Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Gastropoda Mangrove Terebralia palustris (Linnaeus 1767) di Pantai Payum Kabupaten Merauke Papua Dandi Saleky; Rika Anggraini; Sendy L. Merly; Arina Ruzanna; Muhammad Fauzan Isma; Jemmy Manan; Agus Putra Abdul Samad; Riri Ezraneti; Syahrial Syahrial
Buletin Oseanografi Marina Vol 12, No 1 (2023): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v12i1.46376

Abstract

Gastropoda banyak ditemukan di ekosistem mangrove dan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan maupun kerapatan hutan mangrove. Salah satu gastropoda yang ditemukan adalah Terebralia palustris yang sering dijadikan sebagai bioindikator kesehatan mangrove. Kajian T. palustris (Linnaeus 1767) dilakukan pada bulan September 2020 di hutan mangrove Pantai Payum Merauke Papua dengan 3 stasiun pengamatan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan, hubungan panjang berat tubuh, kualitas dan penciri lingkungannya serta faktor penentu distribusi dan kepadatan T. palustris di Pantai Payum. T. palustris maupun mangrove dikumpulkan dengan membuat transek garis sepanjang 50 m tegak lurus garis pantai dan dibuat petak-petak contoh berukuran 10 x 10 m untuk mangrove serta 1 x 1 m (di dalam plot 10 x 10 m) untuk T. palustris. Hasil kajian memperlihatkan bahwa kepadatan T. palustris bervariasi di setiap stasiun pengamatan dengan kepadatan tertinggi berada pada Stasiun 2 (54,20 ind/m2) dan terendahnya pada Stasiun 3 (19,67 ind/m2). Pola pertumbuhan T. palustris bersifat allometrik negatif. Untuk kualitas lingkungan secara keseluruhan, hasil penghitungan memperlihatkan bahwa kerapatan mangrovenya tergolong tinggi (> 1000 ind/ha) dengan parameter kualitas perairan untuk suhunya berkisar antara 28,33 – 31,67°C, DO 5,60 – 7,67 mg/L, pH 6,83 – 7,53 dan salinitas 29,33 – 30,00‰. Analisis PCA memperlihatkan bahwa penyebaran stasiun pengamatan dan karakteristik lingkungan membentuk 2 kelompok dengan kelompok pertama Stasiun 3 dipengaruhi oleh salinitas, suhu, DO dan kerapatan mangrove yang tinggi, sedangkan kelompok kedua Stasiun 1 dan 2 dipengaruhi oleh pH yang tinggi serta diameter batang mangrove yang besar. Berdasarkan hasil analisis PCA, faktor penentu distribusi dan kepadatan T. palustris adalah suhu, DO dan kerapatan mangrove.   Many mangrove habitats contain gastropods, which are greatly influenced by environmental conditions and the density of mangrove trees. One of the gastropods discovered was Terebralia palustris, which is frequently employed as a bioindicator of mangrove health. A research of T. palustris (Linnaeus, 1767) was done in September 2020 at three observation sites in the mangrove forest of Payum Beach, Merauke Papua. This study aims to evaluate the density, the relationship between body length and weight, the quality and characteristics of the environment, and the distribution and density determinants of T. palustris in Payum Beach. T. palustris and mangroves were gathered by constructing a 50 m perpendicular to the seashore line transect and creating 10 x 10 m plots for mangroves and 1 x 1 m plots (within a 10 x 10 m plot) for T. palustris. The study revealed that the density of T. palustris fluctuated at each observation station, with the highest density occurring at Station 2 (54.20 ind/m2) and the lowest density occurring at Station 3 (19.67 ind/m2). The T. palustris growth pattern is negative allometric. The calculation findings indicate that the mangrove density is high (> 1000 ind/ha) and that the water quality parameters range from 28.33 to 31.67°C, DO 5.60 to 7.67 mg/L, pH 6.83 to 7.53, and salinity 29.33 to 30.00‰. PCA analysis revealed that the distribution of observation stations and environmental parameters formed two groups, with Station 3 influenced by salinity, temperature, DO, and a high mangrove density, and Stations 1 and 2 influenced by a high pH and a big mangrove trunk diameter. According to the results of PCA analysis, the distribution and density of T. palustris are determined by temperature, DO, and mangrove density.
Manajemen Emosi Pada Remaja Dalam Mencegah Perilaku Bullying Di Pondok Pesantren Al-Muslimun Lhoksukon Ella Suzanna; Nursan Junita; Syahrial Syahrial
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Gotong Royong (JP3KM) Juni 2023
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v2i2.27

Abstract

Terlepas dari fungsi pondok pesantren sebagai tempat untuk menimba ilmu, terkadang di pondok juga terdapat sebuah fenomena penindasan. Seperti halnya menjadikan salah satu santri sebagai bahan lelucon di depan teman-temannya. Juga terkadang menjadikannya sebagai pesuruh, bahkan dijadikan sasaran emosi. Sehingga membuat santri yang menjadi korban itu merasa takut dan tertekan. Perlakuan santri yang dapat membuat santri lain merasa tertekan baik psikis maupun fisik. Perlakuan ini biasa disebut dengan istilah bullying. Mengingat bahwa masa remaja merupakan masa yang paling banyak dipengaruhi oleh lingkungan dan teman-teman sebaya, serta dalam rangka menghindari hal-hal negatif yang dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain, remaja hendaknya memahami dan memiliki apa yang disebut manajemen emosi. Manajemen emosi ini terlihat dalam hal-hal seperti bagaimana remaja mampu mengendalikan emosinya setelah menjadi korban kekerasan di sekolah, apakah dapat mengelola menjadi emosi yang positif atau malah menjadi emosi negatif. Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk melaksanakan kegiatan psikoedukasi yang tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan mengelola emosi pada remaja yang tinggal di pondok pesantren Al-Muslimun agar dapat mencegah perilaku-perilaku bullying yang sering terjadi di kalangan remaja.
Analisis Multivariat pada Struktur Komunitas Mangrove di Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Syahrial Syahrial; Muhammad Hatta; Chandrika Eka Larasati; Arina Ruzanna; Al Muzafri; La Ode Abdul Fajar Hasidu; Windi Syahrian; Zan Zibar
Jurnal Kelautan Tropis Vol 26, No 2 (2023): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v26i2.15622

Abstract

Increasing human activity in all aspects of life has contributed to the decline of mangrove forests, a multivariate analysis study on the structure of the mangrove community was conducted in July 2018 in North Rupat District, Bengkalis Regency, Riau Province with the objective of estimating or assessing the condition of the mangrove community structure. Data on the condition of mangrove vegetation was collected in six observations using line transects and plots measuring 10 x 10 m. Mangrove diversity was analyzed using the Shannon-Weaver and Simpson indexes, and variations in mangrove community the structure was analyzed using clusters, non-metric MDS, ANOSIM, and SIMPER. The study discovered 12 mangrove species in North Rupat District, Bengkalis Regency, Riau Province, which was classified into 6 families based on diversity analysis (H') Shannon Weaver indexes ranging from 01.34 to 01.72 and Simpson indexes ranging from 02.43 to 02.81. Furthermore, the results of the mangrove diversity analysis using multivariate clusters and non-metric MDS were divided into four groups, and while the cluster analysis based on the value of the mangrove density had a similarity of 60%, the variation in the significance of mangrove density was significantly different (R = 0.689, p = 0.000), and the mangrove species that compose varies between stations. Moreover, the trunk diameter of mangrove vegetation in North Rupat District, Bengkalis Regency, Riau Province is dominated by mangrove stands with a trunk diameter of 01.00 - 20.00 cm, with the mangrove vegetation that grows and develops at Stations 2 and 6 being relatively younger than the other stations. Stations 3 and 4 are considered more mature in terms of growth and development.  Peningkatan aktivitas manusia di segala setor kehidupan telah mendorong penurunan hutan mangrove, sehingga kajian analisis multivariat pada struktur komunitas mangrove di Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau telah dilakukan pada bulan Juli 2018 dengan tujuan untuk mengestimasi atau menilai kondisi struktur komunitas mangrovenya. Data kondisi vegetasi mangrove dikumpulkan pada enam stasiun pengamatan dengan membuat transek garis dan plot yang berukuran 10 x 10 m, kemudian keanekaragaman mangrovenya dianalisis menggunakan indeks Shannon-Weaver dan Simpson, sedangkan variasi struktur komunitas mangrovenya dianalisis berdasarkan cluster, non-metric MDS, ANOSIM dan SIMPER. Hasil kajian menemukan 12 spesies mangrove di Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau yang tergolong ke dalam 6 famili dengan analisis keanekaragaman (H’) indeks Shannon Weaver berkisar antara 01.34 – 01.72 dan indeks Simpson berkisar antara 02.43–02.81, kemudian hasil analisis keanekaragaman mangrovenya dengan multivariat cluster dan non-metric MDS terbagi atas empat kelompok, sedangkan analisis cluster berdasarkan nilai kerapatan mangrovenya memiliki kemiripan ± 60%, variasi signifikansi kerapatan mangrovenya berbeda nyata (R = 0.689, p = 0.000) serta spesies mangrove penyusun antar stasiun pengamatannya bervariasi. Selain itu, diameter batang vegetasi mangrove di Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau didominasi oleh tegakan mangrove berdiameter batang 01.00 – 20.00 cm, dimana vegetasi mangrove yang tumbuh dan berkembang di Stasiun 2 maupun 6 tergolong lebih muda dibandingkan stasiun yang lainnya, sedangkan vegetasi mangrove yang tumbuh dan berkembang di Stasiun 3 maupun 4 tergolong lebih matang.
Populasi Mangrove Rhizophora stylosa Griff. di Desa Kuala Langsa Kota Langsa: Distribusi Geografi, Struktur Demografi, Morfometrik Organ dan Karakteristik Penciri Morfometriknya Nur Safira; Erniati Erniati; Syahrial Syahrial; Fitra Wira Hadinata; Rika Anggraini; Nur Ikhsan; Risnita Tri Utami; Hendrik V. Ayhuan; Riri Ezraneti
Buletin Oseanografi Marina Vol 12, No 3 (2023): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v12i3.52267

Abstract

Kajian terhadap populasi mangrove Rhizophora stylosa di Desa Kuala Langsa Kota Langsa dilakukan pada bulan November 2021 dengan tujuan untuk mengetahui distribusi geografi, struktur demografi, morfometrik organ dan karakteristik penciri morfometriknya. Data dikumpulkan dengan menarik transek kuadran berukuran 10 x 10 m yang tegak lurus garis pantai, dimana penentuan stasiun pengamatannnya berdasarkan purposive sampling. Organ daun, buah dan bunga diambil pada 5 tegakan pohon di masing-masing plot, kemudian diukur morfometriknya. Untuk struktur demografi, pengelompokkan umurnya dianalisis menurut metode Bhattacharya dan untuk penciri morfometriknya dianalisis berdasarkan statistik Principal Component Analysis (PCA). Hasil kajian memperlihatkan bahwa distribusi geografinya tergolong berlimpah (frekuensi relatif di atas 80%) dan pengelompokkan umurnya hanya terdiri dari satu kelompak dengan kisaran nilai tengah diameter batangnya antara 2,30–12,44 cm. Morfometrik diameter buah yang dominan ditemukan adalah 1,05–1,11 cm, panjang buah 26,46–27,77 cm, lebar kelopak bunga 0,38–0,41 cm, panjang kelopak bunga 0,98–1,04 cm, lebar daun 5,50–5,77 cm, panjang daun 11,60–12,11 cm dan diameter batang 5,41–7,00 cm. Selain itu, panjang buah, panjang kelopak bunga dan diameter batang merupakan morfometrik pencirinya dengan keragaman data 82,73%. In November 2021, a study was conducted on the Rhizophora stylosa mangrove population in Kuala Langsa Village, Langsa City, with the objective of determining the population's geographical distribution, demographic structure, morphometric organs, and morphometric characteristics. The data were collected by pulling a 10 x 10 m quadrant transect parallel to the shoreline, with the observation station determined through purposive sampling. Leaf, fruit, and flower organs were collected from five tree stands in each plot and then measured morphometrically. Battachraya method was used for the demograpic structure and Principal Component Analysis (PCA) was used to determine the morphological characteristics. The study's findings revealed a widespread geographic distribution (relative frequency greater than 80%) and a single age grouping with median stem diameters ranging from 2.30-12.44 cm. The dominant fruit diameter morphometrics were 1.05–1.11 cm, fruit length 26.46–27.77 cm, petal width 0.38–0.41 cm, petal length 0.98–1.04 cm, leaf width 5.50–5.77 cm, leaf length 11.60–12.11 cm, and diameter stem 5.41–7.00 cm. Furthermore, fruit length, flower petal length, and stem diameter are all morphometric characteristics with an 82.73% data diversity.  
Kepiting Genera Scylla di Pesisir Kota Langsa: Distribusi, Dimensi Tangkapan Alami dan Analisis Bioekonominya Muhammad Jamil; Andika Putriningtias; Silvia Anzhita; Helmy Akbar; Syahrial Syahrial; Hanisah Hanisah; Teuku Muhammad Faisal; Sorbakti Sinaga
Jurnal Kelautan Tropis Vol 26, No 2 (2023): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v26i2.17780

Abstract

A study of the Scylla genera of crabs was conducted in May in five villages in Langsa City to know their distribution, dimensions of natural catch, and bioeconomic analysis. The method used was the accidental sampling of 30 respondents. Then the information was collected on the demographics and characteristics of the respondents as well as the distribution and dimensions of the Scylla genera crab catch. Respondents indicated that the Scylla genera crabs were distributed in 12 villages, namely Cinta Raja Village, Sungai Lueng, Alue Pineung Timue, Kapa, Lhok Banie, Simpang Lhee, Seuriget, Matang Seulimeng, Sungai Pauh, Kuala Langsa, Sungai Pauh Pusaka, Sungai Pauh Firdaus, and Sungai Pauh Tanjong. The highest catch composition was 4 kg/trip (40%) and the sizes of crabs were all sizes (100%). Furthermore, the dominant duration of the profession of crab catcher is 4 – 6 years (37%) with the predominant age of a crab catcher being 30 – 44 years (53%). The results of the bioeconomic analysis show that the Scylla crab fisheries in Langsa City are still profitable because any increase in catch costs does not reduce total income at all.   Kajian kepiting genera Scylla dilakukan pada bulan Mei di 5 desa Kota Langsa dengan tujuan untuk mengetahui distribusi, dimensi tangkapan alami dan analisis bioekonominya. Metode yang digunakan adalah accidental sampling pada 30 responden, kemudian informasi yang dikumpulkan mengenai demografi dan karakteristik responden serta distribusi dan dimensi penangkapan kepiting genera Scylla. Responden menunjukkan bahwa kepiting genera Scylla terdistribusi di 12 desa yaitu Desa Cinta Raja, Sungai Lueng, Alue Pineung Timue, Kapa, Lhok Banie, Simpang Lhee, Seuriget, Matang Seulimeng, Sungai Pauh, Kuala Langsa, Sungai Pauh Pusaka, Sungai Pauh Firdaus dan Sungai Pauh Tanjong dengan komposisi tangkapan tertingginya adalah 4 kg/trip (40%) dan ukuran kepiting genera Scylla yang diambil adalah semua ukuran (100%). Selanjutnya lamanya profesi sebagai penangkap kepiting yang telah dijalani dominannya adalah 4 – 6 tahun (37%) dengan usia penangkap kepiting dominannya adalah 30 – 44 tahun (53%). Sementara hasil analisis bioekonomi memperlihatkan bahwa kondisi perikanan tangkap kepiting genera Scylla di Kota Langsa masih menguntungkan karena setiap kenaikan biaya tangkapan sama sekali tidak menurunkan total pendapatan.
Keberadaan Gastropoda Mangrove Pasca 18 Tahun Tsunami dan 16 Tahun Rehabilitasi Pantai di Kota Banda Aceh Syahrial Syahrial; C.M.N. ‘Akla; Riri Ezraneti; Repki Prasetyo; Shela Annisa Batubara; Jasmine Wiyanda Fadillah; Reslina Tumangger; Helda Diah Ananda; Muhammad Afif Tri Putra
Jurnal Kelautan Tropis Vol 26, No 3 (2023): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v26i3.15987

Abstract

The purposes of the reasearch that was conducted on July 2022 are to determine the biodiversity, composition, density, community index, correlation and contribution of gastropods on 18 year post tsunami and 16 year coastal rehabilitation in research observation of Banda Aceh. The method used is purposive sampling with 4 observation stations. Gastropods were collected using a quadratic transect perpendicular to the shoreline. PCA analysis was carried out to determine the level of contribution of gastropod species based on observation stations, while SIMPER and CA analyzes were carried out to compare and classify gastropod communities. A total of 8 families, 8 genera, 10 species and 6945 ind gastropods were found with densities ranging from 37.55 – 136.60 ind/m2. The highest diversity index was found at Station II (0.63), the highest uniformity index was found at Station III (0.86) and the highest dominance index was found at Station I (0.99). Gastropods Nerita planospira, Cassidula aurisfelis, C. nucleus, Sphaerassiminea miniata and Oncidium sp. closely related to Rhizophora mucronata and Avicennia alba growing on muddy substrates, while Morula iostoma, Cerithidea cingulata, Littoraria melanostoma, Nassarius olivaceus and L. scabra were closely related to R. mucronata growing on sandy mud substrates. Furthermore, C. cingulata species contributed at Stations I and IV, while C. aurisfelis species contributed at Stations II and III.  Kajian dilakukan pada bulan Juli 2022 yang bertujuan untuk mengetahui biodiversitas, komposisi, kepadatan, indeks komunitas serta keterkaitan dan kontribusi gastropoda terhadap stasiun pengamatan pasca 18 tahun tsunami dan 16 tahun rehabilitasi pantai di Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dengan 4 stasiun pengamatan. Gastropoda dikumpulkan menggunakan transek kuadrat yang tegak lurus garis pantai. Analisis PCA dilakukan untuk mengetahui tingkat kontribusi spesies gastropoda berdasarkan stasiun pengamatan, sedangkan analisis SIMPER dan CA dilakukan untuk membandingkan serta mengklasifikasikan komunitas gastropodanya. Sebanyak 8 famili, 8 genus, 10 spesies dan 6945 ind gastropoda ditemukan dengan komposisi gastropoda antar stasiun pengamatannya berbeda nyata (p = 0.000) serta kepadatan gastropodanya berkisar antara 37.55 – 136.60 ind/m2. Indeks keanekaragaman tertinggi ditemukan pada Stasiun II (0.63), indeks keseragaman tertinggi ditemukan pada Stasiun III (0.86) dan indeks dominasi tertinggi ditemukan pada Stasiun I (0.99). Gastropoda Nerita planospira, Cassidula aurisfelis, C. nucleus, Sphaerassiminea miniata dan Oncidium sp. berkaitan erat dengan Stasiun II dan III (substratnya berlumpur), sedangkan Morula iostoma, Cerithidea cingulata, Littoraria melanostoma, Nassarius olivaceus dan L. scabra berkaitan erat dengan Stasiun I dan IV (substratnya lumpur berpasir). Selanjutnya, spesies C. cingulata memiliki kontribusi di Stasiun I maupun IV, sedangkan spesies C. aurisfelis memiliki kontribusi di Stasiun II maupun III.
Peningkatan Kualitas Sitasi Karya Ilmiah Mahasiswa Kelautan, Perikanan dan Pertanian UNIMAL Menggunakan Program Mendeley Nasruddin Nasruddin; Usnawiyah Usnawiyah; Dewi Kumala Sari; Hafni Zahara; Syahrial Syahrial
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan peningkatan kualitas sitasi bagi mahasiswa kelautan, perikanan dan pertanian Unimal dilakukan pada tanggal 17 Maret 2023 di Laboratorium Statistika Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa kelautan, perikanan dan pertanian Unimal dalam menulis sitasi serta daftar sitasinya dengan memanfaatkan program mendeley. Pelatihan ini terdiri dari tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dengan metodenya menggunakan pendekatan pembelajaran secara tatap muka dan materinya membahas tentang teknik mensitasi serta menyusun daftar sitasi menggunakan program mendeley. Hasil pelatihan terlaksana dengan baik, terstruktur, lancar dan sukses, dimana materi yang disampaikan terdiri dari pengenalan mendeley, cara mendownload dan menginstal program mendeley, pengoperasian program mendeley, pembuatan referensi serta penyusunan daftar pustaka menggunakan program mendeley. Sementara hasil dari tahap evaluasi yang dilakukan memperlihatkan bahwa keterlaksanaan dan kebermanfaatan pelatihannya sangat efektif.
Penilaian Analisis Cluster dan Non-Metric Multidimensional Scalling terhadap Struktur Komunitas Mangrove di Desa Bagan Serdang, Sumatera Utara Livia Chasinta Surbakti; Erlangga Erlangga; Syahrial Syahrial; Fitra Wira Hadinata; Hayatun Nufus; Rika Anggraini; Nella Tri Agustini; Yusyam Leni; Febrina Rolin; Risnita Tri Utami
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 2 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i2.69484

Abstract

Analisis multivariat seperti cluster dan nMDS sering digunakan untuk membantu interpretasi data lingkungan, sedangkan struktur komunitas vegetasi tumbuhan sangat berguna dalam mendeskripsikan ekologi suatu ekosistem, sehingga kajian penilaian analisis cluster dan nMDS terhadap struktur komunitas mangrove Desa Bagan Serdang dilakukan pada bulan September 2021. Hal ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas mangrovenya berdasarkan analisis cluster dan nMDS. Vegetasi mangrove dikumpulkan dengan menarik transek kuadran yang tegak lurus garis pantai, kemudian data vegetasi mangrove dievaluasi menggunakan cluster dan nMDS. Keanekaragaman mangrove Desa Bagan Serdang teridentifikasi sebanyak 5 spesies dengan 4 famili, dimana penyebaran mangrovnya tergolong sesekali ditemukan (rata-rata frekuensi relatifnya 20,00%). Zona paling depan didominasi oleh Avicennia lanata, zona tengah didominasi oleh Rhizophora apiculata dan zona belakang didominansi oleh Rhizophora mucronata. Kerapatan mangrovenya berkisar antara 22,22 – 1222,22 ind/ha dan INP berkisar antara 9,64 – 231,78% dengan kerapatan vegetasi zona depan maupun tengah membentuk satu kelompok yang mengindikasikan kondisi kerapatannya hampir sama. Selanjutnya untuk INP, vegetasi zona depan dan tengah membentuk satu kelompok dengan spesies yang berperan penting adalah A. lanata serta R. apiculata, sedangkan di zona belakang, spesies yang berperan pentingnya adalah R. mucronata, E. agallocha dan X. granatum. Selain itu, basal area vegetasi mangrove Desa Bagan Serdang berkisar antara 278,22 – 654,35 m2/ha dengan basal area vegetasi zona depan maupun belakang memiliki tingkat kedewasaan yang hampir sama, sehingga membentuk satu kelompok. Kajian ini mengungkapkan adanya komposisi spesies mangrove campuran dengan perkembangan kedewasaan mangrovenya berbeda-beda. Data yang diinfokan dalam kajian ini akan menjadi baseline pengelolaan mangrove di Desa Bagan Serdang dan upaya konservasi di Provinsi Sumatera Utara maupun Indonesia.  Multivariate analyses such as clusters and nMDS are frequently used to facilitate in the interpretation of environmental data. In contrast, the community structure of plant vegetation is immensely useful in describing the ecology of an ecosystem. In September 2021, studies on the mangrove community structure of Bagan Serdang Village were conducted using cluster analysis and nMDS. It proposes to use cluster analysis and nMDS to determine the structure of the mangrove community. Mangrove vegetation was collected by pulling quadrant transects perpendicular to the shoreline, and the data was analyzed using clusters and nMDS. The diversity of mangroves in Bagan Serdang Village was identified as 5 species with 4 families, with mangrove distribution classified as occasional (average relative frequency of 20,00%). Avicennia lanata dominates the front zone, Rhizophora apiculata dominates the middle zone, and R. mucronata dominates the back zone. The mangrove density ranges from 22,22 to 1222,22 ind/ha, and the INP ranges from 9,64 to 231,78%, with the vegetation density in the front and middle zones forming one group that shows nearly the same density conditions. Furthermore, for the INP, the front and middle zone vegetation formed a group with species that played an important role which were A. lanata and R. apiculata, while species that played an important role in the rear zone were R. mucronata, E. agallocha, and X. granatum. Furthermore, the basal area of the mangrove vegetation in Bagan Serdang Village ranges from 278,22 to 654,35 m2/ha, with the basal area of the vegetation zones front and back having nearly the same maturity level, forming a single group. This study reveals the presence of a mixed mangrove species composition with different mangrove maturity developments. The data presented in this study will be the baseline for mangrove management in Bagan Serdang Village and conservation efforts in North Sumatra Province and Indonesia. 
Penilaian Kondisi Ekologi Perairan Untuk Pengembangan Budidaya Tiram (Moluska: Ostreidae) di Selat Cunda Kota Lhokseumawe Ekamaida Ekamaida; Sigid Hariyadi; Mala Nurilmala; Cecep Kusmana; Majariana Krisanti; Syahrial Syahrial
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 1 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i1.63123

Abstract

Kajian dilakukan bulan Oktober 2023 pada 5 stasiun pengamatan yang bertujuan untuk menilai kondisi ekologi perairan Selat Cunda dalam upaya pengembangan budidaya tiram. Parameter diukur secara in situ dan ex situ, selanjutnya dibandingkan dengan baku mutu lingkungan serta dianalisis menggunakan Principal Component Analysis. Oksigen terlarut tertinggi ditemukan pada Stasiun 3 (7.66 ± 0.08 mg/L), pH pada Stasiun 2 (7.95 ± 0.02), salinitas pada Stasiun 1 (27.00 ± 1.00‰), kecerahan pada Stasiun 5 (79.00 ± 4.00 cm), kedalaman dan suhu pada Stasiun 2 (62.33 ± 8.33 cm dan 30.80 ± 0.62⁰C), kekeruhan dan kelimpahan Escherichia coli pada Stasiun 1 (2262.42 ± 1613.32 NTU dan 1020.00 ± 113.00 MPN/100 ml), logam berat Cd air pada Stasiun 3 dan 4 (masing-masing 0.01 ± 0.00 mg/L), logam berat Pb air pada Stasiun 3 (0.07 ± 0.01 mg/L), kecepatan arus pada Stasiun 2 (0.20 ± 0.01 m/s), tekstur pasir pada Stasiun 5 (88.00 ± 1.73%), tekstur debu pada Stasiun 4 (46.00 ± 22.52%), tekstur liat dan C-organik pada Stasiun 1 (9.67 ± 1.15% dan 0.85 ± 0.68%), logam berat Cd serta Pb pada Stasiun 3 (0.03 ± 0.01 mg/L dan 7.60 ± 0.58 mg/L) dan N-total pada Stasiun 4 (0.12 ± 0.33%). Hasil analisis PCA memperlihatkan bahwa parameter suhu, tekstur debu, kecepatan arus, Cd air, N-total dan tekstur pasir merupakan pembeda utama variasi di PC pertama; sementara parameter salinitas, kelimpahan E. coli, kekeruhan, tekstur liat dan kedalaman merupakan pembeda utama variasi di PC kedua. Untuk mewujudkan kesuksesan budidaya tiram di Selat Cunda Kota Lhokseumawe harus ditingkatkan nilai kecerahan dan kedalaman perairan serta menurunkan kekeruhan serta logam berat Pb.
Co-Authors 'Akla akla Agus Putra AS Al Muzafri Anggi Mayulina Daulay Arina Ruzanna Azhari Mataniari Bintal Amin C.M.N. ‘Akla Cecep Kusmana Chandrika Eka Larasati Cut Meurah Nurul ‘Akla Dandi Saleky Dandi Saleky Dandi Saleky Dewi Kumalasari Dodi Fan Halen Siregar Dodi Fanhalen Siregar Ekamaida, Ekamaida Ella Suzanna Erlangga Erlangga Erlangga Erlangga Erniati Erniati Erniati, Erniati Fadlisyah Fadlisyah Febrianti Lestari Febrina Rolin Fitra Wira Hadinata Fitra Wira Hadinata Gara Hasonangan Ritonga Gara Hasonangan Ritonga Hafni Zahara Hamdi Romansah Hanisah Hanisah Hasidu, La Ode Abdul Fajar Hayatun Nufus Helda Diah Ananda Helmy Akbar Hendrik V. Ayhuan Ibnu Amni Ida Marina Harahap Imamshadiqin, Imamshadiqin Imanullah Imanullah Imanullah Imanullah Irmayunita irmayunita Irmayunita Irmayunita Jasmine Wiyanda Fadillah Jemmy Manan Jihad Nasuha Leni, Yusyam Livia Chasinta Surbakti Majariana Krisanti Mala Nurilmala Meutia Handayani Muhammad Afif Tri Putra Muhammad Fauzan Isma Muhammad Hatta Muhammad Hatta Muhammad Jamil Muliari Muliari Nasruddin Nella Tri Agustini Nur Ikhsan Nur Safira Nur Safira Nuriana Dila Nursan Junita Putriningtias, Andika Repki Prasetyo Repki Prasetyo Reslina Tumangger Rika Anggraini Rika Anggraini Rika Anggraini Riri Ezraneti Risnita Tri Utami Risnita Tri Utami Sendy L. Merly Shela Annisa Batubara Sigid Hariyadi Silvia Anzhita Sorbakti Sinaga Syamsiar, Syamsiar Tambah Lambok Berutu Teuku Muhammad Faisal Usnawiyah Welmar Olfan Barat, Welmar Olfan Wilman Shobara Wilman shobara Windi Syahrian Yudho Andika Yudho Andika Zibar, Zan