Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

HR Development in The Mas Ubud Bali Tourism Village in Facing The Era of Tourism 4.0 I Gusti Made Suka Arnawa; Nyoman Agus Trimandala; I Made Darsana
Enrichment : Journal of Management Vol. 12 No. 3 (2022): August: Social Science, Economics
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.093 KB) | DOI: 10.35335/enrichment.v12i3.632

Abstract

The change in tourism industry players and consumers moving towards digital is one of the phenomena that emerged in the tourism era 4.0. The Covid-19 pandemic has triggered an adjustment of business processes to this era. Reflecting on this, the tourist village of Mas Ubud Bali must adapt to tourism in the 4.0 era, adapting the capabilities of its human resources. From this review, the purpose of this study is to describe the development of human resources in the tourist village of Mas Ubud Bali in the face of the tourism era 4.0. This research is a descriptive qualitative research with data collection techniques through interviews. The results of the study conclude that the human resources of the tourist village of Mas Ubud Bali are ready to face the tourism era 4.0, because the human resources already have theoretical abilities, technical abilities, digital abilities, and personal abilities. However, of the four capabilities, there needs to be an increase in digital skills and personal abilities, because both are still not optimal. This research is expected to be a recommendation material for tourism village managers in compiling a relevant HR development model to be applied in the tourism 4.0 era.
BISNIS KULINER SOLUSI USAHA OLEH EX HOTELIER DI TENGAH PANDEMI COVID -19 Dewa Putu Kiskenda Erwanda Putra; Nyoman Agus Trimandala; Made Gede Brihanala Putra
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 3: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i3.4022

Abstract

Artikel yang berjudul Bisnis Kuliner , Solusi Usaha Oleh Ex Hotelier di tengah Pandemi Covid-19 membahas terkait dampak pandemi terhadap perekonomian masyarakat khususnya para pekerja hotel di Bali. Banyaknya pekerja hotel di Bali yang terdampak covid-19 mencari peruntungan dengan cara berjual ataupun berbisnis di bidang kuliner dan artikel ini memfokuskan bahasan pada bisnis kuliner dengan pemasaran secara online maupun offline. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji fenomena bisnis kuliner yang dilakukan oleh pekerja hotel di Bali yang terkena dampak covid-19 yang merupakan solusi usaha ditengah masa pandemi covid-19 khususnya di Bali. Dalam penelitian ini digunakan penelitian kepustakaan yang dalam proses pengambilan datanya mengambil berbagai sumber referensi yang mendukung suatu penelitian. Teknik pengumpulan data dengan menyimak serta mencatat informasi penting. Pandemi COVID-19 telah mengobrak-abrik perekonomian dunia, khusunya di Bali pada sector pariwisata terutama pekerja-pekerja hotel yang mengalami, banyak masyarakat yg menjadi korban atas pandemi ini, namun ternyata selalu ada hal positif dibalik bencana yang terjadi. Usaha kuliner, menjadi solusi usaha dimasa pandemi covid-19. Usaha kuliner mempunyai sektor pasar yang menjanjikan sebagai kebutuhan dasar manusia.
POTENSI SERTA PELUANG USAHA KECIL PADA WISATA PESISIR DI KECAMATAN KUTA SELATAN, KABUPATEN BADUNG, BALI Nyoman Agus Trimandala; I Dewa Putu Kiskenda Erwanda Putra; I Gusti Made Riko Hendrajana
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 4: September 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata di Bali merupakan pariwisata yang banyak menawarkan keindahan alamnya, salah satunya yaitu Wisata pesisir yang ada di Bali. Wisata pesisir memicu adanya pembangunan yang sangat pesat di pesisir tanpa memperhatikan lingkungan sekitar pesisir. Destinasi wisata pesisir yang dikunjungi secara berkelanjutan dan memberikan dampak pada kualitas lingkungan pesisir di daerak Kuta Selatan. Pembangunan wisata di pesisir masih didasarkan pada permintaan wisatawan untuk menikmati keindahan alam pesisir dan belum mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan pesisir serta berdampak pada peningkatan usaha – usaha kecil yang ada di sekitaran pesisir guna menunjang kebutuhan wisatawan yang berkunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peluang keeksistensian usaha kecil pada lingkungan pesisir di Kecamatan Kuta Selatan saat ini dan memberikan solusi berupa perencanaan dan pengelolaan wisata pesisir yang terintegrasi Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan berbagai indikator penilaian untuk mengetahui peluang keeksistensian pada usaha-usaha kecil yang ada di pesisir. Teori SWOT dan konsep pariwisata berkelanjutan untuk pengembangan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan perencanaan pariwisata pesisir berkelanjutan di Kuta Selatan. Konsep pengelolaan kawasan pesisir terintegrasi digunakan sebagai dasar penyusunan program pengelolaan kawasan wisata pesisir terintegrasi.
Importance performance analysis on tourism development in Liang Ndara tourism village, West Manggarai Agus Trimandala; Dewa Kiskenda; Wayan Agung Panca P
Enrichment : Journal of Management Vol. 12 No. 5 (2022): December: Management Science And Field
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/enrichment.v12i5.1006

Abstract

Tourism development is highly directed at alternative tourism with a sustainable concept. Therefore, the tourism potential of Liang Ndara Village needs to be developed sustainably with the community as the leading actor. Based on this premise, this research aims to analyze the top priorities for tourism development in the Liang Ndara Tourism Village with a variable approach to tourism potential, community participation, and human resources. The research method used interviews, literature study, observation, and questionnaires. The research sample was taken by purposive sampling, with the stakeholders of Liang Ndara Village as the sample. This analysis uses the importance performance analysis method. There are nine indicators of these results: land access; accessibility of information and communication in the form of internet or wifi; accessibility for the elderly and disabled; The existence of management institutions in the village; Management quality (professionalism, transparency, safety assurance, etc.); involvement of local human resources in village management; management support facilities; management guidelines and tourist behavior, as well as crisis and disaster management systems. From these results, the development of the Liang Ndara Tourism Village needs to maximize the indicators that are on top priority
PENGEMBANGAN TERNAK LEBAH TRIGONA PADA DESA SANDA SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN WISATA PADA DESA SANDA PUPUAN BALI Firlie Lanovia Amir; Komang Shanty Muni Parwati; I Gusti Made Riko Hendrajana; Nyoman Agus Trimandala
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 12: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata di Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan dan selalu menghasilkan beragam inovasi di setiap pengembangan kualitas pada destinasi wisata yang ada di Indonesia. Salah satu inovasi yang sedang dikembangkan oleh pemerintah adalah dengan mengembangkan konsep pariwisata berkualitas pada destinasi yang ada di daerah Indonesia. Hal ini dijelaskan dalam konverensi yang telah dilakukan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang dimana mereka berdiskusi tentang pengembangan quality tourism atau pariwisata berkualitas. Pariwisata berkualitas yang dimaksud adalah bagaimana wisatawan mampu mendapat pengalaman berkualitas dari liburannya (quality of experiences), peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan adanya pariwisata (quality life) dan para investor yang mendapat keuntungan (quality profit) berkualitas. Tujuan pemberdayaan remaja – remaja ini adalah untuk kembali mengaktifkan seluruh kegiatan pengembangan desa sekaligus mengajak generasi muda dalam membangun desa mereka khususnya dalam bidang pariwisata minat khusus yakni melalui atraksi peternakan lebah. Agar nantinya kegiatan atraksi wisata ternak lebah ini bisa lebih berkembang sebagai atraksi wisata dan mampu memajukan perekonomian di Desa Sanda ini.
POTENSI KULINER TRADISIONAL BALI SEBAGAI DAYA TARIK WISATA KULINER DI SANUR Ida Bagus Ketut Soma Antara; Nyoman Agus Trimandala
Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmpp.v6i1.57649

Abstract

Kawasan wisata Sanur sudah banyak dikenal di kalangan wisatawan akan keindahan pantainya. Namun selain pantai, Sanur memiliki kekayaan kuliner tradisional yang bertahan puluhan tahun. Penelitian ini melakukan pemetaan restoran yang menyajikan kuliner tradisional di kawasan Sanur. Pemetaan dibagi menjadi tiga wilayah administrasi, yaitu Kelurahan Sanur, Sanur Kauh, dan Sanur Kaja. Pemilihan restoran didasarkan pada nilai sejarah dan kepopuleran restoran tersebut. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Terpilih 9 restoran yang menyajikan masakan tradisional Bali yang paling populer dan paling dikenal oleh wisatawan. Kesembilan rumah makan tersebut dipetakan menjadi 3 wilayah administratif, yaitu Kelurahan Sanur dengan 4 rumah makan, Sanur Kauh dengan 3 rumah makan, dan Sanur Kaja dengan 2 rumah makan. Wisata kuliner bisa menjadi branding baru bagi Sanur. Kekayaan rasa dan nilai sejarah akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung.
PENGEMBANGAN DESA WISATA EKOLOGIS SEBAGAI PARIWISATA MINAT KHUSUS DI DESA BELOK SIDAN: (Studi Kasus Ekowisata Jempanang D’ Alas, Desa Belok Sidan, Kabupaten Badung Bali) Dewa Putu Kiskenda; Nyoman Agus Trimandala
Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmpp.v6i1.59608

Abstract

Ekowisata Jempanang D’alas sedang mendorong jumlah kunjungan wisatawan yang masih dianggap belum optimal. Penelitian ini membahas kondisi eksisting serta mengkaji kekuatan dan kelemahan sekaligus peluang dan ancaman untuk merumusakan strategi dan program pengembangan wisata ekologis sebagai wisata minat khusus di Jempanang D’alas, Desa Belok Sidan secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam serta kuesioner terhadap 75 responden  secara proposional kepada  (1) pemerintah (Kepala Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang) (2) pengelola ekowisata Jempanang D’alas serta (3) Wisatawan. Analisis data dilakukan dengan metode SWOT dan QSPM. Berdasarkan atas analisis SWOT diperoleh alternatif- alternatif strategi yang dapat diterapkan pada pengembangan Ekowisata Jepanang D’alas yaitu (1) strategi menciptakan produk ekowisata yang berkualitas, (2) strategi peningkatan promosi melalui penerapkan teknologi informasi, (3) strategi pengembangan kompetensi SDM dan (4) strategi pemasaran produk ekowisata bagi wisatawan yang menginap di villa-villa dan daya tarik wisata yang ada di Desa Belok Sidan dan sekitarnya.
Optimaliasi Partisipasi Masyarakat dalam Pengkemasan Paket Wisata Kampung Cecer, Desa Liang Ndara Manggarai Barat Dewa Putu Kiskenda EP; Nyoman Agus Trimandala
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5164

Abstract

Kampung Cecer, Desa Wisata Liang Ndara adalah desa wisata yang pengelolaan dan pengembangannya mendapat dukungan dari masyarakat. Sebagai desa wisata di Kabupaten Manggarai Barat, NTT dengan  potensi fisik dan lanskap yang alami sangat cocok dikembangkan berbagai aktivitas wisata melalui Paket Wisata Pedesaaan diantaranya wisata cycling dan wisata trekking menjadi produk unggulan di desa ini. Antitesa keinginan masyarakat untuk memanfaatkan potensi desanya yaitu (1) Pemahaman SDM kurang dalam teknik pengemasan paket wisata dan belum mampu mengemas komoditas yang diunggulan baik pertanian, kesenian serta budaya sebagai suatu daya tarik yang unik. (2) Kemampuan masih lemah dalam ketrampilan berbahasa asing, dan (3) permasalahan terkait pada bidang teknologi dan pemasaran produk karena belum memiliki partner serta saluran distribusi yang belum terintegrasi. Permasalahan yang diahadapi oleh masyarakat Kampung Cecer Desa Liang Ndara akan teratasi dengan adanya pemberdayaan (enpowerment) terhadap kelompok masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode analisis situasi, identifikasi masalah, dan rencana pemecahan masalah melalui workhsop dan pelatihan yang terdiri dari (1) Tahap Persiapan  dan Analisis Benchmark, (2) Tahap Sosialisasi Penyusunan Jalur Wisata Trekking & Cycling, (3) Tahap Pendampingan Praktik Penyusunan Jalur Wisata di Kampung Cecer, hingga (4)Tahap Monitoring dan Evaluasi
Optimaliasi Partisipasi Masyarakat dalam Pengkemasan Paket Wisata Kampung Cecer, Desa Liang Ndara Manggarai Barat Dewa Putu Kiskenda EP; Nyoman Agus Trimandala
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5164

Abstract

Kampung Cecer, Desa Wisata Liang Ndara adalah desa wisata yang pengelolaan dan pengembangannya mendapat dukungan dari masyarakat. Sebagai desa wisata di Kabupaten Manggarai Barat, NTT dengan  potensi fisik dan lanskap yang alami sangat cocok dikembangkan berbagai aktivitas wisata melalui Paket Wisata Pedesaaan diantaranya wisata cycling dan wisata trekking menjadi produk unggulan di desa ini. Antitesa keinginan masyarakat untuk memanfaatkan potensi desanya yaitu (1) Pemahaman SDM kurang dalam teknik pengemasan paket wisata dan belum mampu mengemas komoditas yang diunggulan baik pertanian, kesenian serta budaya sebagai suatu daya tarik yang unik. (2) Kemampuan masih lemah dalam ketrampilan berbahasa asing, dan (3) permasalahan terkait pada bidang teknologi dan pemasaran produk karena belum memiliki partner serta saluran distribusi yang belum terintegrasi. Permasalahan yang diahadapi oleh masyarakat Kampung Cecer Desa Liang Ndara akan teratasi dengan adanya pemberdayaan (enpowerment) terhadap kelompok masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode analisis situasi, identifikasi masalah, dan rencana pemecahan masalah melalui workhsop dan pelatihan yang terdiri dari (1) Tahap Persiapan  dan Analisis Benchmark, (2) Tahap Sosialisasi Penyusunan Jalur Wisata Trekking & Cycling, (3) Tahap Pendampingan Praktik Penyusunan Jalur Wisata di Kampung Cecer, hingga (4)Tahap Monitoring dan Evaluasi
Kapasitas Panganan Tradisional Bali sebagai Daya Tarik Wisata Kuliner di Gianyar Trimandala, Nyoman Agus; Kiskenda, Dewa Putu
Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmpp.v6i2.72780

Abstract

Perkembangan pariwisata saat ini juga mendukung globalisasi dan apresiasi yang lebih besar terhadap sumber daya lokal. Misalnya, maraknya waralaba makanan cepat saji di seluruh dunia bersamaan dengan peningkatan sajian kuliner lokal yang Hubungan antara makanan ataupun panganan dan pariwisata merupakan suatu kesatuan yang sangat padu. Dalam dunia pariwisata, makanan lokal atau panganan tradisional merupakan salah satu aspek yang mendukung keeksitensiannya pariwisata maupun daya Tarik wisata dan sebaliknya dengan adanya suatu daya Tarik wisata keksistensian suatu makanan khas menjadi tetap dikenal oleh masyarakat. tidak kalah saing. Adanya modiffikasi produk makan akan menambah keaslian, kebudayaan, ketertarikan wisatawan, kebiasaan wisatawan dalam mencari panganan tradisional, serta pengalaman yang didapatkan akan memiliki kesan originalitas yang membuat ketertarikan wisatwan berkunjung akan bertambah sehingga keeksistensian daya Tarik wisata akan terus berkembang.