ABSTRACT Delusions of grandeur are a thought disorder in schizophrenia patients characterized by excessive beliefs that are not in accordance with reality, resulting in disturbances in reality orientation. This study aims to determine the effectiveness of the application of Reality Orientation Therapy (TOR) in improving reality orientation in patients with delusions of grandeur. The study used a case study design on a 44-year-old male patient who was treated at Dr. Arif Zainudin Surakarta Mental Hospital with a delusional belief that he was the 13th leader of the Mangkubuwono kingdom and was able to behave like the Prophet Muhammad SAW. The intervention was conducted through three sessions over three days, with TOR covering orientation to person, place, and time. Each session lasted 20–30 minutes, using a therapeutic communication approach and repeated stimulation of reality information. Evaluation of therapy success was conducted using an orientation assessment sheet to assess the patient's ability to recognize self-identity, environment, and time, as well as through observation of behavioral changes during the therapy process.TOR showed improvement in scores orientation increase from 3/18 before therapy to 17/18 after three session therapy The patient's reality orientation. After three intervention sessions, the patient was able to state his full name more consistently, recognize that he was at Dr. Arif Zainudin Surakarta Mental Hospital, and state the day and date correctly. In addition to improved orientation, positive changes were also observed, including more relevant speech patterns, more stable emotions, and a decrease in aggressive responses, although these were not the primary focus of therapy. Reality Orientation Therapy is effective in improving reality orientation in patients with grandiose delusions. Further research is recommended in a group of patients with grandiose delusions to improve reality orientation related to the content of their delusions. Keywords: Schizophrenia, Reality Orientation Therapy, Reality Orientation, Delusions of Grandeur, Psychiatric Nursing. ABSTRAK Waham kebesaran adalah gangguan proses pikir pada pasien skizofrenia yang ditandai dengan keyakinan berlebihan dan tidak sesuai dengan kenyataan, sehingga mengakibatkan gangguan dalam orientasi realitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan Terapi Orientasi Realitas (TOR) dalam meningkatkan orientasi realitas pada pasien dengan waham kebesaran. Penelitian menggunakan desain studi kasus pada seorang pasien laki-laki berusia 44 tahun yang dirawat di RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta dengan keyakinan waham bahwa dirinya adalah pemimpin kerajaan Mangkubuwono ke-13 dan mampu berperilaku seperti Nabi Muhammad SAW. Intervensi dilakukan melalui tiga sesi selama 3 hari, TOR yang mencakup orientasi terhadap orang, tempat, dan waktu. Setiap sesi berlangsung selama 20–30 menit, menggunakan pendekatan komunikasi terapeutik dan stimulasi informasi realitas secara berulang. Evaluasi keberhasilan terapi dilakukan dengan menggunakan lembar asesmen orientasi) untuk menilai kemampuan pasien mengenali identitas diri, lingkungan, dan waktu, serta melalui observasi perubahan perilaku selama proses terapi. TOR menunjukkan peningkatan pada skor orientasi meningkat dari 3/18 sebelum terapi menjadi 17/18 setelah tiga sesi terapi orientasi realitas pasien. Setelah tiga sesi intervensi, pasien mampu menyebutkan nama lengkapnya dengan lebih konsisten, mengenali bahwa ia berada di RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta, serta menyebutkan hari dan tanggal dengan tepat. Selain peningkatan orientasi, juga tampak perubahan positif berupa pola bicara yang lebih relevan, emosi yang lebih stabil, dan penurunan respons agresif, meskipun bukan menjadi fokus utama terapi. Terapi Orientasi Realitas efektif dalam meningkatkan orientasi realitas pada pasien dengan waham kebesaran. Penelitian selanjutnya disarankan pada sekelompok pasien waham kebesaran untuk orientasi realita terkait isi wahamnya Kata Kunci: Skizofrenia, Terapi Orientasi Realitas, Orientasi Realitas, Waham Kebesaran, Keperawatan Jiwa.