Claim Missing Document
Check
Articles

BARONG KET SEBAGAI SENI PERTUNJUKAN DI DESA BATUBULAN, SUKAWATI, GIANYAR, BALI (LATAR BELAKANG DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER SEJARAH DI SMA) ., Made Pradnyana Putra; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd.; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i1.12562

Abstract

Penelitian ini bertujuan unutuk (1)Bagaimana latar belakang munculnya Seni Barong Ket sebagai seni pertunjukan, (2)Bagaimana sistem pementasan Barong Ket sebagai seni pertunjukan di Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar, Bali, (3) Nilai-nilai apa saja yang terdapat dalam Barong Ket sebagai seni pertunjukan di Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar, Bali yang dapat dipergunakan sebagai sumber pembelajaran sejarah. Dalam penelitian ini,menggunakan metode penelitian sejarah dengan tahap- tahap (1)Heuristik (Teknik Penentuan Informan, Teknik Observasi, Teknik Wawancara, Teknik Studi Dokumen) (2)Kritik Sumber,( Kritik Internal, Kritik Eksternal), (3)Interpretasi, (4)Historiografi. Penelitian ini menghasilkan temuan, yakni: (1)latar belakang munculnya Seni Barong Ket sebagai seni pertunjukan adalah perubahan tari Barong Ket yang awalnya disakralkan berubah menjadi tari profan yang khusus disuguhkan untuk wisatawan, (2)sistem pementasan Barong Ket sebagai seni pertunjukan di Desa Batubulan diawali dengan menghaturkan sesajen/canang di areal Stage, penari dan penabuh berias sebelum pementasan dimulai, pementasan Barong Ket terdiri dari lima babak, (3)Nilai-nilai apa saja yang terdapat dalam Barong Ket sebagai seni pertunjukan di Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar, Bali yang dapat dipergunakan sebagai sumber pembelajaran sejarah adalah Nilai Hiburan, Nilai Religius, Nilai Mempertebal Rasa Solidaritas Sosial, Nilai Komunikasi, Nilai Estetika, Nilai Ekonomi.Kata Kunci : Barong Ket, seni pertujukan, potensi, sumber belajar This study aims to (1) How the background of the emergence of Barong Ket Art as the performing arts, (2)What about Barong Ket performance system as performing arts in Batubulan Village, Sukawati, Gianyar, Bali, (3)What values are contained in Barong Ket as performing arts in Batubulan Village, Sukawati, Gianyar, Bali that can be used as a source of historical learning. In this study, using historical research methods with stages (1)Heuristics (Determination Techniques Informants, Observation Techniques, Interview Techniques, Engineering Document Studies)(2) Source Criticism, (Internal Criticism, External Criticism), (3) Interpretation, (4) Historiography. This research produces the findings, namely: (1) the background of the emergence of Art Barong Ket as the performing arts is a change of Barong Ket dance that was originally sacred turned into a profane dance that is specially served for tourists, (2)Barong Ket staging system as performance art in Batubulan Village begins with the offering of the offerings in the Stage area, dancers and singers berias before the staging begins, Barong Ket staging consists of five rounds, (3)(3) What values are contained in Barong Ket as performing arts in Batubulan Village, Sukawati, Gianyar, Bali that can be used as a source of history learning is Value of Entertainment, Religious Value, Value of Social Solidarity, Communication Value, Aesthetic Value , Economic Value.keyword : Barong Ket, performing arts, potential, learning resources
PURA MANIK GENI DI DESA PUJUNGAN, PUPUAN, TABANAN, BALI (SEJARAH, FUNGSI DAN POTENSINYA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN MULTIKULTUR DI SEKOLAH MENENGAH ATAS) ., I Made Adi Astawa; ., Drs. I Gusti Made Aryana, M.Hum.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i1.15004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah keberadaan Pura Manik Geni Desa Pujungan, Pupuan, Tabanan, Bali, (2) fungsi Pura Manik Geni Desa Pujungan, Pupuan,Tabanan, Bali, dan (3) aspek-aspek dari Pura Manik Geni, Desa Pujungan, Pupuan, Tabanan, Bali yang dapat dijadikan sebagai media pendidikan multikultur di Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui beberapa langkah meliputi: (1) Penentuaan lokasi penelitian, (2) Penentuaan informan, (3) pengumpulan data, (4) validasi data, dan (5) analisis data. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa: (1) Pendirian Pura Manik Geni bertujuan untuk menghormati seorang brahmana yang nywanaprasta mapadukuhan dan yang mampu mengembangkan daerah di sebelah barat Gunung Batukaru pada abad XII masa pemeritahan kerajaan Bali kuno dengan rajanya yang bernama Ida Sri Jayapangus. (2) Secara struktur Pura Manik Geni masih mengunakan konsep Dwi Mandala yang hanya terdiri dari utama mandala dan nista mandala. Untuk struktur bangunan pelinggih telah menggunakan konsep tri angga yang terdiri dari kaki, badan dan kepala. (3) Potensi Pura Manik Geni yang dapat digunakan sebagai media pendidikan multikultur yaitu terletak pada beberapa tinggalan arkeologi yaitu: (a) Kentongan (kulkul) perunggu yang di bagian badan kentongan ini berisi tulisan Kediri kwadrat yang menunjukan nama suatu daerah di Lombok yaitu Sasak. (2) Guci Cina yang diperkirakan hasil kebudayaan Cina ini memiliki hiasan pada badan guci yang berbentuk naga yang sangat lekat dengan kebudayaan Cina.Kata Kunci : Sejarah, Struktur, Media Pendidikan, Multikultur The purpose of this research is to know: (1) the history of the existence of Pura Manik Geni in Pujungan Village, Pupuan, Tabanan, Bali, (2) function of Pura Manik Geni in Pujungan village, Pupuan, Tabanan, Bali, and (3) any aspects of the Pura Manik Geni ,in Pujungan Village, Pupuan, Tabanan, Bali which can be used serve as a medium of multicultural education in High School. This research uses qualitative research method through several steps, including: (1) determination of research location, (2) determination of informant, (3) data collection, (4) data validation, and (5) data analysis. From these results it can be know that: (1) The establishment of Pura Manik Geni aims to respect of a brahmin who is nymanaprasta mapadukuhan and who was able to develop the area in the west of Mount Batukaru in the XII century the reign of the ancient Balinese kingdom with its king named Ida Sri Jayapangus. (2) Structurally Pura Manik Geni still use Dwi Mandala concept which only consist of utama mandala and nista mandala. For pelinggih building structures have used the concept of tri angga consisting of legs, body and head. (3) Potency of Manik Geni Temple that can be used as a medium of multicultural education that is located on some archaeological remains: (a) Kentongan (kulkul) bronze which in this body kentongan contains writing Kediri quadrat that shows the name of a region in Lombok is Sasak. (b) Chinese jars that are predicted to be Chinese cultures have decorations on dragon-shaped urns that are closely related to Chinese culture.keyword : History, Structure, Educational Media, Multicultural.
Kerajinan Kain Tenun Rangrang Dusun Karang, Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali (Pemertahanan, Proses Pembuatan) Potensinya Sebagai Sumber Belajar IPS di SMP ., I Komang Wisujana Putra; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i1.3826

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Dusun Karang, Desa Pejukutan bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Latar belakang masyarakat Dusun Karang, Desa Pejukutan mempertahankan usaha kerajinan Tenun Rangrang, (2) Sistem Produksi usaha kerajinan tenun rangrang, (3 Potensi kerajinan Tenun Rangrang di Dusun Karang, Desa Pejukutan sebagai Sumber Pembelajaran IPS di SMP.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jalan memahami situasi sosial, peristiwa, peran, interaksi dan kelompok.Populasi penelitian ini adalah perajin tenun rangrang di Dusun karang, Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung yang berjumlah 81 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 6 orang penenun kerajinan tenun Rangrang, 2 siswa SMP kelas VII dan 2 Guru bidang Studi IPS yang ditentukan melalui pendekatan porposive sampling. Langkah-langkah yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu 1) Teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, dan studi dokumen) 2) Analisis data, 3) Penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan 1) sejarah keberadaan tenun rangrang diperkirakan sudah ada sejak zaman kerajaan Majapahit dengan nama cerik bolong, kemudian berkembang menjadi nyrangnyang, terakhir menjadi rangrang; (2) Pemertahanan usaha kerajinan tenun Rangrang dipengaruhi oleh beberapa faktor,yaitu ; meningkatkan pendapatan keluarga, melestarikan warisan dari kebudayaan leluhur dan faktor lingkungan; 3) sistem produksi meliputi : Alat, bahan dan tenaga kerja. Alat yang digunakan adalah tenun cagcag, Bahan yang dipergunakan: benang metris dan rayon, pewarna alami menggunakan daun tarum, daun jati, kulit kayu (jamblang, mangga, kepundung/menteng, mengkudu),dan kayu secang/sepang, penguat warna alami digunakan tunjung/mimusops elengi, kapur tohor/calcium carbonate, dan tawas/ potasium alum sulfide), sedangkan pewarna kimia menggunakan pewarna direk dan nandrin, serta metanol sebagai penguat pewarna kimia; (3) Aspek yang terdapat pada kerajinan Tenun Rangrang sebagai sumber belajar meliputi: Aspek ketekunan, Aspek sumber daya alam dan aspek kewirausaha. Kata Kunci : pemertahanan, Tenun Rangrang, produksi, sumber belajar, IPS, SMP Abstract This research was conducted in theDusun Karang, Pejukutan Village aims at describing (1) The background of Dusun Karang community, Pejukutan village in preserving handicraft of Tenun Rangrang, (2) The production system of handicraft of Tenun Rangrang, (3 The potential of handicraft of Tenun Rangrang, Pejukutan village as social learning resources of social study in SMP. The approach which is used in this study is qualitative approach to understand social situation, event, role, and group interaction. Population of this study is the artisan of Tenun Rangrang in Dusun Karang, Pejukutan village, Nusa Penida subdistict, Klungkung regency which totaled 81 people. There are 6 samples of Tenun Rangrang’s asrtisan in this study, 2 junior high school students and 2 teachers of class VII social studies field studies determined through sampling porposive approach. The steps of which are used to collect data: 1) data collection technique (observation, interviews, and studies document) 2) data analysis, 3) Writing research results. The result of the study indicates 1) the history of Tenun Rangrang is believed existuing since the era of Majapahit kingdom named Cerik Bolong, then developing became Nyrangnyang, the lattest being Rangrang; (2) The preserving of Tenung Rangrang handicraft’s business is affected by several factors, namely; increasing family income, preserving the cultural heritage of the ancestors and environmental factors; 3) the production system includes: equipment, materials and labors. The tools which is used is the Tenun Cagcag, the materials used: metric and rayon yarn, natural dyes using Tarum leaf, teak leaves, bark (jamblang, mango, kepundung, Morinda citrifolia), and a Sepang wooden, natural color boosters which are used namely lotus / mimusops elengi, calcium oxide / calcium carbonate, and alum / alum potassium sulfide), while the use of chemical are direk and dyes Nandrin, and methanol as a chemical dye amplifier; (3) the aspects which are contained in Tenun Rangrang as a learning resource include: Aspects of preseverance, Aspects of natural resources and personal business aspects. keyword : preservance, Tenun Rangrang, production, learning resources, IPS, junior high school
MONUMEN PERJUANGAN AMARTA YUDA DI DESA PATAS, GEROKGAK, BULELENG ( Latar Belakang Pendirian, Bentuk dan Potensinya Sebagai Sumber Pembelaran IPS di SMP) ., Ilham Yahya; ., Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i2.18980

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hal berikut (1) Latar belakang berdirinya Monumen Amartha Yudha desa Patas (2) bentuk Monumen Perjuangan Amartha Yudha (3) Potensi apa saja dari Monumen Perjuangan Amartha Yudha yang dapat dikembangkan sebagai media pembelajaran IPS di SMP . Dalam penelitian ini, dapat dikumpulkan dengan menggunakan metode sejarah dengan tahap-tahap penelitian sebagai berikut; (1) Tahap Pengumpulan Data, (observasi, wawancara, studi dokumen), (2) Trianggulasi ( verifikasi), (3) dan Interpretasi, ( Analisis Data) Adapun Hasil Dari penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Latar belakang berdirinya Monumen Amartha Yuda adalah untuk mengenang perlawanan pemuda dalam memepertahankan kemerdekaan (2) Bentuk Monumen Perjuangan Amartha Yudha merupakan monument non figure, bentuknya menyerupai MONAS. (3) Potensi Monumen Perjuangan Amartha Yudha yang dapatl dikembangkan sebagai media pembelajaran IPS sesuai dengan kurikulim 2013 di SMP berupa Artefak dan Sejarah monumen amartha YudhaKata Kunci : Monumen Amartha Yudha, Bentuk Monumen, Media Pembelajaran. The purpose of this study was to find out the following (1) The background of the establishment of Amartha Yudha Monument in Patas village (2) the form of Amartha Yudha Struggle Monument (3) Any potential of the Amartha Yudha Monument of Struggle which can be developed as a medium for social studies learning in junior high schools. In this study, it can be collected using historical methods with the following stages of research; (1) Data Collection Phase (observation, interview, document study), (2) Trianggulasi (verification), (3) and Interpretation (Data Analysis) The results of this study indicate that, (1) Background of the establishment of the Amartha Monument Yuda is to commemorate the resistance of youth in maintaining independence (2) Form of Monument of Struggle Amartha Yudha is a non-figure monument, its shape resembles that of MONAS. (3) Potential of Amartha Yudha Struggle Monument which can be developed as social studies learning media in accordance with the 2013 curriculum in junior high school in the form of artefacts and history of the amartha Yudha monumentkeyword : Amartha Yudha Monument, Shape of Monument, Learning Media.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) MODEL EXAMPLE NON-EXAMPLE UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VII-1 DI SMP NEGERI 2 SINGARAJA SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014-2015. ., I Gusti Ngurah Riki Wahyudi; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i1.5381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apakah penerapan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) model example non-example pada mata pelajaran IPS kelas VII-1 di SMP N 2 Singaraja pada semester genap tahun pelajaran 2014-2015 dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, (2) mengetahui apakah penerapan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) model example non-example pada mata pelajaran IPS kelas VII-1 di SMP N 2 Singaraja pada semester genap tahun pelajaran 2014-2015 dapat meningkatkan hasil belajar siswa, (3) untuk mengetahui tanggapan siswa kelas VII-1 di SMP N 2 Singaraja pada semester genap tahun pelajaran 2014-2015 dengan diterapkannya model pembelajaran berbasis masalah (PBL) example non-example pada mata pelajaran IPS . Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu: (1) penentuan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) melakukan refleksi dan evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) persentase rata-rata motivasi belajar siswa kelas VII-1 di SMP Negeri 2 Singaraja pada siklus I adalah 66,19% dengan kategori sangat positif, meningkat menjadi 67,85% pada siklus II dengan kategori sangat positif; (2) persentase rata-rata hasil belajar siswa kelas VII-1 di SMP Negeri 2 Singaraja pada siklus I adalah 81%. dengan kategori baik, meningkat menjadi 86,25% pada siklus II dengan kategori sangat baik; (3) tanggapan siswa kelas VII-1 di SMP Negeri 2 Singaraja terhadap penerapan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) model example non-example mencapai kategori sangat positif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) model example non-example dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS siswa kelas VII-1 SMP Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : Model Pembelajaran berbasis masalah (PBL) example non-example, Motivasi belajar, Hasil Belajar. This research aims to (1) determine the application of problem-based learning model (PBL) model of example non-example in social studies class VII-1 in SMP N 2 Singaraja in the second semester of academic year 2014-2015 can increase students motivation, (2) determine the application model of problem-based learning (PBL) model of example non-example in social studies class VII-1 in SMP N 2 Singaraja in the second semester of academic year 2014-2015 can improve student learning outcomes, (3) to determine the response class VII-1 in SMP N 2 Singaraja in the second semester of school year 2014-2015 with the implementation model of problem-based learning (PBL) example non-example in social studies. This research is a classroom action research (PTK). The stages are done in the classroom action research (PTK), namely: (1) determining the subject of research, (2) make a plan of action, (3) implement measures, (4) to make observations, (5) reflection and evaluation, The results showed: (1) the average percentage of students' motivation in class VII-1 SMP Negeri 2 Singaraja in the first cycle was 66.19% with a very positive category, increased to 67.85% in the second cycle categorized as very positive ; (2) the average percentage of student learning outcomes in grade VII-1 in SMP Negeri 2 Singaraja in the first cycle was 81% in both categories, increased to 86.25% in the second cycle with very good category; (3) the responses class VII-1 in SMP Negeri 2 Singaraja on the implementation model of problem-based learning (PBL) model of example non-example achieving very positive category. Based on these results it can be concluded that the application of the model of problem-based learning (PBL) model of example non-example can improve motivation and learning outcomes of students of class VII IPS-1 SMP Negeri 2 Singaraja school year 2014/2015.keyword : Problem Based Learning (PBL) example non-examples, Learning Motivation, Learning Outcome.
SEJARAH MIGRASI ORANG-ORANG KRISTEN PROTESTAN DI DESA BLIMBINGSARI, KECAMATAN MELAYA, KABUPATEN JEMBRANA, BALI DAN NILAI-NILAI KARAKTER SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA ., I Putu Yudi Permana Saputra; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.7377

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui mengapa masyarakat Kristen Protestan migrasi ke Desa Blimbingsari (2) Untuk mengetahui proses terbentuknya komunitas Kristen Protestan di Desa Blimbingsari (3) Untuk mengetahui nilai-nilai karakter dan aspek-aspek apa saja yang ada pada peristiwa migrasinya Umat Kristen Protestan di Desa Blimbingsari yang bisa di aplikasikan dalam pembelajaran Sejarah di SMA kelas XI yang berbasis Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) Heuristik (tekhnik observasi, teknik wawancara dan studi dokumen), (2) kritik sumber (kritik eksteren dan kritik internal), (3) interpretasi, (4) historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah migrasi orang-orang Kristen Protestan di Blimbingsari dilatar belakangi oleh adanya kekacauan yang terjadi di desa-desa yang ada di Bali akibat perpindahan agama dan kemudian terjadi konflik. Untuk meredam konflik itu pemerintah Belanda kemudian mengambil kebijakan untuk memindahkan mereka ke Desa Blimbingsari. Nilai-nilai karakter yang ada pada sejarah migrasi ini ada tiga yaitu (1) nilai religius, (2) peduli Sosial, dan (3) gotong royong dan aspek-aspek yang bisa di pakai sebagai sumber belajar sejarah ada dua yaitu gereja dan monumen Blimbingsari dan Jubelium 80 Tahun GKPB.Kata Kunci : Kata Kunci : Sejarah, Migrasi, Sumber Belajar This research aim (1) to know why Protestan people migrated to Blimbingsari Vilage (2) to know the forming process of protestan community in Blimbingsari Village (3) to know the character values and aspects that are existed in the migration of Protestan People in Blimbingsari Village that can be applied in history subject learning process in XI grade of Senior High School based on curriculum 2013. This research used qualitative approach such as: (1) Heuristict (observation technique, interview technique and document study), (2) criticism source (extern criticism and intern criticism), (3) interpretation, (4) historiography. Research result showed that the migration history of Protestan people in Blimbingsari caused by the chaos that was happening in some villages in Bali as the consequence of religion changed done by the society and then there is a conflict, to muffled the conflict Holland government then took policy to move them to Bllimbingsari village. There are three character values that existed in this migration, they are (1) religious value, (2) Social awareness, and (3) mutual cooperation and there are two aspects that can be used as history learning they are Blimbingsari monument and Jubelium 80 years of GKPB.keyword : History, Migration, Learning Material
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XI IPS.4 SMA N 2 BANJAR SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Ni Kadek Dian Lestari; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i1.3614

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa kelas XI IPS.4 SMA N 2 Banjar semester genap tahun pelajaran 2013/2014 melalui penerapan model pembelajaraan kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT), (2) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPS.4 SMA N 2 Banjar semester genap tahun pelajaran 2013/2014 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT), (3) mengetahui tanggapan siswa kelas XI IPS.4 SMA N 2 Banjar semester genap tahun pelajaran 2013/2014 terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam pelajaran sejarah. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) ialah (1) Penentuan Subjek Penelitian, (2) Membuat Rencana Tindakan, (3) Melaksanakan Tindakan, (4) Melakukan Observasi, (5) Evaluasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) motivasi belajar siswa kelas XI IPS.4 SMA N 2 Banjar pada siklus I adalah 58,10 dengan kategori tinggi, meningkat dengan rata-rata pada siklus II menjadi 59,82 dengan kategori tinggi; (2) hasil belajar siswa kelas XI IPS.4 SMA N 2 Banjar pada siklus I mencapai rata-rata 67,34% dengan kategori sedang, serta ketuntasan belajar siswa mencapai 37,93% meningkat pada siklus II yaitu rata-rata hasil belajar sejarah siswa mencapai 80,34% dengan kategori tinggi, serta ketuntasan belajar mencapai 82,75%; (3) Tanggapan siswa kelas XI IPS.4 SMA N 2 Banjar terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT), mencapai rata-rata 41,37 dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar sejarah siswa kelas XI IPS.4 SMA N 2 Banjar. Kata Kunci : Kata Kunci: Motivasi Belajar, Hasil Belajar, Sejarah, Model Pembelajaran Kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). ABSTRACT This study aims to (1) determine the increase of student motivation in class XI IPS.4 SMA N 2 Banjar in the second semester of academic year 2013/2014 through the implementation of a model cooperative learning Teams Games Tournament (TGT), (2) determine the increase students' outcomes in learning process in class XI IPS.4 SMA N 2 Banjar in the second semester of academic year 2013/2014 through the implementation of cooperative learning model Teams Games Tournament (TGT), (3) determine the students' responses in class XI student IPS.4 SMA N 2 Banjar in the second semester of academic year 2013/2014 through the implementation of cooperative learning model Teams Games Tournament (TGT) in history. This research is Classroom Action Research (CAR). The stages which are carried out of classroom action research (CAR) is (1) Determination of Research Subjects, (2) Creating an Action Plan, (3) Implement the action, (4) Conducting Observations, (5) Evaluation and Reflection. The results showed: (1) student motivation in class XI IPS.4 SMA N 2 Banjar in the first cycle was 58.10 with a high category, increased by an average of 59.82 on the second cycle into the high category; (2) students' outcomes in learning process in class XI IPS.4 SMA N 2 Banjar in the first cycle at an average of 67.34% with moderate category, as well as mastery learning students achieve 37.93% increase in the second cycle is an average of the results of learning history 80.34% of students achieve the higher categories, as well as mastery learning reaches 82.75%; (3) The students' response in class XI of SMA N 2 IPS.4 about the question of the application of cooperative learning model Teams Games Tournament (TGT), reaching an average of 41.37 with a high category. Based on the results of this research is known that the implementation of cooperative learning model Teams Games Tournament (TGT) can enhance the students' learning motivation and learning outcomes of history class XI IPS.4 in SMA N 2 Banjar. keyword : Keywords: Motivation, Learning Outcomes, History, type of Cooperative Learning Model Teams Games Tournament (TGT).
KEUNIKAN SITUS CAGAR BUDAYA DI PURA LUHUR GONJENG DESA KUKUH, MARGA, TABANAN, BALI (Identifikasi Artefaktual Dan Pemanfaatannya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA) ., Ni Nyoman Tri Cahyani; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i2.4168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peninggalan artefak yang ada di Pura Luhur Gonjeng; (2) fungsi artefak-artefak yang ada di Pura Luhur Gonjeng bagi masyarakat Desa Pakraman Kukuh dan sekitarnya; dan (3) peluang untuk memanfaatkan artefak-artefak di Pura Luhur Gonjeng sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan informan; (2) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara dan studi dokumen); (3) teknik pengolahan data/analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) ada lima peninggalan yang ada di Pura Luhur Gonjeng, yaitu Lingga Yoni, Arca kuno, Prasasti, Uang Kepeng, dan Batu Megalit, (2) Lingga dan Yoni berfungsi sebagai tempat spiritual yang sangat tinggi seperti tempat pemujaan dewa kesuburan dan tempat untuk meminta sentana(anak) dan tamba (obat), Arca Kuno berfungsi sebagai media untuk meminta kesaktian dan juga sebagai penjaga kesakralan pura Luhur Gonjeng, Prasasti berfungsi adalah sebagai bukti autentik tentang perjalanan Anak Agung Anom sampai dengan membangun Pura Luhur Gonjeng, Uang Kepeng berfungsi sebagai perlengkapan upacara Dewa Yadnya, Rsi Yadnya, Pitra Yadnya, Manusia Yadnya, dan Bhuta Yadnya, Batu Megalit berfungsi sebagai media pemujaan masyarakat Desa Kukuh dan sekitarnya, (3) aspek-aspek yang terdapat pada peninggalan cagar budaya di Pura Luhur Gonjeng yang bisa dikembangkan menjadi sumber belajar sejarah di SMA yaitu, aspek bentuk fisik bangunan, aspek historis, aspek riligius, dan aspek budaya. Kata Kunci : Peninggalan, Sumber belajar. This research aimed at finding out (1) The artifacts heritage in Luhur Gonjeng Temple ; (2) The function of the artifacts for Kukuh village community and surrounding ; and (3) The opportunity to utilize the artifacts in Luhur Gonjeng temple as source in history in high school. This research used qualitative research method : (1) determination of informants technique ; (2) data collection technique (observation, interview and study documents) ; (3) data processing/data analysis. The results of the study showed that ; (1) there are five existing relics in Luhur Gonjeng temple are Lingga and Yoni, Arca kuno, Prasasti, Uang Kepeng and Batu Megalit ; (2) the function of Lingga and Yoni as high spiritual place and place for request sentana (child) and tamba (medicine), the function of ancient statues as media to ask the magic and also to keep the sanctity of Luhur Gonjeng temple, the function of inscription as authentic avidence about the trip of Anak Agung Anom to built the Luhur Gonjeng temple, the function of Pis Bolong as equipment for Dewa Yanya ceremony, Rsi Yadnya, Pitra Yadnya, Manusia Yadnya, and Bhuta Yadnya, the function of Batu Megalit as media for public worship in Kukuh village, (3) aspects contained in the relics of cultural heritage of Luhur Gonjeng temple can be developed to be source in history in high school there are the physical form of the building aspects, history aspects, religious aspects and cultural aspects. keyword : heritage, source of teaching
BIOGRAFI JRO BAYAN DEPIN : STUDI TENTANG NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN DAN SUMBANGANNYA BAGI PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA ., Ni Komang Sukariasih; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.3025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Biografi Jro Bayan Depin; dan (2) nilai-nilai kepahlawanan yang terdapat dalam biografi Jro Bayan Depin yang dijabarkan dalam silabus dan RPP pembelajarn sejarah di SMA kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu: (1) heuristik (studi dokumen, wawancara, dan observasi); (2) kritik sumber (ekstern dan intern); (3) intepretasi data; (4) historiografi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Biografi Jro Bayan Depin dibagi menjadi lima tahapan, yaitu (a) situasi politik pada revolusi fisik (b) latar belakang keluarga; (c) masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa; (d) masa perjuangan Jro Bayan Depin ; dan (e) masa-masa akhir kehidupan Jro Bayan Depin. Biografi kepahlwanan Jro Bayan Depin dijabarkan sebagai berikut: (1) Jro Bayan Depin adalah putra pertama dari I Wayan Lembeng dan Ni Luh Sambel. Jro Bayan Depin lahir pada tahun 1881 di Desa Pengejaran. Tahun 1911 beliau menikah dengan Luh Jableh dan dikaruniai dua orang anak yaitu I Wayan Depin dan Jro Bayan Sen. Jro Bayan Depin ikut berperan sebagai penggagas pasukan Pemuda Keamanan Desa. (2)Nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung pada sosok Jro Bayan Depin yaitu : (a) keberanian; (b)kewibawaan; (c) solidaritas; (d) patriotisme; (e) tanpa pamrih; dan (f) kemandirian. Biografi kepahlawanan Jro Bayan Depin, dapat memberikan sumbangan pada pembelajaran sejarah di SMA pada silabus dan RPP kurikulum 2013 pada kompetensi inti mengembangkan perilaku (jujur dan disiplin) dan kompetensi dasar memahamani nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung dalam perjuangan mempertahankan kemerdekan pada Revolusi Fisik 1946.Kata Kunci : Biografi, Nilai Kepahlawanan, Pembelajaran Sejarah. This research aimed at finding out (1) the biography of Jro Bayan Depin; (2) the heroic values of Jro Bayan Depin which can be described in the syllabus and lesson plan on teaching history in high school curriculum in 2013. This research used historical research method : (1) heuristics (document study, interview, observation ); (2) source criticism (external and internal); (3) data interpretation; and (4) historiography. The results of the study showed that (1) the biography of Jro Bayan Depin can be divided into five stages : (a) the political situation of physical revolution; (b) the family background; (c) the childhood, adolescence, and adulthood; (d) the struggle periods to against NICA; and (e) the ending periods of Jro Bayan Depin’s life. Jro Bayan Depin’s biography can be described as follows: (1) Jro Bayan Depin is the first son of I Wayan Lembeng and Ni Luh Sambel. Jro Bayan Depin was born in 1881 at Pengejaran Village. In 1911 Jro Bayan Depin was married Luh Jableh and have two children named I Wayan Depin and Jro Bayan Sen. Jro Bayan Depin participate as creator of youth village security forces. (2) the heroic values of Jro Bayan Depin are: (a) courage ; (b) authority ; (c) solidarity ; (d) patriotism ; (e) unconditional ; and (f) independence. The biography of Jro Bayan Depin heroism, through the learning process can contribute to the teaching of history in high school, especially in the syllabus and lesson plan based curriculum in 2013 at core competencies to develop (honest behavior and discipline) and basic competencies understand the heroic values in the heroic struggle for independence in the physical revolution 1946. keyword : Biography, Heroic Values, Teaching History.
PEMERTAHANAN IDENTITAS ETNIK BUGIS-MELAYU DI KELURAHAN LOLOAN, KECAMATAN NEGARA, KABUPATEN JEMBRANA, BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI MA ., NURUS MAULIDA; ., Dr. Tuty Maryati,M.Pd; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.14667

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) pemertahanan identitas Bugis Melayu di Kelurahan Loloan (2) upaya pemertahanan identitas Bugis-Melayu oleh masyarakat Kelurahan Loloan secara umum (3) aspek-aspek hasil penelitian sebagai sumber sejarah di MA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah di kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Informan ditentukan dengan menggunakan teknik purposive dan snowball. Uji validitas data dilakukan dengan metode triangulasi data dan analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pemertahanan identitas Bugis-Melayu telah ada sejak dahulu dan diwariskan secara turun temurun (2) uoaya pemertahanan identitas Bugis-Melayu adalah untuk pelestarian kebudayaan dan menambah khazanah budaya di Kabupaten Jembrana supaya identitas tersebut tidak hilang (3) hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah di MA Kata Kunci : Kata kunci: Bugis-Melayu, Pemertahanan Identitas, Upaya Pemertahanan Identitas, Sumber Belajar ABSTRACT The purpose of this study to know: (1) the defense identity Bugis-Malay in Loloan (2) attemps to preserve the identity of Bugis-Malay by community Loloan in general (3) aspect of research as a source of learning history in the MA. This research is a descriptive qualitative research. The location of this research is in west Loloan sub-district Jembrana state informant in the set. Informans were determined by purposive dan snowball. The data validitytest was done by triangulation data of source and analysis data. The result of this study indicate is: (1) defense identity of Bugis-Malay has excited long ago and passed down from generation to generation (2) attemps to preserve the identity of the Bugis-Malay id for the preservation of culture and add culture treasures in Jembrana’s district so the identity of Bugis-Malay not lost by the time (3) the result of study can be in benefit an as a source of learning history in the MA. keyword : Key word: Bugis-Malay, Identity Preservation, Efforts Identity Preservation, Source of Learning
Co-Authors ., Aniqa Faza ., Baiq Zohrah ., CAHYO BINTORO ., Febri Dwi Cahyo ., Gusti Made Sriwidiari ., I Gusti Ayu Ratnasari ., I Km Ega Mahendra ., I Komang Edi Heliana ., I Made Adi Astawa ., I Made Cahyana Mp ., I Made Reynaldi Ambara Gita ., I Putu Yudi Permana Saputra ., I Wayan Edi Setiawan ., Ilham Yahya ., Kadek Ariasa ., Kadek Dwi Mahayoni ., Komang Gede Arya Bawa ., M BUSAR ., Made Pradnyana Putra ., Muh. Reza Khaeruman Jayadi ., N Iputu Sri Widiastuti ., Ni Putu Budiartini ., NUR MINAH ., NURUS MAULIDA ., Nurus Shobah ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. ., Purwa Aditya ., Putu Agustina Setiawan ., Qori Bayyinaturrosyi ., Rini Anggraini A.A. Istri Pradnyana Asrama P. . Abd. Rasyid Syamsuri Alfarizi, Moh Alif Alfi Syahrin Aniqa Faza . Aryantika, I Kadek Adi Baiq Zohrah . Both, Lusitiana CAHYO BINTORO . Desak Made Oka Purnawati Desak Oka Purnawati Dewa Gede Suma Adnyana . Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Febri Dwi Cahyo . Gede Adi Putra . Gede Okva Wiguna . Ginting, Enni Maharani Br Gusti Ayu Padmawati . Gusti Made Sriwidiari . I Dewa Gede Yoga I Gede Bayu Ary Hermawan . I Gede Justiasa . I Gusti Ayu Ratnasari . I Gusti Made Aryana I Gusti Ngurah Riki Wahyudi . I Gusti Ngurah Riki Wahyudi ., I Gusti Ngurah Riki Wahyudi I Kadek Adi Aryantika I Kadek Adi Widiastika I Kadek Parmadi . I Ketut Agus Adijaya . I Ketut Anom Mahartawan . I Ketut Anom Mahartawan ., I Ketut Anom Mahartawan I Km Ega Mahendra . I Komang Edi Heliana . I Komang Wisujana Putra . I Made Adi Astawa . I Made Cahyana Mp . I Made Citra Wibawa I Made Pageh I Made Reynaldi Ambara Gita . I Nengah Suastika I Nengah Suastika I Nyoman Jampel I Nyoman Oka Hendrawan . I Nyoman Oka Hendrawan ., I Nyoman Oka Hendrawan I Putu Budiana . I Putu Edy Saputra . I Putu Yudi Permana Saputra . I Wayan Agus Suatmika . I Wayan Edi Setiawan . I Wayan Pardi I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Putra Yasax I Wayan Suastra I Wayan Widiana Ida Ayu Widya Pratiwi Ida Bagus Putu Arnyana Ilham Yahya . Ivanka Angelina Dheyanita Prasada Kadek Ariasa . Kadek Ayu Sutarminingsih . Kadek Dwi Mahayoni . Kadek Mega Arista Sinta Devi Kadek Virgotama Krissanta . Kardila, Maria Marisa Ketut Jasiani . Ketut Jasiani ., Ketut Jasiani Komang Gede Arya Bawa . Lathifah, Desi Fairuz Luh Putu Ayu Diah Pratiwi . Luttfy Chateriyan, Ivan M BUSAR . M.Pd. S.Pd. Luh Indrayani . M.Si Drs. I Ketut Margi . Made Pradnyana Putra . Made Wisnu Dwipayani . Made Wisnu Dwipayani ., Made Wisnu Dwipayani Maria Marisa Kardila Mathias Maranata Surbakti MELISA Tarigan Muh. Reza Khaeruman Jayadi . N Iputu Sri Widiastuti . Nengah Cipta Sari . Nengah Cipta Sari ., Nengah Cipta Sari Ngakan Made Viky Purnama Teja . Ngakan Made Viky Purnama Teja ., Ngakan Made Viky Purnama Teja Ni Kadek Dian Lestari . Ni Komang Sukariasih . Ni Komang Sukasih . Ni Komang Sukasih ., Ni Komang Sukasih Ni Komang Trisna Suparwati . Ni Luh Made Ari Darmini . Ni Made Ary Widiastini Ni Made Ninik Susantini . Ni Made Wibhu Satyayu Ni Nyoman Murdani . Ni Nyoman Tri Cahyani . Ni Putu Budiartini . Ni Putu Rai Yuliartini Ni Putu Ristiana Rahitasari Ni Putu Sri Ratna Dewi Ni Wayan Dewi Lasmi ., Ni Wayan Dewi Lasmi Ni Wayan Nonoriati . Ni Wayan Suratni . NUR MINAH . NURUS MAULIDA . Nurus Shobah . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Puger, I Gusti Ngurah Purnawati, Desak Oka Purnawibawa, R. Ahmad Ginanjar Purwa Aditya . Putu Adi Sutama . Putu Adi Sutama ., Putu Adi Sutama Putu Agustina Setiawan . Putu Ari Antara . Putu Sulistyawati Qori Bayyinaturrosyi . Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Rini Anggraini . Santhi, Dewa Ayu Aprilia Vidya satria dwi mahendra Satyayu, Ni Made Wibhu Simatupang, Gavin Ar Rasyid Sinta Devi, Kadek Mega Arista Suadnyana, Kadek Nova Sukadi Sukadi Sukadi Sukadi Sulistyawati, Putu Sumiyati , Sumiyati Sumiyati Sumiyati Vita Octavia Anggraini Widiani, Ni Kadek Yiena Yoga, I Dewa Gede Yudi Setiawan `R. Ahmad Purnawibawa