013
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v6i1.361

Abstract

ABSTRAK. Proses tertahannya curah hujan di atas tajuk vegetasi dikenal dengan istilah intersepsi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengukuran intersepsi, air lolos (throughfall), dan aliran batang (stemflow) pada tegakan pohon pinus (Casuarina cunninghamia) pada kelas umur 7, 15 dan 30 tahun. Penelitian ini dilaksanakan di kawasan Taman Hutan Raya, Seulawah, Kabupaten Aceh Besar. Bahan dan alat yang digunakan pada penelitian ini adalah alat penakar curah, gelas ukur, pita ukur, klinometer, dan perangkat lunak Microsoft Excel. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa umur pohon berpengaruh secara signifikan terhadap besarnya jumlah air lolos (throughfall) dan aliran batang (stemflow). Diameter pohon berpengaruh secara signifikan untuk besarnya jumlah air lolos (throughfall) dan aliran batang (stemflow). Umur pohon sangat mempengaruhi tingkat kepadatan tajuk dimana semakin lebat tajuk pohon maka intersepsi semakin besar. Bentuk daun pinus yang berbentuk jarum yang tumbuh dengan rapat juga mempengaruhi intersepsi.Rainfall Interception On The Stands of Pine Tree (Casuarina cunninghamia)ABSTRACT. The process of rainfall retention above the canopy of vegetation is known as interception. This study aimed to measure interception, throughfall, and stemflow on pine trees (Casuarina cunninghamia) at different ages 7, 15 and 30 years old, respectively. This research was conducted in the area of Taman Hutan Raya, Seulawah, Aceh Besar. Materials and tools used in this study were an automatic raingauge, measuring cups, measuring tape, clinometer, and Microsoft Excel software. Based on the research, the results showed that the age of the tree had significantly influenced the throughfall and stemflow. The tree’s diameter had significant influence on the large amount of throughfall and stemflow. The tree’s age greatly affected the density of tree canopy. The more dense the tree canopy, then the greater interception the tree had. The pine needle-shaped leaves densely grew that influenced the interception.
Efisiensi Penyaluran Air Irigasi BKA Kn 16 Lam Raya Daerah Irigasi Krueng Aceh Andriani Asarah Bancin; Dewi Sri Jayanti; T. Ferijal
Rona Teknik Pertanian Vol 8, No 1 (2015): Volume 8, No. 1, April 2015
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v8i1.2684

Abstract

Abstrak. Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh memiliki jaringan irigasi permukaan teknis untuk mengairi 7.450 ha lahan sawah di Kabupaten Aceh Besar. Peningkatan tekanan pada sumber daya air yang tersedia untuk irigasi dan kebutuhan lainnya, terutama selama musim kemarau, membutuhkan jaringan irigasi yang memiliki efisiensi yang tinggi untuk menyalirkan air irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penyaluran dan jumlah kehilangan air di saluran sekunder dan tersier dari jaringan irigasi pilihan yaitu Jaringan Lam Raya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi penyaluran rata-rata untuk BKA Kn 16 Lam Raya adalah 52,47%. Rata-rata kehilangan air dan efesiensi penyaluran air di saluran sekunder berturut-turut adalah 0.048 m3/dtk dan 81,11%. Kehilangan tersebut disebabkan oleh penguapan 2,73 x 10-7 m3/dtk, rembesan 0,00212 m3/dtk dan faktor lainnya 0,04548 m3/dtk. Kehilangan air rata-rata di saluran tersier adalah 0.01 m3/dtk yang merupakan kehilangan akibat adanya penguapan 5,046 x 10-8 m3/dtk, rembesan 0,00033m3/dtk dan faktor lainnya 0,00994 m3/dtk. Hal tersebut menyebabkan efisiensi penyaluran air di saluran tersier sekitar 71,88%. Namun, kinerja jaringan irigasi masih dikategorikan baik karena memiliki efisiensi penyaluran air yang lebih besar dari 60%. Kehilangan air di saluran tersier sebagian besar disebabkan oleh banyak bagian dinding dan dasar saluran yang rusak, dan adanya vegetasi dan sedimen pada saluran yang memperlambat aliran air. Conveyance Efficiency Of Irrigation Water At BKA Kn 16 Lam Raya Krueng Aceh Irrigation Area Abstract. Krueng Aceh Watershed has technical surface irrigation network to irrigate 7.450 ha of paddy fields in Aceh Besar District. Increasing pressure on available water resources for irrigation and other needs, particularly during dry season, requires an irrigation network having a higher level of efficiency to deliver irrigation water. This study aims to determine the delivery efficiencies and amount of water loss in secondary and tertiary channels of selected irrigation network. Lam Raya network was selected for the study area. Results showed that average delivery efficiency for BKA Kn 16 Lam Raya was 52.47%. The average water loss and water delivery efficiency in secondary channel were 0,048 and 81,11%, respectively. The loss was caused by evaporation 2.73 x 10-7 m3/s, seepage 0.00212 m3/s and other factors 0.04548 m3/s. The average water loss in tertiary channels was 0,01 m3/s contributed by losses from evaporation 5.046 x 10-8 m3/s, seepage 0.00033 m3/s and other factors 0.00994 m3/s. It caused tertiary channel's water delivery efficiency was approximately 71,88%. However, performance of irrigation network was classified as good since it has water delivery efficiency greater than 60%.  Water loss in tertiary channel largely due to many parts of wall and base of the channels were broken, and the presence of vegetation and sediment in the channel slowed the water flow.
Dampak Perubahan Iklim Terhadap Debit Andalan Sungai Krueng Aceh Teuku Ferijal; Mustafril Mustafril; Dewi Sri Jayanti
Rona Teknik Pertanian Vol 9, No 1 (2016): Volume 9, No. 1, April 2016
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v9i1.4407

Abstract

Abstrak. Perubahan iklim yang menyebabkan perubahan karakteristik curah hujan berdampak pada aliran sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dampak perubahan iklim terhadap debit andalan. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data klimatologi dan hidrologi yang semuanya dikumpulkan dari stasiun-stasiun yang ada dalam wilayah penelitian yaitu DAS Krueng Aceh. Model kesetimbangan air variable infiltration capacity digunakan dalam penelitian ini untuk menghitung debit sungai harian berdasarkan data curah hujan dan evapotranspirasi harian. Hasil analisa menunjukkan bahwa suhu udara tahunan rata-rata DAS Krueng Aceh telah mengalami peningkatan yang drastis sebesar 0,6°C sejak tahun 2001. Perubahan tersebut juga diikuti dengan adanya tren peningkatan curah hujan (22%) pada bulan-bulan basah (November-Januari) serta penurunan curah hujan (26%) pada bulan-bulan kering (Mei-Agustus). Dampak dari perubahan iklim tersebut adalah terjadinya penurunan debit sungai Krueng Aceh yang ditandai semakin meningkatnya kemungkinan debit aliran lebih kecil dari 18,77 m3/s dan menurunkan debit andalan terutama pada periode April-Desember sebesar 23,5%.  Impact of Climate Change on Dependable Discharge in the Krueng Aceh River Abstract. Climate changes altering precipitation characteristic bring impact on streamflow. This research aims to analyze impact of climate changes on dependable discharge. Climatological and hydrological data were collected from stations within Krueng Aceh Watershed. Variable infiltration capacity water balance model was applied to calculate daily streamflow base on daily precipitation and evapotranspiration. The results suggested that annual air temperature of Krueng Aceh Watershed has been squally increasing 0.6°C since 2001. The changes were also detected on monthly precipitation i.e. a 22% increase in wet period (November-January) and a 26% decrease in dry period (Mei-August). The changes have impacted the Krueng Aceh River flow by increasing possibility of flow lower than 18.77m3/s and decreasing dependable discharge by 23.5% for period of April-December.
Analisis Spasial dan Basis Data Tingkat Bahaya Erosi dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis dan Visual Basic Dewi Sri Jayanti; Maulidawati Maulidawati; Mahbahgie Mahbahgie
Rona Teknik Pertanian Vol 12, No 2 (2019): Volume 12, No. 2, Oktober 2019
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v12i2.13043

Abstract

Erosi mengakibatkan kerusakan fungsi hidrologis daerah aliran sungai, juga kehilangan lapisan tanah yang subur dan baik untuk pertumbuhan tanaman serta kemampuan tanah dalam menyerap dan menahan air menjadi berkurang. Penyusunan basis data tingkat bahaya erosi ini diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat dan up to date mengenai potensi tingkat bahaya erosi yang terjadi di wilayah Sub DAS Krueng Keumireu. Sub DAS Krueng Keumireu merupakan bagian dari DAS Krueng Aceh yang termasuk ke dalam sungai dengan prioritas I. Penelitian ini bertujuan untuk menduga tingkat bahaya erosi dan menyusun aplikasi basis data dengan menggunakan sistem informasi geografis dan Visual Basic 2010. Metode yang digunakan untuk pendugaan laju erosi yang terjadi menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation), pengelolaan data-data spasial menggunakan Sistem Informasi Geografi dan penyususan basis data menggunakan Visual Basic.Net 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi Sub DAS Krueng Keumireu masih dalam kategori sangat ringan hingga ringan dengan persentase 38% kategori sangat ringan dan 36% kategori ringan dengan laju bahaya erosi tertinggi sebesar 1.388,8843 ton/ha/tahun dan laju bahaya erosi terendah sebesar 0,1618 ton/ha/tahun. Sehingga upaya konservasi yang dapat dilakukan dengan pemberian mulsa mau pun pengelolaan Program aplikasi basis data sudah dapat dijalankan dengan baik tanpa ada kesalahan source code sehingga informasi tingkat bahaya erosi yang ditampilkan sudah dapat diakses oleh user.Spatial Analysis and Erosion Hazard Level Database by Using Geographic Information System and Visual Basic.Erosion results in damage to the hydrological function of the watershed, as well as the loss of fertile soil layers and good for plant growth and the ability of the soil to absorb and retain water becomes reduced. Preparation of erosion hazard data base expected to provide accurate and information up to date about the potential level of erosion hazard that occurs in the Krueng Keumireu Sub-watershed area. Krueng Keumireu Sub-watershed is part of the Krueng Aceh watershed which belongs to the river with priority I. This study aims to estimate the level of erosion hazard and develop database applications using geographic information systems and Visual Basic 2010. The method used to estimate the rate of erosion occurred using the USLE (Universal Soil Loss Equation) method, spatial data management using Geographic Information System and database deduction using Visual Basic.Net 2010. The results showed that the condition of Krueng Keumireu Sub watershed is still in very light to light category with the percentage 38 % very light category and 36% light category with the highest erosion rate of 1,388,8843 ton/ha/year and the lowest erosion rate of 0,1618 ton/ha/year. So with such conditions can be carried out conservation efforts such as mulching and land management in a simple way. Database application program can be run properly without any error source code so that the information level of erosion hazard that displayed can be accessed by the user. 
Pemanfaatan Limbah Tahu Menjadi Kerupuk dan Nata de Soya dalam Upaya Pemberdayaan dan Peningkatan Taraf Hidup Masyarakat Mechram, Siti; Agustina, Raida; Hartuti, Sri; Jayanti, Dewi Sri
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 2 No 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 2 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v2i1.57

Abstract

Industri tahu adalah industri skala kecil menengah yang banyak berkembang di masyarakat.  Ampas tahu merupakan hasil samping dalam proses pembuatan tahu yang yang berbentuk padat. Pemanfaatan limbah industri tahu menjadi produk seperti : kerupuk ampas tahu, nata de soya, juga bermaksud untuk memberdayakan perempuan yang tergabung dalam kelompok tani dan koperasi wanita. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang pemanfaatan ampas tahu menjadi olahan kerupuk dan nata de soya dan diharapkan adanya keberlanjutan pembuatan kerupuk dan nata de soya dari ampas tahu setelah pelatihan usai guna menunjang menambah pendapatan. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah metode penyuluhan dan pembuatan produk. Hasil dari kegiatan ini adalah respon baik dari peserta penyuluhan dan adanya minat yang besar dari peserta penyuluhan untuk memanfaatkan ampas tahu menjadi produk kerupuk dan nata de soya sebagai produk olahan yang diminati konsumen.
Produk Olahan Berbahan Dasar Ikan Tongkol (Euthynnus Affinis) di Lampulo Banda Aceh: Processed Skipjack Tuna (Euthynnus affinis) Products in Lampulo, Banda Aceh Ferijal, Teuku; Jayanti, Dewi Sri; Agustina, Raida; Mechram, Siti
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 8 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i8.9626

Abstract

Gampong Lampulo in Banda Aceh has excellent potential as a fish trading hub, particularly for skipjack tuna (Euthynnus affinis), a commodity of high economic value. However, skipjack tuna is highly perishable and often results in significant waste during peak harvest due to limitations in processing and packaging facilities. This community service program aims to enhance the knowledge and skills of local fishermen in processing skipjack tuna into value-added products that can improve their economy. The methodology applied includes training sessions consisting of lectures, group discussions, demonstrations, hands-on practice, and the introduction of appropriate technologies such as solar dryers, oil presses, liquid smoke as a preservative, and hand sealers for hygienic and attractive packaging. The results of this activity show that participants experienced significant improvement in practical skills, enabling them to produce processed products such as shredded fish (abon), smoked fish, and keumamah. This program successfully reduced post-harvest waste, extended product shelf life, and increased the market value of local fishery products. In conclusion, the program empowered fishermen with efficient and sustainable processing techniques and opened opportunities for them to expand their market. However, further assistance in marketing strategies, packaging design, and obtaining product certifications is needed.
Rancang Bangun Smart Feeder Terintegrasi Akuaponik Ramah Lingkungan sebagai Solusi Inovatif Budidaya Ikan Ferijal, Teuku; A.H, Diana Sapha; Samadi, Samadi; Jayanti, Dewi Sri
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 3 No 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 3 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v3i1.82

Abstract

Akuaponik merupakan sistem terpadu yang menggabungkan akuakultur dan hidroponik, sehingga mampu menyediakan pangan sehat sekaligus memanfaatkan limbah ikan sebagai nutrisi tanaman. Diharapkan selain meningkatkan pendapatan, juga efisiensi dalam penggunaan lahan dan dapat meningkatkan kualitas lingkungan. Teknologi smart feeder berbasis mikrokontroler dapat mengotomatisasi pemberian pakan ikan secara presisi dan terjadwal, sehingga mengurangi pemborosan pakan serta mendukung keberlanjutan budidaya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Gampong Geuceu Kompleks melalui penerapan teknologi tepat guna berupa smart feeder yang diintegrasikan dengan sistem akuaponik ramah lingkungan. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah pemberian pakan ikan secara manual, rendahnya efisiensi pemanfaatan bioflok, serta keterbatasan keterampilan dalam pengelolaan budidaya terpadu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa smart feeder dan akuaponik telah dirancang secara baik sesuai dengan kebutuhan masyarakat mitra dan prinsip teknologi tepat guna. Selain itu juga menunjukkan bahwa mitra dan masyarakat mampu mengoperasikan sistem akuaponik, menggunakan smart feeder untuk efisiensi pakan, serta meningkatkan keterampilan dalam budidaya ikan terpadu modern. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha perikanan ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Pemanfaatan Tumbuhan Bemban Sebagai Bahan Kerajinan Di Desa Lampanah Tunong, Aceh Besar Yasar, Muhammad; Hafsah, Siti; Juliaviani, Noratun; Khalil, Munawar; Jayanti, Dewi Sri; Agustina, Raida; Anwar, Khairul
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 1 No 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 1 Nomor 2,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v1i2.45

Abstract

Tumbuhan bemban (Donax canniformis) memiliki arti penting bagi masyarakat di Desa Lampanah Tunong, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar. Bersama 4 (empat) desa lain disekitarnya, desa ini telah menjadi sentra kerajinan anyaman bemban dengan hasil produksi yang menjadi produk unggulan khas bagi Kabupaten Aceh Besar. Selain mendukung pengembangan sektor pariwisata dan industri kreatif, produk kerajinan anyaman bemban ini telah mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini ditujukan untuk membantu dan membina masyarakat kelompok pengrajin dalam pemanfaatan tumbuhan bemban secara berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi dan menjamin kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini meliputi tahap persiapan, koordinasi, pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap persiapan dilakukan proses identifikasi dan inventarisasi masalah yang dihadapi pengrajin. Lalu permasalahan tersebut dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait untuk dicarikan solusinya dan diterapkan dalam tahap pelaksanaan. Untuk memastikan tingkat keberhasilan program, dilakukan proses evaluasi yang hasilnya dijadikan sebagai dasar perbaikan dan rekomendasi tindak lanjut. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan tingkat antusiasme masyarakat pengrajin dalam mengikuti program sangat tinggi. Para pengrajin mampu meningkatkan produksi dan produktivitasnya melalui diversifikasi produk kerajinan dengan baik. Diharapkan paska kegiatan, masyarakat dapat mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.