Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBANTU VIDEO SCRIBE PADA MATERI POKOK PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SEJARAH KELAS XI IPS 2 di SMA NEGERI 3 SINGARAJA SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2019/2020 ., N Iputu Sri Widiastuti; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd.; ., Dr. Tuty Maryati, M.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i3.26384

Abstract

Latar belakang penelitian ini karena terdapat masalah berupa motivasi dan hasil belajar dalam proses pembelajaran di kelas XI IPS 2 SMAN 3 Singaraja. Penelitian ini bertujuan.Penelitian ini bertujuan; (1) Mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa kelas XI IPS 2 melalui penerapan model pembelajaran CTL berbantu video scribe, (2) Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPS 2, (3) Mengetahui respon siswa kelas XI IPS 2 terhadap penerapan model pembelajaran CTL berbantu video scribe. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Tahap-tahap yang dilakukan dalam PTK yaitu (1) penentuan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) observasi, (5) evaluasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) motivasi belajar siswa kelas XI IPS 2 pada siklus I adalah 59,80%, meningkat menjadi 65,77% pada siklus II dengan kategori tinggi; (2) rata-rata hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 pada siklus I adalah 71,70% dan ketuntasan belajar siswa mencapai 61,29%, meningkat menjadi 77,87% dengan kategori sedang dan ketuntasan belajar siswa mencapai 77,41% pada siklus II; (3) respon siswa kelas XI IPS 2 terhadap model pembelajaran CTL berbantu video scribe pada siklus I mencapai rata-rata 38,96%, meningkat menjadi 43,16% pada siklus II dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa melalui penerapan model pembelajaran CTL berbantu video scribe dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar sejarah pada siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 3 Singaraja semester genap tahun pelajaran 2019/2020. Kata Kunci : CTL, Video Scribe, Motivasi Belajar, Hasil Belajar, sejarah The background of this study is because there are problems in the form of motivation and learning outcomes in the learning process in class XI IPS 2 of SMAN 3 Singaraja.The purpose of this study are; (1) To know the increase in students' motivation in class XI IPS 2 of SMA Negeri 3 Singaraja through the application of the CTL learning model assisted with video scribe in history subjects, (2) To know the increase in student learning outcomes of class XI IPS 2, (3) To know the response Class XI IPS 2 students towards applying CTL learning models with video scribe. This research is a type of Classroom Action Research (CAR). The stages carried out in CAR are (1) determining the research subject, (2) making an action plan, (3) carrying out the action, (4) making observations, (5) evaluating and reflecting. The results showed: (1) students' motivation in class XI IPS 2 in cycle I was 59.80%, increasing to 65.77% in cycle II with a high category; (2) the average student learning outcomes in class XI IPS 2 in the first cycle was 71.70% and students 'learning completeness reached 61.29%, increased to 77.87% with the medium category and students' learning completeness reached 77.41% at cycle II; (3) the responses of students of class XI IPS 2 to the CTL learning model assisted by video scribe in the first cycle reached an average of 38.96%, increasing to 43.16% in the second cycle with a high category.Based on the results of this study, it is known that through the application of the CTL video scribe learning model can increase learning motivation and historical learning outcomes in class XI IPS 2 students of SMA Negeri 3 Singaraja even semester semester 2019/2020.keyword : CTL, Video Scribe, Motivation Learning, Learning Outcomes, history
KEHIDUPAN MASYARAKAT KRISTEN KATOLIK DI DESA EKASARI DUSUN PALASARI, MELAYA, JEMBRANA-BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA KELAS XI Aryantika, I Kadek Adi; Arta, Ketut Sedana; Yasa, I Wayan Putra
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i1.30907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana sejarah keberadaan masyarakat Kristen Katolik di Dusun Palasari. (2) Bagaimana praktik kehidupan masyarakat Kristen Katolik di Dusun Palasari. (3) Apa aspek-aspek kehidupan masyarakat Kristen Katolik di Dusun Palasari sebagai sumber belajar sejarah di SMA kelas XI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang meliputi: (1) Lokasi penelitian, (2) Teknik penentuan informan, (3) Teknik pengumpulan data, (4) Teknik penjaminan keaslian data, (5) Teknik analisis data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyebaran agama Kristen Katolik terjadi di Tuka, yang membuat banyak masyarakat Tuka beralih agama ke Kristen Katolik hinggal menyebabkan konflik dan membuat masyarakat yang beragama Kristen Katolik bertransmigrasi ke Palasari, dalam perkembangan umat Katolik di Palasari sangat pesat sehinggal tanah awal yang diberikan menjadi sempit karena banyak pendatang yang datang ke Palasari sehingga P. Simon Buis meminta tanah dan diberikan tanah di Palasari Baru. Dalam perkembangan umat di Palasari baru semua kehidupan ditata terutama pembangunan gereja, dan dalam kehidupan masyarakat Kristen Katolik di Palasari masih mempergunakan identitas Bali dan konsep asli Bali di Palasari, yang membuat kehidupan masyarakat Kristen Katolik Palasri dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah karena sesui dengan silabus sejarah Indonesia, terdapat beberapa aspek-aspek yang dapat digunakan sebagai sumber belajar antara lain, aspek sejarah, aspek peninggalan, dan aspek pendidika karakter Kata kunci: Palasari, kehidupan masyarakat Kristen Katolik, sumber belajar sejarah, migrasi, identitas Bali, konsep Bali, dan pendidika karakter. ABSTRACT This study aims to determine: (1) How is the history of the existence of the Catholic Christian community in Palasari Village. (2) How is the practice of the life of the Catholic Christian community in Palasari Hamlet. (3) What are the aspects of the life of the Catholic Christian community in Palasari Hamlet as a source of learning history in class XI SMA. The method used in this research is descriptive qualitative which includes: (1) research location, (2) informant determination techniques, (3) data collection techniques, (4) data authenticity assurance techniques, (5) data analysis techniques. The results of this study indicate that the spread of Catholic Christianity occurred in Tuka, which made many Tuka people convert to Catholic Christianity to cause conflict and make Catholic Christians transmigrate to Palasari, in the development of Catholics in Palasari very rapidly so that the initial land was given. became narrow because many immigrants came to Palasari so P. Simon Buis asked for land and was given land in Palasari Baru. In the development of the people in Palasari, only life has been arranged, especially the construction of the church, and in the life of the Catholic Christian community in Palasari they still use Balinese identity and the original Balinese concept in Palasari, which makes the life of the Palasri Catholic Christian community a source of historical learning because it is in accordance with the historical syllabus Indonesia, there are several aspects that can be used as a source of learning, including historical aspects, heritage aspects, and character education aspects. Keywords: Palasari, Catholic Christian community life, historical learning resources, migration, Balinese identity, Balinese concept, and character education.
PURA BLANJONG DI DESA SANUR KAUH, DENPASAR SELATAN, BALI (Sejarah, Struktur, Fungsi dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA) ., Ni Putu Budiartini; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd.; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati, M.Hum.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i3.26467

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) Mengetahui sejarah Pura Blanjong di Desa Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Bali (2) Mengetahui struktur dan fungsi Pura Blanjong (3) Mengetahui potensi Pura Blanjong sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan langkah-langkah: (1) Penentuan lokasi penelitian (2) Penentuan informan (3) Pengumpulan Data (4) Teknik validasi data (triangulasi data, triangulasi metode) dan (5) Teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa; (1) Sejarah Pura Blanjong tidak bisa dilepaskan dari adanya prasasti yang kemudian lebih dikenal dengan Prasasti Blanjong. Sesuai dengan apa yang tersurat dalam Prasasti Blanjong tempat yang sekarang menjadi lokasi Pura Blanjong ini merupakan tempat memperingati kemenangan Sri Kesari Warmadewa melawan musuh-musuhnya (2) Struktur Pura Blanjong di Desa Sanur Kauh terdiri dari dua halaman, yakni nista mandala (jaba sisi), utama mandala (jeroan). Fungsi Pura Blanjong secara umum dapat dibagi lima yakni, (1) Fungsi Prasasti Blanjong (Sebagai Media Komunikasi, Sebagai Sumber Sejarah) (2) Fungsi Religius (3) Fungsi Sosial (4) Fungsi Budaya (5) Fungsi Pendidikan. (3) Potensi yang di miliki Pura Blanjong sebagai sumber belajar sejarah di SMA, yakni : (1) Aspek Historis (2) Aspek Peninggalan. Kata Kunci : Pura, Sejarah,Struktur, Fungsi, Sumber Belajar Sejarah The purpose of this study are: (1) To know the history of Blanjong Temple in Sanur Kauh Village, South Denpasar, Bali (2) To know the structure and function of Blanjong Temple (3) To know the potential of Blanjong Temple as a source of history learning in high school. This research is a qualitative research, with the steps: (1) the determination of recipient research (2) the determination of informants (3) data collection (4) a technique of data validation ( triangulation of data , triangulation of a method of ) and (5) the technique of data analysis. The results showed that; (1) The history of Blanjong Temple cannot be separated from the existence of an inscription which later became better known as the Blanjong Inscription. In accordance with what is written in Blanjong Inscription, the place that is now the location of Blanjong Temple is a place to commemorate the victory of Sri Kesari Warmadewa against its enemies (2) The structure of Blanjong Temple in Sanur Kauh Village consists of two pages, namely nista mandala (jaba sisi), main mandala (jeroan). The function of Blanjong Temple in general can be divided into five namely, (1) Blanjong Inscription Function (As a Communication Media, As a Source of History), (2) Religious Function (3) Social Function (4) Cultural Function (5) Educational Function. (3) The potential possessed by Blanjong Temple as a source of history learning in high school, namely: (1) Historical Aspects (2) Heritage Aspects.keyword : Temple, History, Structure, Function, Historical Learning Sourche.
KONVERSI AGAMA DARI AGAMA HINDU KE AGAMA KRISTEN DI BANJAR UNTAL- UNTAL, DESA DALUNG, BADUNG DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA Sulistyawati, Putu; Purnawati, Desak Made Oka; Arta, Ketut Sedana
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i1.31496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) sejarah konversi agama dari Agama Hindu ke Agama Kristen di Banjar Untal -  Untal 1931-1935, (2) proses konversi agama dari Agama Hindu ke Agama Kristen di Banjar Untal – Untal 1931-1935, (3) aspek – aspek dari konversi agama dari Agama Hindu ke Agama Kristen di Banjar Untal – Untal 1931-1935 yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah  metode penelitian  sejarah dengan  pendekatan  kualitatif  meliputi : (1) heuristik ( mencari jejak/sumber data, (2) kritik sumber atau verifikasi (pengujian sumber data), (3) interpretasi ( aktivitas menafsirkan data ), dan (4) historiografi ( penulisan sejarah ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : sejarah konversi agama dari Agama Hindu ke Agama Kristen di Untal-Untal 1931-1935 dilatarbelakangi oleh aktivitas zending Tsang To Hang. Proses konversi agama di Banjar Untal-Untal menghasilkan 12 orang yang dibaptis dan menjadi perintis perkembangan Kristen. Adapun potensi sejarah konversi agama dari agama Hindu ke Agama Kristen di Banjar Untal-Untal 1931-1935 sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA kelas XI dapat dilihat dari beberapa aspek di antaranya aspek pendidikan karakter (nilai religius, toleransi, komunikatif, cinta damai dan peduli sosial), aspek pendidikan, aspek peninggalan (Gereja Betlehem, monument baptisan pertama), dan aspek sejarah yang selanjutya dikemas dalam buku suplemen pembelajaran.
HUBUNGAN SOSIOKULTURAL NYEGARA GUNUNG ANTARA PURA PEGONJONGAN DENGAN PURA DALEM BALINGKANG SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH Sinta Devi, Kadek Mega Arista; Maryati, Tuty; Arta, Ketut Sedana
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i2.31498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) untuk mengetahui kondisi sosial-budaya di sekitar Pegonjongan dan Dalem Balingkang. (2) untuk mengetahui pola hubungan nyegara gunung antara Pegonjongan dan Dalem Balingkang. (3) untuk mengetahui aspek-aspek dari hubungan sosiokultural nyegara gunung antara Pegonjongan dan Dalem Balingkang sebagai sumber belajar sejarah. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif meliputi: (1) lokasi penelitian terletak di Pura Pegonjongan, Desa Sambirenteng, Buleleng, Bali dan Pura Dalem Balingkang, Desa Pinggan, Bangli, Bali. (2) teknik penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling dan snow ball. (3) teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, studi dokumen. (4) teknik validasi data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber. (5) teknis analisis data terdiri dari: pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pola hubungan nyegara gunung berkaitan dengan kedatangan pedagang Cina yang mendarat di Pantai Timur Bali Utara, kemudian terjadi akulturasi antara kebudayaan Bali Kuno dengan Cina serta amalgamasi antara Raja Bali Kuno dengan Putri Cina yang mempengaruhi dinamika masyarakat Bali. Sehingga adanya beberapa kesamaan budaya antara Pegonjongan dan Dalem Balingkang. hubungan sosiokultural nyegara gunung antara Pegonjongan dan Dalem Balingkang yang dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah: aspek spiritual, aspek sosial, aspek pengetahuan, aspek historis, dan aspek peninggalan.
The Impact of Education on Social Mobility in North Bali in the Early XX Century Arta, Ketut Sedana; Yasa, I Wayan Putra; Pageh, I Made
Paramita: Historical Studies Journal Vol 31, No 2 (2021): History of Asia and Indonesia
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v31i2.29742

Abstract

This research was intended to examine the impact of education on social mobility in North Bali during the Dutch colonialism era in the early twentieth century. The method used for this research was heuristics, source criticism, interpretation, and historiography, assisted by social science as an analytical tool. The research findings revealed that the colonial era education system in North Bali consisted of two groups, namely primary and secondary education up to the junior high school level as it is today. Europeesche Lagere School (ELS) in Singaraja was built in 1916, while Hollandsch Inlandsche School (HIS) first opened in 1918 in Singaraja, then in Denpasar, followed by Klungkung and Karangasem.The Netherlands also established a Volks School in villages. The development of education and facilities and infrastructure was quite good at that time as evidenced by the number of existing schools totaling 142. The existence of this educational institution provided opportunities for many groups of aristocrats and ordinary people (jaba) to obtain an education. This condition had an impact on the change in the social structure of the Balinese from feudal to modern, where the jaba experienced vertical social mobility. This in turn resulted in competition among aristocrats and jaba, resulting in various organizations such as Surya Kanta and Bali Adnyana. The Surya Kanta organization, which was founded by the jaba, carried out a social movement by demanding equality in society, eliminating ajawera, adapting custom to the times, eliminating asupundung and alangkahi karanghulu, and returning the caste system to religious principles.Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji dampak pendidikan terhadap mobilitas sosial di Bali Utara pada masa penjajahan Belanda di awal abad ke-20. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan bantuan ilmu sosial sebagai alat analisis. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sistem pendidikan zaman kolonial di Bali Utara terdiri dari dua golongan, yaitu pendidikan dasar dan menengah sampai dengan tingkat sekolah menengah pertama seperti sekarang ini. Europeesche Lagere School (ELS) di Singaraja dibangun pada tahun 1916, sedangkan Hollandsch Inlandsche School (HIS) pertama kali dibuka pada tahun 1918 di Singaraja, kemudian di Denpasar, disusul oleh Klungkung dan Karangasem. Belanda juga mendirikan Volks School di desa-desa. Perkembangan pendidikan dan sarana prasarana saat itu cukup baik dibuktikan dengan jumlah sekolah yang ada berjumlah 142. Keberadaan lembaga pendidikan ini memberikan peluang bagi banyak golongan bangsawan dan masyarakat biasa (jaba) untuk mengenyam pendidikan. Kondisi ini berdampak pada perubahan struktur sosial masyarakat Bali dari feodal ke modern, dimana jaba mengalami mobilitas sosial vertikal. Hal ini pada gilirannya mengakibatkan persaingan antara bangsawan dan jaba, sehingga muncul berbagai organisasi seperti Surya Kanta dan Bali Adnyana. Organisasi Surya Kanta yang didirikan oleh para jaba melakukan gerakan sosial dengan menuntut kesetaraan dalam masyarakat, menghilangkan ajawera, menyesuaikan adat dengan perkembangan zaman, menghilangkan asupundung dan alangkahi karanghulu, dan mengembalikan sistem kasta pada prinsip-prinsip agama.
TUGU PAHLAWAN SYUNG WENARA DI DESA SUKAWATI GIANYAR- BALI ( BENTUK DAN FUNGSINYA SEBAGAI MEDIA PEWARISAN NILAI MELALUI PEMBELAJARAN SEJARAH DI SEKOLAH MENENGAH ATAS BERBASIS KURIKULUM 2013) ., Gusti Ayu Padmawati; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.3611

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peristiwa yang menjadi latar belakang didirikannya Tugu Pahlawan Syung Wenara di Desa Sukawati Gianyar, (2) mengetahui bentuk dan nilai-nilai yang terkandung di balik Tugu Pahlawan Syung Wenara di Desa Sukawati Gianyar, dan (3) mengetahui implementasi nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran sejarah berbasis kurikulum 2013 . Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap ; (1) teknik rancangan penelitian, (2) teknik penentuan lokasi penelitian, (3) teknik penentuan informan, (4) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian pustaka/dokumen), (5) teknik validitas data (triangulasi data, triangulasi metode), (6) teknik analisis data, (7) teknik penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa, peristiwa yang melatar belakangi didirikannya Tugu Pahlawan Syung Wenara adalah sebagai peringatan gugurnya pemuda-pemuda pejuang pada masa revolusi fisik dimana pada tanggal 12 April 1946 telah terjadi penembakan terhadap I Wayan Dipta Komandan organisasi PRI (Pemuda Republik Indonesia) dan I Ketut Lanus yang pada saat itu berpangkat sebagai Sersan Mayor dengan tugas sebagai penghubung istimewa staff. Bentuk dari Tugu Pahlawan Syung Wenara adalah : bagian dasar dari banguan tugu berbentuk persegi lima yang memiliki makna dasar negara kita yaitu pancasila. Bagian tengah bangunan tugu bertuliskan nama tugu yaitu Syung Wenara dan di ujung/atas bangunan tugu beriskan patung monyet bersama dengan burung elang. Nilai-nilai yang terkandung dibalik Tugu Pahlawan Syung Wenara adalah : (1) nilai pendidikan, (2) nilai kepahlawanan, (3) nilai patriotisme, (4) nilai kesetiaan dan (5) nilai religius. Nilai- nilai yang terkandung di balik Tugu Pahlawan Syung Wenara diwariskan melalui pranata sekolah dengan cara menyisipkan nilai-nilai tersebut dalam proses pembelajaran. Kata Kunci : Kata Kunci: Tugu Pahlawan, Media ,pewarisan nilai sejarah. ABSTRACT The research was basically designed (1) to find out the historical events that were considered as the background of the Syung Wenara Heroic monument building in Sukawati village, Gianyar Regency, (2) to know the forms and the values reflected inside the Syung Wenara Heroic Monument in Sukawati Village, Gianyar Regency, (3) to find out the implementation of the values in teaching and learning history based on curriculum of 2013.In this research,the data was collected through qualitatif method in which it consisted of some interconnected steps, namely : (1) research design, (2) research location determining, (3) informant determining, (4) data collection (observation, interview,literature review / documentation), (5) data validation (triangulation of data, triangulation of method), (6) data analysis, and (7) interpretation of research finding. Furthermore the result of this research showed that the Syung Wenara Horoic Monument was established as the celebration of the death of the young combatants in the physical revolution in which on April 12 th, 1946 I Wayan Dipta as a comandant of Indonesian youth organization and I Ketut Lanus as a major sargeant who worked as a special staff connactor had been lifted off at the time. The forms of Syung Wenara Heroic Monument are divided in to there parts, namely : the bottom part, the middle part and the top part. On the bottom part, it had a pentagen shape which was considered as the Indonesian basic state and symbol named Pancasila. In the middle of building, it stated the name of the heroic monument called Syung Wenara. At last, there were monkey statue together with eagle statue. Moreover, the value obtained from Syung Wenara Heroic Monument could be showed as follows : (1) education value, (2) heroism value, (3) patriotism value, (4) loyalty value, (5) religion value. As result those values showed in this research must be applied by the school institutions in teaching and learning process. keyword : Keywords : Heroic Monument, Media, Historical Value Hiretage
PURA SIWA SILA GATRA PADANG BULIA, SUKASADA, BULELENG, BALI (SEJARAH, STRUKTUR DAN FUNGSI SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL DI SMA) ., Komang Gede Arya Bawa; ., Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i2.18121

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah berdirinya Pura Siwa Sila Gatra di Desa Padang Bulia, Sukasada, Buleleng, Bali, (2) struktur dan fungsi Pura Siwa Sila Gatra, dan (3)potensi yang terdapat di Pura Siwa Sila Gatra di Padang Bulia yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitin sejarah meliputi:(1) Pengumpulan data (heuristic) dengan Observasi, Wawancara, dan Studi dokumen. (2) Kritik Sumber. (3) Interpretasi dan (4) Historiografi. Hasil penelitian menujukkan bahwa: sejarah Pura Siwa Sila Gatra memiliki kaitan erat dengan ditaklukannya Tamblingan oleh Majapahit yang membuat masyarakat Tamblingan bermigrasi ke berbagai daerah. Struktur Pura Siwa Sila Gatra menggunakan konsep dwi mandala yaitu jeroan dan jaba sisi. Fungsi Pura Dalem Jawa yaitu (1) fungsi religius, (2) fungsi sosial, (3) fungsi ekonomi (4) fungsi hiburan, dan (5) fungsi pendidikan. Adapun potensi Pura Siwa Sila Gatra ialah aspek historis, aspek peninggalan meliputi pelinggih lontar, meru tumpang pitu, dan pendidikan karakter. Kata Kunci : sejarah, Pura Siwa Sila Gatra, sumber belajar sejarah This study aims to determine: (1) the history of the establishment of Shiva Sila Gatra Temple in Padang Bulia Village, Sukasada, Buleleng, Bali, (2) the structure and function of Shiva Sila Gatra Temple, and (3) the potential contained in Siwa Sila Gatra Temple in Padang Bulia which can be used as a source of historical learning in high school. The research method used is the method of historical research including: (1) Data collection (heuristics) with Observation, Interviews, and Study documents. (2) Source Criticism. (3) Interpretation and (4) Historiography. The results of the study show that: the history of Siwa Sila Gatra Temple has a close connection with the conquest of Tamblingan by Majapahit which made the Tamblingan community migrate to various regions. Siwa Sila Gatra Temple structure uses two mandala concepts, inner temples and outer temples. The functions of the Siwa Sila Gatra Temple are (1) religious functions, (2) social functions, (3) economic functions (4) entertainment functions, and (5) educational functions. The potential of Shiva Sila Gatra Temple is a historical aspect, inheritance aspects include pelinggih lontar, meru tumpang pitu, and character education.keyword : history, Siwa Sila Gatra Temple, a source of learning history
YAYASAN EKOTURIN (STUDI TENTANG SEJARAH DAN SISTEM PENDIDIKAN DI DAERAH TERTINGGAL DI DESA BAN, KUBU, KARANGASEM, BALI) ., Ni Nyoman Murdani; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i1.4152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui latar belakang sejarah didirikanya Yayasan Ekoturin; dan 2) mengetahui sistem pendidikan di Yayasan Ekoturin di Desa Ban, Kubu, Karangasem Bali. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode penelitian sejarah dengan tahap-tahap sebagai berikut: (1) heuristik (observasi, wawancara, studi dokumentasi); (2) kritik sumber; (3) interpretasi (analisi data), (4) historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) ada tiga faktor yang melatarbelakangi pembangunan Yayasan Ekoturin yaitu faktor politik, faktor sosial, dan faktor ekonomi: 2) sistem pendidikan di Yayasan Ekoturin terdiri dari: unsur masukan (raw input), input instrumen, input lingkungan (environmental input), output, kurikulum, tujuan pendidikan, proses pembelajaran, evaluasi, alat pendidikan, pendidik, peserta didik, dan lingkungan. Dinamika di Yayasan Ekoturin dari input, sejak tahun 2009 sampai sekarang mengalami penurunan, dan dinamika output di Yayasan Ekoturin di Desa Ban, Kubu, Karangasem terus stabil.Kata Kunci : Sejarah, Yayasan Ekoturin This study was aimed to (1) determine the background of the establishment of the Foundation Ekoturin (History and Education system in lagging Regions of Ban village, Kubu, Karangasem, Bali, (2) Know Foundation Ekoturin education system in the village of Ban, Kubu, Karangasem Bali. In this study this, the data collected using methods of historical researc, namely: (1) heuristic (observations, interviews, document study), (2) a source of criticism, (3) interpretation (data analysis), (4) historiography (the writing of history). The results showed that, (1) there are three factors behind the development of the Foundation Ekoturin in Desa Ban, Kubu, Karangasem such as political factors, social factors, and economic factors, (2) the education system in the village of Ban Ekoturin foundation, Kubu, Karangasem consists of (1) the element input (raw input), (2) input instrument, (3) environmental inputs (environmental input), (4) output, (5) curriculum, (6) the purpose of education, (7) the learning process , (8) evaluation, (9) an educational tool, (10) educators, (11) learners, (12) the environment, (13), (3) dynamics in Ekoturin Foundation in Desa Ban, Kubu, Karangasem in terms of inputs from 2009 until now has decreased, and the dynamics of output in Ekoturin Foundation in Desa Ban, Kubu, Karangasem hold steady. keyword : History, Education System
Sejarah dan Sistem Pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Seririt Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ., Kadek Ayu Sutarminingsih; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i3.4270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) sejarah dan perkembangan SMA Negeri 1 Seririt mulai dari periode filial SMA Negeri 1 Singaraja sampai periode berdiri sendiri sebagai SMA Negeri 1 Seririt (2) sistem pendidikan yang berkembang di SMA Negeri 1 Seririt pada masa pemberlakuan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Penelitian ini merupakan penelitian historis dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah: (1) Teknik Pengumpulan Data dilakukan melalui: observasi, wawancara, dan studi dokumen, (2) Kritik Sumber (kritik ekstern dan intern), (3) Interpretasi (Analisis Data), dan (4) Historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) SMA Negeri 1 Seririt merupakan sekolah yang memiliki perjalanan history yang cukup panjang. Berdirinya SMA Negeri 1 Seririt dilatarbelakangi adanya beberapa faktor, yakni faktor politik ekonomi dan politik strategis. Perkembangan SMA Negeri 1 Seririt yang sangat pesat karena merupakan satu-satunya sekolah negeri di Seririt, sehingga menjadikannya sekolah mandiri yang awalnya merupakan filial SMA Negeri 1 Singaraja. (2) Sistem pendidikan di SMA Negeri 1 Seririt ketika pemberlakuan kurikulum KTSP mampu menorehkan berbagai prestasi baik dibidang akademik maupun non akademik.Kata Kunci : Filial, Sejarah, Sistem Pendidikan This study aims to determine (1) the history and development of the SMA Negeri 1 Seririt filial period ranging from SMA Negeri 1 Singaraja to the period stands alone as the SMA Negeri 1 Seririt (2) the education system is developing in SMA Negeri 1 Seririt on the enactment of the educational unit level curriculum. This research is historical research using qualitative approach with measures: (1) engineering data collection done through: observation, interview, and document research, (2) source criticism (external criticism and internal criticism), (3) interpretation (data analysis), and (4) historiography (the writing of history). The results showed that (1) SMA Negeri 1 Seririt is a school that has a fairly long history travel. The establishment of the SMA Negeri 1 Seririt backed by a number of factors, the political factors of strategic economic and political. The development of SMA Negeri 1 Seririt very rapidly because is the only public school in Seririt, making it an independent school which was originally a filial SMA Negeri 1 Singaraja. (2) The education system in SMA Negeri 1 Seririt when enforcement of the curriculum unit level education capable of applying various achievements in the field of both academic and non academic. keyword : Filial, History, The education system
Co-Authors ., Aniqa Faza ., Baiq Zohrah ., CAHYO BINTORO ., Febri Dwi Cahyo ., Gusti Made Sriwidiari ., I Gusti Ayu Ratnasari ., I Km Ega Mahendra ., I Komang Edi Heliana ., I Made Adi Astawa ., I Made Cahyana Mp ., I Made Reynaldi Ambara Gita ., I Putu Yudi Permana Saputra ., I Wayan Edi Setiawan ., Ilham Yahya ., Kadek Ariasa ., Kadek Dwi Mahayoni ., Komang Gede Arya Bawa ., M BUSAR ., Made Pradnyana Putra ., Muh. Reza Khaeruman Jayadi ., N Iputu Sri Widiastuti ., Ni Putu Budiartini ., NUR MINAH ., NURUS MAULIDA ., Nurus Shobah ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. ., Purwa Aditya ., Putu Agustina Setiawan ., Qori Bayyinaturrosyi ., Rini Anggraini A.A. Istri Pradnyana Asrama P. . Abd. Rasyid Syamsuri Alfarizi, Moh Alif Alfi Syahrin Aniqa Faza . Aryantika, I Kadek Adi Baiq Zohrah . Both, Lusitiana CAHYO BINTORO . Desak Made Oka Purnawati Desak Oka Purnawati Dewa Gede Suma Adnyana . Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Febri Dwi Cahyo . Gede Adi Putra . Gede Okva Wiguna . Ginting, Enni Maharani Br Gusti Ayu Padmawati . Gusti Made Sriwidiari . I Dewa Gede Yoga I Gede Bayu Ary Hermawan . I Gede Justiasa . I Gusti Ayu Ratnasari . I Gusti Made Aryana I Gusti Ngurah Riki Wahyudi . I Gusti Ngurah Riki Wahyudi ., I Gusti Ngurah Riki Wahyudi I Kadek Adi Aryantika I Kadek Adi Widiastika I Kadek Parmadi . I Ketut Agus Adijaya . I Ketut Anom Mahartawan . I Ketut Anom Mahartawan ., I Ketut Anom Mahartawan I Km Ega Mahendra . I Komang Edi Heliana . I Komang Wisujana Putra . I Made Adi Astawa . I Made Cahyana Mp . I Made Citra Wibawa I Made Pageh I Made Reynaldi Ambara Gita . I Nengah Suastika I Nengah Suastika I Nyoman Jampel I Nyoman Oka Hendrawan . I Nyoman Oka Hendrawan ., I Nyoman Oka Hendrawan I Putu Budiana . I Putu Edy Saputra . I Putu Yudi Permana Saputra . I Wayan Agus Suatmika . I Wayan Edi Setiawan . I Wayan Pardi I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Putra Yasax I Wayan Suastra I Wayan Widiana Ida Ayu Widya Pratiwi Ida Bagus Putu Arnyana Ilham Yahya . Ivanka Angelina Dheyanita Prasada Kadek Ariasa . Kadek Ayu Sutarminingsih . Kadek Dwi Mahayoni . Kadek Mega Arista Sinta Devi Kadek Virgotama Krissanta . Kardila, Maria Marisa Ketut Jasiani . Ketut Jasiani ., Ketut Jasiani Komang Gede Arya Bawa . Lathifah, Desi Fairuz Luh Putu Ayu Diah Pratiwi . Luttfy Chateriyan, Ivan M BUSAR . M.Pd. S.Pd. Luh Indrayani . M.Si Drs. I Ketut Margi . Made Pradnyana Putra . Made Wisnu Dwipayani . Made Wisnu Dwipayani ., Made Wisnu Dwipayani Maria Marisa Kardila Mathias Maranata Surbakti MELISA Tarigan Muh. Reza Khaeruman Jayadi . N Iputu Sri Widiastuti . Nengah Cipta Sari . Nengah Cipta Sari ., Nengah Cipta Sari Ngakan Made Viky Purnama Teja . Ngakan Made Viky Purnama Teja ., Ngakan Made Viky Purnama Teja Ni Kadek Dian Lestari . Ni Komang Sukariasih . Ni Komang Sukasih . Ni Komang Sukasih ., Ni Komang Sukasih Ni Komang Trisna Suparwati . Ni Luh Made Ari Darmini . Ni Made Ary Widiastini Ni Made Ninik Susantini . Ni Made Wibhu Satyayu Ni Nyoman Murdani . Ni Nyoman Tri Cahyani . Ni Putu Budiartini . Ni Putu Rai Yuliartini Ni Putu Ristiana Rahitasari Ni Putu Sri Ratna Dewi Ni Wayan Dewi Lasmi ., Ni Wayan Dewi Lasmi Ni Wayan Nonoriati . Ni Wayan Suratni . NUR MINAH . NURUS MAULIDA . Nurus Shobah . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Puger, I Gusti Ngurah Purnawati, Desak Oka Purnawibawa, R. Ahmad Ginanjar Purwa Aditya . Putu Adi Sutama . Putu Adi Sutama ., Putu Adi Sutama Putu Agustina Setiawan . Putu Ari Antara . Putu Sulistyawati Qori Bayyinaturrosyi . Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Rini Anggraini . Santhi, Dewa Ayu Aprilia Vidya satria dwi mahendra Satyayu, Ni Made Wibhu Simatupang, Gavin Ar Rasyid Sinta Devi, Kadek Mega Arista Suadnyana, Kadek Nova Sukadi Sukadi Sukadi Sukadi Sulistyawati, Putu Sumiyati , Sumiyati Sumiyati Sumiyati Vita Octavia Anggraini Widiani, Ni Kadek Yiena Yoga, I Dewa Gede Yudi Setiawan `R. Ahmad Purnawibawa