Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN ITIK PETELUR Achlan Bakhtiar; Soetriono Soetriono; Anik Suwandari
UNEJ e-Proceeding 2018: Pembangunan Pertanian dan Peran Pendidikan Tinggi Agribisnis: Peluang & Tantangan di Era Indus
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pendapatan dan efisiensi penggunaan biaya dari usaha peternakan itik petelur, (2) kontribusi pendapatan usaha peternakan itik petelur terhadap pendapatan total rumah tangga, dan (3) untuk merumuskan alternatif strategi guna mengembangkan usaha peternakan itik petelur di Banyuwangi. Metode penentuan daerah yang digunakan adalah secara sengaja (purposive method). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan analitik. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Metode analisis data antara lain: (1); pendapatan dan efisiensi biaya; (2) kontribusi pendapatan; (3) strategi pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Usaha ternak itik petelur menguntungkan dengan nilai rata-rata penerimaan yang lebih besar daripada pengeluaran, dan efisien dalam penggunaan biaya dengan nilai ratio nilai R/C ratio yaitu 1,58 perbulan (2) Kontribusi pendapatan peternak itik petelur terhadap pendapatan rumah tangga tinggi, dengan nilai rata-rata 82,74% perbulan (3) Strategi pengembangan usaha ternak itik petelur menggunakan strategi S-O. Strategi ini digunakan untuk menangkap dan memanfaatkan peluang usaha dengan memaksimalkan kekuatan internal yang dimiliki.
EFEK DOMINO INDUSTRI 4.0 : PELUANG DAN ANCAMAN USAHA TERNAK SAPI PERAH Amam Amam; Pradiptya A. Harsita; Soetriono Soetriono
UNEJ e-Proceeding 2018: Pembangunan Pertanian dan Peran Pendidikan Tinggi Agribisnis: Peluang & Tantangan di Era Indus
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A research was carried out to find the opportunity factors and threats factors of dairy cattle business in Pujon District, Malang Regency. The data was collected in the period of August-October 2018 using a survey method for 105 dairy farmers. Data was processed using SEM (Structural Equation Model) analysis with the SmartPLS 2.0 application. The findings of the research show that dairy farmers livestock human resources was positively influenced by group dynamics (0.213) and vulnerability context (0.108) and was negatively influenced by farming business development (-0.215). The conclusion of this research is the opportunity factors was derived from business development and improving the quality of dairy farmers livestock human resources, while threat factors was derived from group dynamics and vulnerability context.
KELAYAKAN FINANSIAL AGROINDUSTRI PEKTIN DAN PAKAN TERNAK TERFERMENTASI BERBAHAN BAKU KULIT PISANG Shanti Akhiriani; Soetriono Soetriono; Nurhayati Nurhayati
JURNAL AGROTEKNOLOGI Vol 8 No 02 (2014)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.491 KB)

Abstract

Banana peel has the potential to be processed into pectin and fermented feed products. This study aims to determine the financial feasibility of the agro-industry of banana peel pectin and fermented feed, and sensitivity to the increasing of the raw material prices, rising prices and declining selling prices. The study used a descriptive and analytical approach. The results showed that pectin agro-industry and fermented feed from banana peel as raw material feasible to be developed based on five criteria: Net Present Value (NPV), Gross B / C, Net B / C, Internal Rate of Return (IRR) and Payback Period (PP). Banana peel pectin agroindustry was feasible to manage based on five financial feasibility criteria, including: (1) Net Present Value (NPV) of IDR 720,114,699.00 (> 0); (2) Gross B/C of 1.06 (> 1); (3) Net B/C of 2.34 (> 1); (4) Internal Rate of Return (IRR) of 40.89% (> 13%); and (5) Payback Period (PP) of 2.9 (<10 years). Fermented animal feed agroindustry was feasible to manage based on five financial feasibility criteria, that is: (1) NPV of IDR 366,118,110.00 (> 0); (2) Gross B/C of 1.16 (> 1); (3) Net B/C of 1.93 (> 1); (4) IRR of 32.54% (> 13%); and (5) PP of 3.7 (<10 years).Keywords: financial feasibility, banana peel, pectin, fermented feed, sensitivity
The performance of institutional of dairy cattle farmers and their effects on financial, technological, and physical resources Soetriono Soetriono; Amam Amam
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 30, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2020.030.02.05

Abstract

The Performance of Institutional give influences to the development of livestock business, and influenced by farmers' access to various resources. The purpose of this study is to examine the institutional performance of dairy farmers and analyze their effects on resources. The study was conducted in May to September 2019 in Pujon Subdistrict, Malang Regency, East Java Province. Respondents are all breeders of Tirtasari Kresna Gemilang KUB (Joint Business Group) of 174 people. The method of collecting data uses FGD (Focus Group Discussion), observation, and survey. The survey was conducted by interview and questionnaire. The variables of research consisted of institutional performance (X), financial resources (Y1), technological resources (Y2), and physical resources (Y3). Data were analyzed using the PLS (Partial Least Square) method. The results showed that institutional performance affected financial, technological, and physical resources, respectively 0.414, 0.367, and 0.289. The conclusion of the research is the institutional performance of dairy farmers with a positive and significant effect on financial resources, technological resources, and physical resources.
Strategy and Policy for Strengthening the Agricultural Cooperative Business in East Java, Indonesia Soetriono Soetriono; Djoko Soejono; Dimas B. Zahrosa; Ariq Dewi Maharani; Rita Hanafie
JOURNAL OF SOCIOECONOMICS AND DEVELOPMENT Vol 2, No 1 (2019): April
Publisher : Publisher of Widyagama University of Malang (UWG Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8059.548 KB) | DOI: 10.31328/jsed.v2i1.886

Abstract

The purpose of the study is to analyze business performance, financial resources, and strategies for developing agricultural cooperatives in East Java. The research approach used was a qualitative and quantitative descriptive approach. The research locations were in Malang regencies, Lumajang, Bojonegoro, Tulungagung, Madiun, Situbondo, Banyuwangi, and Sumenep. Secondary and primary data, including cooperative performance, SWOT, and financial data, were carried out to obtain a cooperative description. The analysis methods used were descriptive analysis, financial ratios, SWOT and FFA. The results showed that agricultural cooperatives showed a strong institutional position in supporting food sovereignty. The number of active cooperatives reached 27461 units with 7.62 million members. Cooperatives in healthy performance were found in Malang, Situbondo, Tulungagung and Madiun Regencies.  The cooperative development should be emphasized on implementing functions of member annual meeting, developing innovation, making economic partnerships, strengthening capital formation, applying positive values of cooperatives to all members, facilitating members into the agribusiness chain, and improving the cluster of the production system. The strategies applied for East Java Cooperativesare prioritized on human resources, institutions and empowerment, facilities and infrastructure, and finance.JEL Classification: Q12, Q13, R58
TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN PISANG MAS KIRANA Djoko Soejono; Dimas Bastara Zahrosa; Jani Januar; Soetriono Soetriono; Diah Puspita Ningrum; Ariq Dewi Maharani
AGRIBIOS Vol 20 No 1 (2022): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v20i1.1636

Abstract

Di Kabupaten Lumajang memiliki varietas komoditas pisang mas Kirana yang telah dikelola secara profesional, bersertifikasi dan dipasarkan untuk konsumsi di pasar-pasar modern. Tujuan penelitian strategi pengembangan komoditas pisang mas kirana pada Kawasan Agropolitan Seroja di Kabupaten Lumajang. Lokasi penelitian dilakukan di kawasan agropolitan Seroja Kabupaten Lumajang. Kawasan tersebut terdiri dari Kecamatan Pasrujambe dan Kecamatan Senduro. Metode pengumpulan daa menggunakan data primer. Teknik pengambilan data dengan menggunakan Purposive Sampling. Metode analisis data menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian yang diperoleh adalah Pengusahaan komoditas pisang mas Kirana di kawasan agropolitan seroja Kabupaten Lumajang memiliki peluang yang prospektif, akan tetapi produsen atau petani belum mampu meningkatkan kapasitas produksi, sehingga belum memenuhi besarnya permintaan pasar, baik lokal maupun mancanegara. Strategi pengembangannya adalah pembentukan koperasi petani pisang mas kirana. Koperasi tersebut sebagai wadah bagi petani dan pelaku usaha dalam mengembangkan komoditas pisang mas kirana. Adanya koperasi, selain memperkuat permodalan, akses lembaga keuangan dan optimalisasi sumberdaya, juga mampu mengembangkan bisnis pembibitan sehingga meningkatkan kapasitas produksi.
Analisis Ekonomi Pakan Ternak Terfermentasi Berbasis Limbah Agroindustri Pisang Di Kabupaten Lumajang Shanti Akhiriani; S Soetriono; N Nurhayati
AGRIBEST Vol 1, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v1i1.1254

Abstract

Pakan ternak terfermentasi merupakan produk bernilai ekonomi yang bisa dihasilkan dari salah satu limbah agroindustri pisang, yaitu kulit pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pendapatan dan efisiensi usaha pada agroindustri pakan ternak terfermentasi dari kulit pisang; dan (2) nilai tambah pada pemanfaatan kulit pisang menjadi pakan ternak terfermentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif dan analitik. Pengambilan data pada penelitian ini bersumber dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroindustri pakan ternak terfermentasi menguntungkan dan efisien untuk diusahakan berdasarkan analisis pendapatan dan nilai R/C ratio, yaitu pendapatan agroindustri pakan ternak terfermentasi untuk produksi setiap hari sejumlah Rp 567.179,00 dengan nilai R/C ratio 1,54.  Agroindustri pakan ternak terfermentasi memberikan nilai tambah positif untuk setiap kilogram bahan baku yang digunakan, yaitu sebesar Rp 393,48 atau 62,98% dari nilai produk.
KARAKTERISTIK DAN PREFERENSI KONSUMEN DURIAN LOKAL DI KABUPATEN JEMBER Balya Elok Sayyidah; S Soetriono; Raharto Sugeng
AGRIBEST Vol 1, No 2 (2017): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v1i2.1152

Abstract

Durian merupakan salah satu jenis buah-buahan yang bergizi tinggi dan mempunyai peluang besar untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan karakterisitik konsumen durian lokal; (2) menganalisis faktor-faktor dominan yang mempengaruhi terhadap preferensi konsumen  buah durian lokal; dan (3) membuat strategi pengembangan minat konsumen terhadap buah durian lokal. Penentuan daerah penelitian secara purposive method yakni di Kabupaten Jember. Metode pengambilan sampel dilakukan secara nonprobability sampling dan incidental sampling. Metode analisis data dengan deskriptif, analisis faktor dan analisis Medan Kekuatan (FFA). Kesimpulan penelitian: (1) Karakteristik konsumen durian lokal berdasarkan kategori: (a) umur mayoritas responden berada pada golongan umur 27-37 tahun dengan proporsi 45,16%, (b) jenis kelamin konsumen mayoritas adalah perempuan dengan jumlah 47 orang (50,54%), (c) pekerjaan, mayoritas bekerja sebagai pegawai swasta dengan jumlah 40 orang atau sebesar 43,01%, (d) tingkat pendidikan, mayoritas berada pada tingkat pendidikan SMP dengan jumlah 60 orang atau sebesar 64,52%, (e) jumlah anggota keluarga, mayoritas memiliki 2 hingga 4 orang dengan proporsi 69%, dan kategori (f) tingkat pendapatan, mayoritas berada pada kategori sedang dengan jumlah responden 48 orang atau sebesar 51,61%. (2) Dari 11 faktor yang mempengaruhi dalam preferensi konsumen memilih buah durian lokal terkategori menjadi 5 faktor yakni: (a) faktor warna kulit buah (hijau-muda, hijau-tua, hijau-cokelat, dan cokelat-tua); (b) faktor panjang duri (pendek, sedang, dan panjang); (c) faktor warna daging cerah (kuning dan merah); (d) faktor tekstur (lembut-basah, lembut-kering/pulen, berkrim, dan berserat); dan (e) faktor rasa buah durian (manis-pahit, manis-legit, manis-sedang, dan kurang manis).
ANALISIS PERWILAYAHAN DAN KONTRIBUSI KOMODITAS JERUK SIAM TERHADAP PEREKONOMIAN KABUPATEN BANYUWANGI Rizqa Nurmalia; Soetriono Soetriono; Anik Suwandari
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 16, No 1 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v16i1.28152

Abstract

Siam Oranges in Banyuwangi is spread in nine central districts. Based on production data Siam Oranges in 2013-2017, it can be seen that there is a change in districts that are the highest Siam Oranges productions each year. Based on that conditions, Siam Oranges need to be one of the commodity focuses that require the determination of strategic areas so that can be developed and it can be done by mapping the region. The aim of the study is to explain the districts that are the basis of Siam Oranges, the characteristics of the spread of Siam Oranges, and it contributes to the economy of Banyuwangi. The method used in this study is an analytical method. The data used in the study were secondary data from the Department of Agriculture, Forestry, and Plantation of Banyuwangi. Analysis of data with the LQ method, localization and specialization, and contributions will be done through the proportion formula. LQ analysis is calculated using three indicators, namely land area, production, and revenue. The results of the analysis show that the based on the average LQ value from 2013-2017 which has consistently been the base district of the Siam Oranges based on three different indicators are Bangorejo District, Purwoharjo District, Tegaldlimo District, Cluring District, and Gambiran District. Localization analysis shows that Siam Oranges are not localized in a particular district. Specialization analysis shows that none of the sub-districts of the Siam Oranges base specialize in just the Siam Oranges commodity. Contribution analysis shows that  the contribution of Siam Oranges to the economy of Banyuwangi from 2013-2017 is 0,0019; 0,0041; 0,0102; 0,0050 dan 0,0020. It means low because this percentage is less than the average contribution component of economy Banyuwangi.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KOPI BUBUK ARABIKA PADA BERBAGAI SKALA USAHA DI KABUPATEN SITUBONDO Dimas Bastara Z.; Soetriono Soetriono; Triana Dewi Hapsari
AGRITROP Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v14i2.432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) Karakteristik agroindustri kopi bubuk, (2) Nilai tambah agroindustri kopi bubuk, (3) Strategi pengembangan agroindustri kopi bubuk. Penentuan daerah digunakan purphosive method di Kabupaten Situbondo. Metode yang digunakan adalah metode diskriptif, analitis dan komparatif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan 2 agroindustri yaitu Agroindustri kopi jahe “Mana Suka” dan Agroindustri kopi bubuk “UD. Gemini Lestari”. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, nilai tambah dan (Force Field Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Karakteristik agroindustri kopi bubuk di 2 agroindustri berbeda-beda karena didasari oleh skala industrinya. (2) Hasil analisis nilai tambah di 2 agroindustri kopi bubuk adalah bernilai positif, (3) Strategi pengembangan agroindustri kopi bubuk skala IRT difokuskan pada pemberian bantuan modal, peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan kemitraan dengan pengusaha-pengusaha kopi yang lebih besar. Sedangkan Strategi pengembangan agroindustri kopi bubuk skala kecil difokuskan pada kemitraan usaha antara pelaku agroindustri dan kelompok tani serta pembentukan kelembagaan agroindustri.