Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal MIPA

Aktivitas Penstabil Oksigen Singlet dari Hasil Fraksinasi Ekstrak Metanol Daun Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) terhadap Fotooksidasi Asam Askorbat Salim, Muhammad Fajrin; Rorong, Johnly A.; Katja, Dewa G.
Jurnal MIPA Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.2.2017.17761

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang aktivitas penstabil oksigen singlet dari hasil fraksinasi ekstrak metanol daun kayu manis (Cinnamomum burmanii) terhadap fotooksidasi asam askorbat dengan menggunakan cahaya dan eritrosin sebagai sensitiser. Serbuk daun kayu manis diekstraksi secara maserasi dengan metanol 95 % selama 3 x 24 jam, selanjutnya ekstrak yang diperoleh difraksinasi berturut-turut dengan pelarut n-heksan, etil asetat, butanol dan air. Penentuan kandungan total fenolik diukur dengan metode Folin-Ciocalteu dan aktivitas penstabil oksigen singlet diukur dengan laju penurunan konsentrasi asam askorbat. Hasilnya menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki kandungan total fenolik tertinggi yaitu 166,888 mg/g diikuti dengan fraksi butanol, n-heksan, dan air.  Fraksi etil asetat juga memiliki aktivitas penstabil oksigen singlet yang kuat, ditunjukkan dengan laju kerusakan fotooksidatif asam askorbat yang kecil yaitu -0,75 μg.mL-1.min-1A study of singlet oxygen quenching activity has been done from the fractination result of methanol extract of cinnamon leaf (Cinnamomum burmanii) against photo-oxidation of ascorbic acid by using light and erythrosine as sensitized. The cinnamon leaf powder was extracted by macerating with 95% methanol for  3 x 24 hours, then the extracts obtained was fractionated successively with n-hexane, ethyl acetate, butanol and water solvent. The determination of total phenolic content was measured by the Folin-Ciocalteu method and the singlet oxygen quenching activity was measured by the rate of decrease in ascorbic acid concentration. The results show that the ethyl acetate fraction has the highest total phenolic content of 166,888 mg/g followed by the fraction of butanol, n-hexane, and water, respectively. The ethyl acetate fraction also has a strong singlet oxygen quenching activity, indicated by a small photo-oxidative damage rate of ascorbic acid of                  -0.75 μg.mL-1.min-1
Pengaruh Ukuran Bahan terhadap Rendemen dan Kualitas Minyak Biji Pala (Myristica Fragrans Houtt) dengan Metode Soxhletasi Saranaung, Andika; Sangi, Meiske S.; Katja, Dewa G.
Jurnal MIPA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.7.1.2018.19282

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai berbagai jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan oleh manusia, salah satunya ialah tanaman rempah-rempah. Di antara rempah-rempah utama Indonesia, pala merupakan salah satu rempah-rempah yang cukup tinggi nilainya sehingga perlu dikembangkan pemanfaatannya. Tujuannya menentukan rendemen dan kualitas minyak biji pala 60 mesh, 40 mesh, dan 20 mesh yang diambil dari kabupaten kepulauan talaud dengan metode soxhletasi. Metode yang digunakan adalah soxhletasi dengan pelarut n-hexan. Kualitas minyak biji pala diperoleh dengan menguji bilangan asam, bilangan peroksida, bilangan ester, dan kelarutan dalam etanol 90%. Hasil yang diperoleh dengan soxhletasi minyak biji pala rendemennya adalah 60 mesh (39,61%), 40 mesh (37,52%), dan 20 mesh (28,09%). Bilangan asam 60 mesh (3,9777%), 40 mesh (3,8967%), dan 20 mesh (3,4928%). Bilangan peroksida 60 mesh (0,0114%), 40 mesh (0,0118%), dan 20 mesh (0,0149%). Bilangan ester 60 mesh (29,2059%), 40 mesh (30,0777%), dan 20 mesh (31,5288%), dan kelarutan dalam etanol 90% mendekati nilai yang ditetapkan SNI yaitu 1:1. Hasilnya menunjukkan bahwa rendemen minyak biji pala paling banyak adalah 60 mesh dan kualitas minyak terbaik adalah 20 mesh.Indonesia is a country which has various types of plants that can be utilized by humans one of plants is a spice plant. Among the main spices of Indonesia, nutmeg is one of the spices that is high enough value so that it needs to be developed utilization. The purpose of this research is to determine the rendemen and  its quality of nutmeg seed oil of 60 mesh, 40 mesh, and 20 mesh taken from talaud islands by soxhletasi method with n-hexan solvent. The quality of nutmeg seed oil obtained by testing acid number, peroxide number, ester number, and solubility in ethanol 90%. The results obtained with soxhletasi of nutmeg seed oil are 60 mesh (39,61%), 40 mesh (37,52%), and 20 mesh (28,09%). Acid numbers are 60 mesh (3,9777%), 40 mesh (3,8967%), and 20 mesh (3,4928%). Peroxide numbers are 60 mesh (0,0114%), 40 mesh (0,0118%), and 20 mesh (0,0149%). The ester numbers are 60 mesh (29,2059%), 40 mesh (30,0777%), and 20 mesh (31,5288%), and the solubility in ethanol is 90% close to the value set by the SNI that is 1:1. The results show that the rendement of 60 mesh nutmeg seed oil is most and the best quality oil is 20 mesh
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Fenolik dari Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Dungir, Stevi G.; Katja, Dewa G.; Kamu, Vanda S.
Jurnal MIPA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.1.1.2012.424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan total senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan dari ekstrak kulit buah manggis. Sampel yang digunakan adalah kulit buah manggis segar dan kering, diekstraksi dengan pelarut air panas dan metanol selama 24 jam. Metode penelitian ini dilakukan dengan menentukan kandungan total senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan menggunakan metode penangkal radikal bebas DPPH. Kandungan total senyawa fenolik tertinggi pada ekstrak metanol sampel kering (MK), diikuti ekstrak metanol sampel basah (MB), ekstrak air sampel kering (AK), dan ekstrak air sampel basah (AB). Aktivitas antioksidan sebagai penangkal radikal bebas DPPH yang besar diketahui dengan nilai IC50 yang kecil, yaitu aktivitas antioksidan tertinggi pada MK sebesar 44,49 mg/L, diikuti MB, AK, AB berturut-turut 54,95; 346,73; 346,74 mg/L.