Articles
Gaya Manajemen Konflik Kepala Ruang
Ida Ayu Md Vera Susiladewi;
Ni Putu Emy Darma Yanti
Jurnal Keperawatan Vol 14 No S1 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (255.195 KB)
|
DOI: 10.32583/keperawatan.v14iS1.152
Konflik dapat dialami oleh siapapun di tempat kerja termasuk perawat di rumah sakit. Kepala ruang sebagai manajer lini pertama keperawatan memiliki peran penting untuk memecahkan dan mengelola konflik staf keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya manajemen konflik kepala ruang. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik pada 49 perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Bali Mandara dengan menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat mempersepsikan kepala ruang menerapkan gaya manajemen konflik kompromi (85,9%) dan sebagian kecil perawat menganggap kepala ruang menerapkan gaya manajemen konflik menghindar (37,2%). Penelitian tentang gaya manajemen konflik telah menemukan bahwa masing-masing dari kita cenderung menggunakan satu atau dua dari lima strategi lebih dari yang lain.
Training to Improve Knowledge, Skills and Behaviors of Healthcare Associated Infections Preventions in Nurses
Dewa Gede Baskara;
Ni Putu Emy Darma Yanti;
Ida Ayu Md Vera Susiladewi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 2 No 3 (2020): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (364.897 KB)
|
DOI: 10.37287/ijghr.v2i3.175
Hospitals can be a source of transmission of microorganisms to patients during treatment. Infections acquired by patients while being hospitalized are called Healthcare Associated Infections (HAIs), so HAIs are an indicator of the quality of care provided by the hospital. The purpose of this study is to know the effectiveness of training on the knowledge, skills, and behavior of prevention of HAIs in nurses in the hospital. A quasi-experimental research design with a pre-test and post-test design with a control group design on 140 nurses through purposive sampling was used. Data collection used questionnaires (r value 0.412-0.716> r table 0.294; Cronbach Alpha 0.753) and observation sheets. The Wilcoxon test was used to analyze the mean difference between groups because the data were not normally distributed. The mean difference between the control and intervention groups was analyzed using the Mann-Whitney test. The results of the study obtained shows the effect of training on knowledge (p value <0.001), skills (p value <0.001), and behavior (p value = 0.041) on HAI prevention in the intervention group. In fact, in the control group, it was found that there was no effect of training on knowledge, skills and behavior of prevention of HAIs (p value> 0.005). There were differences in knowledge, skills, and behavior of HAI prevention between the intervention group and the control group (p value <0.001).
Sharing Sessions and Educational Videos Increase Nurses Knowledge about Effective Communication in the 2019 Coronavirus Disease Pandemic
Emy Darma Yanti;
Komang Menik Sri Krisnawati
Journal of Language and Health Vol 2 No 1 (2021): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jlh.v2i1.477
The 2019 Coronavirus Disease pandemic caused nurses to communicate more indirectly to patients being treated. This requires a strategy so that nurses can still apply communication effectively during the 2019 Coronavirus Disease pandemic. The purpose of this study was to analyze the effect of sharing sessions and providing educational videos on nurses' knowledge about The 2019 Coronavirus Disease pandemic caused nurses to communicate more indirectly to patients being treated. This requires a strategy so that nurses can still apply communication effectively. The purpose of this study was to analyze the effect of sharing sessions and providing educational videos on nurses' knowledge about effective communication during the 2019 Coronavirus Disease pandemic at Udayana University Hospital. This research is a quantitative study with a pre-experimental one group pretest-posttest design method which was conducted on 21 respondents with a total sampling. Sharing sessions are conducted in one day for two hours and educational videos is carried out for seven days with a video duration of 15 minutes. Data collection used a questionnaire which consisted of 10 questions. The mean value of the pre-test was 5.57 and the mean value of the post-test was 8.68. The Wilcoxon test results obtained a p value of 0.000, meaning that there is an effect of sharing sessions and providing educational videos on nurses' knowledge about effective communication during the 2019 Coronavirus Disease pandemic. The sharing session program and the provision of educational videos can become routine programs implemented as an effective effort to increase knowledge nurses on effective communication. communication during the 2019 Coronavirus Disease pandemic in the Isolation Room Udayana University Hospital. This research is a quantitative study with a pre-experimental one group pretest-posttest design method which was conducted on 21 respondents with a total sampling. Sharing sessions are conducted in one day for two hours and the provision of educational videos is carried out for seven days with a video duration of 15 minutes. Data collection used a knowledge questionnaire about effective communication of nurses during the 2019 Coronavirus Disease pandemic which consisted of 10 questions. The mean value of the pre-test was 5.57 and the mean value of the post-test was 8.68. The Wilcoxon test results obtained a p value of 0.000, meaning that there is an effect of sharing sessions and providing educational videos on nurses' knowledge about effective communication during the 2019 Coronavirus Disease pandemic. The sharing session program and the provision of educational videos can become routine programs implemented as an effective effort to increase knowledge nurses on effective communication.
EVALUASI KEPUASAN PEMBELAJARAN DARING SELAMA MASA PANDEMI PADA MAHASISWA KEPERAWATAN UDAYANA
Dimas Aji Saputra;
Indah Mei Rahajeng;
Ni Putu Emy Darma Yanti;
Putu Ayu Asri Damayanti
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i02.p14
Pandemi COVID-19 telah mengubah tatanan kehidupan termasuk bidang pendidikan. Proses pembelajaran di sekolah dan perguruan tinggi berganti metode menjadi dalam jaringan atau disingkat sebagai daring demi mencegah penyebaran COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana evaluasi kepuasan pembelajaran daring selama masa pandemi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yang dilakukan pada mahasiswa keperawatan Universitas Udayana pada bulan Juni 2022 dengan 170 mahasiswa sebagai responden yang dipilih dengan metode stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukan responden berusia 18-22 tahun dengan mayoritas responden merupakan perempuan 149 orang (87,6%), dan jumlah responden angkatan terbanyak adalah angkatan 2021 (tahun ke-2) dengan 49 orang (28,8%). Hasil evaluasi pembelajaran daring selama masa pandemi pada mahasiswa keperawatan Universitas Udayana didapatkan sebagian besar dengan kepuasan dalam kategori tinggi yaitu 109 orang (63,8%). Karakteristik responden yang merespon dengan kepuasan yang tinggi sebagian besar berjenis jenis kelamin perempuan yaitu 89 orang (52,4%) dan pada tahun kedua atau angkatan 2021 yaitu 40 orang (23,5%). Hasil penelitian disimpulkan responden didominasi perempuan, angkatan 2021 (tahun ke-2) dengan rentang usia antara 18 hingga 22 tahun. Berdasarkan gambaran evaluasi kepuasan pembelajaran daring selama masa pandemi pada mahasiswa keperawatan Universitas Udayana sebagian besar masuk kedalam kategori tinggi.
PENGALAMAN PERAWAT STRUKTURAL DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 PADA INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT RUJUKAN COVID-19 DI BALI
I Gusti Ngurah Juniartha;
Ni Putu Emy Darma Yanti
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i03.p07
Perawat yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan salah satu profesional yang rentan untuk mengalami stres, lelah, dan perubahan emosi terlebih pada situasi pandemi COVID-19. Guna menghadapi hal tersebut, selain bertindak sebagai pemimpin, perawat struktural IGD memiliki peran penting dalam menurunkan gejala negatif tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan pengalaman perawat struktural dalam menghadapi pandemi COVID-19 pada IGD RS rujukan COVID-19 di Bali. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi dengan pendekatan postpositivism, yang dilaksanakan selama 4 bulan pada lima ruang IGD RS rujukan COVID-19 di Bali. Partisipan dipilih dengan teknik purposive sampling dan pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara semi terstruktur pada 8 partisipan perawat struktural IGD. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara dan perekaman suara dengan voice recorder dan handphone. Hasil analisis verbatim pada penelitian ini teridentifikasi empat tema utama yakni: Merawat pasien COVID-19 di IGD, Manajemen pelayanan IGD saat pandemi, Solidaritas tim IGD, Komunikasi efektif di IGD. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa selama pandemi COVID-19 berlangsung, terjadi perubahan manajemen pelayanan yang disesuaikan dengan aturan yang berlaku dan kebijakan dari manajemen RS rujukan COVID-19. Adanya perubahan tersebut membuat perawat struktural harus bisa beradaptasi dan memberikan contoh kepada timnya dalam memberikan pelayanan pada situasi luar biasa. Untuk mempertahankan solidaritas tim pelayanan, perawat struktural menjadi teladan untuk memotivasi anggota tim perawat di IGD dengan mempertahankan komunikasi efektif.
HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA
Suryadi, Putu Maya Ratih;
Manangkot, Meril Valentine;
Kamayani, Made Oka Ari;
Yanti, Ni Putu Emy Darma
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i04.p08
Kepercayaan diri adalah sikap yakin pada kemampuan diri sendiri untuk melakukan hal yang ingin dicapainya. Kepercayaan diri sangat penting dimiliki oleh remaja sebagai pelajar untuk mengembangkan prestasi yang dimilikinya. Remaja cenderung memiliki perasaan labil dan lebih emosional, sehingga rentan untuk memiliki kepercayaan diri yang rendah. Intensitas penggunaan media sosial dapat mempengaruhi kepercayaan diri penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan kepercayaan diri pada siswa di SMA Kristen Harapan Denpasar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling dengan jumlah responden sebanyak 154 siswa di kelas XII pada jurusan MIPA dan IPS. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah teruji valid dan reliabel untuk mengukur intensitas penggunaan media sosial dan kepercayaan diri melalui google form. Uji analisis yang digunakan adalah uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji analisis menggunakan Spearman Rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang cukup erat dengan arah hubungan yang negatif antara intensitas penggunaan media sosial dengan kepercayaan diri (p < 0,001, r = - 0,430). Dapat disimpulkan bahwa intensitas penggunaan media sosial berhubungan dengan kepercayaan diri dimana semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial maka semakin rendah kepercayaan diri yang dimiliki oleh remaja, begitu juga sebaliknya. Remaja diharapkan dapat menggunakan media sosial dengan baik dan bijak untuk mencegah terjadinya penurunan kepercayaan diri.
NEURO-LINGUISTIC PROGRAMMING: SOLUSI TINGKATKAN SELF-EFFICACY PERAWAT DI RUMAH SAKIT “Neuro-Linguistic Programming: A Solution to Improve Nurse’s Self-Efficacy at Hospital”
Lanang Triana, I Ketut Dian;
Darma Yanti, Ni Putu Emy
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 6 No. 2 (2018): Edisi Juli - Desember 2018
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (670.1 KB)
|
DOI: 10.53345/bimiki.v6i2.31
Self-efficacy perawat didefinisikan sebagai persepsi perawat dalam melakukan tindakan keperawatan professional sesuai dengan kompetensi keperawatan. Berdasarkan penelitian sebelumnya, self-efficacy perawat diketahui memiliki pengaruh yang signifikan terhadap beberapa aspek seperti komunikasi, perilaku asertif hingga kinerja keperawatan. Berbagai cara dapat dilakukan untuk meningkatkan self-efficacy perawat salah satunya adalah pendekatan Neuro-linguistic programming. Artikel ini dibuat untuk mengetahui dampak positif Neuro-Linguistic Programming terhadap self-efficacy perawat. Neuro-linguistic programming terdiri dari beberapa metode seperti sensory acuity, reframing, anchoring, rapport, pacing dan leading. Melalui beberapa penelitian diketahui bahwa neuro-linguistic programming dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap perawat, kemampuan berkomunikasi perawat, manajemen diri, kesehatan mental, stress kerja higga self-efficacy perawat dalam melakukan kompetensi keperawatan. Neuro-linguistic programming dapat menjadi sebuah solusi untuk meningkatkan self-efficacy perawat yang kemudian berdampak pada kinerja dan kualitas tenaga keperawatan professional.
Hospital Leading Improvements: Discrete Event Simulation as a Strategy to Reduce Patient Length of Stay in the Emergency Department
Triana, I Ketut Dian Lanang;
Paramarta, Vip;
Syahidin, Rukhiyat;
Yanti, Ni Putu Emy Darma
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 2 No. 9 (2025): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, September 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62335/cendekia.v2i9.1863
The Emergency Department (ED) frequently encounters operational challenges such as overcrowding, prolonged waiting times, and inefficient patient flow, which negatively impact healthcare service delivery. Therefore, several efforts can be made to improve efficiency and service quality through systematic events improvement. The Discrete Event Simulation (DES) could be a promising effort to effectively alleviate the patients’ Length of Stay (LOS). This study aimed to assess the role of DES in reducing patient LOS and improving ED efficiency. A literature review was conducted by analyzing peer-reviewed articles published in the past five years from databases including Google Scholar, PubMed, and ProQuest, using specific keywords related to DES and ED performance. The selected studies were synthesized to evaluate the effectiveness of DES interventions. Findings indicate that DES models, particularly when applied through scenario-based simulations, consistently demonstrate significant reductions in ED LOS. These outcomes suggest that DES is a valuable decision-support tool for optimizing resource allocation and patient flow. However, implementation requires careful consideration of institutional needs and further validation through real-world trials. Future research should focus on context-specific applications and long-term impact assessment to support sustainable improvements in emergency care.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN MENTAL HEALTH PERAWAT DI PUSKESMAS WILAYAH KOTA DENPASAR
Putri, Anindia Annisa;
Yanti, Ni Putu Emy Darma;
Krisnawati, Komang Menik Sri;
Swedarma, Kadek Eka
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p12
Perawat mayoritas mengalami beban kerja yang cukup tinggi. Beban kerja yang berlebihan pada perawat dapat mengakibatkan kelelahan secara fisik dan juga dapat memengaruhi mental health seorang perawat tersebut, sehingga berdampak terhadap aktivitas kerja bagi seorang perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan mental health perawat di Puskesmas Wilayah Kota Denpasar. Jenis penelitian ini adalah analitik korelatif dengan desain penelitian cross sectional. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini menggunakan teknik probability sampling dengan metode total sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 60 responden dari total populasi seluruh perawat di Puskesmas Wilayah Denpasar Utara dan Timur Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini untuk variabel beban kerja yaitu instrumen NASA-TLX (National Aeronautics and Space Administration Task Load Index), sedangkan untuk variabel mental health menggunakan instrumen Self Rating Questionnaire (SRQ) 20. Hasil penelitian ini mayoritas perawat (55%) mengalami beban kerja berat, sedangkan hasil pengukuran mental health mayoritas perawat (80%) masuk ke dalam kategori gangguan mental emosional. Hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai p-value sebesar 0,002 < 0,05 yang berarti ada hubungan antara variabel beban kerja dengan mental health perawat, dan diperoleh nilai koefisien korelasi yaitu 0,385 yang bermakna kekuatan korelasi cukup. Beban kerja yang berlebihan pada perawat ini nantinya dapat menyebabkan stres dan burnout, yang pada akhirnya memengaruhi mental health perawat tersebut.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU TENTANG PENCEGAHAN HIV-AIDS PADA SISWA SMK KESEHATAN
Wardana, I Made Agus Jaya;
Raya, Nyoman Agus Jagat;
Antari, Gusti Ayu Ary;
Yanti, Ni Putu Emy Darma
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p14
Siswa Sekolah Menengah Kejuruan adalah salah satu kelompok remaja akhir dengan usia 15 hingga 18 tahun yang berisiko tertular HIV-AIDS. Remaja yang kurang mengetahui pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang pencegahan HIV-AIDS berisiko terjangkit HIV-AIDS. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku pada siswa di salah satu SMK Kesehatan mengenai pencegahan HIV-AIDS. Pengambilan data primer dilakukan dengan teknik analisis data univariat. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dan menggunakan teknik total sampling, dengan total responden adalah 50 orang. Hasil penelitian didapatkan mayoritas siswa SMK Kesehatan dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 49 orang (98%) dengan median usia 16 tahun. Siswa kelas XI berjumlah lebih banyak, yakni 32 orang (64%). Sebagian besar siswa memiliki pengetahuan yang rendah dengan jumlah 32 orang (64%), sebanyak 25 orang (50%) mempunyai sikap yang baik, 25 orang (50%) lagi mempunyai sikap yang kurang baik, dan terdapat 48 orang (96%) siswa memiliki perilaku yang tidak berisiko HIV-AIDS. Maka dari itu, dapat disimpulkan pengetahuan siswa tentang pencegahan HIV-AIDS masih kategori rendah. Sangat penting adanya sosialisasi rutin tentang HIV-AIDS siswa SMK Kesehatan guna meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan HIV-AIDS.