Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pemberian Video Edukasi Menurunkan Kecemasan Pasien Coronavirus Disease 2019 di Rumah Sakit Emy Darma Yanti
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 4 No. 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Patients who have been confirmed for Coronavirus Disease 2019 experience problems not only physically but also psychologically. This psychological impact can affect the patient's healing process if it is not addressed immediately. Especially for Coronavirus Disease 2019 patients who are treated in hospital isolation rooms. The purpose of this study was to analyze the effect of educational videos on the anxiety of Coronavirus Disease 2019 patients being treated at the Udayana University Hospital. This research is a quantitative study with the pre-experimental one group pretest-posttest design method which was conducted on 35 respondents with purposive sampling. Educational videos were given for five days with a video duration of five minutes. Data were collected using the Zung-Self Anxiety Rating Scale (ZSAS) instrument which consists of 20 statement items. The pre-test mean value was 24.51 and the post-test mean score was 22.14. The Wilcoxon test results obtained a p value of 0.000, which means that there is an effect of providing educational videos on the anxiety of Coronavirus Disease 2019 patients in the hospital. The provision of this educational video can reduce the anxiety felt by Coronavirus Disease 2019 patients while being treated in the Isolation Room at the Udayana University Hospital.
GAMBARAN BURNOUT PERAWAT DI RUANG ISOLASI CORONAVIRUS DISEASE 2019 Emy Darma Yanti; Ida Ayu Md Vera Susiladewi; I Kade Iman Darmawan; I Gusti Ngurah Putu Jaya Antara
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Burnout menjadi salah satu gangguan psikologis yang rentan dihadapi oleh perawat dalam perannya memberikan perawatan pasien di ruang isolasi Coronavirus Disease 2019. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran burnout perawat di ruang isolasi Coronavirus Disease 2019. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif survei pada 60 perawat di Unit Pelaksana Teknis Rumah Sakit Umum Daerah Bali Mandara melalui purposive sampling. Penelitian ini menggunakan Maslach Burnout Inventori sebagai alat pengumpulan data yang terdiri dari 21 pernyataan. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam distribusi frekuensi. Hasil analisis mendapatkan burnout perawat di ruang isolasi Coronavirus Disease 201ada pada kategori rendah yaitu 75%, sedang 20%, dan cukup tinggi 5%. Mayoritas burnout perawat di ruang isolasi Coronavirus Disease 2019 berada pada kategori rendah. Berdasarkan dimensi burnout, sebagian besar perawat mengalami kelelahan emosional rendah, depersonalisasi rendah, dan penurunan pencapaian diri rendah. Akan tetapi, pada dimensi kelelahan emosional mendapatkan 5% perawat mengalami kelelahan tinggi.
PEMBERIAN VIDEO ROLEPLAY MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DI RUMAH SAKIT Ni Komang Menik Sri Krisnawati; Emy Darma Yanti
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi terapeutik menjadi keterampilan dasar yang dibutuhkan oleh seorang perawat. Perawat yang mampu atau memiliki keterampilan komunikasi terapeutik yang baik akan meningkatkan kepuasan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh video roleplay terhadap keterampilan komunikasi terapeutik perawat di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pre-experimental one group pretest-posttest design yang dilakukan terhadap 30 perawat di Rumah Sakit Universitas Udayana dengan purposive sampling. Pemberian video roleplay dilakukan selama tujuh hari dengan durasi video selama lima menit 16 detik. Pengambilan data menggunakan lembar observasi komunikasi terapeutik yang terdiri dari 28 item aspek penilaian. Nilai rerata pre-test didapatkan 23.17 dan nilai rerata post-test sebesar 47.3. Hasil Uji T berpasangan didapatkan p value 0.000, artinya terdapat pengaruh pemberian video roleplay terhadap keterampilan komunikasi perawat di rumah sakit. Pemberian video roleplay terbukti efektif meningkatkan keterampilan komunikasi terapeutik perawat. Meningkatnya keterampilan perawat dalam melakukan komunikasi terapeutik diharapkan mampu meningkatkan kepuasan pasien selama dirawat dirumah sakit dan membantu pemulihan pasien dengan lebih cepat.  
Pengembangan Prototipe Aplikasi Self-Screening Asessment Mobile Coronavirus Disease 2019 (Samcov-19) Ni Putu Emy Darma Yanti; , I Gusti Ngurah Putu Jaya Antara; Ida Ayu Md Vera Susiladewi; Ni Putu Arin Wirasantini
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat merupakan profesional kesehatan garis depan yang melakukan proses keperawatan selama 24 jam dan berisiko tinggi terinfeksi kuman ataupun tertular berbagai macam penyakit. Terlebih pada situasi pandemi COVID-19 saat ini, perawat menjadi salah satu kelompok berisiko tinggi terinfeksi dan diisolasi karena COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan formulasi pengkajian keperawatan berbasis teknologi informasi yang efektif dan aplikatif bagi pasien atau keluarga pasien dan juga perawat menggunakan aplikasi self-screening assessment mobile coronavirus disease 2019 (SamCov19). Rancangan aplikasi ini dikembangankan menggunakan model desain instruksional yang sistematis dengan langkah asesmen, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Fitur yang disediakan pada aplikasi SamCov19 meliputi skrining COVID-19, edukasi, konsultasi, info kontak rumah sakit, dan registrasi rumah sakit. Aplikasi self-screening assessment mobile dikembangkan dengan melakukan tinjauan literatur yang berkaitan dengan pengkajian keperawatan, skrining mandiri, serta membandingkan dengan aplikasi serupa yang sudah tersedia. Dominan peserta penelitian menjawab setuju terhadap kemudahan pengunaan aplikasi dan fitur pada aplikasi yang sudah terintegrasi dengan baik. Rerata nilai Single Ease Questions (SEQ) pada setiap item penilaian prototipe SamCov-19 ini diatas lima dengan nilai terendah dua dan tertinggi tujuh. Rentang nilai kuesioner SEQ yang digunakan mulai dari nilai satu yang bermakna sangat sulit dan nilai tujuh bermakna sangat mudah. Hal ini menggambarkan bahwa setiap item prototipe yang di evaluasi dirasakan mudah untuk digunakan oleh peserta pada penelitian ini. Aplikasi self-screening assessment mobile dapat dikembangkan lebih lanjut agar tersedia di iPhone App Store dan Android Play Store.
The Determinants of Ethical Principle Implementation in Nursing Ni Putu Emy Darmayanti; Hanny Handiyani; Kuntarti Kuntarti
Journal of Health Sciences and Medicine Vol 1 No 2 (2017): JHSM (September 2017)
Publisher : Institute for Research and Community Services Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.882 KB)

Abstract

The determinant of nursing ethics practice is not identified yet. This problem affects the ethical behavior of nurses in performing nursing care. According to that, it was influencing satisfaction and patient well-being. This study aims to identify the determinants of the ethical principles application in nursing. Descriptive, correlation, cross-sectional design was applied, through simple random sampling to 120 nurses. Data collecting used questionnaires, with univariate, bivariate, and multivariate analyzes. Determinants of nursing ethic application principle were job characteristics, nurses knowledge related to nursing ethics, supervision by supervisor, relationship with colleagues, awards, the role of head nurse, and tenure (p = <0,001-0,049). The most dominant variable was job characteristics (p <0,001). These factors need an attention by hospital manager to keep evaluating the other factors in order to improve the application of ethical principles in nursing.
Hubungan Supervisi dan Motivasi Dengan Kepatuhan Perawat Mencuci Tangan Di RSUD Danuarsa Parwa; Menik Sri Krisnawati; Emy Darma Yanti
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2276.63 KB) | DOI: 10.32584/jkmk.v2i1.281

Abstract

Health-care Associated Infection (HAIs) is a serious health problem and impact the country's economic burden. The efforts of hand wash is to prevent HAIs. Head of Space supervision and nurse’s motivation factors are affect hand washing compliance that remain poor among nurses. This research was conducted to determine the relationship between Head of Space supervision and nurse’s motivation with hand washing compliance in RSUD Y in 2018. This research was descriptive correlation with cross sectional design. The samples were 33 associate nurse through total sampling. The data was collected by questionnare and observation sheet. This research showed there is relationship between Head of Space supervision with hand washing compliance (p-value = 0.014, r = 0.423) and there is relationship between nurse’s motivation with hand hygiene compliance (p- value = 0.012, r = 0.433). This research concluded were Head of Space supervision by doing bad will decreased hand hygiene compliance and if nurse’s motivation increases will increased hand hygiene compliance among nurses in X room RSUD
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DAN FUNGSI PENGAWASAN KEPALA RUANGAN DENGAN MOTIVASI PERAWAT DALAM PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN Ni Kadek Arie Octarini; Ni Putu Emy Darma Yanti; Komang Menik Sri Krisnawati
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 3 (2019): Juli
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.705 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.3.2019.241-248

Abstract

Insiden keselamatan pasien masih menjadi masalah utama yang mengancam keselamatan pasien di rumah sakit. Pelaporan insiden keselamatan pasien merupakan salah satu bentuk upaya yang dapat diterapkan untuk mengendalikan tingginya insiden keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan perawat dan fungsi pengawasan kepala ruangan dengan motivasi perawat dalam pelaporan insiden keselamatan pasien. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional dan analisis kolerasi. Populasi dalam penelitian ini merupakan perawat pelaksana yang bertugas di ruang rawat inap RSD Mangusada yang berjumlah 93 orang. Penelitian ini menggunakan proportional random sampling dengan sampel berjumlah 76 orang. Teknik analisis yang digunakan yaitu uji kolerasi Pearson dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian yang dilakukan di RSD Mangusada menunjukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan perawat dan fungsi pengawasan kepala ruangan dengan motivasi perawat dalam pelaporan insiden keselamatan pasien (p<0,05). Nilai correlation coefficient menunjukan bahwa adanya hubungan yang sangat kuat dan positif, sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin baik pengetahuan perawat dan fungsi pengawasan kepala ruangan maka semakin tinggi motivasi perawat dalam pelaporan insiden keselamatan pasien. Kata kunci : fungsi pengawasan, motivasi, pengetahuan, perawat THE CORRELATION OF NURSING KNOWLEDGE AND SUPERVISION FUNCTION OF HEAD NURSE WITH NURSING MOTIVATION IN PATIENT SAFETY INSIDENT REPORTING ABSTRACT The incidence of patient safety is a major problem that threatens patient safety at the hospital. Reporting incidents of patient safety is one form of effort that can be applied to control the high incidence of patient safety. This study aimed to determine the correlation between nurse knowledge and the supervisory function of the head of the room with nurses' motivation in reporting patient safety incidents. This research is a quantitative recearch with descriptive correlation method and using cross-sectional design. The population in this study were 93 nurses who served in the treatment room of Mangusada Hospital. the sample was 76 people selected through proportional random sampling technique. Pearson product moment was used to analyzed the data with confidence lovel of 95%. The results of research conducted at Mangusada Hospital showed that there was a relationship between nurses 'knowledge and the supervisory function of the room head with nurses' motivation in reporting patient safety incidents (p<0.05). The value of the correlation coefficient shows that there is a very strong and positive relationship, so it can be concluded that the better the nurse's knowledge and supervisory function of the head of the room the higher the nurse's motivation in reporting patient safety incidents. Researchers expect active management to provide workshops related to patient safety. Keywords: function of supervision, knowledge, motivation,nurse
HUBUNGAN BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI Dewa Gede Ari Wisnawa; Indah Mei Rahajeng; Ni Putu Emy Darma Yanti
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 5 (2022): Oktober 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.381 KB) | DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i05.p07

Abstract

Dewasa ini, terjadi peningkatan anggota rumah tangga dengan skizofrenia di Indonesia. Peningkatan prevalensi gangguan jiwa di Indonesia khususnya Provinsi Bali berpotensi meningkatkan beban kerja bagi perawat jiwa. Peningkatan beban kerja dapat mempengaruhi produktivitas perawat dalam menjalankan tugas, salah satunya dalam pelaksanaan discharge planning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja perawat dengan pelaksanaan discharge planning di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi analitik korelasional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik stratified random sampling dengan jumlah 150 perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami beban kerja berat (52%) dan sebagian besar responden melaksanakan discharge planning dengan baik (84%). Hasil uji Spearman Rank didapatkan p - value 0,000 (p < 0,05) dengan nilai korelasi (r) = 0,303, yang bermakna terdapat hubungan antara beban kerja perawat dengan pelaksanaan discharge planning dengan kekuatan hubungan yang lemah dan arah positif.
VIDEO EDUKASI MENINGKATKAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG KOMUNIKASI TERAPEUTIK DI RUMAH SAKIT Luh Yudita Intan Pratiwi; Ni Putu Emy Darma Yanti; Indah Mei Rahajeng
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i06.p10

Abstract

Komunikasi terapeutik menjadi salah satu komponen yang perlu diperhatikan perawat ketika memberikan pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas pelaksanaan komunikasi terapeutik, yaitu pengetahuan yang dimiliki perawat. Pengetahuan dapat diperoleh dari beberapa hal, salah satunya video edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian video edukasi terhadap tingkat pengetahuan perawat tentang komunikasi terapeutik di Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng. Jenis yang digunakan pada penelitian adalah analitik korelatif dengan desain penelitian one grup pre-test post-test design, dan teknik sampling proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 45 perawat. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner tingkat pengetahuan perawat tentang komunikasi terapeutik. Hasil yang didapat pada penelitian ini sebelum diberikan video responden memiliki pengetahuan cukup, sedangkan setelah diberikan video edukasi, responden memiliki pengetahuan baik. Hasil uji Wilcoxon mendapatkan nilai p = 0,000 (<0,05) yang artinya ada pengaruh pemberian video edukasi terhadap tingkat pengetahuan perawat tentang komunikasi terapeutik di Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng. Video edukasi menjadi salah satu media pembelajaran yang efektif serta efisien dalam menyebarkan informasi.
EFIKASI DIRI BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA KEPERAWATAN Ni Luh Okta Wentari Dewi; Ni Putu Emy Darma Yanti; Ni Komang Ari Sawitri
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i01.p12

Abstract

Prokrastinasi akademik dapat terjadi pada mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan, termasuk mahasiswa keperawatan. Salah satu faktor yang dapat berkaitan dengan prokrastinasi akademik adalah efikasi diri. Mahasiswa yang tidak percaya dengan kemampuannya, cenderung sulit berinisiasi untuk mengerjakan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa keperawatan Universitas Udayana. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 164 responden yang diperoleh menggunakan teknik probability sampling dengan jenis proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Tuckman’s Procrastination Scale (TPS) dan Academic Nurse Self-Efficacy Scale (ANSES). Pengumpulan data dilakukan dengan survei daring menggunakan google form yang dikirimkan melalui pesan siaran Whatsapp. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan negatif yang bermakna antara efikasi diri dengan prokrastinasi akademik dengan kekuatan hubungan sedang (p < 0,05; r = -0,401) yang berarti semakin rendah efikasi diri, maka semakin tinggi prokrastinasi akademik yang dialami. Sebanyak 48,8% mahasiswa keperawatan mengalami prokrastinasi akademik kategori sedang dan 50,6% mahasiswa keperawatan dengan efikasi diri kategori rendah. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa efikasi diri berhubungan dengan tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiswa keperawatan sehingga intervensi yang menargetkan peningkatan efikasi diri kemungkinan dapat membantu dalam menurunkan tingkat prokrastinasi akademik.