Claim Missing Document
Check
Articles

Model Experiental Learning Dalam Meningkatkan Pemahaman Literasi Finansial Siswa Sekolah Dasar Muhamad Fajar Sidiq; Irna Khaleda Nurmeta; Luthfi Hamdani Maula
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.5482

Abstract

Pendidikan literasi keuangan sangatlah penting agar anak memiliki kemampuan untuk memahami, menilai dan bertindak dalam kesejahteraan keuangannya. penlitian ini bertujuan untuk mengetahui meningkatkan pemahaman literasi finansial siswa sekolah dasar dengan menggunakan Model experiental Learning. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Dayeuhluhur CBM dengan melibatkan dua kelas siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelas eksperimen menerapkan model experiential learning, sementara kelas kontrol menggunakan model konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner atau angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman literasi siswa setelah perlakuan mengalami peningkatan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Perbandingan rata-rata tes menunjukkan bahwa pemahaman literasi finansial siswa yang mendapatkan pembelajaran melalui Model Experiential Learning lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Model Experiential Learning berpengaruh positif terhadap pemahaman Literasi Finansial siswa sekolah dasar. Dengan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa Model Experiential Learning efektif dalam meningkatkan pemahaman Literasi Finansial siswa sekolah dasar.
Analisis Implementasi Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Dasar Sri Mulyani; Irna Khaleda Nurmeta; Luthfi Hamdani Maula
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.5515

Abstract

Profil pelajar pancasila merupakan perwujudan dari pendidikan karakter didalam kelas, adapun enam dimensi profil pelajar pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan implementasi profil pelajar pancasila disekolah dasar. Adapun metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif, data yang digunakan berupa data primer hasil wawancara, observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa profil pelajar pancasila yang di terapkan di SD Cemerlang hanya lima dimensi untuk dimensi berkebinekaan global guru belum menerapkan dimensi tersebut dalam pembelajaran didalam kelas dikarenakan kurikulum merdeka memberikan kebebasan memilih kepada guru untuk mengoptimalkan pembelajaran. Dalam tahapan implementasi profil pelajar Pancasila ada empat tahap yang pertama tahap perencanaan, tahap kedua kegiatan pembuka, taham ketiga kegiatan inti dan tahap keempat yaitu kegiatan penutup.
Model Inquiry Learning Berbasis Literasi Digital Untuk Mingkatkan Minat Belajar Siswa di Sekolah Dasar Noor Mim Fachmi; Luthfi Hamdani Maula; Irna Khaleda Nurmeta
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.5558

Abstract

Teknologi dapat memberikan kemudahan dalam mengakses informasi. Namun penggunaannya yang tidak terbatas dapat menyebabkan ketergantungan, sehingga penting Literasi digital dikuasai siswa. Pendidikan harus mengintegrasikan literasi disgital ke dalam kurikulum. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model inkuiri, yang mempromosikan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, terutama dalam ilmu pengetahuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Experimental Design. Kelas eksperimen diberikan perlakuan berupa model inquiry learning berbasis literasi digital, sementara kelas kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Data minat belajar siswa diukur dengan menggunakan kuesioner yang valid dan reliabel. Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model inquiry learning berbasis literasi digital memiliki minat belajar yang lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Rata-rata minat belajar siswa pada kelas eksperimen meningkat secara signifikan dari pretest (64,66) menjadi posttest (78,16), sementara kelas kontrol hanya mengalami peningkatan yang lebih kecil dari pretest (64) menjadi posttest (71,5).Penelitian ini menyimpulkan bahwa Model Inquiry Learning Berbasis Literasi Digital adalah pendekatan pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa sekolah dasar. Model ini juga memiliki dampak positif terhadap keterlibatan siswa, penggunaan teknologi, kemampuan pemecahan masalah, motivasi intrinsik, dan keterampilan literasi digital. Model ini efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa dan dapat menjadi alternatif yang baik untuk diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar. Dengan demikian, pendidikan dapat lebih efektif dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan era digital.  
Media Loose Parts Untuk Meningkatkan Kreativitas Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya di Sekolah Dasar Sindi Selpia Pebriana; Iis Nurasiah; Irna Khaleda Nurmeta
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.5656

Abstract

Kreativitas merupakan kemampuan penting yang perlu dikuasai siswa. di sekolah dasar. Salah satu mata pelajaran di SD yang melatih kreativitas adalah Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya. Namun dari hasil observasi di SDN 1 Bojong Sukabumi, pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya yang dilakukan belum membantu siswa meningkatkan kreativitasnya. Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah dengan menerapkan media Loose Parts. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa dengan menggunakan media Loose Parts di SDN 1 Bojong. Dalam penelitian metode yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas terdiri dari dua siklus. Setiap siklus dimulai dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi guru dan  siswa serta tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media Loose Parts dapat meningkatkan keterampilan bercerita siswa di SDN 1 Bojong. Hal ini dapat dilihat dari hasil olah data yang diperoleh pada siklus 1, sebanyak 17 siswa dari 36 jumlah seluruh siswa kelas 1 memiliki kreativitas dalam membuat karya seni rupa, sedangkan 19 siswa lainnya belum memiliki kreativitas berkarya, sehingga presentase kemampuan keterampilan bercerita mencapai 48% dengan nilai rata-rata 55. Pada siklus 2 hasil olah data yang diperoleh yaitu  31 siswa dari 36 jumlah keseluruhan siswa memiliki peningkatan kreativitas dengan presentase 86% dan nilai rata-rata nya adalah 67.14. kesimpulan dari penelitian ini adalah media Loose Parts dapat meningkatkan kreativitas siswa pada pembelajaran seni budaya dan prakarya di sekolah dasar.
Media Engklek Untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Eka Ratna Dewi; Iis Nurasiah; Irna Khaleda Nurmeta
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5742

Abstract

Kemampuan membaca merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama pada tingkat sekolah dasar. Pada kelas rendah, siswa sedang mengembangkan kemampuan membaca permulaan yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan membaca selanjutnya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki kemampuan membaca siswa kelas 1 di Sekolah Dasar Negeri 1 Curughilir pada tahun pelajaran 2022/2023 dengan menggunakan media engklek. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah siswa kelas 1 di Sekolah Dasar Negeri 1 Curughilir. Untuk mengumpulkan data tentang kemampuan membaca siswa, digunakan instrumen tes yang telah dikembangkan berdasarkan kriteria dan indikator yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, persentase ketuntasan mencapai 64% dengan tingkat kemampuan membaca yang tergolong sedang. Pada siklus II, kemampuan membaca siswa mengalami peningkatan yang signifikan dan mencapai tingkat yang tergolong tinggi, dengan persentase ketuntasan mencapai 94%, sesuai dengan target yang ditetapkan oleh peneliti yaitu 90%. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan media engklek dalam pembelajaran mampu meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 di SDN 1 Curughilir tahun pelajaran 2022/2023. Temuan ini menunjukkan bahwa media engklek efektif dalam membantu siswa mengembangkan kemampuan membaca mereka. Media ini memberikan suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, sehingga siswa lebih termotivasi dan aktif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan media engklek dalam pembelajaran membaca pada kelas 1 sekolah dasar dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa.
PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS VI MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) Rasmini Rasmini; Iis Nurasiah; Irna Khaleda Nurmeta
Jurnal Equation: Teori dan Penelitian Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : UIN FAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/equation.v6i2.10854

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VI MI Pamoyanan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Solving pada materi operasi hitung bilangan cacah. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI MI Pamoyanan tahun ajaran 2022/2023 yang berjumlah 16 orang siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan 2 siklus, masing-masing siklus dilaksanakan 2 kali pertemuan. Pengambilan data dilakukan dengan tes kemampuan pemecahan masalah, lembar observasi guru, dan siswa sebagai tingkat keterlaksanaan dan pencapaian dalam menggunakan model pembelajaran Problem Solving. Hasil kemampuan pemecahan masalah dapat dilihat dari hasil tes prasiklus, siklus I dan siklus II. Pada tes prasiklus nilai rata-rata 58,75 dengan persentase ketuntasan belajar 25%, pada siklus 1 pertemuan I mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata siswa 61,87 dengan persentase ketuntasan belajar 34% dan pada siklus 1 pertemuan II mengalami peningkatan juga dengan nilai rata-rata 70,62 dengan persentase ketuntasan belajar 59%. Pada siklus 2 pertemuan I mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 75,00 dengan persentase ketuntasan belajar 73%, dan pada siklus 2 pertemuan II mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 81,25 dengan persentase ketuntasan belajar 84%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Solving dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi operasi hitung bilangan cacah di kelas VI MI Pamoyanan.Kata Kunci : Kemampuan Pemecahan Masalah, Model Pembelajaran  Problem Solving, Matematika  ABSTRACTThis study aims to improve the mathematical problem solving abilities of class VI MI Pamoyanan students by using the Problem Solving learning model on whole number arithmetic operations. The subjects of this study were 16 students in class VI MI Pamoyanan for the academic year 2022/2023. This type of research is classroom action research which is carried out in 2 cycles, each cycle is carried out in 2 meetings. Data collection was carried out by testing problem solving abilities, teacher observation sheets, and students as the level of implementation and achievement in using the Problem Solving learning model. The results of problem solving abilities can be seen from the results of pre-cycle tests, cycle I and cycle II. In the pre-cycle test the average score was 58.75 with a learning completeness percentage of 25%, in cycle 1 meeting I there was an increase with an average student score of 61.87 with a learning completeness percentage of 34% and in cycle 1 meeting II there was also an increase with a score an average of 70.62 with a learning completeness percentage of 59%. In cycle 2 the first meeting increased with an average score of 75.00 with a learning completeness percentage of 73%, and in cycle 2 the second meeting experienced an increase with an average score of 81.25 with a learning completeness percentage of 84%. Based on the results of the study it can be concluded that the Problem Solving learning model can improve students' mathematical problem solving abilities in the material for arithmetic operations in class VI MI Pamoyanan.Keywords: Problem Solving Ability, Problem Solving Learning Model, Mathematics
IMPLEMENTASI WAYANG SUKURAGA TERHADAP PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA BERKEBHINEKAAN GLOBAL Euis Syafaah; Iis Nurasiah; Irna Khaleda Nurmeta
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 10 No. 4 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v10i4.1872

Abstract

Pendidikan karakter sangatlah penting dalam kurikulum merdeka karena berkaitan dengan penguatan profil pelajar Pancasila. Penguatan profil pelajar pancasila dapat dilakukan melalui pengenalan budaya yang menjadi karakter peserta didik. Berdasarkan observasi awal didapatkan permasalahan mengenai karakter siswa terutama dalam karakter berkebhinekaan global. Diantara salah satu solusi untuk memecahkan masalah ini yaitu dengan mengenalkan media berbasis kearifan lokal kepada peserta didik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan karakter berkebhinekaan global peserta didik pada siswa kelas IV dengan menggunakan Wayang Sukuraga sebagai media pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang dilakukan melalui II siklus dan terdiri dari dua pembelajaran pada setiap siklusnya. Partisipan terdiri atas 28 Peserta didik yaitu 14 laki-laki dan 14 perempuan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan angket. Analisa data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu dengan perolehan skor rata-rata siklus I sebesar 73,03 dan siklus II sebesar 86,25. Dengan demikian dapat dismpulkan bahwa Wayang sukuraga dapat meningkatkan sikap berkebhinekaan global siswa.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) pada Mata Pelajaran IPA di Sukabumi Irna Khaleda Nurmeta; Purwanto, Dwi; Sutisnawati, Astri
utile: Jurnal Kependidikan Vol. 8 No. 2 (2022): utile: Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jut.v8i2.1664

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) menggunakan desain Kemmis dan Taggart. Dengan 2 siklus mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Objek penelitian adalah siswa kelas IV yang berjumlah 32 siswa. Alat pengumpulan data menggunakan tes dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai pengetahuan mata pelajaran IPA pada kegiatan pra siklus memperoleh persentase rata-rata 37,50% dengan kategori rendah, pada siklus I memperoleh persentase rata-rata 62,50% dengan kategori cukup, kemudian pada siklus II memperoleh persentase rata-rata 80,06% dengan kategori baik sedangkan aktivitas guru siklus I memperoleh nilai rata-rata 80% dengan kategori baik, siklus II memperoleh nilai 91% dengan kategori sangat baik dan aktivitas siswa siklus I memperoleh nilai rata-rata 71,50% dengan kategori cukup baik, siklus II memperoleh nilai 80,60% dengan kategori baik. Data tersebut menunjukan bahwa penggunaan model pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada kelas IV di Sukabumi
Upaya Meningkatkan Minat Belajar IPA dengan Materi Struktur Bagian Tumbuhan dan Fungsinya Melalui Media Specimen Herbarium Kelas IV Sekolah Dasar Irna Khaleda Nurmeta; Widjaya, Ane Fitrya
utile: Jurnal Kependidikan Vol. 9 No. 1 (2023): utile: Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jut.v9i1.1672

Abstract

Dalam materi pelajaran IPA begitu luas sehingga anak sulit untuk berfikir kritis dan kreatif .Anak usia sekolah dasar dalam berfikir belum formal karena anak pada usia tersebut maesih ada pada tahap operasional konkret.sebagian besar mereka kurang afetif dalam kontektual baru yang berbeda yang di contohkan. Dan penelitian ini di lakukan untuk meningkatkan minat belajar IPA terhadap struktur bagian tumbuhan dan fungsinya melalui media specimen herbarium. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan model desain Kemmis dan Taggart. Melalui 2 siklus mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Partisipan penelitian adalah siswa kelas 4 yang berjumlah 17 siswa. Alat pengumpulan data menggunakan tes dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan minat belajar siswa, pada kegiatan pra siklus memperoleh persentase rata-rata 52,94% dengan kategori rendah, pada siklus I memperoleh persentase rata-rata 64,11% dengan kategori cukup, kemudian pada siklus II memperoleh persentase rata-rata 78,82% dengan kategori sangat baik sedangkan aktivitas guru siklus I memperoleh nilai rata-rata 29,41% dengan kategori Kurang, siklus II memperoleh nilai 100% dengan sangat baik dan aktivitas siswa siklus I memperoleh nilai rata-rata 29,41% dengan kategori kurang, siklus II memperoleh nilai 100% dengan sangat baik. Data tersebut menunjukan bahwa penerpan media specimen dapat meningkatkan minat belajar siswa terhadap struktur bagian tumbuhan dan fungsinya kelas IV di kecamatan jampang kulon
Pembelajaran seni tari di Rumah Budaya Sukuraga Kota Sukabumi: Etnografi praktik pendidikan seni non-formal Dewi Rachmawati; Trianti Nugraheni; Nanang Ganda Prawira; Irna Khaleda Nurmeta
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 8, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v8i1.84568

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembelajaran tari Kudu Leumpang di RBS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi literatur, dan dokumentasi. Partisipan penelitian yakni pelatih, para peserta pelatihan di RBS serta masyarakat dan budayawan sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RBS sebagai tempat eduwisata dan media pendidikan karakter yang disampaikan oleh para tokoh Wayang Sukuraga. Untuk pembelajaran tari, RBS memiliki beberapa komponen, yang pertama adalah seniman tradisi yang sudah diakui profesionalitasnya di lingkungan Sukabumi dan Jawa Barat, materi fokus pada tari Sunda kreasi khususnya tari Kudu Leumpang, peserta didik berasal dari usia sekolah dasar hingga mahasiswa yang merupakan penggiat seni di RBS. Selain itu, beberapa komponen lain di RBS masih belum terpenuhi di antaranya belum ada tingkatan kelas sesuai dengan materi yang dipelajari, materi tari masih fokus pada pengembangan tari Kudu Leumpang, kurangnya keterlibatan peserta mengikuti lomba-lomba tari, serta sarana-prasarana yang perlu dilengkapi untuk menunjang proses pembelajaran. Dance learning at Rumah Budaya Sukuraga, Sukabumi City: An ethnography of non-formal art education practices Abstract: This research aims to describe the learning process of Kudu Leumpang Dance at RBS. This research used a qualitative approach with the ethnographic method. Data collection techniques were observation, interview, literature study, and documentation. The research participants were trainers, trainees at RBS, and the surrounding community and cultural experts.  The results showed that RBS is a place for education and a medium for character education delivered by Wayang Sukuraga figures. For dance learning, RBS has several components, the first is traditional artists who have been recognized for their professionalism in Sukabumi and West Java, the material focuses on Sundanese dance creations, especially Kudu Leumpang Dance, students come from elementary school age to university students who are art activists at RBS. In addition, several other components at RBS are still not fulfilled, including no grade level according to the material studied, dance material still focuses on the development of Kudu Leumpang Dance, lack of participant involvement in dance competitions, and infrastructure that needs to be equipped to support the learning process.