Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Perilaku Struktur Gedung Sekolah dengan Metode Respon Spektrum Studi Kasus: SMAN 9 Denpasar Ni Made Trangipani; I Gede Gegiranang Wiryadi; I Putu Agus Putra Wirawan; I Gede Oka Darmayasa
Jurnal Ilmiah Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar (JITUMAS) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik UNMAS Denpasar
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur bangunan tahan gempa didasari oleh perencanaan yang baik dan sesuai dengan regulasi yang ada. Gedung sekolah termasuk salah satu bangunan yang termasuk dalam kategori IV dalam kategori risiko bangunan SNI 1726:2012. Karena alasan tersebut, gedung sekolah harus memiliki struktur yang kuat dan tahan gempa. Untuk mengetahui perilaku struktur terhadap gempa perlu dilakukan analisis. Pada penelitian ini dilakukan analisis menggunakan gempa rencana dengan analisis respons spektrum pada studi kasus Gedung Ruang Kelas SMAN 9 Denpasar. Permodelan dan analisa akan dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SAP2000. Data-data yang diperlukan dalam melakukan penelitian ini adalah data sekunder berupa as-built drawing serta data respon spektra pada lokasi studi kasus. Data ini didapatkan di situs Desain Spektra Indonesia lalu diinput pada program SAP2000 untuk dianalisis. Simpangan yang diperoleh dengan metode Respon Spektrum dengan menggunakan gempa rencana masih dibawah angka simpangan ijin. Didapatkan gaya geser maksimum arah x sebesar 927,43 kN, dan arah y sebesar 913,88 kN.
Perbandingan Gaya-Gaya Dalam dan Berat Baja dengan Sistem Struktur Diagrid dan Konvensional pada Bangunan Asimetris Kadek Yudistira Mahendra Putra; I Made Nada; I Putu Agus Putra Wirawan; I Made Sastra Wibawa
Jurnal Ilmiah Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar (JITUMAS) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik UNMAS Denpasar
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap gempa, salah satu cara untuk mencegah kerusakan bangunan terhadap gempa adalah menggunakan sistem struktur diagrid. Diagrid adalah sistem struktur dengan menggunakan bracing sebagai pengganti kolom bagian luar sedangkan sistem konvensional adalah sistem struktur pemikul momen (momen frame). Karena di Indonesia banyak bangunan asimetris maka perlu adanya penelitian menggunakan sistem struktur diagrid pada bangunan asimetris. Analisis ini difokuskan terhadap perbandingan kedua sistem struktur (diagrid dan konvensional) yang meliputi gaya-gaya dalam dan berat yang akan dibandingkan besaran selisih dan berat yang akan dihasilkan dengan menggunakan aplikasi SAP2000. Hasil analisis menunjukan nilai yang dihasilkan terhadap kedua sistem struktur yaitu diagrid lebih kecil dibandingkan dengan konvensional akan tetapi momen yang terjadi pada lantai genap terjadi peningkatan karena tidak adanya kolom yang akan menyalurkan beban dari balok pada pertemuan bagian asimetris tersebut, dengan perbandingan yaitu momen negatif balok 2% -27% untuk lantai 6 dan 0% - 30% untuk lantai 10. Perbandingan gaya geser balok yaitu 1% - 18% untuk lantai 6 dan 1% - 12% untuk lantai 10. Dan momen kolom core dengan perbandingan 8% - 69% untuk lantai 6 dan 0% - 30% untuk lantai 10. Sementara gaya aksial kolom core model DIA secara umum lebih besar dari model MF dengan perbandingan 10% - 16% untuk lantai 6 dan 12% - 20% untuk lantai 10. Perbandingan volume baja yang terjadi sistem struktur diagrid lebih efisien 9 % untuk lantai 6 dan 3 % untuk lantai 10 dibandingkan dengan bangunan dengan sistem struktur konvensional
STUDI ANALITIKAL PERILAKU DAN KINERJA STRUKTUR RANGKA DINDING PENGISI DENGAN BUKAAN SENTRIS I Putu Agus Putra Wirawan; I Ketut Diartama Kubon Tubuh; I Gede Gegiranang Wiryadi
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.11.1.4256.49-56

Abstract

This study aims to compare the open frame structure (OF) with the centric perforated infill wall frame structure (IF) with reinforcement around the opening. Validation of the model on the results of laboratory tests was carried out. Next, a simple frame model is made to make an equation for the width of the diagonal strat. Single-stage IF is also made with an aperture ratio of 10% to 60% at 10% intervals and diagonal strat angles of 33°, 39°, 45°, 51°. The infill wall is made by modeling the diagonal strat and shell elements. After obtaining the strat width formula, it continues with applying the formula in modeling a three-story frame structure with varying diagonal strat angles. The results obtained are IF modeling with shell and strat diagonal elements that can follow the results of laboratory tests. From the analysis of the width of the diagonal strat, the formula Wco = (d/4tanØ)·Cc, where d is the length of the diagonal; Cc is the coefficient of stiffness of the wall (Cc = 1.2022r2-2.0953r + 1.045); r is the opening wall ratio; Ø is a diagonal angle. The application of the strat width formula shows the behavior of the strat model coincides with the shell element model. The strength of the structure increases 57%-86% after the addition of walls. The difference in drift ratio shows that the diagonal strat angle is inversely proportional to the strength of the structure that occurs.
ANALISIS EFEKTIVITAS SISTEM BRACING-X DAN INVERTED-V PADA STRUKTUR BAJA EMPAT LANTAI DI WILAYAH GEMPA TINGGI I Gede Gegiranang Wiryadi; I Ketut Diartama Kubon Tubuh; I Putu Agus Putra Wirawan; Gede Jaya Putra
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v15i1.12532

Abstract

Studi ini mengevaluasi efektivitas dua konfigurasi sistem bracing-X dan inverted-V pada struktur baja empat lantai yang berfungsi sebagai bangunan pendidikan di wilayah dengan tingkat kegempaan tinggi. Analisis dilakukan menggunakan metode linier dinamis respons spektrum untuk membandingkan kinerja seismik kedua sistem terhadap struktur open frame. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem bracing-X dan inverted-V mampu meningkatkan kapasitas gaya geser dasar secara signifikan dibandingkan dengan struktur open frame. Selain itu, periode getar alami struktur dengan bracing lebih pendek, yang menunjukkan kekakuan yang lebih tinggi. Penggunaan bracing juga menghasilkan simpangan maksimum dan simpangan antar tingkat lebih kecil, sehingga meningkatkan stabilitas dan kenyamanan bangunan. Struktur bracing memungkinkan pengurangan penggunaan baja tanpa mengorbankan kinerja seismik. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem bracing meningkatkan kekakuan, kapasitas gaya geser dasar dan memberikan efisiensi material yang lebih baik dibandingkan dengan sistem open frame.
STUDI PENGARUH PASIR HANDEL MANGGARAI BARAT TERHADAP KUAT TEKAN BETON I Made Sastra Wibawa; I Putu Agus Putra Wirawan; Benediktus Homari Batang
Jurnal Ilmiah Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar (JITUMAS) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Teknik UNMAS Denpasar
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jitumas.v5i2.12823

Abstract

Pasir Handel merupakan agregat halus dari Kabupaten Manggarai Barat, NTT, yang digunakan secara luas oleh masyarakat lokal meskipun kualitas teknisnya belum terverifikasi. Kualitas agregat sangat fundamental dalam menentukan mutu beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik Pasir Handel dan mengevaluasi dampaknya terhadap kuat tekan beton, dengan menggunakan Pasir Kubu (Karangasem) sebagai agregat kontrol. Metode penelitian ini adalah eksperimen laboratorium. Benda uji beton berbentuk silinder (15x30 cm) dibuat untuk masing-masing agregat dan diuji kuat tekannya pada umur 7, 21, dan 28 hari. Hasil pengujian karakteristik menunjukkan Pasir Handel memiliki gradasi butiran agak halus (Grafik No. 3), kadar lumpur 4,95%, dan Modulus Kehalusan Butir (MHB) 3,113%. Sebagai pembanding, Pasir Kubu (kontrol) memiliki gradasi sedang (Grafik No. 2), kadar lumpur 8,6%, dan MHB 2,93%. Hasil pengujian kuat tekan menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan. Beton yang menggunakan Pasir Handel hanya mencapai kuat tekan 3,95 MPa (7 hari), 4,76 MPa (21 hari), dan 5,15 MPa (28 hari). Sebaliknya, beton kontrol yang menggunakan Pasir Kubu mencapai 10,51 MPa (7 hari), 11,95 MPa (21 hari), dan 13,26 MPa (28 hari). Hasil ini mengindikasikan bahwa penggunaan Pasir Handel sebagai agregat halus menghasilkan mutu beton yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan Pasir Kubu.
PERBANDINGAN PERILAKU PADA GEDUNG MENGGUNAKAN BALOK DAN KOLOM ENCASED COMPOSITE DENGAN BETON BERTULANG I Ketut Diartama Kubon Tubuh; I Putu Agus Putra Wirawan; I Gede Gegiranang Wiryadi; Gusti Ngurah Agung Adi Pratista
Jurnal Teknik Gradien Vol 18 No 01 (2026): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v18i01.1790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perilaku struktur gedung yang menggunakan elemen beton bertulang dengan struktur Encased Composite, dengan fokus pada respons struktural yang berpengaruh terhadap kebutuhan dimensi elemen. Struktur komposit, yang menggabungkan beton sebagai material kuat tekan dan baja sebagai material kuat tarik, menawarkan potensi peningkatan efisiensi kinerja dibandingkan sistem beton bertulang konvensional. Kombinasi kedua material tersebut memungkinkan tercapainya kekakuan dan kapasitas yang lebih optimal dalam menahan beban lateral maupun vertikal. Metode penelitian dilakukan melalui analisis numerik terhadap dua model struktur gedung yang memiliki konfigurasi geometri dan pembebanan identik. Model pertama menggunakan balok dan kolom beton bertulang, sedangkan model kedua menggunakan balok dan kolom Encased Composite. Parameter yang dianalisis meliputi gaya geser dasar statis dan dinamis, simpangan antar lantai, serta kebutuhan dimensi penampang elemen struktur. Analisis dilakukan untuk mengevaluasi perbedaan perilaku struktural dan efisiensi desain antara kedua sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya geser dasar pada model Encased Composite rata-rata 9,6% lebih besar dibandingkan model beton bertulang. Namun, simpangan antar lantai pada model beton bertulang tercatat 20% lebih besar, yang mengindikasikan bahwa sistem Encased Composite memiliki kekakuan lateral yang lebih baik. Dari sisi efisiensi dimensi, penampang pada struktur Encased Composite rata-rata 6,2% lebih kecil dibandingkan penampang beton bertulang. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan Encased Composite dapat meningkatkan kinerja struktural sekaligus mengurangi kebutuhan dimensi elemen, sehingga lebih efisien untuk aplikasi bangunan bertingkat.