Claim Missing Document
Check
Articles

TRADISI NGREKES DI DESA PAKRAMAN MUNTIGUNUNG, KUBU, KARANGASEM BALI (LATAR BELAKANG, SISTEM RITUAL DAN POTENSI NILAI-NILAINYA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA) ., Ni Wayan Nonoriati; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i2.3810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) latar belakang masyarakat Desa Pakraman Muntigunung tetap mempertahankan tradisi Ngrekes; (2) sistem ritual pelaksanaan tradisi Ngrekes, (3) Nilai- nilai karakter yang terdapat pada tradisi Ngrekes yang dapat dipakai sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan informan; (2) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi analisis/content); (3) teknik analisis data; (4) teknik penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang pemertahanan tradisi Ngrekes di Desa Pakraman Muntigunung berkaitan erat dengan fungsi dari tradisi yaitu; (1) pemenuhan kebutuhan fisik yaitu: (1) fungsi individu yang berkaitan erat dengan kekuatan rasa aman dan suatu kepuasan diri secara emosional; (2) fungsi sosial berkaitan erat dengan peningkatan solidaritas sosial antara sesama sehingga menumbuhkan rasa integrasi sosial antar masyarakat sehingga dapat bekerja sama dengan baik; (2) pemenuhan kebutuhan psikologis yaitu: (1) keyakinan; (2) memohon keselamatan dan umur yang panjang; (3) historis, hal ini berkaitan erat untuk menghindarkan diri dari mara bahaya serta rasa takut oleh hal yang bersifat gaib, yang ada di luar kemampuan dan nalar manusia atau alam niskala. Adapun upaya pemertahanan tradisi Ngrekes diantaranya; (1) sosialisasi yang terjadi di keluarga; (2) sosialisasi masyarakat; (3) sosialisasi di sekolah. Sistem ritual pelaksanaan tradisi Ngrekes meliputi aspek-aspek : (1) lokasi upacara yaitu di Catus Pata Desa; (2) waktu pelaksanaan; (3) peserta upacara. Rangkaian pelaksanaan upacara Ngrekes diantaranya: (1) tahap perisiapan mencari dewasa ayu;( 2) ngulemin pemangku; (3) bakti piuning; (4) upacara memutus. Nilai-nilai karakter yang terdapat pada tradisi Ngrekes secara umum dapat dibagi menjadi lima diantaranya: (1) nilai religius; (2) cinta damai; (3) disiplin; (4) tanggung jawab; (5) peduli sosial. Berdasarkan potensi nilai yang dimiliki tradisi Ngrekes sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA.Kata Kunci : Kata Kunci : Ngrekes, Potensi, Pendidikan Karakter. This study aims to determine, (1) background people Pakraman Muntigunung maintain the tradition Ngrekes, (2) system implementation ritual tradition Ngrekes, (3) karakter values contained in the tradition Ngrekes that can be used as a source of teaching history in high school. This study used a qualitative approach is: (1) determination techniques informant; (2) data collection techniques (observation, interviews, analysis study/ content our documentation); (3) data analysis techniques; (4) writing techniques. Results showed that the background retention in the tradition Ngrekes Pakraman Muntigunung closely related to the function of tradition, namely : (1) physical needs, ie: (1) individual functions are closely related to strength and a sense of self satisfaction emotionally; (2) social function is closely related to an increase in social solidarity among fellow that foster a sense of social integration among the people so that they can work well together; (2) fulfillment of psychological needs, namely: (1) confidence; (2) invoke the safety and long life; (3) historically, it relates closely to avoid distress an fear by the things that are unseen, that is beyond the ability of human reason or nature and abstract. The preservation efforts such Ngrekes tradition; (1) socialization that occurs in the family; (2) community outreach; (3 socialization in schools. The system rituals implementation tradition Ngrekes aspects of cover : (1) the location of the ceremony is in catus pata village;(2) execution time; (3) participants of the ceremony. Series implementation of ceremonies such Ngrekes: (1) stage of preparation looking for adult ayu; (2) ngulemin pemangku; (3) bakti piuning; (4) upacara memutus. Character values contained in Ngrekes tradition in general can be divided among five: (1) value rilegius; (2) love peace; (3) discipline; (4) responsibility; (5) social care. Based on the pontential value of owned Ngrekes tradition that can be used as a source of teaching history in high school. keyword : Keywords: Ngrekes, potential,character education
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PROSES PEMBELAJARAN DAN HASIL BELAJAR SEJARAH INDONESIA SISWA KELAS XI IBBU SMA NEGERI 2 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2014/2015 ., I Kadek Parmadi; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.4908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peningkatan kualitas proses pembelajaran sejarah siswa kelas XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Role Playing, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Role Playing, (3) mengetahui respon siswa kelas XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Role Playing. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu: (1) penentuan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) melakukan refleksi dan evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) persentase rata-rata kualitas proses pembelajaran siswa kelas IBBU SMA Negeri 2 Singaraja pada siklus I adalah 65,87% dengan predikat baik, meningkat menjadi 88,37%. pada siklus II dengan predikat sangat baik; (2) persentase rata-rata hasil belajar siswa kelas XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja pada siklus I adalah 82,88%. dengan kategori baik, meningkat menjadi 89,31% pada siklus II dengan kategori baik; (3) respon siswa kelas XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Role Playing mencapai kategori positif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Role Playing dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar Sejarah Indonesia siswa kelas XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Role Playing, Kualitas Proses Pembelajaran, Hasil Belajar. This research is aimed at (1) determining the improvement of the learning process quality of students in class XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model type Role Playing on History lesson of Indonesia, (2) deciding the improvement of the learning outcome of the students in class XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model type Role Playing, (3) determining the response of the students in class XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja towards the implementation of cooperative learning model type Role Playing on History lesson of Indonesia. This research is a classroom action research (CAR) done through phases: (1) determining the subject of research, (2) creating a plan of action, (3) implementing the action, (4) conducting observations, (5) conducting reflection and evaluation. The results of present research showed that: (1) the average percentage of the learning process quality of students in class XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja in the first cycle was 65,87% categorized as good, increased to 88,37% in the second cycle categorized as very good; (2) the average percentage of the learning outcome of students in class XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja in the first cycle was 82,88% categorized as good, increased to 89,31% in the second cycle categorized as good; (3) the response of students in class XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja towards the implementation of cooperative learning model type Role Playing was categorized as positive. It can be concluded that the implementation of cooperative learning model type Role Playing can improve the learning process quality and the learning outcome of Indonesian History study of students in class XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja year 2014/2015.keyword : Cooperative Learning Model Type Role Playing, Learning Process Quality, Learning Outcome
POTENSI MUSEUM THE SUKARNO CENTER TAMPAKSIRING, GIANYAR, SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA ., Made Wisnu Dwipayani; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.5499

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan didesa Sanding, Kecamatan Tampaksiring, Kabupanten Gianyar. bertujuan untuk mengetahui (1) Latar Belakang berdirinya Museum The Sukarno Center Tampaksiring, Gianyar, Bali. (2) Struktur dan fungsi Museum The Sukarno Center Desa Sanding, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Bali. (3) nilai-nilai dari Museum The Sukarno Center yang dapat di Kembangkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif ialah (1) penentuan lokasi penelitian (2) Penentuan Informan (3) Pengumpulan data (Observasi, wawancara dan studi dokumentasi) (4) Validasi data yang terdiri dari triagulasi data dan triangulasi metode (5) analisis data, hasil penelitian Menunjukkan: (1) Museum The Sukarno Center di bangun oleh Dr, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, ide pembangunan ini di dukung oleh yayasan Bung Karno yang di ketuai oleh putri Sukarno yaitu ibu Sukmawati Sukarno Putri ada tiga faktor yang melatar belakangi pembangunan museum The Sukarno center yakni faktor politik, faktor sosial dan budaya, faktor sejarah (2) struktur dan fungsi bangunan Museum The Sukarno Center berbentuk persegi panjang yang terbagi menjadi tiga bagian ruang depan, ruang tengah dan ruang utama. Museum The Sukarno Center mengambil arsitektur Bali dan di setiap bangunan memiliki fungsi masing-masing bangunan. (3) nilai-nila yang dimiliki oleh museum The Sukarno Center sebagai sumber belajar sejarah untuk mempelajari cikal bakal kemerdekaan Indonsia yang di perjuangkan oleh Persiden pertama Indonesia yang memiliki potensi yang sangat besar sebagai sumbr belajar sejarah di SMA.Kata Kunci : Musum The Sukarno Center,Struktur, Fungsi dan Sumber Belajar This study was conducted in villages Sanding, District Tampaksiring, Gianyar. Which aims to determine (1) Background The establishment Museum Sukarno Center Tampaksiring, Gianyar, Bali. (2) The structure and function of the Sukarno Center Village Museum Sanding, District Tampaksiring, Gianyar, Bali. (3) value of the Museum The Sukarno Center, which can Develop as a source of studying history in high school. This research is a qualitative descriptive study was (1) determining the location of the study (2) The Informant (3) Data collection (observation, interviews and documentation) (4) Validation of data consisting of triagulasi data and triangulation method (5) data analysis , the research shows: (1) The Sukarno Center Museum was built by Dr, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, idea development is supported by the foundation at the Bung Karno headed by Sukarno's daughter's mother Sukarno Putri Sukmawati there are four factors behind the development The Sukarno museum center that historical factors, social and cultural factors, political factors and economic factors (2) the structure and function of the building Museum The Sukarno Center rectangular space is divided into three sections front, middle room and the main room. The museum Sukarno Center take Balinese architecture and in every building has the function of each building (3) value of the museum The Sukarno Center as a learning resource for studying the history of the forerunner of independence Indonsia which at first fought by the President of Indonesia, which has enormous potential as sumbr studying history in high school.keyword : Musum The Sukarno Center, Structure, Function and Learning Resource
BULAN SABIT DI KOTA SEMARAPURA (STUDI TENTANG LATAR BELAKANG MASUKNYA ISLAM DI KAMPUNG LEBAH, KLUNGKUNG, BALI DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL DI SMA) ., Rini Anggraini; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.7379

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan LatarBelakang Sejarah masuknya Agama Islam di Kampung LebahKlungkungBali,(2)MendeskripsikanAspek-aspek apa saja dari sejarah Islam di Kampung Lebah Klungkung yang dapatdi gunakan sebagai sumber belajar SejarahdiSMA.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) Heuristik (tehnik observasi, tehnik wawancara, dan studi dokumen)(2) Kritik sumber (kritik eksteren dan kritik internal),(3) Interpretasi, (4)Historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa,LatarBelakang Sejarah masuknya Agama Islam di Kampung LebahKlungkungBaliyaituDisaat pusat pemerintahan kerajaan Gelgel mengalami kemunduran kemudian pusat kerajaan (pemerintahan) dari Kraton Suecapura (Gelgel) dipindahkan ke Kraton Semarajaya (Klungkung) sekitar tahun 1651-1686 dan sebagian masyarakat muslim yang berada di Suecapura (gelgel) ikut pindah dan diberi tempat di sebelah timur kota Klungkung yang sekarang bernama Kampung Lebah.Aspek-aspek dari sejarah Islam di Kampung Lebah Klungkung yang dapatdi gunakan sebagai sumber belajar SejarahdiSMAsebagaiberikut: Aspek Historis,Aspek Toleransi, danAspek Budaya.Kata Kunci : Sejarah, Kampung Lebah, SumberBelajarSejarah This study aimed (1) to describe the background of Historical background of how Moslem entered Kampung Lebah Klungkung Bali, (2) Describe the aspects of Moslem history in Kampung Lebah Klungkung which can be used as a learning source of History in Senior High School.This study uses a qualitative method by stages;(1) Heuristic (observation techniques, interview techniques, and study documents) (2) source criticsm (external criticsm dan internal criticsm),(3) Interpretation, (4)Historiography.The results showed that, The Historical Background of the entranced of Moslem in Kampung Lebah, Klungkung Bali was while the royal administrative center Gelgel setback, then afterwards the center of the kingdom (government) of Kraton Suecapura (Gelgel) was transferred to the Palace Semarajaya (Klungkung) around 1651- 1686 and most of the Moslem community who were in Suecapura (Gelgel) was also moved and given a place in the east of the town of Klungkung which now called as Kampung Lebah. Aspects of the history of Moslem in Kampung Lebah Klungkung which can be used as a learning resource history in Senior High School are as follows: Historical Aspects, Aspects of Tolerance and Cultural Aspects.keyword : History, Kampung Lebah, Historylearning source
TRADISI NGUSABA BUKAKAK DI DESA GIRI EMAS, SAWAN, BULELENG, BALI: DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS DI SMP ., I Gede Justiasa; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.4848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui latar belakang masyarakat Desa Giri Emas melaksanakan trasdisi Ngusaba Bukakak, (2) mengetahui sistem pelaksanaan tradisi Ngusaba Bukakak, (3) mengetahui aspek-aspek dari tradisi Ngusaba Bukakak yang memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran IPS di SMP. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen), (4) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data, triangulasi metode), dan (5) teknik analisis data. Penelitian ini menghasilkan temuan, yakni: (1) tradisi Ngusaba Bukakak adalah sebuah rangkaian kegiatan upacara keagamaan yang berhubungan dengan pertanian di Desa Giri Emas, (2) tradisi Ngusaba Bukakak di Desa Giri Emas adalah kegiatan upacara yang dilaksanakan oleh Krama Subak, kemudian di dukung oleh Krama Desa (3) tradisi Ngusaba Bukak memiliki fungsi yakni; (a) fungsi religius, (b) fungsi mempekuat solidaritas sosial, dan (c) fungsi menjaga hubungan harmonis dengan alam. (4) di dalam tradisi Ngusaba Bukakak terdapat aspek-aspek yang memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran IPS di SMP diantaranya meliputi: (a) aspek kognitif, (b) aspek afektif, dan (c) aspek psikomotor. (5) kontribusi dalam mengembangkan tradisi Ngusaba Bukakak pada pembelajaran IPS di SMP yaitu; (a) bidang sejarah (b) bidang sosiologi (c) bidang geografi (d) bidang ekonomi. (6) Rekomendasi yang dapat dilakukan dalam kajian belajar-mengajar adalah melalui lembaga sekolah serta guru sebagai agen yang melaksanakan pembelajaran IPS.Kata Kunci : Kata Kunci : tradisi Ngusaba Bukakak, potensi, sumber belajar, IPS, SMP. This research aims to (1) know the background of the village of Giri Emas in implementing the tradition of Ngusaba Bukakak, (2) know the system of implementating Ngusaba Bukakak tradition, (3) know the aspects of tradition Ngusaba Bukakak that have potential source of learning IPS in SMP. In this study, the data were collected using qualitative methods by stages; (1) the technique of determining the location of the research, (2) The technique of determining the informants, (3) the technique of collecting the data (observation ,interviews , document studies), (4) the technique of guaranting the authenticity of the data (data triangulation, triangulation method), and (5) the technique of analysing the data. The finding of this, research are: (1) Ngusaba Bukakak tradition is a series of religious ceremonies associated with agriculture in the village of Giri Emas, (2) Ngusaba Bukakak tradition in the village of Giri Emas is a ceremony conducted by Krama Subak then supported by Krama Desa, (3) Ngusaba Bukakak tradition has a functions those are; (a) the religious function, (b) the function of strengthening the social solidarity, and (c) the function of maintaining a harmonious relationship with nature. (4) in the tradition of Ngusaba Bukakak, there are aspects that have potential source of learning in junior high school among others include; (a) cognitive aspects, (b) affective aspect, and (c) psychomotor aspects. (5) contribution in developing Ngusaba Bukakak tradition in learning social studies in junior high that; (a) field history,(b) field sociology (c) field of geography (d) field economics. (6)Recommendations that can be done in the study of teaching and learning is through the institution of the school and teachers as agents that implement learning IPS in SMP.keyword : Keywords : Bukakak Ngusaba tradition, potential, learning resources, IPS, SMP.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Pada Siswa Kelas VIIIB SMP Negeri 1 Nusa Penida Semester Genap Tahun Ajaran 2014/2015 ., I Nyoman Oka Hendrawan; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.5392

Abstract

Penelitian ini bertjuan untuk (1) mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida semester genap tahun ajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada pelajaran IPS, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida semester genap tahun ajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada pelajaran IPS, (3) mengetahui respon siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida semester genap tahun ajaran 2014/2015 terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada pelajaran IPS. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Langkah-langkah yang dilakukan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah: (1) penentuan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) melakukan refleksi dan evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) motivasi belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida pada siklus I mencapai rata-rata 60,33 dengan kategori tinggi, pada siklus II meningkat dengan rata-rata menjadi 68,58 dengan kategori sangat tinggi; (2) hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida pada siklus I mencapai rata-rata 73,08% dengan kategori sedang, pada siklus II meningkat dengan rata-rata menjadi 81,45% dengan kategori tinggi; (3) respon siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada siklus I mencapai rata-rata 40,33 dengan kategori cukup positif, pada siklus II meningkat dengan rata-rata menjadi 42,50 dengan kategori positif. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI), Motivasi Belajar, Hasil Belajar, Respon Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) This study aimed (1) to determine the increase of students' motivation in class VIII B on second semester of SMP Negeri 1 Nusa Penida in academic year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model Group Investigation (GI) in social studies, (2) to improve student learning outcomes class VIII B semesteron second semester of SMP Negeri 1 Nusa Penida in the school year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model Group Investigation (GI) in social studies, (3) studied the response of B class VIII on second semester of SMP Negeri 1 Nusa Penida second in academic year 2014/2015 towards the implementation of cooperative learning model Group Investigation (GI) in social studies. This research is a classroom action research (CAR). The steps are performed in a Class Action Research (CAR) are: (1) determining the subject of research, (2) make a plan of action, (3) implement measures, (4) make observations, (5) reflection and evaluation. The results showed: (1) motivation of students of class VIII B of SMP Negeri 1 Nusa Penida in the first cycle reached an average of 60.33 with the high category, on the second cycle increased with the average being 68.58 with the every high category; (2) the results of class VIII B student's SMP Negeri 1 Nusa Penida in the first cycle reached an average of 73.08% with a high category, on the second cycle increased with the average being 81.45% with a high category; (3) response of VIII B class students of SMP Negeri 1 Nusa Penida to the implementation of cooperative learning model Group Investigation (GI) in the first cycle reached an average of 40.33 with a quite positive category, on the second cycle increased with the average being 42,50 with the positive category. keyword : Cooperative Learning Model Technique Group Investigation (GI), Student Motivation, Learning Outcomes, Student Response, Social Science.
BIOGRAFI I KETUT WIDJANA (PERJUANGAN, NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH) ., Purwa Aditya; ., Drs. I Made Pageh,M.Hum.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i3.9604

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Biografi I Ketut Widjana; (2) Perjuangan I Ketut Widjana; (3) Nilai-nilai kepahlawanan dan potensinya sebagai sumber belajar sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka); (4) teknik penjaminan keabsahan data; (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa I Ketut Widjana adalah anak bungsu dari empat bersaudara. Pada masa revolusi fisik I Ketut Widjana pernah menjadi pemimpin pasukan Gabungan II di Tabanan. Nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung dari sosok I Ketut Widjana antara lain: (1) nilai patriotisme; (2) nilai rela berkorban; (3) nilai tanpa pamrih; (4) nilai keberanian; (5) nilai kewibawaan; (6) nilai kerjasama; (7) nilai kejujuran; (8) nilai nasionalisme; (9) nilai persatuan dan kesatuan; (10) nilai disiplin; (11) nilai religius. Nilai kepahlawanan I Ketut Widjana sangat cocok dijabarkan pada materi sejarah (1) Perubahan dan perkembangan politik masa awal kemerdekaan; (2) Perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Sekutu dan Belanda. Penelitian ini masih jauh dari sempurna sehingga masih membutuhkan pendalaman lebih lanjut.Kata Kunci : Kata Kunci: biografi, nilai kepahlawanan, sumber belajar. This study aims to determine (1) Biography I Ketut Widjana; (2) The struggle I Ketut Widjana; (3) The values of heroism and its potential as a source of learning history. This study used a qualitative approach, namely: (1) determining the location of the study; (2) determination techniques informant; (3) data collection techniques (observation, interviews, document studies and literature); (4) techniques guaranteeing the validity of the data; (5) data analysis techniques. The results showed that I Ketut Widjana is the youngest of four siblings. On the physical revolution I Ketut Widjana been a squad leader Combined II in Tabanan. Heroic values embodied by the figure I Ketut Widjana among others: (1) the value of patriotism; (2) the value of self-sacrifice; (3) the value of selfless; (4) the value of courage; (5) the value of authority; (6) the value of cooperation; (7) the value of honesty; (8) the value of nationalism; (9) the value of unity; (10) the value of discipline; (11) a religious value. Value heroism I Ketut Widjana very suitable translated at the historical material (1) changes and political developments early days of independence; (2) The struggle of the Indonesian nation in defending the independence of the threat of Allied and Dutch. This research is still far from perfect so it still requires further exploration.keyword : Keywords: biography, the value of heroism, learning resources.
TRADISI SAMPI GERUMBUNGAN DI DESA KALIASEM, KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG, BALI (PEMERTAHANAN DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI RANCANGAN BUKU SUPLEMEN BAHAN AJAR IPS SMP) ., I Gusti Ayu Ratnasari; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i1.12554

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Sistem permainan Sampi Gerumbungan (2) latar belakang pemertahanan tradisi Sampi Gerumbungan oleh masyarakat Desa Kaliasem,(3) Pemanfaatan hasil penelitian tentang Sampi Gerumbungan sebagai rancangan buku suplemen bahan ajar IPS SMP. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah di Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng. Informan ditentukan dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Uji validitas data dilakukan dengan metode triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Sampi Gerumbungan telah ada jauh sebelum tahun 1910-an dan petani Sampi Gerumbungan terorganisasi dalam kelompok yang disebut baga. Perlengkapan yang digunakan yaitu uga, lampit, penyelah, penanggu, pot, kober, rumbing, badong, keroncongan, dan gelang sapi; (2) alasan pemertahanan Sampi Gerumbungan adalah karena faktor fungsional sebagai sarana naur sangi, identitas budaya Buleleng dan sarana hiburan serta faktor ekonomi; (3) hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai buku suplemen bahan ajar IPS SMP karena mengandung nilai-nilai karakter seperti nilai religius, kejujuran, toleransi, disiplin, kreativitas, semangat kebersamaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, persahabatan, cinta damai, peduli lingkungan, sosial dan tanggung jawab.Kata Kunci : Sampi Gerumbungan, pemertahanan tradisi, buku suplemen, nilai karakter This study aims to know (1) the system of Sampi Gerumbungan’s tradition (2 the reason behind the will to keep the Sampi Gerumbungan tradition alive by Kaliasem Villagers, (3) the use of this study about Sampi Gerumbungan result as draft of supplementary book for social science in Junior High School.This research is a qualitative research that was conducted in Kaliasem Village,.Informans were determined by purposive sampling and snowball sampling.The data validity test was done by triangulation method of source and triangulation method.The result of this research indicated that, (1) sampi Gerumbungan existed well before year 1910s and Sampi Gerumbungan farmers were organized in groups called ‘baga’. The equipment used were uga, lampit, penyelahs, penanggu, pot, kober, rumbing, badong, keroncongan, and cow bracelets called gongseng, (2) the reason for maintaining Sampi Gerumbungan was due to functional factors such as a means of naur sangi, cultural identity of Buleleng and entertainment amusement as well as economic factors; (3) the results of this research can be used as a draft of supplementary book for social science in Junior High School because it contains values of character such as religious values, honesty, tolerance, discipline, creativity, and spirit of togeherness.keyword : Sampi Gerumbungan, tradition retention, suplementary book, character value
Sejarah, Struktur dan Fungsi Museum Kesultanan Bulungan Sebagai Sumber Belajar Sejaeah Di SMA Satyayu, Ni Made Wibhu; Arta, Ketut Sedana; Purnawati, Desak Made Oka
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i3.39813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) latar belakang berdirinya Museum Kesultanan Bulungan, (2) struktur dan fungsi Museum Kesultanan Bulungan, (3) aspek-aspek Museum Kesultanan Bulungan yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu : (1) Pengumpulan data (Heuristik), (2) kritik sumber, (3) interpestasi, (4) historiografi (prinsip penulisan sejarah). Hasil penelitian ini adalah rangkaian peristiwa pada masa Kesultanan Bulungan yang termasuk dalam peristiwa Dwikora pada tahun 1963-1966. Adapun potensi Museum Kesultanan Bulungan hasil analisi kurikulum dan silabus yaitu nilai kerja keras, nilai patriotisme/cinta tanah air, nilai rasa kebangsaan, nilai rasa ingin tahu yang selanjutnya disusun kedalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) agar dapat di manfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA
MAKNA BELIS DALAM PERKAWINAN ADAT PADA MASYARAKAT GUMBANG DESA RIUNG KECAMATAN CIBAL, MANGGARAI SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA Kardila, Maria Marisa; Arta, Ketut Sedana; Yasa, I Wayan Putra
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i3.34605

Abstract

         Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui bentuk belis, fungsi belis, makna belis, dan potensi belis di kampung Gumbang sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap (1) memilih lokasi penelitian di kampung Gumbang Desa riung, (2) teknik penetuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dan juga Snow Ball, (3) teknik penjaminan keaslian data menggunakan Triagulasi Data dan Triagulasi Metode, (4) teknik pengumpulan dat dilakukan dengan observasi, wawancara, studi dokumentasi dan teknik analisis data. Hasil penelitian ini adala menunjukan bagaimana, (1) bentuk belis, terdiri dari 5 bentuk yaitu: kuda, kerbau, kambing, babi, dan uang. (2) fungsi belis, terdiri dari 4 fungsi yaitu: fungsi religious, fungsi sosial, fungsi ekonomi, dan fungsi pendidikan.  (3) makna belis. Makna belis di kampung Gumbang ini sebagai tanda kehormataan laki-laki terhadapa perempuan dan orang tua perempuan maupung dengan keluarga besarnya.  Adapun potensi dari tradisi belis berdasarkan hasil analisi kurikulum dan silabus ialah nilai religius, nilai peduli sosial, nilai tanggung jawab, nilai toleransi, nilai pesahabatan, nilai jujur, dan nilai kerja keras, yang selanjutnya akan disusun ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di SMA.
Co-Authors ., Aniqa Faza ., Baiq Zohrah ., CAHYO BINTORO ., Febri Dwi Cahyo ., Gusti Made Sriwidiari ., I Gusti Ayu Ratnasari ., I Km Ega Mahendra ., I Komang Edi Heliana ., I Made Adi Astawa ., I Made Cahyana Mp ., I Made Reynaldi Ambara Gita ., I Putu Yudi Permana Saputra ., I Wayan Edi Setiawan ., Ilham Yahya ., Kadek Ariasa ., Kadek Dwi Mahayoni ., Komang Gede Arya Bawa ., M BUSAR ., Made Pradnyana Putra ., Muh. Reza Khaeruman Jayadi ., N Iputu Sri Widiastuti ., Ni Putu Budiartini ., NUR MINAH ., NURUS MAULIDA ., Nurus Shobah ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. ., Purwa Aditya ., Putu Agustina Setiawan ., Qori Bayyinaturrosyi ., Rini Anggraini A.A. Istri Pradnyana Asrama P. . Abd. Rasyid Syamsuri Alfarizi, Moh Alif Alfi Syahrin Aniqa Faza . Aryantika, I Kadek Adi Baiq Zohrah . Both, Lusitiana CAHYO BINTORO . Desak Made Oka Purnawati Desak Oka Purnawati Dewa Gede Suma Adnyana . Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Febri Dwi Cahyo . Gede Adi Putra . Gede Okva Wiguna . Ginting, Enni Maharani Br Gusti Ayu Padmawati . Gusti Made Sriwidiari . I Dewa Gede Yoga I Gede Bayu Ary Hermawan . I Gede Justiasa . I Gusti Ayu Ratnasari . I Gusti Made Aryana I Gusti Ngurah Riki Wahyudi . I Gusti Ngurah Riki Wahyudi ., I Gusti Ngurah Riki Wahyudi I Kadek Adi Aryantika I Kadek Adi Widiastika I Kadek Parmadi . I Ketut Agus Adijaya . I Ketut Anom Mahartawan . I Ketut Anom Mahartawan ., I Ketut Anom Mahartawan I Km Ega Mahendra . I Komang Edi Heliana . I Komang Wisujana Putra . I Made Adi Astawa . I Made Cahyana Mp . I Made Citra Wibawa I Made Pageh I Made Reynaldi Ambara Gita . I Nengah Suastika I Nyoman Jampel I Nyoman Oka Hendrawan . I Nyoman Oka Hendrawan ., I Nyoman Oka Hendrawan I Putu Budiana . I Putu Edy Saputra . I Putu Yudi Permana Saputra . I Wayan Agus Suatmika . I Wayan Edi Setiawan . I Wayan Pardi I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Suastra I Wayan Widiana Ida Ayu Widya Pratiwi Ida Bagus Putu Arnyana Ilham Yahya . Ivanka Angelina Dheyanita Prasada Kadek Ariasa . Kadek Ayu Sutarminingsih . Kadek Dwi Mahayoni . Kadek Mega Arista Sinta Devi Kadek Virgotama Krissanta . Kardila, Maria Marisa Ketut Jasiani . Ketut Jasiani ., Ketut Jasiani Komang Gede Arya Bawa . Lathifah, Desi Fairuz Luh Putu Ayu Diah Pratiwi . Luttfy Chateriyan, Ivan M BUSAR . M.Si Drs. I Ketut Margi . Made Pradnyana Putra . Made Wisnu Dwipayani . Made Wisnu Dwipayani ., Made Wisnu Dwipayani Maria Marisa Kardila Mathias Maranata Surbakti Muh. Reza Khaeruman Jayadi . N Iputu Sri Widiastuti . Nengah Cipta Sari . Nengah Cipta Sari ., Nengah Cipta Sari Ngakan Made Viky Purnama Teja . Ngakan Made Viky Purnama Teja ., Ngakan Made Viky Purnama Teja Ni Kadek Dian Lestari . Ni Komang Sukariasih . Ni Komang Sukasih . Ni Komang Sukasih ., Ni Komang Sukasih Ni Komang Trisna Suparwati . Ni Luh Made Ari Darmini . Ni Made Ary Widiastini Ni Made Ninik Susantini . Ni Made Wibhu Satyayu Ni Nyoman Murdani . Ni Nyoman Tri Cahyani . Ni Putu Budiartini . Ni Putu Rai Yuliartini Ni Putu Ristiana Rahitasari Ni Putu Sri Ratna Dewi Ni Wayan Dewi Lasmi ., Ni Wayan Dewi Lasmi Ni Wayan Nonoriati . Ni Wayan Suratni . NUR MINAH . NURUS MAULIDA . Nurus Shobah . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Puger, I Gusti Ngurah Purnawati, Desak Oka Purnawibawa, R. Ahmad Ginanjar Purwa Aditya . Putu Adi Sutama . Putu Adi Sutama ., Putu Adi Sutama Putu Agustina Setiawan . Putu Ari Antara . Putu Sulistyawati Qori Bayyinaturrosyi . Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Rini Anggraini . Santhi, Dewa Ayu Aprilia Vidya satria dwi mahendra Satyayu, Ni Made Wibhu Simatupang, Gavin Ar Rasyid Sinta Devi, Kadek Mega Arista Suadnyana, Kadek Nova Sukadi Sukadi Sukadi Sukadi Sulistyawati, Putu Sumiyati , Sumiyati Sumiyati Sumiyati Vita Octavia Anggraini Widiani, Ni Kadek Yiena Yoga, I Dewa Gede Yudi Setiawan