Claim Missing Document
Check
Articles

MONUMEN BELANDA DI DESA TEMUKUS, BANJAR, BULELENG, BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS DI SMP ., Kadek Virgotama Krissanta; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i1.4172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui latar belakang pendirian Monumen Belanda di Desa Temukus, Banjar, Buleleng, (2) mengetahui wujud aksi perjuangan rakyat Buleleng melawan penjajahan Belanda , (3) mengetahui bagaimana potensi yang dimiliki Monumen Belanda yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran IPS Terpadu di SMP N 3 Banjar. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap ; (1) metode penentuan lokasi penelitian, (2) metode penentuan informan, (3) metode pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian dokumen), (4) metode penjamin keaslian data (triangulasi data, triangulasi metode), (5) metode analisis data, dan (6) metode penulisan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) adanya peristiwa sejarah yang melatarbelakangi pembangunan Monumen Belanda oleh Belanda yaitu untuk mengenang gugurnya pimpinan pasukan Belanda yang bernama Letnan Steigman dan De Nijs bersama 20 serdadu Belanda yang gugur dalam pertempuran melawan laskar Banjar pada tahun 1868. (2) Fungsi yang terkandung pada Monumen antara lain: keberanian, kepahlawanan dan rela berkorban. (3) Potensi Monumen Belanda Sebagai Media Pembelajaran IPS di SMP Negeri 3 Banjar dapat dijabarkan ke dalam silabus yang berbasis kurikulum 2013 pada kelas VIII semester ganjilKata Kunci : monumen, fungsi monumen, dan media pembelajaran. This study aims to (1)knowing the background of dutch monument in temukus village, banjar, buleleng(2) knowing the form of army buleleng againts the dutch colonial (3)knowing how the potential of dutch monument which can be used as a source of learning IPS Terpadu in Smp N 3 Banjar. In this study, the data collected by using kualitatif method, which steps (1) method of determining the location of the study (2) method of determining the information (3) methods of data collection ( observation, interview, review of documents), (4) Guarantor method of data authenticity (triangulasi of data, triangulasi of method). (5) methods of data analysis and (6) method of writing. The results showed that (1) existence of historical events underlying the development of the dutch by the dutch monument is to commemorate the death of the leader of the dutch troops name Steigman Lieutenant and De Nijs with 20 dutch soldiers who died in battle againts of the Banjar army in 1868. (2) function of the monument are : educative function, inspirative function, recreative function, and socio-cultural function. (3) the potential of Dutch monument as a learning medium in Smp N 3 Banjar can be adjusted to reflect the 2013 syllabus curriculum based on class VIII of odd semester.keyword : Monument, The function of monument, and instructional media
Pemanfaatan Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring Melalui Model Pembelajaran Kontekstual Dengan Strategi Student Teams Achievement Divisions (STAD) Untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Sejarah pada Siswa Kelas XI Semester I Tahun Ajaran 2014/2015 di SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali ., Dewa Gede Suma Adnyana; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.4845

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini; (1) Untuk mengetahui apakah pemanfaatan Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring melalui model pembelajaran konstektual dengan strategi Student Teams Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan minat dan hasil belajar mata pelajaran sejarah pada siswa Kelas XI Semester I Tahun Ajaran 2014/2015 di SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali. (2) Mengetahui tanggapan siswa Kelas XI Semester I Tahun Ajaran 2014/2015 di SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali terhadap pemanfaatan Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring melalui model pembelajaran konstektual dengan strategi Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran sejarah. Metode penelitian dalam PTK ini merupakan deskripsi proses tindakan yang akan dikenakan kepada siswa secara detail dan padat dengan teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan, tes. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Semester I SMA Amarawati Tampaksiring yang berjumlah 25 orang yaitu 14 laki-laki dan 11 perempuan. Objek penelitian ini adalah minat, hasil belajar dan tanggapan siswa. penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan 2 (dua) siklus melalui empat tahapan yaitu: (1) menentukan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) Tujuan penelitian tindakan kelas ini; (1) Untuk mengetahui apakah pemanfaatan Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring melalui model pembelajaran konstektual dengan strategi Student Teams Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan minat dan hasil belajar mata pelajaran sejarah pada siswa Kelas XI Semester I Tahun Ajaran 2014/2015 di SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali. (2) Mengetahui tanggapan siswa Kelas XI Semester I Tahun Ajaran 2014/2015 di SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali terhadap pemanfaatan Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring melalui model pembelajaran konstektual dengan strategi Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran sejarah. Metode penelitian dalam PTK ini merupakan deskripsi proses tindakan yang akan dikenakan kepada siswa secara detail dan padat dengan teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan, tes. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Semester I SMA Amarawati Tampaksiring yang berjumlah 25 orang yaitu 14 laki-laki dan 11 perempuan. Objek penelitian ini adalah minat, hasil belajar dan tanggapan siswa. penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan 2 (dua) siklus melalui empat tahapan yaitu: (1) menentukan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) melakukan refleksi dan evaluasi. Hasil penelitian tindakan kelas dan analisis dapat diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Minat belajar siswa pada siklus I adalah 52,25% dengan kategori sedang, meningkat menjadi 71% pada siklus II dengan kategori tinggi; (2) Rata-rata hasil belajar siswa adalah 75,52% dengan kategori tinggi, meningkat menjadi 89% pada siklus II dengan kategori sangat tinggi. (3) Terjadi peningkatan respon positif siswa dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 14, 03%. Kata Kunci : Pembelajaran Kontekstual, Strategi STAD, Minat, Hasil Belajar, dan Tanggapan Siswa. The purposes of this classroom action research are; (1) To determine whether the use of Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring through contextual learning model with Student Teams Achievement Divisions (STAD) strategy can increase the students’ interest and learning outcomes in the subjects of history in class XI semester I SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali in the academic year 2014/2015. (2) To know the students’ reactions in class XI semester I in the academic year 2014/2015 SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali toward the utilization of Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring through contextual learning modelwith Student Teams Achievement Divisions (STAD) strategy to increase the interest and learning outcomes of student in the subjects of history. In this study, the subjects were students of class XI semester I SMA Amarawati Tampaksiring which amounted to 25 students they are 14 boys and 11 girls. The object of this study is of interest , learning outcomes and student responses . classroom action research was conducted 2 ( two ) cycles through four stages , namely : ( 1 ) determining the subject of research , ( 2 ) create a plan of action , ( 3 ) implement measures , ( 4 ) to make observations , ( 5 ) reflection and evaluation . The results of action research and analysis can be obtained as follows : ( 1 ) The interest of students in the first cycle was 52.25 % with moderate category , rising to 71 % in the second cycle with high category ; ( 2 ) The average results of student learning is 75.52 % with the high category , rising to 89 % in the second cycle with very high category . ( 3 ) An increase in positive responses of students from cycle 1 to cycle 2 at 14 , 03 % .Tampaksiring, Gianyar, Bali toward the utilization of Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring through contextual learning modelwith Student Teams Achievement Divisions (STAD) strategy to increase the interest and learning outcomes of student in the subjects of history. In this study, the subjects were students of class XI semester I SMA Amarawati Tampaksiring which amounted to 25 students they are 14 boys and 11 girls. The object of this study is of interest , learning outcomes and student responses . classroom action research was conducted 2 ( two ) cycles through four stages , namely : ( 1 ) determining the subject of research , ( 2 ) create a plan of action , ( 3 ) implement measures , ( 4 ) to make observations , ( 5 ) reflection and evaluation . The results of action research and analysis can be obtained as follows : ( 1 ) The interest of students in the first cycle was 52.25 % with moderate category , rising to 71 % in the second cycle with high category ; ( 2 ) The average results of student learning is 75.52 % with the high category , rising to 89 % in the second cycle with very high category . ( 3 ) An increase in positive responses of students from cycle 1 to cycle 2 at 14 , 03 % .keyword : ContContextual learning with STAD Strategy, interest, learning outcomes, and the students’ reaction..
Biografi Pejuang I Gusti Ayu Rija (Studi Tentang Pewarisan Nilai-Nilai Karakter Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA Berbasis Kurikulum 2013) ., Qori Bayyinaturrosyi; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.7062

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) Biografi I Gusti Ayu Rija; (2) nilai-nilai karakter yang tersurat dan tersirat dari sosok I Gusti Ayu Rija; dan (3) nilai-nilai karakter dari I Gusti Ayu Rija yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA berbasis kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode penulisan sejarah yaiutu: (1) pengumpulan sumber (heuristic); (2) kritik sumber; (3) interpretasi; dan (4) penulisan sejarah (historiografi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa I Gusti Ayu Rija adalah putri ke-3 dari 7 bersaudara dari pasangan I Gusti Bagus Negara (putra generasi ke XI puri Anyar) dengan I Gusti Ngurah Rai dari Katiasa. I Gusti Ayu Rija lahir di puri Anyar, masa kecilnya kebanyakn dihabiskan bergaul dengan masyarakat biasa sehingga tumbuh besar menjadi seorang pejuang masa revolusi fisik di Buleleng 1946-1949. Nilai-nilai karakter yang terkandung pada sosok I Gusti Ayu Rija antara lain: (1) relegius; (2) jujur; (3) disiplin; (4) bertanggung jawab; (5) kerja keras; (6) percaya diri; (7) mandiri; (8) sadar diri; (9) patuh pada aturan sosial; (10) respek; (11) demokratis; (12) nasionalis; (13) suka menolong; (14) tangguh; dan (15) berani mengambil resiko. Nilai-nilai karakter I Gusti Ayu Rija dapat dimasukkan dalam sumber belajar sejarah SMA berbasis kurikulum 2013 kelas XI pada materi pokok “Perjuangan mempertahankan kemerdekaan dari ancaman sekutu dan Belanda”.Kata Kunci : Biografi, Nilai-Nilai Karakter, Kurikulum 2013 This study aims to know (1) I Gusti Ayu Rija’s biography; (2) the values of explicit and implicit character of the figure I Gusti Ayu Rija; and (3) of character values of I Gusti Ayu Rija which can be used as a source of learning in high school history curriculum based on 2013. This study uses historical writing namely: (1) the collection of resources (heuristic); (2) source criticism; (3) interpretation; and (4) the writing of history (historiography). The results showed that I Gusti Ayu Rija is the daughter of the 3rd of seven children of the couple I Gusti Bagus Negara (son generation to Anyar castle XI) with I Gusti Ngurah Rai from Katiasa. I Gusti Ayu Rija was born in the castle Anyar, mostly spent her childhood mingle with ordinary people that grow up to be a fighter the physical revolution in Buleleng 1946-1949. Character values embodied in the figure of I Gusti Ayu Rija, among others: (1) religious; (2) to be honest; (3) discipline; (4) is responsible; (5) hard work; (6) self-reliant; (7) independently; (8) self-conscious; (9) comply with social rules; (10) respect; (11) democratic; (12) nationalist; (13) prefer; (14) resilient; and (15) take risks. The values of I Gusti Ayu Rija characters can be entered in the source-based high school curriculum learning the history of class XI in 2013 on the subject matter "The struggle to defend the independence of the threat of allies and the Netherlands".keyword : Biography, Values Character, Curriculum 2013
Pengajaran Sejarah sebagai Media Penanaman Wawasan Kebangsaan (Studi Kasus di Kelas XI IPS 2 Syamsul Huda, Tegallinggah, Sukasada, Buleleng, Bali) ., Aniqa Faza; ., Dr. Tuty Maryati,M.Pd; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i3.12551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pandangan siswa kelas XI IPS 2 MA Syamsul Huda tentang mata pelajaran sejarah; (2) sistem pembelajaran sejarah di MA Syamsul Huda; (3) persepsi guru dan siswa mengenai wawasan kabangsaan melalui pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah: (1) Lokasi penelitian di MA Syamsul Huda, Tegallinggah. (2) Penentuan informan menggunakan Purposive Sampling (3) Pengumpulan data melalui Observasi, Kuisioner, Wawancara mendalam, dan studi dokumen (4) Validasi data menggunakan trianggulasi data dan metode; (5) Analisis data menggunakan analisis interaktif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pandangan siswa terhadap mata pelajaran sejarah di MA Syamsul kelas XI IPS 2 sebagian besar menyatakan pelajaran sejarah menarik akan tetapi labih banyak yang tidak menyukai pelajaran sejarah serta pelajaaran sejarah penting bagi siswa MA (Madrasah Aliyah); (2) sistem pembelajaran sejarah di MA Syamsul Huda menggunakan kurikulum agama dari Departemen agama yang kemudian disesuaikan dengan kurikukum nasional yakni kurikulum 2013. (3) Persepsi guru dan siswa mengenai wawasan kebangsaan di MA Syamsul Huda positif dan sudah memenuhi indikator wawasan kebangsaan. Kata Kunci : Pengajaran Sejarah, Wawasan Kebangsaan, Persepsi. This Research aimed to knowing; (1) the view of the students of class XI IPS 2 MA Syamsul Huda about the subjects of history; (2) the history learning system in MA Syamsul Huda; (3) Perceptions of teachers and students about the insights of nationality through learning history. This study used a qualitative approach with steps: (1) Location of research in MA Syamsul Huda, Tegallinggah village; (2) Determination of informants using Purposive Sampling; (3) Data collection through Observation, Questionnaire, In-depth interview, and document study; (4) Validation of data using triangulation of data and methods; (5) Data analysis using interactive analysis. Research results show that: (1) Student's view of history subjects in MA Syamsul class XI IPS 2 mostly stated interesting history lesson but more who do not like history lessons as well as the history of history is important for MA students (Madrasah Aliyah); (2) Historical learning system at MA Syamsul Huda using religion curriculum from Ministry of religion which then adjusted to national curriculum that is curriculum 2013; (3) Perceptions of teachers and students about the national insight in the MA Syamsul Huda positive and already meet the national insight indicators. keyword : Historical Teaching, National Insight, Perception.
Makam Chabib Umar Bin Yusuf Al-Magribi Di Desa Candikuning, Bedugul: Sejarah, Dampak Sosial Ekonomi Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA ., NUR MINAH; ., Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i2.18194

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Sejarah pendirian makam Chabib Umar Bin Yusuf Al- Magribi di Desa Candikuning, (2) Dampak sosial ekonomi bagi masyarakat Desa Candikuning, (3) Potensi makam Chabib Umar Bin Yusuf Al- Magribi di Desa Candikuning, Bedugul dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah, sehingga langkah-langkah yang dilakukan adalah (1) Heuristik; (2) Kritik Sumber; (3) Interpretasi; (4) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Sejarah pendirian makam Chabib Umar Bin Yusuf Al- Magribi dengan ditemukannya lokasi makam yang terletak di atas bukit bedugul Desa Candikuning pada tahun 1940-an yang disinyalir merupakan makam seorang tokoh penyebar agama Islam yang berasal dari Timur Tengah. (2) Dampak sosial ekonomi dari Makam Chabib Umar Bin Yusuf Al- Magribi bagi masyarakat di Desa Candikuning, Bedugul adalah dampak mengenai mata pencaharian masyarakat sekitar makam, pendapatan masyarakat sekitar makam, serta interaksi sosial yang terjadi di dalam masyarakat. (3) Makam Chabib Umar Bin Yusuf Al- Magribi mengandung nilai historis sebagai salah satu tokoh penyebar agama Islam di Bali dan merupakan salah satu wali pitu yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah lokal di SMA. Kata Kunci : Sejarah, Dampak Sosial Ekonomi, dan Sebagai Sumber Belajar Sejarah The purpose of this study was to find out (1) History of the chabib Umar Bin Yusuf Al- Magribi tomb in the village of Candikuning, (2) Socio economic impact for the community in the village of Candikuning, (3) Potential of the tomb of Chabib Umar Bin Yusuf Al- Magribi in the village of Candikuning, Bedugul can be used as a source of historical learning in high school. This research is a historical research, so the steps taken are (1) Heuristics; (2) Source Criticism; (3) Interpretation; (4) Historiography. The results of this study indicate that, (1) The history of the establlishment of the Chabib Umar Bin Yusuf Al- Magribi tomb with the discovery of the location of the tomb located on the hill of the village of Candikuning Bedugul in the 1940s which was allegedly the tomb of a prominent Muslim propagator from the Middle East. (2) The socio economic impact of the Chabib Umar Bin Yusuf Al- Magribi tomb for the community in the village of Candikuning, Bedugul is the impact on the livelihoods of the people around the tomb, as well as the social interactions that occur within the community. (3) The tomb of Chabib Umar Bin Yusuf Al- Magribi containts historical value as one of the leaders of the spread of Islam in Bali and is one of the guardians who can be used as a source of learning local history in high school.keyword : History, Socio-Economic impact, and as a Source of Learning History
PURA BUKIT DHARMA DURGA KUTRI DI DESA BURUAN, GIANYAR, BALI (SEJARAH, STRUKTUR, DAN FUNGSI SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) ., Ngakan Made Viky Purnama Teja; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.6291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) sejarah berdirinya Pura Bukit Dharma Durga Kutri di Desa Buruan, Blahbatuh, Gianyar, Bali, (2) struktur dan fungsi Pura Bukit Dharma Durga Kutri di Desa Buruan, Blahbatuh, Gianyar, Bali, (3) potensi yang terdapat di Pura Bukit Dharma Durga Kutri, Desa Buruan, Gianyar, Bali yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA berdasarkan kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen); (3) teknik validitas data; (4) analisis data dan (5) teknik penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah berdirinya Pura Bukit Dharma Durga Kutri di Desa Buruan berkaitan erat dengan permaisuri Raja Udayana yang bernama Ratu Gunapriyadharmapatni. Struktur Pura Bukit Dharma Durga Kutri terdiri tiga halaman yaitu nista mandala atau jaba sisi, madya mandala atau jaba tengah dan utama mandala atau jeroan. Fungsi Pura Bukit Dharma Durga Kutri secara umum dapat dibagi menjadi enam, (1) fungsi religius; (2) fungsi sosial; (3) fungsi pendidikan; (4) fungsi budaya ; (5) fungsi ekonomi ; (6) fungsi rekreasi. Adapun potensi yang dimiliki Pura Bukit Dharma Durga Kutri yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA, yaitu: (1) Struktur berundak; (2) peninggalan arca dan (3) fragmen candi. Kata Kunci : Sejarah, Struktur dan Fungsi, Sumber Belajar Sejarah di SMA This research aims to find out, (1) the history of the Bukit Dharma Durga Kutri temple at Buruan village, Blahbatuh, Gianyar, Bali, (2) the structure and function of Bukit Dharma Durga Kutri Kutri temple at Buruan village, Blahbatuh, Gianyar, Bali, (3) the potential contained in Bukit Dharma Durga Kutri temple at Buruan village, Gianyar, Bali which can be used as a source of history learning in high school based on curriculum 2013. This research used the qualitative approach, namely: (1) the determination of the location; (2) the technique of determination of the informant; (3) data collection techniques (observation, interview, document studies); (3) the technique of validity of data; (4) data analysis and (5) the techniques of writing. The results showed that the history of the Pura Bukit Dharma Durga Kutri at Buruan village is closely related to King Udayana named Queen Gunapriyadharmapatni. Bukit Dharma Durga Temple structure Kutri consists of three of these namely nista mandala or jaba sisi, madya mandala or jaba tengah and utama mandala or jeroan. The function of Pura Bukit Dharma Durga Kutri can generally be divided into six, (1) religious function; (2) social functions; (3) the functions of education; (4) the function of culture; (5) economic function; (6) a recreational function. As for the potential of Bukit Dharma Durga Kutri temple which can serve as a source of learning history in high school, namely: (1) the structure of the stairs; (2) a relic statue and (3) fragments of the ancient temple. keyword : history, structure and function, the source of Learning History in high school
MUSEUM SEMARAJAYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL DI SMAN 1 SEMARAPURA, KLUNGKUNG, BALI ., Luh Putu Ayu Diah Pratiwi; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i3.2329

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang pendirian Museum Semarajaya, (2) Koleksi dari Museum Semarajaya yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar Sejarah Lokal di SMAN 1 Semarapura (3) Latar belakang belum dimanfaatkannya Museum Semarajaya sebagai sumber belajar sejarah lokal di SMAN 1 Semarapura berdasarkan Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu: (1) tehnik penentuan informan; (2) tehnik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen) dan; (3) analisis data. Berdasarkan temuan di lapangan menunjukkan bahwa bangunan Museum Semarajaya menggunakan bangunan sekolah Belanda (MULO) dan mulai digunakan sebagai Museum pada tanggal 28 April 1992 untuk memperingati 84 tahun pasca perang Puputan Klungkung. Museum Semarajaya terbagi dalam tiga ruangan. Ruangan pertama menyimpan koleksi zaman praaksara seperti lesung, beliung, tempayan dan benda-benda praaksara lain yang ditemukan di sekitar Klungkung, ruangan kedua menyimpan koleksi zaman aksara dipamerkan benda-benda peninggalan Kerajaan Klungkung seperti tombak, keris, hiasan dinding, perhiasan, dan sebagainya, dan ruangan terakhir berisikan peralatan rumah tangga kerajaan Klungkung seperti di antaranya sebuah kursi antik serta foto-foto raja beserta keluarganya dalam memanfaatkan potensi yang ada dari koleksi yang dimiliki Museum Semarajaya sebagai sumber belajar guru dapat menggunakan metoda karya wisata. Metoda karya wisata digunakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran sejarah. Pada kegiatan karya wisata, siswa dapat melakukan observasi langsung terhadap koleksi praaksara dan aksara, kemudian saling berdiskusi dengan sesama teman dan guru. Selain itu siswa dapat memperoleh pengalaman nyata dan akan tumbuh motivasi belajar sejarah lebih aktif karena ternyata belajar sejarah tidak hanya dilakukan dalam kelas yang dapat membosankan.Kata Kunci : Museum Semarajaya, Sumber Belajar This study aims to know (1) The background of founding of Semarajaya Museum, (2) The collection of Semarajaya Museum that can be a source of the local history learning, (3) The background why of Semarajaya Museum’s doesn’t as a source of the local history learning in SMAN 1 Semarapura based on curriculum 2013. The use of Semarajaya Museum uses kualitatif approach including: (1) resources determination technique; (2) data collection technique (observation, interview, document) and; (3) data analysis. Based on the finding, it is found that Semarajaya Museum was built use Netherland school (MULO) and legitimated on 28th April 1992 to celebrate 84 years of Puputan Klungkung War. Semarajaya Museum is divided into three rooms. The first room contains the collection of before word age such as mortar, pickax, water jar, and other collection found in Klungkung Regency. Second room displays some collections from Klungkung Palace such as spear, wavy double-bladed dagger called ‘keris’, wall decoration, household equipment of Klungkung Palace such as antique chairs and the portraits of the king and his family. In using the potential of the collections of Semarajaya Museum as the learning source, the teachers can use study tour method. Study tour method is a way that can be done by the teachers by asking the students to go to a particular place to learn something associated to the subject in the school. In the study tour, the students can observe the collection of before history and history directly, then discuss it with their peers and teachers. Besides that the students can get real experience and motivate them to learn history because learning history is not only done in the class that can be boring.keyword : Semarajaya Museum, a source of the local history learning
RITUAL NYELUNG DI DESA ADAT BUAHAN DAN BUAHAN KAJA, PAYANGAN, GIANYAR, BALI (LATAR BELAKANG DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) ., I Wayan Edi Setiawan; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.18036

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan latar belakang Desa Buahan dan Buahan Kaja melakukan ritual Nyelung, (2) Mendeskripsikan prosesi pelaksanaan ritual Nyelung, (3) Mengetahui Aspek-aspek dari ritual Nyelung yang dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah di SMA . Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) Memilih lokasi penelitan berada di Desa Adat Buahan dan Buahan Kaja, (2) Teknik penentuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dan juga Snow Ball, (3) Teknik penjaminan keaslian data menggunakan Triangulasi Data dan Triangulasi Metode, (4) Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Observasi, Wawancara, Studi Dokumentasi dan Teknik Analisis Data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Latar belakang sejarah ritual Nyelung di Desa Adat Buahan dan Buahan merupakan upacara yang dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas hasil-hasil pertanian. (2) Tahapan pelaksanaan ritual Nyelung adalah dimulai dari tahapan persiapan ritual, tahap pelaksanaan ritual yang meliputi (a) Negen Jelung, (b) Mekideh, (c) Mekeleb. Dan tahapan terakhir yakni penutupan ritual. (3) Aspek-aspek dari ritual Nyelung yang dapat digunakan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA adalah sebagai berikut: Aspek sejarah dan Aspek pendidikan karakter yang diimplementasikan dalam bentuk buku suplemen.Kata Kunci : Sejarah, Ritual Nyelung, Sumber Belajar Sejarah. This study aims to (1) describe the background of the village of Buahan and Buahan Kaja performing the Nyelung ritual, (2) Describe the procession of the Nyelung ritual, (3) Know the aspects of the Nyelung ritual that can be used as a source of historical learning in High School . This study uses qualitative methods with stages; (1) Selecting the location of the research in the DesaAdat Buahan and Buahan Kaja, (2) The technique of determining the informant is done by using Purposive Sampling and Snow Ball techniques, (3) Techniques for guaranteeing the authenticity of the data using Triangulation Data and Triangulation Method, Data collection is done by Observation, Interview, Documentation Study and Data Analysis Technique. The results of the study show that, (1) the historical background of the Nyelung ritual in the Desa Adat Buahan and Buahan is a ceremony carried out as a form of gratitude for agricultural products. (2) The stages of implementing the Nyelung ritual are starting from the stage of ritual preparation, the stage of ritual implementation which includes (a) Negen Jelung, (b) Mekideh, (c) Mekeleb. And the last stage is the closing of the ritual. (3) Aspects of the Nyelung ritual which can be used as learning resources History in high school are as follows: Historical aspects and aspects of character education are implemented in the form of supplementary books.keyword : History, Nyelung Ritual, Historical Learning Resources.
REPRESENTASI IDENTITAS TIONGHOA MELALUI KULINER DI KELURAHAN KAMPUNG BUGIS, SINGARAJA, BALI SEBAGAI SUMBER MATERI AJAR SEJARAH SMA KELAS XII JURUSAN BAHASA ., Ni Komang Trisna Suparwati; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i1.2132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) latar belakang representasi etnis Tionghoa di Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja, Bali melalui kuliner; (2) jenis-jenis kuliner yang merepresentasikan identitas etnis Tionghoa di Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja, Bali; dan (3) representasi identitas Tionghoa melalui kuliner di Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja, Bali yang dijabarkan dalam silabus Sejarah SMA kelas XII jurusan Bahasa sebagai sumber materi ajar Sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui langkah-langkah yaitu: (1) penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka); (4) validasi data; (5) teknik analisis data; dan (6) teknik penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang representasi identitas etnis Tionghoa di Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja, Bali dikaji dari aspek kuliner ada dua faktor yang sangat berpengaruh yaitu faktor sistem kepercayaan etnis Tionghoa dan faktor sosial budaya di wilayah tersebut. Jenis-jenis kuliner Tionghoa yang merepresentasikan identitas mereka dapat dilihat pada sajian persembahan dalam upacara-upacara besarnya serta dalam makanan-makanan sehari-hari yang dijual secara umum. Nama-nama makanan khas Tionghoa biasanya mengandung makna tersirat berdasarkan bentuk, rasa maupun tektur makanannya. Kajian kuliner Tionghoa sebagai representasi identitas etnis tersebut dapat disisipkan serta dijabarkan dalam silabus Sejarah SMA kelas XII jurusan Bahasa untuk melengkapi materi ajar yang mengalami missing link pada masa Orde Baru (Soeharto) hingga Reformasi. Kajian ini dapat disisipkan dalam materi Sejarah dalam Standar Kompetensi “Merekonstruksi Perjuangan Bangsa Sejak Orde Baru Sampai Dengan Masa Reformasi”, dengan Kompetensi Dasar “Merekonstruksi Perkembangan Masyarakat Indonesia Sejak Orde Baru Sampai Dengan Masa Reformasi”.Kata Kunci : Representasi identitas etnis, Kuliner Tionghoa, Silabus sejarah This study aimed to determine (1) the representation background of Chinese ethnic at Kampung Bugis Village, Singaraja, Bali through culinary, (2) the various of cuisine that represents the Chinese ethnic identity at Kampung Bugis Village, Singaraja, Bali, and (3) representation Chinese identity through culinary at Kampung Bugis Village, Singaraja, Bali outlined in the History syllabus of XII class Language department of Senior High School as sources of history teaching materials. This study used a qualitative approach, through this measures namely: (1) determining the location of the study, (2) determination informant techniques, (3) data collection techniques (observation, interviews, documents and literature studies), (4) data validation, (5) data analysis techniques, and (6) research writing techniques. The results showed that the background representation of Chinese ethnic identity at Kampung Bugis Village, Singaraja, Bali assessed by the culinary aspect there are two factors very influence the factor of Chinese ethnic belief systems and socio-cultural factors in the region. The various of Chinese culinary who represent their identity can be seen in the grain offerings in ceremonies as well as the foods that are sold daily in general. The names of typical Chinese food usually contains the meaning implied by the shape, taste and texture of the food. Chinese culinary studies as a representation of the ethnic identity can be inserted and explained in History syllabus of XII class Language department of Senior High School to complement teaching materials that had a missing link in Orde Baru (Soeharto) until Reformasi (Reformation). This study can be inserted in the history material in the Standar Kompetensi (standard of competence) "Reconstructing the Nation Struggle since the Orde Baru until the Reformation", with Kompetensi Dasar (basic competence) "Reconstructing the development of Indonesian society since the Orde Baru until the Reformation"keyword : Representation of ethnic identity, Chinese culinary, History syllabus
Tugu Taman Makam Pahlawan Sapta Dharma Pejeng (Sejarah, Makna, dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar IPS Studi Kasus di SMP N 3 Tampaksiring, Gianyar-Bali) ., A.A. Istri Pradnyana Asrama P.; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i2.2565

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Pejeng, Gianyar, Bali yang bertujuan untuk mengetahui : (1)latar belakang berdirinya Tugu Taman Makam Pahlawan Sapta Dharma di Desa Pakraman Pejeng; (2)Makna yang terkandung pada Tugu Taman Makam Pahlawan Sapta Dharma; dan (3)Potensi potensi Tugu Taman Makam Pahlawan Sapta Dharma sebagai sumber belajar IPS. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, sehingga langkah-langkah yang dilakukan adalah (1)Penentuan Lokasi Penelitian;(2)Teknik Penentuan Informan;(3)Teknik Pengumpulan Data;(4)Teknik Observasi;(5)Teknik Wawancara;(6)Teknik Studi Dokumentasi;(7)Teknik Penjaminan Keabsahan Data; (8)Teknik Analisis Data;(9)Teknik Penulisan Hasil Penelitian. Berdasarkan temuan di lapangan latar belakang dibangunnya Tugu Taman Makam Pahlawan Sapta Dharma untuk mengenang serta sebagai wujud penghormatan dan penghargaan jasa para pahlawan lokal yang berasal dari Desa Pejeng yang gugur didalam perang melawan PPN/NICA. Makna yang terkandung dalam Tugu Taman makam Pahlawan Sapta Dharma dapat dibagi lima yakni, (1)sikap rela berkorban; (2)sikap patriotisme; (3)sikap jujur; (4)sikap adil; (5)sikap perjuangan yang pantang mundur. Tugu Taman Makam Pahlawan Sapta Dharma Pejeng memiliki nilai historis sangat penting dalam konteks sejarah perjuangan rakyat Bali dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang patut diwariskan. Kata Kunci : Kata Kunci : Sejarah, Makna, dan Potensi Tugu Taman Makam Pahlawan Sapta Dharma This research was conducted in the village of Pejeng , Gianyar , Bali which aims to determine : ( 1 ) the background of the establishment of the monument Heroes Cemetery Sapta Dharma in Pejeng Village; ( 2 ) The meaning in the Heroes Cemetery Monument Sapta Dharma , and ( 3 ) potential Heroes cemetery monument Sapta Dharma as a source of social studies . This research is descriptive qualitative , so the steps are: ( 1 ) Determination of Location Research , (2 ) Determination Techniques informant , (3 ) Data Collection Techniques ; ( 4 ) Observation Techniques ; ( 5 ) Interview Techniques ; ( 6 ) Engineering Documentation Studies;( 7 ) Data validity Assurance techniques ; ( 8 ) Data Analysis Techniques ; ( 9 ) Writing Techniques Research . Based on the findings of the background field monument built Sapta Dharma Heroes cemetery in memory as well as a form of respect and appreciation of the services of a local hero who comes from the village of Pejeng who died in the fight against PPN / NICA . Meaning contained in the tomb Heroes Monument Park can be divided five Sapta Dharma namely , ( 1 ) self-sacrifice ; ( 2 ) patriotism , (3 ) being true , (4 ) fairness , (5 ) the attitude of irrepressible struggle . Heroes cemetery monument Sapta Dharma Pejeng has historical value is very important in the context of the history of the struggle to maintain the independence of the people of Bali in Indonesia that should be inherited . keyword : Keywords: History, Meaning, and Potential Heroes Comentery Monument Sapta Dharma
Co-Authors ., Aniqa Faza ., Baiq Zohrah ., CAHYO BINTORO ., Febri Dwi Cahyo ., Gusti Made Sriwidiari ., I Gusti Ayu Ratnasari ., I Km Ega Mahendra ., I Komang Edi Heliana ., I Made Adi Astawa ., I Made Cahyana Mp ., I Made Reynaldi Ambara Gita ., I Putu Yudi Permana Saputra ., I Wayan Edi Setiawan ., Ilham Yahya ., Kadek Ariasa ., Kadek Dwi Mahayoni ., Komang Gede Arya Bawa ., M BUSAR ., Made Pradnyana Putra ., Muh. Reza Khaeruman Jayadi ., N Iputu Sri Widiastuti ., Ni Putu Budiartini ., NUR MINAH ., NURUS MAULIDA ., Nurus Shobah ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. ., Purwa Aditya ., Putu Agustina Setiawan ., Qori Bayyinaturrosyi ., Rini Anggraini A.A. Istri Pradnyana Asrama P. . Abd. Rasyid Syamsuri Alfarizi, Moh Alif Alfi Syahrin Aniqa Faza . Aryantika, I Kadek Adi Baiq Zohrah . Both, Lusitiana CAHYO BINTORO . Desak Made Oka Purnawati Desak Oka Purnawati Dewa Gede Suma Adnyana . Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Febri Dwi Cahyo . Gede Adi Putra . Gede Okva Wiguna . Ginting, Enni Maharani Br Gusti Ayu Padmawati . Gusti Made Sriwidiari . I Dewa Gede Yoga I Gede Bayu Ary Hermawan . I Gede Justiasa . I Gusti Ayu Ratnasari . I Gusti Made Aryana I Gusti Ngurah Riki Wahyudi . I Gusti Ngurah Riki Wahyudi ., I Gusti Ngurah Riki Wahyudi I Kadek Adi Aryantika I Kadek Adi Widiastika I Kadek Parmadi . I Ketut Agus Adijaya . I Ketut Anom Mahartawan . I Ketut Anom Mahartawan ., I Ketut Anom Mahartawan I Km Ega Mahendra . I Komang Edi Heliana . I Komang Wisujana Putra . I Made Adi Astawa . I Made Cahyana Mp . I Made Citra Wibawa I Made Pageh I Made Reynaldi Ambara Gita . I Nengah Suastika I Nyoman Jampel I Nyoman Oka Hendrawan . I Nyoman Oka Hendrawan ., I Nyoman Oka Hendrawan I Putu Budiana . I Putu Edy Saputra . I Putu Yudi Permana Saputra . I Wayan Agus Suatmika . I Wayan Edi Setiawan . I Wayan Pardi I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Suastra I Wayan Widiana Ida Ayu Widya Pratiwi Ida Bagus Putu Arnyana Ilham Yahya . Ivanka Angelina Dheyanita Prasada Kadek Ariasa . Kadek Ayu Sutarminingsih . Kadek Dwi Mahayoni . Kadek Mega Arista Sinta Devi Kadek Virgotama Krissanta . Kardila, Maria Marisa Ketut Jasiani . Ketut Jasiani ., Ketut Jasiani Komang Gede Arya Bawa . Lathifah, Desi Fairuz Luh Putu Ayu Diah Pratiwi . Luttfy Chateriyan, Ivan M BUSAR . M.Si Drs. I Ketut Margi . Made Pradnyana Putra . Made Wisnu Dwipayani . Made Wisnu Dwipayani ., Made Wisnu Dwipayani Maria Marisa Kardila Mathias Maranata Surbakti Muh. Reza Khaeruman Jayadi . N Iputu Sri Widiastuti . Nengah Cipta Sari . Nengah Cipta Sari ., Nengah Cipta Sari Ngakan Made Viky Purnama Teja . Ngakan Made Viky Purnama Teja ., Ngakan Made Viky Purnama Teja Ni Kadek Dian Lestari . Ni Komang Sukariasih . Ni Komang Sukasih . Ni Komang Sukasih ., Ni Komang Sukasih Ni Komang Trisna Suparwati . Ni Luh Made Ari Darmini . Ni Made Ary Widiastini Ni Made Ninik Susantini . Ni Made Wibhu Satyayu Ni Nyoman Murdani . Ni Nyoman Tri Cahyani . Ni Putu Budiartini . Ni Putu Rai Yuliartini Ni Putu Ristiana Rahitasari Ni Putu Sri Ratna Dewi Ni Wayan Dewi Lasmi ., Ni Wayan Dewi Lasmi Ni Wayan Nonoriati . Ni Wayan Suratni . NUR MINAH . NURUS MAULIDA . Nurus Shobah . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Puger, I Gusti Ngurah Purnawati, Desak Oka Purnawibawa, R. Ahmad Ginanjar Purwa Aditya . Putu Adi Sutama . Putu Adi Sutama ., Putu Adi Sutama Putu Agustina Setiawan . Putu Ari Antara . Putu Sulistyawati Qori Bayyinaturrosyi . Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Rini Anggraini . Santhi, Dewa Ayu Aprilia Vidya satria dwi mahendra Satyayu, Ni Made Wibhu Simatupang, Gavin Ar Rasyid Sinta Devi, Kadek Mega Arista Suadnyana, Kadek Nova Sukadi Sukadi Sukadi Sukadi Sulistyawati, Putu Sumiyati , Sumiyati Sumiyati Sumiyati Vita Octavia Anggraini Widiani, Ni Kadek Yiena Yoga, I Dewa Gede Yudi Setiawan