Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Mesin Pengolah Sampah Organik di Daerah Wisata Guci Annisa Bhikuning; Daisman Purnomo Bayyu Aji; Sally Cahyati; Syaifudin Syaifudin; Tyas Kartika Sari
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i3.797

Abstract

Daerah wisata Guci, Tegal setiap hari dapat menghasilkan sampah organik dan anorganik yang mencapai 1 ton per hari. Hal ini disebabkan pengunjung yang naik dari tahun ke tahun, ditambah lagi hari libur yang dapat menambah kapasitas sampah di daerah wisata tersebut. Karena itu, diharapkan ada penyelesaian masalah sampah di wisata Guci, Tegal yaitu penanganan sampah yang tepat dan dapat dilakukan secara mandiri. Metode yang digunakan dalam memecahkan masalah ini adalah dengan persiapan, pra kegiatan, kegiatan, demonstrasi dan pasca kegiatan. Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh para karyawan pengelola wisata sebanyak 20 orang. Hasil utama dari kegiatan pelatihan ini adalah para karyawan mendapatkan ilmu mengenai pentingnya memilah sampah, memperkenalkan mesin pengolah sampah organik dan mengetahui cara menjalankan mesin tersebut. Sehingga diharapkan mesin pengolah sampah organic dapat membantu dalam mengurangi timbunan di penampungan sampah. Kontribusi dari hasil pelatihan penggunaan mesin pengolah sampah organik ini yaitu dapat membantu para karyawan wisata Guci untuk dapat mempraktekkan mesin dan menambah pengetahuan mengenai pengolahan sampah menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat.
Vibration-based detection of blower bearing defects using FFT and envelope analysis to improve machine reability Yusuf Efendi; Sally Cahyati; Soeharsono Soeharsono
Jurnal Polimesin Vol 24, No 3 (2026): June
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v24i3.8880

Abstract

Rolling bearing failure in blower machines can disrupt plant operations, increase maintenance costs, and trigger unplanned shutdowns. This study aims to detect early-stage bearing damage in a blower unit at Plant Sabiz using vibration signal analysis. Vibration data were acquired using an SKF Microlog Analyzer CMDT 391 and evaluated using Fast Fourier Transform (FFT) and envelope analysis to identify defect-related frequency components. The results revealed an increase in velocity vibration up to 4.87 mm/s and envelope vibration up to 34.4 gE. The FFT spectrum showed dominant harmonics from 1xRPM to 3xRPM, indicating dynamic imbalance and potential damage to rotating components. Furthermore, envelope analysis identified bearing characteristic frequencies, particularly the Fundamental Train Frequency (FTF) and its harmonics, specifically pointing to cage degradation. This pattern was reinforced by the non-dominance of Ball Pass Frequency Outer Race (BPFO) and Ball Pass Frequency Inner Race (BPFI) frequencies, which ruled out damage to the outer and inner races. Visual inspection confirmed this interpretation, revealing cracks and breaks in the bearing cage. These findings confirm that combining FFT and envelope analysis is effective not only for early detection of bearing defects but also for identifying the specific type of damage based on frequency and harmonic patterns.
Adaptive trading system for sustainable forex markets Joni Fat; Parwadi Moengin; Pudji Astuti; Sally Cahyati
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 24, No 4: August 2026
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/telkomnika.v24i4.27479

Abstract

This study presents a sustainable and ethically aligned algorithmic trading system for the Euro/United States Dollar (EURUSD) currency pair, integrating reinforcement learning (RL) with a Sugeno-type fuzzy inference mechanism. The framework emphasizes responsible AI principles by combining adaptability and interpretability to support transparent and explainable financial decision-making. Historical EURUSD M15 data from 2020 to 2023 were used for training, while 2024 data served for out-of sample testing. The system employs EMA50-based state classification, tabular state–action–reward–state–action or SARSA learning, and a fuzzy logic layer comprising 27 expert-defined rules. During backtesting, the agent executed 785 trades, achieving a net profit of USD 61.85, a profit factor of 1.04, and a balanced win–loss ratio. Risk-adjusted analysis showed moderate resilience (sharpe ratio = 0.53) and a maximum drawdown of 59.74%. The model demonstrated strong equity stability (ESI = 0.9672) and sensitivity to macroeconomic events identified through cumulative sum (CUSUM) analysis. While the system maintained capital preservation and interpretability, responsiveness under volatile conditions requires improvement. Future work will focus on adaptive exit logic, volatility-aware reward mechanisms, and regime-sensitive policy optimization. This study contributes to advancing sustainable, transparent, and risk-aware artificial intelligence (AI) frameworks in algorithmic trading.
Bottleneck Analysis and Improvement in Apparel Manufacturing Production Processes Using Integration Design of Experiments and Discrete Event Simulation Diki Muchtar; Parwadi Moengin; Dadang Surjasa; Sally Cahyati
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 8 No. 2 (2026): February-April
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v8i2.3288

Abstract

Bottlenecks in apparel manufacturing often cause unbalanced production flows, increased waiting times, and reduced system performance. This study aims to analyze and eliminate bottlenecks by integrating Design of Experiments (DOE) and Discrete Event Simulation (DES). Four workstations (X1–X4) were selected as experimental factors, while system performance was evaluated using bottleneck indicators across six production stages (Y1–Y6). DOE was used to design capacity scenarios, and DES assessed system performance under each configuration. Results show that partial capacity increases at selected workstations are insufficient to fully eliminate bottlenecks. Complete elimination was achieved only in specific scenarios (Experiments 13–16), where all bottleneck indicators reached zero. Among these, Experiment 13 was identified as the optimal solution, as it eliminated all bottlenecks with the minimum additional capacity. These findings indicate that targeted capacity enhancement at critical workstations is an effective and economical strategy. The integration of DOE and DES proves to be a reliable data-driven approach for identifying bottlenecks and selecting optimal capacity improvements. This study also provides a structured and replicable framework for bottleneck analysis in apparel manufacturing, contributing to the limited application of DOE–DES integration in this sector.
Inovasi Hijau: Daur Ulang Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Cair Organik di Lingkungan Pesantren Larasati Rizky Putri; Sentot Novianto; Supriyadi; Ika Wahyu Utami; Sally Cahyati; Sofia Debi Puspa; Harry Munandar; Kiyoshi Irisawa; Daniel
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 3 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i3.28578

Abstract

Pengelolaan minyak jelantah di lingkungan pesantren masih menjadi tantangan, karena sebagian besar limbah tersebut dibuang langsung ke saluran air dan berpotensi mencemari lingkungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri serta pengelola Pesantren Daarul ’Uluum Lido Bogor dalam mendaur ulang minyak jelantah menjadi sabun cair organik yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Metode pelaksanaan dengan pendekatan partisipatif, meliputi sosialisasi, demonstrasi, serta praktik langsung pembuatan sabun cair organik. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, serta penyebaran kuesioner kepuasan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai rata-rata post-test peserta, disertai partisipasi aktif dalam sesi praktik dan diskusi. Berdasarkan instrumen kuesioner evaluasi, 100% peserta sangat setuju bahwa kegiatan ini menambah pengetahuan tentang daur ulang minyak jelantah, 97% sangat setuju bahwa metode penyampaian menarik dan interaktif, serta 90% sangat setuju merasa termotivasi untuk menerapkan pengetahuan tersebut di lingkungan pesantren. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan peserta untuk mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai guna. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi dalam membangun budaya inovasi hijau dan dapat menjadi model pengembangan green pesantren yang mandiri dan berwawasan lingkungan.