Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : ZOO INDONESIA

Potensi dan Pemanfaatan Serangga Penyerbuk untuk Meningkatkan Produksi Kelapa Sawit di Perkebunan Kelapa Sawit Desa Api-Api, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timu Kahono, Sih; Lupiyanindyah, Pungki; Erniwati, Erniwati; Nugroho, Hari
ZOO INDONESIA Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunga kelapa sawit bersifat monoceus. Penyerbukannya dapat terjadi oleh bantuan serangga penyerbuk. Kumbang Elaeidobius kamerunicus adalah penyerbuk spesialis, yang bersama dengan jenis-jenis serangga lain melakukan penyerbukan kelapa sawit. Pengelolaan penyerbukan kelapa sawit di setiap perkebunan berbeda karena serangga penyerbuknya pun berbeda sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan masing-masing. Tidak ada publikasi tentang serangga penyerbuk lokal pada kelapa sawit di Indonesia selain oleh kumbang E. kamerunicus. Pada penelitian ini ditemukan serangga penyerbuk kelapa sawit lainnya, disamping E. kamerunicus, yaitu enam jenis lebah yang terdiri dari Apis florea, A. cerana, A. koschevnicovi, Trigona laeviceps, T. melina, dan T. itama yang mengunjungi bunga jantan anthesis dan betina receptive. Berdasarkan analisa ukuran dan perilaku kunjungan pada bunga betina disimpulkan bahwa hanya tiga jenis A. florea, Trigona laeviceps, dan T. melina yang mempunyai potensi tinggi sebagai penyerbuk bunga kelapa sawit pada bagian permukaan bunga. Sedangkan kumbang E. kamerunicus lebih berperan sebagai penyerbuk bagian dalam dari perbungaan. Populasi kumbang E. kamerunicus per hektar relatif rendah yang menyebabkan sebanyak 35,1% buah kelapa sawit yang tidak berkembang. Pemanfaatan kumbang E. kamerunicus untuk penyerbukan buatan telah dilakukan oleh petani kelapa sawit, namun dilakukan dengan cara yang menimbulkan banyak kematian pada kumbang muda.
KERAGAMAN SERANGGA PENGUNJUNG BUNGA PADA LIMA JENIS TANAMAN BUAH DI JAWA TIMUR Erniwati, Erniwati; Kahono, Sih
ZOO INDONESIA Vol 20, No 1 (2011): Juli 2011
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9474.238 KB)

Abstract

Abstrak
Keanekaragaman dan potensi musuh alami dari kumbang Elaeidobius kamerunicus Faust (Coleoptera: Curculionidae) di perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur Erniwati, Erniwati; Kahono, Sih
ZOO INDONESIA Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elaeidobius kamerunicus (kumbang sawit) adalah penyerbuk utama dari bunga kelapa sawit. Kondisi populasi kumbang sawit dalam suatu lingkungan perkebunan kelapa sawit sangat menentukan tingkat keberhasilan dari produksi buah. Faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi populasi kumbang sawit, selain dari faktor internal, juga dari varietas tanaman, pola cocok tanam, pemupukan, dan pengendalian hama terpadu serta kondisi lingkungan fisik dan biotik. Lingkungan fisik salah satunya adalah iklim, sedangkan lingkungan biotik adalah musuh alami yaitu predator dan parasitoid. Penelitian tentang peran lingkungan biotik terhadap populasi kumbang sawit dilakukan pada musim hujan dan musim kemarau di perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Ditemukan sebanyak 7 jenis predator yang terdiri dari: 2 jenis burung, 5 jenis serangga (semut Odontoponera denticulata (Formicidae), cecopet Chelisoches morio (Chelisochidae), kepik Velinus nigrigenu (Reduviidae), dan tawon Vespa affinis, V. bellicosa (Vespidae)). Sebanyak 10 jenis tawon parasitoid juga ditemukan (Evaniidae 1 jenis, Braconidae 2, Scelionidae 2, Eulophidae 2, Chalcididae 1, Mymaridae 1, dan Ormyridae 1). Namun, potensi sebagai musuh alami penyerbuk kelapa sawit masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Dipertelakan ekologi perilaku dari setiap jenis musuh alam dari kumbang sawit sehingga diketahui tingkat potensinya sebagai pengontrol populasi kumbang sawit.
DAUR HID UP KUMBANG "LADYBIRD" Epilachna Vigintioctopunctata (Fabricius) (COLEOPTERA, COCCINELLIDAE, EPILACHNINAE) PADA TANAMAN LEUNCAK (Solanum nigrum Linn.) (SOLANACEAE) Kahono, Sih
ZOO INDONESIA No 21 (1993): Zoo Indonesia No 21
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak
KEANEKARAGAMAN KUMBANG LEMBING HERBIVORA (COLEOPTERA: COCCINELIDAE: EPILACHANAE) DAN TUMBUHAN INAGNNYA TAMAN NASIONAL UJUNG KULON DAN SEKITARNYA, PANDEGLANG, BANTEN Kahono, Sih
ZOO INDONESIA Vol 19, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian
Response of Dung Beetle Communities (Coleoptera: Scarabaeidae) Across Gradient of Disturbance in the Tropical Lowland Forest of Buton, Sulawesi Moy, Mariana Silvana; Mardiastuti, Ani; Kahono, Sih
ZOO INDONESIA Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.806 KB)

Abstract

Little is known about how antropogenic disturbance triggered the biodiversity loss of functionally important insect groups in an island, including dung beetle (Coleoptera: Scarabaeidae). This study focused on the responses of dung beetle across gradient of disturbance in a secondary tropical lowland rainforest (Lambusango forest, Sulawesi, Indonesia). From June to August 2013, dung beetles were collected in the forest with low, intermediate, and high level of disturbances. Each disturbance level had three transects which were separated at least 500 m each other (n=9). Ten pitfall traps per transect baited with cattle dung were set, along 100 m transect for 48 hours. A total of 1.710 dung beetles, representing 29 species, were collected. Total 79% trapped specimens and 55% of species richness was found in the intermediate dis-turbance, which it was significantly differed compare to two other disturbances. Shannon-Wienner index was signifi-cantly higher in low disturbance than in intermediate and high disturbance, while dominance speciesindex mostly occured in intermediate disturbance. A two-dimensional scalling plot based on Bray-Curtis index indicated the different species composition of the beetles between disturbance levels. We concluded that dung beetle assemblages of secondary lowland rainforests appeared a robust respond to the disturbance levels.
KEANEKARAGAMAN KUMBANG LEMBING HERBIVORA (COLEOPTERA: COCCINELIDAE: EPILACHANAE) DAN TUMBUHAN INAGNNYA TAMAN NASIONAL UJUNG KULON DAN SEKITARNYA, PANDEGLANG, BANTEN Sih Kahono
ZOO INDONESIA Vol 19, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v19i2.2385

Abstract

Penelitian
DAUR HID UP KUMBANG "LADYBIRD" Epilachna Vigintioctopunctata (Fabricius) (COLEOPTERA, COCCINELLIDAE, EPILACHNINAE) PADA TANAMAN LEUNCAK (Solanum nigrum Linn.) (SOLANACEAE) Sih Kahono
ZOO INDONESIA No 21 (1993): Zoo Indonesia No 21
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v0i21.2414

Abstract

Abstrak
KERAGAMAN SERANGGA PENGUNJUNG BUNGA PADA LIMA JENIS TANAMAN BUAH DI JAWA TIMUR Erniwati Erniwati; Sih Kahono
ZOO INDONESIA Vol 20, No 1 (2011): Juli 2011
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v20i1.2464

Abstract

Abstrak
Potensi dan Pemanfaatan Serangga Penyerbuk untuk Meningkatkan Produksi Kelapa Sawit di Perkebunan Kelapa Sawit Desa Api-Api, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timu Sih Kahono; Pungki Lupiyanindyah; Erniwati Erniwati; Hari Nugroho
ZOO INDONESIA Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v21i2.346

Abstract

Bunga kelapa sawit bersifat monoceus. Penyerbukannya dapat terjadi oleh bantuan serangga penyerbuk. Kumbang Elaeidobius kamerunicus adalah penyerbuk spesialis, yang bersama dengan jenis-jenis serangga lain melakukan penyerbukan kelapa sawit. Pengelolaan penyerbukan kelapa sawit di setiap perkebunan berbeda karena serangga penyerbuknya pun berbeda sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan masing-masing. Tidak ada publikasi tentang serangga penyerbuk lokal pada kelapa sawit di Indonesia selain oleh kumbang E. kamerunicus. Pada penelitian ini ditemukan serangga penyerbuk kelapa sawit lainnya, disamping E. kamerunicus, yaitu enam jenis lebah yang terdiri dari Apis florea, A. cerana, A. koschevnicovi, Trigona laeviceps, T. melina, dan T. itama yang mengunjungi bunga jantan anthesis dan betina receptive. Berdasarkan analisa ukuran dan perilaku kunjungan pada bunga betina disimpulkan bahwa hanya tiga jenis A. florea, Trigona laeviceps, dan T. melina yang mempunyai potensi tinggi sebagai penyerbuk bunga kelapa sawit pada bagian permukaan bunga. Sedangkan kumbang E. kamerunicus lebih berperan sebagai penyerbuk bagian dalam dari perbungaan. Populasi kumbang E. kamerunicus per hektar relatif rendah yang menyebabkan sebanyak 35,1% buah kelapa sawit yang tidak berkembang. Pemanfaatan kumbang E. kamerunicus untuk penyerbukan buatan telah dilakukan oleh petani kelapa sawit, namun dilakukan dengan cara yang menimbulkan banyak kematian pada kumbang muda.