Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Tantangan ASEAN dalam Melakukan Penanganan Pengungsi Rohingya Budi Hermawan Bangun
PADJADJARAN Jurnal Ilmu Hukum (Journal of Law) Vol 4, No 3 (2017): PADJADJARAN Jurnal Ilmu Hukum (Journal of Law)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.283 KB)

Abstract

Penelitian ini berfokus mengenai peran ASEAN sebagai organisasi regional dalam melakukan penanganan pengungsi Rohingya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASEAN memiliki hambatan dalam melaksanakan perannya dalam melakukan penanganan pengungsi, etnis Rohingya yang berasal dari prinsip non-intervensi. ASEAN juga perlu membangun mekanisme penanganan pengungsi yang didasarkan pada kesepakatan dan kerja sama serta memperhatikan ketentuan-ketentuan dalam hukum internasional yang berkaitan dengan mekanisme penanganan pengungsi itu sendiri.ASEAN Challenges on Managing the Handling of Rohingnya RefugeesAbstractThis research focuses on the role of ASEAN, as a regional organization, in handling Rohingya refugees. The research results show that ASEAN has barriers in carrying out its role in handling Rohingyas refugees which is derived from the principle of non-intervention. ASEAN also needs to establish a refugee handling mechanism based on agreement and cooperation and taking into account the provisions of international law relating to the refugee handling mechanism itself.DOI: https://doi.org/10.22304/pjih.v4n3.a8
Perbandingan Sistem dan Mekanisme HAM Negara-Negara Anggota Asean: Tinjauan Konstitusi dan Kelembagaan Budi Hermawan Bangun
Jurnal HAM Vol 10, No 1 (2019): Edisi Juli
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.867 KB) | DOI: 10.30641/ham.2019.10.99-113

Abstract

Perkembangan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dalam pemajuan dan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai perwujudan dari komunitas ASEAN pada sisi lain berhadapan dengan prinsip kedaulatan negara yang dipegang teguh oleh negara anggota ASEAN serta adanya perbedaan sistem politik dan pemerintahan yang mencolok dari negara-negara anggota. Tulisan ini berfokus pada pengaruh dari sistem dan mekanisme HAM nasional negara-negara anggota ASEAN terutama yang ditunjukkan melalui perlindungan HAM dalam konstitusi dan kelembagaan yang berkaitan dengan HAM. Melalui pembahasan dan analisis didapatkan hasil bahwa sistem dan mekanisme HAM nasional negara-negara anggota ASEAN yang ditunjukkan melalui perlindungan HAM dalam konstitusinya maupun melalui pembentukan lembaga-lembaga yang berkaitan dengan HAM sesungguhnya cukup beragam, namun dapat menjadi modalitas yang memadai bagi sistem dan mekanisme HAM ASEAN sebagai organisasi regional.
ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights and Effectiveness of Fulfilling Human Rights Obligations of ASEAN Members States Budi Hermawan Bangun
Jambe Law Journal Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Law, Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.154 KB) | DOI: 10.22437/jlj.1.2.231-249

Abstract

The inauguration of the ASEAN Declaration of Human Rights was inseparable from criticism from several parties, especially human rights organizations both within and outside ASEAN member states. This paper focuses on the function and mandate of the AICHR (ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights) and its influence on the effectiveness of the fulfillment of human rights obligations ASEAN member states. The results showed that within its mandate AICHR there is no balance between the functions of promotion and protection function because of the ambiguity of vision for an ASEAN Human Rights set the standard, which is between universal standards and particularist that maintains the principle of "Asian values" and "non-interference". These different points of view led to the implementation of human rights obligations fulfillment by member states of ASEAN to be very varied
Ecofeminism and Enviromental Protection: A Legal Perspective Budi Hermawan Bangun
Jambe Law Journal Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Law, Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jlj.3.1.1-18

Abstract

Women are very important figures to ensure sustainable development. This paper discusses the role of women in environmental protection from the perspective of eco-feminism and law. This research is a non-doctrinal legal research with a socio-legal approach. The data used are secondary data obtained through literature studies, then the data that has been obtained is analyzed qualitatively. It is learnt from the discussion that eco-feminism as a thought that criticizes the dominance of patriarchy over control of environmental management and has succeeded in encouraging environmental protection movements carried out by women in various countries. Women are key actors in using, managing and protecting natural resources. Environmental preservation is closely related to the role of women. From a legal perspective, eco-feminism is an effort by the people to seek justice as the main goal of law and ensure the principle of equality before the law inmonitoring, protecting and enjoying the benefits of environmental sustainability.
MENUJU MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015: ASPEK REGIONAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP HUKUM NASIONAL INDONESIA Budi Hermawan Bangun
Supremasi Hukum: Jurnal Penelitian Hukum Vol 24 No 2 (2015)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.42 KB) | DOI: 10.33369/jsh.24.2.111-123

Abstract

ABSTRACT The enactment of the ASEAN Economic Community by 2015 as one pillars of the ASEAN Community, carrying implications for it member states. As one of ASEAN member, Indonesia should do legal reform-oriented guarantee and legal certainty to carry out the substance of the ASEAN agreements in the field of economics. Keywords: ASEAN Economic Community, regional cooperation, national law. ABSTRAK Berlakunya  Masyarakat Ekonomi ASEAN pada tahun 2015 sebagai salah satu pilar Komunitas ASEAN, membawa implikasi bagi negara-negara anggotanya. Sebagai salah satu anggota ASEAN, Indonesia harus melakukan pembaharuan hukum yang berorientasi pada jaminan dan kepastian hukum untuk melaksanakansubstansi dari perjanjian-perjanjian ASEAN di bidang ekonomi. Kata kunci: Masyarakat Ekonomi ASEAN, kerjasama regional, hukum nasional
KONSTRUKSI MEKANISME ASEAN DALAM PENANGANAN PENGUNGSI ROHINGYA Budi Hermawan Bangun
Arena Hukum Vol. 12 No. 2 (2019)
Publisher : Arena Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.arenahukum.2019.01202.2

Abstract

AbstractThis research focuses on the role of ASEAN, as a regional organization, in handling rohingya refugees. The results show that ASEAN has barriers in carrying out its role in handling refugees, particularly the Rohingyas, which derive from the principle of non-internevention. ASEAN also needs to establish a mechanism for handling refugee based on agreement between member countries and cooperation with other international organization, and taking into account the provisions of international law relating to the mechanism of handling refugees themselves. AbstrakPenelitian ini berfokus mengenai peran ASEAN, sebagai organisasi regional, dalam melakukan penanganan pengungsi rohingya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASEAN memiliki hambatan dalam melaksanakan perannya dalam melakukan penanganan pengungsi, khususnya etnis Rohingya, yang berasal dari prinsip non-intervensi. ASEAN juga perlu membangun mekanisme penanganan pengungsi yang didasarkan pada kesepakatan antar negara anggota dan kerjasama dengan organisasi internasional lainnya, serta memperhatikan ketentuan-ketentuan dalam hukum internasional yang berkaitan dengan mekanisme penanganan pengungsi itu sendiri.
ASEAN’s Role in Protecting Migrant Workers’ Rights During the Covid-19 Pandemic Budi Hermawan Bangun
Pandecta Research Law Journal Vol 17, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pandecta.v17i1.33550

Abstract

This paper focuses on ASEAN’s efforts as a regional organization to protect the rights of migrant workers in the Covid-19 pandemic situation. The protection of the rights of migrant workers is part of the protection of human rights regulated in various international legal instruments as well as within the ASEAN framework, especially in the ASEAN Consensus on the Promotion and Protection of the Rights of Migrant Workers (ACPPRMW). Although responding quickly to the impact of the Covid-19 pandemic on the economic and health sectors, ASEAN’s response and efforts in protecting the rights of migrant workers during the Covid-19 pandemic were late and ineffective. This is also an illustration of the ineffective implementation of the system and mechanism for the protection of migrant workers in ASEAN as well as the implementation of other ASEAN human rights legal instruments, due to the main principle that is firmly held by ASEAN, namely the non-interference principle.
Pengaruh dari Kedaulatan Negara Terhadap Pelaksanaan Mekanisme Kerjasama ASEAN dalam Pemberantasan Terorisme Budi Hermawan Bangun
Pandecta Research Law Journal Vol 14, No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pandecta.v14i1.17777

Abstract

This paper focuses on the sovereignty of the state and its influence on the implementation of ASEAN cooperation mechanisms in combating terrorism.State sovereignty tends to obstruct the counter-terrorism effort. The difficulty of gaining consensus has temporarily encouraged member countries to enable bilateral or trilateral framework options, which are less productive of regional insight development efforts. The consensus mechanism causes in any degree the handling of terrorism issues in ASEAN will only be possible if the parties agree. This is what then makes the implementation of the agreement in ASEAN to be slow and even not run.
Penguatan Pemahaman Hak – Hak Konstitusional Perempuan Pada Desa Konstitusi Mekarsari Kabupaten Kubu Raya Fatma Muthia Kinanti; Budi Hermawan Bangun; Erwin Erwin; Evi Purwanti; Sri Agustriani Elida
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i3.1607

Abstract

Pemerintahan yang berlandaskan pada negara hukum mengamanatkan perlindungan hak dasar manusia dan HAM sebagai hak kodrati yang universal. HAM diatur dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 (UUD 1945), memberikan jaminan legal yang kuat terhadap hak-hak individu dan berfungsi sebagai pembatasan terhadap kekuasaan negara. Meskipun begitu, Indonesia masih menghadapi ketidaksetaraan gender dan kekerasan berbasis gender yang tercermin dalam Indeks Pembangunan Gender (IPG) yang tinggi. Desa Mekarsari Kabupaten Kubu Raya, sebagai Desa Konstitusi, menjadi tempat implementasi program penguatan pemahaman hak konstitusional perempuan. Hak konstitusional perempuan diatur dalam pasal 28 A hingga pasal 28 J UUD 1945, dan harus dijalankan tanpa diskriminasi. Meski demikian, implementasi hak ini di lapangan menghadapi tantangan, dan solusi melibatkan peningkatan kesadaran publik dan pemahaman terhadap hak-hak perempuan. Program ini menggunakan metode penyuluhan dengan menyusun booklet berkolaborasi dengan LSM Rumah Perempuan dan Anak Provinsi Kalimantan Barat (RPA Kalbar). Sasaran program adalah masyarakat Desa Mekarsari, dengan tujuan menyebarkan pemahaman tentang hak konstitusional perempuan dan pencegahan pelanggarannya. Di tengah ketimpangan gender yang masih terjadi, program ini memberikan kontribusi dalam upaya pemenuhan dan perlindungan hak konstitusional perempuan.
DISEMINASI HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA SEBAGAI BAGIAN DARI HAK ASASI MANUSIA DI DESA MEKAR SARI KABUPATEN KUBU RAYA Erwin, Erwin; Bangun, Budi Hermawan; Kinanti, Fatma Muthia; Itasari, Endah Rantau; Thomas, Silvester; Arsensius, Arsensius
Teaching and Learning Journal of Mandalika (Teacher) e- ISSN 2721-9666 Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan deklarasi hukum yang mencakup segala kebutuhan manusia untuk hidup secara utuh. Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) tetap menjadi dasar bagi banyak instrumen hak asasi manusia internasional. Upaya untuk memperluas pemahaman tentang hak asasi manusia perlu dilakukan secara terus-menerus di setiap wilayah geografis dan pada berbagai tingkatan masyarakat. Secara khusus, hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya harus diperhatikan sebagai bagian dari hak asasi manusia termasuk di Desa Mekar Sari Kabupaten Kubu Raya. Hasil diseminasi dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan, hak asasi manusia (HAM) adalah pernyataan hukum yang komprehensif dan menyeluruh. Semua hak asasi, baik sipil, budaya, ekonomi, sosial, maupun politik, diakui sebagai hak universal. Pandangan hidup dan kepribadian bangsa Indonesia, yang merupakan kristalisasi nilai-nilai luhur bangsa, menempatkan manusia pada kedudukan tinggi sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, dengan kesadaran akan kodratnya sebagai individu dan makhluk sosial, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan dan Batang Tubuh Undang-Undang Dasar 1945. Upaya memperluas pemahaman tentang hak asasi manusia harus terus dilakukan di setiap wilayah geografis dan pada berbagai tingkatan masyarakat, khususnya mengenai hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya sebagai bagian dari hak asasi manusia.