Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Types And Meaning Of Idiom In The Song Album Of John Legend And Coldplay Putu Rara Enika Sarash; I Gst. Ayu Gede Sosiowati; I Made Winaya
Humanis Volume 16. No. 3. September 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.2 KB)

Abstract

Studi ini berjudul “Types and Meaning of Idiom in the Song Albums of John Legend and Coldplay”. Studi ini fokus membahas jenis idiom dan arti dari idiom yang ada dalam lirik lagu tersebut. Data yang digunakan dalam studi ini berupa lagu yang diambil dari album John Legend yang berjudul “Love in the Future” yang dirilis pada than 2011 dan album dari Coldplay yang berjudul “Parachutes, Head Full of Dreams dan X&Y”. Data dalam studi ini dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik pencatatan. Studi ini menggunakan Teori Palmer untuk menganalisa jenis idiom yang terdapat di setiap lirik lagu. Berdasarkan teori Palmer, ada tiga jenis idiom yang terdapat dalam lirik lirik lagu dalam album ini. Dan untuk menganalisa arti yang terkandung dalam idiom tersebut, studi ini menggunakan teori Leech; teori ini menjelaskan bahwa terdapat tujuh jenis meaning. Arti dari idiom itu sendiri memiliki hubungan yang sangat erat dengan pesan yang terkandung. Berdasarkan atas hasil analisis terdapat tiga jenis idiom yang terkandung dalam lirik lagu.
Meanings Of Figurative Language With Reference To Four Iron Maiden Songs Rahardian Daniswara; I Made Winaya; I Gusti Ngurah Parthama
Humanis Volume 17. No. 2. Nopember 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.8 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Meanings of Figurative Language with Reference to Four Iron Maiden Songs. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasi jenis-jenis kata kiasan yang di temukan di dalam empat lagu Iron Maiden serta menjelaskan makna yang terdapat di dalam ke empat lagu tersebut. Sumber data diambil dari empat lagu yang dipopulerkan oleh heavy metal band asal Inggris, Iron Maiden. Ke empat lagu tersebut adalah Run to the Hills, Hallowed Be Thy Name, Rime of the Ancient Mariner dan 2 Minutes to Midnight. Teori-teori utama yang digunakan dalam penelitian ini diadopsi dari teori figurative language yang dikemukakkan oleh Knickerbocker dan Reninger (1963) kemudian sebagai teori tambahan adalah teori figurative language dari Wellek dan Warren (1984) dan teori meaning dari Leech (1974). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Diawali dengan memilih beberapa kalimat yang mengandung kiasan dari ke empat lirik lagu. Kemudian mendengarkan ke empat lagu tersebut . Setelah membaca, beberapa Bahasa kiasan dipilih secara intensif. Setelah itu, mencatat data yang berhubungan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat delapan macam bahsa kiasan yang ditemukan dari ketiga belas atau keseluruhan total dari kedua teori figurative language. Sedangkan makna yang digunakan untuk mengetahui arti dari bahasa kiasan terdapat tiga macam dari tujuh macam makna berdasarkan teori.
Women’s Language Used in the Video of Counter Strike: Global Offensive Female Player Komang Satria Wirasa; I Made Winaya
Humanis Vol 22 No 4 (2018)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.397 KB) | DOI: 10.24843/JH.2018.v22.i04.p28

Abstract

This paper entitled Women Language Used in Video of Counter strike: Global Offensive Female Player. This study aimed at identifying the language features applied by a woman when she played a game entitled Counter Strike: Global Offensive and find out the language style of the utterances in her conversation. The data source of this study was taken from the conversation used by Counter Strike: Global Offensive female players in the video. The collecting data used documenting method and it begins with listen to the conversation in the video and then made a transcript, afterwards, sorted out and categorized the data into women’s linguistic feature and language style. Thereafter, the data analyzed by using quantitative method The findings of this study showed the utterance produced by the female player include sixteen data of women language features and three out of six styles of women language in this video.
ANALYSIS OF FIGURATIVE LANGUAGE IN THE SONG LYRICS IN RAINBOWS Laurentia Talitha Permatasari; I Made Winaya; Ni Ketut Sri Rahayuni
Humanis Volume 16. No. 2. Agustus 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.981 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul "Analisis Bahasa Figuratif dalam Lirik-Lirik Lagu In Rainbows”. Fokus dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengidentifikasi bahasa kiasan yang digunakan dalam lirik-lirik lagu, serta untuk mengetahui tema yang disampaikan dalam lirik lagu. Data diambil dari album In Rainbows oleh Radiohead. Tiga lagu yang dipilih adalah “Nude”, “All I Need”, dan “Videotape”. Data dalam tulisan ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan pada teori bahasa kiasan yang diusulkan oleh Knickerbocker dan Reninger (1963) dan didukung oleh teori lain yang diusulkan oleh Leech (1974). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ada empat jenis bahasa kiasan yang ditemukan dalam lirik-lirik lagu tersebut, yaitu metafora, hiperbola, paradoks, dan metonimi. Metafora merupakan jenis bahasa kiasan yang paling sering digunakan diantara ketiga lirik lagu tersebut. Tema dari ketiga lirik lagu tersebut ialah tentang kekecewaan, depresi, cinta, dan kesedihan. Lagu-lagu Radiohead sangat menarik untuk didengarkan dan dapat membuat kita berimajinasi secara berbeda mengenai puisi dan musik.
Intrinsic Elements and Sociological Criticism of Green Book Movie K Dian Rani; I Made Winaya
Humanis Vol 24 No 3 (2020)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.857 KB) | DOI: 10.24843/JH.2020.v24.i03.p03

Abstract

The aims of the study were to find out the content of intrinsic elements of the Green Book movie and criticize the movie from sociological perspective. The study used qualitative method. It applied the theory of literature specfically intrinsic elements of drama proposed by Diniejko (2010) and sociological criticism proposed by Rapaport (2011). The results of the study were, firstly, the intrinsic elements found in the Green Book movie are plots, character, dialogue, setting, conflict, theme and motif which support the deeper understanding of the internal part of the movie. Secondly, by conducting a sociological criticism, it is found that the movie is related to the social condition of America in 1962 and it has correlation with the situation faced by American white and black nowadays.
Figurative Language In Robert Frost’s And William Wordsworth’s Selected Poem I Gede Yusma Pradita Arya Surya Dharma; I Gde Sadia; I Made Winaya
Humanis Volume 16. No. 3. September 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.104 KB)

Abstract

Judul penelitian ini adalah “Majas pada puisi pilihan Robert Frost dan William Wordsworth”.Dipilihnya puisi dari Robert Frost dan William Wordsworth karena kedua orang tersebut termasuk salah satu pujangga terbesar yang pernah ada dan kemudian menarik untuk membandingkan jenis majas yang dipakai oleh para pujangga tersebut. Penelitian ini diambil dari salah satu alamat website yaitu http://famouspoetsandpoems.com/top_poems.html. Data dikumpulkan dengan melakukan study pustaka dengan metode kualitatif. Teori yang digunakan untuk menganalisa data yang telah dikumpulkan adalah Teori dari Knickerbocker dan Reninger berjudul Intrepreting Literature dan juga teori dari M.A.K Haliday berjudul Functional Grammar. Teori-teori ini digunakan untuk menganalisa majas-majas apa saja yang terkandung dalam masing-masing puisi.Dan untuk menganalisa pengertian dari majas tersebut digunakan teori dari G.N Leech berjudul Semantics. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 7 macam majas yang terdapat pada semua puisi yang dianalisis yaitu, Metafora, Personifikasi, Simile, Hiperbola, Ironi, Allusion, dan Simbol. Kemudian dimana majas-majas tersebut dipakai oleh penulis untuk memberikan sensasi yang special dan memungkinkan penulis mengekspresikan ide-idenya dengan cara yang seni.
The Analysis of Conjunction in Political and Business Articles of International Bali Post Ni Putu Alina Putri; I Made Winaya; I Made Sena Darmasetiyawan
Humanis Vol 17 No 3 (2016)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.554 KB)

Abstract

Jurnal berjudul The Analysis of Conjunction in Political and Business Articles of International Bali Post bertujuan untuk menganalisa jenis dan penggunaan konjungsi yang terdapat pada artikel politik dan bisnis dalam koran International Bali Post. Data yang digunakan diambil dari enam artikel dalam koran International Bali Post yang terbit pada tanggal 24 Mei 2015. Analisa menggunakan metode kualitatif dan teori Kohesi (Language, Context and Text; Aspect of Language in A Social-Semiotic Perspective, di dalam buku Halliday M.A.K and Hasan, 1976). Hasil dari studi ini menunjukan ada beberapa jenis konjungsi dan penggunaan kunjungsi dalam artikel.
Translation Procedures in Translating Proper Names from English into Indonesian Ni Putu Devi Lestari; I Made Winaya; I Gst. Ayu Gede Sosiowati
Humanis Vol 24 No 4 (2020)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.126 KB) | DOI: 10.24843/JH.2020.v24.i04.p06

Abstract

Translation procedure is a procedure or a method to translate the unit of language from the source language to the target language. Every linguistic part needs to be translated. It means including the proper names in the literary work. This study is aimed at identifying and analyzing the types of the proper name and their translation procedures in the novel entitled Pembunuhan di Orient Express. The problems in this study are discussed based on the theory of proper name and the theory of the translation procedure by Newmark (1988). The method used to collect the data was documentation method. This study applied the descriptive qualitative method in analyzing the data. The result of the analysis was presented using an informal method. The analysis showed three types of proper names in the data sources. They are people’s names, the name of an object, and the geographical term. The translator uses seven methods from 18 translation procedures that were proposed by Newmark (1988).
Translation Strategies of Idioms: With Special Reference to “Anak Semua Bangsa” and “Child of All Nations” Gusti Agung Ngurah Dwi Suryawan; I Made Winaya
Humanis Vol 22 No 3 (2018)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.187 KB) | DOI: 10.24843/JH.2018.v22.i03.p38

Abstract

This research entitled “Translation Strategies of Idioms: With Special Reference to “Anak Semua Bangsa” and “Child of All Nations”. The aims of this research are to find out the translation strategies applied by the translator in translating the idioms of ST to the TT and to identify the types of equivalence of the translated idioms. The data were in form of idioms collected from an Indonesian novel “Anak Semua Bangsa” and its English translation “Child of All Nations”. Observation method and note-taking technique was used in collecting the data. The data were analyzed using descriptive-qualitative method. In order to answer the formulated questions, the theory of translation strategies of translating idiom proposed by Mona Baker in “In Other Words” (1992) was applied in analyzing the translation strategies used by the translator in translating the idioms in the novels and the theory of equivalence proposed by Eugene Nida in Toward a Science of Translating (1964) to identify the types of equivalence of the translated idioms. The results indicate that there are only three translation strategies found in the translation of 20 idioms used as the data in this study. Moreover, both Nida’s theory of Formal and Dynamic Equivalence were found in the translation of the idioms.
Feminist Approach in Understanding the Main Character in Jane Austen’s Persuasion Annisa Arie Estiana; I Made Winaya; I Komang Sumaryana
Humanis Volume 17. No. 2. Nopember 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.74 KB)

Abstract

Studi ini berjudul “Feminist Approach in Understanding the Main Character in Jane Austen’s Persuasion” dan berfokus kepada permasalahan feminisme yang dialami Anne Elliot sebagai karakter utama di dalam novel. Anne Elliot juga menghadapi konflik dengan karakter lainnya yang membuatceritamenjadilebihmenarik; karakternya dari sudut pandang fisiologis, psikologis, dan sosiologi smembuat karakter menjadi lebih nyata. Data penelitian ini diambil dari sebuah novel berjudul “Persuasion” karya Jane Austen. Novel ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 1818 di Inggris. Data dari penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi. Teknik pengumpulan data melalui dua tahap; membaca dan mencatat. Metode kualitatif digunakan dalam menganalisa data. Teori yang digunakan dalam menganalisa karakter dalam aspekfisiologis, psikologis, dan sosiologis menggunakan teori karakter dari Egri (dalam Sukada, 1987). Konflik yang dihadapi karakter utama dianalisa menggunakan teori literature dari Kenney (1966). Teori tentang feminism oleh Alison Jaggar (1983),  adalah teori untuk menganalisa masalah feminism seperti kesamaan dalam dunia kerja, dalam pendidikan, atau dalam hak politik. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa karakter  Anne Elliot dapat diobservasi secara fisiologi, secara psikologi, dan secara sosiologi, dan melalui konflik internal dan eksternal yang dihadapi dalam hidupnya. Karakter utama juga merefleksikan nilai feminisme di dalam hidupnya melalui kepintarannya di dalam cerita; dia berhasil mengatasi perbedaan gender, ketidaksetaraan gender, dan penindasan gender.