Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PRINCE SAMUDRA'S TOMB AS A GROWTH GENERATOR FOR GUNUNG KEMUKUS SETTLEMENT IN SRAGEN REGENCY Tri Hartanto; A Bamban Yuuwono; Danarti Karsono; Wahyu Prabowo
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 28 No. 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v28i1.2257

Abstract

The Javanese have many traditions, which illustrate that the Javanese or Javanese people in achieving their expectations are not enough just to work and pray, but there are other ways such as ritual efforts that are carried out based on their belief in various myths and the history of places considered sacredness that develops in society. One of the ritual places and has a strong mythical belief is the tomb of Prince Samudra on Gunung Kemukus, Pendem Village, Sumberlawang District, Sragen Regency, Central Java. This hill (mountain of cubes), there is the tomb of Prince Samudra, Nyai Ontrowulan and his servants. The Javanese people, especially the people around them, have a belief that the tombs are considered sacred. Then the community began to build houses and live around the tomb. The habit of people seeking blessings through the tradition of ngalap blessing, which is an activity to seek goodness from an essence, object or something that is considered by humans to have benefits and goodness, or seeking barakah (ngalap blessing) or other words "tabarruk". This tomb is also a destination for the ngalap blessing ritual by the surrounding community and from the people on the island of Java. More and more community visits have led to the growth of settlements around the tomb, where previously there were no settlements, only hills. Based on the results of research, the existence of Prince Samudra's tomb is a generator for the emergence of settlements.
PRINCE SAMUDRA'S TOMB AS A GROWTH GENERATOR FOR GUNUNG KEMUKUS SETTLEMENT IN SRAGEN REGENCY Tri Hartanto; A Bamban Yuuwono; Danarti Karsono; Wahyu Prabowo
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 28 No. 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v28i1.2257

Abstract

The Javanese have many traditions, which illustrate that the Javanese or Javanese people in achieving their expectations are not enough just to work and pray, but there are other ways such as ritual efforts that are carried out based on their belief in various myths and the history of places considered sacredness that develops in society. One of the ritual places and has a strong mythical belief is the tomb of Prince Samudra on Gunung Kemukus, Pendem Village, Sumberlawang District, Sragen Regency, Central Java. This hill (mountain of cubes), there is the tomb of Prince Samudra, Nyai Ontrowulan and his servants. The Javanese people, especially the people around them, have a belief that the tombs are considered sacred. Then the community began to build houses and live around the tomb. The habit of people seeking blessings through the tradition of ngalap blessing, which is an activity to seek goodness from an essence, object or something that is considered by humans to have benefits and goodness, or seeking barakah (ngalap blessing) or other words "tabarruk". This tomb is also a destination for the ngalap blessing ritual by the surrounding community and from the people on the island of Java. More and more community visits have led to the growth of settlements around the tomb, where previously there were no settlements, only hills. Based on the results of research, the existence of Prince Samudra's tomb is a generator for the emergence of settlements.
Pengaruh Perkembangan Permukiman Swadaya terhadap Upaya Pelestarian Cagar Budaya Tamansari Indro Sulistyanto; Eny Krisnawati; Danarti Karsono
Jurnal Permukiman Vol 10 No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2015.10.49-60

Abstract

Situs Cagar Budaya Tamansari memiliki nilai sejarah yang tinggi, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keberadaan Kraton Yogyakarta, yang pada awalnya berperan sebagai tempat Raja dan Kerabat Kraton beristirahat dan mesanggrah (menenangkan pikiran). Permasalahan yang terjadi adalah sisa-sisa artefak yang ada bercampur-baur dengan perkembangan perumahan dan kegiatan usaha di sekitarnya, menurun eksistensinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran terhadap tingkat kerusakan yang terjadi pada artefak berupa elemen-elemen benda cagar budaya yang ada. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pisau analisis berupa kerangka gagasan pelestarian situs Cagar Budaya Tamansari yang kita pakai untuk menganalisis dan mensintesis tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh perkembangan permukiman swadaya yang tidak terkendali, dengan melakukan analisis terhadap variabel situs Cagar Budaya Tamansari terhadap variabel perkembangan permukiman swadaya di sekitarnya. Beberapa elemen-elemen peninggalan berupa artefak, masih dapat ditengarai dalam bentuk puing-puing yang tidak lagi utuh, keberadaannya masih sangat menunjang untuk memberikan gambaran situasi Kawasan Cagar Budaya Tamansari pada keadaan aslinya. Hasil akhir dari kegiatan penelitian menunjukkan adanya korelasi antara pergeseran perilaku masyarakat dalam pengembangan dan pembangunan permukiman swadaya terhadap upaya konservasi bangunan cagar budaya
Pengembangan Fasilitas Internet Guna Peningkatan Pelayanan Administrasi Kemasyarakatan wartono; Vera Wati; Erni Widarti; Moh Erkamim; Muhammad Rizal Pamungkas Fernandita; Danarti Karsono
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v4i2.3676

Abstract

Balai Desa Banyurip di Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, masih minim dalam pemanfaatan internet di balai desanya untuk pelayanan publik. Hal ini disebabkan oleh sulitnya sinyal di area blank spot tersebut, akibat kondisi geografis yang menantang dan kurangnya infrastruktur pendukung seperti BTS (Base Transceiver Station). Padahal Balai Desa merupakan pusat layanan publik dan kegiatan pemerintahan desa, seperti pengelolaan, pembuatan, dan pembauatan surat pengantar dokumen kependudukan, pengurusan izin usaha, program pembangunan, penyaluran bantuan sosial, serta kegiatan sosial dan budaya. Sehingga untuk mengatasi hal ini, tim pengabdian mengembangkan fasilitas internet guna meningkatkan pelayanan administrasi kemasyarakatan. Metode pelaksanaan kegiatan dengan melakukan proyek insiatif untuk menyediakan perangkat keras, konfigrurasi akses internet yang dibutuhkan, serta pelaksanaan monitoring. Pelaksanaan kegiatan pengabdian menjadi 2 tahapan utama, yaitu tahapan analisis pemecahan masalah dan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat pada mitra. Sehingga dihasilkan, pemasangan berhasil dilakukan secara gratis tanpa biaya langganan, dengan kecepatan 50 Mbps tanpa batasan kuota dan tersedia selama jam operasional Balai Desa Banyurip. Pengaturan ini memastikan penggunaan fasilitas internet secara efektif selama jam kerja pelayanan. Pemasangan fasilitas internet terletak pada lokasi yang strategis yaitu bagian depan pada kantor pelayanan. Internet ini menggunakan dedicated 1:1 simetris, yang berarti kecepatan unggah dan unduh sama cepatnya. Fasilitas ini dapat meningkatkan efisiensi administrasi dan mendukung berbagai kegiatan masyarakat dengan akses internet yang andal dan stabil
IMPLEMENTATION OF SMART CITY APPLICATION IN SUSTAINABLE TRANSPORT SYSTEMS: PROSPECTS AND DEVELOPMENT OF SMARTCITY IN INDONESIA Danarti Karsono; Muhammad Rizal Fernandita Pamungkas; Moh. Erkamim; A. Bamban Yuuwono
INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS Vol. 2 No. 6 (2024): JUNE
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aims to discuss the prospects and development of the Smart City concept in sustainable transportation systems in Indonesia. The study assesses the various challenges and opportunities emerging from the integration of information and communication technology into existing transport infrastructure. Through an in-depth literature exploration, the research identifies key factors that influence the implementation of Smart Cities and explores strategies that can accelerate the realization of efficient, inclusive, and sustainable smart transport. Research results show that the implementation of Smart Cities in Indonesia is still in its early stages, but has great potential due to the demands of rapid urbanization and development. The Smart City concept is expected to support reducing congestion, improving energy efficiency, and reducing greenhouse gas emissions. However, the research also reveals a number of major obstacles, including the need for massive investment in infrastructure, cyber security, and the digital gap between regions.
Pendampingan Manajemen Kesekretariatan Organisasi Pemuda Desa Melalui Aplikasi E-Archive Wati, Vera; Widarti, Erni; Erkamim, Moh; Wartono, Wartono; Pamungkas, Muh. Rizal F.; Karsono, Danarti; Setyawati, Nisrina Yulia; Rundi, Allesandro U.B.; Khofid, Adi Nur
Madani : Indonesian Journal of Civil Society Vol. 7 No. 1 (2025): Madani : Februari 2025
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/madani.v7i1.2408

Abstract

Secretarial management in village organizations is an important part of the sustainability of its operations because the management of activities and documentation containing information functions as a set of assets for the organization. Thus, a systematic approach to secretarial management facilitates the process of searching and retrieving documents when needed. However, several village organizations, such as Ikatan Pemuda Pemudi Banjarsari (IPPB), still manage documents manually, which can increase the risk of losing documents due to irregular storage. Referring to this problem, is the basis for the need for community service activities in the IPPB organization to implement a more modern and organized document management system through the Android-based E-Archive application. The activity methodology is based on organizational participation and empowerment, with the main priority being the needs of the community or organization. The implementation of PKM began with participants installing E-Archive on their respective devices, followed by demonstration assistance, and Q&A. The results of this service went smoothly, with this activity attended by representatives of organizational advisors and IPPB core administrators. Assistance focused on installing the application has been successfully carried out on each device, and its management has been carried out successfully according to its features. The facilities provided by multi-user E-Archive allow use according to each role in the IPPB organization. The presence of E-Archive technology solutions with IPPB secretarial management is more efficient because it can be easily accessed via smartphone and provides better storage space compared to manual document storage methods.
Penentuan Lokasi Optimal Stasiun Bike Sharing Dalam Mendukung Pariwisata di Kota Surakarta Pamungkas, Muhammad Rizal Fernandita; Wartono, Wartono; Karsono, Danarti; Sandi, Elisa Harlia; Rundi, Allesandro Umbu Balla
Majalah Geografi Indonesia Vol 39, No 1 (2025): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.100545

Abstract

Abstrak. Tren pariwisata di Kota Surakarta terus berkembang seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan dan kebutuhan transportasi yang ramah lingkungan. Meningkatnya wisatawan telah menambah masalah kemacetan dan emisi karbon sehingga diperlukan solusi mobilitas yang berkelanjutan. Sistem bike sharing menjadi salah satu solusi yang dapat mendukung mobilitas wisatawan dan mengurangi dampak lingkungan. Saat ini, Kota Surakarta telah memiliki transportasi wisata berupa Bus Werkudara dan kendaraan listrik khusus wisata. Peneliti melihat, potensi pengembangan moda transportasi sepeda untuk transportasi sebagai alternatif mobilitas mengingat Kota Surakarta sudah memiliki jalur sepeda serta transportasi umum yang cukup baik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi optimal stasiun bike sharing yang mendukung kegiatan pariwisata di Kota Surakarta. Penelitian mendorong pentingnya mendukung pariwisata berkelanjutan yang juga memperkaya pengalaman wisatawan. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah komponen 4A yang mendukung aktivitas kepariwisataan. Penelitian ini menggunakan metode analytical hierarchy process dan analisis spasial multi kriteria untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan lokasi optimal stasiun bike sharing untuk mendukung kegiatan pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 stasiun bike sharing yang dapat dikembangkan berdasarkan analisis AHP dan analisis spasial multi kriteria. Sebagian stasiun bike sharing memiliki jarak rata-rata kurang dari 3 kilometer menuju obyek-obyek wisata di Kota Surakarta. Pusat Kota Surakarta terutama di sepanjang koridor Jalan Slamet Riyadi merupakan lokasi yang paling sesuai untuk pengembangan stasiun bike sharing karena memiliki tingkat bikeability yang tinggi juga memiliki fasilitas pendukung kepariwisataan. Penempatan stasiun bike sharing dengan jarak antar stasiun sekitar 1 kilometer dinilai efektif untuk mendukung mobilitas wisatawan. Selain itu, hasil penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pemerintah daerah untuk memperkuat infrastruktur sepeda di area wisata utama. Abstract. The tourism trend in Surakarta City continues to grow along with the increasing number of tourists and the need for environmentally friendly transportation. The increase in tourists has added to the problem of congestion and carbon emissions so that a sustainable mobility solution is needed. Bike sharing system is one of the solutions that can support tourist mobility and reduce environmental impact. Currently, Surakarta City already has tourist transportation in the form of the Werkudara Bus and special tourist electric vehicles. The researcher sees the potential for developing bicycle transportation modes for transportation as an alternative mobility considering that Surakarta City already has bicycle lanes and good public transportation. This research aims to determine the optimal location of bike sharing stations that support tourism activities in Surakarta City. The research encourages the importance of supporting sustainable tourism that also enriches the tourist experience. The data used in this research is the 4A components that support tourism activities.  This research uses the analytical hierarchy process method and multi-criteria spatial analysis to analyse the factors that influence the determination of the optimal location of bike sharing stations to support tourism activities. The results showed that there are 12 bike sharing stations that can be developed based on AHP analysis and multi-criteria spatial analysis. Most of the bike sharing stations have an average distance of less than 3 kilometres to tourist attractions in Surakarta City. Surakarta City Centre, especially along the Jalan Slamet Riyadi corridor, is the most suitable location for the development of bike sharing stations because it has a high level of bikeability and also has tourism support facilities. Placement of bike sharing stations with a distance of about 1 kilometre between stations is considered effective to support tourist mobility. In addition, the results of this study provide recommendations for local governments to strengthen bicycle infrastructure in major tourist areas.Submitted: 2024-10-09 Revisions:  2025-03-04 Accepted: 2025-03-13  Published: 2024-09-17
OPTIMALISASI QOS PADA JARINGAN INTERNET BUMDES DESA KARANGSARI wartono; Moh. Erkamim; Erni Widarti; Muhammad Rizal Fernandita Pamungkas; Danarti Karsono; Saifuddin Saifuddin; Argia Putri Ramadhani
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v5i1.4496

Abstract

Balai Desa Karangsari di Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, dalam meningkatkan pendapatan desa memiliki usaha berupa internet mandiri. Internet ini berasal dari internet service provider (ISP) swasta yang mana untuk penyaluran koneksi ke end user BUMDES karangsari mengelola jaringan kabel atau nirkabel secara mandiri. Jaringan Kabel yang digunakan berupa Fiber to the home (FTTH) sebagai media dalam pendistribusian koneksi internet. Selain menggunakan FTTH, untuk lokasi yang masih belum terjangkau oleh fiber optik, desa karangsari menggunakan media wireless untuk melakukan Point to point (PTP) atau point to multipoint (PTMP) agar dapat menghubungkan kawasan atau daerah yang belum dapat terjangkau oleh kabel tersebut. BUMDES karangsari memiliki mini server berupa Mikrotik yang digunakan untuk mengelola dan memonitoring koneksi internet. Saat ini user atau pengguna yang dikelola BUMDES karangsari sudah lebih dari 1000 user yang terbagi kedalam 3 server. Dengan resource server yang terbatas untuk dapat mengelola koneksi internet dengan baik maka perlu dilakukan manajemen user sebaik mungkin guna meningkatkan stabilitas internet yang ada. Manajemen user yang dilakukan pada server BUMDES Karangsari saat ini masih menggunakan manajemen default atau standar Mikrotik baik dari limitasi ataupun konfigurasi lainnya. Maka perlu dilakukan manajemen QOS lebih lanjut untuk mendapatkan koneksi yang baik mengingat jumlah user semakin banyak. Manajemen QOS yang dilakukan berupa konfigurasi QOS Priority yang mana koneksi-koneksi tertentu akan dipisah dan diprioritaskan seperti koneksi DNS, PING, Game, Aplikasi online dan lain sebagainya sehingga jika koneksi internet BUMDES Karangsari dalam posisi Peak masih nyaman untuk digunakan. Dengan adanya manajemen user yang baik diharapkan pengguna internet Desa karangsari bisa meningkat dan dapat menjadi tambahan pendapatan desa dan menjadi desa yang mandiri secara koneksi internet dan finansial.
Pemetaan Batas Desa Sebagai Model Perencanaan Partisipatif di Kabupaten Demak Muhammad Rizal Fernandita Pamungkas; Danarti Karsono; Fabianus Delan Saputra; Muhammad Fachrudin
Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (JRPWK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpwk.v5i1.6278

Abstract

Abstrak. Desa memiliki peran sentral dalam pembangunan nasional terutama setelah terbitnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Banyaknya permasalahan yang ditimbulkan akibat tidak tersedianya peta desa, berdampak pada terkendalanya pembangunan daerah. Sampai saat ini batas wilayah yang memiliki dasar hukum di Kabupaten Demak adalah batas desa RTRW tahun 2011-2031 yang mana batas tersebut merupakan batas indikatif. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini ingin mencoba mengidentifikasi batas definitif melalui pendekatan partisipatif. Pelibatan masyarakat sekitar dalam memetakan batas desa bermanfaat bagi pemerintah daerah maupun masyarakat. Pelibatan ini akan meningkatkan kesadaran akan memiliki ruang wilayah desa sehingga batas desa yang dihasilkan akan lebih akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan batas desa sebagai model penataan ruang partisipatif di Desa Wilalung Kabupaten Demak. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kartometrik. Metode kartometrik adalah metode pemetaan dengan melakukan penelusuran batas wilayah di atas peta kerja beresolusi tinggi. Dengan metode kartometrik, diharapkan batas desa yang dihasilkan lebih akurat dan disepakati oleh pihak-pihak desa yang berbatasan. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perubahan luasan sebesar 7.5 hektar dari batas wilayah Desa Wilalung berdasarkan RTRW. Selain perubahan luasan, hasil analisis kartometrik menunjukkan perubahan penggunaan lahan persawahan yang meningkat akibat dari penegasan batas desa. Peta desa yang dihasilkan tidak hanya meningkatkan kepastian hukum hak atas tanah namun juga peran partisipasi masyarakat desa dalam pembangunan. Abstract. Villages have a central role in national development, especially after the issuance of Law No. 6/2014 on Villages. The many problems caused by the unavailability of village maps have resulted in constraints to regional development. Until now, the boundaries that have a legal basis in Demak Regency are Demak Regency Spatial Plan (RTRW) 2011- 2031 village boundaries, which are indicative boundaries. This research aims to identify definitive boundaries through a participatory approach. Involving the surrounding community in mapping village boundaries is beneficial for both the local government and the community. This involvement will increase the awareness of owning village territorial space so that the resulting village boundaries will be more accurate. This research aims to identify changes in village boundaries as a model of participatory spatial planning in Wilalung Village, Demak Regency. The method used in this research is the cartometric method. The cartometric method is a mapping method by tracing the boundaries of an area on a high-resolution map. With the cartometric method, it is expected that the resulting village boundaries will be more accurate and agreed upon by the bordering villages. The results of this research show that there is an area change of 7.5 hectares from the Wilalung Village boundary based on the RTRW. In addition to the change in area, the results of the cartometric analysis showed a change in the land use of rice fields that increased as a result of village boundary confirmation. The resulting village map not only increases the legal certainty of land rights but also the role of village community participation in development.
PENGEMBANGAN APLIKASI PRESENSI BERBASIS QR CODE UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI ADMINISTRASI PERKULIAHAN DI ERA DIGITAL Erkamim, Moh; Widarti, Erni; Wartono, Wartono; Saifuddin, Saifuddin; Pamungkas, Muhammad Rizal Fernandita; Karsono, Danarti; Ramadhani, Argia Putri
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v5i2.5150

Abstract

Administrasi presensi mahasiswa yang masih dilakukan secara manual di menimbulkan berbagai permasalahan seperti ketidakefisienan, potensi kesalahan pencatatan, serta sulitnya integrasi dengan sistem informasi akademik. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan aplikasi presensi berbasis QR Code sebagai solusi digital yang dapat meningkatkan efisiensi administrasi perkuliahan, khususnya di Program Studi Sistem Informasi Kota Cerdas Universitas Tunas Pembangunan Surakarta. Metode pelaksanaan terdiri dari analisis kebutuhan, pengembangan aplikasi menggunakan pendekatan prototyping, sosialisasi kepada dosen dan mahasiswa, serta implementasi dan evaluasi sistem. Aplikasi ini memungkinkan dosen untuk menghasilkan QR Code unik untuk setiap sesi perkuliahan yang dipindai oleh mahasiswa melalui ponsel, dengan data kehadiran yang langsung tercatat dan terintegrasi dalam sistem. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem mempermudah proses presensi, mempercepat rekapitulasi data, dan meningkatkan kepuasan pengguna. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa integrasi teknologi sederhana seperti QR Code dapat memberikan dampak signifikan terhadap efektivitas layanan akademik dan menjadi contoh praktik baik transformasi digital dalam pendidikan tinggi.