Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Archive of Community Health

GAMBARAN IMPLEMENTASI PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK HARAPAN BUNDA TAHUN 2016 Pande Made Sri Rahayu; Putu Ayu Indrayathi
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 4 No 1 (2017): Juni (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.169 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2017.v04.i01.p07

Abstract

ABSTRAKDalam upaya mencapai Jaminan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage) tahun 2019 maka seluruh elemen kesehatan diharapkan dapat bekerja sama, termasuk rumah sakit RSIA Harapan Bunda sebagai salah satu fasilitas kesehatan tingkat lanjut yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan tercatat mulai pada bulan Maret 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran implementasi program JKN di RSIA Harapan Bunda. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada responden yang telah ditentukan dengan metode purposive sampling sebanyak 13 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSIA Harapan Bunda perlu persiapan dari bagian manajemen selama 6 bulan agar dapat menerima pasien JKN. Persiapan dari pembentukan tim penanggung jawab pelaksanaan JKN di rumah sakit dan sarana prasarana. Keuntungan secara nominal selama 1 tahun pelaksanaannya belum didapat hanya masyarakat semakin mengenal RSIA Harapan Bunda sehingga kunjungan pasien bertambah. Petugas medis memberikan pelayanan yang sama kepada pasien umum dan pasien pengguna JKN, berdasarkan pada SOP yang telah ditetapkan oleh rumah sakit. Petugas penunjang medis telah berbekal pelatihan tentang penggunaan program INA-CBGs di rumah sakit.Pasien sebagai penerima pelayanan kesehatan merasa sangat terbantu dengan adanya program JKN. Prosedur dalam memperoleh pelayanan kesehatan sudah diketahui, namun masih ada pasien yang belum memahami dengan baik sehingga ada kesalahpahaman dengan petugas pendaftaran rumah sakit. Sosialisasi untuk penyatuan persepsi dan komitmen dari setiap komponen rumah sakit agar seluruh karyawan dapat memahami program ini dan mengetahui hal-hal apa saja yang harus diupayakan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang cost effective. Kata Kunci: Implementasi, Jaminan Kesehatan Nasional, RSIA.
PERSEPSI PENGGUNA LAYANAN KESEHATAN PRIMER MENGENAI KUALITAS PELAYANAN PADA PUSKESMAS BADAN LAYANAN UMUM DI KABUPATEN GIANYAR Rina Listyowati; Putu Ayu Indrayathi; Ni Made Sri Nopiyani
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 3 No 1 (2016): Juni (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3553.376 KB)

Abstract

One of the reasons for establishing Public Service Agency (BLU) policy at Community Health Care Centers is the number of complaints for poor quality services. This policy was implemented in January 2010 by the Gianyar Government in every Community Health Care Center in Gianyar.  This is the realization of the Gianyar Government's attention in improving the quality of the Community Health Care Center Services.  This study aims to determine the public perception of the quality of services provided by the Community Health Care Center in Gianyar District. This study was a cross-sectional analytic study and conducted at four Community Health Care Centers with BLUD’s status in Gianyar District with 105 respondents selected by multistage random sampling method. The data collection included survey questionnaires and analyzed descriptively by chi square test. The results showed that overall the respondents had a "good" perception towards the elements of Community Health Care Center services with BLU status in Gianyar District. However, there are three elements that were "perceived as poor" comprising responsiveness (14.3%), accuracy (11.4%) and environmental comfort (12.4%). The results of the chi square test showed that there were significant differences between the age factors with the respondent perceptions of service quality in Community Health Care Center with BLU status (p = 0.004), but gender, education level and occupation did not have a meaningful relationship. This research suggests that the Health Office should increase the intensity of coaching and facilitation of procedures related to the Community Health Care Center so that the expected performance of attendant care becomes more patterned.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PEGAWAI PUSKESMAS MENGENAI KESELAMATAN PASIEN DI PUSKESMAS SUKASADA I Indrayathi, Putu Ayu; Krismayani, Tika
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 11 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2024.v11.i01.p08

Abstract

Keselamatan pasien merupakan suatu sistem yang membuat asuhan pasien menjadi lebih aman. Keselamatan pasien sangat penting di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) karena menganut sistem managed care yang mengharuskan masyarakat untuk melakukan rujukan berjenjang dari pelayanan kesehatan dasar yaitu puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan pegawai puskesmas mengenai keselamatan pasien di Puskesmas Sukasada I Kabupaten Buleleng. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan rancangan cross-sectional study. Sampel dari penelitian ini yaitu seluruh pegawai puskesmas yang bekerja di Puskesmas Sukasada I. Penelitian dilakukan dari bulan April Tahun 2020. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner yang terdiri dari pertanyaan tertutup yang akan diisi sendiri oleh responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 56,00% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang keselamatan pasien. Terdapat hubungan bermakna antara variabel pendidikan dengan tingkat pengetahuan (p<0,05), sedangkan variabel umur, jenis kelamin, pengalaman kerja dan pelatihan tidak terdapat hubungan bermakna dengan tingkat pengetahuan. Pihak puskesmas lebih aktif dalam melakukan sosialisasi maupun pelatihan mengenai keselamatan pasien di puskesmas. Kata Kunci: Tingkat pengetahuan, Keselamatan pasien, Puskesmas, Pegawai
ANALISIS IMPLEMENTASI DIMENSI BUDAYA KESELAMATAN PASIEN OLEH PETUGAS KESEHATAN DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN KARANGASEM Indrayathi, Putu Ayu; Krismayanti, Ni Kadek Ari
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 11 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2024.v11.i01.p10

Abstract

Keselamatan pasien merupakan suatu sistem yang membuat asuhan pasien lebih aman. Salah satu faktor keberhasilan program keselamatan pasien adalah budaya keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dimensi budaya keselamatan pasien oleh petugas kesehatan di Puskesmas Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan metode kualitatif. Informan dari penelitian ini merupakan tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Kubu I, Puskesmas Selat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem sejumlah 17 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara mendalam. Analisis data yang dilakukan melalui transkrip hasil wawancara, pengkodean, open coding, mencari pola dan hubungan, menarik kesimpulan serta interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan implementasi 12 dimensi budaya keselamatan pasien yang ada di puskesmas terdapat beberapa dimensi yang belum berjalan optimal. Implementasi pada puskesmas dengan kunjungan tertinggi dan terendah tidak memiliki perbedaan secara signifikan. Perbedaan jumlah insiden yang signifikan antar puskesmas terjadi karena kesadaran pencatatan yang rendah. Hambatan dalam program keselamatan pasien yaitu terjadinya over lapping, kurangnya pelatihan dan pedoman terkait keselamatan pasien. Kesimpulan dari penelitian ini adalah implementasi budaya keselamatan pasien di puskesmas belum optimal dan perlu ditingkatkan sehingga diperlukan dukungan dari seluruh aspek baik dinas kesehatan maupun puskesmas agar dapat menciptakan keselamatan pasien di puskesmas. Kata Kunci : Keselamatan Pasien, Petugas Kesehatan, Puskesmas
Co-Authors Adhi, K.T. Anak Agung Sagung Istri Maradi Suryaningrat Anastasia Septya Titisari Benny Tjahjono Budiastri Citra Mutiarahati, Ni Luh Cokorda Bagus Jaya Lesmana, Cokorda Bagus Jaya Coratry Shovariah Premilga Desak Putu Yulita Kurniati Dinar Lubis Dinar Lubis Dyah Pradnyaparmita Duarsa Fery Dwiyanto HARI MULYAWAN Hendrayani, Ni Wayan Ani I Gusti Ayu Agung Putri Krismayanthi I Ketut Suwiyoga I Ketut Tunas I Made Ady Wirawan I Made Artana I Nyoman Gede Budiana I Putu Ganda Wijaya I Putu Ganda Wijaya I Putu Ganda Wijaya Ilyas, Jaslis Istiana Marfianti Istiana Marfianti Ketut Suarjana Kolozsvari, Laszlo Robert Krismayani, Tika Krismayanti, Ni Kadek Ari Kurniati, Desak Putu Y Kurniawati, D.P.Y. Laszlo Robert Koloszvari Laszlo Robert Kolozsvari Luh Kadek Ratih Swandewi Luh Kadek Ratih Swandewi Luh Putu Sinthya Ulandari Luh Seri Ani Made Nopy Diah Sundari Manuaba, I.B.G. Fajar Megayanti, Ni Luh Komang Monika Sri Yuliarti Monika Sri Yuliarti, Monika Sri Murniati, Ni Nengah N.M.U. Dwipayanti Ngakan Putu Anom Harjana Ni Ketut Sutiari Ni Luh Saptiaryati Ni Made Ari Listiani Ni Made Mas Dwi Purwaningrat Ni Made Sri Nopiyani Ni Nengah Murniati Ni Nyoman Intan Widya Sari Ni Wayan Ani Hendrayani Ni Wayan Arya Utami, Ni Wayan Arya Nijyoti, Nitya Nirmala, Putu Nitya Nitya Nijyoti Pande Made Sri Rahayu Pande Putu Januraga Putu Dwiki Damadita Putu Erma Pradnyani Putu Inok Puspaeni Putu Nitya Nirmala Putu Novi Trisna Dewi R. A.T. Kuswardhani Rasmaya Niruri Rasmaya Niruri Rasmaya Niruri Rina Listryowati Rina Listyowati Rina Listyowati Rina Listyowati, Rina Rini Noviyani Sagun Chandra Yowani Santosa, Karina Samaria Sri Idayani Sri Idayani, Sri Suandana, Iwan Abdi Sundari, Made Nopy Diah Ulandari, Luh Putu S WIDARSA WIDARSA Wijaya, I Putu Ganda Yaslis Ilyas