Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Merawat Iman di Tengah Kota: Dinamika Gereja Katolik Paroki Kristus Salvator Tahun 1972–2024 Yohanes Dimaz Riberu; Fransiska Dewi Setiowati Sunaryo; Anak Agung Ayu Rai Wahyuni
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Paroki Kristus Salvator di Jakarta Barat merupakan bagian dari dinamika pertumbuhan Gereja Katolik di wilayah perkotaan yang berlangsung seiring dengan pertambahan jumlah umat, perubahan sosial masyarakat, dan meningkatnya kebutuhan pelayanan pastoral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mendorong perkembangan Paroki Kristus Salvator selama periode 1972–2024, menjelaskan proses perkembangannya, serta mengkaji dampaknya terhadap kehidupan umat Katolik dan masyarakat sekitar. Penelitian menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan memanfaatkan arsip paroki, dokumen gerejawi, wawancara, serta berbagai sumber pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan paroki dipengaruhi oleh pertumbuhan umat Katolik di wilayah Slipi dan sekitarnya, dukungan para imam CICM, serta keterlibatan aktif umat dalam berbagai bidang pelayanan. Perkembangan tersebut tercermin dalam pembangunan sarana dan prasarana gereja, pembentukan lingkungan sebagai basis pelayanan umat, berkembangnya kelompok-kelompok kategorial, serta meningkatnya partisipasi umat dalam kehidupan menggereja. Paroki Kristus Salvator juga mengalami transformasi dari pusat peribadatan menjadi pusat pembinaan iman, pengembangan komunitas, dan pelayanan sosial yang memperkuat solidaritas antarumat. Di tengah masyarakat Jakarta yang majemuk, paroki berperan dalam membangun relasi yang harmonis melalui kegiatan sosial dan kerja sama lintas agama. Penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan Paroki Kristus Salvator tidak hanya mencerminkan pertumbuhan kelembagaan Gereja Katolik, tetapi juga memperlihatkan kemampuan paroki untuk merespons perubahan sosial dan kebutuhan umat dalam konteks masyarakat perkotaan yang terus berkembang.
Luh Riniti Rahayu Di Yayasan Bali Sruti Denpasar : Sebuah Biografi 1960 - 2024 Made Eci Mandira Putri; I Ketut Ardhana; Anak Agung Ayu Rai Wahyuni
Jurnal Pengabdian Cendekia Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Cendekia
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/jpc.v2i2.168

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya budaya patriarki di Bali yang memengaruhi posisi dan peran perempuan dalam kehidupan sosial, budaya, politik, dan ekonomi, sehingga diperlukan figur inspiratif yang mampu memperjuangkan kesetaraan gender melalui gerakan masyarakat sipil. Salah satu tokoh yang memiliki kontribusi penting adalah Luh Riniti Rahayu sebagai pendiri Yayasan Bali Sruti Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perjalanan hidup Luh Riniti Rahayu pada periode 1960-2024, mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi keberhasilannya sebagai aktivis perempuan, serta mengkaji implikasi perjuangannya terhadap pemberdayaan perempuan dan perkembangan gerakan kesetaraan gender di Bali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh utama dan informan terkait, serta studi dokumentasi terhadap arsip, literatur, dan dokumen Yayasan Bali Sruti Denpasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Luh Riniti Rahayu dipengaruhi oleh latar belakang keluarga, pendidikan, pengalaman organisasi, jejaring sosial, serta konsistensinya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan melalui pendirian dan pengembangan Yayasan Bali Sruti Denpasar. Perjuangannya memberikan dampak nyata terhadap peningkatan partisipasi politik perempuan, advokasi hak perempuan dan anak, penguatan pendidikan kesetaraan gender, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu perlindungan perempuan di Bali. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Luh Riniti Rahayu merupakan tokoh perempuan yang berperan penting dalam memperkuat gerakan perempuan di Bali melalui pendekatan kolaboratif, edukatif, dan berkelanjutan sehingga meninggalkan warisan sosial yang relevan bagi pengembangan kesetaraan gender di Indonesia.