Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Citra Perempuan dalam Antologi Tanka 12 dan 21 Pada Ogura Hyakunin Isshu(小倉百人一首) Gusti Ayu Made Aryastiti; Ni Luh Gede Meilantari
Jurnal Bahasa Jepang Taiyou Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Taiyou
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zaman Heian (abad ke 7-11 M) di Jepang adalah zaman berkembangnya karya sastra dengan pengarang pria yang menggambarkan perempuan. Pada zaman tersebut dikumpulkan puisi Jepang yang disebut Tanka yang diberi nama Ogura Hyakunin Isshu oleh Fujiwara no Teika. Perempuan pada setiap karya sastra di masa Jepang yang memiliki budaya patriarki tinggi. Terhadap hal itu, peneliti mengidentifikasi citra fisik, psikis dan sosial yang digambarkan dilihat melalui kajian feminisme. Penelitian citra prempuan pada tanka ke-12 dan 21 Ogura Hyakunin Isshu dengan 100 pengarang dengan 79 penyair pria dan 21 perempuan, menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data studi pustaka yang dijelaskan secara naratif. Citra perempuan yang digambarkan pada tanka begitu perbeda yaitu sedih dan kebingungan akan ketidakpastian dari waktu yang dihabiskan untuk menunggu, dan keceriaan pada sosok bidadari yang menari. Karakter fisik pada sosok wanita dari tanka ini pada Ogura Hyakunin Isshu adalah perempuan digambarkan dengan keindahan bak bidadari dan perempuan ‘sabar’ yang dengan penuh rasa lembut hati menunggu kekasih yang telah lama ditunggu-tunggu hingga bergantinya musim. Citra psikis yang dikagumi dan wanita setia.
Analisis Nilai Zen Buddhisme pada Lagu Holiday Milik Hiraidai Ni Nyoman Nadya Triswara; Ni Luh Gede Meilantari
Jurnal Bahasa Jepang Taiyou Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Taiyou
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mengkaji nilai Zen Buddhisme yang terkandung pada lagu berjudul Holiday milik Hiraidai yang bertemakan kehidupan dan memiliki pesan untuk sesekali beristirahat dari berbagai macam kesibukan yang kita jalani. Dalam ajaran Zen Buddhisme, terdapat tujuh nilai yaitu fukinsei (asimetris), kanso (kesederhanaan), shizen (alami), kokou (kekeringan sublim), yuugen (makna yang mendalam), datsuzuko (bebas dari ikatan), dan seijaku (keheningan). Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu studi pustaka. Pada analisis data, penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menemukan solusi dari rumusan masalah. Pada penyajian hasil analisis data, digunakan penyajian data secara informal berupa penjelasan data secara deskriptif menggunakan kalimat dalam sebuah paragraf. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, didapati hasil bahwa 5 bait lirik dalam lagu Holiday milik penyanyi Hiraidai memiliki unsur nilai Zen Buddhisme di dalamnya. Nilai yang ada dalam lirik-lirik terebut yaitu 3 data pada nilai fukinsei (asimetris), dan 2 data pada nilai datsuzuko (bebas dari ikatan).
PENGENALAN KOSAKATA COVID-19 DALAM BAHASA JEPANG MELALUI AUDIO VISUAL DI SMK SARASWATI 3 DENPASAR Ni Luh Gede Meilantari; Made Henra Dwikarmawan Sudipa
LOKATARA SARASWATI Vol 1 No 2 (2022): Lokatara Saraswati: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Bahasa Asing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.124 KB)

Abstract

2020 became a hard year for global society. Since March, 2020, school is closed. All learning process is going by online. On the situation like this, Japanese Literature Study Program, Faculty of Foreign Language, Denpasar Mahasaraswati University would like to held community service, especially at SMK Saraswati 3 Denpasar, as one of high school below Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar (Saraswati Foundation). This service, focused on aiding Japanese learning process, especially on introducing COVID-19 vocabulary in Japanese. Using learning media hopefully can solved online learning problems. Specifically, by using audio visual. In the end of the service, the participants took survey about introducing COVID-19 vocabulary in Japanese using audio visual. From 80 participants, 54 gives feedback and the result is using audio visual as an aid during language learning process is effective, although, the quality of the video should be more attractive to attract students.
IKON, INDEKS, SIMBOL PADA LAGU LIGHT, CRYSTAL SNOW, DAN YOUR EYES TELL KARYA BTS Norika, Putu Dian; Andriyani, Anak Agung Ayu Dian; Meilantari, Ni Luh Gede
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 12 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v12i2.6775

Abstract

Penelitian ini berjudul Ikon, Indeks, dan Simbol Pada Lirik Lagu Light, Crystal Snow, Your Eyes Tell Karya BTS dengan menggunakan teori semiotika yang dikemukakan oleh Charles Sander Peirce. Sumber data pada penelitian ini menggunakan data dari tiga lagu karya BTS dengan judul Light, Crystal Snow, dan Your Eyes Tell. Data diperoleh dengan mengunduh lagu Light, Crystal Snow, Your Eyes Tell Karya BTS lalu melakukan penelitian secara kualitatif dengan menggunakan metode simak dan catat. Hasil dari penelitian ditemukan ikon, indeks, dan simbol. Selain ditemukannya data berupa tanda, pada penelitian ini juga ditemukan data berupa makna yang diklasifikasikan beriringan dengan tanda tersebut. Kata kunci: tanda, makna, lirik lagu
Implementasi Tingkat Tutur Dalam Konsep Uchi Soto Made, Adi Arta Sudarta; Andriyani, Anak Agung Ayu Dian; Meilantari, Ni Luh Gede
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 13 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v13i1.7818

Abstract

ABSTRACT In the Japanese bussness recognizes uchi soto concept which affects the use of speech levels used by speakers to speech partners This research is aims to analyze and describe how the implementation of speech level according to the ” Uchi soto” concept in the japanese bussness is described in the drama Love Phantom. The data in this research are primary data in the form of dialogue obtained using the observation method using the note-taking technique on the video drama Phantom which is watched online on the website filmarks.com. Analysis of the data using the technical method of determining pillar elements to select the speech data to be studied, namely the level of Japanese speech as a form of qualitative research that describes the speech between characters that appear in the drama Love Phantom, which is allegedly the level of Japanese speech when speaking to uchi and soto side of person. From the results obtained from this research, it shows that in the implementation of the speech level in the “uchi soto”concept, the level of speech used by uchi is futsuugo and teineigo only, this is based on the intimacy between fellow employees which is realized by useing futsuugo, and the use of teineigo to superiors as a form of respect. While the type of speech level used for the Soto party is the Keigo form which is used to show respect to the speech partner who is the Soto side of person. and also found the use of the Futsuugo pattern to the soto Side of person based on a close friendship relationship between the speaker and the speech partner during job. Keyword : Speech level, Uchi soto, Drama, Futsuugo, Keigo ABSTRAK Di dalam ranah bisnis Jepang mengenal konsep uchi soto yang mempengaruhi penggunaan tingkat tutur penutur kepada mitra tutur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana implemntasi tingkat tutur menurut konsep uchi soto dalam ranah bisnis jepang yang digambarkan dalam drama Love Phantom. Data penelitian ini adalah data primer berupa dialog yang didapat dengan metode observasi menggunakan teknik simak catat pada video drama Live Phantom yang secara daring di web filmarks.com. Penganalisisan data menggunakan metode teknik unsur pilar penentu untuk memilih data tuturan yang diteliti, yaitu tingkat tutur bahasa Jepang sebagai wujud penelitian yang kualitatif yang mendeskripsikan tuturan antar tokoh dalam drama Love Phantom saat berbicara kepada pihak uchi maupun soto. Dari hasil yang diperoleh penelitian ini, menunjukan bahwa dalam implementasi tingkat tutur dalam konsep uchi soto, tingkat tutur yang digunakan kepada pihak uchi yaitu futsuugo dan teineigo saja, hal ini didasar oleh adanya keakraban diantara sesama pegawai yang diwujudkan dengan penggunaan futsuugo, serta penggunaan teineigo kepada atasan sebagai wujud rasa hormat. Sementara jenis tingkat tutur yang digunakan kepada pihak soto adalah bentuk Keigo yang dipergunakan untuk menunjukan penghormatan kepada mitra tutur yang merupakan pihak soto, serta ditemukan pula adnaya penggunaan pola Futsuugo kepada pihak soto yang didasari adanya hubungan pertemannan yang akrab diantara sang penutur dan mitra tutur. Keyword : Tingkat tutur, Uchi soto, Drama, Futsuugo, Keigo
ANALISIS KARAKTER TOKOH OKAASAN SEBAGAI TOKOH UTAMA DALAM ANIME ATASHINCHI Kemala Dewi, Ni Luh Gede Diah; Ni Wayan Meidariani; Ni Luh Gede Meilantari
Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Bahasa Asing Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas mengenai karakter tokoh Okaasan sebagai tokoh utama dalam anime Atashinchi yang ditayangkan pada laman youtube. Teori yang digunakan dalam artikel ini adalah pendekatakan karya sastra menggunakan teknik pelukisan tokoh dari Abrams dan teori karakterisasi melalui penampilan tokoh dalam buku Albertine Minderop. Karakteri tokoh dapat di analisis menggunakan teknik ekspositori dan teknik dramatik serta melalui penamilan tokoh. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dan teknik simak. Metode dan teknik analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan teknik 1) menganalisis data, 2) pendeskripsian dan 3) penarikan kesimpulan. Serta metode penyajian hasil analisis data adalah secara informal. Analisis data pada tokoh Okaasan sebagai tokoh utama dalam anime Atashinchi meliputi episode 1 hingga episode 9, ditemukan 6 data yang menunjukkan karakter dari tokoh Okaasan.
KETIDAKLANGSUNGAN EKSPRESI PADA LIRIK LAGU NAMONAI HANA KARYA SATO MIKI Widhiantara, Oka; Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Ni Luh Gede Meilantari
Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Vol. 4 No. 01 (2024): Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Bahasa Asing Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menbahas tentang ketidaklangsungan ekspresi pada lirik lagu Namonai Hana karya Sato Miki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semiotika Michael Riffaterre. Hasil penelitian ditemukan empat penggantian arti yang menggunakan majas metafora dan majas simbolik. Pada kategori penyimpangan arti yang berupa ambiguitas, kontradiksi dan nonsense tidak ditemukan dalam lirik Namonai Hana. Pada kategori teakhir dalam ketidaklangsungan ekspresi yakni ditemukan satu penciptaan arti. Makna dari lagu Namonai Hana karya Sato Miki adalah perasaan cinta yang tak tersampaikan.
ELEMEN LOKAL PADA PAPAN NAMA RESTORAN WARALABA JEPANG DI DENPASAR Aritonang, Betty; Meilantari, Ni Luh Gede; Sudipa, Made Henra Dwikarmawan
Jurnal SORA - Pernik Studi Bahasa Asing Vol 7 No 1 (2023): Jurnal SORA
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing Yapari-ABA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58359/jurnal_sora.v7i1.92

Abstract

The emergence of Japanese restaurants in Indonesia, including franchise networks, companies with foreign and domestic capital, demonstrates that Japanese food is being globalized. Globalization makes it easier for outside culture to infiltrate local life. Events in other worlds can easily be imitated by other parts, resulting in homogeneity in every community's life. Local elements must emerge as markers or characteristics of a specific area as homogeneity is strengthened. Glocalization is the concept of combining global and local cultures. Cultures from outside are then adapted to local culture, resulting in hybridity or unification of the local and the global. Two levels of analysis will be used in researching the glocalization of Japanese franchise restaurant sign boards in Denpasar: the language code type stage and the psychological stage. A descriptive qualitative research method was employed. According to the findings of the analysis, the process of glocalization on the nameplates of Japanese franchise restaurants in Indonesia is carried out by 'transliterating,' or changing the writing from Japanese to Latin letters. Some restaurants include words or sentences that help locals identify the restaurant's characteristics. Regardless, glocalization is done to attract Indonesian consumers.
The Evolution Of Japanese Haiku: From Paper To Digital Ni Luh Gede Meilantari; I Nyoman Suarka; I Ketut Sudewa; Igaa Mas Triadnyani
International Journal of Education and Literature Vol. 3 No. 2 (2024): August : International Journal of Education and Literature
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijel.v3i2.118

Abstract

Haiku is a type of traditional Japanese poetry that originated in the Muromachi era (13th-15th centuries) and evolved further throughout the Edo era (17th century). Haiku, along with Ninja, Manga, Samurai, and Karaoke, has become a prominent Japanese vocabulary word around the world. Haiku is a form of poetry that can be found in both Japanese and international literature. Haiku has grown in popularity as a result of technological advancements in the twenty-first century, particularly through the internet and social media. This study attempts to summarize the evolution of haiku from paper to digital media as it exists today. Digital platforms have changed the classic haiku structure by allowing for syllable count experimentation, multimedia incorporation, and worldwide cultural interaction. These innovations have enhanced the haiku tradition while preserving its core and depth.
Cognate Object dalam Bahasa Jepang: Bentuk dan Contoh Aritonang, Betty Debora; Meilantari, Ni Luh Gede
Jurnal Bahasa Asing Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Bahasa Asing
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58220/jba.v17i1.68

Abstract

Syntax is concerned with how sentences are constructed. Language users employ a unique variation that allows for the formation of elements in sentences. Subject, verb, object, complement, and adverb are some sentence structure components that catch the attention of syntax. This research will concentrate on objects, particularly cognate objects, among the many sentence structures studied from syntax. Although the Japanese language has a cognate object similar to English, there is a slight difference. This is because the object comes before the predicate in the Japanese sentence pattern. As a result, this paper will look at how cognate object forms in Japanese. Some of the facts in the discussion suggest that the cognate object in Japanese is significantly different from the cognate object in English. This is due to the non-referential and non-accusative nature of the cognate object in Japanese. In Japanese, cognate object forms based on verbs have nearly the same qualities as verbs.