Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PDB UNMAS DENPASAR: PENGUATAN DESA WISATA BENGKALA UNTUK POKDARWIS BHASKARA WEDA DAN KELOMPOK TANI MANDI MADU Ida Ayu Putri Gita Ardiantari; Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Agung Pandawana, I Dewa Gede; Putra Wirawan, I Putu Agus; Putra Salain, Putu Pradiva; Indah Mentari, Ni Made; Yogi Marantika, I Made; Dea Luna Valerina, Ni Komang; Sandra Dewi, Ni Putu Laksmi; Rai Subawa, Kadek Krisna; Dwiyana Putra, I Gusti Kadek Adrian; Intan Maulina, Ni Made; Yulianti, Wiwik
Jurnal Abdi Dharma Masyarakat (JADMA) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jadma.v6i2.12698

Abstract

Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan. Universitas Mahasaraswati (UNMAS) Denpasar kembali melaksanakan kegiatan sebagai bukti nyata dalam mewujudkan konsep Kampus Berdampak di Desa Wisata Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Untuk tahun kedua, lebih memfokuskan pada peningkatan kompetensi Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Bhaskara Weda yang bertujuan untuk menemukan inovasi paket wisata Desa Bengkala yang inovatif dan ekonomis serta pendampingan dalam menyusun panduan praktis untuk merancang tour agar nantinya mampu membangun pengalaman berkesan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Serta pendampingan kepada kelompok Tani Madu, untuk pemanfaatan SIMOTA (Sistem Monitoring Kondisi Tanah) berbasis IOT sebagai upaya membantu budidaya pertanian dengan pemanfaatan Smart Farming, serta pembuatan desain kemasan produk untuk bersaing di pasar global saat ini. Adapun permasalahan yang sedang dihadapi mitra kelompok sadar wisata (pokdarwis) adalah belum optimalnya wawasan serta pemahaman dalam menyusun panduan praktis untuk merancang paket tour yang inovatif dan ekonomis serta pemahaman untuk pemanfaatan SIMOTA ( Sistem Monitoring Kondisi Tanah) berbasis IOT. Adapun pendekatan yang telah dilaksanakan untuk mendukung berbagai kegiatan selama di Bengkala melalui Transfer Knowledge (TK), Technology Transfer (TT), Difusi Ipteks, dan Entrepreneurship Capacity Building. Metode pelaksanaan mencakup workshop dalam bentuk pelatihan, pendampingan intensif, serta fasilitasi kolaborasi lintas sektor antara akademisi, masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman serta keterampilan dalam menyusun paket wisata sebesar dan kemasan produk dan SIMOTA (Sistem Monitoring Kondisi Tanah) berbasis IOT. Terdapat peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menyusun paket wisata sebesar 90% yang menonjolkan ciri keunikan Bengkala, seperti seni tradisi, tarian kolok, serta berbagai atraksi berbasis kehidupan sehari-hari serta adanya workshop penggunaan SIMOTA dalam memanfaatkan lahan pertanian. Selain itu, monitoring serta evaluasi selama kegiatan terus dilaksanakan untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan tujuan awal. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan perekomonian masyarakat Desa wisata Bengkala melalui adanya program paket wisata serta sistem SIMOTA yang dapat membantu dalam budidaya pertanian dengan pemanfaatan Smart Farming. Serta workshop dalam pembuatan desain kemasan produk telah dilaksanakan dengan harapan kemasan yang unik dan memiliki nilai jual tinggi mampu menarik minat konsumen untuk membeli dan mengingat produk ciri khas Bengkala. Disamping itu, sama dengan workshop penyusunan paket wisata, untuk kelompok tani juga diadakan ujian Pre-test dan post-test. Hasil yang telah dilakukan menunjukkan juga adanya peningkatan rata-rata skor hingga 90%. Itu artinya, kelompok tani mandi madu dapat memahami dengan baik SIMOTA dan mampu membuat dezain yang mudah untuk diingat oleh masyarakat secara umum. Kegiatan ini diharapkan terus berlanjut sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan perekonomian warga kolok di Desa Bengkala.
Analisis Perilaku Struktur Gedung Sekolah dengan Metode Respon Spektrum Studi Kasus: SMAN 9 Denpasar Ni Made Trangipani; I Gede Gegiranang Wiryadi; I Putu Agus Putra Wirawan; I Gede Oka Darmayasa
Jurnal Ilmiah Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar (JITUMAS) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik UNMAS Denpasar
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur bangunan tahan gempa didasari oleh perencanaan yang baik dan sesuai dengan regulasi yang ada. Gedung sekolah termasuk salah satu bangunan yang termasuk dalam kategori IV dalam kategori risiko bangunan SNI 1726:2012. Karena alasan tersebut, gedung sekolah harus memiliki struktur yang kuat dan tahan gempa. Untuk mengetahui perilaku struktur terhadap gempa perlu dilakukan analisis. Pada penelitian ini dilakukan analisis menggunakan gempa rencana dengan analisis respons spektrum pada studi kasus Gedung Ruang Kelas SMAN 9 Denpasar. Permodelan dan analisa akan dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SAP2000. Data-data yang diperlukan dalam melakukan penelitian ini adalah data sekunder berupa as-built drawing serta data respon spektra pada lokasi studi kasus. Data ini didapatkan di situs Desain Spektra Indonesia lalu diinput pada program SAP2000 untuk dianalisis. Simpangan yang diperoleh dengan metode Respon Spektrum dengan menggunakan gempa rencana masih dibawah angka simpangan ijin. Didapatkan gaya geser maksimum arah x sebesar 927,43 kN, dan arah y sebesar 913,88 kN.
Perbandingan Gaya-Gaya Dalam dan Berat Baja dengan Sistem Struktur Diagrid dan Konvensional pada Bangunan Asimetris Kadek Yudistira Mahendra Putra; I Made Nada; I Putu Agus Putra Wirawan; I Made Sastra Wibawa
Jurnal Ilmiah Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar (JITUMAS) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik UNMAS Denpasar
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap gempa, salah satu cara untuk mencegah kerusakan bangunan terhadap gempa adalah menggunakan sistem struktur diagrid. Diagrid adalah sistem struktur dengan menggunakan bracing sebagai pengganti kolom bagian luar sedangkan sistem konvensional adalah sistem struktur pemikul momen (momen frame). Karena di Indonesia banyak bangunan asimetris maka perlu adanya penelitian menggunakan sistem struktur diagrid pada bangunan asimetris. Analisis ini difokuskan terhadap perbandingan kedua sistem struktur (diagrid dan konvensional) yang meliputi gaya-gaya dalam dan berat yang akan dibandingkan besaran selisih dan berat yang akan dihasilkan dengan menggunakan aplikasi SAP2000. Hasil analisis menunjukan nilai yang dihasilkan terhadap kedua sistem struktur yaitu diagrid lebih kecil dibandingkan dengan konvensional akan tetapi momen yang terjadi pada lantai genap terjadi peningkatan karena tidak adanya kolom yang akan menyalurkan beban dari balok pada pertemuan bagian asimetris tersebut, dengan perbandingan yaitu momen negatif balok 2% -27% untuk lantai 6 dan 0% - 30% untuk lantai 10. Perbandingan gaya geser balok yaitu 1% - 18% untuk lantai 6 dan 1% - 12% untuk lantai 10. Dan momen kolom core dengan perbandingan 8% - 69% untuk lantai 6 dan 0% - 30% untuk lantai 10. Sementara gaya aksial kolom core model DIA secara umum lebih besar dari model MF dengan perbandingan 10% - 16% untuk lantai 6 dan 12% - 20% untuk lantai 10. Perbandingan volume baja yang terjadi sistem struktur diagrid lebih efisien 9 % untuk lantai 6 dan 3 % untuk lantai 10 dibandingkan dengan bangunan dengan sistem struktur konvensional
STUDI PENGARUH PASIR HANDEL MANGGARAI BARAT TERHADAP KUAT TEKAN BETON Sastra Wibawa, I Made; Putra Wirawan, I Putu Agus; Homari Batang, Benediktus
Jurnal Ilmiah Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar (JITUMAS) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Teknik UNMAS Denpasar
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jitumas.v5i2.12823

Abstract

Pasir Handel merupakan agregat halus dari Kabupaten Manggarai Barat, NTT, yang digunakan secara luas oleh masyarakat lokal meskipun kualitas teknisnya belum terverifikasi. Kualitas agregat sangat fundamental dalam menentukan mutu beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik Pasir Handel dan mengevaluasi dampaknya terhadap kuat tekan beton, dengan menggunakan Pasir Kubu (Karangasem) sebagai agregat kontrol. Metode penelitian ini adalah eksperimen laboratorium. Benda uji beton berbentuk silinder (15x30 cm) dibuat untuk masing-masing agregat dan diuji kuat tekannya pada umur 7, 21, dan 28 hari. Hasil pengujian karakteristik menunjukkan Pasir Handel memiliki gradasi butiran agak halus (Grafik No. 3), kadar lumpur 4,95%, dan Modulus Kehalusan Butir (MHB) 3,113%. Sebagai pembanding, Pasir Kubu (kontrol) memiliki gradasi sedang (Grafik No. 2), kadar lumpur 8,6%, dan MHB 2,93%. Hasil pengujian kuat tekan menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan. Beton yang menggunakan Pasir Handel hanya mencapai kuat tekan 3,95 MPa (7 hari), 4,76 MPa (21 hari), dan 5,15 MPa (28 hari). Sebaliknya, beton kontrol yang menggunakan Pasir Kubu mencapai 10,51 MPa (7 hari), 11,95 MPa (21 hari), dan 13,26 MPa (28 hari). Hasil ini mengindikasikan bahwa penggunaan Pasir Handel sebagai agregat halus menghasilkan mutu beton yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan Pasir Kubu.
PERBANDINGAN PERILAKU PADA GEDUNG MENGGUNAKAN BALOK DAN KOLOM ENCASED COMPOSITE DENGAN BETON BERTULANG Kubon Tubuh, I Ketut Diartama; Putra Wirawan, I Putu Agus; Wiryadi, I Gede Gegiranang; I Gede Gegiranang Wiryadi
Jurnal Teknik Gradien Vol 18 No 01 (2026): JURNAL TEKNIK GRADIEN (On progress)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v18i01.1790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perilaku struktur gedung yang menggunakan elemen beton bertulang dengan struktur Encased Composite, dengan fokus pada respons struktural yang berpengaruh terhadap kebutuhan dimensi elemen. Struktur komposit, yang menggabungkan beton sebagai material kuat tekan dan baja sebagai material kuat tarik, menawarkan potensi peningkatan efisiensi kinerja dibandingkan sistem beton bertulang konvensional. Kombinasi kedua material tersebut memungkinkan tercapainya kekakuan dan kapasitas yang lebih optimal dalam menahan beban lateral maupun vertikal. Metode penelitian dilakukan melalui analisis numerik terhadap dua model struktur gedung yang memiliki konfigurasi geometri dan pembebanan identik. Model pertama menggunakan balok dan kolom beton bertulang, sedangkan model kedua menggunakan balok dan kolom Encased Composite. Parameter yang dianalisis meliputi gaya geser dasar statis dan dinamis, simpangan antar lantai, serta kebutuhan dimensi penampang elemen struktur. Analisis dilakukan untuk mengevaluasi perbedaan perilaku struktural dan efisiensi desain antara kedua sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya geser dasar pada model Encased Composite rata-rata 9,6% lebih besar dibandingkan model beton bertulang. Namun, simpangan antar lantai pada model beton bertulang tercatat 20% lebih besar, yang mengindikasikan bahwa sistem Encased Composite memiliki kekakuan lateral yang lebih baik. Dari sisi efisiensi dimensi, penampang pada struktur Encased Composite rata-rata 6,2% lebih kecil dibandingkan penampang beton bertulang. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan Encased Composite dapat meningkatkan kinerja struktural sekaligus mengurangi kebutuhan dimensi elemen, sehingga lebih efisien untuk aplikasi bangunan bertingkat.