Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENDAMPINGAN PEMBANGUNAN PONDOK BERJUALAN PADA EKOWISATA BAMBOE WANADESA BALIKPAPAN Jordan, Nadia Almira; Putra, Rulliannor Syah; Amir, Supratiwi; Ihsan, Ahmad Dzaki; Al-ghiffary, Dion Muwafiq; Dhiafais, Aerlanda Zein; Donalia
PIKAT Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK Vol. 4 No. 2 (2023): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/pikat.v4i2.1074

Abstract

Pendampingan Masyarakat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam perencanaan menuju kemandirian. Ekowisata Bamboe Wanadesa merupakan wisata alam di Kota Balikpapan yang memanfaatkan potensi hutan bambu sebagai daya tarik wisata. Selain menjadi tempat rekreasi, lokasi ini memiliki potensi edukasi melalui pengenalan jenis bambu. Walaupun begitu, pengelolaan wisata masih dilakukan secara swadaya oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial yang beranggotakan masyarakat sekitar secara paruh waktu di lokasi. Hal tersebut menyebabkan kawasan ini belum cukup berkembang dan minim akan fasilitas. Permasalahan mitra kegiatan adalah belum tersedianya wadah atau tempat yang dapat digunakan oleh pengelola maupun warga untuk berjualan souvenir dan makanan. Oleh karena itu, pendampingan pada pengelola dalam pembangunan pondok dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan untuk mendorong keterlibatan industri lokal dalam kegiatan wisata. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah observasi lapangan lokasi pembangunan, pengukuran lahan, tahap desain ide dan gagasan, forum diskusi dan tahap konstruksi. Pembangunan pondok yang dilakukan melalui forum diskusi desain pondok menghasilkan pemahaman akan perencanaan material, alat dan juga desain bangunan pondok yang kemudian didirikan denganperan serta Masyarakat melalui gotong royong warga. Hasil kegiatan ini adalah pondok berjualan dengan konsep desain alam menggunakan material bambu lokal, yang digunakan untuk menampilkan identitas kawasan Ekowisata Bamboe Wanadesa Balikpapan.
ASSOCIATION BETWEEN ARRANGEMENT OF PUBLIC SPACE AND PEOPLE BEHAVIOR (CASE STUDY: MANGGAR RIVERBANK SETTLEMENT) Jordan, Nadia Almira; Ulimaz, Mega
Border: Jurnal Arsitektur Vol. 1 No. 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Architecture and Design, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1283.836 KB) | DOI: 10.33005/border.v1i2.19

Abstract

The meaning of space is one aspect of a successful public space which is seen by social interaction between users of the space. Existence of social interaction in residential areas as living spaces with a relatively high density and proximity can support the vitality of urban areas. The purpose of this study is to obtain a relationship between the formation of public space and the activities of the inhabitant or community, especially in riverbank settlements. Qualitative research methods are used to get a real picture of the situation or setting in the public spaces based on interpretations of direct observation. Researchers' observations are based on a literature review of open space and people's behavior in the public spaces. As part of the process of understanding the facts, street survey techniques were carried out in three open spaces in the Manggar settlement area to determine the pattern of space user activity in terms of penetration, action patterns, behavior mechanisms, and welfare. The results showed that public open space was formed through routine activities of the community naturally, through the process of selecting places close to work access.
EVALUATION OF LANDSCAPE ELEMENT FOR PEOPLE WITH DISABILITIES AT SAMARENDAH PARK IN SAMARINDA Levarinda, Kathy Kezia; Jordan, Nadia Almira
Border: Jurnal Arsitektur Vol. 3 No. 2 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Architecture and Design, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/border.v3i2.82

Abstract

City parks as public urban infrastructure are required to provide facilities that can accommodate all levels of society, including people with disabilities as park users. One of the public green open spaces in Samarinda City, namely Samarendah Park, is known to still lack attention to accessible support facilities for people with disabilities. This research aims to evaluate the suitability of landscape element conditions in Samarendah Park for people with disabilities to the accessibility standards of city parks. The research approach method used is qualitative in the form of mapping analysis of landscape elements and supporting facilities of Samarendah Park which will then be evaluated with policy documents and related theories to be further calculated using a percentage formula that displays a large percentage of conformity conditions. The results of the analysis showed that the availability of landscape elements and supporting facilities in Samarenda Park was adequate because the laying was evenly distributed throughout the park area, but from the results of conformity evaluation, it was obtained that availability alone was not enough to support the activities of visitors because functionally and condition there are still landscape elements and supporting facilities that are not even in accordance with accessibility standards followed by large percentages produced.
SUITABILITY ANALYSIS OF PEDESTRIAN WAYS WITH THE ACTIVE LIVING STREET CONCEPT APPROACH Arsita, Puput Dewi; Jordan, Nadia Almira
Border: Jurnal Arsitektur Vol. 4 No. 1 (2022): JUNE 2022
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Architecture and Design, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/border.v4i1.98

Abstract

Kampung Pelajar is an educational area that causes travel attractions on the surrounding roads so there is a tendency to experience traffic density during daytime and night. Today the implementation of the government zoning system in education has encouraged equal access to educational services through a student admission system that considers the distance from home to the school. The implementation of this system has an impact on reducing loading on roads that have indications of high density due to student movement during rush hour. Based on initial observations, walking on pedestrian paths tend to be less when compared to vehicle. This phenomenon causes a decrease in the number of pedestrians because the function of the pathway is not optimal. This research aims to evaluate the pedestrian way suitability with the Active Living Street concept, by Mapping analysis with comparative description. The research results showed that based on the examination of four existing segmented routes, the majority of pedestrian way elements are not meet the criteria, such as obstacle, type of pavement, route dimension, signage and road marking, seatings, bollard, and safety barrier.
ANALISIS PERILAKU (BEHAVIOR MAPPING) PENGGUNA RUANG TEPIAN SUNGAI KARANG MUMUS Harryanto, Enrico Vincensius Yudistira; Jordan, Nadia Almira
Tata Kota dan Daerah Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2024.016.01.2

Abstract

Ruang terbuka publik merupakan tempat manusia beraktivitas dan berinteraksi, dengan beragam perilaku antar pengguna, maupun antara pengguna dan ruang terbuka. Interaksi manusia dengan tempat kegiatan yang spesifik disebut juga sebagai behavior setting, yang dapat digambarkan melalui peta atau sketsa area atau ruang dengan tujuan untuk menggambarkan pola perilaku manusia, jenis perilaku dan frekuensi perilaku manusia. Pemetaan perilaku atau behavior mapping dapat digunakan untuk menganalisis perilaku individu maupun kelompok dalam berinteraksi dengan tempat aktivitasnya, seperti kawasan tepian Sungai Karang Mumus Kota Samarinda yang merupakan ruang terbuka potensial. Kawasan sempadan sungai ini secara spontanitas menjadi ruang publik yang digunakan untuk beragam aktivitas seperti duduk dan bersantai, memancing, parkir kendaraan, bermain dan berjualan, tetapi tidak didasari dengan perencanaan fisik. Pemetaan perilaku pada area tepian Sungai Karang Mumus bertujuan untuk mengetahui pola perilaku masyarakat sebagai pengguna ruang baik individu maupu kelompok dari waktu ke waktu, serta hubungan kondisi fisik lokasi dengan aktivitas tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemetaan dengan teknik place-centered mapping yang memetakan perilaku dan aktivitas berdasarkan tempatnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan interaksi dan aktivitas masyarakat pada tepian Sungai Karang Mumus yang beragam tiap waktu menghasilkan adaptabilitas yaitu ruang mampu menampung perilaku pengguna ruang yang belum ada sebelumnya.