Claim Missing Document
Check
Articles

KOMUNITAS ISLAM DI DESA GELGEL, KLUNGKUNG, BALI (LATAR BELAKANG SEJARAH, PENINGGALAN, DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) ., Putu Adi Sutama; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i1.6285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1)Mengetahui Latar Belakang Terbentuknya Komunitas Islam di Desa Gelgel Klungkung Bali, (2) Mengetahui Peninggalan-Peninggalan Islam yang terdapat di Komunitas Islam di Desa Gelgel Klungkung Bali, (3) Mengetahui Aspek-aspek keberadaan Komunitas Muslim di Kampung Gelgel Klungkung yang dapat di gunakan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Kualitatif dengan menggunakan langkah-langkah berikut ini: Rancangan Penelitian, Penentuan lokasi penelitian, metode penentuan informan, metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, studi dokumen, penjamin keaslian data, triangulasi data, triangulasi metode, analisis data, dan penulisan. Hasil penelitian ini adalah (1) Diawali dengan kedatangan orang-orang Islam di Gelgel sampai sekarang mengakui asal mereka dari Jawa mereka sebanyak 40 orang datang ke Gelgel sebagai pengiring Dalem dari Majapahit, dikuatkan lagi oleh peristiwa kunjungan Dalem Ketut Ngulesir ke Majapahit yang merupakan satu-satunya kunjungan selama jaman Gelgel, sedangkan para penggantinya sudah tidak berkesempatan lagi berkunjung ke Majapahit karena kerajaan Majapahit sudah runtuh, (2)benda-benda bersejarah yang masih tersisa di Desa kampung Gelgel sebagai berikut: Masjid Nurul Huda, Babad, Tari Rudat, Pintu Menara, Mimbar, dan Makam, (3) Aspek-aspek yang dapat dikembangkan di dalam Komunitas Islam di Desa Gelgel yang dapat di jadikan sumber belajar sejarah adalah sebagai berikut: Aspek Historis, Aspek Toleransi, dan Aspek Budaya. Kata Kunci : Komunitas, Islam Desa Gelgel, SumberBelajar Sejarah This study was aimed (1) to investigate the background of Islam Community in Gelgel Village, Klungkung, Bali, (2) to investigate the Islam inheritance of Islam Community in Gelgel village, Klungkung, Bali, (3) to investigate aspects of existence of Islam community in Gelgel village, Klungkung which was used as sources of learning history in Senior High School. Method used in this study was Qualitative research in which used some procedures: Research Design, Determining Location of Research, Method of determining informant, Data Collection Procedure which used interview technique, document study, Guarantor Originality of Data, Data Triangulation, Method Triangulation, Data Analysis and Process of Writing. The Result of this study are: (1) It is begun with arrival the Islam people in Gelgel village until now they recognize that they are from Java, the number of the people are 40 come to Gelgel village as escort of Dalem Majapahit, it is supported by incident of visiting Dalem Ketut Ngulesir to Majapahit in which is firstly visiting since Gelgel Period, while their substitute have no opportunity to visit to Majapahiut because Majapahit Kingdom is collapse, (2) the historic objects that are left in Gelgel village namely Nurul Huda Mosque, Babad, Rudat dance, Tower Door, Mimbar, and Grave, (3) The aspect which can be developed in Islam Community in Gelgel village are as a sources of Learning history namely: Historical Aspect, Tolerance Aspect, and Cultural Aspect. keyword : community, Islam in Gelgel village, sources of learning history
PEMANFAATAN SITUS PURA PUSERING JAGAT SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS (STUDI KASUS SMP SANTHI YOGA PEJENG) KECAMATAN TAMPAKSIRING KABUPATEN GIANYAR ., Ni Luh Made Ari Darmini; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i2.2566

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Pejeng, Gianyar, Bali yang bertujuan untuk mengetahui: (1) Sejarah berdirinya Pura Pusering Jagat yang ada di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar; (2) Benda-benda peninggalan purbakala yang ada di Pura Pusering Jagat, yang teridentifikasi bisa dijadikan sumber belajar di SMP Santhi Yoga terkait dengan materi pra sejarah; dan (3) Strategi guru IPS di SMP Santhi Yoga Pejeng dalam menerapkan Pura Pusering Jagat sebagai sumber belajar. Penelitian ini merupakan penelitian bersifat deskriptif kualitatif, langkah-langkah yang dilakukan adalah (1) Penentuan Lokasi Penelitian; (2) Teknik Penentuan Informan; (3) Teknik Pengumpulan Data; (4) Teknik Penjaminan Keabsahan Data;(5) Teknik Analisa Data; dan (6) Teknik Penulisan Hasil Penelitian. Berdasarkan temuan di lapangan Sejarah berdirinya Pura Pusering Jagat diperkirakan dibangun pada masa Kerajaan Bali Kuno yang berpusat di Pejeng pada abad-ke11 dan merupakan salah satu pelebahan pura milik raja-raja Bali Kuno. Peninggalan purbakala yang ada di Pura Puseing Jagat yang bisa dijadikan sumber belajar yaitu Arca Kelamin (Phallus Vulva) dan Sangku Sudamala. Strategi yang digunakan guru IPS di SMP Santhi Yoga Pejeng adalah model karya wisata, namun karena banyak memiliki kendala jadi strategi yang tepat digunakan dalam memfungsikan Pura Pusering Jagat sebagai sumber belajar IPS adalah CTL.Kata Kunci : Kata Kunci : Sejarah, Peninggalan, dan Strategi Pembelajaran This research was conducted in the village of Pejeng, Gianyar, Bali which aims to determine: ( 1 ) History Pusering Jagat Pura establishment in the village Pejeng, Tampaksiring District, Gianyar; ( 2 ) The objects of archaeological heritage is in Pusering Jagat Pura, identified could be used as a source of learning in junior Santhi Yoga associated with prehistoric material , and ( 3 ) strategies in junior high school social studies teacher in implementing Pejeng Santhi Yoga Pura Jagat Pusering as a learning resource. This research is a descriptive qualitative research, the steps are: ( 1 ) Determination of Location Research, (2 ) Determination Techniques informant, (3 ) Data Collection Techniques; ( 4 ) Data Validity Assurance Techniques; ( 5 ) Data Analysis Techniques; and ( 6 ) Writing Techniques Research. Based on the findings in the history of the founding of the field Pusering Jagat temple was probably built during the ancient Balinese kingdom centered in Pejeng – ke 11 century and is one of the temples belonging pelebahan kings of ancient Bali. Ancient relics in Jagat Pura Puseing that could be used as a learning resource that is Arca Gender (Phallus Vulva) and sangku Sudamala. The strategy used in junior high social studies teacher Pejeng Santhi Yoga is a model field trip, but as many have constraints so that appropriate strategies are used in Pusering Jagat Pura functioning as a source of social studies is CTL .keyword : Keywords : History , Heritage and Learning Strategy
TRADISI MELASTI MENDAK HUJAN DI DESA PECATU, KUTA SELATAN, BADUNG, BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA ., I Km Ega Mahendra; ., Dr. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i1.12563

Abstract

Penelitian ini bertujuan unutuk (1) mengetahui latar belakang tradisi Melasti Mendak Hujan di desa Pecatu, (2) mengetahui sistem pelaksanaan ritual Tradisi Melasti Mendak Hujan, (3) mengetahui aspek- aspek dari tradisi Melasti Mendak Hujan yang dapat di implementasikan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap- tahap ; (1) Teknik penetuan lokasi penelitian, (2) Teknik penentuan informan, (3) Teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen), (4) Teknik validitas data (triangulasi data, triangulasi metode) dan, (5) Teknik analisis data. Penelitian ini menghasilkan temuan, yakni: (1) sejarah tradisi Melasti Mendak Hujan, adalah untuk meningkatakan srada dan bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk menghapuskan segala penderitaan yang ada pada masyarakat, menghilangkan kekotoran alam semesta serta mencegah kerusakan alam semesta yang membuat hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia dan manusia dengan alam lingkungannya; (2) Sistem pelaksanaan upacara Melasti Mendak Hujan diawali dengan adanya tahap persiapan upacara, persiapan ngayah sebelum Melasti Mendak Hujan, adanya proses persembahyangan bersama di Pura Sad Kahyangan,puncak acara adanya berbagai tarian diantaranya upacara nedunang ida bhatara, tarian kincang-kincung dan ngurek di pesisir pantai; (3) Aspek-aspek tradisi Melasti Mendak Hujan yang bisa di implementasikan sebagai sumber belajar sejarah sesuai dengan kurikulum 2013 adalah sebagai berikut nilai religius, nilai memperkuat solidaritas/kelompok masyarakat, nilai menjaga hubungan harmonis dengan alam, nilai sosial religius.Kata Kunci : Tradisi Melasti Mendak Hujan, Potensi, Sumber Belajar Sejarah. This research is aimed at (1) to know the background of Melasti Mendak Rain tradition in Pecatu village, (2) to know the system of ritual implementation of Melasti Mendak Hujan Tradition, (3) to know aspects of Melasti Mendak Hujan tradition which can be implemented as learning resource of History in senior high school. This study using qualitative methods with stages; (3) Data collection techniques (observation, interview, document study), (4) Data validity technique (data triangulation, triangulation method) and, (5) Technique of analysis data. This research produces the findings, namely: (1) The historical of Melasti Mendak Hujan tradition, is to increase srada and bhakti to God Almighty to eliminate all suffering that exist in society, eliminate the defilements of the universe and prevent the destruction of the universe that makes the harmonious relationship between man and God, man with his fellow man and man with his natural environment; (2) The system of Melasti Mendak Hujan ceremony begins with the preparation stage ceremony, preparation ngayah before Melasti Mendak Hujan, the process of praying together in Pura Sad Kahyangan, the culmination of various dances such as the nedunang ida bhatara ceremony, kincang-kincung dan ngurek dance on the coast; ; (3) Aspects of Melasti Mendak Hujan tradition that can be implemented as a source of historical learning in accordance with the 2013 curriculum are as follows religious values, values of strengthening solidarity / community groups, values of maintaining harmonious relationships with nature, religious social valueskeyword : Melasti Tradition Mendak Hujan, potential, source of learning history
MASJID ASSYUHADA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN MULTIKULTUR DI KAMPUNG BUGIS, PULAU SERANGAN, DENPASAR, BALI ., CAHYO BINTORO; ., Dr. Tuty Maryati,M.Pd; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i1.15006

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah berdirinya Masjid Assyuhada di Kampung Bugis, keluarahan Serangan, Denpasar, Bali, (2) struktur Masjid Assyuhada di Kampung Bugis tersebut, (3) potensi yang terdapat di Masjid Assyuhada di Kampung Bugis yang dapat dijadikan media pendidikan multikultur. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif. (1) lokasi penelitian di Kampung Bugis Serangan, (2) teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dan snowball, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, study dokumen), (4) teknik validasi data (triangulasi metode, triangulasi sumber), (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sejarah Masjid Assyuhada memiliki kaitan erat dengan Kerajaan Pemecutan, dikeranakan adanya pelarian orang-orang Bugis dari Makassar yang tidak suka dengan pemerintah Belanda, sehingga sampailah mereka di daerah Serangan yang ketika itu merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Pemucutan. Orang Bugis ini banyak membantu Kerajaan Pemecutan dalam mengadapi musuhnya. Sebagai penghargaan karena sudah membantu, mereka dihadiahkan sebuah Masjid yang bernama Masjid Assyuahada dan sebuah mimbar dengan ornamen ukiran Bali. Struktur Masjid Assyuahada menggunakan atap bertumpang dan kubah kecil. Adapun potensi Masjid Assyuhada sebagai pendidikan multikultur dapat dilihat pada interkasi sosial antara umat Hindu dan Islam di Kelurahan Serangan seperti kegiatan ngejot, kegiatan sosial, dan kegiatan keagamaan.Kata Kunci : Kata Kunci: Masjid Assyuahada, sejarah, struktur, dan pendidikan multikultur This study aims to know: (1) the history of Assyuhada Mosque in Bugis Village, Serangan urban village, Denpasar, Bali, (2) structure of Assyuhada Mosque in Bugis Village, (3) Assyuhada Mosque in Bugis Village which can be a media of multicultural education. The method used is qualitative. (1) The Location of research in Serangan urban, village, (2) technique of determining informant use purposive sampling and snowball, (3) data collecting technique (observation, interview, study document), (4) data validation technique (triangulation method, triangulation of source) (5) data analysis techniques. The results show that, the history of the Assyuhada Mosque has a close relation with Pemecutan Kingdom,because when the Bugis people escape from Makassar who dislike with the Dutch government, so they arried at Serangan which was the territory of the Pemecutan Kingdom. Bugis people are helping the Pemecutan Kingdom in facing the enemy. As a reward that has helped, they presented a mosque named Assyuahada Mosque a pulpit with Balinese ornaments. The structure of the Assyuahada mosque use overlap roof dan small dome. The potential of Assyuhada Mosque as multicultural education can be seen on social interaction between Hindu and Moslem in Serangan Urban Village such as ngejot activities, social activities, and religious activities.keyword : Keywords: Assyuhada Mosque, history, structure, and multicultural education
Identifikasi Koleksi Museum Puri Lukisan di Kelurahan Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali (Kajian Sejarah, Struktur, dan Fungsinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Kebudayaan di SMA Kelas XI Bahasa) ., I Wayan Agus Suatmika; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i2.3827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui latar belakang berdirinya Museum Puri Lukisan (2) mengetahui tata ruang dan koleksi-koleksi yang terdapat di Museum Puri Lukisan (3) mengetahui koleksi-koleksi yang terdapat dalam Museum Puri Lukisan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah kebudayaan. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap ; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi pustaka), (4) teknik validitas data (triangulasi data), dan (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Pendirian Museum Puri Lukisan diprakarsai oleh Tjokorda Gde Agung Sukawati yang didukung oleh Rudolf Bonnet dan seniman-seniman Pita Maha yang bertujuan untuk menyelamatkan warisan hasil budaya leluhur agar tidak hilang dibawa ke luar negeri oleh wisatawan asing. (2) Tata ruang Museum Puri Lukisan mengikuti struktur tata rumah adat di Bali yakni konsep Asta Kosala-kosali dimana koleksi museum ditempatkan di empat ruangan yakni gedung utara, gedung barat, gedung timur dan gedung selatan berdasarkan urutan waktu koleksi tersebut dibuat. (3) Koleksi-koleksi di Museum Puri Lukisan dapat dirasakan manfaatnya sebagai sumber belajar sejarah kebudayaan di kelas XI Bahasa yang dimaksudkan agar siswa dapat melihat relevansi antara pembelajaran yang diberikan di sekolah dengan yang ada di lingkungan sehingga bermanfaat bagi pemahaman dan hasil belajar siswa. Selain itu, manfaat lainnya adalah siswa dapat menumbuhkan rasa cinta akan budaya sendiri dan turut serta untuk melestarikannya.Kata Kunci : museum, sumber belajar sejarah, tata ruang dan koleksi This study was aimed at (1) knowing the background of the existence of Puri Lukisan Museum (2) knowing the architecture and the collections of Puri Lukisan Museum (3) knowing the collections existed in Puri Lukisan museum which could be used as the source of learning for cultural history. In this study, the data was collected by using the qualitative method which consisted of the following steps; (1) technique of examining the setting of the study, (2) technique of determining the informant, (3) technique of data collection (observation, interview, literature review), (4) technique of data validation (data triangulation), (5) technique of data analysis. The result of the study indicated that (1) the establishment of Puri Lukisan museum was initiated by Tjokorda Gde Agung Sukawati with the support from Rudolf Bonnet and Pita Maha artists, and was established in purpose to save the cultural heritage of the ancestor for not being extinct and taken abroad by foreigner tourists. (2) the architecture of Puri Lukisan museum followed the concept of Balinese traditional architecture known as Asta Kosala Kosali where the collections of the museum were placed in four different rooms namely gedung utara (north building), gedung barat (west building), gedung timur (east building), and gedung selatan (south building) in accordance with the chronological times when those collections of the museum were made. (3) the collections of Puri Lukisan museum contributed to the learning sources of cultural history for language class students at grade XI, for which the students could see the relevancy of the lesson they got at school and the one existed in the community, therefore it could be beneficial for their understanding as well as their learning outcome. Besides that, as the other advantages, the students could grow their interest toward their own culture and take the role in protecting it.keyword : museum, learning source of history, architecture and collection
Pemanfaatan Monumen Pejuang Pahlawan Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Selat , Abiansemal , Badung, Bali (Latar Belakang Pendirian dan Potensinya Sebagai Media Power Point Pembelajaran Sejarah di SMA) ., Putu Ari Antara; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.4847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui Latar Belakang Pendirian Monumen Pejuang Republik Indonesia di Desa Selat, Abiansemal, Badung, (2) mengetahui aspek – aspek apa yang dapat dijadikan sebagai media pembelajaran sejarah dalam Monumen Pejuang Republik Indonesia di Desa Selat, Abiansemal, Badung, (3) mengetahui cara pemanfaatan Monumen Pejuang Republik Indonesia di Desa Selat, Abiansemal, Badung sebagai media pembelajaran Sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap ; (1) teknik penentuan lokasi penelitian,(2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian dokumen), (4) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data, triangulasi metode), dan (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) adanya peristiwa sejarah yang melatarbelakangi pembangunan Monumen Pejuang Republik Indonesia di Desa Selat yaitu peristiwa gugurnya I Gusti Alit Reta, I Kantun dan I Gusti Putu Pegil pada tahun 1948 saat revolusi fisik dalam rangka mempertahankan kemerdekaan NKRI. Monumen Pejuang Republik Indonesia di Desa Selat dibangun untuk menghormati jasa para pejuang yang telah gugur dalam mempertahankan wilayah pada masa revolusi fisik. (2) Aspek– aspek yang terkandung dalam Monumen Pejuang Pahlawan Kemerdekaan Republik Indonesia yaitu :Aspek Naratif, Aspek Faktual, Aspek Artistik dan Aspek Rekreatif. (3) Pemanfaatan Monumen Pejuang Pahlawan Kemerdekaan Republik Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sejarah di SMA yaitu dengan cara membuat media power point dengan materi Revolusi fisik dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dalam materi ini akan di bahas tentang Monumen Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Selat. Kata Kunci : Kata Kunci: monumen, media pembelajaran sejarah. This study aims to (1) know the background of the establishment Background Warrior Monument Establishment of the Republic of Indonesia in the Village Strait, Abiansemal, Badung,Bali (2) determine aspects - aspects of what can be used as a learning medium in the history of the Republic of Indonesia Warriors Monument in the Village Strait, Abiansemal, Badung,Bali (3) knowing how to use Warrior Monument of the Republic of Indonesia in the Village Strait, Abiansemal, Badung, Bali as a medium of learning in school history . In this study , the data collected using qualitative methods by stages; (1) The technique of determining the location of the research, (2) determination techniques informants, (3) data collection techniques ( observation, interviews, review of documents ), (4) the guarantor technique authenticity of data ( data triangulation , triangulation method ), and (5) technique data analysis. The results showed that, (1) the existence of historical events behind the construction of the Republic of Indonesia Warriors Monument in the Village Strait which event the death of I Gusti Alit Reta, I Kantun and I Gusti Putu Pegil in 1948 when physical revolution in order to maintain the independence of the Republic of Indonesia . Monument of the Republic of Indonesia in the village fighters Strait built to honor the fighters who have fallen in defense of the territory on the physical revolution. (2) Aspect - aspects contained in the Monument of Independence of the Republic of Indonesia Hero Fighter , namely: Narrative aspects, factual aspects , artistic aspects, recreational aspects. (3) Utilization of Heroes Freedom Fighters Monument Republic of Indonesia can be used as a medium for teaching history in high school that is by making the media power point with material physical Revolution in order to maintain the independence of Indonesia . In this matter will be discussed about the Freedom Fighters Monument Republic of Indonesia in the Village Strait .keyword : : monuments , history teaching media
PURI SOMA NEGARA PEJENG, GIANYAR, BALI (PERSPEKTIF SEJARAH, STRUKTUR SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL ) ., Putu Agustina Setiawan; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.7378

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan Latar Belakang Sejarah Berdirinya Puri Soma Negara Pejeng, Gianyar, Bali, (2) Mendeskripsikan Struktur bangunan Puri Soma Negara Pejeng Sampai Saat Ini, (3) Mendeskripsikan Aspek – Aspek yang terdapat di Puri Soma Negara Pejeng yang dapat dikembangkan sebagai sumber belajar sejarah lokal di SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) Heuristik (tehnik observasi, tehnik wawancara, dan studi dokumen) (2) Kritik sumber (kritik eksteren dan kritik internal), (3) Interpretasi, (4)Historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Latar Belakang Sejarah Berdirinya Puri Soma Negara Pejeng akibat dari Pemberontakan I Gusti Agung Maruti di Gelgel, Dalem Jambe berhasil merebut kembali Gelgel, Dalem Pemayun memulai perjalanan yang berakhir di Bukit Tampaksiring. Dalem Pemayun memiliki tiga putra salah satunya yakni Dewagung Mayun PutraDewagung Mayun membuat Puri Baru yang terletak di Desa Pejeng, Struktur fisik Puri Soma Negara Pejeng menggunakan konsep Sanga Mandala yang terbagi menjadi tiga yakni Utama Mandala, madya Mandala, dan Nista Mandala, Aspek-aspek yang dapat dikembangkan di dalam Puri Soma Negara Pejeng yang dapat di jadikan sumber belajar sejarah adalah sebagai berikut: Aspek Historis, Aspek Budaya, dan Aspek Pendidikan.Kata Kunci : Sejarah, Puri Soma Negara Pejeng This study aimed (1) to describe the background of Historical background of the establishment of Puri Soma State Pejeng, Gianyar, Bali, (2) Describe the Castle Soma State Pejeng to date, (3) Describe the aspects which was found in Puri Soma State Pejeng that can be developed as a learning source of local history in high school. This study uses a qualitative method by stages; (1) Heuristic (observation techniques, interview techniques, and study documents) (2) source criticsm (external criticsm dan internal criticsm), (3) Interpretation, (4)Historiography.The results showed that, The Historical Background of the establishment of Puri Soma State Pejeng originated result of I Gusti Agung Maruti Rebellion in Gelgel. Dalem Pemayun embarked on a journey that ended in Bukit Tampaksiring. Dalem Pemayun had three sons one of them is Dewagung Mayun Putra Dewagung Mayun Putra made New Puri situated in Pejeng, The Puri was named Puri Soma State Pejeng, The physical structure Puri Soma State Pejeng used the concept of Sanga Mandala which divided into three namely of Utama Mandala, Madya Mandala, and Nista Mandala, The aspects that can be developed in Puri Soma State Pejeng which can be used as a source of learning history which follows: historical aspects, aspects of Culture, and aspect Education.keyword : History, Puri Soma State Pejeng
PURA DALEM JAWA DI DESA WERDI BHUWANA, KECAMATAN MENGWI, KABUPATEN BADUNG BALI (SEJARAH, STRUKTUR, FUNGSI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) ., Gusti Made Sriwidiari; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i1.14754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah berdirinya Pura Dalem Jawa di Desa Werdi Bhuwana, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung Bali, (2) struktur dan fungsi Pura Dalem Jawa (3) potensi yang terdapat di Pura Dalem Jawa yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif meliputi: (1) penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, studi dokumen, (4) teknik validasi data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber, (5) teknik analisis data memakai model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menujukkan bahwa: sejarah Pura Dalem Jawa memiliki kaitan erat dengan Kerajaan Mengwi dan Blambangan. Hal ini dikarenakan ketika Kerajaan Mengwi menduduki Blambangan, Mas Sepuh penguasan Blambangan datang ke Bali dan diasingkan di Banjar Jawa yang merupakan lokasi Pura Dalem Jawa. Struktur Pura Dalem Jawa menggunakan konsep dwi mandala yaitu jeroan dan jaba sisi, namun dalam hal ini terdapat dua jaba sisi bagian selatan dan utara. Fungsi Pura Dalem Jawa yaitu (1) fungsi religius, (2) fungsi sosial, (3) fungsi budaya, (4) fungsi pendidikan. Adapun potensi Pura Dalem Jawa ialah aspek historis , aspek peninggalan meliputi cengkuwung, arca pedanda, arca pendeta, arca singa, batu alam. Kata Kunci : Kata Kunci: Pura Dalem Jawa, sejarah, struktur, fungsi, sumber belajar sejarah The study aimed to know: (1) History of the establishment of Pura Dalem Jawa in Werdi Bhuwana village , Mengwi sub-district, Badung regency Bali, (2) structure and function of Pura Dalem Jawa, (3) the potential contained in Pura Dalem Jawa which can be use as a source of history in high school. The research method use is qualitative approach including: (1) determination of research location, (2) informant determination technique, (3) data collection technique use observation, interview, document study, (4) data validation technique use triangulation method and triangulation source, (5) data analysis technique use interactive models Miles and Huberman. The result of research shows that the hsitory of Pura Dalem Jawa has close relation with Mengwi and Blambangan Kingdom. Because when Mengwi Kingdom occupies Blambangan, Mas Sepus as Blambangan penguin came to Bali and exiled in Banjar Jawa which is the locaton of Pura Dalem Jawa. The structure of Pura Dalem Jawa use the consept of dwi mandala that is jeroan and jaba sisi, but Pura Dalem Jawa has two part jaba sisi in south side and north side. Function of Pura Dalem Jawa is (1) religious function, (2) social function, (3) culture function, (4) education function. The potential of Pura Dalem Jawa is historical aspect, aspects of the relics include cengkuwung, arca pedanda, arca pendeta, arca singa and natural stone.keyword : Keywords: Pura Dalem Jawa, history, structure, function, learning resources history
JEJAK KEPAHLAWANAN KHR. ASAD SYAMSUL ARIFIN SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI MA IBRAHIMI PONDOK PESANTREN SYALAFIYAH SYAFI'IYAH SUKOREJO, SITUBONDO JAWA TIMUR ., M BUSAR; ., Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i2.18267

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Jejak kepahlawanan Kyai As’ad Samsul Arifin melawan Sekutu dan Belanda, (2) Nilai-nilai yang terkandung dalam perjuangan Kyai As’ad Samsul Arifin, (3) Nilai-nilai kepahlawanan Kyai As’ad Samsul Arifin dikemas menjadi sumber belajar Sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu:(1)Teknik penentuan lokasi penelitian; (2) Teknik penentuan informan; (3) Teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, Studi dokumen dan studi fustaka); (4) Teknik validasi data (Triangulasi data, triangulasi metode); (5) Teknik analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Kyai As’ad Samsul Arifin merupakan tokoh yang baru diangakat menjadi pahlawan nasional, beliau adalah ulama NU yang dikenal kharismatik dan sangat disegani oleh ulama lainnya. Selama hidupnya, Kyai As’ad berjuang untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa. Pada masa penjajahan Jepang kyai As’ad Syamsul Arifin pernah berinisiatif mencuri senjata dan amunisi dari gedung senjata Jepang yang ada di Kecamatan Kalisat, Jember.Pada masa perjuangan fisik, Kyai As`ad Syamsul Arifin bergabung dengan laskar Sabilillah yang pernah terlibat kontak senjata dengan Belanda di Surabaya, dan di masa pemerintahan Orde Baru peranan Kyai As’ad syamsul Arifin sangat menentukan keutuhan NKRI, akibat diterapkannya Pancasila Sebagai Asas Tunggal. Nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung dari Kyai As’ad Syamsul Arifin anatar lain: (1) Nilai Keberanian (2 ) Nilai Patriotisme (3) Nilai Kemandirian. Nilai kepahlawanan Kyai As’ad Syamsul arifin dapat dikemas menjadi sumber belajar sejarah pada materi perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Sekutu dan Belanda. Kata Kunci : Kata kunci: Kyai As’ad Samsul Arifin, Pahlawan Nasional, Sumber Belajar Sejarah ABSTRACT The purpose of this study was to find out (1) the heroic traces of the As'ad Kyai Samsul Arifin against the Allies and the Netherlands, (2) The values contained in the struggle of Kyai As'ad Samsul Arifin, (3) The heroic values of Kyai As'ad Samsul Arifin is packaged as a source of learning history. This study uses a qualitative descriptive approach, namely: (1) Techniques for determining the location of research; (2) Informant determination techniques; (3) Data collection techniques (observation, interviews, document studies and literature studies); (4) Data validation techniques (data triangulation, method triangulation); (5) Data analysis techniques. The results of this study indicate that, Kyai As'ad Samsul Arifin is a new figure who has been deemed to be a national hero, he is a NU cleric known for being charismatic and highly respected by other scholars. During his life, Kyai As’ad struggled to uplift the dignity of the nation. During the Japanese occupation kyai As'ad Syamsul Arifin had taken the initiative to steal weapons and ammunition from Japanese weapons buildings in Kalisat District, Jember. in Surabaya, and during the New Order government the role of Kyai As'ad syamsul Arifin greatly determined the integrity of the Unitary Republic of Indonesia, due to the implementation of Pancasila as the Sole Principle. The heroic values contained in Kyai As’ad Syamsul Arifin are: (1) Value of Courage (2) Value of Patriotism (3) Value of Independence. The heroic value of Kyai As'ad Syamsul arifin can be packaged as a source of learning history in material struggle in defending independence from the threat of the Allies and the Netherlands. keyword : Keyword: Kyai As'ad Samsul Arifin, National Hero, Historical Learning Source
IDENTIFIKASI NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN IDA MADE RAI DALAM MENGUSIR KOLONIALISME BELANDA DI DESA BANJAR PADA TAHUN 1868 SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA ., Gede Okva Wiguna; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i2.4169

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Nilai-nilai kepahlawanan yang ada dibalik perlawanan Ida Made Rai terhadap Belanda tahun 1868; (2) Nilai-nilai kepahlawanan yang dapat diwariskan dari perjuangan Ida Made Rai agar dapat diteladani sebagaimana yang tertuang dalam perlawananya dalam memimpin rakyat Banjar mengusir Belanda tahun1868; dan (3) Kontribusi nilai -nilai kepahlawanan tersebut bagi pembelajaran sejarah di SMA berdasarkan Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu: (1) heuristik atau pengumpulan jejak-jejak sejarah (studi dokumen, teknik wawancara, dan teknik observasi); (2) kritik sumber (ekstern dan intern); (3) intepretasi data; (4) historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Nilai-nilai kepahlawanan dibalik perlawanan Ida Made Rai terhadap Belanda tahun 1868 dapat dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu (a) latar belakang Perang Banjar tahun 1868; (b) Ida Made Rai pahlawan kebanggaan Desa Banjar; dan (c) nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung dari sosok Ida Made Rai yaitu: (1) keberanian; (2) rela berkorban; (3) kewibawaan; (4) patriotisme; (5) etika dan moral; (6) kejujuran; (7) solidaritas; dan religius. (2) Nilai-nilai kepahlawanan beliau yang dapat diwariskan bagi generasi bangsa: (a) nilai kejujuran; (b) nilai solidaritas; (c) nilai patriotisme; (d) nilai etika dan moral; (e) nilai rela berkorban; (f) nilai kewibawaan; (g) nilai religius; (h) nilai keberanian. (3) Kontribusi nilai-nilai kepahlawanan Ida Made Rai sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA berdasarkan pada kurikulum 2013 pada (a) ranah kognitif; (b) ranah afektif; (c) ranah psikomotorik. Kata Kunci : Kata Kunci: pahlawan, nilai kepahlawanan, sumber belajar sejarah. ABSTRACT This study is aimed at identifying (1) heroism value behind the effort of Ida Made Rai to fight off the Dutch colonialism in 1868; (2) the heroism value which can be inherited from Ida Made Rai and can be exemplified as it is decanted in her effort in leading the people of Banjar to fight off the Dutch in 1868; (3) the contribution of the heroism value toward the subject of history for high school based on curriculum 2013. The researcher used historical method of gathering the data, they are: (1) heuristic or the collection of historical tract (the study of document, interview, and observation); (2) source of criticism (extern and intern); (3) data interpretation; (4) historiography. The result of this research showed that (1) heroism value behind the effort of Ida Made Rai toward the Dutch colonialism in 1868 can be divided into three steps, they are (a) the background of Banjar battle in 1868; (b) Ida Made Rai is a hero which become the pride of Banjar village; and (c) the heroism value from Ida Made Rai including: (1) courage; (2) willingness of sacrifice; (3) authority; (4) patriotism; (5) ethics and morality; (6) honesty; (7) solidarity; and religious. (2) The heroism value which can be inherited from the effort of Ida Made Rai and can be exemplified toward the young generation are: (a) courage value; (b) willingness of sacrifice value; (c) authority value; (d) patriotism value; (e) ethics and morality value; (f) honesty value; (g) solidarity value; and (h) religious value. (3) The contributions of the heroism value toward the subjects of history for high school based on curriculum 2013 are (a) cognitive aspect; (b) affective aspect; (c) psychomotor aspect. keyword : Key words: hero, heroism value, history learning source
Co-Authors ., Aniqa Faza ., Baiq Zohrah ., CAHYO BINTORO ., Febri Dwi Cahyo ., Gusti Made Sriwidiari ., I Gusti Ayu Ratnasari ., I Km Ega Mahendra ., I Komang Edi Heliana ., I Made Adi Astawa ., I Made Cahyana Mp ., I Made Reynaldi Ambara Gita ., I Putu Yudi Permana Saputra ., I Wayan Edi Setiawan ., Ilham Yahya ., Kadek Ariasa ., Kadek Dwi Mahayoni ., Komang Gede Arya Bawa ., M BUSAR ., Made Pradnyana Putra ., Muh. Reza Khaeruman Jayadi ., N Iputu Sri Widiastuti ., Ni Putu Budiartini ., NUR MINAH ., NURUS MAULIDA ., Nurus Shobah ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. ., Purwa Aditya ., Putu Agustina Setiawan ., Qori Bayyinaturrosyi ., Rini Anggraini A.A. Istri Pradnyana Asrama P. . Abd. Rasyid Syamsuri Alfarizi, Moh Alif Alfi Syahrin Aniqa Faza . Aryantika, I Kadek Adi Baiq Zohrah . Both, Lusitiana CAHYO BINTORO . Desak Made Oka Purnawati Desak Oka Purnawati Dewa Gede Suma Adnyana . Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Febri Dwi Cahyo . Gede Adi Putra . Gede Okva Wiguna . Ginting, Enni Maharani Br Gusti Ayu Padmawati . Gusti Made Sriwidiari . I Dewa Gede Yoga I Gede Bayu Ary Hermawan . I Gede Justiasa . I Gusti Ayu Ratnasari . I Gusti Made Aryana I Gusti Ngurah Riki Wahyudi . I Gusti Ngurah Riki Wahyudi ., I Gusti Ngurah Riki Wahyudi I Kadek Adi Aryantika I Kadek Adi Widiastika I Kadek Parmadi . I Ketut Agus Adijaya . I Ketut Anom Mahartawan . I Ketut Anom Mahartawan ., I Ketut Anom Mahartawan I Km Ega Mahendra . I Komang Edi Heliana . I Komang Wisujana Putra . I Made Adi Astawa . I Made Cahyana Mp . I Made Citra Wibawa I Made Pageh I Made Reynaldi Ambara Gita . I Nengah Suastika I Nyoman Jampel I Nyoman Oka Hendrawan . I Nyoman Oka Hendrawan ., I Nyoman Oka Hendrawan I Putu Budiana . I Putu Edy Saputra . I Putu Yudi Permana Saputra . I Wayan Agus Suatmika . I Wayan Edi Setiawan . I Wayan Pardi I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Suastra I Wayan Widiana Ida Ayu Widya Pratiwi Ida Bagus Putu Arnyana Ilham Yahya . Ivanka Angelina Dheyanita Prasada Kadek Ariasa . Kadek Ayu Sutarminingsih . Kadek Dwi Mahayoni . Kadek Mega Arista Sinta Devi Kadek Virgotama Krissanta . Kardila, Maria Marisa Ketut Jasiani . Ketut Jasiani ., Ketut Jasiani Komang Gede Arya Bawa . Lathifah, Desi Fairuz Luh Putu Ayu Diah Pratiwi . Luttfy Chateriyan, Ivan M BUSAR . M.Si Drs. I Ketut Margi . Made Pradnyana Putra . Made Wisnu Dwipayani . Made Wisnu Dwipayani ., Made Wisnu Dwipayani Maria Marisa Kardila Mathias Maranata Surbakti Muh. Reza Khaeruman Jayadi . N Iputu Sri Widiastuti . Nengah Cipta Sari . Nengah Cipta Sari ., Nengah Cipta Sari Ngakan Made Viky Purnama Teja . Ngakan Made Viky Purnama Teja ., Ngakan Made Viky Purnama Teja Ni Kadek Dian Lestari . Ni Komang Sukariasih . Ni Komang Sukasih . Ni Komang Sukasih ., Ni Komang Sukasih Ni Komang Trisna Suparwati . Ni Luh Made Ari Darmini . Ni Made Ary Widiastini Ni Made Ninik Susantini . Ni Made Wibhu Satyayu Ni Nyoman Murdani . Ni Nyoman Tri Cahyani . Ni Putu Budiartini . Ni Putu Rai Yuliartini Ni Putu Ristiana Rahitasari Ni Putu Sri Ratna Dewi Ni Wayan Dewi Lasmi ., Ni Wayan Dewi Lasmi Ni Wayan Nonoriati . Ni Wayan Suratni . NUR MINAH . NURUS MAULIDA . Nurus Shobah . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Puger, I Gusti Ngurah Purnawati, Desak Oka Purnawibawa, R. Ahmad Ginanjar Purwa Aditya . Putu Adi Sutama . Putu Adi Sutama ., Putu Adi Sutama Putu Agustina Setiawan . Putu Ari Antara . Putu Sulistyawati Qori Bayyinaturrosyi . Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Rini Anggraini . Santhi, Dewa Ayu Aprilia Vidya satria dwi mahendra Satyayu, Ni Made Wibhu Simatupang, Gavin Ar Rasyid Sinta Devi, Kadek Mega Arista Suadnyana, Kadek Nova Sukadi Sukadi Sukadi Sukadi Sulistyawati, Putu Sumiyati , Sumiyati Sumiyati Sumiyati Vita Octavia Anggraini Widiani, Ni Kadek Yiena Yoga, I Dewa Gede Yudi Setiawan