Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Media Wayang Sukuraga terhadap Penguasaan Kosakata dalam Pembelajaran Bahasa Sunda di Sekolah Dasar Ananda Putri Meiliani H; Dyah Lyesmaya; Irna Khaleda Nurmeta
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4739

Abstract

Bahasa lokal perlu dilestarikan dan dipergunakan sebagai salah satu bentuk cinta terhadap daerah. Karena itu pembelajaran bahasa sunda sebagai bahasa daerah Jawa Barat harus dipelajari. Penelitian ini bertujuan  mengetahui kelayakan media Wayang Sukuraga (WS) terhadap penguasaan kosakata dalam pembelajaran bahasa sunda. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D). Desain penelitian pengembangan yang digunakan penelitian ini  menggunakan model ADDIE. Subjek penelitian ini yaitu validator ahli materi dan ahli media untuk menilai media yang dikembangkan, validator pengguna (praktisi/guru) dan audience adalah 22 siswa kelas III di salah satu Sekolah Dasar di kota Sukabumi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah wawancara, angket, dan lembar kerja siswa. Teknik pengumpulan data menggunkaan angket validasi yang terdiri dari angket validasi ahli media, ahli materi, praktisi dan angket respon siswa. Kualitas kelayakan pengembangan media WS berdasarkan penilaian para validator serta praktisi dapat dilihat beberapa aspek dan menghasilkan rata-rata 4,3 sedangkan dari respon siswa dikategorikan “cukup efektif” dan penguasaan kosakata dibuktikan dari gain score yang menunjukan peningkatan 71,3. Pengembangan media WS siswa tersebut dapat meningkatkan kosakata siswa yang pada awal mula nya siswa hanya mengetahui beberapa kata saja dari setiap panca indra setelah menggunakan media tersebut siswa mengetahui kurang lebih nya lima kosakata untuk setiap panca indra.
ANALISIS MAKNA LAGU CINGCANGKELING : Pesan Moral Dalam Perspektif Islam Irna Khaleda Nurmeta Irna
Khulasah : Islamic Studies Journal Vol. 3 No. 1 (2021): Khulasah: Islamic Studies Journal
Publisher : LPPM STAIS Dharma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.356 KB) | DOI: 10.55656/kisj.v3i1.68

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisis Makna Lagu Cingcangkeling (Pesan Moral Dalam Perspektif Islam), yang bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pesan moral, aspek keagamaan dan bentuk analisis lagu cincangkeling. Untuk menggali data digunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Temuan hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu Cingcangkeling merupakan lagu yang mudah dipelajari. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis musikal pergerakan kord yang sederhana yaitu I – I – IV – V – I serta adanya pengulangan lagu. Lalu ditemukan juga penggunaan kadens sempurna dan bentuk yang tidak banyak yaitu hanya A – B saja. Adapun hasil analisis makna lagu menunjukkan bahwa lagu Cingcangkeling didalamnya sarat akan makna yang memberikan kesadaran pada umat manusia untuk tidak bersikap sombong, bisa bermanfaat bagi orang lain serta pentingnya menjaga hati tetap bersih agar menjalani hidup dapat lebih mudah dan mampu bertawakal pada semua ketetapan Tuhan. Kata Kunci: Analisis, Makna, Cincangkeling
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DALAM PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Maryamah Maryamah; Iis Nurasiah; Irna Khaleda Nurmeta
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.959

Abstract

The purpose of this study was to determine the increase in students' science learning outcomes through the application of the guided inquiry learning model. This research was conducted at one of the public elementary schools in the Ciracap sub-district, Sukabumi district. This research focuses on VB class students for the 2022/2023 school year. The time of the study was from January 19 to May 30, 2023 with 25 student subjects, consisting of 13 male students and 12 female students. This study used the Kemmis and Mc Taggart classroom action research (CAR) model. This research was conducted in 2 cycles. Each cycle consists of two meetings. Each cycle consists of four stages, namely: (1) planning, (2) action, (3) observation/evaluation, (4) reflection. The data collection method in this study used observation sheets and evaluation tests. The results of this study showed an increase in students' science learning outcomes, in cycle I the average student score was 78 with classical completeness 72% in the sufficient category and in cycle II the average student score increased to 85 with classical completeness 92% in the very good category. Thus it can be concluded that, through the Guided Inquiry learning model it can improve science learning outcomes in class VB students at SD Negeri Pasirgoong, Ciracap District, Sukabumi Regency, Academic Year 2022/2023.
Penerapan Media Congklak Untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Permulaan Siswa Sekolah Dasar Elah Nuraena; Iis Nurasiah; Irna Khaleda Nurmeta
JURNAL PENDIDIKAN Vol 32, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v32i2.4182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengethui kemampuan berhitung permulaan pada anak kelas 1 SD Babakan panjang pada tahun ajaran 2022/2023 melalui permainan tradisional congklak. Observasi sementara yang dilakukan menunjukan bahwa masalah tersebut muncul karena penerapan metode yang konvensional. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan antara peneliti dan teman sejawat. Data yang dikumpulkan menggunakan observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif komparatif dan kritis. Penelitian dilakukan di SD Negeri Babakanpanjang dengan subyek penelitian 26 anak. Hasil dari penelitian penerapan permainan congklak untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak, pra siklus 36% siklus satu 57%, siklus dua 82%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan permainan congklak dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak sampai 82%. Kata-kata Kunci:  peningkatan kemampuan berhitung, permainan congklak
Pengembangan Buku Cerita Profil Pelajar Pancasila Berbasis Digital Sebagai Media Literasi di Sekolah Dasar Rita Nuraeni; Astri Sutisnawati; Irna Khaleda Nurmeta
Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jpdf.v4i2.945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku cerita profil pelajar pancasila berbasis digital yang merupakan media literasi untuk membantu peserta didik dalam membaca dan melengkapi ketersediaan media literasi untuk memotivasi peserta didik berliterasi dengan media yang menarik dan di sertai penerapan nilai-nilai profil pelajaran Pancasila pada dimensi gotong royong sebagai pendukung pada kurikulum merdeka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pengembangan dan kelayakan produk yang dikembangkan menggunakan metode R&D dengan model ADDIE. Penelitian ini dilakukan di SDN Cibaregbeg Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi. Subjek penelitian ini validator ahli materi, ahli media, praktisi dan 38 peserta didik kelas IV. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan wawancara, observasi, dan anget. Instrument menggunakan angket validator dan angket respon peserta didik. Buku cerita yang dikembangkan sangat baik diujicobakan dengan perolehan persentase ahli materi sebesar 100% kategori sangat baik, ahli media 94% kategori sangat baik, ahli praktisi 95% kategori sangat baik dan respon peserta didik diperoleh persentase 96% kategori sangat baik. Sehingga dari hasil data yang diperoleh bahwa buku cerita profil pelajar pancasila berbasis digital pada dimensi gotong royong ini sangat layak digunakan untuk membantu peserta didik dalam membaca dan memahami makna sebuah materi serta menambah ketersediaan media literasi yang menerapkan sub-elemen gotong royong pada profil pelajar Pancasila.
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Sri Nuryani Sugih; Lutfi Hamdani Maula; Irna Khaleda Nurmeta
Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jpdf.v4i2.952

Abstract

Abstrak: Kurikulum merupakan sesuatu bagian perihal yang terutama dalam proses penerapan pendidikan pada seluruh jenjang Pembelajaran. Penelitian ini bertujuan buat mendeskripsikan dan mau mengenali menimpa penelitian implementasi kurikulum merdeka dalam pendidikan IPAS di sekolah bawah. Katagori pada studi ini ialah kualitatif deskritif. Subjek pada studi ini yang digunakan merupakan kepala sekolah dan guru kelas IV. Pada Metode pengumpulan data yang digunakan dalam melakukan penelitian ini ialah wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan meliputi, reduksi data, penyajian data dan conclusion. Dari hasil penelitian membuktikan bawasannya SDN Pakujajar Cipta Bina Mandiri ini telah mengimplementasikan kurikulum merdeka serta sekolah ini serta telah tercantum sekolah penggerak, kurikulum merdeka sendiri mempunyai pembaruan baru ialah pada pendidikan IPA serta IPS yang jadi IPAS dengan teknis pada pendidikan ini yakni disetiap semesmeternya terdapat pembeajaran IPA serta IPS ialah dengan metode 2 bab IPA serta 2 bab IPS, berbeda dengan tahun lebih dahulu persemester ialah semester 1 IPA semester 2 IPS. Perihal ini dibedakan agar pembelajaran peserta didik yang tidak monoton. Pada pembelajaran kurikulum merdeka ini memberikan kebebasan kepada guru ataupun peserta didik, dan pada penilaian IPA serta IPS disatukan menjadi IPAS, seperti salah satunya ialah dalam penilain raport yang menjadi IPAS.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERCERITA SISWA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SEKOLAH DASAR Irna Khaleda Nurmeta
Indonesian Journal of Elementary Education (IJOEE) Vol 5, No 1 (2023): Indonesian Journal of Elementary Education (IJOEE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/ijoee.v5i1.8589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan bercerita siswa dengan menggunakan media pembelajaran berbasis kearifan lokal Bolu Terubuk di SDN Kharyabakti. Metode penelitian yang di gunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus diawali dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi guru dan  siswa serta tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media pembelajaran berbasis kearifan lokal Bolu Terubuk dapat meningkatkan keterampilan bercerita siswa di SDN Kharyabakti. Hal ini dapat dilihat dari hasil olah data yang diperoleh pada siklus 1, sebanyak 9 siswa dari 19 jumlah seluruh siswa kelas 1 memiliki keterampilan bercerita, sedangkan 10 siswa lainnya belum memiliki keterampilan bercerita, sehingga presentase kemampuan keterampilan bercerita mencapai 45% dengan nilai rata-rata 66.79. Pada siklus 2 hasil olah data yang diperoleh yaitu  17 siswa dari 19 jumlah keseluruhan siswa memiliki kemampuan membaca nyaring dengan presentase 89% dan nilai rata-rata nya adalah 70.26.
Penerapan permainan tradisonal oray-orayan meningkatkan keterampilan membaca aksara sunda siswa sekolah dasar Ardi Rudianto; Iis Nurasiah; Irna Khaleda Nurmeta
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i4.19205

Abstract

Budaya Sunda memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dari budaya lain. Aksara sunda merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang berasal dari suku sunda. Aksara sunda sudah dinyatakan sebagai aksara asli yang dilindungi kelangsungannya dan wajib untuk dilestarikan. Setiap siswa sekolah dasar harus sudah bisa membaca aksara sunda. Akan tetapi, banyak dari siswa sekolah dasar saat ini yang tidak mengetahui dan mengerti dengan aksara sunda, sehingga untuk mengenalakan dan melestarikan budaya tersebut di sekolah dasar diajarkan membaca aksara sunda. Aksara Sunda harus dipertahankan, untuk mempertahankan aksara sunda penulis melakukan penelitian untuk mengetahui apakah melalui penerapan permainan tradisonal oray-orayan dapat meningkatkatkan keterampilan membaca aksara sunda. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 3 Ciamhpar Kecamatan Kalibunder Kabupaten Sukabumi kepada 13 orang peserta didik kelas IV. Penelitian telah dilakukan 2 siklus dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Prosedur penelitian dimulai dengan perencanaan, implementasi, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah soal tes lisan membaca aksara ngalagena, lembar observasi siswa dan lembar obsevasi guru. Hasil dari penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan membaca aksara sunda ngalagena pada siswa kelas IV. Peningkatan dapat terlihat dari hasil tes lisan membaca aksara ngalagena pada aksara sunda di kegiatan prasiklus, siklus 1 dan siklus 2. Hal ini membuktikan bahwa permainan oray-orayan yang diterapkan dalam konsep pembelajaran membaca aksara sunda dapat meningkatkatkan kemampuan siswa dalam membaca akasara sunda. Dan bisa dimanfaatkan sebagai media belajar serta menggunakannya sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan dalam mengeksplorasi potensi yang dimilikinya.
Pengaruh Tari Kudu Lempang Terhadap Nilai Gotong Royong Pada Siswa di Sekolah Dasar Siti Salisa Salwiyah; Luthfi Hamdani Maula; Irna Khaleda Nurmeta
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5128

Abstract

Penelitian ini fokus pada pengaruh pembelajaran seni tari dengan menggunakan tari tradisional "kudu leumpang" terhadap karakter gotong royong pada siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas 1.A dan 1.B SDN Cemerlang dengan total 60 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran seni tari dengan tari kudu leumpang mengalami peningkatan nilai gotong royong yang signifikan, sementara siswa yang tidak menggunakan tari kudu leumpang tidak menunjukkan perubahan signifikan dalam nilai gotong royong. Dalam proses pembelajaran tari, siswa dibentuk dalam kelompok untuk menampilkan tarian secara berkelompok, yang memungkinkan interaksi sosial dan kerjasama yang lebih baik. Peningkatan karakter gotong royong juga dikaitkan dengan keberagaman fungsi tari dalam budaya dan identitas komunitas, serta pengenalan tradisi dan warisan budaya. Hasil penelitian ini mendukung pentingnya pembelajaran seni tari dalam mengembangkan karakter gotong royong pada siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, pembelajaran seni tari dengan melibatkan unsur tradisional dapat menjadi alat yang efektif untuk membentuk karakter sosial siswa sejak dini.
Penggunaan Cangkang Telur Berbasis Wayang Sukuraga Untuk Meningkatkan Keterampilan Seni Rupa Siswa di Sekolah Dasar Sindi Sindi; Luthfi Hamdani Maula; Irna Khaleda Nurmeta
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5290

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh kurangnya keterampilan seni rupa dua dimensi peserta didik dalam menggunakan media lain selain media konvensional pada pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya. Maka dari itu dibutuhkan media lain sebagai sarana alternatif untuk memberikan pengalaman serta  membantu mengembangkan keterampilan seni rupa pada pembelajaran SBdP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan cangkang telur terhadap keterampilan seni rupa dua dimensi peserta didik, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Subjek penelitian yaitu kelas V SDN Sriwidari 1 dengan 15 peserta didik di kelas eksperimen dan 15 peserta didik di kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara sebagai studi pendahuluan dan lembar tes untuk mengukur keterampilan seni rupa peserta didik. Analisis data menggunakan uji-t untuk menguji hipotesis penelitian terkait keterampilan seni rupa peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan seni rupa dua dimensi dalam materi membuat karya seni rupa daerah di kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata lebih tinggi dibandingkan sebelum diberikan perlakuan. Dengan demikian, media cangkang telur memiliki pengaruh terhadap kemampuan seni rupa peserta didik.