Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Prevalensi dan Faktor Risiko Tuli Akibat Bising pada Operator Mesin Kapal Feri Jumali, Jumali; Sumadi, Sumadi; Andriani, Sylvia; Subhi, Misbahul; Suprijanto, Damianus; Handayani, Wuri Diah; Chodir, Abdul; Noviarmi, Fadilatus Sukma Ika; Indahwati, Leli
Kesmas Vol. 7, No. 12
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebisingan ruang mesin dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis prevalensi tuli akibat bising Noise Induced Hearing Loss (NIHL) dan faktor yang memengaruhi pada operator mesin kapal feri penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional ini menggunakan metode pengumpulan data dengan wawancara, pengukuran intensitas kebisingan ruang mesin dan pemeriksaan audiometri terhadap operator. Besar sampel adalah 66 operator dari 36 kapal feri yang memenuhi kriteria inklusi dipilih secara acak. Hasil studi menunjukkan 36% kapal memiliki intensitas kebisingan ² 85 dBA dan 64% > 85 dBA. Pemeriksaan audiometri dengan nada murni pada 66 operator didapatkan 34,85% responden mengalami NIHL. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan faktor dominan yang memengaruhi NIHL adalah usia dan lama paparan (p < 0,05). Hasil uji kai kuadrat didapatkan intensitas kebisingan berpengaruh signifikan terhadap NIHL setelah dikoreksi dengan umur dan lama paparan (p < 0,05). Disarankan untuk mengurangi waktu paparan terhadap operator yang terpajan kebisingan tinggi dan menjaga jarak antara operator dengan sumber kebisingan untuk meminimalkan pajanan bising. Engine room noise can cause hearing loss. The objective of this research was to analyze the prevalence of Noise Induced Hearing Loss (NIHL) and its affecting factors on machinery ferry operators at Ketapang-Gilimanuk. This was an observational with cross sectional design, the techniques for collecting data were interviews, noise intensity measurements and audiometric examination.The sample was 66 operators who were selected randomly after inclusion. The study results showed that 36% of ferry have noise intensity ² 85 dBA and 64% have > 85 dBA. The audiometric examination with pure tone result of the 66 operators showed that 34.85% of respondent had NIHL. The age and length of exposure affected NIHL incidence (p < 0.05). While the noise intensity affected the incidence of NIHL (p > 0.05) together with age and lenght of exposure. It is important to reduce exposure time of noisy operations on workers, automation of activities and increase the distance between workers and noisy equipment to minimise the noise exposure.
SPEAKING FOR DEBATE “MEMBANGUN KECAKAPAN BERBICARA, BERFIKIR KRITIS, DAN BERDAYA ANALITIS PADA GEN Z” Isumarni, Isumarni; Kasman, Nuraini; Khalik, Suhartini; Zain, Suardi; samhermansyah; Ryandi, Ryandi; Jumali, Jumali
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.23975

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan berbicara, berpikir kritis, dan berdaya analitis para siswa melalui teknik debat dan meningkatkan kemampuan para siswa dalam menggunakan bahasa yang baik dan benar melalui praktik debat di SMKN 2 Sidenreng Rappang. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini dilakukan dalam bentuk kegiatan pelatihan. Adapun teknis pelaksaanaan pelatihan yakni sebelum pelatihan ini dilaksanakan, terlebih dahulu mahasiswa mengambil data proses belajar mengajar di SMKN 2 Sidenreng Rappang melalui kegiatan PLP (Pengenalan Lingkungan Persekolahan), dan ditemukan bahwa beberapa siswa tidak aktif berbicara di dalam kelas. Karena alasan itu dan berdasarkan ilmu pengetahuan serta pengalaman praktis yang dimiliki tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang dalam debat maka pelatihan ini diadakan, sebagai harapan siswa di SMKN 2 Sidenereng Rappang dapat meningkatkan kemapuan berbicaranya dan menumbuhkan kepercayaan diri siswa dalam berbicara. Peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 15 orang. Kegiatan ini dilaksanakan di SMKN 2 Sidenreng Rappang dalam waktu 1 hari. Selanjutnya, pelatihan keterampilan debat ini akan menerapkan pelatihan aktif, yakni seluruh peserta turut belajar melalui pengalamannya sehingga tujuan yang telah direncanakan dapat diperoleh secara optimal. Pelatihan ini akan menggunakan pendekatan praktik melalui pelatihan terbimbing. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi.
EFEKTIFITAS PELAKSANAKAN TUGAS POKOK TNI DALAM PERTAHANAN NEGARA BERDASARKAN UU RI NO. 34 TAHUN 2004 TENTANG TNI (Studi di Wilayah Teritorial Kodim 0809 / Kediri) Jumali, Jumali; Nurbaedah, Nurbaedah
MIZAN, Jurnal Ilmu Hukum Vol 14 No 2 (2025): Mizan: Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/mizan.v14i2.8497

Abstract

TNI adalah alat pertahanan negara yang memiliki tugas pokok menjaga dan mepertahankan keutuhan dan kedaulatan negara dari segala bentuk ancaman yang datang dari dalam maupun dari luar negeri yang akan menganggu warga negara Indonesia dan eksistensi NKRI, karena pentingnya peran tersebut maka seyogyanya mendapat payung hokum yang sesuai dengan tupoksinya. UU RI No.34 tahun 2004 tentang TNI masih belum memberikan kepastian hokum bagi TNI dalam pelaksanaan tugasnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas tugas pokok TNI dalam pertahanan negara, penelitian ini menggunakan metode penelitian Empiris ( Sosio Legal Resech ) dengan cara observasi, wawancara dan pendekatan kepada pihak yang memiliki kompetensi dalam memberikan keterangan atau data – data yang diperlukan. Hasil penelitain yang dilakukan perihal Efektifitas pelaksanaan tugas pokok TNI dalam pertahanan negara sebagaimana tersebut dalam pasal 7 UU RI No. 34 tahun 2004 masih belum berjalan secara optimal hal ini disebabkan karena beberapa aspek: Kurangnya sinkronisasi dan koordinasi antar instansi ( legal struktur), Regulasi yang belum sepenuhnya jelas dan adaptif, pemahaman hokum yang masih beragam diinternal TNI, ketidakjelasan regulasi dan prosedur hokum dilapangan, kondisi geografis dan dukungan logistic di daearah penugasan dan daerah terpencil, keterbatasan anggaran dalam peningkatan profesionalitas dan kapabilitas dalam menghadapi ancaman, Keraguan dalam bertindak karena dilemma antara penegakan hukum dan stabilitas keamanan negara adalah penyebab tidak efektifnya pelaksanaan tugas pokok TNI dalam pertahanan negara.