Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN MR. I GUSTI KETUT PUDJA DALAM USAHA MERAIH KEMERDEKAAN BANGSA INDONESIA DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA ., I Ketut Anom Mahartawan; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i1.5316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peranan Mr. I Gusti Ketut Pudja dalam usaha meraih kemerdekaan bangsa Indonesia; (2) Nilai-nilai kepahlawanan Mr. I Gusti Ketut Pudja yang dapat diwariskan kepada generasi muda; (3) Pengintegrasian nilai -nilai kepahlawanan beliau sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu: (1) Jenis penelitian menggunakan penelitian kualitatif; (2) Teknik penentuan lokasi penelitian yaitu di Puri Sukasada; (3) Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling; (4) Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara dan pedoman observasi; (5) Teknik pengumpulan data menggunakan (a) Teknik studi dokumen menggunakan sumber buku dan foto Mr. I Gusti Ketut Pudja (b) Teknik observasi yaitu di Puri Sukasada (c) Teknik wawancara yaitu dengan keluarga Mr. I Gusti Ketut Pudja, legiun veteran Kabupaten Buleleng dan guru sejarah (6) Metode penjamin keabsahan data yaitu triangulasi sumber data dan triangulasi metode; (7) Teknik analisis data yaitu: (a) Pengumpulan data; (b) Reduksi data; (c) Penyajian data; (d) Mengambil Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Mr. I Gusti Ketut Pudja memiliki peran besar dalam usaha meraih kemerdekaan Indonesia, selama tergabung dalam PPKI beliau melakukan banyak perubahan yang fundamental bagi bangsa dan negara Indonesia; (2) nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung dari sosok Mr. I Gusti Ketut Pudja yaitu: (a) Patriotisme; (b) Toleransi; (c) Keberanian; (d) Rela berkorban; (e) Demokrasi; (f) Multikultural; (g) Solidaritas; (3) Nilai-nilai kepahlawanan Mr. I Gusti Ketut Pudja dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA dengan menggunakan KTSP pada Kompetensi Dasar (1.1) Menganalisis peristiwa sekitar proklamasi 17 Agustus 1945 dan pembentukan pemerintahan Indonesia.Kata Kunci : Mr. I Gusti Ketut Pudja, Nilai-nilai kepahlawanan, Sumber belajar sejarah This aims of this study is to determine (1) The role of Mr. I Gusti Ketut Pudja in an attempt to achieve independences of Indonesia; (2) The values of heroism Mr. I Gusti Ketut Pudja that can be pass down to the younger generation; and (3) Integrating values his heroism as a sources of teaching history in senior high school. This study used qualitative research methods, as follows: (1) Type of research uses qualitative research; (2) Mechanical technic determining the location of study is at Puri Sukasada; (3) Mechanical determination of resources uses purposive sampling; (4) The instruments of research uses guidilines of the interview and also guidilines of observation; (5) The technical of data collected (a) Technical of the documents using Mr. I Gusti Ketut Pudja’s books and pictures; (b) Technic of observations is at Puri Sukasada; (c) The technic of interview are with Mr. I Gusti Ketut Pudja’s family, Legiun Veteran Kabupaten Buleleng, and also history teacher; (6) Method of data validity guarantor are triangulated data source and triangulated methods; (7) The technic of analysis data. (a) data collected; (b) data reduction; (c) display data; (d) verification. The results showed that (1) Mr. I Gusti Ketut Pudja has a big roles in attempts for the independence of Indonesia, as PPKI’s member he did a lot of changes that fundamental to the survival of Indonesian statehood; (2) the values of heroism embodied by the figure of Mr. I Gusti Ketut Pudja namely: (a) patriotism; (b) tolerance; (c) courage; (d) self-sacrificed; (e) democracy; (f) multicultural; (g) solidarity; (3) The values of heroism Mr. I Gusti Ketut Pudja could be uses as a source of history education in senior high school with KTSP at Basic Competence (1.1) analyse the events around the proclamation in August, 17 1945 and the Indonesian government establishment.keyword : Mr. I Gusti Ketut Pudja, The values of heroism, Sources of history learning.
PEMERTAHANAN TRADISI NGUSABA DESA SARIN TAHUN DI DESA PADANG BULIA, SUKASADA, BULELENG, BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA. ., Kadek Ariasa; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.11408

Abstract

Penelitian ini bertujuan unutuk (1) mengetahui latar belakang tradisi Ngusaba Desa Sarin Tahun di desa Padang Bulia, (2) mengetahui sistem pelaksanaan ritual Tradisi Ngusaba Desa Sarin Tahun, (3) mengetahui aspek- aspek dari tradisi Ngusaba Desa Sarin Tahun yang dapat di implementasikan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, dapat dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap- tahap ; (1) Teknik penetuan lokasi penelitian, (2) Teknik penentuan informan, (3) Teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen), (4) Teknik validitas data (triangulasi data, triangulasi metode) dan, (5) Teknik analisis data. Penelitian ini menghasilkan temuan, yakni (1) Latar belakang sejarah tradisi Ngusaba Desa Sari Tahun di desa Padang Bulia, (2) Sistem pelaksanaan upacara Ngusaba Desa Sarin Tahun di desa Padang Bulia (3) Aspek-aspek tradisi Ngusabha Desa Sarin Tahun yang bisa di implementasikan sebagai sumber belajar sejarah sesuai dengan kurikulum 2013.Kata Kunci : Tradisi Ngusaba Desa Sarin Tahun, potensi, sumber belajar, Sejarah, di SMA. This research is aimed to (1) to know the background of tradition Ngusaba Desa Sarin Tahun in Padang Bulia village, (2) to know the ritual system of Ngusaba Desa Sarin Tahun, (3) to know aspects of Ngusaba Desa Sarin Tahun that can be implemented As a source of History learning in high school. In this study, it can be collected using qualitative methods with stages; (3) data collection techniques (observations, interviews, document studies), (4) data validity techniques (data triangulation, triangulation methods) and, (5) analysis techniques Data,. This research yields findings, namely (1) Background of the tradition of Ngusaba Desa Sarin Tahun in Padang Bulia Village, (2) The Implementation System of Ngusaba Desa Sarin Tahun in the Village of Padang Bulia (3) Aspects of tradition Ngusaba Desa Sarin Tahun that can be Implement as a source of historical learning in accordance with the 2013 curriculum.keyword : The Ngusaba Desa Sarin Tahun, potential, learning resource, History, in high school.
MONUMEN TUGU PERJUANGAN WIRA WIJAYA SAKTI DI DESA GALUNGAN, SAWAN, BULELENG (DITINJAU DARI LATAR BELAKANG, FUNGSI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) ., I Ketut Agus Adijaya; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.3610

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) latar belakang pendirian Monumen Tugu Perjuangan Wijaya Sakti di Desa Galungan, Sawan,Buleleng; (2) fungsi serta nilai-nilai sejarah yang terkandung pada Monumen Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti Desa Galungan; (3) potensi dari Monumen Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian dokumen), (4) teknik validasi data (triangulasi data, triangulasi metode), dan (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan (1) adanya peristiwa sejarah yang melatarbelakangi pembangunan Monumen Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti yaitu peristiwa pertempuran antara pasukan pejuang lokal (Nyoman Ratep dan Ketut Neca) yang ikut tergabung dalam pasukan dari I Gusti Ngurah Rai melawan pasukan Belanda pada tanggal 12 Juni 1946 dalam rangka mempertahankan kemerdekaan NKRI. (2) Fungsi dari Monumen Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti yaitu (a) fungsi edukatiif; (b) inspiratif; (c) rekreatif; dan Nilai-nilai yang terkadung di dalamnya yaitu : (a) pendidikan; (b) patriotisme; (c) persatuan dan kesatuan; (d) keindahan. (3) Potensi Monumen Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti sebagai sumber belajar sejarah dapat dilihat pada aspek sejarah dan nilai-nilai yang terkadung pada monumen. Potensi ini dapat memberikan sumbangan pada pembelajaran sejarah di SMA kelas XII semester ganjil pada silabus dan RPP kurikulum 2013. Kata Kunci : monumen, fungsi dan nilai-nilai sejarah, sumber belajar sejarah. ABSTRACT This research aims to identify (1) the grounds of the installation of Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti Monument in Galungan Village, Sawan District, of Buleleng Regency; (2) the historical functions and values of the monument; (3) the potential of the monument as a learning source of history subject in senior high school. In the research, the data were collected using qualitative method through the steps (1) location determining technique, (2) informant determining technique, (3) data collection techniques (observation, interview, document investigation), (4) data validation technique (data triangulation, triangulation methods) and (5) data analysis technique. The results of the research indicated (1) a historical event as the background of the installation of Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti Monument, which was a battle between the local militia forces (Nyoman Ratep dan Ketut Neca), which was a detachment of the armed forces led by I Gusti Ngurah Rai, against the Dutch military, on the day of 12 June 1946, a struggel to defend Indonesian newly-achieved sovereignty. (2) The functions of Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti Monument includes (a) educative; (b) inspirative; (c) recreative; dan the values embedded in the monument comprises of: (a) educative value; (b) patriotism; (c) coalescence and unity; (d) beauty; (3) The potential of the Tugu Perjuangan Wira Wijaya Sakti monument as as a learning source of history subject in senior high school are available from the historical aspects and the values embedded into the monument. This potential could contribute to the history subject teaching and learning in senior high school, expecially class XII, odd semester on their syllabus and lesson plan for Curriculum 2013. keyword : monument, functions and historical values, history subject learning sourc.
MAKAM BUNG KARNO DI BENDOGERIT SANANWETAN BLITAR JAWA TIMUR (SEJARAH, SOSIAL EKONOMI dan POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH di MAN KOTA BLITAR) ., Febri Dwi Cahyo; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd.; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.14668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis sejarah dari makam Bung Karno di Bendogerit, Sananwetan, Blitar, Jawa Timur (2) Pengaruh sosial-ekonomi dari Makam Bung Karno bagi masyarakat Bendogerit, Sananwetan, Blitar, Jawa Timur (3) Potensi Makam Bung Karno di Bendogerit, Sananwetan, Blitar sebagai sumber belajar sejarah di MAN Kota Blitar. Dalam penelitian ini,data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap ; (1) teknik heuristik (observasi, wawancara, studi dokumen), (2) teknik verifikasi (kritik ekstern dan intern), (3) teknik interpretasi (4) teknik historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Sejarah Makam Soekarno pada awalnya adalah sebuah taman makam pahlawan Kota Blitar yang lama, sekitar tahun 1950-an yang merupakan bagian dari sebuah pemakaman umum milik Yayasan Mardi Mulyo. (2) Makam Soekarno membawa perubahan terhadap mata pencaharian masyarakat sekitar makam, peran pemerintah, pendapatan masyarakat sekitar makam, pola konsumsi masyarakat, serta interaksi sosial yang terjadi di dalam masyarakat. (3) Makam Soekarno memiliki nilai historis sangat penting dalam konteks sejarah seperti rasa cinta tanah air dan semangat kemerdekaan.Kata Kunci : Sejarah Makam Soekarno, perubahan sosial-ekonomi, pemanfaatan makam This study aims to (1) analyze the history of Bung Karno's tomb in Bendogerit, Sananwetan, Blitar, East Java (2) Socio-economic influence of Bung Karno Tomb for the people of Bendogerit, Sananwetan, Blitar, East Java (3) Potential Tomb of Bung Karno in Bendogerit, Sananwetan, Blitar as a source of learning history at MAN Kota Blitar. In this study, data were collected using qualitative methods with stages; (1) heuristic techniques (observation, interview, document study), (2) verification techniques (external and internal criticism), (3) interpretation techniques (4) historiography techniques. The results show that, (1) The history of the Tomb of Sukarno was originally a garden of the old Blitar city hero's tomb, circa 1950s which is part of a public cemetery belonging to the Mardi Mulyo Foundation. (2) Soekarno's grave brought changes to the community's livelihood around the grave, the role of the government, the incomes of the community around the tomb, the pattern of public consumption, and the social interactions that took place in the community. (3) The grave of Sukarno has historical value is very important in the context of history such as the love of the homeland and the spirit of independence.keyword : Soekarno's history grave, socio-economic change, grave utilization
PENINGGALAN PURBAKALA DI PURA SUBAK APUAN, SINGAPADU, SUKAWATI GIANYAR, BALI (SEJARAH, STRUKTUR DAN POTENSINYA) SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA ., Ni Wayan Dewi Lasmi; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.6288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui Sejarah Peninggalan Purbakala Di Pura Subak Apuan, Singapadu, Gianyar, Bali, (2) mengetahui Struktur dari Peninggalan Purbakala Di Pura Subak Apuan, Singapadu, Gianyar, Bali, (3) mengetahui potensi dari Peninggalan Purbakala Di Pura Subak Apuan, Singapadu, Gianyar, Bali sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Model penelitian yang digunakan untuk menyusun penelitian ini adalah penelitian pemecahan masalah kekinian,dengan tahap sebagai berikut: (1) Heuristik, terdiri dari teknik wawancara, observasi, dan studi dokumen, (2) Kritik sumber yang mana terdiri dari kritik ekstern, dan intern, (3) Interprestasi (penafsiran), (4) Histrografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukan bahwa, sejarah peninggalan purbakala yang ada di Pura Subak Apuan, Singapadu, Sukawati, Gianyar, Bali berasal dari masa megalitik muda. Semua ini karena ciri-ciri yang dimiliki oleh peninggalan di pura ini sangat sederhana. Adapun peninggalan yang ada di pura ini berupa arca bukan dewa, lingga dan batu padas yang banyak terdapat di jaba tengah dan jeroan pura. Pura Subak Apuan, Singapadu menggunakan konsep Tri Mandala yang terdiri dari jaba sisi, jaba tengah dan jeroan. Peninggalan yang ada di pura ini dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah yang disesuaikan dengan kurikulum 2013 pada kelas X semester ke II dengan memperhatikan potensi peningglan di Pura Subak Apuan.Kata Kunci : Pura Subak, Peninggalan Purbakala, Sumber Belajar. This study was aimed to: (1) find out history of archaeological remains in Subak Apuan Tempel, Singapadu, Gianyar, Bali, (2) find out stucture of archaeological remains in Pura Subak Apuan, Singapadu, Gianyar, Bali, (3) find out potential of archaeological remains in Subak Apuan Temple, Singapadu, Sukawati, Gianyar, Bali as source of historical learning in Senior High School. Research method that used by this study was problem solving which used following steps: (1) Heuristic, consist of interview, observation and documentation, (2) Source critical, consist of external critical and internal critical, (3) Interpretation, (4) Historiography. The result of this study showed that the history of archaeological remains in Subak Apuan Temple, Singapadu, Gianyar, Bali was archaeological remains from early megalithic era. It was because characteristics of this arcaeological remains was very simple. The archaeological remains in this temple were statue of non God, rock relief and phallum in Hindu’s temple found in jabe tengah and jeroan of the temple. This temple used Tri Mandala concept, consist of jaba sisi, jabe tengah and jeroan. This archaeological remains could be a historical learning source which appropriate with curriculum 2013 for second semester of ten grade student by looked at potential of Subak Apuan Temple.keyword : Subak Temple, Archaeological Remains, Learning Sources
Pemanfaatan kebudayaan cina pada masa pemerintahan sri haji jayapangus di pura dalem balingkang, di desa pinggan, kintamani, bangli dan potensinya sebagai sumber belajar sejarah lokal di sma ., I Putu Budiana; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i2.2571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui latar belakang pendirian Pura Dalem Balingkang. (2) Mengetahui pengaruh kebudayaan Cina pada masa Sri Haji Jayapangus di Pura Dalem Balingkang, Desa Pinggan, Kintamani, Bangli dan (3) Mengetahui budaya Cina di Pura Dalem Balingkang, Desa Pinggan, Kintamani, Bangli sebagai sumber belajar sejarah lokal di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan langkah-langkahnya yaitu: (1) Rancangan Penelitian, (2) Teknik Penentuan Informan, (3) Metode Pengumpulan Data, (4) Metode Analisis Data. Penelitian ini menghasilkan temuan, antara lain: (1) Pura Dalem Balingkang merupakan bekas keraton raja Bali Kuno yang bergelar Sri Haji Jayapangus. Kata Dalem diambil dari tempat yang disebut Kuta Dalem Jong Les, kata Bali diambil dari kata “Bali”, dan kata “Kang” diambil dari nama istri beliau yaitu “Kang Cing We”. Latar belakang pendirian Pura Dalem Balingkang adalah sebagai bentuk penghormatan kepada raja Balingkang yang sudah Siddha-Dewata (telah menjadi Dewa) yaitu Raja Jayapangus. (2) Pengaruh kebudayaan Cina pada masa Sri Haji Jayapangus di Pura Dalem Balingkang meliputi: (a) Bidang ekonomi, (b) Bidang bahasa dan, (c) Bidang kesenian dan. (3) Budaya Cina di Pura Dalem Balingkang yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran sejarah lokal di SMA antara lain: (a) Bidang ekonomi dan, (b) Bidang kesenian dan, (c) Bidang bangunan.Kata Kunci : Pura Dalem Balingkang, Kebudayaan Cina, Sumber Belajar This research aims to: (1) know the background of erection of Dalem Balingkang Temple. (2) Understand the influence of Chinese culture in Sri Haji Jayapangus’s time (periode) at Dalem Balingkang Temple, Pinggan village, Kintamani, Bangli. (3) Know the Chinese culture at Dalem Balingkang Temple, Pinggan village, Kintamani, Bangli in the framework of the development of learning local history at senior high school. The methode which is used in this research is historical research methode with qualitative approach by the steps: (1) research plan, (2) technique of determining informant, (3) data collecting technique, (4) data analysis technique. This research delivers the finding among others: (1) Dalem Balingkang temple is the palace trace of ancient Balinese king titled Sri Haji Jayapangus. The word “Dalem” derived from the place named Kuta Dalem Jongles. The word “Bali” derived from the word Bali, and the word “Kang” derived from the name of his wife “Kang Ching Wie”. The background of erection of Dalem Balingkang Temple is as a symbol of a respecting to the King Balingkang who has become god (Siddha Dewata) that is king Jayapangus. (2) The influence of Chinese culture in Sri Haji Jayapangus’s periode at Dalem Balingkang temple comprised/included: (a) economic sector, (b) language field, (c) art scope. (3) The Chinese culture at Dalem Balingkang temple that can be developed in learning local history at senior high school among others: (a) economic sector, (b) art scope, (c) structure field.keyword : Dalem Balingkang Temple, Chinese Culture, Learning Source.
Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas X Akuntansi SMK PGRI 1 Singaraja Terhadap Mata Pelajaran IPS Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Snowball Throwing Pada Semester Genap Tahun Ajaran 2013/2014 ., Ni Made Ninik Susantini; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i2.3622

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah (1) Untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar IPS siswa setelah menggunakan metode snowball throwing pada siswa kelas X Akuntansi SMK PGRI 1 Singaraja, (2) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPS siswa setelah menggunakan metode snowball throwing pada siswa kelas X Akuntansi SMK PGRI 1 Singaraja. (3) Untuk mengetahui bagaimana respon siswa kelas X Akuntansi SMK PGRI 1 Singaraja terhadap penerapan metode snowball throwing. Dalam penelitian tindakan kelas ini yang menjadi subjek adalah siswa kelas X Akuntansi SMK PGRI 1 Singaraja dengan jumlah 25 siswa. Objek penelitiannya adalah motivasi dan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini dengan metode observasi, metode tes, kuisioner dan wawancara. Dari hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus dan analisis yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut (1) motivasi belajar siswa pada siklus I mendapatkan jumlah 1591 dengan rata-tara yang dicapai 63,44, terjadi peningkatan jumlah motivasi yang diperoleh siswa pada siklus II dengan jumlah yang dicapai 1786 dengan rata 71,44. Peningkatan motivasi dari siklus I ke siklus II adalah 195 dengan rata-rata peningkatan mencapai 7,8. (2) Hasil belajar yang siswa adalah 1782 dengan rata-rata 71,28% dan ketuntasan hasil belajar yang dicapai 48% pada siklus I. Terjadi peningkatan hasil belajar yang diperoleh pada siklus II yakni dengan jumlah 2231 dengan rata-rata 89,24% dan ketuntasan hasil belajar yang dicapai 100%. (3) Hasil respons siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif snowball throwing terjadi pada siklus I, respons siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif snowball throwing yaitu 887 dengan pencapaian rata-rata 35,48. Terjadi peningkatan respons siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif snowball throwing pada siklus II yaitu 969 dengan pencapaian rata-rata 38,68. Jumlah peningkatan yang terjadi dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 82 dengan pencapaian rata-rata sebesar 3,28. Berdasarkan hasil penelitian, maka jawaban dari hipotesis tindakan yaitu (1) Model pembelajaran kooperatif snowball throwing dapat berjalan dengan efektif dan efisien sehingga motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial meningkat tinggi. (2) Model pembelajaran kooperatif snowball throwing dapat berjalan dengan efektif dan efisien sehingga hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial meningkat tinggi. Kata Kunci : Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Snowball Throwing, Motivasi, Hasil Belajar, Respons Siswa, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ABSTRACT The purpose of this action research are (1) To determine the increase in students' motivation to learn IPS after throwing the snowball method in class X Accounting SMK PGRI 1 Singaraja, (2) To determine the improvement of student learning outcomes IPS after throwing the snowball method in class X Accounting SMK PGRI 1 Singaraja. (3) To determine how the response class X Accounting SMK PGRI 1 Singaraja on the application of the method of snowball throwing. In this classroom action research is the subject of class X is Accounting SMK PGRI 1 Singaraja the number of 25 students. While the research object is the motivation and learning of Social Sciences (IPS). Data collection methods used in this classroom action research with the method of observation, test methods, questionnaires and interviews. From the results of action research conducted by 2 cycles and analyzes that have been conducted, obtained the following results (1) student motivation in the first cycle to get the average number between 1591 reached 63.44, an increase in the number of student motivation obtained at second cycle with the amount achieved in 1786 with 71.44 average. Increased motivation from the first cycle to the second cycle was 195 with an average increase of 7.8. (2) The results of student learning is 1782 with an average of 71.28% and mastery of learning outcomes achieved 48% in cycle I. An increase learning outcomes obtained in the second cycle which is the number of 2231 with an average of 89.24% and mastery of learning outcomes achieved 100%. (3) The results of a student's response to the application of cooperative learning model snowball throwing occurred in the first cycle, the student response to the application of cooperative learning model snowball throwing is 887 with an average achievement of 35.48. An increase in student responses to the application of cooperative learning model snowball throwing in the second cycle is 969 with an average achievement of 38.68. The amount of the increase that occurred from the first cycle to the second cycle is the attainment by 82 with an average of 3.28. Based on the results of the research, the answer to the hypothesis that the action was previously thought (1) snowball throwing cooperative learning model to be effective and efficient and the motivation to study the subject of Social Sciences rise high. (2) snowball throwing cooperative learning model to be effective and efficient, student learning outcomes in the Social Sciences subjects increased height. keyword : Keywords: Snowball Throwing Cooperative Learning, Motivation, Learning Outcomes, Student Response, Social Science (IPS)
Tradisi Tari Sanghyang Bojog di Desa Pakraman Bugbug, Karangasem, Bali (Latar Belakang, Fungsi, dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Kebudayaan di SMA. ., I Gede Bayu Ary Hermawan; ., Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.4849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar Belakang tari Sanghyang Bojog di Desa Pakraman Bugbug, Karangasem, Bali, (2) Fungsi tari Sanghyang Bojog di Desa Pakraman Bugbug, Karangasem, Bali dan, (3) Unsur-unsur dari tari Sanghyang Bojog yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar Sejarah Kebudayaan di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif kualitatif dengan langkah-langkah: (1) Penentuan lokasi penelitian, (2) Teknik penentuan Informan, (3) Metode pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian Dokumentasi), (4) Teknik penjaminan keaslian data, (triangulasi data,triangulasi metode), dan (5) Teknik analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Latar Belakang tari Sanghyang Bojog yaitu adanya sistem keyakinan, kepercayaan, dan alasan ekonomi. (2) Fungsi tari Sanghyang Bojog di Desa Pakraman Bugbug adalah untuk dipentaskan di Balai Desa sebagai penolak bala dan malapetaka seperti wabah penyakit (gering), dan bencana alam yang akan melanda penduduk desa setempat, selain itu juga untuk melestarikan tarian Sanghyang Bojog yang mulai terkikis oleh arus globalisasi. (3) Unsur-unsur dari tari Sanghyang Bojog yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar Sejarah Kebudayaan di SMA yaitu unsur historis, unsur pendidikan, dan unsur sosial yang dapat dijabarkan pada mata pelajaran Sejarah kelas X semester ganjil kurikulum 2013.Kata Kunci : Tradisi Tari Sanghyang Bojog, Desa Pakraman Bugbug, Sumber Belajar Sejarah Kebudayaan. This study aims to determine ( 1 ) Background Bojog Trance dance in Pakraman Bugbug , Karangasem , Bali , ( 2 ) Function Bojog Trance dance in Pakraman Bugbug , Karangasem , Bali and , ( 3 ) Elements of Trance dance Bojog the can be used as a learning resource Cultural History in high school . The method used in this research is a qualitative descriptive method steps : ( 1 ) Determining the location of the research , ( 2 ) determination technique informant , ( 3 ) methods of data collection ( observation , interviews , review of documentation ) , ( 4 ) Engineering guarantee authenticity data ( data triangulation , triangulation method ) , and ( 5 ) . The results of this study indicate that : ( 1 ) Background Bojog Trance dance is a system of belief , trust , and economic reasons . ( 2 ) Function Bojog Trance dance in Pakraman Bugbug is to be staged at the Village Hall as to avert calamity and catastrophe like the plague ( gering ) , and natural disasters that will hit the local villagers , and also to preserve Bojog Trance dance that began to erode by globalization . ( 3 ) The elements of dance Trance Bojog that can be used as a learning resource Cultural History in high school is a historical element , the element of education , and social elements that can be translated into subjects History class X semester curriculum in 2013 .keyword : Trance Dance Tradition Bojog , Pakraman Bugbug , Learning Resources Cultural History
Penerapan Metode Pembelajaran Role Playing Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VIII I Di SMP Negeri 1 Banjar, Buleleng, Bali Tahun Ajaran 2014/2015 ., Ketut Jasiani; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.5497

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah (1) Untuk mengetahui apakah penerapan metode Role Playing dapat meningkatkan aktivitas belajar IPS siswa setelah menggunakan metode Role Playing pada siswa kelas VIII I SMP Negeri 1 Banjar, (2) Untuk mengetahui apakah penerapan metode Role Playing dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa setelah menggunakan metode Role Playing pada siswa kelas VIII I SMP Negeri 1 Banjar. (3) Untuk mengetahui bagaimana respon siswa kelas VIII I SMP Negeri 1 Banjar terhadap penerapan metode Role Playing. Dalam penelitian tindakan kelas ini yang menjadi subjek adalah siswa kelas VIII I SMP Negeri 1 Banjar dengan jumlah 27 siswa. Sedangkan objek penelitiannya adalah aktivitas dan hasil belajar IPS. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini dengan metode observasi, metode tes, kuisioner dan wawancara. Dari hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus dan analisis yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut (1) aktivitas belajar siswa pada siklus I mendapatkan jumlah 405 nilai yang diperoleh siswa dengan rata-tara yang dicapai 15% terjadi peningkatan jumlah aktivitas yang diperoleh siswa pada siklus II dengan jumlah yang dicapai 560 nilai yang diperoleh siswa dengan rata 20%. Peningkatan aktivitas dari siklus I ke siklus II adalah 155 nilai yang diperoleh siswa dengan rata-rata peningkatan mencapai 5%. (2) Hasil belajar yang diperoleh siswa adalah 1915 dengan rata-rata 70% dan ketuntasan hasil belajar yang dicapai 48,15% pada siklus I. Terjadi peningkatan hasil belajar yang diperoleh pada siklus II yakni dengan jumlah 2180 dengan rata-rata 80,74% dan ketuntasan hasil belajar yang dicapai 81,48%. (3) Hasil respons siswa terhadap penerapan metode pembelajaran Role Playing terjadi pada siklus I, respons siswa terhadap penerapan metodel pembelajaran Role Playing yaitu 991 dengan pencapaian rata-rata 36,70%. Terjadi peningkatan respons siswa terhadap penerapan metode pembelajaran Role Playing pada siklus II yaitu 1015 dengan pencapaian rata-rata 37,59%. Jumlah peningkatan yang terjadi dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 24 dengan pencapaian rata-rata sebesar 0,89%. Berdasarkan hasil penelitian, maka jawaban dari hipotesis tindakan yaitu (1) Model pembelajaran Role Playing dapat berjalan dengan efektif dan efisien sehingga aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial meningkat tinggi. (2) Model pembelajaran Role Playing dapat berjalan dengan efektif dan efisien sehingga hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial meningkat tinggi.Kata Kunci : Metode Pembelajaran Role Playing, Aktivitas, Hasil Belajar, Respons Siswa, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) The purpose of this action research are (1) To determine the increase in students' activity to learn IPS after Role Playing method in class VIII I SMP Negeri 1 Banjar (2) To determine the improvement of student learning outcomes IPS after Role Playing method in class VIII I SMP Negeri 1 Banjar. (3) To determine how the response class VIII I SMP Negeri 1 Banjar on the application of the method of Role Playing. In this classroom action research is the subject of class VIII I SMP Negeri 1 Banjar the number of 27 students. While the research object is the activity and learning of Social Sciences (IPS). Data collection methods used in this classroom action research with the method of observation, test methods, questionnaires and interviews. From the results of action research conducted by 2 cycles and analyzes that have been conducted, obtained the following results (1) student activity in the first cycle to get the average number between 405 reached 15% an increase in the number of student activity obtained at second cycle with the amount achieved in 560 with 20% average. Increased activity from the first cycle to the second cycle was 155 with an average increase of 5. (2) The results of student learning is 1915 with an average of 70% and mastery of learning outcomes achieved 48,15% in cycle I. An increase learning outcomes obtained in the second cycle which is the number of 2180 with an average of 80,74% and mastery of learning outcomes achieved 81,48%. (3) The results of a student's response to the application of learning Role Playing method occurred in the first cycle, the student response to the application of Role Playing method is 991 with an average achievement of 36,70%. An increase in student responses to the application of cooperative learning model snowball throwing in the second cycle is 1015 with an average achievement of 37,59%. The amount of the increase that occurred from the first cycle to the second cycle is the attainment by 24 with an average of 0,89%. Based on the results of the research, the answer to the hypothesis that the action was previously thought (1) Learning Role Playing to be effective and efficient and the avtivity to study the subject of Social Sciences rise high. (2) Learning Role Playing to be effective and efficient, student learning outcomes in the Social Sciences subjects increased height.keyword : Learning Role Playing, activity, Learning Outcomes, Student Response, Social Science (IPS)
Cross-Indigenous Pembelajara Sejarah Dalam Mengajarkan Nilai-Nilai Multikulturalisme Pada Peserta Didik Arta, Ketut Sedana
Candra Sangkala Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jcs.v3i1.33920

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan sejarah mengalami perkembangan dewasa ini yang dapat dilihat dari aspek konten maupun pedagogiknya, salah satunya dapat ditelaah dalam pembelajaran sejarah. Pendekatan cross-indigeneus mempunya focus kajian masyarakat mendasatkan pada lingkungan native culture, yang pada tulisan ini berusaha mengaplikasikan cross-indigeneus sebagai pendekatan pembelajaran sejarah dalam penanaman pemahaman budaya. bagaimana memahami kurikulum sejarah dalam Pendidikan multicultural sehingga siswa memiliki pemahaman universalitas lintas budaya. Metode yang digunakan adalah kajian Pustaka yang menggunakan beberapa referensi tentang pembelajaran sejarah berbasis cross-indigeneus. Hasil kajian mengungkapkan bahwa Pendidikan sejarah bisa ikut berperan dalam rangka mendukung tujuan yang ingin dicapai dalam Pendidikan multicultural tersebut, mengingat relevansi pendidikan sejarah dengan berbagai apek kehidupan berbangsapengembangan komponen-komponen kurikulum sejarah itu sendiri.Pembelajaran sejarah dengan pendekatan cross-indigeneus bisa memberikan wawasan baru. Ilustrasi sederhana dari konsep ini, misalnya suatu tema sejarah lokal bisa dikaji dengan bantuan ilmu-ilmu sosial misalnya dikaji dari aspek ekonomi, sosiologi, antropologi, geografi, psikologi.
Co-Authors ., Aniqa Faza ., Baiq Zohrah ., CAHYO BINTORO ., Febri Dwi Cahyo ., Gusti Made Sriwidiari ., I Gusti Ayu Ratnasari ., I Km Ega Mahendra ., I Komang Edi Heliana ., I Made Adi Astawa ., I Made Cahyana Mp ., I Made Reynaldi Ambara Gita ., I Putu Yudi Permana Saputra ., I Wayan Edi Setiawan ., Ilham Yahya ., Kadek Ariasa ., Kadek Dwi Mahayoni ., Komang Gede Arya Bawa ., M BUSAR ., Made Pradnyana Putra ., Muh. Reza Khaeruman Jayadi ., N Iputu Sri Widiastuti ., Ni Putu Budiartini ., NUR MINAH ., NURUS MAULIDA ., Nurus Shobah ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. ., Purwa Aditya ., Putu Agustina Setiawan ., Qori Bayyinaturrosyi ., Rini Anggraini A.A. Istri Pradnyana Asrama P. . Abd. Rasyid Syamsuri Alfarizi, Moh Alif Alfi Syahrin Aniqa Faza . Aryantika, I Kadek Adi Baiq Zohrah . Both, Lusitiana CAHYO BINTORO . Desak Made Oka Purnawati Desak Oka Purnawati Dewa Gede Suma Adnyana . Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Febri Dwi Cahyo . Gede Adi Putra . Gede Okva Wiguna . Ginting, Enni Maharani Br Gusti Ayu Padmawati . Gusti Made Sriwidiari . I Dewa Gede Yoga I Gede Bayu Ary Hermawan . I Gede Justiasa . I Gusti Ayu Ratnasari . I Gusti Made Aryana I Gusti Ngurah Riki Wahyudi . I Gusti Ngurah Riki Wahyudi ., I Gusti Ngurah Riki Wahyudi I Kadek Adi Aryantika I Kadek Adi Widiastika I Kadek Parmadi . I Ketut Agus Adijaya . I Ketut Anom Mahartawan . I Ketut Anom Mahartawan ., I Ketut Anom Mahartawan I Km Ega Mahendra . I Komang Edi Heliana . I Komang Wisujana Putra . I Made Adi Astawa . I Made Cahyana Mp . I Made Citra Wibawa I Made Pageh I Made Reynaldi Ambara Gita . I Nengah Suastika I Nengah Suastika I Nyoman Jampel I Nyoman Oka Hendrawan . I Nyoman Oka Hendrawan ., I Nyoman Oka Hendrawan I Putu Budiana . I Putu Edy Saputra . I Putu Yudi Permana Saputra . I Wayan Agus Suatmika . I Wayan Edi Setiawan . I Wayan Pardi I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Putra Yasax I Wayan Suastra I Wayan Widiana Ida Ayu Widya Pratiwi Ida Bagus Putu Arnyana Ilham Yahya . Ivanka Angelina Dheyanita Prasada Kadek Ariasa . Kadek Ayu Sutarminingsih . Kadek Dwi Mahayoni . Kadek Mega Arista Sinta Devi Kadek Virgotama Krissanta . Kardila, Maria Marisa Ketut Jasiani . Ketut Jasiani ., Ketut Jasiani Komang Gede Arya Bawa . Lathifah, Desi Fairuz Luh Putu Ayu Diah Pratiwi . Luttfy Chateriyan, Ivan M BUSAR . M.Pd. S.Pd. Luh Indrayani . M.Si Drs. I Ketut Margi . Made Pradnyana Putra . Made Wisnu Dwipayani . Made Wisnu Dwipayani ., Made Wisnu Dwipayani Maria Marisa Kardila Mathias Maranata Surbakti MELISA Tarigan Muh. Reza Khaeruman Jayadi . N Iputu Sri Widiastuti . Nengah Cipta Sari . Nengah Cipta Sari ., Nengah Cipta Sari Ngakan Made Viky Purnama Teja . Ngakan Made Viky Purnama Teja ., Ngakan Made Viky Purnama Teja Ni Kadek Dian Lestari . Ni Komang Sukariasih . Ni Komang Sukasih . Ni Komang Sukasih ., Ni Komang Sukasih Ni Komang Trisna Suparwati . Ni Luh Made Ari Darmini . Ni Made Ary Widiastini Ni Made Ninik Susantini . Ni Made Wibhu Satyayu Ni Nyoman Murdani . Ni Nyoman Tri Cahyani . Ni Putu Budiartini . Ni Putu Rai Yuliartini Ni Putu Ristiana Rahitasari Ni Putu Sri Ratna Dewi Ni Wayan Dewi Lasmi ., Ni Wayan Dewi Lasmi Ni Wayan Nonoriati . Ni Wayan Suratni . NUR MINAH . NURUS MAULIDA . Nurus Shobah . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Puger, I Gusti Ngurah Purnawati, Desak Oka Purnawibawa, R. Ahmad Ginanjar Purwa Aditya . Putu Adi Sutama . Putu Adi Sutama ., Putu Adi Sutama Putu Agustina Setiawan . Putu Ari Antara . Putu Sulistyawati Qori Bayyinaturrosyi . Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Rini Anggraini . Santhi, Dewa Ayu Aprilia Vidya satria dwi mahendra Satyayu, Ni Made Wibhu Simatupang, Gavin Ar Rasyid Sinta Devi, Kadek Mega Arista Suadnyana, Kadek Nova Sukadi Sukadi Sukadi Sukadi Sulistyawati, Putu Sumiyati , Sumiyati Sumiyati Sumiyati Vita Octavia Anggraini Widiani, Ni Kadek Yiena Yoga, I Dewa Gede Yudi Setiawan `R. Ahmad Purnawibawa