Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 70% DAUN JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe) SEBAGAI DIURETIK PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus Norvegicus) GALUR SPRAGUE DAWLEY Sefi Megawati; Nuriyatul Fhatonah; Nia Wati
Jurnal Farmagazine Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v10i1.647

Abstract

Pemanfaatan tanaman sebagai obat tradisional telah banyak digunakan di Indonesia. Ekstrak etanol 70% daun jahe merah (Zingiber officinale Roscoe) mengandung senyawa aktif seperti tanin, minyak atsiri, gingerol serta flavonoid. Penelitian ini bertujuan mengetahui metabolit sekunder serta aktivitas diuretik ekstrak etanol 70% daun jahe merah. Pembuatan ekstrak daun jahe merah menggunakan metode maserasi yang diujikan pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Sprague Dawley. Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok yaitu ektsrak dosis I: 40 mg/200 gBB, dosis II: 80 mg/200 gBB, dosis III: 160 gBB, kontrol positif (suspensi furosemid 0,72 mg/200 gBB), kontrol negatif (suspensi Na CMC 0,5%). Pengujian efek diuretik dilakukan dengan mengukur volume urin yang dilakukan selama 6 jam dan pada jam ke 24. Data yang diperoleh dianalisis dengan SPSS oneway ANOVA. Hasil uji Statistik menunjukkan bahwa kelompok dosis III dan kontrol positif tidak terdapat perbedaan yang bermakna dengan nilai p=0,074 >0,05. Hal ini menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan efek diuretik yang signifikan antara kelompok positif dengan dosis III. Sehinga dosis ekstrak etanol 70% daun jahe merah yang paling optimal memberikan efek diuretik adalah dosis III dengan dosis 160 mg/200 gBB tikus serta kandungan metabolit sekunder yang terkandung yaitu Flavonoid, tannin dan Saponin
KONSELING DAN EDUKASI BAHAYA PENYALAHGUNAAN OBAT NAPZA DI KALANGAN REMAJA La Ode Akbar Rasydy; Ari Yuniarto; Sefi Megawati; Saru Noliqo Rangkuti; Ariadin Nurfi; Abdul Latif Junaedi
MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/tano.v6i1.2433

Abstract

Kasus penyalahgunaan obat dari tahun ke tahun semakin meningkat. Penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya) 97% dilakukan pada usia remaja yang sedang mengalami keadaan emosional yang labil dan mempunyai keinginan besar untuk mencoba serta mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang peranan Farmasis dan memberikan informasi mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA pada kalangan pelajar. Metode pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi 3 tahapan. Tahap 1 persiapan yang meliputi penentuan waktu, tempat pelaksanaan, penyiapan media dan alat penyuluhan serta pendataan siswa-siswi,. Tahap II pelaksanaan, meliputi pemberian materi penyuluhan, sesi tanya jawab dan post test. Tahap III evaluasi meliputi pengolahan data kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif melalui program SPSS 21 dengan taraf siginifikan (α) 0,05. Kegiatan ini dilaksanakan pada 17 Januari 2023 di Aula SMAN 1 Maja yang diikuti oleh 42 Siswa kelas XII. Hasil kegiatan diperoleh presentasi tingkat pemahaman dan bahaya penyalahgunaan NAPZA siswa dengan katagori baik sebesar 76,19% dan kurang sebesar 23,81%. Pemberian informasi melalui penyuluhan Farmasis dapat meningkatkan pemahaman Remaja mengenai bahaya penyalahgunaan obat sehingga pelajar lebih dapat menjauhi obat-obatan yang berbahaya dan dapat mengancam keselamatan masa depannya sehingga dapat terwujudnya generasi muda bangsa yang sehat, cerdas, dan kreatif.
UJI AKTIVITAS HEPATOPROTEKTOR EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMU HITAM (Curcuma aeruginosa Roxb.) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus L.) YANG DIINDUKSI (CCl4): HEPATOPROTECTOR ACTIVITY TEST OF ETHANOL EXTRACT Rhizome of Black Cucumber (Curcuma aeruginosa Roxb.) ON WHITE MICE (Mus musculus L.) INDUCED BY (CCl4) Meta Safitri; Sefi Megawati; Arini Aprilliani; Anna Febriyanti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i3.741

Abstract

Rimpang temu hitam merupakan salah satu jenis tumbuhan suku Zingiberaceae. Kandungan senyawa rimpang temu hitam yaitu flavonoid, saponin, kuinon dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas hepatoprotektor ekstrak etanol 70% rimpang temu hitam. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control group design. Hewan uji yang digunakan yaitu mencit putih (Mus musculus L.) jantan galur deutch democrotic yokohama. Mencit putih dibagi menjadi 6 kelompok, kelompok 1, 2 dan 3 sebagai kelompok perlakuan ekstrak etanol 70% rimpang temu hitam dengan dosis berturut-turut 9,8mg/20gBB, 12,6mg/20gBB dan 15,4mg/20gBB, kelompok 4 sebagai kontrol positif menggunakan Curcuma FCT 0,052mg/20gBB, kelompok 5 sebagai kontrol negatif dan kelompok 6 sebagai kontrol normal menggunakan CMC Na 1%. Mencit diadaptasi dan diberikan perlakuan selama 8 hari, pada hari ke-8 semua kelompok kecuali kelompok 6 diinjeksi CCl4 0,5 ml/KgBB. Setelah 24 jam, dilakukan pengambilan darah melalui sinus orbital lalu diukur kadar SGOT dan kadar SGPT. Hasil pengukuran kadar SGOT dan SGPT terjadi penurunan antar tiap kelompok perlakuan ekstrak. Penurunan tertinggi hingga terendah berturut-turut terjadi pada kelompok 3 (35,75;15,5 U/L), kelompok 2 (40,25;27 U/L) dan kelompok 1 (47,74;38,25 U/L). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji LSD Post Hoc, nilai signifikan kelompok 4 (kontrol positif) dengan kelompok 3 (ekstrak etanol 70% rimpang temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.) dosis 15,4mg/20gBB) diperoleh sebesar P>0,05 yang artinya tidak terdapat perbedaan bermakna, sehingga ekstrak etanol 70% rimpang temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.) mempunyai aktivitas sebagai hepatoprotektor dengan dosis yang paling efektif 15,4mg/20gBB mencit. Kata Kunci: Hepatoprotektor, Rimpang Temu Hitam, SGOT, SGPT
UJI AKTIVITAS HEPATOPROTEKTOR EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMU HITAM (Curcuma aeruginosa Roxb.) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus L.) YANG DIINDUKSI (CCl4): HEPATOPROTECTOR ACTIVITY TEST OF ETHANOL EXTRACT Rhizome of Black Cucumber (Curcuma aeruginosa Roxb.) ON WHITE MICE (Mus musculus L.) INDUCED BY (CCl4) Meta Safitri; Sefi Megawati; Arini Aprilliani; Anna Febriyanti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i3.741

Abstract

Rimpang temu hitam merupakan salah satu jenis tumbuhan suku Zingiberaceae. Kandungan senyawa rimpang temu hitam yaitu flavonoid, saponin, kuinon dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas hepatoprotektor ekstrak etanol 70% rimpang temu hitam. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control group design. Hewan uji yang digunakan yaitu mencit putih (Mus musculus L.) jantan galur deutch democrotic yokohama. Mencit putih dibagi menjadi 6 kelompok, kelompok 1, 2 dan 3 sebagai kelompok perlakuan ekstrak etanol 70% rimpang temu hitam dengan dosis berturut-turut 9,8mg/20gBB, 12,6mg/20gBB dan 15,4mg/20gBB, kelompok 4 sebagai kontrol positif menggunakan Curcuma FCT 0,052mg/20gBB, kelompok 5 sebagai kontrol negatif dan kelompok 6 sebagai kontrol normal menggunakan CMC Na 1%. Mencit diadaptasi dan diberikan perlakuan selama 8 hari, pada hari ke-8 semua kelompok kecuali kelompok 6 diinjeksi CCl4 0,5 ml/KgBB. Setelah 24 jam, dilakukan pengambilan darah melalui sinus orbital lalu diukur kadar SGOT dan kadar SGPT. Hasil pengukuran kadar SGOT dan SGPT terjadi penurunan antar tiap kelompok perlakuan ekstrak. Penurunan tertinggi hingga terendah berturut-turut terjadi pada kelompok 3 (35,75;15,5 U/L), kelompok 2 (40,25;27 U/L) dan kelompok 1 (47,74;38,25 U/L). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji LSD Post Hoc, nilai signifikan kelompok 4 (kontrol positif) dengan kelompok 3 (ekstrak etanol 70% rimpang temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.) dosis 15,4mg/20gBB) diperoleh sebesar P>0,05 yang artinya tidak terdapat perbedaan bermakna, sehingga ekstrak etanol 70% rimpang temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.) mempunyai aktivitas sebagai hepatoprotektor dengan dosis yang paling efektif 15,4mg/20gBB mencit. Kata Kunci: Hepatoprotektor, Rimpang Temu Hitam, SGOT, SGPT
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE GYSSENS PADA PASIEN DEMAM TIFOID ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RSUP Dr. SITANALA TAHUN 2019-2021 Megawati, Sefi; Nuraini, Nuraini; Carolina, Febby
Jurnal Insan Farmasi Indonesia 2023: JIFI: Webinar & call for paper
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v6i3.1641

Abstract

Typhoid fever is a disease caused by bacteria and its treatment requires antibiotics. Antibiotic-resistant bacteria can grow as a result of improper use of antibiotics. The purpose of this study was to determine the rational usage pattern and percentage of antibiotic drug use according to the Gyssens method. This non-experimental study employed retrospective data collecting from the medical records of children treated for typhoid fever at the Dr. Sitanala in 2019–2021 and used the Gyssens technique for analysis. According to the study's findings, 28 patients (46.67%) were classified as irrational, whereas 32 patients (53.33%) were considered rational (category 0). In this study, it can be concluded that the use of antibiotics used in typhoid fever patients, namely ceftriaxone (82,54%), cefotaxime (14.29%), and cefixime (3.17%) with the intravenous route of administration (96.83%) and orally (3.17%). Irrational use of antibiotics included Gyssens category V (antibiotics are not needed) (1.67%), category IVC (there are cheaper antibiotics) (11,86%), category IIIB (the duration of giving antibiotics are too short) (30,51%), category IIA (not the right doses) (20,34%), and category I (not on time to give antibiotics) (18.64%).
Identifikasi Drug-Related Problems (DRPs) pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Instalasi Rawat Inap RSUP Dr. Sitanala Tangerang Tahun 2019-2021 Megawati, Sefi; Sopiahani, Syifa; Fathonah, Nuriyatul
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v10i2.7006

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) is characterized by the gradual decline of kidney function over one year or more. The primary functions of the kidneys include maintaining fluid balance, regulating blood electrolyte levels, ensuring acid-base homeostasis, and removing waste products and excess electrolytes. Drug-related problems (DRPs) are medication-related issues that can negatively impact patients' quality of life. This study aims to determine the prevalence of DRPs in CKD patients treated at Dr. Sitanala Hospital, Tangerang, during 2019-2021. This descriptive study used retrospective data collection, presenting the results as percentages. Ninety-two (92) patients met the inclusion criteria, with a gender distribution of 48 males (52.17%) and 44 females (47.83%). The most common age group was 56-65, accounting for 28 cases (30.43%). The prevalence of DRPs in hospitalized CKD patients was found to be 89 cases (96.74%), with the following breakdown: 19 cases (16.67%) of unnecessary drug therapy (TOTP), 15 cases (18%) requiring additional therapy (KTT), 79 cases (69.3%) of ineffective drugs (OTE), and 1 case (0.88%) of drugs with too high a dose (DTT), while no cases of drugs with too low a dose (DTR) were identified.
PENYULUHAN PENYIMPANAN OBAT DI RT 009 RW 004 DESA SANGIANG KECAMATAN PAMARAYAN KABUPATEN SERANG Sefi Megawati; Meta Safitri; Dania Maretiana; Elsa Agustyani Sukma Soleha; Ervina Damayanti Oktavia; Fitria Novfrianti Musrizal
MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/tano.v8i1.3483

Abstract

Menyimpan obat merupakan sesuatu hal yang penting untuk memastikan kualitas produk. Obat dapat menjadi tidak efektif atau bahkan rusak karena prosedur atau kondisi penyimpanan yang tidak sesuai, yang dapat merugikan pasien yang akan mengkonsumsi obat tersebut. Kegiatan ini memiliki tujuan yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat desa Sangiang RT 009 RW 004 Kecamatan Pamarayan Kebupaten Serang tentang cara yang baik dan benar untuk menyimpan obat. Kegiatan ini terdapat tiga tahap, Tahap pertama yaitu pengenalan dan pengisian kuisioner pretest. Tahap kedua adalah pemaparan langsung mengenai cara penyimpanan obat menggunakan powerpoint dan workshop cara penyimpanan obat yang baik dan benar. Tahap ketiga adalah diskusi, tanya jawab, dan penutupan. Hasil menunjukkan tingkat pengetahuan Masyarkat Desa Sangiang RT 009 RW 004 sebelum penyuluhan baik 8,3%; cukup 28,3%; kurang 63,3% setelah penyuluhan baik 43,3%;cukup  40%; kurang 16,67%. Terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat sesudah penyuluhan.
Test Of Antibacterial Activity and GC-MS analysis of ethyl acetate and N-hexane fractions of Kenitu leaves (Chrysophyllum cainito L.) Megawati, Sefi; Meta Safitri; Rangkuti, Saru Noliqo; Luthfiyyatul Makiyyah; Arum Mawarni, Nur Indah
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v7i2.2421

Abstract

Background: As a result of the large number of infectious diseases, every year 3.5 million people die. The more microorganisms that are resistant to antibiotics, the search for and research into new antibacterials must be carried out from medicinal plant extracts such as the kenitu leaf plant, whose antibacterial activity is still rarely researched. Objectives: to analyze the factors that influence the management of solid media waste of hazardous and toxic materials at RSUD.Kumpulan Pane, Tebing Tinggi City. Research method: This research is a type of laboratory experiment using the semi-polar solvent ethyl acetate and the non-polar solvent n hexane from kenitu (Chrysophyllum cainito L.) leaves to test their antibacterial activity using the disk diffusion method. In this study there were six treatment groups: positive control (+) ciprofloxacin, negative control (-) DMSO 10%, as well as four concentration variations, namely K1: 25 mg/ml, K2: 50 mg/ml, K3: 100 mg/ml, and K4: 500 mg/ml. Results: The results of the ANOVA test of the antibacterial activity test of the Bacillus subtilis fraction against the ethyl acetate fraction obtained a p value <0.001. From the results of the homogeneity test, a significant value of p = 0.023 was obtained. These values ??are in accordance with the criteria (p <0.05), meaning that the concentration treatment has a significant impact on the diameter of the inhibition zone. Based on the results of the two tests, the data obtained in this study were analyzed using the non-parametric Kruskal-Wallis statistical test showing that there was a difference in the average Asymp value in each treatment. Sig. = 0.005 (p <0.05). The results of the Mann-Whitney test of the ethyl acetate fraction on Bacillus subtilis bacteria stated that it had a significant difference in providing an inhibition zone. Conclusion: the analysis stated that there were 27 compounds that were identified in the ethyl acetate fraction and 19 compounds that were identified in the n-hexane fraction of kenitu leaves. The results of testing regarding antibacterial activity stated that the kenitu leaf fraction from ethyl acetate solvent was only able to inhibit the growth of Bacillus subtilis and Staphylococcus aureus bacteria at a concentration of 500 mg/ml, for the kenitu leaf fraction from n-hexane solvent stated that all concentrations were not possible. able to inhibit the growth of Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli and Bacillus subtilis.
Pengenalan Jenis Makanan Sehat terhadap Anak Usia Dini melalui Media Audio Visual di Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang Sylvia, Diana; Utami, Fitria Budi; Rusdiana, Nita; Daulay, Meilyn A.K.; Ari, Muhamad Ilham; Sujera, Lulu; Megawati, Sefi; Safitri, Meta
Jurnal ABDIRAJA Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v8i2.4324

Abstract

Masa kanak-kanak merupakan periode krusial dalam pembentukan kebiasaan makan yang dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang. Namun, banyak anak usia dini yang belum memahami pentingnya dalam mengkonsumsi makanan sehat, yang dapat mengakibatkan kurangnya edukasi gizi yang sesuai dengan tahapan perkembangan mereka. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak usia dini mengenai jenis makanan sehat melalui pendekatan edukatif berbasis media audio visual. Kegiatan ini dilaksanakan di lembaga PAUD di Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, dengan melibatkan para murid sebagai objek, dan para guru sebagai pendukung utama pada proses pembelajaran. Metode yang digunakan meliputi pemutaran video interaktif, diskusi sederhana, dan aktivitas edukasi tentang makanan sehat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan antusiasme dan pemahaman anak-anak terhadap makanan sehat, serta respon positif dari para murid dan guru terhadap metode pembelajaran yang digunakan. Diharapkan program ini dapat menjadi model edukasi gizi yang menyenangkan dan efektif untuk diterapkan secara luas di tingkat PAUD.
INNOVATION OF CORN SHEET (ZEA MAYS.L) AND AVOCADO SEEDS (PERSEA AMERICANA MILL) BISCUIT BASED ON ALTERNATIVE FOODS TO PREVENT STUNTING IN TODDLERS Radooti Merlin Sagala; Saru Noliqo Rangkuti; Sefi Megawati; Azzahra Fernanda; Meta Safitri; Arini Aprilliani
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 4 No. 7 (2025): JUNE
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijset.v4i7.1015

Abstract

Stunting remains a critical issue in Indonesia due to chronic nutritional deficiencies. This study developed functional biscuits using corn silk and avocado seed flours in three ratios (25:75, 50:50, 75:25) to support toddler nutrition. Nutritional and sensory evaluations showed that the 50:50 formulation was optimal, containing 5.34% protein, 23.98% fat, and 68.01% carbohydrates. Although slightly below the SNI carbohydrate standard (≥70%), it met moisture and ash standards and was preferred in taste, color, and aroma. These findings highlight its potential as a supplementary food to help prevent stunting in early childhood.